cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
ANALISIS RESEPSI TERHADAP FILM DOKUMENTER “DANAU BEGANTUNG” DI LANSKAP KATINGAN-KAHAYAN Ayu Lestari, Mega; Rahardjo, Turnomo
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.551 KB)

Abstract

Previously, Central Kalimantan Province had experienced the worst of forest fire which destructed a huge amount of forest and peatland. Including at Pulang Pisau District, landscape of Katingan-Kahayan, the surrounding ecosystem on Begantung Lake had also been degraded since recent years ago. However, sectoral ego and overlapping regulations have deteriorated the condition of forests; in which affected to peatland and lake-dependent communities at Tanjung Pusaka Village, where lives of indigenous norms and value, and its biodiversity were being threatened. By using method of reception analysis, this research described how the interpretation of local citizens toward documentary film “Danau Begantung”. Then, these results showed in which: 1) they understood the local wisdom as a new lesson-learned and it got them interested to experience Lake Begantung; 2) the major actor within this film was acknowledged as an actor that can communicate well; 3) this film was perceived as important and relevant amid local issues; and 4) local citizens’ interpretations were cathegorized into positions’ model explained by Stuart Hall, such as dominant-hegemonic reading, negotiated reading, and oppositional reading. Therefore, reception analysis was conducted to help understand the process of local citizens’ interpretation toward documentary film Danau Begantung. It needs to engage local community and its socio-historical contexts, then to fill the social gap within local wisdom between other communities and government in general, so that Danau Begantung film could be more effective as an advocacy tool
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA MATRILINEAL Afriyani .; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.695 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari keunikan kebudayaan pada sistem keluarga matrilineal Etnis Minangkabau yang mana adat dan tradisinya merupakan gabungan dari hukum islam dan sistem budaya matrilineal. Etnis Minangkabau menjadi etnis terbesar di dunia yang menganut sistem matrilineal, di mana dalam kepercayaannya perempuan menjadi pemilik kekuasaan tertinggi di dalam keluarga. Namun masuknya hukum-hukum Islam dan menjadi agama utama yang dianut masyarakat di Minangkabau menyebabkan pencampuran budaya di dalamnya. Pembaruan kebudayaan tersebut membentuk beberapa perubahan di dalam tradisi masyarakat yang sebelumnya hanya matrilineal, salah satunya pada posisi perempuan dalam keluarga. Maka dari itu, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses pengambilan keputusan dalam keluarga matrilineal untuk melihat posisi perempuan yang sebenarnya di masyarakat Etnis Minangkabau. Penelitian ini menggunakan model konvergensi komunikasi, multistep flow model, konsep kekuasaan dan otoritas keluarga Etnis Minangkabau. Paradigma yang digunakan yaitu post positivistic dengan tipe penelitian deskriptif. Analisis jaringan membantu penelitian ini dalam menggambarkan arus komunikasi yang terbentuk, peran-peran di dalam jaringan, sehingga mampu menunjukkan posisi perempuan di dalam keluarga matrilineal yang sebenarnya. Analisis data dari penelitian ini menggunakan tiga bentuk level dalam analisis jaringan komunikasi, yaitu level individu, level klik, dan level sistem. Proses wawancara di lakukan langsung di Kampung Tanjung Pisang, Sintuk, Kec. Sintuk Toboh Gadang, Kab/Kot. Padang Pariaman, Prov. Sumatera Barat, dengan dua keluarga utama penelitian ini berasal dari Suku Jambak dan Suku Sikumbang. Hasil dari penelitian diperoleh dari wawancara langsung kepada dua keluarga saparuik dan beberapa istri sumandan. Kemudian hasil wawancara dari pertanyaan sosiometri diolah melalui software UCINET 6.4 Social Network Analysis. Berdasarkan hasil yang ditemukan yang terkait dengan posisi perempuan matrilineal, ditemukan bahwa laki-laki masih mendominasi dalam proses penentuan keputusan dibandingkan perempuan. Anggota perempuan masih mengikuti keyakinan bahwa kepada laki-laki lah mereka harus bertanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Etnis Minangkabau disebut sebagai keluarga matrilineal terbesar di dunia, namun pada kenyataannya sistem yang dianut masihlah patriarki. Perempuan di dalam keluarga belum mendominasi dalam memengaruhi keputusan keluarga.
Naturalisasi Transgender dalam Film Lovely Man Afra Widyawiratih Arini; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.968 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan ideologi ke masyarakat. Film merepresentasikan beberapa kejadian di dunia nyata.Film Lovely Man adalah film yang menggambarkan naturalisasi transgender.Kehidupan transgender sama seperti kehidupan masyarakat dominan, tidak ada yang berbeda. Heteronormativitas tidak memberikan ruang gerak yang bebas bagi gender lain selain dua gender dominan, yakni laki-laki dan perempuan. Terdapat 26 leksia dalam penelitian ini, dari leksia dipilih berdasarkan tujuan penelitian.Tujuan penelitian ini adalah bagaimana teks film Lovely Man dalam melakukan naturalisasi transgender dan mengetahui nilai-nilai dalam kultur dominan (heteronormatif) dalam film Lovely Man.Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes secara sintagmatik dan paradigmatik. Pada analisis paradigmatik menggunakan lima kode pokok pembacaan teks dari Roland Barthes. Naturalisasi dapat dilihat melalui makna sintagmatik dan paradigmatik dengan menunjukkan bahwa tokoh waria dalam film ini juga memiliki relasi hubungan keluarga yang normal sama seperti keluarga heteroseksual lain. Mitos dan ideologi membangun dan menaturalkan intepretasi tertentu secara khas dan historis dengan menunjukkan ikatan emosional antara ayah dan anak, panggilan orang tua “bapak” dan hubungan antara ayah dan anak. Panggilan “bapak” menunjukkan pada film ini ingin meleburkan status seorang bapak tidak hanya dilihat dari sisi biologisnya saja, tapi dilihat dari perannya sebagai seorang ayah. Namun disisi lain, film ini tidak bisa lepas dari heteronormativity yang ada. Waria masih terbelenggu dalam gender yang mereka yakini yakni transgender, namun dalam perannya sebagai pekerja seksual waria harus berperan sebagai peran feminin. Merubah bentuk tubuh dengan melakukan operasi plastik dengan menunjukkan adanya peran laki-laki dan wanita salah satu bentuk dalam teks film yang tidak bisa melepaskan heteronormativity.Kata kunci : transgender, heteronormativas, naturalisasi, film
Production of Talk Show Program “Breakout” and “Kimchi” at PRO 2 RRI Semarang (Producer) Gabrielle P., Maria; Ratri Rahmiaji, M.Si, Dr. Lintang
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.305 KB)

