cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
ANALISIS FRAMING TERHADAP PEMBERITAAN KASUS KPK VS POLRI KEDUA DALAM MAJALAH TEMPO Putri Valentine
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frame yang dibentuk olehMajalah Tempo mengenai kasus dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkandua institusi negara yaitu KPK dan POLRI. Tipe penelitian ini bersifat deskriptifdengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan &Gerald M. Kosicki. Perangkat framing berupa sintaksis, skrip, tematik, dan retorisdigunakan untuk melihat kecenderungan Majalah Tempo dalammengkonstruksikan peristiwa ini. Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Ressemengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi untukmenghasilkan berita ke dalam level individual, level rutinitas media (mediaruotine), level organisasi dan level ekstramedia (Sudibyo, 2001:7-12)Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lead yang digunakanoleh Tempo merupakan lead yang merujuk pada kutipan yang mengemukakanunsur who sebagai pandangan awal dalam membentuk body berita. MajalahTempo mencoba mengarahkan khalayak untuk memandang bahwa KPK sebagailembaga anti korupsi yang dibentuk UU maka KPK berhak melakukan hal yangdirasa perlu untuk dilakukan dalam pemberantasan dugaan korupsi sekalipundilakukan oleh penegak hukum lainnnya yaitu polisi. Sehingga disimpulkanbahwa KPK perlu untuk menyelidiki agar tidak terjadi konflik kepentinganmengingat jika yang memeriksa anggota polisi adalah insitusinya dikhawatirkantidak berjalan secara fair. Salah satu bentuk sikap. Tempo terhadap peristiwa inidituangkan dalam pemberitaan dengan menggunakan elemen yang berkaitandengan substansi peristiwa dan lebih menonjolkan sisi kontroversinya. Tujuannyaadalah untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya dari suatu persitiwa. Strategilain yang dilakukan oleh Tempo dalam pemberitaan mengarah kepada pemecahanmasalah. Apabila menemui suatu permasalahan yang belum jelas, Tempomengarahkan isu ke permasalahan yang sudah lebih jelas, misalnya yang sudahjelas bersalah dalam peristiwa ini adalah Djoko Susilo. Dalam strukturpenulisannya, Tempo masih belum berani mengkritik secara tajam, masih dalamwilayah abu-abu dalam menentukan sikap mengenai dugaan kasus korupsipengadaan simulator SIM yang melibatkan dua institusi besar negara, KPK danPOLRI.Kata kunci: konstruksi, framing, dan media massa
Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online, Pengawasan Orang Tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar Anak Devi Pranasningtias Indriani; Turnomo Rahardjo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.86 KB)

Abstract

Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang Tua terhadap Anak,dengan Prestasi Belajar AnakABSTRAKSIHubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar AnakLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak, dengan prestasi belajar anak. Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesis digunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil penelitian intensitas penggunaan game online (X1) berada dalam kategori tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain selama 5 jam. Sedangkan untuk variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi, hal ini disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi. Hasil penelitian mengenai prestasi belajar (Y) menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6. Berdasarkan perhitungan statistik, variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y) memiliki koefisien korelasi sebesar - 0,561 dengan nilai signifikansi 0,000. Pada hubungan variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan kepuasan prestasi belajar anak (Y) diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,594 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar variabel tersebut dan hubungannya juga sangat signifikan. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan juga terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak. Saran penelitian ini adalah orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak tidak hanya controling roles tapi juga nurturing roles, selain itu orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya.Kata Kunci: intensitas penggunaan game online; pengawasan orang tua; prestasi belajar.ABSTRACRelation of Intensity of Using Online gaming, Parental Supervision of Child,and Child’s Academic AchievementThe background of this research is based on the number of cases of children who addicted to online games in Indonesia, one of them is a 12-year- old girl who ran away from home for 2 weeks to stay in the internet cafe to play online games. From these data it can be seen that there is big interest for online gaming especially for teenager. Things like this have less attention from parents, parents sometimes give their children the freedom to socialize through cyberspace or the internet. Lack of parental supervision and sensitivity is one of the factors causing the child's behavior in cyberspace is not unstoppable. This study aims to determine the relationship between the intensity of the using online games, parental supervision of the child , and the child's academic achievement . Theory used for this study, among other things flow theory, roles theory, and parental mediation. The population in this study were children who in age of elementary and middle school who play online games in the game center or internet cafe at Banyumanik, Semarang. Sample in this study is 150 people, each taken 10 people from fifteen internet cafe that have the average number of online game players the 20-50 per day . For statistical hypothesis testing used Pearson correlation coefficient calculation as a tool to test or measure the level of the correlation coefficient between variables .Results of this study declare that the research intensity of using online games ( X1 ) are in the high category. This is due to the majority of children play games online with a frequency of 7 days with long time playing games online for 5 hour. As for parental supervision (X2) states that supervision is done by the parents in the high category, and this is because the majority of respondents stated that their parents set rules, give prohibition, knowing their friends and play area, and reasserts if there is a rule that was not followed. Results of research on child‟s academic achievement (Y) states that the achievement obtained by the respondents in the low category. This is due to most of the kids who play online games have an average value (combined from semesters one and two) at 6 . Based on statistical calculations, the variable intensity of using online games (X1) with the academic achievement of children (Y) has a correlation coefficient of - .561 with a significance