cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
THE EFFECT OF ADVERTISING EXPOSURE OF DIGITAL BANK, USER EXPERIENCE ON M-BANKING, AND USER’S BRAND AWARENESS TOWARD THE INTENTION TO CREATE AN ACCOUNT Tan Faizal Rachman; Tandiyo Pradekso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of Digital Bank’s advertisement exposure, User Experience on M-Banking, and digital bank brand awareness toward the intention to create an account of digital bank. The new phenomenon of the mass acquisition of small banks and remodeling maneuver thus the cooperation with overseas bank during the unprecedented wave of pandemic has become the issue. Digital bank, which bank that fully operated within the digital environment has become the trend among corporations. Apart from advantages these banks have to offer, the digital era is coming, and brought its disadvantages along the way. Cybercrime, which highly related to the digital world, and digital bank, has stiffen its position as the 2nd highest reported case in Indonesia. Moreover, with the constant enhancement of MBanking, people are now allowed to engage in the easiest transactional activity as possible. On the other hand, people are now confronted with options, whether to stay with M-Banking, or opt the Digitallyoperated bank. These situation however, are taken as efficiently as possible by the digital banks corporation to create such awareness, through massive concert, exhibition, collaboration, sponsorship, and advertisement. This research is done by collecting 108 respondents and referred to primary data. The statistical analysis implemented in this research is simple linear regression, by analyzing the effect of advertising exposure of digital bank toward intention to create an account, user experience of M-Banking toward the intention to create an account, and digital bank brand awareness toward the intention to create an account. The results retracted from the statistical measurement concluded that simple linear regression test on the advertising exposure of digital bank toward intention to create an account, it showssignificance result of 0.621, user experience of M-banking toward the intention to create an account it yielded significance result of 0.382, brand awareness of digital bank on the intention to create an account, it returned with the significance result of 0.636 which means that simple linear regression of user experience on M-Banking and, Digital bank brand awareness does not show a significant effect, resulting on the statistical result all above 0.05. Therefore, three of these variables does not affect the intention to create an account of digital bank.
TRANSNATIONAL COMPARATIVE FRAMING ANALYSIS OF SOUTH CHINA SEA CONFLICT IN SOUTHEAST ASIAN ONLINE MEDIA COVERAGE Paundria Dwijastuti; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study is to analyze the framing of the South China Sea conflict. This research focused on forty publications of four online media in Southeast Asia; The Jakarta Post, The Inquirer Philippine, The Star Online, and VietnamPlus as the representatives of the media on the coverage of the South China Sea dispute. The approach used in this study is a framing analysis, specifically with Guo’s method of the Transnational Comparative Framing Model. Basing on the theories of peace and war journalism, this study hypothesized that the four online media in Southeast Asia incline toward war journalism. This result of the framing analysis found that the media in Southeast Asia affirm the main assumption of the research, showing that the media in Southeast Asia opted for the war journalism in covering the news about the South China Sea conflict. There are four main indicators which represent the war journalism which include: elite-oriented, victory-oriented, propaganda-oriented, and partisan coverage. This study also showed that the media in Southeast Asia mostly cover the conflict through the lens of territorial dispute frame. This study affirmed the applicability of the theories and findings previous studies. From a media perspective, this study emphasized the need to take into account the importance of peace journalism practice during a conflict.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET DAN BESARAN UANG SAKU ANAK TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI KELUARGA Nadya Putri Arnolia; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya internet di tengah-tengah keluarga diibaratkan mata uang yang memiliki dua sisi bertolak belakang dan tidak dapat dipisahkan. Di satu sisi, internet membawa dampak positif, namun disisi lainnya juga membawa dampak negatif, yang apabila dalam penggunaannya tidak disikapi secara bijaksana dan berhati-hati maka hadirnya internet justru akan menjadi ancaman dalam sebuah keluarga. Anggota keluarga berusia 10-19 tahun mendominasi pengguna internet, yang mana mereka mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari dan cenderung rela menyisihkan uang sakunya untuk membeli kuota internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh intensitas penggunaan internet dan besaran uang saku anak terhadaop kualitas komunikasi keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatari, dengan menggunakan asumsi Teori Determinisme Teknologi untuk menguji pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap kualitas komunikasi keluarga dan Teori Atribusi untuk menguji pengaruh besaran uang saku anak terhadap kualitas komunikasi keluarga. Teknik penarikan sampel adalah nonprabality sampling yang dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang remaja berusia 15-17 tahun, mengakses internet dalam kegiatan sehari-hari, serta diberi uang saku oleh orangtuanya. