cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore PROTV (Sebagai Project Officer, Program Director dan Produksi) Manggala Hadi Prawira; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.496 KB)

Abstract

Televisi lokal sebagai media televisi yang berbeda dengan televisi nasional mempunyai keunggulan dalam tayangan yang disajikan. Tayangan televisi lokaldapat menyajikan konten acara yang menitik beratkan kepada potensi budaya lokal yang ada di setiap daerah sehingga bisa menumbuhkan kedekatan antara penonton dengan sebuah tayangan. Namun pada kenyataannya hal itu tidak mampu membuat televisi lokal seperti PROTV dengan Tayangan Gitaran Sore Sore menjadi pilihan utama tontonan bagi masyarakat Semarang dan tentunya pemasukan iklan juga terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya pesan yang dapat menghubungkan antara masyarakat Semarang dan sekitarnya dengan Tayangan Gitaran Sore-Sore. Karya Bidang ini dilakukan untuk membangun sebuah komunikasi yang menghubungkan masyarakat Semarang dan sekitaranya dengan tayangan Gitaran Sore-Sore. Sehingga kenaikan behavior menonton acara Gitaran Sore-Sore dapat tercapai. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemasukan iklan pada tayangan ini.Pesan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah “Jelajah Dunia Semarang Lewat Obrolan”. Dengan memiliki pemahaman tentang kondisi psikografis dari masyarakat dan menuangkan dalam bentuk kegiatan, kemampuaan berkoordinasi dengan baik dengan pihak yang terkait, maupun hal lainnya yang dilaksanakan secara tepat, Tugas yang dibebankan kepada penulis dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan setelah kegiatan berlangsung,goals frekuensi menonton (1 kali dalam seminggu) tayangan Gitaran Sore-Sore di jam tay ang yang baru mampu mencapai 64% dari yang semula 31%. Berarti kenaikan yang dicapai yaitu 33%, melebihi target yang ditentukan yaitu 20%.Dari divisi bisnis dan komunikasi target pengiklan juga dapat dicapai yaitu dilihat dari tercukupinya biaya produksi program tayangan dan kegiatan komunikasi yang dilakukan. Dari hal-hal tersebut maka dapat dikatakan Produksi Program Tayangan Gitaran Sore Sore berhasil .Kata Kunci : Gitaran Sore-Sore PROTV, Komunikasi Marketing, Program, Marketing
KOMUNIKASI PERFORMATIVITAS GENDER PADA PASANGAN AMING-EVELIN DI INSTAGRAM Aini Latifah, Nusrotu; Dwiningtyas, S.Sos, MA, Dr. Hapsari
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.071 KB)

Abstract

Performativitas gender Aming dan Evelin yang ditampilkan melalui Instagram merepresentasikan sebuah gagasan alternatif yang berbeda dengan ideologi gender dominan. Idealnya, Instagram sebagai media baru memungkinkan adanya relasi yang setara antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. Ideologi gender dominan menghendaki heteroseksualitas, laki-laki dan perempuan harus berpenampilan, berperan dan bertindak berdasarkan jenis kelaminnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi performativitas gender Aming dan Evelin di Instagram. Penelitian ini menggunakan Gender Performativity Theory dan Teori Media Baru, serta Analisis Wacana Kritis Sara Mills sebagai teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aming dan Evelin mengkomunikasikan performativitas gender sebagai bentuk perlawanan terhadap ideologi gender dominan, akan tetapi sekaligus juga menunjukkan ketundukkannya terhadap ideologi tersebut. Karakter, fragmentasi, dan fokalisasi dikomunikasikan oleh Aming dan Evelin melalui Instagram sehingga memunculkan dialog antara Aming-Evelin dengan netizen melalui komentar yang menghasilkan adanya perubahan pada ekspresi dan peran gender Aming dan Evelin. Evelin mengubah penampilan tubuhnya menjadi lebih feminin untuk memperoleh pengakuan dan penerimaan dari masyarakat akan identitasnya sebagai perempuan dan sebagai seorang istri.
Persepakbolaan Indonesia dalam Kartun (Analisis Semiotika Editorial Cartoon Tabloid Bola) SANDY ALLIFIANSYAH D2C009024 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013 Sandy Allifiansyah; Triyono Lukmantoro; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.651 KB)