Abstract

The Radio of Republic Indonesia (Radio Republik Indonesia - RRI) is the oldest and the only government’s radio which has visions to embody Indonesia public broadcasting as the extensive network radio, character development of nation, and as the world class radio. RRI has a very extensive network, from Aceh to Papua, but not many young people are interested listening to the RRI. The basic reasons of that case are the RRI image as radio news and radio for the older. Solution to overcome the matter is creating talk show programs like “Breakout” and “Kimchi” in PRO 2 RRI Semarang the paramount expectation by creating those programs is to increase the listener of RRI PRO 2 Semarang, in particular the young people. In this activity, the author served as a producer who is responsible for the continued operation of a radio broadcast program. Author tasked to conceptualize events, determine the theme and speakers, making rundown, overseeing the event and then do an evaluation at the end of the program. From several theme we found out culinary theme is the theme that most interests the listener. Result of the post-production questionnaire shows that through the production of "Breakout" and "Kimchi" talk show, we succeed to increase the number of PRO 2 RRI listeners. At first the program "Kimchi" was only 8% of the initial data we collect but then increased to 67%. While the program "Breakout" which was initially 28%, then increased to 65%. Another finding is the program "Kimchi" increased more than in the "Breakout". It is proven from the success of both talk show program that resulted from the combination of right buzzing, interesting material such as voxpop and earcatcher, good cooperation between broadcasters and sources, and a quiz with prizes.
Divisi Program Manager dalam Event “CAKRA DOLAN SALATIGA 2012” (Strategi Peningkatan Brand Awareness Cakra Semarang TV di Kalangan Masyarakat Salatiga) Muhammad Ihsan
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.124 KB)

Abstract

Televisi merupakan media yang memiliki pengaruh sangat besar terhadapperilaku sosial, ekonomi, dan kultur masyarakat termasuk perilaku masyarakatsebagai komunitas konsumsi. Akan tetapi dominasi siaran dari stasiun televisi yangberpusat di Jakarta dinilai akan berdampak pada menurunnya kesadaran identitas jatidiri masyarakat tak terkecuali masyarakat Jawa Tengah yang tentu saja lebih jauhakan berdampak pada menurunnya nasionalisme (kesadaran berbangsa danbernegara). Terlebih kebudayaan Jawa merupakan sentra Bangsa Indonesia yangmemiliki posisi strategis di dalam pembentukan kesadaran identitas dan karakterkebangsaan. Atas dasar itulah Cakra Semarang TV sebagai televisi lokal hadirmelalui penguatan kebudayaan identitas untuk menguatkan nasionalisme. Disampingitu Melalui berbagai siaran yang mengedepankan muatan-muatan lokal, CakraSemarang TV menjadi sumber inspirasi dan semangat untuk mendorong masyarakatJawa Tengah terus menerus menuju kesempurnaan dimana kehidupan yang lebihsejahtera secara ekonomis terwujud hal ini tergambar dalam tagline Cakra SemarangTV yaitu menjaga tradisi dan jati diri.Dalam pelaksanaan event, Program Manager berperan dan bertanggungjawab langsung pada pelaksanaan Event “Cakra TV Dolan Salatiga”, danmemastikan segala kebutuhan selama event dapat terpenuhi. Kemampuan dalammelakukan koordinasi, menjalin komunikasi, lobi dan negosiasi dengan semua pihakyang terkait, serta persiapan yang matang sangat membantu kinerja ProgramManager selama pelaksanaan kegiatan.
Hubungan Terpaan Sosialisasi Tertib Lalu Lintas Kementerian Perhubungan di Televisi dan Interaksi Peer Group dengan Perilaku Tertib Berlalu Lintas Pelajar dan Mahasiswa Semarang Jimmy Fachrurrozy; Nurist Surayya Ulfa; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.38 KB)