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan Uji Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap kualitas komunikasi keluarga dengan signifikansi 0,000 kurang dari standarisasi signifikansi yaitu 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan internet mempengaruhi kualitas komunikasi keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh besaran uang saku anak dalam satu bulan memiliki pengaruh terhadap kualitas komunikasi keluarga sebesar 23,8%. Sisanya yaitu sebesar 76,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Korelasi antar variabel menunjukkan signifikansi sebesar 0,009. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh besaran uang saku anak terhadap kualitas komunikasi keluarga. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih mengenai faktor-faktor lain diluar faktor yang diteliti yang dapat mempengaruhi kualitas komunikasi didalam sebuah keluarga.
ANALISIS PERCAKAPAN NETIZEN TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOWO DI AKUN SOSIAL MEDIA INSTAGRAM @KOMINFO.JATENG Elisabeth Diana Tindarana; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecenderungan sikap netizen kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam akun Instagram @kominfo.jateng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis Isi yang dihitung menggunakan rumus reliabilitas Holsti dan menggunakan total sampling sebanyak 521 komentar pada periode 8 Juni 2021 hingga 23 September 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat komentar positif 2 netizen terhadap postingan tentang Ganjar Pranowo yakni sebesar 82%. Setiap kategori melebihi angka minimum reliabilitas yakni 0,7 atau 70% yang berarti bahwa alat ukur (coding sheet) reliabel dalam penelitian ini. Temuan ini sesuai dengan Formula Holsti dimana angka minimum reliabilitas yang dapat diterima yakni sebesar 0,70 atau 70%. Dapat disimpulkan bahwa kecenderungan sikap netizen positif terhadap postingan terkait informasi tentang Ganjar Pranowo.
Resistensi Pelecehan Seksual dalam Film Bombshell Fransisca Putri Kirana; Sunarto Sunarto
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual sering menimpa kaum perempuan, tak terkecuali terjadi pada Negara yang sudah maju seperti Negara Amerika Serikat. Amerika Serikat telah memiliki undang-undang yang membahas tentang pelecehan seksual terhadap perempuan, yakni yang tertuang dalam Undang-Undang Hak Sipil 1991, Judul VII yakni memperluas hak-hak perempuan untuk menuntut dan mengumpulkan ganti rugi termasuk ganti rugi untuk perlakuan diskriminasi atau pelecehan seksual. Tercatat pada laporan yang dibuat pada tahun 2019 melalui gerakan #MeToo, sebanyak 81% kaum perempuan di Amerika Serikat mengalami pelecehan seksual. Walaupun, Amerika Serikat memiliki undang-undang yang telah mengatur tentang hokum pelecehan seksual, sayangnya masih banyak ditemukan pelecehan seksual terhadap perempuan. Baik pelecehan seksual secara verbal hingga kasus pemerkosaan. Hal tersebut dikarenakan, korban pelecehan seksual merasa takut untuk melaporkan pelaku, takut terancam keamanannya, dan masih jarang kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang dibahas oleh masyarakat. Film dirasa sebagai media massa yang memiliki peran untuk mempengaruhi masyarakat, karena di dalam alur ceritanya terdapat pesan yang ingin disampaikan. Penelitian yang berjudul “Resistensi terhadap Pelecehan Seksual dalam Film Bombshell” bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran pelecehan seksual terhadap perempuan dalam film Bombshell, dan melihat ideologi dominan didalamnya. Teori yang dipakai yakni teori Standpoint, guna melihat tindakan perlawanan yang dilakukan oleh perempuan, ketika mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi perempuan terhadap pelecehan seksual dalam film “Bombshell” dapat dilihat melalui analisis semiotika Roland Barthes yakni leksia yang dipilih. Faktor yang menyebabkan terjadinya pelecehan seksual, yakni faktor ideologi dominan yang masih berlaku di masyarakat, ideologi patriarki yang berlaku memberi kekuasaan pada pria untuk menindas perempuan yang dianggap sebagai kaum yang lemah. Rekomendasi dari penulis, agar kedepannya film banyak mengangkat isu pelecehan seksual untuk memberikan