cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pengaruh Terpaan Hoaks Vaksin Covid-19 Dan E - Word Of Mouth Terhadap Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19 Syafiq Muhammad Qualitoaji; Joyo Nur Suryanto Gono; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mendatangankan berbagai macam merk vaksin covid-19 pada awal 2021 untuk meredam penyebaran covid-19 di masyarakat. Perbincangan mengenai keefektivitasan vaksin hingga kegunannya pun banyak terjadi di media sosial dan tak hanya perbincangan di media sosial yang terjadi atau disebut sebagai e-wom, tersebar juga berbagai macam hoaks yang membahas tentang vaksin covid-19 ini. Sehingga masyarakat dalam hal ini masyarakat Jawa Barat karena penlitian ini dilakukan di Jawa Barat mengalami bias informasi mengenai vaksin covid-19 yang mana menurut data sebanyak 81% masyarakat Indonesia masih bersinggungan dengan hoaks tentang vaksin. Hal ini berdampak pada persepsi beberapa masyatakat bahwa vaksin adalah hal yang tidak perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh antara Terpaan Hoaks Vaksin Covid- 19 dan E- Word Of Mouth tentang Vaksin Covid-19 terhadap Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan media (Media Dependency Theory) dan Elaboration Likelihood Theory dengan teknik pengambilan sampel non-probabilty sampling. Sampel berjumlah 61 orang dengan karakteristik laki - laki dan perempuan, berdomisili di Jawa Barat, pernah mendapaat terpaan hoaks vaksin covid-19 di media sosial dan pernah membicarakan (e-wom) tentang vaksin covid-19 menggunakan media sosial. Pengujian pada penelitian ini menggunakan uji regresi ordinal, hasil penelitian menunjukkan pengaruh antara terpaan hoaks vaksin covid-19 dengan persepsi masyarakat terhadap vaksin nilai signifikansi sebesar 0,689 yang artinya tidak signifikan namun ada kemungkinan terpengaruh jika responden menerima hoaks sebesar 0,96 kali lebih sering dibandingkan saat ini.. Selanjutnya pengaruh antara e-word of mouth terhadap persepsi masyakarat nilai signifikansinya 0.000 yang dapat diartikan signifikan.
Hubungan Terpaan Iklan Shopee di Televisi dan Kredibilitas Brand Ambassador Cristiano Ronaldo Terhadap Minat Bertransaksi Harry Vidita Eka Putra; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi yang dilakukan Shopee melalui iklan dan brand ambassador tidak berbanding lurus dengan hasil nilai transaksi ecommerce Indonesia dan dari data Top Brand kategori Top ecommerce Shopee menempati urutan kedua. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan Shopee di televisi dan kredibilitas brand ambassador Cristiano Ronaldo terhadap minat bertransaksi. Teori yang digunakan adalah Strong Advertising Theory dan Source Credibility Theory. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yang dilakukan dengan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 90 orang. Hal ini berarti hasil penelitian hanya berlaku pada subjek yang diteliti yaitu masyarakat kota Padang berusia 15-34 tahun yang terkena terpaan dari iklan Shopee di televisi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis Kendall’s Tau B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk variabel terpaan iklan adalah sebesar 0.117 dimana tingkat signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05. Dengan demikian menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel terpaan iklan dengan minat bertransaksi (H1), sedangkan untuk variabel kredibilitas brand ambassador mendapatkan hasil signifikansi sebesar 0.008 dimana tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kredibilitas brand ambassador terhadap minat bertransaksi (H2).