Abstract

Mahasiswa dan pelajar merupakan cerminan masyarakat, menjadikanmahasiswa dan pelajar sebagai kalangan yang seharusnya dapat menjadi tauladanyang baik. Peraturan lalu lintas merupakan aturan dalam berkendara yangditetapkan oleh pihak terkait seperti kepolisian lalu lintas, dimana jika terjadipenggaran maka pihak yang melanggar akan dijatuhi hukuman (sanksi) hukumyang sudah di tetapkan demi keselamatan bersama. Di kota Semarangpelanggaran lalu lintas masih di dominasi oleh kalangan terdidik (mahasiswa danpelajar) yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik untuk masyarakatluas. Disinilah peran penegak aturan lalu lintas dan juga orang-orang yang adadisekitar individu tersebut dapat memengaruhi perilaku dalam berlalu lintas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi dan interaksi peer groupdengan perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Dasarpemikiran yang digunakan adalah Teori dependensi efek komunikasi massa dansocial learning theory. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non randomsampling dengan metode accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 50responden yang merupakan pelajar dan mahasiswa yang ada di simpang lima kotaSemarang.Analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson dengan bantuanSPSS. Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa terpaan sosialisasi tertib lalulintas Kementerian Perhubungan di televisi menunjukkan hasil yang signifikandengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan berhubungan positif terhadap perilakutertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan uji hipotesiskedua menunjukkan bahwa interaksi sosial peer group menunjukkan hasil yangsignifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan berhubungan positifterhadap perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang.Kesimpulan dari uji hipotesis pertama ini adalah semakin tinggi terpaan sosialisasitertib lalu lintas Kementerian Perhubungan di televisi maka semakin tinggi (baik)perilaku tertib berlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang. Sedangkan untukhipotesis kedua semakin tinggi interaksi sosial peer group maka perilaku tertibberlalu lintas pelajar dan mahasiswa Semarang akan semakin tinggi (baik).Saran peneliti adalah pihak pihak terkait lalu lintas dapat mendekati peergroup yang memiliki keterkaitan erat atau dekat dengan kegiatan berkendarasehari-hari. Hal ini dikarenakan jika peer group individu memiliki kesan positifakan tindakan melanggar lalu lintas, maka individu di dalamnya akan cenderunguntuk melakukan perilaku melanggar lalu lintas disadarinya maupun tidak.
Peran Koordinator Multimedia dan Reporter dalam Pengelolaaan Kanal Event di Website Phinemo.com Ahmad Nursani
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.172 KB)

Abstract

Sejak kemunculan media online di Indonesia pada tahun 1990an, kita bisa mencari berbagai informasi dengan mudah dan cepat. Selain topik ekonomi dan politik, topik yang juga banyak dicari ialah mengenai traveling atau pariwisata. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia mulai memahami pentingnya berwisata. Sebagian besar publik dari berbagai latar belakang ekonomi mengaku setidaknya berwisata sekali setahun, dan satu dari lima responden menyatakan rutin berwisata dua hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara dalam satu dekade terakhir membuat pemerintah semakin gencar untuk mengevaluasi serta memperbaiki sarana dan fasilitas pariwisata yang ada di Indonesia. salah satunya ialah menjadikan event sebagai daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari nusantara maupun dunia. Namun banyak orang yang belum familiar dengan event wisata ini, selain itu event wisata ini juga belum banyak diliput dan dipublikasikan oleh media online. Oleh karena itu, Tim karya bidang melakukan kerjasama dengan Phinemo.com yang merupakan sebuah website yang membahas segala hal tentang traveling, untuk membuat dan mengelola sebuah kanal bertema Event yang akan menyediakan informasi dan berita mengenai event-event pariwisata. Berita-bertita tersebut dikemas menjadi jenis berita feature. Menggunakan bahasa yang lugas dan santai, berita mengenai event wisata tersebut dibahas melalui berbagai sudut pandang. Selain itu penggunaan berbagai platform multimedia seperti foto dan video juga digunakan untuk melengkapi sebuah artikel berita. Dalam pelaksanaanya penulis berhasil memenuhi target berupa 40 berita dan 4 video selama periode karya bidang. Hasil yang didapatkan dari karya bidang ini ialah semakin terbukanya informasi mengenai event wisata di kalangan masyarakat.
PENGALAMAN KOMUNIKASI PELANGGAN ZALORA.CO.ID (Studi Fenomenologi Pelanggan Zalora.co.id) Widya Andhika Aji; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.911 KB)

