cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Optimalisasi Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan Kapal Angkut Tank 7900 DWT Ayuni Kusumadwitya; Imam Pujo Mulyatno; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan baru Kapal Angkut Tank 7900 DWT mengalami keterlambatan selama 22 hari yang disebabkan oleh keterlambatan material pada bagian machinery part, sehingga perlu dilakukan analisis optimalisasi waktu dan biaya. Variabel bebasnya adalah waktu dan biaya, sedangkan variabel tetapnya yaitu volume pekerjaan. Data penelitian ini berasal dari building schedule yang bertujuan untuk mendapatkan lintasan kritis, crash cost, crash duration, cost slope, dan durasi serta biaya optimal setelah dipercepat. Percepatan dilakukan menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) yaitu mendapatkan lintasan kritis sehingga durasi berkurang dari durasi normal 152 hari menjadi 130 hari karena terjadi crashing selama 22 hari yaitu 14,5%. Optimalisasi biaya dari biaya normal Rp. 40.456.609.000,00, setelah dipercepat biaya bertambah menjadi Rp. 40.494.107.629,00 sebesar 0,09%, sedangkan jika mengalami keterlambatan 22 hari maka biaya bertambah menjadi Rp. 41.346.654.398,00 karena dikenakan denda sebesar Rp. 890.045.398,00 yaitu 2,2%.
Penjadwalan Proyek Reparasi Kapal Tugboat Selat Legundi II – 206 Dengan Metode Time Cost Trade-Off (TCTO) dan Project Evaluation And Review Technique (PERT) Muhammad Fawwaz Karim Amrullah; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri proyek perawatan kapal masih sering terjadi keterlambatan seperti pada kapal tugboat Selat Legundi II - 206. Untuk mencegah hal tersebut, perlu dilakukan penerapan percepatan terhadap proyek. Metode yang dapat digunakan untuk melakukan crashing project yaitu Time Cost Trade-Off dan Project Evaluation and Review Technique. Penyelesaian metode ini dapat digunakan dengan menambahkan alternatif tertentu. Alternatif yang digunakan pada penelitian ini yaitu penambahan jam kerja dan tenaga kerja, diterapkan pada reparasi bagian hull kapal tugboat Selat Legundi II - 206. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui percepatan durasi dapat dilakukan dengan penambahan biaya optimum terhadap percepatan tersebut. Dari percepatan tersebut, dapat diketahui probabilitas keberhasilan terhadap percepatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisa, pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis di bagian Hull menghasilkan percepatan waktu lebih efisien sebesar 16% yaitu 4 hari dari durasi normal yang semula 24 hari menjadi 20 hari. Percepatan yang telah dilakukan menghasilkan penambahan biaya sebesar 0,41% yaitu Rp 900.000 dari total biaya pada durasi normal sebesar Rp 213.450.000 menjadi Rp 214.350.000 pada biaya total. Berdasarkan percepatan yang telah dilakukan, diterapkan metode Project Evaluation and Review Technique dan keberhasilan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari sebesar 87,90%.
Studi Manajamen Risiko dengan Metode FTA dan FMEA akibat Keterlambatan Proyek Pembangunan Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara 72 Putri, Henna Dellya Zenitta; Mulyatno, Imam Pujo; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan kapal di salah satu galangan mengalami keterlambatan. Manajemen risiko dilakukan guna mengurangi dampak yang dapat merugikan perusahaan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor peyebab dan probabilitas keterlambatan, risiko yang paling dominan dan menentukan langkah mitigsi yang tepat. Metode Fault Tree Analyasis digunakan untuk mengetahui probabilitas keterlambatan dari hasil risiko yang telah diidentifiksi. Metode Failure Mode and Effect Anlysis digunakan untuk menentukan risiko dominan dari nilai Risk Priority Number.  Hasil analisa FTA didapatkan 2 (dua) faktor utama yang menyebabkan keterlambatan yaitu Proses produksi terhambat dengan probabilitas 0,1043 dan Sistem manajemen kurang optimal dengan probabilitas 0,0228. Sehingga didapatkan probabilitas Top Event (Keterlambatan Proyek Pembangunan Kapal) sebesar 0,1248. Hasil analisa FMEA didapatkan 11 risiko kategori high risk yang menjadi penyebab dominan yaitu Permasalahan pemberian hak karyawan RPN 632, Permasalahan pembayaran pembelian barang RPN 631, Sub kontraktor kurang berkompeten RPN 605, Jumlah peralatan terbatas RPN 570, Peralatan yang tidak dirawat dengaan baik 566, Pemakaian alat  melebihi batas RPN 564, Sub kontraktor belum dibayar RPN 538, Kualitas material kurang baik sehingga dilakukan rebuy RPN 532, Material belum ada dipasaran RPN 513, Koreksi gambar oleh BKI RPN 510, dan Koreksi interior oleh OS RPN 507 Berdasarkan hasil observasi dan diskusi yang telah dilakukan bersama dengan dengan Kepala Divisi Perencanaan dan Teknik, Kepala Divisi Komersil, Kepala Proyek dan Kepala Bagian terkait didapatkan urutan risiko beserta langkah mitigasi yang diperlukan berupa rekomendasi perbaikan untuk risiko kategori high risk. Sebagaimana dapat dilihat pada tabel 12.