value of 0.000 . Parental supervision to child (X2) to the satisfaction of academic achievement of children (Y) obtained by the correlation coefficient is 0.594 with a significance value of 0.000 . From the results of these calculations, it can be concluded that there is a strong relationship between these variables and the relationship is also very significant. It can thus be concluded that there is a significant negative correlation between the intensity of using online games with academic achievement of children and there is also a positive and significant relationship between parental supervision for children with academic achievement of children. Suggestions of this study are the parents need to increase oversight of child not only control roles, but also nurturing roles, besides that, the parents need to expand the capabilities of media literacy , in order to balance the development of technology and limit the child in its use .Keywords : intensity of using online gaming ; parental supervision ; academic achievement .BAB IPENDAHULUANLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung.Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/2011), indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia (http://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htm. diakses 21 September 2013 pukul 08.53).Penurunan education development index (EDI) Indonesia yang cukup tinggi terjadi terutama pada kategori penilaian angka hingga kelas V SD. Muhibbin Syah (2006: 144) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor yakni faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa; faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa; faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.Maraknya perkembangan dunia internet, membawa banyak pengaruh (faktor eksternal) bagi siswa. Salah satunya dengan kehadiran game online. Anaksekolah merupakan salah satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak game online. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan komputer dan asik dalam permainan game online tersebut.Untuk mencegah seorang anak bermain game online tentu bukan pekerjaan mudah bagi orang tua. Peran orang tua untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan internet pada anak sangat dibutuhkan. Komunikasi yang secara intens antara orang tua dan anak dapat mengarahkan anak untuk mengatur waktu untuk belajar dan bermain internet.Fasilitas internet yang banyak tersedia di mana-mana, salah satunya warung internet, menjadikan anak bisa mengakses internet dari mana saja. Tidak selalu harus bermain di rumah, anak bisa mencuri waktu sepulang sekolah dengan mengunjungi arena game online atau warung internet yang ada di sekitar sekolah mereka. Hal ini mengakibatkan meningkatnya intensitas anak bermain game online. Jika hal ini diiringi dengan rendahnya komunikasi orang tua dan anak berpengaruh terhadap kedisiplinan anak dalam belajar. Dengan demikian apakah intensitas anak dalam bermain game online dan komunikasinya dengan orang tua dapat mengubah perilaku belajar sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar anak?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak .Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Flow theory dari Csikszentmihalyi menyatakan bahwa kesenangan/enjoyment,diwujudkan dalam kondisi aliran (flow state), dimana terdapat pengalaman "autotelic" atau motivasi diri yang ditandai dengan konsentrasi yang mendalam dan fokus pada apa yang kita lakukan pada saat ini, menggabungkan tindakan dan kesadaran, dan hilangnya cerminan kesadaran diri (misalnya, kehilangan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial). Enjoyment merupakan suatu perasaan yang dapat mengkontrol tindakan seseorangyang juga ditandai oleh adanya penyimpangan pengalaman secara temporal (biasanya, perasaan bahwa waktu telah berlalu lebih cepat dari normal), dan pengalaman yang menyenangkan tersebut memuaskan seseorang secara instrinsik (Nakamura and Csikszentmihalyi, 2002: 90). Dalam penelitian ini, ketika anak bermain game online terdapat kesenangan dan kepuasan tersendiri yang membuat mereka hilang kesadaran dan lupa waktu untuk bersosialisasi, istirahat, dan mengerjakan tugas dari sekolah.Roles Theory dapat memprediksi perilaku pemegang peran melalui peran yang dimiliki seseorang. Peran keluarga penting sejauh mereka dapat mengatur perilaku dan berkomunikasi sesuai dengan peran-peran dalam keluarga. Keluarga merupakan sebuah situasi dengan kesulitan yang tinggi, hal ini disebabkan karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan secara kelompok, sehingga berfungsi sebagai keluarga. Peran atau role dalam keluarga membantu kita mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Terdapat dua peran utama dalam roles theory, yaitu nurturing roles dan controlling roles (Le Poire, 2006: 58-66).„Parental mediation‟ didefinisikan sebagai interaksi orang tua dan anak saat menggunakan media. Livingstone dan Helsper menunjukkan bahwa teori tentang parental mediation harus diperluas agar mencakup mediasi penggunaan Internet. Livingstone dan Helsper menemukan empat jenis parental mediation di Internet adalah active co-use, interaction restrictions, technical restrictions, dan monitoring (Nikken, 2011: 4-5).Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2008:85), teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesisdigunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.BAB IIINTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE, PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK, DAN PRESTASI BELAJAR ANAKHasil penelitian mengenai intensitas penggunaan game online berada dalam kategori sangat tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game selama 5 jam. Rata-rata responden yang memiliki intensitas yang tinggi menyatakan bahwa orang tua mereka tidak mengetahui jika mereka bermain game online, selain karena orang tua mereka yang bekerja, mereka juga memberikan alasan mengerjakan tugas dirumah teman atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.Hasil penelitian dari pengawasan orang tua terhadap anak menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi.Hal ini terlihat pada persentase pengawasan orangtua pada kategori tinggi yang lebih besar dibandingkan kategori yang lainnya. Meskipun orang tua tidak memberikan hukuman dan hanya kadang-kadang membantu anak dalam mengerjakan tugas dan mempelajari materi atau bab baru dipelajari di sekolah. Hasil pengawasan orang tua pada kategori tinggi disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi.Hasil penelitian mengenai prestasi belajar menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6.BAB IIIHUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE,PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAKDENGAN PRESTASI BELAJAR ANAKBab ini menguraikan hasil analisis uji hipotesis mengenai ketiga variabel dalam penelitian ini, yaitu intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak dan prestasi belajar anak. Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi, salah satunya adalah Pearson Correlation. Korelasi Pearson atau sering disebut Korelasi Product Moment merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio.Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS Statistics 17.00 for windowsdi atas, untuk korelasi variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y)diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,561 pada taraf signifikansi 0,00. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara Intensitas Penggunaan Game Online dengan Prestasi Belajar Anak. Sedangkan untuk korelasi variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan prestasi belajar anak (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,594 pada taraf signifikansi 0,00, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pengawasan Orang Tua terhadap Anak dengan Prestasi Belajar Anak.Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game online selama 5 jam. Umumnya, pengguna yang ketergantungan cenderung menggunakan Internet selama 20-80 jam per minggu, dengan sesi tunggal yang bisa bertahan hingga lima belas jam. Kurangnya waktu tidur tersebut menyebabkan kelelahan yang berlebihan seringkali membuat fungsi akademisatau pekerjaan terganggu dan penurunan sistem kekebalan tubuh seseorang.Young juga menambahkan, “Students had difficulty completing homework assignments, studying for exams, or getting enough sleep to be alert for class the next morning due to such Internet misuse. Often times, they were unable to control their Internet use which eventually resulted in poor grades, academic probation, and even expulsion from the university.”Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang positif, hal ini berarti semakin tinggi pengawasan orang tua maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya. Menurut Kusuma (1973: 27-28) untuk mencapai tujuan pendidikan dalam keluarga, orang tua harus melakukan perannya dalam melakukan pengawasan dalam kaitannya dengan aktivitas anak dalam masyarakat. Dalam roles theory, peran atau role dalam keluarga membantu mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Peran orang tua sebagai behavior control dapat menerapkan aturan tertentu mengenai proses belajar. Selain peran sebagai behavior control, orang tua juga harus berperan sebagai family boundary maintenance, yang memberikan batasan kepada anak mengenai apa yang terbaik bagi mereka (Bab I, hal 30).Pengawasan orang tua adalah sikap dari orang tua dalam mengamati dan mengontrol apa yang dilakukan anaknya.Dengan adanya pengawasan orang tua, maka diharapkan anak mempunyai tingkah laku dan kebiasaan yang baik.Pengawasan orangtua merupakan merupakan faktor eksternal yang menunjang keberhasilan (prestasi) belajar siswa.Pengawasan yang dilakukan orang tua dapat memberikan semangat dan motivasi kepada anak untuk dapat belajar dengan baik, sehingga seorang anak akan mempunyai kemauan dan kemampuan untuk belajar lebih giat lagi yang berakibat prestasinya dapat meningkat (Bab I, hal 31).BAB IVPENUTUPKesimpulan penelitian ini adalah intensitas penggunaan game online mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak, anak yang bermain game online secara intens mempunyai prestasi belajar yang rendah. Variabel pengawasan orang tua terhadap anak juga mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak. Pengawasan orang tua secara ketat atau tinggi dengan membuat aturan atau larangan, mampu membuat anak tidak melupakan kewajibannya untuk belajar. Dengan proses pembelajaran yang dipantau oleh orang tua secara ketat, akan meningkatkan prestasi belajar anak.Selama ini orang tua hanya menggunakan controling roles (membuat aturan, melarang anak, memperingatkan) saja, orang tua perlu mengimbangi dengan perannya dalam nurturing yaitu dengan berkomunikasi dengan anak. Nurturing roles dapat diwujudkan dengan membangun kedekatan dengan anak seperti meluangkan waktu bermain/belajar bersama anak supaya anak merasa lebih nyaman dan terbuka kepada orang tuanya. Selain itu, orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya. Orang tua dapat melakukan beberapa jenis parental mediation, yaitu active co-use (orang tua bersikap aktif, dengan menjelaskan, membatasi, dan bermain game bersama anak), interaction restrictions (larangan kegiatan dimana anak-anak berhubungan dengan orang secara online), dan technical restrictions (melakukan instalasi berbagai program filter dan pemantauan perangkat lunak pada komputer). Untuk penelitian yang akan datang disarankan tidak hanya terbatas pada hubungan akan tetapi meneliti pula mengenai pengaruh intensitas bermain game online serta pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar untuk mengetahui seberapa besar pengaruh game online dan pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar. Peneliti selanjutnya juga bisa menambahkan variabel lain misalnya intensitas komunikasi anak dengan peer group-nya, karena hal ini dimungkinkan bisa mempengaruhi prestasi belajar anak.DAFTAR PUSTAKAChen, Milton. 1996. Anak-anak dan Televisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Daradjat. Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Bumi Aksara.Dradjat, Zakiah. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara dan Depag.Deloitte Acces Economic. 2011. Nusantara Terhubung: Peran Internet dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Australia: Deloitte Touche Tohmatsu.Iriantara, Yosal. 2009. Literasi media: apa, mengapa, bagaimana. Bandung: Simbiosa Rekatama MediaKecamatan Banyumanik dalam Angka 2011Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada GroupKusuma, Indra. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya : Usaha NasionalLe Poire, Beth A. 2006. Family Communication Nurturing an Control in a Changing World. London: Sage Publications.McQuail, Dennis. 2000. Mass Communication Theory. London: SAGE publicationPotter, W. James. 2001. Media Literacy Second Edition. New Delhi: Sage PublicationPoerwanto, Ngalim. 1986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Karya. BandungSingarimbun, Masri dan Effendi . 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.Sudjana, Nana. 2008. Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja.RosdakaryaSugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Tim Indikator TIK Indonesia, Kominfo. 2011. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia. Jakarta: Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan InformatikaWinarso, Heru Puji. 2005. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Prestasi Pustaka.Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.World Bank 2012JurnalAstuti, Rulik Yuni. 2002. Pengawasan Orang Tua dan Kebiasaan Menonton Televisi. Malang: Universitas Negeri MalangCsikszentmihalyi, M. 1993. The Envolving Self: a Psychology for the third millenium. New York: Harper Perrenial.Nabi, Robin L dan Marina Kremar. 2004. Conceptualizing Media Enjoyment as Attitude: Implications for Mass Media Effects ResearchNakamura, J., dan Csikszentmihalyi, M. 2002. The Concept of Flow. In Handbook of positive psychology.Nikken, Peter. 2011. Parental Mediation Of Young Children‟s Internet Use. Netherlands: Erasmus University RotterdamSherry, John L. 2004. Flow and Media Enjoyment.Vorderer, Peter, dkk. 2004. Enjoyment: At Heart of Media Entertainment.Young, K. S. 1996. Internet Addiction: The emergence of a new clinical disorder. Paper presented at 104th annual meeting of the American Psychological Association, Toronto, Canada, August 10, 1996.Internethttp://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htmhttp://edukasi.kompasiana.com/2012/04/13/makalah-kualitas-pendidikan-di-indonesia-saat-ini-454680.htmlhttp://www.mediaindonesia.com/ data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdfhttp://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/dampak-dari-game-online-bagi-para-pelajar/http://www.hidayatullah.com/read/25878/16/11/2012/kejahatan-online-dan pentingnya-orantua-melek-internet.htmlhttp://www.jurnalmedan.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=72870:game-online-bisa-ganggu-prestasi-pelajarcatid=56:akademia&Itemid=63
Sikap Media Terhadap Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi (Analisis Framing Pemberitaan Koran Tempo dan Harian Sindo) Arlinda Nurul Nugraharini; Taufik Suprihatini; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.847 KB)

Abstract

Kenaikan Harga BBM bersubsidi merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar bersubsidi sebagai bahan bakar utama. Tentu saja hal tersebut menarik perhatian para awak media untuk menjadikan isu tersebut sebagai bahan pemberitaannya. Pemberitaan yang disajikan dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda pada masing – masing media.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sikap Koran Tempo dan Harian Sindo Jateng dalam menanggapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang dianalisis melalui pemberitaan – pemberitaannya. Analisis yang digunakan adalah model analisis framing Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat yaitu Define Problems ( pendefinisian masalah ), Diagnose Cause ( memperkirakan penyebab masalah ), Make Moral Judgement ( membuat keputusan moral ), dan Treatment Recommendation ( Menekankan penyelesaian ). Sementara teori yang dipakai adalah teori konstruksi reaitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberitaan dari Koran Tempo didominasi oleh pemberitaan yang lebih mendukung pihak pemerintah. Sangat jarang Tempo mengeluarkan pemberitaan yang tidak senada dengan pemerintah, seperti pemberitaan tentang aksi penolakan dari masyarakat yang keberatan atas kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Tempo lebih bermain aman dalam memberitakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Sedangkan pada Harian Sindo Jateng, sebagian besar pemberitaannya yang terkesan menyudutkan pemerintah sebagai pihak yang salah dalam membuat kebijakan tersebut. Terlihat dari beberapa pemberitaan tentang aksi penolakan kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM bersubsidi, mendapat porsi lebih banyak dibanding pemberitaan yang menyuguhkan informasi terkait tujuan dari kenaikan harga BBM bersubsidi.
Strategi Komunikasi Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja Yughni Sabira, Almira; Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.586 KB)

Abstract

DKI Jakarta has been one of the provinces with the highest prevalence of using drugs in 2016. The DKI Jakarta National Narcotics Agency as an institution for the prevention and eradication of drugs at the DKI Jakarta Provincial level has a very important role. A good strategy is needed in handling drug problems by the BNNP DKI Jakarta, one of which is the Communication Strategy, especially efforts to prevent abuse among teenagers. This type of research is descriptive qualitative research using techniques of data reduction analysis, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the BNNP DKI Jakarta carries out a similar pattern of strategy every year. The strategy is carried out through two programs, namely Information Dissemination dan advocacy. Through this strategy, BNNP DKI Jakarta is trying to improve the resilience or responsiveness of high school teenagers to the prevention of drug abuse as indicated by various activities and active participation in prevention. All of programs supported by several types of media as a medium for Disseminating Information, both about the types of drugs and the dangers of drug abuse. The strategy is carried out through two programs, namely Information Dissemination and Advocacy. The two programs were implemented at the target High School Teenagers in several locations, but there were two regions that were not yet available at the City level BNN, namely West Jakarta and Central Jakarta, so it was of particular concern to the BNNP DKI Jakarta in implementing the Program
Memahami Pengalaman Komunikasi Konselor dan Perempuan Korban KDRT Pada Proses Pendampingan di PPT Seruni Kota Semarang Sefti Diona Sari; Turnomo Rahardjo; Taufik Suprihartini; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.34 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan dalam rumah tangga yangbanyak dialami oleh para perempuan namun masih dianggap oleh masyarakat sebagaipermasalahan domestik yang tidak layak untuk diketahui oleh umum. Anggapan bahwa haltersebut sangat tabu dibicarakan karena berkaitan dengan urusan privat antara suami dan istriyang pada akhirnya membuat permasalahan KDRT ini jauh dari penyelesaian dan semakinberlarut dengan peningkatan jumlah kasus maupun korbannya. Kasus KDRT layaknyafenomena gunung es yang mana jumlah kasus yang sebenarnya terjadi jauh lebih banyakdibanding yang dilaporkan dan terungkap karena kurangnya pemahaman para perempuanbahwa kasus KDRT merupakan kasus publik yang hendaknya dilaporkan kepada pihak yangberwajib maupun pada lembaga-lembaga perlindungan perempuan dan anak. Pusat PelayananTerpadu (PPT) Seruni sebagai lembaga perlindungan perempuan dan anak merupakanlembaga yang memberikan layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak diKota Semarang. PPT Seruni memberikan pendampingan baik pendampingan hukum, medis,psikologis agar terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak atas layanan pemulihan danpenguatan serta mendapat solusi yang tepat yang memungkinkan perempuan dan anak hiduplayak.