Abstract

ABSTRACTName : Sandy AllifiansyahNIM : D2C009024Title : Indonesian Football Affairs in Cartoons (Semiotic Analysisof Editorial Cartoons in Tabloid Bola)Editorial Cartoons has a unique position in mass media. As a pictoral editorial, itcan stimulate the readers to see and represent it. In journalism, editorial cartoonwere also known as political cartoon. This term based on the politics issues thatoften represented in editorial cartoons of several mass media. In Indonesia someeditorial cartoon were also appear with a strong aspect of politics and policy.Neverthelss, Bola has a special theme of their editorial cartoons. The editorsalways represent the issue of the national sport affairs in their editorial cartoons,especially football issues.Indonesian football affairs in 2012 became the main focus in this research.This consideration based on the situation of Indonesian football affairs in 2012intself. As the the most popular sport in Indonesia, football has became themedium to get a power and interest. Beside that, football also became the favoriteentertainment for society and the people needs in Indonesia.This research used several theory for the basic ideas to reveal and examinehow editorial cartoons in Bola represented The Indonesia football affairs in 2012.Several theories used in this research are the representation by Stuart Hall, EllisCashmore notable ideas about sport and values, and the way Seno GumiraAjidarma thoughts about editorial cartoon from humorous and critical side. Alleditorial cartoons in this research are examined by semiotic approach from RolandBarthes and Saussure with syntagmatic, paradigmatic and the aspect of denotationand conotation. This semiotic approach used to understand how the Indonesianfootball affairs were represented in editorial cartoons of Bola in the 2012. Thisresearch reveals that Bola’s editorial cartoons represented the delapidatedconditions of Indonesian football affairs. Neverthless, this editorial cartoons alsogave the support for Indonesian national team and represented how the societymeans football in their everyday life.Keywods : representation, cartoons, editorial, humor, sportABSTRAKSINama : Sandy AllifiansyahNIM : D2C009024Judul : Persepakbolaan Indonesia dalam Kartun (Analisis SemiotikaEditorial Cartoon Tabloid Bola)Editorial Cartoon dalam media massa cetak memiliki posisi yang unik. Posisinyasebagai sebuah tajuk rencana dalam bentuk gambar, menjadi rangsangan bagimasyarakat untuk melihat dan merepresentasikannya. Istilah editorial cartoonsering pula disebut sebagai political cartoon. Di Indonesia, beberapa editorialcartoon juga hadir dalam balutan unsur politik yang kuat. Namun, tabloid Bolamemiliki ciri khasnya tersendiri dalam menyajikan editorial cartoon mereka.Konsistensi redaksi untuk selalu menghadirkan situasi keolahragaan, khususnyapersepakbolaan di Indonesia, menjadi keunikan yang tidak dimiliki media massaolah raga lain di Indonesia.Persepakbolaan Indonesia pada tahun 2012 menjadi fokus dalam penelitianini dengan pertimbangan bahwa situasi persepakbolaan nasional sepanjang tahuntersebut terjadi pergolakan kepentingan dalam tubuh kepengurusan dan prestasitimnas Indonesia. Beberapa teori yang berkaitan dengan representasi, humor, danolah raga, digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah editorial cartoon Bolamerepresentasikan situasi persepakbolan Indonesia di tahun 2012. Teori-teoritersebut adalah teori representasi dari Stuart Hall, teori dari Ellis Cashmoretentang olah raga, pemikiran dari Seno Gumira Ajidarma tentang editorialcartoon yang dikaji dengan menggunakan pendekatan semiotika yang mengambilinspirasi dari pemikiran-pemikiran dari Roland Barthes dan Saussure tentangporos sintagmatik, paradigmatik dan aspek denotasi serta konotasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa Bola melalui editorial cartoonnyamerepresentasikan buruknya situasi persepakbolaan Indonesia di tahun 2012,yang direpresentasikan lewat hadirnya dualisme kepemimpinan, dualisme timnasional, bentrokan suporter, dan anjloknya posisi Indonesia pada rangking FIFA.Meskipun demikian, editorial cartoon Bola tetap memberikan ruang untukmendukung timnas di laga-laga internasional. Selain itu editorial cartoon Bolajuga merepresentasikan bagaimana masyarakat Indonesia memaknai sepak boladalam kehidupan sehari-hari mereka.Kata kunci : representasi, kartun, editorial, humor, olah ragaJURNALPersepakbolaan Indonesia dalam Kartun(Analisis Semiotika Editorial Cartoon Tabloid Bola)PENDAHULUANTabloid Bola adalah salah satu tabloid olah raga di Indonesia yang sangat populer.Semenjak pertama kali tampil sebagai sisipan di harian Kompas, tabloid Bolahingga kini tetap mendapat tempat khusus di hati para penikmat dan pemerhatiolah raga di Indonesia. Salah satu indikasinya adalah konsistennya Bola dalammemberitakan kejadian dan berita seputar olah raga di Indonesia bahkan dibelahan dunia.Bola mempunyai sebuah editorial cartoon atau yang mereka sebutsebagai kartun opini. Kartun editorial ini mempunyai posisi yang unik karenaselalu merepresentasikan kondisi keolahragaan di Indonesia, terutama sepak bola.Kartun ini juga memuat Si Gundul sebagai maskot Bola. Pada edisi Bola pada hariSenin dan Kamis di tahun 2012, kartun Si Gundul muncul dua kali dalam duarubrik, yakni rubrik Forum Pembaca dan rubrik Kartun “Sepakbolaria” atau “SiGundul”. Dalam dua kali kemunculannya tersebut, Si Gundul hadir dalam duatampilan yang berbeda, pada rubrik Forum Pembaca, Si Gundul secara eksplisitmenghadirkan permasalahan mengenai pengelolaan dan kondisi olah raga diIndonesia. Sedangkan pada rubrik Kartun “Sepakbolaria” dan “Si Gundul”, kartunini hadir dalam sajian yang netral dan hanya menghadirkan humor-humor khasolah