cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Faktor Psikodemografis dan Rasa Tanggung Jawab terhadap Kualitas Komunikasi Keluarga Rachmitasari, Irine; Lestari, Sri Budi; Purbaningrum, Dwi; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.699 KB)

Abstract

Komunikasi antar anggota keluarga sangat penting untuk menciptakan keharmonisanhubungan antar anggota keluarga. Agar tercipta komunikasi yang berkualitas banyak faktorfaktoryang mempengaruhinya antara lain faktor psikografis, faktor demografis, rasatanggung jawab seseorang dalam keluarga. Tujuan peneilitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh faktor psikodemografis dan tanggung jawab terhadap kualitas komunikasi keluarga.Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket tertutup atau kuesioner. Teknikanalisis data yang digunakan dalam peneltiian ini adalah menggunakan uji chi-squaremenggunakan bantuan SPSS tipe 21.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor psikografis berpengaruh signifikanterhadap kualitas komunikasi keluarga. Faktor demografis berpengaruh signifikan terhadapkualitas komunikasi keluarga. Rasa tanggung jawab berpengaruh signifikan terhadap kualitaskomunikasi keluarga. Secara bersama-sama ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikanterhadap kualitas komunikasi keluarga dengan nilai dari uji chi-square 34,352 dengansignifikan 0,000.
Komparasi Hubungan Terpaan Iklan di Berbagai Media Terhadap Minat Beli Produk Vivo Smartphone Abiyyu Febi Diwangkoro; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.289 KB)

Abstract

Today producers are beginning to use social media as the field product promotion them. From various media like television, newspapers, youtube, facebook, instagram, youtube.Vivo is one of the brands which when it appears often in the media. With advertising expenditure reached rp462,4 billion have been very intents explain excellence vivo to consumers. Thus should vivo is one of a smartphone owns the most attractive to in indonesia. But the intensity of the movement vivo in advertising their products it does make vivo become a smartphone most attractive to in indonesia. The purpose of this study is to find the relationship between double-digit vivo advertising in the media interest in buying products with a smartphone. Vivo The theory used in this research is a theory a response cognitive. This is quantitative research research covered with type eksplanatori.Researchers used the technique of non probability the sampling method of to the total number of samples from 100 people with the 18-30 age of years in the city of semarang that has been exposed to advertising exposure vivo smartphone. Based on the hypothesis test conducted using kendall' s know correlation, analysis it shows that there is a relationship it on each variable. The highest correlation value is the exposure of television ads by 0.532, and advertising through the newspaper of exposure 0.622, and advertising exposure through facebook with niali of 0.525.The higher the exposure to ads, vivo the higher the interest of the people buying towards. vivo products and vice versaWith the results suggested to vivo to create ads with a variety of of messages create ads with various of messages according to the desired, segmentation in order to reach the consumer segmentation in order to have interest in buying products. smartphone vivo
Hubungan Antara Terpaan Tweet Iklan pada Akun Twitter @infotembalang dan Brand Awareness @CalzoneUp dengan Minat Beli Masyarakat Sofi Kumala Fatma; Tandiyo Pradekso; Djoko Setiabudi
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.007 KB)

Abstract

NAMA : SOFI KUMALA FATMANIM : D2C009113JUDUL : HUBUNGAN ANTARA TERPAAN TWEET IKLAN PADAAKUN TWITTER @INFOTEMBALANG DAN BRANDAWARENESS @CALZONEUP DENGAN MINAT BELIMASYARAKATABSTRAKPemanfaatan media sosial khususnya Twitter saat ini bukan hanya sebagai saranaberkomunikasi, melainkan juga sebagai media untuk keperluan pemasaran.@infotembalang di sini merupakan salah satu dari sekian banyak akun Twitteryang banyak dilirik brand lokal, yang digunakan untuk menawarkan produkmereka. Salah satu brand lokal yang menggunakan jasa @infotembalang yaitu@CalzoneUp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tweetiklan pada akun Twitter @infotembalang dan brand awareness @CalzoneUpdengan minat beli masyarakat.Adapun variabel yang diteliti adalah terpaan tweet iklan sebagai variabelindependen (X), brand awareness sebagai variabel intervening (Z) dan minat belisebagai variabel dependen (Y). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaituTeori Advertising Exposure dan Hierarchy of Effect Model. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif(eksplanatory), dimana data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Data primer diperoleh melalui survei dengan menggunakan kuesioner yangdisebarkan kepada 100 responden dengan teknik random sampling. Untukmenjawab permasalahan yang terdapat dalam perumusan masalah, penelitian inimenggunakan Uji Korelasi Rank Kendall sebagai teknik analisis data.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa banyak responden mendapatterpaan rendah dan tidak mengetahui tentang brand @CalzoneUp. Kurangnyapemanfaatan “jam publik” diduga menjadi penyebab mengapa respondenmendapat terpaan rendah dan tidak mengetahui tentang brand. Meskipundemikian, responden memiliki minat beli yang tinggi terhadap brand. Hal inididuga dipengaruhi oleh faktor lain di luar terpaan tweet iklan yang tidak dapatdijelaskan dalam penelitian ini. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapathubungan yang positif antara terpaan tweet iklan dengan brand awareness. Begitupula dengan hubungan antara brand awareness dengan minat beli, terdapathubungan yang positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi terpaantweet iklan maka brand awareness akan semakin tinggi, dan semakin tinggi brandawareness maka minat beli pun akan semakin tinggi.Kata kunci: twitter, media sosial, terpaan tweet iklan, brand awareness, minatbeli.NAMA : SOFI KUMALA FATMANIM : D2C009113JUDUL : THE CORRELATIONS BETWEEN ADVERTISINGTWEET EXPOSURE ON @INFOTEMBALANG TWITTERACCOUNT AND @CALZONEUP’S BRAND AWARENESSWITH PUBLIC BUYING INTERESTABSTRACTThe use of social media especially Twitter today is not only for communication,but it is also used as a medium for marketing purposes. @infotembalang is one ofmany Twitter accounts that local brand ogled as a medium that can be used tooffer their products. One of those local brands is @CalzoneUp. The purposes ofthis study are to determine the correlations between advertising tweet exposure on@infotembalang Twitter account and @CalzoneUp’s brand awareness with