Abstract

1PENGALAMAN KOMUNIKASI PELANGGAN ZALORA.CO.ID(Studi Fenomenologi Pelanggan Zalora.co.id)Oleh:Widya Andhika AjiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Diponegoro SemarangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman komunikasi danpemahaman penerimaan konsumen terkait pesan komunikasi pemasaran dalamberbelanja di Zalora.co.id. Dengan menggunakan sampel pada lima informandan metode wawancara, dapat ditarik kesimpulan: Pelanggan Zalora.co.idmemiliki pengalaman komunikasi berkaitan dengan pesan promotif yang berupamedia iklan, direct marketing, dan sales promotion. Persepsi konsumen terkaitpesan komunikasi pemasaran dalam berbelanja di Zalora.co.id selama ini adalahbaik mengingat konsumen selalu merasa puas dengan harga dan kualitas produkyang ditawarkan pihak Zalora. Pesan yang ditangkap informan dari iklan yangdilakukan pihak Zalora adalah bahwa konsumen maupun calon konsumendidorong dan diajak untuk berbelanja dan berbelanja lagi Pesan yang ditangkapinforman dari iklan Zalora melalui direct marketing antara lain adalah: sangatefektif dan praktis karena tanpa harus bertatap muka dapat bertransaksi langsungdan mudah, kemudian juga tampilan web yang menarik membuat mereka inginberbelanja. Pesan yang ditangkap dari iklan melalui sales promotion ini adalahdiskon yang besar membuat konsumen untuk “terikat” pada Zalora dan merekamenjadi semakin tertarik untuk berbelanja di Zalora.co.id dengan adanya diskonyang besar tersebut.Keywords: pengalaman komunikasi, pesan komunikasi, direct marketing, salespromotion, iklan.2COMMUNICATION EXPERIENCE OF CONSUMERS ZALORA.CO.ID(Phenomenological Approach)ABSTRACTThis research purposed to analyze the consumers’ experience andunderstanding of acceptance communication message when they are shopping atZalora.co.id. Participants are five informan and the data technique used are depthinterview. The conclusion are: Consumers’ Zalora.co.id have communivationexperience related to the message through advertising, direct marketing, and salespromotion. Consumers’ perception related to the marketing communication whenthey are shopping at Zalora.co.id are good because they always satisfied with theproduct and quality product from Zalora. Message that participants can say fromZalora is that consumers always pursue to shop and shop more. The message thatconsumers’ understand from the advertising through direct marketing is that veryeffective and practival because without face to face, they can make transactionand this is easy to do, the website also make them more interested in shoppingmore and more. The message that consumers’ understanding from sales promotionis the big discount make them “tied” with Zalora and they more interesting to butproduct from Zalora.co.id.Keywords: experience, communication, messagem direct marketing, salespromotion, advertising.3PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangTrend belanja online menjadi fenomena baru dalam paradigma berbelanjamasyarakat Indonesia saat ini. Masyarakat lebih senang meluangkan waktu untukberbelanja online daripada berkunjung ke toko secara langsung untuk membelibarang yang mereka inginkan. Arnold Sebastian Egg yang merupakan pendirisitus jual beli tokobagus.com memprediksi bahwa nantinya semua orang akanberbelanja online, saat ini seluruh bisnis mulai mengusung tokonya ke online(BeritaBali.com, 2013). Pernyataan Arnold tersebut didukung dengan surveyyang dilakukan perusahaan e-commerce asal Jepang, Rakuten, bahwa 80%pengguna internet di Indonesia mulai berbelanja online dalam dua tahun terakhir.Sedangkan Survei lain yang dilakukan oleh VeriTrans dan DailySocialpada 584 pelanggan e-commerce di Indonesia mengenai tren belanja onlinemengungkap sebanyak 37% responden menyebutkan produk yang mereka belimelalui internet adalah pakaian (fashion). Di posisi berikutnya adalah pemesananlayanan perjalanan (20%) dan media yang dikonsumsi secara elektronik sepertimusik, video dan game (20%) dan lainnya (18%), elektronik (13%) dan buku(8%) (Rinaldi, 2013: 2).Di ranah online fashion store, Zalora yang muncul padaawal 2012langsung melejit menjadikannya sebagai salah satu dari sembilan e-commercepaling berjaya di Indonesia yang di antaranya adalah Lazada Indonesia, ZaloraIndonesia, Berybenka, PinkEmma, Bilna, Plasa, Reebonz, LivingSocial dan FoodPanda. Setelah sukses di 8 negara di dunia seperti Brazil, India, Australia, Zalorayang terhitung pemain baru di Indonesia siap meramaikan pasar bisnis fashionIndonesia. Mei 2013 menjadi sejarah bagi Zalora yang baru saja merayakanpemesanan ke 1 juta dan mencapai angka penjualan hingga USD 100 juta yangsetara dengan 1 Triliun Rupiah (Azmil, 2013: 2).Penjualan Zalora yang menjanjikan tersebut mengundang banyak investoruntuk berlomba menanamkan modal ke Zalora, salah satunya adalah TengelmannGroup, perusahaan retail Eropa yang sudah berdiri 145 tahun lalu dan memiliki4.000 toko di 15 negara, telah mengucurkan dana sebesar 249 miliar untuk tokoonline tersebut (Sawers, 2013: 1). Performa Zalora di pasar Indonesia dapatdibilang membuahkan hasil yang memuaskan dan menjanjikan untuk terusmengembangkan bisnis mereka di Indonesia. Hal ini didukung oleh pertumbuhankelas menengah di Indonesia yang merupakan pertumbuhan kelas menengahpaling tinggi yaitu mencapai 56,6% di regional Asia Pasifik dengan pengeluarantiap tahunnya mencapai USD 3000. Perilaku konsumen kelas menengah tersebutsangat mobile dan mudah berubah, mereka bisa dengan cepat berganti-gantimerek, dan ini menjadikan para pemasar harus terus bergerak mengikutimobilitas konsumen, harus ada penyempurnaan di produknya, berinovasi yangbaru, kemudian mengubahstrategi harganya, distribusinya, promosinyadikombinasikan sedemikian rupa, pesan-pesannya juga tidak monoton.Pengguna internet diperkirakan akan terus bertambah menjadi 149 jutapengguna serta terdapat indikasi bahwa berbelanja online akan semakin populer diIndonesia, Jepang, dan Thailand pada 2015. Hal tersebut didukung dengan4kemudahan akses internet yang semakin mobile menjadi salah satu pendorongbagi pebisnis Indonesia untuk terus menggeluti dunia ini. (Rahayu, 2012:2).iTeknologi Informasi tidak dipungkiri membawa perubahan yang signifikanterhadap bisnis dan gaya hidup masyarakat sekarang ini dalam mendukungbelanja online mereka. Berdasarkan survey dari