raga.Sosok Si Gundul yang kerap muncul dalam kartun opini di rubrik ForumPembaca Bola setiap Senin dan Kamis di tahun 2012, ternyata tidak hanyamenyuguhkan humor dan lelucon saja, melainkan juga merepresentasikan sebuahkondisi keolahragaan di Indonesia di tahun 2012, khususnya dalam bidang sepakbola, semisal konflik kepengurusan PSSI serta prestasi timnas Indonesia diberbagai ajang internasional. Bagaimanakah situasi persepakbolaan di Indonesiadirepresentasikan dalam kartun opini yang terdapat dalam rubrik Forum Pembacatabloid Bola di tahun 2012?Penelitian diharapkan dapat menambah dan mengembangkan kajianhumor dalam teori komunikasi yang implementasinya tidak hanya sebatas padaaspek politik, tetapi juga merambah pada aspek lain, yakni olah raga. Penelitianini mengambil pemikiran-pemikiran tentang representasi dari Stuart Hall, teorihumor dari Ermida yaitu ketidakbernalaran, penghinaan/superioritas, dan release.Ada pula teori-teori tentang olah raga dari Ellis Cashmore yang memandang olahraga dari berbagai pemikiran seperti Weberian, Marxis dan lain sebagainya.Penelitian ini menggunakan analisis semiotika yang melibatkan porossintagmatik, paradigmatik, dan aspek-aspek seperti denotasi dan konotasi untukmengungkap pesan tersembunyi dari editorial cartoon tersebut yang nantinya bisamenunjukkan posisi Bola terkait situasi persepakbolaan di Indonesia pada tahun2012.Penelitian ini membagi editorial cartoon Bola ke dalam dua sisi, yaknisatire dan support. Dari sisi satire, kartun ini dibagi ke dalam tujuh tema, yakniKonflik PSSI dan KPSI, ancaman sanksi FIFA, dualisme timnas, politisasi timnas,rekonsiliasi, campang-campingnya kondisi timnas dan prestasi timnas yangmencapai titik nadir di kancah internasional. Namun, editorial cartoon Bola tidakselamanya memberikan kritik dan evaluasi terhadap kondisi persepakbolaan diIndonesia selama tahun 2012. Unsur support juga dihadirkan saat timnasIndonesia berlaga di kancah internasional. Perhelatan piala AFF 2012 menjadifokus utama editorial cartonn Bola dalam menghimpun dukungan bagi timnasIndonesia. Selain itu, Bola juga menyajikan editorial cartoon yangmerepresentasikan kondisi masyarakat Indonesia dalam memaknai tayangansepak bola dan menggunakannya sebagai candu atas kesakitan sosial yang ada disekitar mereka. Pada penelitian ini, aspek tersebut disebut soccer and society.ISIPenelitian ini terbagai ke dalam dua bab pembahasan yang membahas editorialcartoon Bola dari dua sisi tersebut. Dari sisi satire dapat diketahui bahwa posisiBola mengenai konflik yang mendera persepkabolaan Indonesia di tahun 2012adalah sebagai berikut :1.Konflik PSSI dan KPSI : Bola memposisikan diri sebagai pihak yangmenyerukan persatuan dan penyelesaian konflik. Pada isu ini, Bola tidak memihakpada satu kubu, dan lebih menekankan pada percepatan penyelesaian konflik. Takjarang pula Bola menggunakan pendapat tokoh dan perayaan hari besar nasionalsebagai sarana introspeksi penyelesaian konflik.2. Rekonsiliasi : Rekonsiliasi bagi tabloid Bola hanyalah khayalan. Pada isurekonsiliasi ini, Bola tampak realistis, dan sangat mengacu pada kenyataan bahwasampai akhir tahun 2012 pun, rekonsiliasi belum juga tercapai. Hal yang menariktersaji pada kartun opini tanggal 13 Februari 2012. Pada kartun tersebut, Bolamenempatkan pihak KPSI sebagai pengacau terciptanya rekonsiliasi.3. Ancaman Sanksi FIFA : Secara keseluruhan kartun opini Bolamenempatkan diri sebagai wake up call atau pengingat bagi PSSI akan dekatnyasanksi dari FIFA. Mengingat pada tahun 2012, persepakbolaan Indonesia selaluditeror oleh deadline penyelesaian konflik oleh FIFA. Atas dari itulah kartun opiniBola selalu menjadi pengingat akan datangnya sanksi tersebut. Tujuannya agarkepengurusan PSSI peka terhadap ancaman tersebut.4. Politisasi di Tubuh PSSI : Pada kasus ini Bola memberikan kritikterhadap campur tangan Partai Demokrat dalam realisasi dana untuk timnasIndonesia. Hal tersebut juga ditunjukkan Bola saat terpilihnya Ramadhan Pohansebagai manajer timnas, sekaligus menjadi ketidaksetujuan Bola akan adanyapolitisasi di tubuh timnas Indonesia.5. Dualisme Timnas Indonesia : FIFA adalah organiasi tertinggi yangmempunyai hak mutlak untuk menentukan legalitas sebuah timnas untukmengikuti turnamen Internasional. Saat FIFA memutuskan bahwa timnas PSSIadalah timnas Indonesia yang legal dan berhak mengikuti Piala AFF 2012, makaBola juga memposisikan diri mereka sebagi media yang berdiri di atas legalitasFIFA. Bahkan pada kartun opini tanggal 18 Oktober 2012, Bola dengan tegasmengatakan bahwa timnas Indonesia bentukan KPSI adalah ilegal.6. Compang-campingnya Timnas Indonesia di Laga Internasional : Bolarealistis memandang kondisi compang-campingnya timnas di laga-lagainternasional, di antarnya saat partai persahabatan dan Pra Piala Asia. Sudutpandang Bola terhadap kondisi compang-campingnya timnas ini tampak padakartun opini tanggal 5 Juli 2012. Pada kartun tersebut Bola secara ekplisitmenunjukkan bahwa penyebab dari kondisi ini adalah buruknya kepengurusanPSSI, dan berimbas pada timnas Indonesia yang menjadi tumbal perselisihan.7. Prestasi Timnas Indonesia : Pada isu ini, Bola membandingakan posisitimnas Indonesia pada rangking FIFA dengan gelar akademik ketua umum PSSI.Selain itu, Bola juga membandingakan prestasi sepak bola Indonesia dengan juaraPiala Afrika 2012, Zambia, yang mempunyai penduduk lebih sedikit dantergolong negara miskin. Ada pula sindiran Bola akan rentetan hasil buruk timnasdi laga internasioanl, di antaranya kekalahan 0-10 melawan Bahrain, 0-6 melawanMalaysia Selection, dan 0-5 melawan Yordania.. Hal ini menunjukkan bahwaBola menempatkan kartun opini mereka sebagai satire sekaligus penggugahprestasi persepakbolaan nasional.Sementara itu dari sisi support atau soccer