publicbuying interest.The variables are advertising tweet exposure as an independent variable (X),brand awareness as intervening variable (Z), and buying interest as the dependentvariable (Y). The theories used in this study are Advertising Exposure Theory andHierarchy of Effect Model. This study uses quantitative method with explanatoryresearch, that uses primary and secondary data. Primary data is obtained by asurvey using questionnaire that is distributed to 100 respondents by probabilityrandom sampling. To answer the issues contained in the statement of the problemin this study, it uses Rank Kendall Correlations as data analysis technique.Based on this research, it is known that many respondents received lowexposure and did not know about the brand of @CalzoneUp. The lack of the useof "public hours" is suspected to be the cause why the respondent gets lowexposure and do not know about the brand. Nonetheless, respondents have highbuying interest towards the brand. They presume it is influenced by other factorsoutside advertising tweets exposure that can not be explained in this study. Theresults of correlation test showed that there is a positive relationship betweenadvertising tweets exposure with brand awareness. Similarly, the relationshipbetween brand awareness with buying interest, a positive relationship exists. Itcan be concluded that the higher of advertising tweet exposure, the brandawareness will be higher, and the higher the brand awareness, then buying interestwill be higher.Keywords: twitter, social media, advertising tweet exposure, brand awareness,buying interestPENDAHULUANSosial media merupakan media online yang awalnya berfungsi untukmembuat penggunanya dapat saling berbagi informasi. Di ranah media baru,terdapat beberapa situs social media yang kontennya diciptakan dandidistribusikan melalui interaksi sosial. Sosial media bisa diterjemahkan menjadikomunikasi dari banyak orang ke banyak orang sejak penggunanya jugamerupakan sumber konten informasi (Straubhaar, LaRose, Davenport, 2012: 20).Seiring berjalannya waktu, sosial media juga turut serta berperan dalampemasaran produk. Sosial media yang saat ini sedang banyak digunakan untukaktivitas pemasaran yaitu twitter. Berdasarkan data pada Tahun 2012 lalu(http://semiocast.com/publications/2012_07_30_Twitter_reaches_half_a_billion_accounts_140m_in_the_US), Indonesia menjadi negara ke-5 dengan jumalahpengguna twitter terbanyak, di bawah US, Brazil, Jepang, dan Inggris.Melihat keadaan tersebut tentunya Twitter menjadi sosial media yangpotensial untuk mengembangkan pemasaran produk. Di Indonesia, beberapabrand besar yang telah menggunakan Twitter sebagai salah satu media promosiyaitu Nutrisari (@NutrisariID), Acer (@acerID), dan XL (@XL123). Tak hanyabrand besar, bahkan usaha yang baru berkembang pun dapat menjadi besar karenakeberadaan Twitter, seperti yang terjadi pada bisnis camilan keripik pedas, Maicih(@infomaicih). Meskipun telah menggunakan twitter sebagai media promosi dankomunikasi kepada konsumen, beberapa brand juga menggunakan fasilitas tweetberbayar menggunakan akun-akun yang dianggap sebagi influencer atau buzzer.Tweet berbayar atau dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan paid to tweetmerupakan suatu istilah bagi tweet yang mengandung konten promosi suatu merektertentu.Salah satu akun twitter yang menjadi influencer di Semarang yaitu@infotembalang. Akun ini memiliki followers 15.655 (17 Juli 2013), memilikifokus untuk menyebarkan informasi yang secara khusus berkaitan dengan daerahTembalang serta secara umum berkaitan dengan Kota Semarang. Selain memilikiakun di twitter, @infotembalang juga hadir dalam bentuk web yaituwww.infotembalang.co serta majalah yang terbit setiap bulan dan dibagikansecara gratis. Informasi yang disebarkan oleh @infotembalang yaitu mulai darilalu lintas, event, cuaca, hingga pertanyaan-pertanyaan acak dari followers-nyayang ada di sekitaran Tembalang.Lokasi Tembalang yang dikenal sebagai kawasan kampus membuatsekitaran Tembalang banyak muncul usaha-usaha baru yang sedang berkembang.Hal inilah yang kemudian juga dimanfaatkan oleh @infotembalang. Melalui akuntwitternya, @infotembalang, menginformasikan kepada followers-nya tentangtempat-tempat yang ada di Tembalang, di antaranya cafe, boutique, counterhandphone, bahkan hingga berbagai info kos, kotrakan, dan lowongan kerja yangada di Tembalang.Setiap harinya @infotembalang memberikan tweet promo/iklan untuksekitar 2-3 produk. Tweet ini menyangkut tentang menu, lokasi produk, sertapromo-promo terbaru yang diberikan oleh produk tersebut. Tentunya terpaantweet promo melalui akun @infotembalang akan berhubungan pada pengetahuanfollowers-nya terhadap produk yang diiklankan. Pengetahuan ini mencakup dalambrand awareness yaitu kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali ataumengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produktertentu (Rangkuti, 2004:39). Brand awareness merupakan bentuk palingsederhana dari pengetahuan akan suatu merek yang merupakan kesadarankonsumen akan suatu merk. kemampuan ini menyangkut bagaimana dariseseorang yang merupakan calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali(recognize) suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk. Brandawareness merupakan ukuran eksistensi merek dibenak pelanggan yangmencakup brand recognition (merek yang pernah diketahui pelanggan, brandrecall (merk yang diingat pelanggan untuk suatu kategori produk tertentu), top ofmind (merk pertama yang disebut pelanggan terhadap suatu kategori produktertentu, hingga dominant brand (satu-satunya merk yang diingat pelanggan)(Aaker, 1991:61).Sebagai kawasan kampus yang padat dengan mahasiswa, usaha rumahmakan menjadi usaha yang dominan di Tembalang. Segala menu tersedia, mulaidari menu Indonesia, oriental, hingga menu western. Melihat banyaknya usahatempat makan, tentunya penting bagi pengusaha untuk meningkatkan pengetahuanpelanggannya tentang produknya. Brand awareness yang tinggi akan berpengaruhkepada minat beli bahkan kepada pembelian karena pembeli cenderung akanmembeli produk dengan merk yang telah dikenalnya (Durianto, Sugiarto, &Sitinjak, 2004: 54).Adanya terpaan tweet iklan melalui @infotembalang ditambah denganbrand awareness yang dimiliki seseorang, tentunya akan mengarah padapembelian. Sebelum proses pembelian ini terlaksana, terlebih dulu timbulkeinginan dari dalam diri seseorang untuk membeli suatu produk yang disebutdengan minat beli. Minat beli adalah keinginan seseorang untuk membeli terhadapsuatu produk timbul karena adanya dasar kepercayaan terhadap produk yangdiiringi dengan kemampuan untuk membeli produk. Selain itu, minat beliterhadap suatu produk juga dapat terjadi dengan