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman komunikasi antarakonselor dan perempuan korban KDRT pada proses pendampingan di PPT Seruni KotaSemarang. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarpribadi, teori self disclosure,teori diri oleh Carl Rogers, teori hubungan Aku-Engkau dari Martin Buber, teori dialogisMikhail Bakhtin. Untuk mendeskripsikan secara detail pengalaman komunikasi antarakonselor dengan perempuan korban KDRT penelitian ini menggunakan metodologi kualitatifdengan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah konselor (pendamping)dari PPT Seruni dan perempuan korban KDRT yang menjalani pendampingan di PPT Seruni.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dimaksudkan untukmemberikan penguatan secara psikologis dan fisik kepada korban agar korban merasa amandan mendapat perlindungan. Terdapat perbedaan cara berkomunikasi yang dilakukan olehkonselor saat melakukan pendampingan dengan korban KDRT. Dalam menghadapi korbanyang tertutup, konselor berusaha untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendampinganberkaitan dengan tingkat sensitifitasnya yang lebih tinggi. Sedangkan dengan korban yangterbuka, konselor dapat lebih mudah dalam melakukan pendampingan. Proses dialog antarakonselor dengan korban KDRT efektif dijalankan dengan adanya keterbukaan kedua belahpihak dalam menjalankan proses komunikasi. Keterbukaan diri para korban saat menjalanipendampingan sangat diperlukan oleh konselor berkaitan dengan langkah strategi yang harusdijalankan untuk membantu korban menyelesaikan masalahnya. Menyesuaikan diri denganlatar belakang dan kondisi korban dilakukan oleh para konselor dengan penggunaan bahasayang mudah atau dapat dimengerti oleh korban yang sesuai dengan bahasa sehari-hari korbandapat membuat korban merasa nyaman saat proses pendampingan berlangsung.Kata Kunci : Komunikasi, Pendampingan, KDRT
Indonesian Representation in Social Media (Semiotic Analysis of Roland Barthes in @instanusantara Instagram Account) Keke Meidyluana Sitalaksmi; Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.731 KB)

Abstract

Instanusantara is one of the social media account in instagram that present natural beauty and culture photo of Indonesia. All of photos in @instanusantara entirely taken in Indonesia and is a natural and cultural beauty photo. The aim of this research is to know the Indonesian representation based on Semiotic analysis and to dismantle the myth of what was built by instanusantara. In analyzing this Instanusantara instagram account using semiotic researchers from Roland Barthes, which in the theory is stated that there are two systems sign denotation and connotation. The results of this study showed that the denotation of the 12 pictures are analyzed mentioning that Indonesia's tourism is travel related to nature, a photograph of the beach or mountains, is dominated by color photo of green or blue, is a landscape photo, instanusantara’s logo in every picture and there is a description that explains the photo. Connotations of 12 and shows that travel in Indonesia is not only Bali, Indonesia is an archipelagic country, Indonesia's tourism is nature, landscape photographs used to take pictures as scenery objects, logos instanusantara used to indicate the identity of Indonesia. Based on these results, it can be concluded that Indonesia is represented as an beautiful archipelago / Nusantara, Indonesian tourism is a tour that presents the natural beauty of the culture, and Indonesia is not only synonymous with Bali as what people know so far.
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations (Divisi Project Officer) Ahmad Fikar Harakan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3231.301 KB)

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini apalagi ikut bergabung dalam keanggotaan Lumpia Komik.Tujuan dilakukannya kegiatan kampanye public relations ini adalah untuk memperkenalkan Lumpia Komik lebih dekat dengan melalui minat atau interest target audience terhadap bacaan komik, proses pembuatan komik yang mudah dan pengenalan industri komik lokal Indonesia. Dalam hal ini, dengan cara mengikuti seluruh kegiatan Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar siswa dan mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activation dan public relations. Strategi yangdigunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan PR dan brand activation.Sebagai Project Officer, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan communication planning Lumpia Komik serta penyusunan program dan konseprangkaian acara secara keseluruhan. Taktik public relations ini menggunakan pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini.Hasil kegiatan kampanye public relations ini adalah peningkatan awareness terhadap Lumpia Komik sebanyak 12%, dari 8% menjadi 20%. Diikuti penambahan anggota member komunitas Lumpia Komik sebanyak 21 anggota baru.Kata kunci : Project Officer, Kampanye Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik, Komunitas, Komik
Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Dokter-Pasien dan Tingkat Pendidikan Pasien dengan Loyalitas Pasien. Septiana Wulandari Suparyo; Joyo NS Gono; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.694 KB)

Abstract

Masih banyaknya pasien yang mengeluhkan buruknya komunikasi dari dokter kepada pasien menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Komunikasi yang buruk itu seperti dokter yang bersikap tidak ramah, atau komunikasi dimana terdapat kesenjangan kedudukan antara dokter dan pasien. Komunikasi dokter-pasien yang buruk tersebut mengakibatkan pasien berpindah dokter atau pasien tidak loyal. Tingkat pendidikan juga menjadi variabel penting dalam hubungan ini karena tingkat pendidikan ikut memengaruhi sikap pasien.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi dokter-pasien dengan loyalitas pasien dan hubungan antara tingkat pendidikan pasien dengan loyalitas pasien. Tipe penelitian ini adalah eksplanatori dengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan responden berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan metode statistik korelasi Kendall’s tau-b sebagai alat uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif tetapi lemah antara kualitas komunikasi dokter-pasien dengan loyalitas pasien dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan pasien dengan loyalitas pasien. Pada setiap tingkat pendidikan pasien, loyalitas pasien adalah tinggi. Kualitas komunikasi dokter pasien dan loyalitas pasien dalam penelitian ini masuk ke dalam kategori sangat tinggi.Disarankan kepada dokter pada praktik dokter umum untu meningkatkan lagi komunikasi antara dokter dengan pasien terutama pada saat melibatkan pasien ketika mengambil keputusan mengenai pengobatan yang diberikan atau dijalankan.