Rakuten, orang Indonesia danThailand 50% lebih suka berbelanja dengan perangkat bergerak mereka,dibandingkan orang Taiwan. Bila dibandingkan dengan orang Amerika dan Eropa,orang Indonesia dua kali lebih suka berbelanja dengan perangkat bergerak.Sejalan dengan itu, riset lain dari BuzzCity pada awal 2012 mendapatibahwa 27% pebelanja online dari Indonesia sudah memakai perangkat bergerakmereka untuk berbelanja. survei itu juga mendapati bahwa orang Indonesia tigakali lebih suka merekomendasikan suatu barang kepada teman-temannya dijejaring sosial, ketimbang negara lain. (Rahayu, 2012: 4). Dalam perkembanganpertumbuhan situs web dikenal istilah Web 2.0 yang menunjukkan jenis web yang“hidup” dan diisi oleh penulis secara periodik sehingga menimbulkan fenomenabaru yaitu blog dan social networking services (SNS) atau lebih populer dengansebutan situs jejaring sosial. Dengan melihat kedudukan internet saat ini terjadiperubahan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi media. Jika dulu konsumenhanya menonton televisi, membaca majalah, surat kabar dan sebagainya kinimereka juga menjelajah internet. Online media sudah menjadi point of contactyang tidak dapat diabaikan, sehingga para pemilik brand harus masuk ke dalampoint of contact tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat.Populasi mall online atau e-retailerbaru semakin marak meramaikanMallonline ini sehinggadiperlukan strategi pemasaran untuk mendapatkan danmempertahankan customer mereka. Begitu juga Zalora yang memiliki websiteresmi www.zalora.co.id, portal e-commerce atau mall online ini adalah anakperusahaan asing yang dikenal dengan nama zalando.com. Perusahaan yangmerajai pasar Brazil dan Thailand ini, baru saja mengeluarkan laporan penjualanper akhir Desember 2012 dengan rata-rata pemesanan hariannya adalah 600-700transaksi, rata-rata pembeli mengeluarkan uang kisaran Rp 150-350 ribu.Zalora Indonesia adalah situs web belanja kebutuhan fashion yangmenawarkan produk-produk dari berbagai brand terkemuka, baik lokal maupuninternasional. Zalora Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salahsatu cabang dari situs belanja online terbesar Eropa Zalando. Kelebihan yangditawarkan oleh Zalora Indonesiayaitu, pelanggan tidak dikenakan biaya untukpengiriman ke seluruh Indonesia dan garansi pengembalian barang jika pelanggantidak puas atas produk yang diterimanya. Grup Zalora International di Asia terdiridari Zalora Indonesia, Zalora Singapura, Zalora Malaysia, Zalora Vietnam, ZaloraTaiwan, Zalora Thailand, Zalora Filipina. Zalando merupakan projek dari RocketInternet, yang merupakan e-commerce terkenal dari Rocket Internet. RocketInternet sendiri menyediakan bantuan teknologi, modal dan jasa lainnya untukmembuat perusahaan-perusahaan Internet yang inovatif. Kantor pusatnya terdapatdi Berlin, Jerman, projek yand dimiliki Rocket Internet antara lain Zalando,TopTarif, eDarling, Groupon (sebelumnya CityDeal), dan lain-lain.Penelitian ini akan difokuskan pada pelanggan Zalora.co.id dengan strategipemasarannya yang telah sukses menggeser positioningbeberapa pemain lama di5toko fashion online. Selain itu marketing communication yang baik melalui iklanonline yang kuat, branded product yang tidak lokal produk serta promosi gencarmenjadi strategi jitu Zalora dimata konsumennya untuk meningkatkanpenjualannya.1.2 Perumusan MasalahPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pengalaman komunikasi danpemahaman penerimaan konsumen terkait pesan komunikasi pemasaran dalamberbelanja di Zalora.co.id.HASIL2.1. Deskripsi Tekstural Gabungan2.1.1. IklanIklan merupakan media promosi satu arah yang disalurkan kepadakonsumen dengan tujuan membujuk untuk membeli dan bersifat nonpersonal.Iklan Zalora.co.id yang dijumpai oleh informan penelitian iniadalah informan pertama dan kelima. Mereka menjumpai iklannya di salurantelevisi MNC TV, dan majalah Gogirl/dresscode. Menurut informan tersebutiklannya sangat menarik dan terutama karena gambarnya menarikdiperankan oleh model yang dianggap representatif dan eksklusif sertaadanya diskon yang dipromosikan secara gencar.Pesan yang ditangkap informan dari iklan yang dilakukan pihak Zaloraadalah bahwa konsumen maupun calon konsumen didorong dan diajakuntuk berbelanja dan berbelanja lagi terus sehingga mereka bisa “menggaet”banyak konsumen untuk membeli berbagai produk yang ditawarkan Zaloradari mulai produk sepatu, baju, aksesoris, maupun produk lainnya.2.1.2. Direct MarketingDirect marketing merupakan bagiandari program komunikasipemasaran dan dilakukan langsung pada customer, misalnya: Twitter,Instagram (sosial media),SEO (google ads, facebook ads), dan mailing list.Berdasarkan pada hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diketahuibahwa direct marketing yang ditemui adalah pada informan pertama, kedua,ketiga , keempat dan kelima. Jadi semua informan pernah menjumpainya.Direct marketing yang ditemukan antara lain di Twitter , PortalOnline dan SEO, kolom Google Ads, Facebook ads. Paling seringditemukan adalah di Facebook ads dan promo Twitter. Hal ini disebabkankarena jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter saat ini sangat boomingdi dunia maya dan menjadi direct marketing yang sangat efektif dalammerangkul konsumen dan calon konsumen untuk online shopping sepertiZalora.Pesan yang ditangkap informan dari iklan Zalora melalui directmarketing antara lain adalah: sangat efektif dan praktis karena tanpa harusbertatap muka dapat bertransaksi langsung dan mudah, kemudian juga6tampilan web yang menarik membuat mereka ingin berbelanja. Mereka yangpada awalnya tidak tertarik, lama kelamaan menjadi tertarik karena iklanterus menerus muncul ketika mereka sedang membuka facebook, google,maupun twitter.2.1.3. Sales PromotionSales promotion merupakan bentuk persuasi langsung melaluipenggunaan berbagai insentif, umumnya berjangka pendek, yang dapatdiatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera ataumeningkatkan jumlah barang yang dibeli konsumen atau pedagang (kupon,undian, diskon, kontes). Sales promotion ditemukan oleh informan pertama,kedua, ketiga, keempat dan kelima. Jadi semua informan telah menemuisales promotion Zalora.co.id.Adapun bentuk dari sales promotion yang mereka temui adalah berupakupon pemberian teman, dari atasannya, dari voucher belanja, denganjumlah