adanya pengaruh dari orang lainyang dipercaya oleh calon konsumen. Minat beli juga dapat timbul apabilaseorang konsumen merasa sangat tertarik terhadap berbagai informasi seputarproduk yang diperoleh melalui iklan, pengalaman orang yang telahmenggunakannya, dan kebutuhan yang mendesak terhadap suatu produk(Simamora, 2001:106).Penelitian ini menggunakan teori Advertising Exposure (Aaker, Batra &Myers, 1996:48), dimana apabila audiens terkena terpaan iklan maka akanmenciptakan perasaan dan sikap tertentu terhadap merek yang kemudianmenggerakkannya untuk membeli produk. Teori ini menunjukkan proses yangterjadi setelah konsumen mengalami terpaan iklan. Proses yang terjadi adalahpertama, terpaan iklan akan menciptakan brand awareness dalam benak audiensyang membuat konsumen merasa familiar. Kedua, audiens akan mendapatkaninformasi mengenai keuntungan, sifat atau atribut dari merk. Ketiga, melaluipenggunaan berbagai eksekusi, iklan dapat menciptakan image terhadap merek,yang disebut brand personality. Keempat, iklan akan menghasilkan perasaankepada audiens untuk mengasosiakan sesuatu terhadap merk (brand asosiation).Kelima, iklan dapat menciptakan kesan bahwa merek disukai oleh reference groupaudiens. Kelima proses ini dapat menciptakan perasaan sesuatu atau sikapterhadap brand yang menggerakkan konsumen untuk membeli produk. Namuntidak berarti kelima tahapan harus terpenuhi terlebih dahulu hingga akhirnyatimbul minat beli atau pembelian. Artinya audiens bisa mempunyai minat beliatau melakukan pembelian hanya dengan melewati tahapan pertama saja tanpaharus berlanjut ke tahap selanjutnya.Teori Advertising Exposure ini didukung dengan Model Hierarchy OfEffect (Belch and Belch, 2007:157) yang menyatakan bahwa terdapat beberapatahapan mental pada konsumen setelah terkena terpaan iklan suatu produk,sampai pada saat ia memutuskan untuk membeli produk tersebut. Hierarchy ofeffect model menjelaskan bagaimana cara kerja iklan. Dengan mengasumsikanbahwa konsumen melewati serangkaian langkah secara berurutan dari kesadaranawal dari suatu produk atau jasa dalam proses pembelian. Sebuah premis dasarmodel ini adalah bahwa efek iklan terjadi selama periode tertentu. Iklan tidakdapat mempengaruhi pembelian secara langsung melainkan melalui serangkaianefek yang harus terjadi terlebih dahulu. Setiap tahapan harus dipenuhi sebelumkonsumen dapat berpindah pada tahapan berikutnya dalam hirarki (Belch &Belch, 2007:156).Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian eksplanatif dengan metode survey,dimana metode ini berusaha untuk mengevaluasi hubungan dua atau lebihvariabel. Populasi yang digunakan yaitu followers dari akun @infotembalang.Sedangkan sampel yang digunakan adalah random sampling, menggunkan tekniksimple random sample, dan dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkatkesalahan sebesar 10%, jumlah sampel sebesar 100 responden. Validitasdilakukan dengan mengkonsulkan teori yang digunakan dan instrumen kepadapara ahli, jika menggunakan spss dapat melalui correlated item – totalcorrelation, sedangkan untuk reabilitas menggunakan uji coba kepada 30responden dan menggunakan uji crocobanch alfa. Teknik analisis datamenggunakan Koefisien Korelasi Rank Kendall. Pertama yaitu menguji tingkathubungan antara terpaan tweet iklan (X) dengan brand awareness. Selanjutnyayaitu menguji tingkat hubungan antara brand awareness dengan minat beli.ISIPada terpaan tweet iklan diukur dengan menggunakan frekuensi danpengetahun audiens terhadap tweet tentang @CalzoneUp yang dilakukan oleh@infotembalang. Audiens yang sungguh-sungguh tentunya memberikan perhatianyang lebih besar, selain itu auidens juga memberikan pemikiran dan perasaanyang lebih seksama terhadap isi pesan sehingga memungkinkan pengaruh terpaanlebih mendalam sedangkan orang yang menonton dengan frekuensi yang lebihtinggi tetapi tidak memiliki kesungguhan tentu saja akan memberi pengaruh yangberbeda pula.Temuan di lapangan, hanya 5% responden yang mendapat terpaan tinggi.Ditambah lagi dengan intensitas responden dalam mengakses twitter yangtergolong rendah, yaitu paling banyak responden hanya 1 – 3 jam setiap harinya.Sedangkan @infotembalang sendiri melakukan tweet selama lebih dari 10 jamsetiap hari. Tentu saja hal ini dapat menjadi penyebab utama mengapa banyakresponden yang tidak melihat tweet tentang @CalzoneUp di akun@infotembalang. Jam tayang tweet iklan tentang @CalzoneUp juga turut berperankarena meskipun tayang pada sekitar jam makan siang, belum tentu pada waktutersebut banyak followers @infotembalang yang melihat tweet iklan tersebut.Kelebihan Twitter sebagai media sosial yang real time justru menjadi kelemahankarena timeline yang cepat bergerak (berubah) sehingga membuat tweet dari@infotembalang “tertumpuk” oleh puluhan atau bahkan ratusan tweet dari akunlain.Sebagai brand baru, tujuan utama @CalzoneUp beriklan di @infotembalangadalah untuk meningkatkan brand awareness di kalangan calon konsumennya.Namun sayangnya upaya @CalzoneUp untuk meningkatkan brand awareness-nyabelum dapat terwujud. Karena berdasarkan penelitian ini hanya 13% dari 100responden yang memiliki brand awareness tinggi terhadap @CalzoneUp. Dimana responden menyebutkan @CalzoneUp sebagai kedai makan yangmenyediakan menu western nomor satu yang ada dalam benak mereka. Tentunyabrand awareness yang rendah terhadap @CalzoneUp dapat dipengaruhi olehbanyak hal. Salah satunya yaitu karena sedikit responden yang mendapat terpaanyang tinggi tentang @CalzoneUp. Persaingan yang ketat dengan beberapa brandyang telah lebih dulu ada juga turut mempengaruhi rendahnya brand awareness@CalzoneUp. Keunikan menunya, calzone, belum cukup memberikan pengaruhpada brand awareness @CalzoneUp.Pada penelitian yang dilakukan oleh Carol Chapman ( Brand Awareness:It’s All A Twitter, 2012) (Bab I hal 12) membahas bagaimana meningkatkanbrand awareness melalui Twitter, salah satu langkahnya yaitu dengan melihat jam“publik” (waktu aktif followers). Hal ini yang nampaknya belum dilakukan secaraoptimal oleh @infotembalang ketika mempromokan @CalzoneUp. Sehinggahanya sedikit followers yang pada akhirnya melihat tweet tentang @CalzoneUpdan brand awareness yang besar pun belum tercapai.Meskipun demikian, terdapat hubungan yang positif di antara keduanya.Sehingga semakin tinggi terpaan tweet iklan pada @infotembalang akan semakinbesar pula brand awareness @CalzoneUp. Di mana berdasarkan pada TeoriAdvertising Exposure (Bab 1, hal 18) brand awareness merupakan hal yangpertama kali ditimbulkan oleh terpaan iklan. Sehingga sudah seharusnya jikaterpaan tweet iklan mempunyai hubungan yang positif dengan brand awareness.Tanpa hubungan yang positif, terpaan iklan tidak akan dapat menggerakkanaudiens untuk