Pengaruh Variasi Temperatur PWHT Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Struktur Mikro Aluminium 6061 Pasca Pengelasan MIG Zamzami, Zamzami; Budiarto, Untung; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis aluminium yang sering digunakan dalam konstruksi kapal. Pada saat pasca pengelasan logam terdapat tegangan-tegangan sisa di daerah sekitar heat affected zone (HAZ). Post Weld Heat Treatment merupakan metode yang digunakan untuk mengurangi tegangan sisa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan tarik, impak, struktur mikro aluminium 6061 pengelasan MIG variasi temperatur PWHT. Nilai kekuatan tarik dan regangan tarik paling tinggi didapat dari spesimen dengan PWHT 450°C  yaitu sebesar 212 Mpa dan 12.7%. Nilai modulus elastisitas paling tinggi didapat dari spesimen tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 124.8 Gpa.  Nilai kekuatan impak paling tinggi didapat dari spesimen dengan perlakuan panas 550°C sebesar 0,078 J/mm². Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari spesimen tanpa perlakuan panas. Untuk nilai regangan tarik paling rendah didapat dari spesimen tanpa PWHT. Nilai kekuatan tarik dan modulus elastisitas paling rendah didapat dari spesimen PWHT 550°C. Perubahan struktur mikro pada spesimen yang diberikan heat treatment memiliki kerapatan struktur yang lebih rapat dibandingkan spesimen yang tidak diberikan heat treatment. Dari hasil  penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan panas dapat meningkatkan kekuatan tarik serta harga impak karena proses perlakuan panas dapat mengurangi tegangan sisa pada spesimen sehingga bisa memperbaiki sifat-sifat mekanik pada spesimen pasca pengelasan MIG
Analisa Shop Level Planning and Scheduling pada Pekerjaan Reparasi Kapal TB. MBS 88 dan BG. MBS 332 dengan Critical Path Method di Galangan Tegal rochim, fatkhu nur; Mulyatno, Imam Pujo; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek reparasi kapal seringkali terjadi dalam proses penyelesaiannya, sehingga diperlukan perencanaan jadwal yang akurat setiap bengkel. Percepatan durasi dengan Shop Level Planning and Schedulling dan Critical Path Method digunakan dalam penjadwalan setiap bengkel untuk mengetahui efektifitas waktu. Jalur kritis digunakan untuk mengetahui percepatan durasi proyek dengan alternatif penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan menggabungkan schedule dari repair list dua kapal secara simultan yang menghasilkan nilai produktivitas pada setiap bengkel. Hasil analisa dengan menggunakan software Microsoft Project didapatkan 19 pekerjaan pada jalur kritis dan dilakukan crashing penambahan jam kerja mengalami percepatan durasi normal proyek dari 32 hari menjadi 27 hari yaitu 5 hari. Sedangkan crashing penambahan tenaga kerja mengalami percepatan durasi normal proyek dari 32 hari menjadi 28 hari yaitu 4 hari. Hasil analisa nilai produktivitas setiap bengkel sebagai berikut: bengkel hull 24,5 m²/mandays, 0,17 unit/mandays, pipe 0,7 m/mandays, deck outfitting 1,22 pcs/mandays, 12,35 kg/mandays, 0,22 unit/mandays, electrical 0,5 unit/mandays, propulsi and rudder 0,13 unit/mandays, tank cleaning and main deck 0,5 tangki/mandays, 0,09 ls/mandays, steel work 17,59 kg/mandays, 0,68 pcs/mandays, 2,22 m/mandays, 0,25 ls/mandays. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan percepatan durasi dengan alternatif penambahan jam kerja lebih efektif 15,63% untuk mengatasi keterlambatan dalam penyelesaian proyek reparasi kapal.