yang bervariasi dari Rp 50.000; Rp 100.000 hingga Rp 200.000.Informan yang telah menjadi member kemudian juga diberikan voucherlewat email setiap bulannya. Pesan yang ditangkap dari iklan melalui salespromotion ini adalah diskon yang besar membuat konsumen untuk “terikat”pada Zalora dan mereka menjadi semakin tertarik untuk berbelanja diZalora.co.id dengan iming-iming diskon yang besar tersebut.2.2. Deskripsi Struktural GabunganDalam menyusun deksripsi struktural, peneliti menggunakan langkahberupa interpretasi terhadap penyataan-pernyataan orisinil dari subjekpenelitian tentang pengalaman komunikasi berbelanja di Zalora co.id danpenerimaan komunikasi pemasaran yang diterimanya.Sedangkan ditinjau dari penerimaan komunikasi pemasaran informanpenelitian, dapat dikatakan bahwa pesan yang disampaikan Zalora kepadakonsumennya adalah untuk supaya mereka membeli kembali di Zalora untuksekarang dan kemudian hari atau seterusnya. Maka dapat dikatakan bahwapenerimaan komunikasi pemasaran telah baik dilakukan oleh subjek danpihak Zalora dapat disarankan untuk mempertahankan jenis promosi nyatersebut bahwa lebih sering melakukan bentuk promosi baru melalui saranaatau media baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlahkonsumen di masa mendatang.Berdasarkan pada pesan yang ditangkap kelima informan diketahuibahwa ternyata muncul beberapa tema yang terkait promosi yang dilakukanZalora, yaitu e- shopping behavior, e-excitement dan impulsive buying.Dalam tiga tema tersebut, lima orang informan mendeskripsikan perilaku eshoppingbehavior dimana informan menghabiskan sebagian besarwaktunya berinteraksi dengan internet dan meluangkan waktu khusus untukberinteraksi dengan media promosi dari zalora.co.id, baik langsung kewebsitenya maupun lewat akun sosial media sehingga yang bersangkutanmempertimbangkan untuk belanja. Sedangkan tema e-shopping excitementdi tunjukkan oleh informan kedua, ketiga, keempat dan kelima dimana7keempat informan tersebut menyebutkan bahwa website zalora.co.idmemberikan penawaran menarik dan informasi produk yang lengkapsehingga yang bersangkutan berbelanja. Sedangkan tema impulsive buyingdi tunjukkan oleh informan kedua, ketiga dan kelima dimana yangbersangkutan melakukan pembelian berulang disaat yang bersangkutan tidakmembutuhkan produk yang dibeli karena tergiur diskon dan penawaranzalora.co.idPENUTUPPenelitian ini menggambarkan tentang pengalaman komunikasi danpemahaman penerimaan konsumen terkait pesan komunikasi pemasaran dalamberbelanja di Zalora.co.id. Wawancara mendalam dilakukan kepada limaresponden yang memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian. Ditemukan hal-halyang menarik melalui komunikasi dan pemahaman penerimaan konsumen terkaitpesan komunikasi pemasaran dalam berbelanja di Zalora.co.id. Berdasarkanpenelitian dan analisis temuan penelitian, terdapat beberapa kesimpulan, danimplikasi, baik secara akademis maupun praktis, sebagai berikut:3.1. KesimpulanBerdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan pada bagian sebelumnya,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:1. Pelanggan Zalora.co.id memiliki pengalaman komunikasi berkaitandengan pesan promosi yang berupa media iklan, direct marketing, dansales promotion.2. Iklan Zalora.co.id yang dijumpai oleh informan penelitian ini adalahinforman pertama dan kelima. Mereka menjumpai iklannya di salurantelevisi MNC TV, dan majalah Gogirl/dresscode. Menurut informantersebut iklannya sangat menarik dan terutama karena gambarnyamenarik diperankan oleh model yang dianggap representatif daneksklusif serta adanya diskon yang dipromosikan secara gencar. Pesanyang ditangkap informan dari iklan yang dilakukan pihak Zalora adalahbahwa konsumen maupun calon konsumen didorong dan diajak untukberbelanja dan berbelanja lagi terus sehingga mereka bisa “menggaet”banyak konsumen untuk membeli berbagai produk yang ditawarkanZalora.3. Direct marketing yang ditemui adalah pada informan pertama, kedua,ketiga , keempat dan kelima. Direct marketing yang ditemukan antaralain di Twitter , Portal Online dan SEO, kolom Google Ads, Facebookads. Paling sering ditemukan adalah di Facebook ads dan promoTwitter. Pesan yang ditangkap informan dari iklan Zalora melalui directmarketing antara lain adalah: sangat efektif dan praktis karena tanpaharus bertatap muka dapat bertransaksi langsung dan mudah, kemudian8juga tampilan web yang menarik membuat mereka ingin berbelanja.Mereka yang pada awalnya tidak tertarik, lama kelamaan menjaditertarik karena iklan terus menerus muncul ketika mereka sedangmembuka facebook, google, maupun twitter.4. Sales promotion ditemukan oleh informan pertama, kedua, ketiga,keempat dan kelima. Jadi semua informan telah menemui salespromotion Zalora.co.id. Pesan yang ditangkap dari iklan melalui salespromotion ini adalah diskon yang besar membuat konsumen untuk“terikat” pada Zalora dan mereka menjadi semakin tertarik untukberbelanja di Zalora.co.id dengan iming-iming diskon yang besartersebut.5. Persepsi konsumen terkait pesan komunikasi pemasaran dalamberbelanja di Zalora.co.id selama ini adalah baik mengingat konsumenselalu merasa puas dengan harga dan kualitas produk yang ditawarkanpihak Zalora. Selain itu mereka memahami adanya proses belanja yangpraktis serta kemudahan dalam pembayaran, serta yang paling menarikmereka adalah diskon dan gratis ongkos pengiriman, sehingga dengandemikian dapat dikatakan bahwa pihak Zalora telah sukses dalammenyampaikan kepada konsumen berbagai keunggulannyadibandingkan dengan pesaingnya.6. Berdasarkan pada pesan yang ditangkap kelima informan diketahuibahwa ternyata muncul beberapa tema yang terkait promosi yangdilakukan Zalora, yaitu mengarah kepada e-shopping behavior,excitement. dan impulsive buying. Jadi dapat dikatakan bahwa karenainforman merupakan heavy internet user yang aktivitasnya sebagianbesar menggunakan internet sehari-harinya maka menimbulkan perilakupembelian konsumen secara e-commerce. Selain itu juga karena fotoyang menarik dan bagus di iklannya, Zalora membuat konsumennyaterkesan atau terkesima untuk membeli dan hal ini mengarah kepada eshoppingexcitement. Jadi karena konsumen merasa terkesan baikdengan iklan yang dilakukan Zalora, maka mereka memutuskan untukmembeli produk dari Zalora. Kemudian ada informan yang melakukanimpulsive buying