PENGALAMAN KOMUNIKASI WANITA DALAM MEMAKNAI BODY SHAMING Erisa Dwi Syafira; Wiwid Noor Rakhmad; Muhammad Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya institusi patriaki yang mana mendominasi media yang didalamnya terdapat iklan kecantikan dan tubuh ideal, menjadikan masyarakat memiliki pemahaman terkait tubuh ideal. Hal tersebut memiliki dampak pada wanita yang tidak memenuhi standar tubuh ideal, sehingga mendapat perlakuan body shaming. Body shaming seringkali dianggap remeh dan candaan semata. Sehingga dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak, di Indonesia sendiri terdapat 966 kasus yang ditangani oleh POLRI di tahun 2018, dan jumlah tersebut tidak merefleksikan jumlah sebenarnya dalam lapangan, karena lebih banyak korban memilih untuk diam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses korban dalam memaknai dan mengatasi body shaming yang dialaminya, dikarenakan setiap orang mempunyai cara tersendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merrupakan Teori Standpoint dan Teori Feminis, dengan Aliran Feminis Radikal dan Level Komunikasi Interpersonal. Paradigma yang digunakan adalah paradigma kritis dengan teknik analisis fenomenologi oleh Clark Moustakas. Subjek dalam penelitian merupakan wanita yang pernah ataupun sedang mengalami body shaming dengan indepth interview sebagai metode pengumpulan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku body shaming umumnya diawali pada masa remaja yang dilakukan oleh teman sebaya. Namun seiring bertambah dewasa, intensitas body shaming semakin bertambah dikarenakan kesadaran akan pentingnya penampilan. Informan tidak hanya mendapat perlakuan body shaming oleh teman sebaya, melainkan juga oleh keluarga. Body shaming yang dialami keempat informan seputar bentuk tubuh, warna kulit, dan juga bentuk mata. Informan mengalami body shaming secara verbal dan juga non verbal hingga ucapan yang mengarah pada pelecehan seksual oleh teman laki-laki di tempat ramai, yang membuat informan mengalami penurunan kepercayadirian karena merasa penampilannya tidaklah menarik. Selain itu, informan seringkali merasa sensitif karena merasa sedih. Informan dalam penelitian melakukan upaya untuk terhindar dari body shaming dengan melakukan diet, banyak mengkonsumsi makanan, menggunakan skincare dan make-up. Perlawanan informan terhadap body shaming ditunjukkan dengan melakukan body positivity dengan upaya menerima diri sendiri yang dapat mengurangi rasa tidak percaya diri.
PEMELIHARAAN HUBUNGAN PASANGAN YANG MENJALANI HUBUNGAN ASMARA DI MASA PANDEMI COVID-19 Anunsiata Vanda Sanderiana; Agus Naryoso; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah hubungan asmara membutuhkan perhatian, komunikasi yang lancar dan karakter – karakter tertentu untuk dapat mempertahankan hubungan asmara. Ketika pandemi Covid-19 melanda, terdapat beberapa fenomena dalam hubungan asmara yang berjalan dengan tidak lancar seperti perubahan intensitas bertemu, timbul perasaan jenuh hingga perbedaan pola pandang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian dan stres yang dialami pasangan dalam hubungan asmara akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemeliharaan hubungan pasangan yang menjalani hubungan asmara di masa pandemi Covid-19, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan fenomenologi. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in depth interview. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Relationship Maintenance Theory, Triangular Theory of Love, Equity Theory, dan Komunikasi Nonverbal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap pasangan melakukan pemeliharaan hubungan di tengah pandemi dengan berupaya untuk tetap terhubung, berkomitmen, hingga membagi tugas secara adil. Adapun kendala dialami di masa pandemi Covid-19 bagi pasangan yang menjalin hubungan asmara jarak jauh adalah kesempatan bertemu pasangan karena keterbatasan biaya, sarana transportasi, waktu untuk bertemu, serta munculnya perasaan canggung. Pasangan juga menemukan kendala untuk membangun silaturahmi dengan keluarga. Setiap pasangan menggunakan komunikasi interpersonal dalam bentuk verbal dan nonverbal untuk menyamakan persepsi, saling memengaruhi, menetapkan harapan, dan memahami satu sama lain. Pemeliharaan hubungan pasangan ditandai dengan waktu, tenaga dan materi yang diberikan satu sama lain, komitmen untuk bertahan dalam hubungan asmara, serta keyakinan yang dimiliki terhadap pasangan.
