cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Perancangan Kapal Bulk Carrier 23200 Dwt Pada Penyeberangan Gunungsitoli-Tanjung Priok Nelson Cardo Silalahi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nias adalah kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia yang memiliki perkebunan sebagai sub sektor ekonomi yang cukup potensial di Kepulauan Nias. Jenis perkebunan yang terluas adalah karet disusul kelapa dan kakao. kepulauan nias termasuk kategori daerah terpencil dan tertinggal sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap disparitas harga terhadap hasil bumi dan tani kepulauan nias. Oleh karena itu, pemerintah mulai merencanakan program tol laut yang bertujuan mengatasi masalah disparitas harga. penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal curah kering (dry bulk carrier) yang mampu menampung maksimal dari hasil tani di kepulauan Nias. Perencanaan ini difokuskan terhadap besarnya muatan kapal curah (bulk carrier) dan desain kapal yang baik.. Melalui penelitian ini, dengan menggunakan rumus pendekatan kapal pembanding diperoleh ukuran utama kapal bulk carrier, Tipe Bulk Carrier, LOA 157,96m , LPP 152,28m , LWL 152,571, B 27,68m, T 10,07m , H 14,58m, CB 0,74. Menghasilkan total hambatan 447,12 kN pada kecepatan 14,46kn dengan daya motor induk adalah 7350 BHP. Analisis stabilitas menunjukkan stabilitas yang telah sesuai standar karena titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Hasil gambar rencana umum menunjukkan kapal bulk carrier mampu menampung muatan sekitar 23200 ton dengan  LWT dari kapal ini adalah 9155 T.
Pengaruh Perlakuan Zat H2O2, KMnO4, dan NaOH, pada Bahan Komposit Berpenguat Bambu Petung dengan Matriks Resin Epoxy Terhadap Beban Tarik, Tekuk, dan Impak Prasetyo, Emut Andi; Yudo, Hartono; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang industri perkapalan mendorong permintaan kebutuhan bahan konvensional seperti logam, kayu dan bahan sintetis untuk mendapatkan material kontruksi yang baik.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, tekuk, impak dari material komposit serat bambu petung dengan pengaruh penambahan bahan kimia H2O2, KMnO4, dan NaOH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian tarik, tekuk dan impak terhadap material komposit untuk dibandingkan dengan peryaratan yang ditetapkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil yang diperoleh untuk kekuatan tarik laminasi bambu petung yang paling tinggi terdapat pada spesimen dengan penambahan zat kimia H2O2, dengan  kuat tarik rata- rata sebesar 151.30Mpa. Pengujian kekuatan tekuk  yang paling tinggi terdapat pada spesimen dengan penambahan zat kimia H2O2  yaitu sebesar 269.54 Mpa. Nilai pengujian impak juga  berbanding lurus dengan nilai pengujian tarik dimana spesimen dengan penambahan H2O2  memiliki kuat impak tertinggi yaitu sebesar 142.25 kJ/  Komposit berpenguat serat  bambu petung dengan dengan matriks epoxy dapat digunakan sebagai material kulit kapal karena telah memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh BKI.
Studi Perancangan dan Kelaik Lautan Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) untuk Menjaga Kedaulatan Wilayah Laut Natuna Utara Pradana, Eghy Audhi Rachman; Budiarto, Untung; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dengan letak yang stategis dan menjadi salah satu jalur perdagangan dunia. Dengan kekayaan maritim yang dimiliki menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Namun peningkatan eskalasi konflik di kawasan laut Indo-Pasifik menjadi ancaman nyata bagi keamanan wilayah maritim Indonesia terutama laut Natuna Utara. Pembaharuan alutsista maritim terutama kapal patroli lepas Pantai dengan kemampuan jelajah tinggi sangat dibutuhkan. Kapal Offshore Patrol Vessel merupakan kapal perang lepas pantai yang sudah lazim digunakan angkatan laut diberbagai negara namun di Indonesia merupakan kapal jenis baru. Jenis kapal ini memiliki daya jelajah tinggi dan dilengkasi sistem persenjataan sehingga cocok digunakan sebagai ujung tombak dalam mengawasi wilayah maritim Indonesia terutama laut natuna utara. kapal ini di rancang berdasarkan kapal pembanding. Kapal dirancang memiliki LOA 92,06 m, LPP 83,83 m, LWL 88,02 m, B 13,23, H 6,17, T 4,09, dan Daya jelajah 4200 Nautical miles serta memiliki kecepatan maksimal 23 Knot. Kapal ini dianalisa stabilitasnya menggunakan 6 kondisi muatan dan Analisa olah gerak dilakukan dengan mengevaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleration at FP, pitching dan rolling dengan sudut heading 0, 45, 90, 135 dan 90 pada tinggi gelombang 1 m, 2 m dan 3 m. Analisa yang dilakukan memenuhi kriteria-kriteria yang digunakan.