and society, Bolamerepresentasikan kondisi tersebut dalam pokok pembahasan sebagai berikut :8. Kontroversi Format dan Pendanaan Liga Indonesia : Editorial cartoonBola melauimenyotot keputusan Djohar Arifin sebagai ketua umum PSSI yangtidak segera menyatukan liga, dan malah mempertahankan format liga yangsebelumnya bermasalah di era kepemimpinan Nurdin Halid. Pendanaan liga jugadisorot oleh Bola dengan memberikan perhatian pada minimnya dana dansalahnya pengelolaan dari PT LPIS sebagai lembaga pengelola. Bahkan Bolamenunjukkan keprihatinannya terhadap tiga pemain asing Persipro Probolinggoyang terpakasa mengemis di jalanan demi menyambung hidup, sebagai akibat daritidak dibayarnya gaji mereka secaar penuh oleh pihak klub.9. Vandalisme Suporter Tanah Air : Isu ini direpresentasikan Bola denganwujud keprihatinan, tercatat dua kartun yang mengangkat demi ini munculberturut-turut dalam dalam kurun waktu seminggu. Peristiwa bentrokan suporteryang memilukan hingga merenggut korban jiwa tersebut terjadi saat partai Persijamelawan Persib di Gelora Bung Karno. Bola menjadikan tragedi ini sebagairangkaian permasalahan sepak bola nasional di tahun 2012 selain lain dualismeliga, dualisme kepemimpinan dan sanksi FIFA. Akumulasi masalah tersebutsemakin menambah runyam lingkaran setan persepakbolaan nasional di tahun2012.10. Tayangan Sepak Bola Adalah Candu Masyarat Indonesia : Bola ternyatamemiliki cara yang unik dalam menggambarkan situasi keseharian masyarakatIndonesia menjelang kejuaran dunia seperti Euro 2012. Bola merepresentasikanmelalui kartun opininya bahwa sepak bola telah masuk ke ruang-ruang keluargamasyarakat Indonesia, dan menjadi candu bersama untuk sejenak melupakankonflik politik yang mendera bangsa.11. Dukungan untuk Timnas Garuda : Tak hanya merepresentasikan konflikPSSI dan sanksi FIFA. Kartun opini Bola juga tidak sepenuhnya bersikap apatisterhadap timnas Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan saat Piala AFF 2012berlangsung, Bola menjadikan kartun opininya sebagai sarana untuk menghimpundukungan bagi timnas Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa kartun opini Bolabersifat prososial yang mengedepankan keinginan dan harapan masyarakatIndonesia.PENUTUPPenelitian mengenai representasi persepakbolaan Indonesia dalam kolom kartunopini Bola di tahun 2012 adalah penelitian yang berfokus pada kajian tentangeditorial cartoon Bola di tahun 2012. Editorial cartoon yang diteliti adalahbeberapa editorial cartoon yang membahas tentang situasi persepakbolaanIndonesia di tahun 2012. Tahun tersebut dipilih karena 2012 adalah tahun-tahunsaat persepakbolaan Indonesia mengalami banyak permasalahan dan menyitaperhatian publik. Di antaranya konflik kepengurusan, dualisme tim nasional,ancaman sanksi FIFA dan, bentrokan suporter.Kartun opini Bola sangat menarik, sebab topik yang dibahas spesifik dankonsisten, yaitu olah raga. Pada penelitian ini, editorial cartoon yang dibahasadalah editorial cartoon yang spesifik membahas sepak bola, denganpertimbangan bahwa sepak bola adalah olah raga yang paling populer diIndonesia, lengkap dengan berbagai situasi dan permasalahannya di tahun 2012.Mengacu pada pendapat dari Marco Impiglia bahwa olah raga dan politik adalahsaudara kandung. Kadang olah raga berada di bawah pengaruh politik. Kondisipersepakbolaan Indonesia di tahun 2012 adalah pembenaran argumen tersebut,dan kartun opini Bola menjadi watchog untuk mengawasi segala kepentingan dankonflik yang terkait pada persepakbolaan Indonesia. Lebih dari itu, kartun opiniBola juga tak ragu untuk tetap memberikan dukungan pada timnas Indonesia kalabertanding.Penelitian mengambil kesimpulan bahwa Kartun opini Bola memiliki duasisi dalam merepresentasikan persepakbolaan Indonesia di tahun 2012. Sisipertama adalah satire yang berarti memberikan kritik dan tanggapan terkait situasipersepakbolaan di tahun 2012. Sisi kedua adalah support, yang berartimemberikan dukungan untuk timnas Indonesia saat berlaga di partai internasional.Selain itu, Persepakbolaan Indonesia dalam kolom kartun opini Bola tidak hanyadirepresentasikan pada sisi konflik belaka. Aspek soccer and society juga hadirdalam kolom ini. Bola merepresentasikan hal tersebut dan menunjukkan bahwasepak bola telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, sekaligusmenjadi candu bagi masyarakat itu.Kesimpulan lain yang sekaligus merupakan kritik kepada Bola adalah Boladalam kartun opininya menunjukkan bahwa mereka berpihak pada otoritastertinggi sepak bola dunia, yakni FIFA. Hal tersebut tercermin dari keberpihakanBola pada timnas PSSI yang berhak tampil pada Piala AFF 2012 atas restu FIFA.Bola juga merepresentasikan FIFA pada kartun opininya sebagai pihak yangmemiliki kuasa penuh dalam menentukan nasib persepakbolaan Indonesia. Padatahun 2012, Bola tidak pernah memberi ruang untuk mengkritik berbagaikeputusan-keputusan FIFA terkait situasi persepakbolaan Indonesia. Kondisisebenarnya berbanding terbalik dengan tanggapan-tanggapan lain yang beredar dimedia massa nasional yang berani mengkritik keputusan terkait selalu terkatungkatungnyadeadline sanksi yang diberikan FIFA kepada Indonesia.DAFTAR PUSTAKAAlvarado, Buscombe, dkk. 2001. Representation and Photography. China:PALGRAVEBairner, Alan. 2001. Sport, Nasionalism, and Globalization. New York: StateUniversity of New York PressBarker, Chris. 2004. The SAGE Dictionary of Cultural Studies. London: SAGEPublications LtdBennett, Andy.2005. Culture and Everyday Life. London: SAGE Publications LtdBerger, Arthur Asa. 2010. The Object of Affection. Semiothics and ConsumerCulture. New York: PALGRAVE MACMILLANBilig, Michael. 2005. Laughter and Ridicule. London: SAGE Publications LtdBottomore, Tom. 1991. Dictionary of Marxist Thought. Oxford: BlackwellPublishers LtdCashmore, Ellis. 