karena pada awalnya tidak merencanakan untukmembeli produk Zalora tetapi karena tertarik dengan iklan yangdilakukan Zalora misalnya pada foto yang menarik, iklan dengan katakata“menjanjikan” hal ini mendorong mereka untuk membeli produkZalora.3.2. SaranSedangkan saran yang dapat dikemukakan pada penelitian ini antaralain adalah sebagai berikut:1. Sebaiknya pihak Zalora dapat mempertahankan promosi melaluikomunikasi yang selama ini telah berhasil menarik di benakkonsumennya, dengan lebih menitikberatkan bentuk promosiyang menjadi pengalaman komunikasi di penelitian ini, atara lain: Iklan, direct marketing dan sales promotion92. Pada penelitian di masa mendatang diharapkan tema tema yangkeluar dalam penelitian ini seperti e-shopping behavior,excitement. dan impulsive buying bisa menjadi variable perilakuterkait dengan studi marketing komunikasi10Daftar PustakaAllen, C., Kania, D., and Yaeckel, B. (2001). One-to-One Web Marketing: build arelationship marketing strategy one customer at a time. New York:WIleyComputer Publishing.Azmil, F. (2013). 9 E-Commerce Yang Sedang Berjaya di Indonesia. Available onhttp://www.merdeka.com/teknologi/9-e-commerce-yang-sedang-berjayadi-indonesia.html diunduh pada 27 Mei 2013.Baum, Steven K. (1999). The Glossary: Cn-Cz.. Glossary of Oceanography andthe Related Geosciences with References. Texas A&M University.Bogdan, R.C. &Biklen S.K. (1982).Qualitative Research for Education : An.Introduction to Theory and Methode.Boston : Allyn and Bacon, Inc.C’elik, Hakan. (2010). Influence of social norms, perceived playfulness and onlineshopping anxiety on customers’ adoption of online retail shopping Anempirical study in the Turkish context.Childers, T. L., Carr, C.L., Peck, J., and Carson, S. (2001). Hedonic andUtilitarian Motivation for Online Retail Shopping Behavior. School ofManagement, University of Kentucky.Constantinides. (2004). Influencing the online consumer’s behavior: the Webexperience.Danaher, P.J. dan J.R.Rossiter. (2009). Comparing perceptions of marketingcommunication channels. European Journal of MarketingVol. 45 No. 1/2,2011pp. 6-42.Darmiyati, Zuchdi. (1997). Pembentukan Sikap . Yogyakarta: LPKM IKIP.Dawson dan Kim. (2009). External and internal trigger cues of impulse buyingonline, Direct Marketing: An International Journal, Vol. 2. No 3.Delafrooz. (2010). Students’ Online Shopping Behavior: An Empirical Study.Dennis, C. , Bill Merrilees, Chanaka Jayawardhena, Len Tiu Wright. (2008). Econsumerbehaviour. European Journal of MarketingVol. 43 No. 9/10,2009, pp. 1121-11.Dennis et al. (2010). The Influences of Social e-Shopping in Enhancing YoungWomen’s Online Shopping Behaviour.11Fajar, A. (2012). E-commerce Harus Siapkan Banyak Komponen ValueChain,http://swa.co.id/business-strategy/marketing/e-commerce-harussiapkan-banyak-komponen-value-chain diunduh pada 3 Mei 2013.Farag, S. (2005). E-Shopping and its Relationship with In-store Shopping:Empirical Evidence from the Netherlands and the USA.Hirschman dan Holbrook (1982). Channels of distribution), social influencethrough reference groups, perceived risk.Jayawardhena, C. dan L.T. Wright. (2008). An empirical investigation into eshoppingexcitement: antecedents and effects. European Journal ofMarketingVol. 43 No. 9/10, 2009, pp. 1171-1187.Johnson, (1986). Research report: the role of behavioral modelling in computerskills acquisition toward refinement of the model, Information SystemsResearch, Vol. 11 No. 4, pp. 402-17.Kacen dan Lee, (2002). Applying the E-Commerce on Online ConsumerBehavior, Information Systems Research, Volume forthcoming.Kartika, B. (2012). Survei Global Soroti Kebutuhan Konsumen Asia pada ECommercehttp://www.chip.co.id/news/startupspress_release/4439/survei_global_soroti_kebutuhan_konsumen_asia_pada_e-commerce.Kotler, Philip. (1984). Manajemen Pemasaran. Prenhalindo; Jakarta.Koufaris, M. dan W.H. Sosa (2002). Customer Trust Online: Examining the RoleOfthe Experience With the Web Site.Department of Statistics & ComputerInformation SystemsZicklin School of Business, Baruch College.Kuswarno, E. 2005. Metode penelitian Komunikasi. Bandung: RemajaRosdakarya.Liao and Cheung. (2000). Internet-based e-shopping and consumer attitudes: anempirical study.Moleong. (2005). Metodologi Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: PT RemajaRosdakarya.Muhadjir, Noeng. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: RakeSarasin.12Owen, R. dan P. Humphrey. (2008).The structure of online marketingcommunication channels. Journal of Management and Marketing ResearchPark, (2006). Applying the Technology Acceptance Model and Flow Theory toOnline Consumer Behavior, Information Systems Research.Rahayu, E. M. (2012). 4 Tren yang Harus Diperhatikan Pelaku ECommercehttp://tekno.kompas.com/read/2012/03/07/14270272/4 diunduhpada 2 Mei 2013.Rahayu, E. M. (2012). 4 Tren yang Harus Diperhatikan Pelaku ECommercehttp://tekno.kompas.com/read/2012/03/07/14270272/4 diunduhpada 2 Mei 2013.Rinaldi, D. (2013). Mengapa Brand Besar Harus Masuk E-Commerce?. Availableon http://swa.co.id/technology/mengapa-brand-besar-harus-masuk-ecommercediunduh pada 1 Mei 2013.Ruben dan Stewart.(2006). Communication and Human Behavior. United States:Allyn.Sawers, P. (2013). Tengelmann continues its Rocket Internet interest, this timeinvesting $26m in Asian Zappos clone Zalora available onhttp://thenextweb.com/insider/2013/03/12/tengelmann-continues-itsrocket-internet-interest-this-time-investing-26m-in-asian-zappos-clonezalora/diunduh pada 27 Mei 2013.Scissors, J.Z. dan R. B. Baron, (2010). Advertising, Media Planning. SevenEdition. McGraw Hill.Tuten, A. (2008). Personality determinants of online shopping: Explainingonline purchase intentions using a hierarchical approach.Van Manen, M. (1997). Phenomenological pedagogy and the question ofmeaning.Phenomenology & education discourse (pp. 41-68).Johannesburg,South Africa: Heinemann.Wakefield dan Baker. (1998). Creation of Favorable User Perceptions. MISQuarterly, Volume 23, Number 2.Wenats, A.E. dkk. 2002. Integrated Marketing Communications, KomunikasiPemasaran di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
THE CONSTRUCTION OF MEN MASCULINE BODY Budyati, Laily Eros; M.Si, Hapsari Dwiningtyas; ., Nuriyatul laililaya; ., Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.036 KB)