MEDIASI PENYELESAIAN KONFLIK PENDIRIAN RUMAH IBADAH (STUDI KASUS PENOLAKAN PENDIRIAN GEREJA BAPTIS INDONESIA DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON SEMARANG) Dizafia Zafira Mayyasya; Turnomo Rahardjo; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country where there is a lot of diversity that has the principle of Bhineka Tunggal Ika, but Indonesia cannot be separated from conflicts related to diversity. Semarang as one of the cities in Indonesia is a city with a multicultural society due to the diversity of tribes, races, nations and religions and backgrounds. In Semarang, the most common diversity conflicts are conflicts based on religion, one of which is the case of the establishment of the Indonesian Baptist Church (GBI) Tlogosari Kulon Semarang. On this basis, the author is interested in analyzing and describing the picture of the conflict and the negotiation process in resolving the conflict to establish a house of worship for the Indonesian Baptist Church (GBI) Tlogosari Kulon Semarang. This study aims to explain the description of the conflict and the negotiation process for the construction of GBI Tlogosari Kulon Semarang. This research was conducted with a descriptive method through a qualitative approach with a single case study. The research sample was selected by purposive sampling method, including the Sematang City Spatial Planning Service, Tlogosari Kulon Village Office, Pendurungan District Office, GBI Tlogosari Kulon, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Of Semarang City, and the surrounding community. The research data will be analyzed using Conflict Management Theory, Conflict Resolution Theory, Face Negotiation Theory, Conflict Theory, and Ethnocentrism Concepts that are used to explain the description of the occurrence of conflict and the mediation process for the development of GBI Tlogosari Kulon Semarang. The results showed that the conflict occurred because the signature letter given to the residents with the reason for the residents' thanksgiving event was in fact used as a church construction permit, an expired IMB, and there are no Malangsari residents who participate in using the place of worship. There was never any negotiation that took place between the two parties and this final settlement used the mediation process. It is recorded that 6 times mediation has been carried out. The mediators involved were the FKUB Of Semarang City and KOMNAS HAM. Conflict management that occurred in the case of the construction of the Indonesian Baptist Church (GBI) is constructive conflict management
Peran Digital PR Diskominfo Kota Semarang Dalam Mendukung Komunikasi Publik Pada Penanganan Pandemi Covid-19 Hafiz Maulana Sadiq; Agus Naryoso; Muchamad Yuliyanto
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menerpa seluruh dunia secara cepat dan masif, tidak terkecuali Kota Semarang, Pemerintah sejatinya telah mengeluarkan berbagai kebijakan prokol kesehatan dalam rangka penekanan penyebaran virus ini di masyarakat Indonesia dan termasuk di dalamnya Kota Semarang, meskipun begitu nyatanya pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Semarang sangat tinggi, banyaknya zona merah yang ada menyebabkan Kota Semarang menjadi Kota dengan kasus aktif terbanyak di Jawa Tengah, beragam faktor seperti Infodemics, Hoax, hingga banyaknya masyrakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan menjadi beberapa alasan kenapa Covid-19 di Kota Semarang begitu tinggi, oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti mencari tau bagaimana peran Digital Public Relations Diskominfo Kota Semarang dalam mendukung komunikasi publik pada penanganan pandemi Covid-19, teori yang digunakan pada penelitian kali ini adalah Cyber Public Relations, Teori Pemrosesan Informasi, Two way Symetrical, Teori Pemrosesan Organisasi, Two Step Flow Communication, Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif dengan metode pendekatan audit public relations, data pada penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara serta observasi yang dilakukan secara daring (online) Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Cyber/Digital Public Relations Diskominfo Kota Semarang melakukan peran sebagai Public Relations yaitu publikasi, event, news, community involvement, dan juga inform. PR digital Diskominfo Kota Semarang mengutamakan penggunaan media digital dalam melakukan komunikasi publik terkait Covid-19, beberapa media yang digunakan adalah website, Instagram, twitter, dan youtube. Selain itu Diskominfo Kota Semarang juga mengelola web khusus terkait Covid-19 yaitu www.siagacorona.semarangkota.go.id, kuantitas upload konten perhari di media sosial cenderung tinggi dengan 2-3 konten terkait Covid-19 perhari, namun dalam melakukan komunikasi publik terkait Covid-19 Diskominfo tidak menggunakan |Brand Ambassador / duta selain Walikota Semarang, selain itu Diskominfo Kota Semarang juga tidak melakukan riset dan survey mendalam pada perncanaan strategi komunikasi publik yang di jalanakan. lalu dalam mengatasi informasi hoax Diskominfo kota Semarang memiliki system untuk mendeteksi informasi hoax secara otomatis dan aktual yang kemudian informasi terkait informasi palsu tersebut akan di publikasikan pada website www.semarangkota.go.id, namun Diksominfo Kota Semarang tidak pernah menindak lanjuti penyebar informasi palsu ke jalur hukum.