2000. Making Sense of Sports. London: RoutledgeChandler, Daniel. 2007. Semiotics. The Basic. Abingdon: RoutledgeCribb, Robert & Kahin. 2004. Kamus Sejarah Indonesia. Depok:Komunitas BambuDanesi, Marcel. 2009. Dictionary of Media and Communications. United States ofAmerica: M.E. Sharpe, Inc.Ermida, Isabel. 2008. The Language of Comic Narratives. Humor Construction inShort Stories. Berlin: Walter de GruyterFranklin, Hamer, dkk. 2005. Key Concepts of Journalism Studies. London: SAGEPublications LtdGardiner, Michael E. 2000. Critiques of Everyday Life. New York. RoutledgeHall, Stuart. 1997. Representation. London: SAGE Publications LtdHebdige, Dick. 1979. Subculture. The Meaning of Style. London: RoutledgeKamus Bahasa Indonesia. 2008. Jakarta: Pusat Bahasa DepartemenPendidikan NasionalJackson, Steven J. & David L. Andrews. 2005. Sport, Culture and Advertising.Identities, Commodities and The Politics of Representation. New York:Taylor & Francis e-LibraryKuncoro, Hanung. 2011. Si Gundul. Jakarta: Kompas GramediaLincoln, Yvonna S. & Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. California: SAGEPublicationsLeeuwen, Theo Van. 2005. Introducing Social Semiotics. New York: Taylor &Francis e-LibraryMazid, Bahaa-Eddin M. 2008. Discourse and Communication. Los Angeles:SAGE PublicationsNorrick, Neal R. & Delia Chiaro. 2009. Humor in Interaction. Amsterdam: JohnBenjamins Publishing CoO’Sullivan, Tim. Hartley, Saunders, dkk. 1994. Key Concept in Communicationand Cultural Studies. London: RoutledgePoire, Beth A. Le. 2005. Family Communication. Nurturing and Control in aChanging World. California Lutheran University: California Lutheran UniversityPressPrendergast, Chistopher. 2000. The Triangle of Representation. New York:Columbia University PressRachmadi, Benny & Muhammad Misrad. 2009. Lagak Jakarta. Jakarta: KompasGramediaRoss, Alison. 1998. The Language of Humor. London: RoutledgeRowe, David. 2004. Sport, Culture, and The Media. England: The OpenUniversity PressSchement, Jorge Reina. 2002. Encyclopedia of Communication and Infornation.United Stetes of America: Gale GroupSebeok, Thomas A. 2001. Signs: An Introduction to Semiotics. Toronto:University of Toronto PressSchnurr, Stephanie. 2009. Leadership Discourse at Work. Interactions of Humor,Gender and Workplace Culture. London: PALGRAVE MACMILLANSteier, Elena. 2008. Frince. A Cartoon History of The George Dubya Bush Years.United States of AmericaSterling, Christopher H. 2009. Encyclopedia of Journalism. California: SAGEPublications LtdStott, Andrew. 2005. Comedy. New York: RouledgeTamburrini, Claudio & Torbjörn Tännsjö. 2001. Values in Sport. New York:Taylor and Francis e-LibraryTalbot, Mary. 2007. Media Discourse. Representation and Interaction.Edinburgh: Edinburgh University PressThwaites, Davis, dkk. 2002. Introducting Cultural and Media Studies. SemioticApproach. New York: PALGRAVEWebb, Jean. 2009. Understanding Representation. London: SAGE PublicationsLtdWest, Richard & Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi. Analisisdan Aplikasi. Jakarta: Salemba HumanikaInternet :republikaonline.com. Kronologi perseteruan PSSI dan KPSI. Dikutip tanggal 1Mei 2013 jam 17.46kompas.com. Indonesia Tersingkir dari Piala AFF. Dikutip tanggal 4 Juni 2013kompas.com. Menpora Peringatkan KPSI Soal Adu Timnas. Dikutip tanggal 12Mei 2013 jam 23.45bola.net. Peringkat Indonesia Tertahan di Posisi 151. Dikutip tanggal 16 Mei2013 jam 20.12tempo.co. Piala Asia, Indonesia Satu Grup dengan Irak. Dikutip tanggal 14 Mei2013 jam 22.02detik.com. PSSI Tunjuk Ramadhan Pohan Jadi Manajer Timnas Senior. Dikutiptanggal 12 Mei 2013 jam 23.47kompas.com. Rangking Indonesia di FIFA Tembus Peringkat Terburuk. Dikutiptanggal 16 Mei 2013 jam 20.30bolaindo.com. Terus Ditagih, PT MBI Tak Bergeming. Dikutip 27 Mei 2013 jam23.13tribuntimur.com. Timnas KPSI Akan Uji Coba ke Australia. Dikutip 12 Mei 2013jam 23.48tempo.co. Tim Rekonsiliasi AFF Panggil PSSI. Dikutip tanggal 29 April 2013 jam18.17inilah.com. Dramatis! Zambia Juara Piala Afrika. Dikutip tanggal 16 Mei 2013jam 20.15kompasiana.com. Zambia, Indonesia, dan Pengurus PSSI. Dikutip tanggal 16 Mei2013 jam 20.18duniasoccer.com. Diego Michiels Dipastikan Tak Ikut ke Piala AFF. Dikutiptanggal 9 Juni 2013 jam 21.33bbc.co.uk. Kematian Diego Mendieta Akan Dibawa ke FIFA. Dikutip tanggal 1Mei 2013 jam 15.23fifa.com. Dikutip tanggal 10 Mei 2013 jam 13.12okezone.com. Di balik Sejarah Angry Birds. Dikutip tanggal 10 Mei 2013 jam13.45suarapembaharuan.com. Klub-klub ISL Tetap Menolak Pemainnya Begabung keTimnas. Dikutip tanggal 12 Mei 2013 jam 23.58suarapembaharuan.com. Rekonsiliasi PSSI dan KPSI Terancam Buntu. Dikutiptanggal 9 Mei 2013 jam 18.35bola.net. Gaji Tak Terbayar, Tiga Pemain Asing Persipro Mengemis. Dikutiptanggal 29 mei 2013 jam 21.09okezone.com. Kronologis Java Cup 2012 Ditunda. Dikutip tanggal 30 Mei 2013jam 21.05kaskus.co.id Kronologi Perseteruan PSSI dan KPSI. Dikutp tanggal 15 Juni 2013jam 20.05detik.com. 0-10 Kekalahan terbesar Indonesia. Dikutip tanggal 16 Mei 2013 jam20.19duniasoccer.com. Diego Dipastikan Tidak Ikut Piala AFF 2012. Dikutip 9 Juni2013 jam 21.36anneahira.com. Tabloid Bola, Pelopor Media Massa Bertema Olah Raga. Dikutiptanggal 25 April 2013 jam 20.32indomanutd.org, dikutip tanggal 4 Juni 2013 jam 22.34indonesiacitizens.org, dikutip 4 Juni 2013 jam 23.35Media Cetak :Kompas 5 April 2012. Rekonsiliasi PSSI Terancam Status LSIKompas 11 Oktober 2012. Peringkat Terburuk Indonesia dalam Sejarah
EFEKTIFITAS KEGIATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DJARUM BAKTI PENDIDIKAN “PAKEM” DAN KEKUATAN WORD OF MOUTH TERHADAP PERILAKU SUPORTIF COMMUNITY Rian Irmawan; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.544 KB)

