cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
PENGARUH CITRA MEREK GREEN AND CLEAN BEAUTY DAN TERPAAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (eWOM) DI TWITTER TERHADAP TINGKAT KETERLIBATAN DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECANTIKAN LOKAL AVOSKIN Nadya Putri Kristiyanto; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meski mencatat penjualan yang tidak rendah, merek perawatan kulit lokal Avoskin masih belum mampu menembus Top Brand Index dan jajaran merek terlaris. Dalam pemasaran, citra merek positif serta penyebaran Electronic Word of Mouth (eWOM) di media sosial seperti Twitter terkait suatu produk dapat menjadi faktor yang mengarahkan konsumen ke proses pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan demi mengetahui pengaruh citra merek green and clean beauty dan terpaan eWOM di Twitter terhadap tingkat keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan pembelian produk Avoskin. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan berusia 17-35 tahun yang mengikuti topik kecantikan di Twitter. Hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh citra merek green and clean beauty dan terpaan eWOM di Twitter terhadap tingkat keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan pembelian produk Avoskin dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,001 dan 0,000 serta t hitung masing-masing sebesar 3,347 dan 4,321. Teori Reasoned Action dan Traditional Word of Mouth yang digunakan untuk mengkaji variabel-variabel dalam penelitian ini juga terbukti dengan adanya hasil bahwa citra merek green and clean beauty yang positif dan terpaan eWOM yang tinggi di Twitter dapat mendorong konsumen ke perilaku keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan pembelian.
HUBUNGAN CITRA MEREK DAN TINGKAT KEPERCAYAAN MEREK VASELINE DENGAN TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN HAND AND BODY LOTION VASELINE Alexandra Parahita Bening Kesumaputri; Tandiyo Pradekso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, people giving more attention to use body care. Seeing this phenomenon, many Hand and Body Lotion products spread over the market, including Vaseline. Brand Vaseline first introduce in 1877, while Hand and Body Lotion Vaseline have existed in Indonesia since 1969 until today. It shows that Vaseline brand already won the public trust. Vaseline also do many efforts to increase their positive image, such as using the tagline 'Vaseline, the power of repairing' and carrying a positive beauty vision. Even though Vaseline do a lot of strategy, their hand and body lotion customer loyalty rate has seen decrease since 2016. This study aims to determine the relationship between brand image and brand trust of Vaseline with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion in DKI Jakarta. The theories used in this research are cognitive learning theory, reasoned action theory, and attribution theory. The results of the multiple linear correlation test showed that the brand image and brand trust of Vaseline simultaneously had a relationship with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion users with a significance value of 0.045. In addition, the correlation test of the Vaseline brand image with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion shows a significance value of 0.050 and the relationship between Vaseline brand trust and consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion shows a significance value of 0.014, which means there is a relationship between these variables.
Pembuatan Web Series “WFH: Webseries From Home” Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Raihan Triaffandra; Nurul Hasfi; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menerpa seluruh dunia secara cepat dan masif, terkhusus juga di Kota Semarang. Dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian akan bertambahnya kasus COVID-19, Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan tindakan pencegahan, dan penanganan akan penyebaran COVID-19 yang bertujuan untuk menurunkan meningkatkan kepedulian atas kesehatan diri sendiri dan orang lain yang akan berdampak pada turunnya kasus masyarakat yang terinfeksi virus. Tentunya peran dari berbagai aspek baik itu dari Pemerintah hingga masyarakat menjadi sangat penting dalam menangani pandemi COVID-19 saat ini. Penyampaian informasi tersebut perlu untuk selalu diperbaharui, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini sebagai salah satu bentuk dari komunikasi publik yang efektif. Komunikasi publik adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak yang lain. Karya Bidang ini mengakomodasi pada tujuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang dalam menyampaikan informasi, ajakan, dan tindakan yang sesuai pada saat kondisi pandemi COVID-19. Objek karya bidang penulis adalah membuat webseries berjudul “WFH: Webseries From Home” yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Semarang. Webseries ini berhasil rilis yang berjumlah 20 episode yang terbagi menjadi 2 season, dimana setiap 1 season memiliki 10 episode. Durasi yang dimiliki setiap episodenya adalah 15 menit hingga 20 menit. Program ini tayang melalui platform youtube milik Pemerintah Kota Semarang yang channelnya bernama “Semarang Pemkot”. Channel youtube tersebut dikelola langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang. Dalam pelaksanaanya terdapat 5 jobdeks yang menjadi inti dalam proses pra produksi, produksi hingga pasca produksi yaitu: Produser, Sutradara, Penulis Naskah, Director of Photography dan Editor Video.