membeli produk (sebagai dampak akhir dari terpaan iklan).Hubungan yang positif juga ditujukkan oleh brand awareness dengan minatbeli. Meskipun memiliki terpaan dan brand awareness yang rendah, respondenjustru memiliki minat beli yang tinggi pada @CalzoneUp. Ada banyakkemungkinan mengapa minat beli tinggi padahal terpaan dan brand awarenessnyarendah. Pengaruh dari teman atau lingkungan sekitar yang telah lebih dahulumengetahui @CalzoneUp dapat menjadi salah satu penyebab mengapa minat belipada @CalzoneUp tinggi. Faktor word of mouth (WOM) juga dapat menjadifaktor mengapa hal tersebut bisa terjadi.Minat beli yang tinggi juga dapat dipengaruhi oleh keinginan respondenuntuk mencoba kedai makan baru yang menyediakan menu western. Apalagi@CalzoneUp merupakan brand yang tidak menyediakan produk mewah yangmembutuhkan pemikiaran mendalam untuk sekedar mencoba membelinya.Meskipun demikian, perlu ditegaskan kembali bahwa minat beli hanya untukmeramalkan tentang pembelian, bukan besarnya pembelian yang terjadi. Sehinggawalaupun memiliki minat beli yang tinggi, belum tentu pembelian juga akantinggi. Bisa saja proses yang menuju ke pembelian terhenti hanya pada minat saja.Dengan melihat hubungan yang positif antara brand awareness dan minatbeli, maka penelitian ini dapat membuktikan Hierarchy of Effect Model (Bab 1,hal 19). Di mana setelah konsumen aware terhadap brand atau mengalami brandawareness maka akan timbul rasa suka yang memicu seseorang untuk mencaritahu lebih dalam tentang suatu merk atau menimbulkan minat beli dalam dirikonsumen. Apabila tidak terjadi hubungan yang positif pada hubungan duavariabel tersebut, maka dapat dipastikan tahapan yang terjadi dalam benakkonsumen setelah melihat terpaan iklan belum terpenuhi secara sempurna. Karenateori ini menjelaskan bahwa terdapat serangkaian efek yang muncul secarabertahap setelah seseorang melihat iklan, di mana setiap tahapan harus terpenuhisebelum seseorang berpindah pada tahapan selanjutnya.PENUTUPKesimpulan dari hasil pembagian kuesioner yang dilakukan didapatkan hasilsebagai berikut:1. Berdasarkan uji korelasi, terdapat hubungan yang positif pada terpaan tweetiklan dengan brand awareness. Maka semakin tinggi terpaan tweet iklan,brand awareness pun akan semakin tinggi.2. Pada uji korelasi untuk variabel brand awareness dan minat beli juga terdapathubungan yang positif. Sehingga semakin tinggi brand awareness makasemakin tinggi pula minat beli.Sedangkan saran ditujukan kepada brand dan penelitian selanjutnya, berupa:1. Melihat banyaknya responden yang mendapat terpaan rendah dan tidak tahutentang @CalzoneUp, seharusnya @CalzoneUp dapat memanfaatkan timingiklan pada @infotembalang secara lebih efektif. Misalnya dengan memintapenayangan tweet iklan pada waktu aktif followers @infotembalang mengaksesTwitter, tidak hanya asal tweet tayang.2. Pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan minat beli @CalzoneUp,hendaknya dapat dilakukan dengan melihat faktor – faktor lain yangberhubungan, pada terpaan tweet iklan dan brand awareness, misalnya faktorlingkungan, demografis responden, word of mouth, dll. Di samping itu,penelitian juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pengembilansampel yang berbeda.DAFTAR PUSTAKABukuAaker, David A. (1991). Managing Brand Equity. New York: The Free Press.Aaker, David A., Rajeev Batra, & John G. Myers. (1996). AdvertisingManagement (4th Ed). New Delhi: Prentice Hall.Belch, G.E., & M.A. Belch. (2007). Advertising and Promotion: An IntegratedMarketing Communications Perspective (8th Ed.). New York, United Statesof America: McGraw-Hill.Dell, Hawkins, Roger J. Best & Kenneth A. Coney. (2000). Consumer BehaviorBuilding Marketing Strategi (8th Ed.). New Jersey: McGraw-Hill.Durianto, Darmadi, Sugiarto, Tony Sitinjak. (2004). Strategi MengakhlukanPasar: Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia.Handayani, Desy, dkk. (2010). Brand Operation. Jakarta: Esensi.Horton, Raymond L. (1984). Buying Behavior a Decision Making Approach.Ohio: Charles E Merril Publishing Company.Howard, John A. (1994). Buyer Behavior in Markting Strategy. New Jersey:Prentice Hall.Jefkins, Frank. (1996). Periklanan. Jakarta: Erlangga.Kasali, Rhenald. (2007). Menajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti.Keller, Kevin Lane. (2003). Strategic Brand Management: Building, Measuring,And Managing Brand Equity (2nd Ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hal.Kotler, P. & K.L. Keller. (2007). Manajemen Pemasaran (12th Ed. Jilid 2).Jakarta: PT. Indeks.Rangkuti, Freddy. (2004). The Power of Brands. Jakarta: PT Gramedia pustakautama.Rossiter, John R. dan Larry Percy. (1997). Advertising and PromotionManagement. New York: McGraw-Hill.Schiffman, Leon G., Leslie Lazar Kanuk. (2004). Consumer Behavior (8th Ed.).New Jersey: Prentice Hall.Shimp. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Terpadu.Jakarta: Erlangga.Simamora, Bilson. (2001). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: GramediaPustaka Utama.Singarimbun, Masri & Sofian Effendi. (1995). Metode Penelitian dan Survey.Jakarta: LP3ES.Staubhaar, Joseph, Robert LaRose & Lucida Davenport. (2012). Media Now:Understanding Media, Culture, and Technology (7th Ed.). MA: WadsworthCengage Learning.Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:Alfabeta.Sugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.Wells, William, John Burnet, Sandra Moriarty. (2000). Advertising Principles andPractice. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc.Websitehttp://id.wikipedia.org/wiki/Twitterhttp://semiocast.com/publications/2012_07_30_Twitter_reaches_half_a_billion_accounts_140m_in_the_UShttps://twitter.com/infotembalangJurnalAdil, Athira Setira. 2012. Skripsi: Pengaruh Tweet Iklan Melalui Akun Twitter@Infobdg Terhadap Minat Beli Masyarakat Kota Bandung Tahun 2012.Institut Manajemen Telkom.Chapman, Carol. 2012. Brand Awareness: It’s All a ‘Twitter’. The BrandAscension GroupErdogmus, Irem Eren, & Mesut Cicek. 2012. The Impact of Social MediaMarketing on Brand Loyalty. Yaiova UniversityLi, Yung-Ming &, Ya-Lin Shiu. 2010. A Diffusion Mechanism for SocialAdvertising Over Microblogs. National Chiao Tung UniversityMackenzie, Josiah. (2011). A Hotel’s Guide to Twitter. @ReviewPro