Abstract

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) sangatlah penting dilakukan guna menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Akan tetapi, tidak jarang fenomena kegiatan CSR kurang efektif dilakukan oleh beberapa perusahaan, baik dari segi percenanaan kegiatan maupun sikap positif dari pihak terkait. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kegiatan CSR yang dilakukan oleh Djarum melalui programnya bernama PAKEM dan juga kekuatan word of mouth dalam mempengaruhi sikap suportif target sasaran (community).Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teori Integrasi Komunikasi dan Teori Stakeholder dan teori efektifitas kegiatan CSR yang dikemukakan oleh Doorley dan Garcia. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 40 orang untuk data kuantitatif, sesuai dengan target sasaran program PAKEM yang hanya berjumlah 40 orang. Sedangkan untuk data kualitatif, berjumlah 4 narasumber.Analisis regresi linear berganda digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi variabel efektifitas kegiatan PAKEM ialah 0,889 atau lebih besar dari α (0,05), sehingga efektifitas kegiatan CSR PAKEM tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku supotif target sasaran. Sedangkan nilai signifikansi variabel kekuatan word of mouth ialah 0,000 atau lebih kecil dari α (0,05), sehingga kekuatan word of mouth mempunyai pengaruh terhadap perilaku suportif target sasaran. Untuk mengetahui pengaruh antara semua variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F dimana nilai F hitung sebesar 26.909 atau lebih besar dari F tabel (3,25), sehingga variabel efektifitas kegiatan CSR PAKEM dan kekuatan word of mouth bersama-sama mempengaruhi perilaku suportif target sasaran (community).
Hubungan Terpaan Iklan Ramayana Versi Kasidah di YouTube dan Tingkat Pendapatan dengan Minat Beli di Ramayana Departemen Store Burhanudin Ilham Wibawa, Muhammmad; Nur Suryanto Gono, Joyo
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.285 KB)