Memahami Pengalaman Perempuan Korban Penyebaran Sexting Nadhila Prisca Anjani M; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sexting sudah sering ditemukan terutama pada pasangan-pasangan matang yang menjalin hubungan jarak jauh namun tidak menutup kemungkinan sexting dilakukan oleh pasangan-pasangan dengan usia yang masih muda. Aktivitas sexting menjadi sarana pasangan kekasih untuk menyalurkan hasrat seksual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana perempuan mengkomunikasikan pengalaman mereka sebagai korban penyebaran sexting dengan mengembangkan kesadaran sosial untuk menghasilkan perubahan sosial bagi perempuan menjadi manusia yang utuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi kritis dengan teknik pengambilan data wawancara mendalam atau indepth interview yang menghadirkan tiga informan. Teori yang menjadi acuan yakni Dyadic Power Theory dan Standpoint Theory. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa seluruh informan melakukan sexting untuk mengekspresikan hasrat seksual mereka. Informan melakukan sexting dengan harapan pasangannya bisa menjaga dan menyimpan konten sexting tersebut tetapi kenyataan tidak berjalan sesuai keinginan. Informan melakukan berbagai komunikasi dengan beberapa pihak untuk menemukan solusi atas penyebaran konten sexting yang mereka alami, komunikasi tersebut menghasilkan sebuah kesadaran atas hakikat perempuan sebagai individu yang berhak untuk mengekspresikan dan menentukan kehidupan yang mereka inginkan.
Pengelolaan Komunikasi Mantan Narapidana dalam Berinteraksi dengan Masyarakat Alma Lathifia Adzani; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah kebebasannya mantan narapidana akan menghadapi kesulitan untuk dapat kembali di masyarakat karena statusnya sebagai mantan narapidana. Stigma itu sendiri merupakan ciri negatif yang melekat pada diri seseorang yang diberikan oleh masyarakat. Stigma yang berkembang di masyarakat juga memunculkan perbedaan perlakuan atau diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat pada mantan narapidana. Oleh karena itu, mantan narapidana perlu untuk mengelola komunikasi agar dapat berinteraksi kembali dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan komunikasi mantan narapidana dengan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya dalam mengatasi stigma. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Stigma Management Communication oleh Meisenbach. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang melibatkan delapan orang mantan narapidana yang masa penahanannya selama kurang lebih satu tahun dalam penjara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan jika setelah kebebasannya, mantan narapidana merasakan adanya stigma dan mengalami kesulitan akibat stigma yang melekat pada dirinya. Stigma yang dirasakan oleh informan membuat informan merasa rendah diri saat berinteraksi dengan masyarakat terutama yang dikenal dekat. Beberapa dari informan juga mengalami diskriminasi seperti pengacuhan atau sikap tidak peduli saat berinteraksi, kesulitan pencarian kerja, hingga perbedaan di lingkungan lembaga sosial. Dampak dari sikap pengacuhan yang diberikan masyarakat membuat informan hanya melakukan interaksi dengan masyarakat yang menunjukan respon positif saat diajak berinteraksi. Selama melakukan interaksi dengan masyarakat informan mengatur caranya dalam berkomunikasi dan yang memulai terlebih dahulu saat berinteraksi. Selain itu, tiga dari delapan informan memilih untuk menarik diri dari lingkungan bermasyarakat karena merasa rendah diri terhadap statusnya sebagai mantan narapidana. Seluruh informan juga sepakat menyembunyikan status mantan narapidana saat berinteraksi dengan orang lain yang tidak mengetahui perihal kondisinya. Dalam berkomunikasi dan berinteraksi mantan narapidana juga mengalami hambatan semantic seperti pengulangan kata-kata dan ragu-ragu saat berbicara, serta hambatan psikologis karena adanya perbedaan status sebagai mantan narapidana.