Pengaruh Intensitas Komunikasi Peer Group, Motivasi dan Intensitas Bermain terhadap Perilaku Adiktif Bermain Video Game Online Clash Of Clans (COC) Monalisa Sima Sebayang; Nurist Surayya Ulfa S,Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.372 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas komunikasi peer group terhadap perilaku adiktif bermain video game. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat dan itensitas bermain terhadap perilaku adiktif bermain video game online Clash Of Clans (COC). Penulis menggunakan Structural Model of Media Use Theory untuk menjelaskan pengaruh intensitas komunikasi peer group, motivasi dan intensitas bermain terhadap perilaku adiktif bermain video game online Clash Of Clans (COC). Populasi penelitian ini adalah khalayak telah berumur 13 tahun keatas yang memainkan game COC dan sampel yang diambil sebanyak 100 orang, dengan teknik snowball sampling. Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel intensitas komunikasi peer group terhadap variabel perilaku adiktif diperoleh nilai t = 2,858 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Pengaruh variabel motivasi terhadap perilaku adiktif diperoleh nilai t = 3,741 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Pengaruh intensitas bermain terhadap perilaku adiktif diperoleh nilai t = 2,934 dengan signifikansi 0,004 (p < 0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variable independen secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel dependen. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel intensitas komunikasi peer group. Hal itu berati bahwa semakin tinggi intensitas komunikasi peer group maka semakin tinggi pula perilaku adiktif bermain video game online Clash of Clans (COC).
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN OPPO SMARTPHONE DAN INTENSITAS WORD OF MOUTH DENGAN MINAT BELI PRODUK OPPO Muhammad Sahil; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.005 KB)

Abstract

Active smartphone users in Indonesia from year to year have always experienced a significant increase. Oppo costs an advertisement of 461 billion rupiah for ad spending. But according to data from IDC in terms of Oppo sales only able to rank third. Besides advertising, word of mouth communication also has a role in a decision that will be taken by consumers. Because if information about the product is discussed continuously from consumers with one another, it can cause a feeling of attitude towards a product. This study aims to determine the relationship between Oppo smartphone advertising and the intensity of word of mouth with interest in buying Oppo products, using non-probability sampling technique with a total sample of 50 respondents from the city of Semarang with the age requirement of respondents, 18-25 years old, knowing Oppo ads smartphone and Oppo product information. The results of this study there is a relationship between exposure to advertising and buying interest, using the advertising exposure theory as evidenced by the analysis of Kendall’s Tau-b produces a significance number of 0,000 or stated to be very significant and a correlation value of 0.526. This study also found that there was a correlation between the intensity of word of mouth and the interest in buying products. The relationship of these two variables uses the theory of the buyer information environment, namely by analyzing the Kendall’s Tau-b correlation to produce a significance value of 0,000 or significant and the correlation coefficient of 0,499, which means there is a relationship between these variables.
Pengelolaan Kegiatan Community Relations untuk Penguatan Brand Positioning Telkomsel di Kalangan Remaja Sekolah Menengah Atas kota Semarang Ikhwan, Hendrianto Noor; Naryoso, Agus; Rahmiaji, Lintang Ratri; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.221 KB)

Abstract

Telkomsel merupakan operator selular terbesar di Indonesia, dengan jumlah pengguna mencapai 131,5 juta pada akhir tahun 2013. Dalam perkembangannya, industri operator selular memiliki persaingan bisnis yang ketat. Segmen remaja merupakan market potensial yang diperebutkan oleh berbagai operator selular. Sehingga dibutuhkan pendekatan pada remaja melalui kegiatan community relations yang baik dan sesuai dengan remaja agar terbentuk brand positioning perusahaan yang kuat.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan strategis kegiatan community relations Telkomsel untuk penguatan brand positioningdi kalangan remaja SMA. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam (indept Interview) dengan beberapa orang atau narasumber yang memiliki wewenang dalam melaksanakan kegiatan community relations PT Telkomsel.Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan strategis yang dilakukan Telkomsel divisi Youth and Community dalam mengelola kegiatan community relations untuk penguatan brand positioning di kalangan remaja SMA di kota Semarang melalui tahapan analisis, penyusunan tujuan, identifikasi dan segmentasi sasaran, perumusan pesan, strategi, taktik, ketepatan waktu, sumberdaya, evaluasi dan review. Dengan fokus strategi dan taktik yang digunakan adalah pendekatan event/group yang ditunjukkan melalui berbagai macam kegiatan dan sponsorship untuk segmen remaja.Perusahaan harus menjaga konsistensi pendekatan-pendekatan yang dilakukan pada segmen remaja agar terbentuk brand positioning Telkomsel yang baik dan tidak hanya bersifat sementara. Sehingga hubungan baik antara perusahaan dan komunitas selalu terjaga.Kata kunci : Community Relations, Perencanaan Strategis, Brand Positioning.
The Tendency of the News on Kompas and Republika Newspaper about Basuki Tjahaja Purnama Nomination as Governor of Jakarta at 2017 Election Sriadi Lintang Kusumadewi; Primada Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.032 KB)

Abstract

At the Jakarta governor election in 2017, racial issues was predicted to be a topic that will following Basuki Tjahaja Purnama in his candidacy for governor. That issue can not be separated from the role of the mass media to influence public opinion. Due to the influence, media are required to always objective in conveying information to the public. This research is descriptive research with quantitative content analysis method. The purpose of this study was to determine the tendency of the news in two national newspapers, namely, Kompas and Republika regarding nomination Tjahaja Basuki Purnama as Jakarta governor in the elections in 2017. This can be seen in the presentation of news, news direction, and factuality balance in their news reporting. Researchers make coding sheet from two coders the results are used to calculate reliability. Judging from the content categories of news, from the results of the analysis unit, the tendency of news about the nomination Basuki Purnama Tjahaja in Kompas daily more neutral, whereas the negative trend in the Republika daily news about Tjahaja Basuki Purnama. By results of different test by using chi square formula no significant difference between both media, it is because the number of samples studied is not too much and both these media has the same characteristics.