Abstract

The mass media often show about the social construction of masculine and feminine developed in the society become a reality. The mass media including magazines usually use discourses which relate to the body construction to maintain the values of the masculine and feminine. Men's Health Indonesia magazine seems to use sport and health discourse that is used to form the construction of men masculine body. The purpose of this study is to reveal how the men masculine body is constructed by the sport and health discourse in the Men's Health Indonesia magazine and reveal marginalized group. This study use a qualitative approach with Roland Barthes’ semiotic analysis through the staggered system of denotation and connotation. This research is supported by the Hegemonic Masculinity Theory by Robert William Connell and Disciplining Body Theory by Michel Foucault.. The results of this study indicate that the Men's Health Indonesia magazine still maintain masculinity value. Men's Health Indonesia magazine constructs men masculine body as mesomorph. Mesomorphic shape is one that is athletic and muscular with wide shoulders and chest which taper to a comparatively narrower waist, they often have a powerful posture as well. Masculinity values also relate to the modification of the men body through tattoos, masculine appearance, modification of men body building through exercise fitness, heterosexual and active position in the romantic relationship, and this ideal and healthy body can be shaped by a balanced diet and nutrition. Men masculine body is disciplined by the discourse of sport and health so this discourse becomes a truth, normality, and considered to be the knowledge that is predominantly used to control the men body in order to become a docile body and eliminate the knowledge that is not deemed the standards of an ideal and healthy body. Masculinity in the magazine tend to follow hegemonic masculinity that puts the dominant position of men and women's subordination. Besides women, hegemonic masculinity also marginalized certain groups of men who can not fulfill the ideal criteria.
ADAPTASI KOMUNIKASI ANTARA STRANGER DAN HOST CULTURE DI KOTA SEMARANG Elvina Ghozali; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.655 KB)

Abstract

This study aims to describe the communication strategy carried out by ethnic Papuans to be able to interact with the host culture in Semarang. The method used in this research is a qualitative type with a phenomenology approach. This research is supported by co-cultural theory and minority group theory. The informants in this study consisted of five ethnic Papuan individuals who were conducting studies in the city of Semarang. The adaptation process that occurs between ethnic Papuan individuals and the host culture shows that there are conflicts in the form of differences in cultural values, prejudices, and superior vs. inferior positions among them. In this research, we can found several strategies used by each individual to be able to communicate with host culture, as a way for them to adapt in a new cultural environment. These informants applied several strategies such as opening themselves up, and socializing well. In addition, they also have learned the local language, changed their intonation, speaking style, and paid attention to non-verbal communication to be able to interact with the host culture. Communication that runs in depth and sustainably is also achieved by searching for host culture favorite topics, as well as mixing regional languages into the conversation. Differences in understanding culture also make ethnic Papuan individuals clarify, share stories and experiences about life in Papua, and ask for help from third party. These strategies are carried out by informants who aim to achieve accommodation, namely trying to get the host culture to accept their existence in the new environment. As a conclusion, it can be concluded that the application of a good strategy will create good communication, and can create a successful intercultural adaptation process.

Page 67 of 157 | Total Record : 1563