Strategi Komunikasi Pemasaran Biscoff Coffee & Pastry Semarang Dalam Meraih Loyalitas Pelanggan Sutandi, Richard Jeremy; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis kopi dewasa ini sedang berkembang sangat pesat, dan akhirnya membuat persaingan semakin ketat. Berbagai kedai kopi harus mulai menyasar loyalitas pelanggan dalam strategi komunikasi pemasarannya, namun ternyata menerapkan strategi komunikasi pemasaran saja belum cukup, seperti yang terjadi pada Biscoff Coffee & Pastry. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi pemasaran Biscoff Coffee & Pastry dalam meraih loyalitas pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber yang dibagi kedalam 3 kategori, yakni: pemilik Biscoff Coffee & Pastry, pelanggan loyal Biscoff Coffee & Pastry, dan pelanggan non-loyal Biscoff Coffee & Pastry. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Biscoff Coffee & Pastry belum melakukan evaluasi dalam perencanaan strategi komunikasi pemasaran yang sebenarnya rutin didiskusikan, sehingga terdapat perbedaan pemaknaan pada pesan yang ingin disampaikan, dimana masing-masing narasumber menangkap interpretasi pesan yang berbeda, khususnya pada citra yang ingin dibangun oleh Biscoff Coffee & Pastry. Perbedaan juga banyak ditemukan pada pengalaman ketiga narasumber terhadap strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Biscoff Coffee & Pastry, yang dapat dilihat dengan konsep bauran pemasaran 4P menurut Kotler. Pada aspek produk (product), ketiga narasumber memiliki pengalaman yang berbeda-beda, khususnya dalam hal produk yang ingin ditonjolkan oleh Biscoff Coffee & Pastry, pada aspek tempat (place), meskipun ketiga narasumber sepakat bahwa Biscoff Coffee & Pastry memang membangun suasana yang tenang dan sepi, namun pengalaman yang dialami oleh ketiga narasumber tetap beragam. Namun ketiga narasumber sepakat khususnya pada aspek harga (price) bahwa harga yang ditetapkan sudah sesuai dengan target pasar, kesamaan pendapat juga ditemukan dalam hal promosi (promotion) dimana Biscoff Coffee & Pastry masih belum maksimal dalam memanfaatkan aspek promosi dalam strategi komunikasi pemasarannya terutama untuk media sosial Biscoff Coffee & Pastry sendiri. Sehingga dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini, bahwa perencanaan strategi komunikasi pemasaran Biscoff Coffee & Pastry yang kurang tepat beresiko menyebabkan pelanggan menangkap pesan yang berbeda dari pesan yang sudah dirancang. Hal ini kemudian berlanjut pada pengalaman beragam yang dialami oleh masing-masing pelanggan, dimana perbedaan pengalaman tersebut menjadi dasar untuk tingkat loyalitas pelanggan.