PENGARUH DAYA TARIK IKLAN SENSODYNE TERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNE Avianto Aryo Wicaksono; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSINama : Avianto Aryo W.NIM : D2C006014Judul : PENGARUH DAYA TARIK IKLAN SENSODYNE TERHADAP MINATPEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNEPenelitian ini dilatarbelakangi dari rasa ingin tahu penulis terhadap sejauhmana dayatarik iklan iklan pasta gigi sensodyne yang ditayangkan di televisi mampu mempengaruhiminat pembelian konsumen terhadap produk pasta gigi sensodyne. Mengingat, masihrendahnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan gigi sensitif dan munculnya kompetitoryang juga bersaing dalam pasar gigi sensitif.Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Kota Semarang,berusia 20 tahun keatas, dan pernah melihat tayangan iklan Sensodyne. Tipe yang dipakaidalam penelitian ini adalah eksplanatori, yaitu tipe penelitian yang menjelaskan hubungankausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.Tekhnik pengambilan sampleyang digunakan adalah teknik accidental sampling, dengan jumlah sample sebesar 40responden. Penelitian menggunakan metode wawancara dengan instrument penelitian berupakuesioner untuk pengambilan data.Berdasarkan hasil penelitian dari jumlah sample yang telah ditentukan, didapatkanbahwa daya tarik iklan Sensodyne di televisi tidak memiliki dampak atau pengaruh terhadapminat pembelian produk pasta gigi Sensodyne. Hal tersebut terlihat ketika daya tarik iklansangat menarik, tidak ada responden yang berminat membeli pasta gigi Sensodyne. Ketikadaya tarik iklan menarik, pengelompokan responden terbanyak pada minat pembeliankonsumen yang rendah (52,63%). Ketika daya tarik iklan cukup menarik, pengelompokanresponden terbanyak ada pada minat pembelian konsumen sangat rendah (68,75%). Ketikadaya tarik iklan tidak menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minatpembelian yang juga sangat rendah (100%).Berdasarkan hasil penelitian, Sensodyne sebaiknya lebih melakukan pengembanganstrategi kreatif dalam periklanan, kemudian perlu juga ada pengembangan dari sisi strategimedia untuk meningkatkan awareness khalayak untuk memperkuat positioning Sensodyne,dan mengadakan event yang mengedukasi masyarakat tentang segala hal terkait penanganangigi sensitif.ABSTRACTNama : Avianto Aryo W.NIM : D2C006014Judul : INFLUENCE ATTRACTIONS SENSODYNE TOOTHPASTE AD AGAINSTINTERESTS PURCHASE PRODUCT SENSODYNE TOOTHPASTEThe research is motivated out of curiosity how far the author of the ad appealSensodyne toothpaste ad that aired on television can influence consumer buying interest onSensodyne toothpaste products. Whereas, the low public awareness of the problem ofsensitive teeth and the emergence of competitors who also compete in sensitive teeth.The population in this study is that people who live in the city of Semarang, aged 20years and over, and never saw Sensodyne advertising impressions. The type used in this studyis explanatory, that is the type of research that explains the causal relationship between thevariables through testing hipotesis.Teknik sampling used was accidental sampling technique,with a sample size of 40 respondents. Study using interviews with a research instrument inthe form of a questionnaire for data collection.Based on the findings of a predetermined number of samples, it was found that theappeal of Sensodyne ad on television have no impact or effect on the interest in the purchaseSensodyne toothpaste products. It is seen as very attractive advertising appeal, no respondentswere interested in buying Sensodyne toothpaste. When the appeal of attractiveadvertisements, grouping respondents on most consumer purchases of low interest (52.63%).When the advertising appeal is quite interesting, most respondents groupings exist in verylow interest consumer purchases (68.75%). When the appeal of advertising is not interesting,most existing clustering respondents on purchases interest is also very low (100%).Based on research results, we recommend Sensodyne more to develop a creativestrategy in advertising, then there should also be the development of the media strategy toraise public awareness to strengthen the positioning of Sensodyne, and hold events to educatethe public on all matters related to the handling of sensitive teeth.Nam : Avianto Aryo W.Nim : D2C006014Dosen Pembimbing : Dr. Turnomo RahardjoBAB IPENDAHULUANLatar Belakangperiklanan dirancang untuk mempromosikan atau mengkomunikasikan suatu pesan,baik pesan mengenai suatu produk, kegunaan, maupun informasi penting lainnya, dariperusahaan atau produsen kepada khalayak. Melalui pesan iklan ini diharapkan akan adarespon dari khalayak. Untuk mengoptimalkan penyampaian respon yang diharapkankhalayak, Pesan iklan harus dibuat sekreatif mungkin dalam mengkomunikasikan produkyang ditawarkan agar khalayak dapat mengerti, berminat, dan membeli produk yangditawarkan produsen. Oleh karena itulah diperlukan daya tarik iklan untuk calon konsumen.Daya tarik iklan sangat penting karena akan meningkatkan keberhasilan komunikasi dengankhalayak.Sensodyne dalam beriklan selalu konsisten menggunakan daya tarik pesan iklan yangmelibatkan kesaksian endorser. Dalam iklannya saat ini Sensodyne melibatkan endorserseorang yang dianggap ahli dalam persoalan gigi, yaitu drg.Ariandes Veddytarro yangmemberi kesaksian atau testimoni mengenai penyebab gigi sensitif dan bagaimana caramengatasinya dibarengi dengan visual untuk mendukung penjelasannya. Dengan daya tarikini diharapkan attention khalayak akan tergugah dengan keseluruhan iklan tersebut dan dapatmenimbulkan minat yang akhirnya dapat menggunakan produk pasta gigi sensodyne.Iklan merupakan salah satu bentuk promosi dalam komunikasi pemasaran, dimanamembutuhkan media untuk mengkomunikasikan produk yang akan diiklankann. Saat inibanyak perusahaan yang mengiklankan produknya melalui berbagai media, baik cetakmaupun elektronik. Salah satunya adalah melalui media televisi. Media ini dipilih karenaselain media ini sering digunakan di Indonesia, juga dalam waktu relatif singkat pesan dapatsampai khalayaknya dalam jumlah besarRumusan MasalahSensodyne bukanlah brand satu-satunya dalam pasar gigi sensitif. Terdapatkompetitor lain yang ikut dalam persaingan psata gigi sensitif, yaitu Pepsodent SensitiveExpert. Pasta gigi ini juga cukup gencar melakukan periklanan di televisi dengan berbagaidaya tarik pesannya sendiri. Dalam hal ini Sensodyne mencoba untuk tetap konsisten