cara pandang baru bagi masyarakat untuk menanggapi pelecehan seksual merupakan hal yang serius dan pelaku harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Review Produk Kecantikan di TikTok dan Intensitas Komunikasi Peer group dengan Perilaku Konsumtif Produk Kecantikan Fatikah Rosutami; Adi Nugroho; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk memahami dan menjelaskan hubungan intensitas menonton tayangan review produk kecantikan di TikTok (X1) dan intensitas komunikasi peer group (X2) dengan perilaku konsumtif terhadap produk kecantikan (Y). Informasi mengenai produk kecantikan saat ini bisa didapatkan melalui berbagai sumber, salah satunya media sosial TikTok. Terdapat tren yang berupa tayangan review beberapa produk kecantikan di TikTok yang memberikan berbagai informasi mengenai produk kecantikan seperti kelebihan, kekurangan serta cara penggunaan produk kecantikan. Selain itu, adanya komunikasi serta interaksi yang terjadi dalam sebuah peer group terutama dalam membahas produk kecantikan menjadi sumber informasi lainnya bagi konsumen. Adanya beragam informasi mengenai produk kecantikan dari berbagai media ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh konsumen secara bijak dalam menentukan produk kecantikan yang akan dibeli, namun pada kenyataannya adanya informasi-informasi produk kecantikan baik dari tayangan review di TikTok maupun dari komunikasi peer group justru memunculkan perilaku konsumtif bagi konsumen dalam membeli produk kecantikan, yang mana alasan konsumen membeli produk kecantikan bukan lagi karena kebutuhan melainkan atas dasar keinginan, serta konsumsi terhadap produk kecantikan cenderung berlebihan. Penelitian ini menggunakan teori Behavioral Learning dan Reference Group dengan teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 100 orang dengan karakteristik yaitu laki-laki dan perempuan, berusia 18 – 34 tahun, berdomisili Kota Semarang yang aktif menggunakan TikTok, pernah menonton tayangan review produk kecantikan di TikTok, serta pernah membeli produk kecantikan dalam waktu tiga bulan terakhir. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji korelasi Kendall Tau_b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan intensitas menonton tayangan review produk kecantikan di TikTok (X1) dengan perilaku konsumtif produk kecantikan (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0.050 yang artinya signifikan, dengan nilai koefisien korelasi yaitu 0.142 yang memiliki arti yaitu keeratan hubungan yang sangat lemah dan memiliki arah hubungan yang positif. Selanjutnya, intensitas komunikasi peer group dengan perilaku konsumtif produk kecantikan memiliki nilai signifikansi sebesar 0.175, yang artinya tidak signifikan
THE RELATIONSHIP BETWEEN SHOPEE’S BRAND AWRANESS, BRAND ASSOCIATION AND PERCEIVED QUALITY TOWARDS SHOPEE’S CUSTOMER SATISFACTION AMONG INDONESIAN YOUNG-ADULTS Jasmine Zahra; Triyono Lukmantoro; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to their adaptability and the capacity of technology to integrate aspects of human life, technological advancements and developments, particularly in the fields of telecommunications, information, and multimedia, have a significant impact on adaptations in social relationships. The number of Indonesians who utilize the internet is steadily increasing. Due to the high mobility of humans, the commercial world places high value on the provision of goods and services and goods on demand and in a timely basis. Consumers now have the option of participating in convenient and cost-effective e-commerce. Numerous e-commerce platforms exist today. The platform is expansive and reaches all populations. The purpose of this research is to examine the relationship between Shopee’s brand awareness, brand association and perceived quality towards Shopee’s customers satisfaction among Indonesian Young-adults both partially and simultaneously. This research explains the findings of research contributing to Aaker and Keller's theory of brand equity. The primary population for this research is young adults aged 15 to 24 years old from throughout Indonesia, with a total of 100 respondents. The analysist tool used in this research is Kendall Tau_b Correlation Test to calculate ordinally ranked-data. The result of the study explained that Shopee’s brand awareness, brand association and perceived quality have a significant effect partially and simultaneously to customers satisfaction. Therefore, the result shows that brand awareness has a moderate and positive relationship, meanwhile brand association and perceived quality has a strong and positive relationship with customers satisfaction. This research 's result may be incorporated into the marketing strategies of companies and interested parties for maintaining and maximizing Brand Awareness, Brand Association, and Perceived Quality in order to have a good significant effect on potential customers, which can lead to Customer Satisfaction.