Studi Fenomenologi Feminis : Esensi Pengalaman Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Ainun Fintari, Hestia; ., Sunarto
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.064 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh perempuan, namun masih dianggap sebagai permasalahan yang tabu untuk dibicarakan sehingga membuat permasalahan KDRT sulit untuk diungkapkan. Kasus KDRT merupakan kasus kekerasan terhadap perempuan yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun, akan tetapi tidak diimbangi dengan pelaporan kasus kepada pihak berwajib. Perempuan korban KDRT juga seakan mengalami pembungkaman sehingga suara perempuan korban tidak terdengar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman perempuan korban KDRT dan latar belakang terjadinya KDRT. Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, paradigma kritis, serta desain fenomenologi feminis. Hasil transkrip wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis fenomenologi interpretive. Teori yang digunakan adalah teori Kelompok Bungkam dari Cheris Kramae dan dikaitkan dengan komunikasi dalam keluarga. Subyek dalam penelitian ini adalah perempuan yang pernah atau sedang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan tinggal di kota Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan korban KDRT mengalami proses pembungkaman dengan berbagai cara yaitu ejekan, ritual, kontrol, dan pelecehan. Sedangkan pelaku pembungkaman terhadap perempuan yaitu kelompok dominan (laki-laki), keluarga, norma sosial, lingkungan sekitar, hingga pihak berwajib seperti kepolisian. Terdapat dampak yang diakibatkan dari pembungkaman perempuan korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan digolongkan menjadi dampak fisik seperti luka membekas dan luka sementara, serta dampak non fisik yaitu terganggunya psikologis anak, trauma, depresi, perasaan malu, hingga hilangnya kepercayaan diri.
Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro Infra Ranisetya; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.254 KB)

Abstract

1Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata IJurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama: Infra RanisetyaNIM: D2C009092JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG20132HUBUNGAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN LOYALITASANGGOTA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWAUNIVERSITAS DIPONEGOROABSTRAKPermasalahan mengenai loyalitas anggota dalam organisasi mahasiswa BEM KM Undipditunjukkan dengan terdapat anggota yang memutuskan untuk keluar dari organisasi¸adanya pergantian kedudukan dalam organisasi, hingga permasalahan komunikasi yangmelibatkan hubungan antar anggota organisasi dikhawatirkan akan berdampak padakeberlangsungan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara iklim komunikasi organisasi (x)dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (y). Variabel bebas (x) dijabarkan menjadi 6variabel yaitu kepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3),keterbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi keatas (x5), perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip). Kerangkakonsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley (dalam Pacedan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentu memberipedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan dengan loyalitasanggota.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan nilai koefisien korelasi antarakepercayaan (x1) dengan loyalitas (y) sebesar 0,423 dengan nilai signifikan 0,000 <0,01, artinya terdapat hubungan positif antara (x1) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%.Nilai koefisien korelasi pengambilan keputusan bersama (x2) dengan loyalitas (y)sebesar 0,420 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,01, artinya terdapat hubungan positifantara (x2) dan (y) pada taraf kepercayaan 99%. Kemudian untuk variabel kejujuran(x3) dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,462 dengan nilaisignifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x3) dan (y) padataraf kepercayaan 99%. Untuk variabel keterbukaan dalam komunikasi ke atas (x4)dengan loyalitas (y) mempunyai nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 dengan nilaisignifikan 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x4) dengan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Selanjutnya variabel mendengarkan dalam komunikasi kebawah (x5) dengan loyalitas (y) memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,496 dengannilai signifikansi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan positif antara (x5) dan (y)pada taraf kepercayaan 99%. Variabel perhatian pada tujuan berkinerja tinggi (x6)dengan loyalitas (y) mempunyai koefisien korelasi sebesar 0.405 dengan nilai signifikan0,000 < 0,01 yang menandakan adanya hubungan positif antara (x6) dengan (y) padataraf kepercayaan 99%.Keyword : Iklim Komunikasi Organisasi, Loyalitas Anggota Organisasi, BEM KMUndip3ORGANIZATION’S COMMUNICATION CLIMATE AND THE MEMBER’SLOYALTY AT BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGAMAHASISWA DIPONEGORO UNIVERSITYABSTRACTIndicator for BEM KM Undip member's loyalty is shown by some problems happenedsuch as members who decide to resign, structure organization changes, communicationmatter between organization's member, which will affect organization sustainability inachieving organization's vision and mission. This research aims to find out thecorrelation between organization's communication climates (x) with the loyalty MemberBEM KM Undip (y). The variable (x) are divided into 6 variables (x 1) trust, shareddecision making (x 2) (x 3), honesty, openness in communication downward (x 4),listening in upward communications (x 5), attention on high performance goals (x 6)and the loyalty of BEM KM Undip. The conceptual framework of that relate to thesevariables are based on Guzley (in Pace and Faules, 2000: 155) who stated that theorganization’s communication climate provides guidelines for decisions and behavioron individuals, thus affecting member's loyalty.This research used explanatory type with quantitative research method approach.The sampling technique is using Proportional random which have 126 respondents assamples. The hypothesis test is using Kendall's Tau Rank Correlation statistic methodsto find the correlation between these variables on ordinal data.Based on the research result that were calculate with Kendall's Tau RankCorrelation, a correlation coefficient value between the honesty (x1) and member'sloyalty (y) is 0,423 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x1) and (y) at the 99% level. Then, the result for correlationcoefficient value between shared decision making (x2) and member’s loyalty (y) is0,420 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is a correlation between(x2) and (y) at the 99% level. The result for correlation coefficient value between thehonesty (x3) with member’s loyalty (y) is 0,462 with a significant value of 0,000 < 0,01,means that there is a correlation between (x3) and (y) at the 99% level. Next, the resultfor correlation coefficient value between openness in communication downward (x4)and member’s loyalty (y) is 0,373 with a significant value of 0,000 < 0,01, means thatthere is a correlation between (x4) and (y) at the 99% level. Then, the result forcorrelation coefficient value between listening in upward communications (x5) andmember’s loyalty (y) is 0,496 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that thereis a correlation between (x5) and (y) at the 99% level. The last, the result for correlationcoefficient value between attention on high performance goals (x6) and member’sloyalty (y) is 0,405 with a significant value of 0,000 < 0,01, means that there is acorrelation between (x6) and (y) at the 99% level.Keyword: Organization’s Communication Climates, Organization Member’s Loyalty,BEM KM Undip4Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Loyalitas AnggotaBadan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UniversitasDiponegoroLatar BelakangOrganisasi mahasiswa merupakan suatu sistem terbuka dan terus-menerus mengalamiperubahan, karena selalu menghadapi tantangan baru dari lingkungan dan perlumenyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut, misalnyakondisi sosial. Hal yang penting dan fundamental di dalam sebuah organisasi adalahloyalitas dari setiapnya yang akan sangat menentukan kemajuan dan perkembanganorganisasi mengingat adanya berbagai tantangan yang seringkali dialami oleh sebuahorganisasi. Tanpa adanya loyalitas, maka sebuah organisasi tidak akan berjalan denganbaik bahkan terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak diterapkansikap loyal. Sikap loyalitas anggota dapat dikatakan sebagai kesetiaan terhadaporganisasinya. Apabila para anggota organisasi memiliki loyalitas terhadaporganisasinya, maka ia akan merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untukmenjunjung tinggi nilai-nilai yang diberlakukan dalam organisasi, mempunyai rasamemiliki terhadap organisasi yang tinggi serta mempertahankan keanggotaannya demikemajuan organisasinya. Semua itu dapat terlihat dari anggota organisasi yangmendukung setiap program kerja organisasi yang telah dijalankan dan akanmengerjakan bagiannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.Masalah-masalah yang berkaitan dengan loyalitas anggota organisasi mahasiswadalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro dapat dilihat dari tingginyajumlah pergantian menteri hingga mencapai 5 orang pada kepengurusan periode2008/2009 dan jumlah anggota resign yang mencapai 15 orang pada kepengurusan52009/2010 dalam satu tahun kepengurusan. Selain itu terdapat beberapa hal yangmenunjukkan rendahnya loyalitas yaitu rendahnya partisipasi anggota organisasi dalamberbagai aktivitas organisasi seperti dalam mengikuti rapat harian anggota BEM bahkanketika menjalankan program kerja BEM KM Undip. Beberapa masalah tersebutmenjadi sebuah dinamika di dalam organisasi BEM KM Undip mengingat periodekepengurusan hanya satu tahun saja. Dengan adanya anggota yang pasif, pergantianmenteri dan anggota yang resign tentu akan membawa pengaruh terhadapkeberlangsungan organisasi. Program kerja yang seharusnya dapat dijalankan denganlancar menjadi terhambat sehingga nantinya tentu berdampak pada pencapaian tujuantujuanorganisasi.Hal-hal yang berkaitan dengan masalah loyalitas anggota organisasi tersebutbisa terjadi salah satunya disebabkan oleh iklim komunikasi organisasi yang kurangkondusif di dalamnya. Iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif dapatditunjukan dengan adanya konflik terkait dengan hubungan komunikasi antar anggota.Seperti sikap yang diberlakukan oleh salah satu Menteri BEM dalam satu kementrianperiode tersebut terlalu kaku dimana hubungan komunikasi yang terjalin hanya secarastruktural organisasi dan tidak ada komunikasi antar pribadi yang terjalin yangmengakibatkan kurangnya keakraban atau keintiman antara menteri. Hal inimengakibatkan staf merasa kurang diperhatikan sehingga tidak memunculkan sense ofbelonging. Kurangnya komunikasi yang bersifat cultural atau intim antara pimpinan danstaf membuat staf BEM jenuh untuk mengerjakan program kerja di BEM. Selain itu,iklim komunikasi organisasi yang kurang kondusif juga dapat terlihat dari pendapat darianggota yang dipandang kurang penting dalam pembuatan keputusan maupun masukandalam pelaksanaan program kerja. Padahal seharusnya dalam sebuah organisasi, setiap6anggota berperan dan mempunyai kesempatan yang sama untuk berpendapat demipencapaian tujuan organisasi.Kerangka Teori dan MetodologiKerangka konsep yang menghubungkan variabel menggunakan pemikiran Guzley(dalam Pace dan Faules, 2000:155) yang menyebutkan bahwa iklim komunikasi tertentumemberi pedoman bagi keputusan dan perilaku individu, sehingga berhubungan denganloyalitas anggota. Mowday, Steers, & Porter (dalam Pace dan Faules, 2000:156)menyatakan bahwa kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas namaorganisasi, kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilaiorganisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalamorganisasi adalah faktor komitmen (loyalitas) organisasi. Sehingga dapat dikatakanbahwa iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagipergantian dan masa kerja anggota dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positifcenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatorydengan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengambilansampel menggunakan proportional random dengan jumlah 126 responden. Uji hipotesisdalam penelitian ini menggunakan metode statistik Korelasi Rank Kendall’s Tau.Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan dataordinal lainnya.HasilSesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan iklim komunikasiorganisasi yang terdiri dari enam aspek yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan7bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke atas, mendengarkan dalamkomunikasi ke bawah, perhatian pada tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggotaBEM KM Undip, maka hasil dalam penelitian ini adalah:1. Terdapat hubungan positif antara kepercayaan dengan loyalitas anggota BEMKM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kepercayaan denganloyalitas anggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasiRank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengankoefisien korelasi kepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip(Y) sebesar 0,423. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.2. Terdapat hubungan positif antara pembuatan keputusan bersama denganloyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antarapembuatan keputusan bersama dengan loyalitas anggota menggunakanperhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwa nilaisignifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi pembuatan keputusanbersama (x2) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,420. Halini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yang berartikedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan, hipotesisalternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.3. Terdapat hubungan positif antara kejujuran dengan loyalitas anggota BEM KMUndip. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara kejujuran dengan loyalitasanggota BEM KM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi RankKendall, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien8korelasi kejujuran (x3) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,462. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.4. Terdapat hubungan positif antara keterbukaan dalam komunikasi ke bawahdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara keterbukaan dalam komunikasi ke bawah dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasiketerbukaan dalam komunikasi ke bawah (x4) dengan loyalitas anggota BEMKM Undip (Y) sebesar 0,373. Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansisebesar 0,000 < 0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubunganyang sangat signifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho)ditolak.5. Terdapat hubungan positif antara mendengarkan dalam komunikasi ke atasdengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis hubunganantara mendengarkan dalam komunikasi ke atas dengan loyalitas anggota BEMKM Undip menggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperolehhasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasikepercayaan (x1) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar 0,496.Hal ini dapat dikatakan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 yangberarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangat signifikan,hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.96. Terdapat hubungan positif antara perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggidengan loyalitas anggota BEM KM Undip. Berdasarkan hasil analisis perhatianpada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dengan loyalitas anggota BEM KM Undipmenggunakan perhitungan statistik korelasi Rank Kendall, diperoleh hasil bahwaberkinerja tinggi (x6) dengan loyalitas anggota BEM KM Undip (Y) sebesar0,405. Hal ini dapat dikatakan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisienkorelasi perhatian pada tujuan-tujuan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 <0,01 yang berarti kedua variabel tersebut terdapat hubungan yang sangatsignifikan, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.KesimpulanDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam iklim komunikasi, variabelkepercayaan (x1), pembuatan keputusan bersama (x2), kejujuran (x3), keterbukaandalam komunikasi ke bawah (x4), mendengarkan dalam komunikasi ke atas (x5), danperhatian pada tujuan–tujuan berkinerja tinggi (x6) , masing-masing mempunyaihubungan positif dengan loyalitas anggota (Y).DAFTAR PUSTAKAMuhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi AksaraPace, R. Wayne., dan Faules, Don. F. 2006. Komunikasi Organisasi StrategiMeningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Mowday, Richard T., Richard M. Steers, dan Lyman W.Porter. 1979. “TheMeasurement of Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior,14.Peterson, Brent D., dan R Wayne Pace. 1985. Organizational Communication Profile.Provo,Utah: Organizational Associates.10Redding, W. Charles. 1972. Communication within the Organization: An InterpretiveReview of Theory and Research. New York: Industrial Communication Council.Nawawi, Hadari. 1987. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta:Gadjah MadaUniversity PressDennis, Harry S. 1974. The Construction of a Managerial Communication ClimateInventory for Use in Complex Organizations. Makalah yang disajikan pada pertemuantahunan Asosiasi Komunikasi Internasional New Orleans.Guzley, Ruth M. 1992. Organizational Climate and Communication Climate.Management Communication Quarterly.Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. New York: Hunter College of theCity. University of New York.Umar, Husein. 2002.Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT GramediaPustaka UtamaSugiono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV ALFABETAJurnalUtomo, Budi. 2002. Menentukan Faktor-Faktor Kepuasan Kerja dan Tingkat KepuasanKerja Terhadap Loyalitas Karyawan PT. P. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan,Vol.7 (2), 171 – 188.Mowday, Richard T., Richard M.Steers, dan Lyman W. Porter. 1979. The Measurementof Organizational Commitment”. Journal of Vocational Behavior, 14, 224-247Internethttp://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesiadiunduh pada 8 April 2013, pukul 21.00http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_mahasiswa_di_Indonesia11diunduh pada 8 April 2013, pukul 21.10http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/10/melihat-lebih-dekat-badan-eksekutifmahasiswa-437194.htmldiunduh pada 9 April 2013, pukul 20.30Sumber LainLaporan Pertanggung Jawaban BEM KM Undip 2008-2012Daftar Pengurus BEM KM Universitas Diponegoro 2013www.bemkmundip.ac.idSkripsiAstrid Christina. 2012. Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan LoyalitasAnggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro.Skripsi Astri Lestari. 2012. Pengaruh Iklim komunikasi Organisasi terhadap LoyalitasKaryawan English First Pluit Jakarta. Universitas Tarumanegara.Skripsi RR Mira Ayu Prameswari. 2007. Hubungan Iklim Organisasi dengan LoyalitasKaryawan Garden Palace Hotel Surabaya. Universitas Petra Christian.

Page 64 of 157 | Total Record : 1563