sejaktahun 2006 menggunakan daya tarik pesan dengan strategi gaya pesan bukti kesaksian(Testimonial Evidence) dimana sensodyne mengandalkan seorang ahli dalam menjelaskanpersoalan gigi dan menawarkan solusinya dengan menggunakan pasta gigi Sensodyne.Ditambah juga dari hasil studi GlaxoSmithKline yang menunjukkan bahwa tingkatkesadaran masyarakat terhadap masalah gigi sensitif masih tergolong rendah dimana 52%pasien dengan gigi sensitif tidak berkonsultasi ke dokter gigi dan 75% pasien gigi sensitiftersebut belum pernah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif atau hanyamenggunakannya secara tidak teratur.Seperti diketahui televisi merupakan salah satu bentuk dari media massa, dimanamedia ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lainnya, yaitu bersifataudiovisual. Oleh karena itulah peneliti tertarik untuk mengetahui apakah apakah daya tarikpesan iklan pasta gigi sensodyne di televisi mempengaruhi minat konsumen dalam membeliproduk pasta gigi sensodyne.Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana daya tarik pesan iklan pasta gigiSensodyne mempengaruhi minat pembelian Produk Pasta Gigi Sensodyne.Kerangka TeoriTeori penghubung dalam penelitian ini menggunakan teori Model AIDA (Attention,Interest, Desire, Action)(Kotler, 2002: 633).Komunikasi persuasif didahului dengan upaya menarik perhatian khalayak(Attention). Apabila perhatian khalayak berhasil didapatkan, maka upaya selanjutnya adalahmenumbuhkan ketertarikan (Interest) terhadap produk yang dikenalkan melalui periklanan,sehingga timbul rasa ingin tahu secara lebih rinci dalam diri konsumen untuk mengikutipesan-pesan yang disampaikan. Tahap selanjutnya akan menimbulkan hasrat (Desire) untukmenggerakan keinginan atau minat beli khalayak untuk memiliki atau menikmati produk.Dan pada akhirnya konsumen segera dapat melakukan suatu tindakan pembelian terhadapusaha pemasaran yang dilakukan (Action).HipotesisBerdasarkan uraian daiatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin menarik dayatarik iklan pasta gigi sensodyne di televisi maka semakin tinggi pula minat beli konsumenterhadap pasta gigi sensodyneMetodologi Penelitian- Tipe Penelitian : Explanatory research, penelitian yang berusaha menjelaskanhubungan sebab akibat (kausal) antara variabel penelitian melalui pengujian hipotesisyang telah dirumuskan sebelumnya. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti adalahantara Daya tarik iklan pasta gigi sesodyne di televisi (X) dengan minat pembelianproduk pasta gigi sensodyne (Y).- Populasi sasaran : Masyarakat yang ada di Kota Semarang, berusia 20 tahun keatas,pernah melihat tayangan iklan Sensodyne.- Teknik sample: accidental sampling.- Sample: 40 sample.- Analisis Data: Tabulasi silangHasil PenelitianPENGARUH DAYA TARIK IKLAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNETERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI SENSODYNE-Tabulasi Silang-Hubungan Daya Tarik Iklan Produk Pasta Gigi Sensodyne dengan Minat PembelianProduk Pasta Gigi SensodyneDaya TarikIklan (X)Minat Pembelian (Y)TOTALSangatTinggiTinggi RendahSangatRendahSangatMenarik0 0 0 0 0Menarik 01(5,26%)10(52,63%)8(42,10%)19(100%)CukupMenarik0 05(31,25)11(68,75%)16(100%)TidakMenarik0 0 05(100%)5(100%)TOTA L 40Analisa Tabulasi SilangDari hasil tabel tabulasi silang di atas diketahui bahwa tidak terdapat penagruh antara dayatarik iklan pasta gigi sensodyne terhadap minat pembelian produk pasta gigi sensodyne. Halini menunjukan bahwwa penelitian yang dilakukan ini tidak terbukti atau negatif.Hal tersebut terlihat pada tabulasi silang dimana pada baris kedua, ketika daya tarikiklan menarik, pengelompokan responden terbanyak pada minat pembelian konsumen yangrendah, dengan perincian persentase sebesar 52,63%. Kemudian pada baris ketiga, ketikadaua tarik iklan cukup menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minatpembelian konsumen sangat rendah, yaitu sebesar 68,75%. Pada baris keempat, ketika dayatarik iklan tidak menarik, pengelompokan responden terbanyak ada pada minat pembelianyang juga sangat rendah, yaitu sebesar 100%. Secara keseluruhan tabulasi silang tersebutmenggambarkan bahwa seberapapun daya tarik iklan pasta gigi sensodyne, minat pembelianproduk pasta gigi sensodyne tetap berada pada tingkat yang sangat rendah. Sehingga dapatdisimpulkan daya tarik iklan tidak mempengaruhi minat pembelian produk pasta ggisensodyne.Dalam penelitian ini terlihat bahwa daya tarik iklan tidak berbanding lurus denganminta pembembelian yang masih sangat rendah bagi konsumen. Hal ini bisa disebabkan jugamateri iklan yang kurang variatif dan kreatif. Dari awal peluncurannya sampai saat ini,produsen tetap mempertahankan gaya iklan kesaksian, tanpa adanya perubahan ataupenambahan materi iklan dan juga intensitas penayangan iklan yang masih minim, terbuktidari sebagian besar responden masih jarang melihat tayangan iklan sensodyne di mediatelevisi.PenutupBerdasarkan dari hasil temuan penelitian diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagaiberikut:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya tarik iklan pasta gigi sensodyne tidakmemberikan dampak atau pengaruh pada minat pembelian konsumen terhadap produkpasta gigi sensodyne.2. Strategi komunikasi atau strategi kreatif dalam bentuk periklanan yang dilakukanprodusen sensodyne belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini terlihat dari hasilpenelitian, yaitu walaupun iklan sensodyne masuk dalam kategori menarik namun minatpembelian konsumen terhadap produk sensodyne masih sangat rendah.SaranSetelah melakukan analisis dan kesimpulan, peneliti mengajukan beberapa saran kepadapihak-pihak yang terkait, antara lain:1. Berdasarkan dari tabulasi silang, daya tarik iklan belum mampu menggugah minatPembelian konsumen. Oleh karena itu sebaiknya sensodyne lebih melakukanpengembangan strategi kreatif dalam periklanan, seperti mungkin menambahkanendorser lainnya berupa kesaksian dari masyarakat yang telah menggunkan sensodyneatau mencoba menambahkan unsur musik dalam iklannya.2. Selain melakukan pengembangan strategi kreatif, sebaiknya juga ada pengembangandalam strategi media. Jadi sensodyne tidak hanya difokuskan melakukan kegiatanberiklan pada media televisi, melainkan juga pada media massa lainnya, seperti mediacetak atau media online. Hal ini dilakukan untuk terus menigkatkan awareness khalayakuntuk memperkuat positioning sensodyne dibanding kompetitornya agar ketikamasyarakat bersinggungan dengan persoalan gigi sensitif, akan ada peluang lebih besarkhalayak akan segera memilih sensodyne sebagai pemecah masalah persoalan mereka.3. Selain melakukan kegiatan promosi melalui periklanan, ada baiknya sensodyne jugamelakukan kegiatan-kegiatan yang langsung bersinggungan dengan khalayak, sepertimengadakan event atau acara-acara yang isinya mengedukasi masyarakat tentang segalahal terkait persoalan gigi sensitif dan juga cara menanganinya.DAFTAR PUSTAKADAFTAR BUKU Suyanto, M. (2007). Markting Strategi Top Brand Indonesia. Yogyakarta:CV. Andi Offset Suhandang, Kustadi. (2010). Periklanan Manajemen, Kiat dan Strategi.Bandung: Nuansa Morissan. (2010). Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu Jakarta:Prenada Media Group Rakhmat, Jalaludin. (2009). Psikologi Komunikasi. Bandung:PT Remaja Rosdakarya Shimp, A Terence. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan KomunikasiPemasaran terpadu. Jakarta: Erlangga Widyatama, Rendra. (2009). Pengantar Periklanan. Yogyakarta:Pustaka Book Publisher Kasali, Rhenald. (1995). Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya diIndonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti Peter, J. Paul and Jerry C. Olson. (1999). Consumer Behavior: PerilakuKonsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Engel, James F., Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (2000). PerilakuKonsumen. Jakarta: Binarupa Aksara Kottler, Philip. (2002). Marketing Manajemen. Jilid-1, Edisi Milenium. Jakarta:PT. Prenhallindo Kottler, Philip. (2002). Marketing Manajemen. Jilid-2, Edisi Milenium. Jakarta:PT. Prenhallindo Bungin, Burhan. (2005). Metodologi penelitian kuantitatif kopmunikasi, ekonomi,dan kebijakan publik, serta ilmu-ilmu lainnya. Jakarta: Prenada MediaINTERNET: http://www.antaranews.com/view/?i=1236663288&c=PRW&s= (Diunduh padatanggal 4 Oktober 2012 pukul 14.00) http://www.108csr.com/home/news.php?id=12574 (Diunduh pada tanggal 5oktober 2012 pukul 16.00) .http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/397493/44/ (Diunduhpada tanggal 5 oktober pukul 19.00) http://sensodyne.co.id/gigi_sensitive.html (Diunduh pada tanggal 14 Desember2012 pukul 15.00 WIB) -http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=4437 (Diunduhpada tanggal 14 Desember pukul 17.00) http://www.beritasurabaya.net/index_sub.php?category=9&id=7672&tags=Kesadaran--Merawat-Gigi-Sensitif-Masih-Rendah (Diunduh pada tanggal 15 Desemberpukul 09.00) file:///D:/LowKer%20Lowongan%20GlaxoSmithKline%20Indonesia%20Januari%202012.htm (Diunduh pada tanggal 15 Desember pukul 13.00)
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK RUJUKAN, KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PILIHAN PEKERJAAN. Apriani, Desi; Lestari, Sri Budi; Purbaningrum, Dwi; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.804 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami perkembangan yang bermakna didalam hidupnya, termasuk dalam mengambil sebuah keputusan. Dalam pengambilan keputusan tersebut diperlukan faktor psikologis untuk mewujudkannya, salah satuya ialah faktor konsep diri. Selain konsep diri, pengambilan keputusan dapat dilakukan karena adanya pertimbangan atau masukan dari kelompok luar seperti keluarga, teman, dan lingkungan sosial dimana tempat ia tinggal. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltiian ini adalah menggunakan uji korelasi menggunakan bantuan SPSS versi 17. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara intensitas komunikasi dengan kelompok rujukan terhadap pengambilan keputusan pilihan pekerjaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,21 dan hubungan antara konsep diri dengan pengambilan keputusan pilihan pekerjaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,66.
Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan dalam Menyampaikan Pidato pada Mahasiswa Peserta Kuliah Public Speaking Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Yuliani Khoirun Nisaa; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.573 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan hal yang sering sekali terjadi diberbagai tempat. Kecemasan juga dapat terjadi pada siapapun. Salah satu contoh kecemasan yang sering kita temui adalah kecemasan berbicara didepan umum khususnya pada saat menyampaikan pidato. Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dituntut untuk dapat menyampaikan materi dengan baik pada saat berpidato, hal ini dibuktikan dengan adanya mata kuliah Public Speaking yang wajib untuk diambil oleh mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, tetapi masih belum seluruhnya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dapat menyampaikan pidato dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya 36% mahasiswa yang mendapatkan nilai tidak maksimal di kelaspublic speaking.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecemasan pada saat menyampaikan pidato, dengan populasi sebanyak 98 mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2015 dengan menggunakan teknik total sampling dan dengan alat dan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, menggunakan uji analisis faktor, menunjukan bahwa : pertama, dari 22 faktor penyebab kecemasan yang ada, sudah direduksi menjadi 5 faktor dengan total nilai varians sebanyak 69,266%, dimana diartikan bahwa 5 faktor tersebut dapat menjelaskan ke 22 faktor lainnya sebanyak 69,266%. Kedua, kelima faktor tersebut yakni : Faktor 1 terdiri dari variabel : waktu siang, waktu pagi, waktu sore, dan presentasi indoor. Faktor 2 terdiri dari variabel : pikiran buruk, yakin dengan diri, gangguan alat, pengalaman buruk masa lalu, kurang percaya diri, kurang pengalaman, dan presentasi outdoor. Faktor 3 terdiri dari variabel : kurang berdiskusi dengan ahli, takut dievaluasi, kesadaran menjadi pusat perhatian, dan jumlah audiens.Faktor 4 terdiri dari variabel : kurang persiapan, kurang penguasaan topik, perbedaan umur, dan kesehatan buruk. Faktor 5 terdiri dari variabel : perbedaan agama, perbedaan suku, dan kurangnya kedekatan dengan audiens. Kesimpulan dari penelitian ini, dari 22 faktor yang ada, dapat dijelaskan bahwa faktor terbesar yang menjadi penyebab responden mengalami kecemasan adalah faktor kurangnya kepercayaan diri, dan faktor terkecil yang menjadi penyebab responden mengalami kecemasan adalah faktor presentasi di siang hari. Saran dari peneliti adalah pihak pengajar melakukan pelatihan dan memberikan kiat-kiat untuk menaiki tingkat kepercayaan diri mahasiswa.

Page 95 of 157 | Total Record : 1563