CAPTAIN MARVEL: DOMINASI MASKULIN DALAM KESETARAAN GENDER PEREMPUAN Rifka Safira; Sunarto Sunarto
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai stereotip perempuan yang menjadi subordinat laki-laki dalam penampilannya di media mulai menunjukkan perubahan dimana posisi perempuan mulai ditampilkan lebih maskulin, dan dianggap mulai menghilangkan sifat-sifat feminin pada dirinya. Seperti yang ditampilkan pada film Captain Marvel, dimana film ini dengan jelas membalik ekspektasi peran dan identitas gender yang selama ini dianut oleh Hollywood karena sosok maskulin yang ditampilkan sebagai pahlawan bukan laki-laki melainkan seorang perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar dominasi karakter maskulin pada perempuan dalam mencapai kesetaraan gender pada film Captain Marvel. Dalam proses menganalisis, penelitian ini menggunakan Teori Standpoint dan juga Aliran Feminisme Liberal. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan tipe deskriptif kualitatif dan juga menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian didapatkan dengan melalui observasi pada dialog dan visualisasi pada film Captain Marvel, serta berdasarkan dokumentasi dari sejumlah informasi dalam literatur, jurnal, dan juga media online. Hasil penelitian menunjukkan bahawa tokoh Carol Danvers dalam film Captain Marvel secara keseluruhan ditampilkan sebagai sosok yang memiliki karakter maskulin yang dominan pada dirinya, seperti kompetitif, aktif, agresif, mandiri, percaya diri, perkasa, pemberani, mampu berfikir rasional dan juga menjadi pemimpin. Film ini menggambarkan bagaimana perempuan yang awalnya direndahkan kemampuannya namun pada akhirnya ia mampu mendapatkan kesetaraan gender dengan karakter maskulin yang ditonjolkannya, dimana terlihat masih adanya ideologi patriarki dalam film ini yang meyakini bahwa kualitas maskulinitas laki-laki lebih unggul atau superior dari kualitas feminitas perempuan, sehingga tingkat maskulinitas seseorang menjadi tolak ukur kesuksesan perempuan, dan membuat perempuan harus menghilangkan sisi feminin dalam dirinya untuk dapat setara dengan laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun film ini menjunjung nilai-nilai kesetaraan gender, namun perempuan tetap digambarkan masih terperangkap dalam budaya patriarki. Dalam artian, untuk setara dengan laki-laki perempuan tetap diharuskan menggunakan standarisasi parameter kelelakian.