PENGARUH TERPAAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH MELALUI TECH REVIEWER YOUTUBE (GADGETIN) DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI SMARTPHONE REALME Rohmat Pambudi; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on a global survey conducted by the research institute Nielsen with 28,000 respondents in 56 countries including Indonesia. The results show that recommendations from consumers submitted online, including one of the trusted advertising sources with a percentage of 70%. One of these activities is smartphone reviews, as done by GadgetIn. Review is one form of electronic word of mouth / eWoM communication that can affect the selling value of a product. Realme, a smartphone company from China, experienced a decline in sales and its brand image was not included in the top 5 smartphone brands in Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of eWOM exposure through YouTube's tech reviewer (GadgetIn) and brand image on interest in buying Realme smartphones. This study uses the Traditional Word of Mouth Theory proposed by George Silverman to explain the effect of X1 on Y. Then, to explain the effect of X2 on Y, Martin Fishbein uses Reasoned Action Theory. Sampling in this study was conducted using a non-robability sampling technique with purposive sampling. The population in this study is the people of Semarang City who actively use YouTube social media and are 18-24 years old. Data analysis was performed using simple linear regression to test the first and second hypotheses. The results of the hypothesis test show that there is an effect of exposure to eWOM through YouTube technology reviewers (GadgetIn) on interest in buying a Realme smartphone, which has a significance of 0.000 and an R Square value of 0.257 or 25.7%. This means that the hypothesis can be proven and the word of mouth theory can be tested. Then in the second hypothesis, it is tested that there is an influence of brand image on interest in buying a Realme smartphone with a significance value of 0.000 and an R Square value of 0.744 or 74.4%. Not only that, the theory of reasoned action can be proven
Pengaruh Terpaan Promosi Vaksin dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman pada Vaksinasi Covid-19 Ahmad Firdaus Faza; Yanuar Luqman; Joyo Nur Suyanto Gono
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan promosi vaksin dan intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 pada masyarakat Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan populasi berusia 20 – 35 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan pernah mendapat terpaan promosi vaksin covid19. Sampel berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sample yaitu probability sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh dari promosi vaksin terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,063, sehingga hipotesis pertama ditolak. Pada hipotesis kedua menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,001 dan koefisien regresi 0,438. Artinya semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin meningkat juga tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 seseorang.
HUBUNGAN PARASOSIAL DENGAN ANGGOTA KEYAKIZAKA46 Dio Bagus Rudita Ahmad; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idol group merupakan subkultur unik di Jepang yang mengkomodifikasikan hubungan parasosial dengan mendorong perilaku konsumtif dari penggemarnya demi mendukung anggota terfavoritnya (oshi). Keyakizaka46 merupakan salah satu idol group terpopuler di Jepang karena konsep unik yaitu menggunakan permasalahan sosial sebagai tema lagu – lagunya. Beberapa penggemar Keyakizaka46 juga berasal dari Indonesia. Hubungan parasosial unik yang dibangun oleh penggemar asal Indonesia dengan anggota Keyakizaka46 menjadi fenomena unik karena fans tidak memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan idolanya yang merupakan salah satu konsep yang dipromosikan oleh idol group. Tujuan dan keinginan yang dicapai dari penelitian ini adalah untuk memahami proses komunikasi hubungan parasosial dimulai dari pembentukan hubungan hingga hubungan tersebut berakhir. Hubungan parasosial yang terbentuk dimulai ketika penggemar memilih anggota Keyakizaka46 terfavorit, dipertahankan melalui konsumsi media, dan berakhir saat idola meninggalkan grup. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian mengindikasikan bahwa penggemar tertarik karena konsep unik yang diperkenalkan oleh Keyakizaka46 karena mereka merasa terhubung dengan konsep tersebut. beberapa kasus menunjukkan penggemar memiliki kedekatan emosional terhadap idola yang juga memengaruhi kehidupan nyata mereka. Penggemar juga berfantasi tentang memiliki hubungan dekat dengan idolanya seperti merasa bahwa idolanya sebagai kekasih atau sosok teman dekat. Perasaan yang kuat dan koneksi kepada idola juga memiliki beberapa konsekuensi, seperti pada beberapa penggemar tidak suka lagi mengakses konten Keyakizaka46 setelah idolanya meninggalkan grup, dan pada kasus lain adalah penggemar menghindari konsekuensi negatif dengan menjaga ekspektasi mereka rendah.