ANALISA KEKUATAN DECK PADA KAPAL LANDING CRAFT TANK (LCT) 1100 DWT AKIBAT PERUBAHAN MUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fajri, Khairul; Mulyanto, Imam Pujo; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi kapal Landing Craft Tank (LCT) yang semula digunakan untuk muatan alat berat berubah fungsi menjadi muatan cangkang sawit harus dilakukan kajian kekuatan pada geladak akibat perubahan pembebanan muatan. Kedua jenis muatan mempunyai kerakteristik pembebanakan yang berbeda, dari pembebanan terpusat pada roda truk menjadi pembebanan merata keseluruh geladak kapal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada kontruksi geladak kapal LCT dan membandingkan hasil tegangan dan defleksi maksimum pada geladak kapal ketika membawa 2 jenis muatan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) dan mengacu kepada aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Penulis melakukan penelitian dengan 5 kondisi pembebanan. Kondisi pertama cangkang sawit dengan total muatan 794,8 ton, kondisi kedua cangkang sawit dengan total muatan 688,9 ton, kondisi ketiga cangkang sawit dengan total muatan 529,9 ton, kondisi keempat 6 truk tambang dengan total muatan 199,2 ton dan yang kelima 4 truk tambang dengan total muatan 132,8 ton. Validasi dilakukan pada model dengan cara membandingkan hasil perhitungan simulasi dengan perhitungan analitis menggunakan teori balok dan didapatkan nilai error sebesar 4,66 %. Bahan material yang digunakan KI-A36 dengan yield 250 MPa, hasil analisa FEM didapatkan tegangan maksimum 186,5 MPa yaitu pada deck longitudinal 8 kanan dan defleksi 14,3 mm, hasil dari penelitian perubahan fungsi kapal LCT telah memenuhi kriteria aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
Analisa Imlementasi ISM Code Pada Kapal Penumpang KMP. Lome 543 GT Rute Telaga Punggur - Sei Selari Pakning Bimantara, Rizky Dwi Ananda; Mulyatno, Imam Pujo; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut KNKT Pelayaran tahun 2019 kecelakaan transportasi 55% disebabkan oleh penerapan ISM Code yang tidak optimal, salah satu kejadian yang pernah terjadi pada KMP. Lome adalah ditemukannya jaring nelayan tersangkut pada propeller dan daun baling-baling kiri patah 4 inchi serta retak 2 inchi, solusi untuk mengurangi hal tersebut perlu dibuat sistem manajemen terpadu di darat dan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan dan pemahaman pada crew terhadap ISM Code. Kajian ini menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA) yang memetakan antara kepentingan dan kinerja yang disebut tingkat kesesuaian dan hasilnya dapat dideskripsikan melalu Diagram Cartesius Kuadran I-IV. Data input berasal dari hasil kuesioner yang diolah dengan bantuan software SPSS. Hasil daril analisis data yang sudah dikumpulkan menunjukkan bahwa masih terdapat aspek yang termasuk pada Kuadran I yang memiliki makna kepentingan tinggi tetapi kinerjanya rendah, yaitu Dokumen yang berlaku serta dokumen yang sudah kedaluwarsa dipisahkan. Aspek tersebut perlu perhatian dan harus dioptimalisasi. Pemahaman crew KMP. Lome terhadap ISM Code menunjukkan 88,8% crew dapat menjawab pertanyaan dengan sempurna dimana angka tersebut termasuk pada kategori baik dan simulasi Latihan keadaan darurat pada kapal KMP. Lome dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan berjalan baik.