NEGOSIASI IDENTITAS PENARI CROSS GENDER PADA LENGGER LANANG Tiara Ayu Raharjo; Turnomo Rahardjo; Muhammad Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni cross gender dalam pementasan merupakan bagian dari permainan peran yang dilakukan oleh seniman yang terlibat dalam pementasan tersebut. Dalam konteks penelitian ini, lengger lanang sebagai penari cross gender membawakan perannya sebagai penari perempuan dengan menggunakan berbagai atribut dan gesture yang menampilkan sisi feminin yang membuat mereka termarjinalkan dari masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat dominan, laki-laki yang berpenampilan feminin seringkali dikaitkan dengan pelencengan seksual dan identik dengan sebutan banci. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya yang dimiliki oleh lengger lanang sebagai penari cross gender dalam melakukan negosiasi identitas. Beberapa teori digunakan untuk menelaah fenomena ini, antara lain Teori Identitas Budaya, Teori Negosiasi Identitas, Teori Co-Culture, dan Teori Penjulukkan. Penelitian dengan tipe deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan pendekatan femomenologi yang berfokus pada pengalaman yang dimiliki oleh informan. Untuk menggali informasi yang mendalam mengenai pengalaman dalam bernegosiasi identitas, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam (in depth interview) dalam proses pengambilan data. Hasil dari penelitian ini, lengger lanang sebagai penari cross gender melakukan negosiasi identitas dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat umum (kelompok dominan) terkait nilai dalam budaya lengger seperti hakikat cross gender dalam seni tradisi lengger, perbedaan transgender dan cross gender, dan keyakinan budaya lengger terkait dualisme (feminin dan maskulin) yang harus memperoleh keadilan dalam setiap tubuh individu, serta memberikan citra positif terhadap masyarakat seperti menerapkan profesionalitas dalam membawakan peran pementasan yang berbeda dengan keseharian dan tetap merespon tindakan marginalisasi masyarakat dengan empati dan toleransi yang baik. Julukan banci yang diterima oleh lengger tidak membuat mereka merasa bahwa mereka adalah banci. Hal ini disebabkan oleh adanya pengetahuan dan keyakinan yang telah dipupuk terkait nilai budaya dalam identitas lengger lanang yang sesuai dengan pakem tradisi.
PEMAKNAAN KHALAYAK MEDIA BERBASIS KOMUNITAS INTERPRETIF: STUDI PEMAKNAAN ANDROGINI DALAM FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU Ikhsanny Novira Ishlah; Muhammad Bayu Widagdo; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan media berbasis komunitas interpretif oleh khalayak secara kolektif. Konsep ini digunakan untuk melihat pemaknaan mengenai androgini di dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. Androgini adalah penggabungan nilai sosial maskulin dan feminin di dalam diri seseorang sehingga tidak lagi terlihat adanya identitas gender pada individu tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif. Dalam menganalisis teks media film, Penulis meggunakan teori Semiotika Roland Barthes dengan sistem pemaknaan tanda denotasi dan konotasi. Sementara untuk mengetahui pemaknaan khalayak komunitas interpretif digunakan diskusi grup terfokus sebagai metode pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat representasi perpaduan maskulinitas dan feminitas di dalam teks media film yang menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah sebuah keabnormalan. Dikatakan tidak normal sebab karakter tersebut tidak sesuai dengan konstruksi sosial yang diharapkan masyarakat dari individu untuk dapat menyesuaikan identitas gender dengan identitas seksual. Makna kolektif yang dihasilkan dari komunitas interpretif adalah (1) androgini merupakan bagian dari peran gender layaknya kualitas gender maskulin dan feminin, (2) androgini bukan bagian dari orientasi seksual LGBT sebab androgini adalah bagian dari peran gender (3) androgini seringkali dapat dilihat melalui penampilan dan aktivitas individu yang cenderung mengekspresikan diri salah satunya lewat seni, (4) Androgini masih sulit diterima oleh lingkungan sosial dan masyarakat secara umum karena merupakan identitas yang berada diluar konsepsi normal yang berlaku di masyarakat. Penerimaan partisipan terhadap androgini juga masih terbatas hanya pada aspek-aspek tertentu saja seperti dalam konteks seni dan tradisi. Penelitian ini memperlihatkan bahwa khalayak di dalam komunitas interaksi yang sama dapat memiliki strategi pemaknaan yang serupa.