Abstract

YouTube viewers in Indonesia have produced more television viewers. Not surprisingly, manufacturers began to use YouTube as their product promotion field. One brand that uses the media is the Ramayana Department Store. Through the kasidah version of the ad, Ramayana tries to convey the superiority of their products on YouTube. The ad has been watched as many as 16,250,632 times and liked 109,000 people. Viewers these ads increased by 154% compared to previous year's ads on YouTube. In addition, per capita income in Indonesia also increased. Supposedly, with the higher ad exposure, and the higher income level, the higher the purchase intention of someone. However, in fact, Ramayana Department Store has not become the most popular brand on Indonesia. The purpose of this study was to determine the corelation between ad exposure of Ramayana kasidah version on YouTube, and income level with purchase intention on Ramayana Department Store. The theory used today is the Advertising Exposure Theory and social kategory. This research is a quantitative study with an explanatory type. Researchers use non-probability sampling technique with a sample of 60 people aged 19-34 years in the city of Semarang who have been exposed to the Kasidah version of the Ramayana ad on YouTube. Based on the hypothesis test performed using Kendall's Tau analysis, it shows that there is a positive relationship on the ad exposure variables with the purchase intention on Department Store's Ramayana with a significance 0,000 and corellation coefficient 0.689. The income level variable with the Ramayana Department Store is also positively associated with a significance 0.00 and a corellation coefficient 0.568. The conclusion of this study is there is positive relationship between Ramayana ad kasidah version on YouTube and income level with purchase intention on Ramayana Department Store. With these results, it is recommended for the Ramayana Department Store to advertise more often in other media as well with a shorter duration using endorsers that are better known to the public.
STRATEGI MANAJEMEN SUARA MERDEKA UNTUK MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI MEDIA KOMPETITOR DI JAWA TENGAH (Studi Kasus pada PT. Suara Merdeka Press) Vidya Ayunita; M Yulianto; Djoko Setyabudi; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.659 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa Harian Suara Merdeka sebagai koran tertua dan market leader di Jawa Tengah sekarang berada pada posisi yang kurang aman karena terjadinya kecenderungan penurunan tiras sejak tahun 2010 walaupun relatif kecil. Sedangkan agresivitas koran kompetitor yang menyerbu pasar semakin banyak. Di sisi lain industri suratkabar termasuk Suara Merdeka perlu mengantisipasi perkembangan media online yang mempengaruhi perilaku masyarakat khususnya anak muda yang sekarang ini kurang suka membaca koran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi manajemen Suara Merdeka untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dalam menghadapi media kompetitor di Jawa Tengah dengan meningkatkan tiras dan market share serta untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen Suara Merdeka dalam mengantisipasi perkembangan media online. Penelitian ini didasarkan atas teori manajemen media, khalayak media, analisis SWOT, analisis persaingan, manajemen pemasaran dan konvergensi media.Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merujuk pada metode penelitian studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah pihak yang berada di dalam manajemen Harian Suara Merdeka sebanyak 7 informan dan pihak yang berada di luar manajemen Suara Merdeka yakni agen (distributor) dan pelanggan Suara Merdeka sebanyak 5 informan. Selain itu juga didasarkan atas observasi peneliti di lapangan. Analisis data yang digunakan adalah pembuatan eksplanasi seperti yang diungkapkan Robert K Yin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suara Merdeka perlu meningkatkan kembali tiras dan market share untuk mempertahankan eksistensi perusahaan sebagai market leader di Jawa Tengah. Strategi yang dipergunakan terutama terkait dengan peningkatan kualitas produk karena kualitas produk Suara Merdeka dinilai menurun. Di samping itu strategi yang terkait dengan bauran pemasaran lain yakni harga, distribusi dan promosi. Kelemahan di salah satu lini bisa melemahkan secara keseluruhan. Sedangkan untuk mengantisipasi perkembangan media online maka strategi konvergensi media yang dilakukan sudah tepat dan perlu diintensifkan untuk saling memperkuat dan melengkapi media-media yang ada di Suara Merdeka Network.Kata Kunci : Strategi manajemen, bauran pemasaran, konvergensi media
Representation of Homophobia in Dallas Buyers Club Ichsan Agung Mulyana; Triyono Lukmantoro, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.908 KB)