Reschedule Reparasi Kapal TB. Pancaran 811 Dan BG. Alika 101 Dengan Shop Level Planning and Scheduling Menggunakan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Iqbal, Muhammad Faiq; Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal diharuskan untuk melakukan perawatan dan perbaikan unutk mempertahankan status layak jalan. Saat melakukan perbaikan sering kali terjadi keterlambatan sehingga membutuhkan suatu Teknik untuk mengelola penjadwalan. Penelitian ini menggunakan metode Critical Chain Project Management (CCPM) dan Shop Level Planning. Tujuan penelitian ini yaitu membuat network diagram jadwal baru, mengetahui durasi total CCPM, mengetahui pengaruh durasi waktu dan pemberian buffer, mengetahui rantai kritis, menghitung nilai produktivitas bengkel pada rantai kritis. Hasil penelitian ini didapatkan 12 rantai kritis dari 35 kegiatan pada network diagram, durasi total waktu yang didapat dengan Critical Chain Project Management yaitu selama 23 hari lebih cepat 10 hari atau 30,3 % dari jadwal sebelumnya 33 hari. Hasil yang didapatkan dari perhitungan project buffer sebesar 13,5 hari, apabila keseluruhan buffer ditambahkan ke waktu pelaksanaan maka waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama dari waktu yang direncanakan. Hasil perhitungan produktivitas bengkel pada jalur kritis yaitu : Sandblasting 134,42 m2 /mandays, Painting 88,10 m2 /mandays, Outfitting 0,22 ls/mandays dan 1,54 unit/mandays, Fabrikasi 16,72 kg/mandays, 0,96 unit/mandays dan 13,3 m/mandays, Testing UT 83,33 titik/mandays, dan Air Test 0,25 ls/mandays. Berdasarkan hal tersebut metode Critical Chain Project Management lebih efektif dan efisien dari jadwal sebelumnya.
Analisis Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan Dan Sturktur Mikro Baja AISI 1045 Setelah Dilakukan Proses Quenching Sebagai Alternatif Gearbox Kapal Perikanan Setiawan, Dendy; Budiarto, Untung; Samuel, S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gearbox ialah sebuah komponen penting di bagian kapal yang sering disebut dengan istilah transisi dengan fungsi memindahkan serta membantu mengubah tenaga motor yang berputar menjadi pemutar spindel mesin dengan gerakan feeding. Material yang dapat digunakan sebagai gearbox kapal adalah baja  AISI 1045. Tujuan quenching pada penelitian ini untuk mengetahui nilai tegangan tarik, puntir, kekerasan dan struktur mikro dari material tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quenching dengan  variasi suhu 650o, dan 850 o. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM E8, pengujian puntir menggunakan standar ASTM E143. Hasil pengujian tersebut mendapatkan hasil bahwa kekuatan tarik paling baik yaitu 2506.63 Mpa pada suhu 850o, kekuatan puntir terbaik yaitu 1148.24 Mpa pada suhu 850 o, dan angka kekerasan terbaik yaitu 505.63 VN pada suhu 850 o. Manfaat dari penelitian ini adalah menjelaskan bahwa proses quenching menunjukkan peningkatan nilai pada suhu 850 dan terjadi penurunan di suhu 650 pada nilai kuat tarik. Perubahan struktur mikro terjadi pada material setelah dilakukan perlakuan. Perubahan tersebut menunjukkna struktu mikor yang merata setelah proses quenching. Analisa FEM terhadap raw material yang dilakukan dapat menghasilkan nilai error dibawah 5%.
Analisa Shop Level Planning Dengan Metode CPM Pada Kapal TB. Equator 06 dan TK SML 3001 Saean, Indra; Kiryanto, Kiryanto; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical Path Method adalah suatu metode yang memanfaatkan adanya jalur kritis untuk mengetahui durasi waktu proyek., pada penelitian ini menggabungkan jadwal dan repair list kapal TB Equator 06 dan TK. SML 3001 secara simultan sehingga diperoleh jalur kritis yang baru. Dilanjutkan dengan analisa shop level planning untuk mendapat produktivitas bengkel. Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan nilai produktivitas bengkel dengan penambahan tenaga kerja dan penambahan waktu, mendapatkan alternatif schedule  baru berbasis critical path method, mendapatkan ulasan percepatan waktu pada alternatif schedule  proyek. Dalam penelitian menunjukan hasil 20 critical path baru di network diagram. setelah dilakukan penjadwalan baru dan memperoleh tiga varian jadwal baru yaitu variasi  A, variasi B, dan variasi C dan dilakukan crashing dengan penambahan tenaga kerja pada proyek, didapatkan percepatan waktu proyek dari durasi awal 73 hari menjadi 50 hari (31%) pada variasi A , 42 hari (42%) pada variasi B dan 30 hari (58%) pada variasi C. Sementara produktivitas bengkel didapatkan nilai terbaik pada variasi penjadwalan C yaitu pada bengkel sandblasting dan scrubbing dengan nilai  202,5 m²/mandays; bengkel sistem propulsi 0,125 unit/mandays; bengkel outfitting 0,0923 unit/mandays; 0,0717 set/mandays; 0,706 pcs/mandays dan bengkel fabrikasi 0,22 unit/manday. Hal ini menunjukkan shop level planning dapat digunakan untuk perhitungan produktivitas kapal secara simultan.