Komunikasi untuk Pemeliharaan Hubungan Pertemanan antara “Gamers Online” Basir, Rafi Usman; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of online games and technology in Indonesia has created a virtual community. The virtual community (cyberspace) is a medium or place for individuals to seek information or interact with other individuals who have never met online before. This ongoing interaction can be done both personally and in groups, because basically humans cannot live without other people (social beings). Virtual community is a new concept in society where all interactions are carried out through the virtual world and without meeting face to face. The purpose of this study is to determine the process of maintaining friendships in virtual communities, as well as to find out how individuals who are members of virtual communities can avoid or overcome conflicts that arise in friendships in the virtual world. This study uses a qualitative method that refers to the interpretive paradigm with a phenomenological approach. The theory used in this research is relationship maintenance theory. The technique used in this study uses in-depth interviews with individual subjects who are members of the online gaming community, who are over 18 years of age and have joined the virtual community for more than 2 years. The results of the study reveal that individuals in virtual communities cannot feel intimate closeness with other friends because interactions carried out in virtual communities do not have non-verbal communication and physical contact. However, individuals still have a commitment to maintain friendly relations with virtual groups because they have the same goal, namely playing online games, virtual groups can be used as a means of interacting without being limited by geography. In addition, another reason individuals join and maintain friendly relations with other individuals in virtual communities is also because it can meet the information needs and social needs of all individuals who are members of it.
KOMUNIKASI KELUARGA UNTUK MEMOTIVASI TANGGUNG JAWAB ANAK BELAJAR DI MASA PANDEMI Ghozi Garbo Sumarsono; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic has changed all aspects of Indonesian people's lives, one of which is education. This change began to be felt since the implementation of the "Work From Home" activity policy, which changed educational activities to the Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). However, this has an impact on children's laziness levels, as a result of boredom, monotonous activities, and lack of face-to-face socialization. In distance learning activities, children certainly need support from their families in motivating them to learn. Judging from this phenomenon, researchers have an interest in knowing how to communicate within the family to motivate children's studying responsibilities during a pandemic. This study uses a qualitative approach and phenomenological methods. The study population was taken from families who have school children at the junior high and high school levels who were affected by the corona pandemic. From this population, a sample of 6 informants was taken consisting of 3 parents and 3 students. In collecting data, this study used in-depth interviews, so that saturated and detailed data were obtained. In addition, there are secondary data sources such as literature studies and the latest information from trusted online media portals. The data is then analyzed through the stages of horizontalization, textural description, structural description, and describe the existing phenomena. This study produces data that (1) the combination of pluralistic and consensual family communication patterns builds children's sense of responsibility for studying; (2) the combination of pluralism and consensual communication patterns as well as democratic parenting can create a good learning environment for children during this pandemic; (3) democratic parenting provides a comfortable learning environment for children so that they can motivate children to learn.
The Influence of the Level of Popularity of Influencer, the Preference of Message Disclosure, and the Consumer Skepticism of Advertising on the Purchase Intention of Somethinc Kanaya Az Zahrah; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Somethinc uses various influencers with different levels of popularity namely mega, macro, micro, and nano to promote their products. The existence of influencers makes a lot of sponsored content spread on Instagram. However, this has many pros and cons because a lot of content does not use the “Paid Partnership with” feature. This kind of advertising model can also make consumers become defensive and lead to skepticism because there is no transparency about the persuasive nature of the content that influencers share. From late 2020 to early 2021, several national surveys showed that Somethinc was not consumers’ first choice when buying beauty products. The theory used in this study is the Source of Attractiveness Model and the Persuasion Knowledge Model, with the sampling technique of non-probability sampling. The sample consists of 100 people with female characteristics, aged 18-35, who have seen sponsored content by Somethinc’s influencers. The results of the first hypothesis test using a simple regression technique show that there is no influence on the level of popularity of influencers on purchase intention of Somethinc with a significance value of (0.931). The results of the second hypothesis test using multiple regression techniques show that there is no influence on the preference of message disclosure and the consumer skepticism of Advertising on Somethinc's purchase intention with a significance value (0.098).