Abstract

Film, functions as entertainment, is able to provide enjoyment to the audience, but sometimes as informative function could deliver any ideological messages. For example, hateful and discriminative message toward minority such as LGBT. Dallas Buyers Club presents AIDS as a major theme, along with hatred toward LGBT know as homophobia. Homophobia can also be a fear of self when identified as homosexual. The film offers insight into the homophobia that has always associated with AIDS, though not necessarily the case. Homophobia can also happen to people with non-LGBT AIDS stigma known by LGBT groups as carriers of the AIDS virus This study aims to study how representation of homophobia in Dallas Buyers Club, using qualitative method along with The Codes of Television analysis. The theories are Representation Theory, Film and Ideologi and Homophobia. The findings of this reviews embody 3 points, such as : 1) Hatred to LGBT and non-LGBT AIDS sufferer is mostly expressed by mockery and insult, either verbally or non-verbally 2) Ron character is depicted as a hypocrite when he needs particular things from gay character 3) The basic of homophobic behaviour shows that masculine ideology dominates to repress gay character which alternated as feminine role
REPRESENTASI PEREMPUAN PENARI DALAM KESENIAN RAKYAT RONGGENG (STUDI SEMIOTIKA PADA FILM SANG PENARI) Tiara Pudyadita
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.416 KB)

Abstract

Film menjadi media yang sangat efektif untuk membentuk citra suatu profesi, tidak terkecuali ronggeng. Jaman dahulu ronggeng diketahui sebagai ritus yang dilakukan masyarakat yang berbasis agraria sebagai ungkapan syukur atas panen mereka. Mitos tersebut ketika masuk dalam film Sang Penari menjadi melenceng dari maknanya yang sebenarnya, dan hal tersebut akan menimbulkan resistensi yang besar akan keberadaan ronggeng di masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perempuan penari ronggeng dan untuk menampilkan kehidupan penari ronggeng saat ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika untuk menganalisa obyek yang diteliti. Teknik analisa data menggunakan teori John Fiske “the codes of television”. Film Sang Penari diuraikan secara sintagmatik pada level realitas dan level representasi. Sedangkan penguraian level ideologi menggunakan analisa secara paradigmatik.Film Sang Penari menggambarkan bentuk kekerasan pada perempuan yang bisa dilakukan dan terjadi dalam berbagai dimensi. Film ini juga menampilkan seksualitas perempuan penari ronggeng, yang muncul atas wacana yang berkembang di masyarakat bahwa ronggeng identik dengan praktik pelacuran. Temuan unik dalam penelitian ini berupa: baik penari perempuan maupun pengibing tidak menganggap hal tersebut sebagai praktik pelacuran karena melakukannya atas nama tradisi. Dan terdapat kecenderungan perempuan penari ronggeng tidak lekat dengan stereotip negatif perempuan Jawa yang lemah, pasif, dependen. Film ini menunjukkan bahwa perempuan penari ronggeng adalah subyek yang aktif, bekerja di sektor publik dan independen terhadap laki-laki. Film ini menunjukkan pola pikir perempuan Banyumas yang menganggap bahwa menjadi penari ronggeng adalah sebuah profesi yang terhormat sebagai perwujudan nasionalisme meraka pada tanah kelahirannya.Kata kunci : film, ronggeng, perempuan Jawa, kekerasan
Penyutradaraan Program Acara “Berkah Islami” di Kompas TV Jawa Tengah Muhammad Aufar Al Wafi; yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.996 KB)

Abstract

Television is one of the mainstream media which is still become the most consumed media by the society for getting information and entertainment. Because there are still a lot of audiences, so the copetition among the programs are growing as well. Berkah Islami appear in the middle of society to present Islamic Religious program which is easy to watch and easy to listen. The topics that will be discussed are about adab and sunnah which is very related to our daily life. This program will be packed up in different way. In the first segmen it will be a news feature, and then in the second one it will be a talk show, and the last one it’s gonna be an illustrasion sketch comedy. In this program, “Berkah Islami”, the director is leading a whole production process, from the pre production until the post production. The director is also in charge to explore the creative ideas to wrapped up the program to be interesting and make it happen, so “Berkah Islami” is finally created. Berkah Islami aired on Kompas TV Jawa Tengah every Sunday at 05.00 WIB, started since 1st September to 24th Noveber 2019. With this program, I hope the society get an alternative Islamic Religious TV Program and also educate and become a reminder for the society abaout adab and sunnah in our daily live at once.
REPRESENTASI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA RUBRIK “NAH INI DIA” DI SURAT KABAR POS KOTA (ANALISIS WACANA SARA MILLS) Yunni Wulan Ndari; Lintang Ratri Rahmiaji; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.883 KB)

Abstract

Skripsi ini melihat bagaimana representasi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ada pada rubrik “Nah Ini Dia” di Surat Kabar Pos Kota. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Sara Mills. Tujuan skripsi ini adala h menjelaskan bagaimana strategi teks pemunculan korban KDRT, melihat viktimisasi korban KDRT yang ditampilkan dalam rubrik ini serta mengetahui ideologi dominan apa yang melatarbelakanginya. Hasil dari skripsi ini menunjukkan bahwa kemunculan korban KDRT dilakukan melalui empat tahap yaitu konstruksi karakter lelaki dan perempuan dalam teks pemberitaan (character), penggambaran bagian tubuh perempuan (fragmentation), sudut pandang gender (focalization) dan bagaimana ideologi dominan yang ada tumbuh dalam perbedaan gender. Adapun viktimisasi korban KDRT dilakukan dengan menggunakan bahasa dan ekpresi humor yang membuat KDRT sebagai hiburan bagi pembaca dan bukannya sebagai masalah serius, penyudutan korban KDRT, dan terakhir memanfaatkan konstruksi sosial budaya. Sedangkan ideologi patriarki dan ekonomi politik media adalah ideologi dominan yang melatarbelakangi representasi korban KDRT.

Page 66 of 157 | Total Record : 1563