POLA KOMUNIKASI ORANGTUA DAN ANAK DALAM MENGAWASI ANAK MENGGUNAKAN GADGET Ajeng Novita Handayani; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today's gadgets have become a necessity for everyone from children to adults. The use of gadgets certainly has positive and negative impacts for users and it depends on their use. Parents now cannot completely prohibit their children from using smartphones because their obligations as students during the covid-19 pandemic have been changed to online and they have to stare at the screen from the morning. The role of parents in this situation is very important. Parents must be a companion, mentor and also a 'friend' to relieve boredom in children who have to stay at home. If the parents are busy, the child may be looking for entertainment through the device. The use of gadgets that are not accompanied by parents and not controlled, children will be free to access anything and will have a negative impact on children's development in the future. The purpose of this study was to describe and determine the process of interpersonal communication between parents and children who have been facilitated by gadgets and to find out the assistance and policies provided by parents to their children regarding the use of gadgets. The theory used is Family Communication Pattern and Parental Mediation Theory. The research method is using a qualitative approach to phenomenology. The results showed that the supervision of the use of gadgets in children in the family was carried out through dialogue/communication and mediation. This is done to space out the negative effects of using gadgets on children. All informants' families were found to use democratic communication patterns. Where parents and children are very open about everything, and children are allowed to express their opinions during discussions or when making decisions. Regulations regarding gadgets are made based on mutual agreement so that there is no compulsion when undergoing it. In terms of mediation, the five informants' parents chose to use limited mediation and some of these regulations were made only in words and some were made in writing, and there was one parent informant who used active mediation. it's more of a chat.
Pembuatan Web Series “WFH: Web Series From Home” Bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Syahrul Sahrila; Muhammad Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melakukan berbagai inovasi dalam upaya memberikan informasi-informasi positif ataupun hiburan kepada masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 ini. Terlebih Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang sebagai garis terdepan dalam memberikan informasi bagi masyarakat Kota Semarang. Memiliki ribuan jumlah pengikut, channel youtube Semarang Pemkot menjadi salah satu media pemerintah dalam memberikan informasi kepada masyarakat Kota Semarang. Informasi berbentuk Konten Web Series menjadi salah satu jenis konten yang digemari oleh masyarakat Indonesia sebagai konten hiburan. Berbagai jenis program acara telah dibuatnya akan tetapi belum ada program acara berbentuk Web Series. Maka dari itu, Tim karya bidang hadir sebagai solusi dalam memberikan informasi pengetahuan seputar Pandemi Covid-19 berbentuk Web Series sebagai media hiburan bagi masyarakat. Berdasarkan landasan teori SOR dan berbagai Konsep AIDA, karya bidang berbentuk Web Series ini menjadi salah satu solusi dari pemberian informasi pengetahuan seputar Covid-19. Disini Saya berperan di bidang strategis dalam pembuatan karya bidang, antara lain sebagai; media planner, content creator, dan kemitraan eksternal. Dalam pelaksanaanya, Saya melakukan berbagai taktik untuk mencapai target dari setiap tugas yang diampu. Seperti media planner dimana menggunakan taktik manajemen media sosial, iklan, serta taktik-taktik lainnya dengan tujuan mencapai target media. Proses pembuatan Web Series ini berjalan dengan baik dengan tercapainya target penonton maupun target strategis lainnya.