Analisa Penjadwalan Ulang Dan Kurva S Pada Reparasi Kapal OB. Mulia XII Dengan Menggunakan Critical Path Method Hugo, Ignatius; Kiryanto, Kiryanto; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal yang dapat mendukung untuk keberjalanan dan kelancaran suatu kapal ialah pada tahap pemeliharaan kapal tersebut, yang dimana dengan adanya hal tersbut dapat membuat kapal dapat beroperasi dalam kurun waktu yang lama dan tetap dalam kondisi yang baik atau prima. Salah satu proses yang terdapat didalam kegiatan pemeliharaan kapal yaitu reparasi atau perbaikan kapal. Proses pengolahan data atau penelirian dalam analisa reschedule proyek perbaikan serta Kurva S dengan berdasarkan prinsip critical path method di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisa Schedule dengan Microsoft project, Analisa Perhitungan Data, Analisa Planning Schedule, Melakukan penataan perlakuan pada pekerjaan kritis dengan tindakan yang disebut alternatif percepatan,Analisa Kurva S dengan menggunakan software Microsoft Excel Setelah dilakukan perhitungan crashing, maka kemudian dapat terlihat perbedaan lama waktu yang diperlukan atau durasi yang nantinya akan diunakan selama proses kegiatan proyek reparasi berlangsung. Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa crashing yang dilakukan penambahan jam kerja dapat mempersingkat waktu menjadi 28 hari dan waktu yang dihasilkan dari crashing dengan penambahan tenaga kerja menjadi 27 hari. yaitu peningkatan yang signifikan diawal untuk jadwal dengan crashing penambahan jam serta tenaga kerja. Untuk hasil kondisi awal ditemukan total pengeluaran untuk upah pekerja sendiri sebesar Rp148.896.000, dan kemudian untuk total pengeluaran upah pekerja pada jadwal crashing jam kerja sendiri sebesar Rp189.288.000,dan untuk jadwal Crashing tenaga kerja di sendiri sebesar Rp218.064.000
Analisis Pengaruh Material Abrasif Pada Blasting Dengan Variasi Metode Coating Terhadap Prediksi Laju Korosi Dan Daya Rekat Adhesi Anam, Muhammad Aza Syafiul; Manik, Parlindungan; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu material dapat berkurang nilai dan kekuatannya yang diakibatkan dari interaksi antara suatu logam dengan lingkungan yang bersifat korosif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh material abrasive pada blasting dengan variasi metode coating terhadap prediksi laju korosi dan daya rekat adhesi pada baja. Baja ASTM A36 merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam industri kemaritiman dan konstruksi kapal. Penelitian ini menggunakan tiga jenis material abrasive (steel grit, aluminium oxide, dan garnet) untuk membersihkan pemukaan baja sebelum dilapisi dengan empat metode coating (brush, roll, spray, dan powder coating). Pengujian laju korosi dilakukan dengan metode elektrokimia, sementara pengujian daya lekat cat menggunakan metode pull-off test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material abrasive dan metode coating berpengaruh terhadap nilai laju korosi dan daya rekat adhesi. Jenis material abrasive yang paling optimal adalah steel grit dengan nilai rata – rata 0,23959, sedangkan metode coating yang paling optimal yaitu spray pada pengujian laju korosi dengan nilai 0,24349. Pada pengujian adhesi jenis material abrasif steel grit menjadi material abrasif dengan nilai rata – rata tertinggi yaitu 9,8291, sedangkan metode coating dengan nilai rata – rata tertinggi yaitu metode coating spray dengan nilai 9,4656 MPa, tetapi jika dilihat pada grafik metode powder coating terlihat hasil pengujian yang lebih stabil dibandingkan metode lainnya.
Pengaruh Pemberian Media Pendingin Pasca Pengelasan dan Kuat Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk dan Struktur Mikro Pada Sambungan Las Aluminium 5083 dengan Pengelasan TIG (TUNGSTEN INERT GAS) Sinaga, Putra Yonatan Halomoan; Budiarto, Untung; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 merupakan paduan aluminium dan magnesium yang dapat diaplikasikan pada dunia perkapalan. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam aluminium karena memiliki kelebihan pada hasil pengelasannya dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Pemilihan kuat arus listrik dan perlakuan media pendingin pasca pengelasan yang tepat diperlukan untuk menghasilkan sifak mekanik yang bagus. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan media pendingin pasca pengelasan dan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik, kekuatan tekuk, dan struktur mikrografi pada sambungan las aluminium 5083 dengan metode pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Variasi yang digunakan meliputi kuat arus listrik 160 A dan 190 A, serta media pendingin berupa air, air radiator, dan tanpa media pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi optimal antara kuat arus dan media pendingin yang menghasilkan kekuatan mekanik terbaik dan struktur mikrografi yang optimal. Metode yang digunakan mencakup pengujian tarik, pengujian tekuk, serta analisis mikrografi pada hasil pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus 160 A dengan media pendingin air radiator memberikan kekuatan tarik dan kekuatan tekuk tertinggi dibandingkan dengan variasi lainnya. Analisis mikrografi juga mengungkapkan struktur yang berubah akibat penggunaan media pendingin. dengan demikian, kombinasi kuat arus 160 A dan media pendingin air radiator direkomendasikan untuk pengelasan aluminium 5083 menggunakan metode TIG guna memperoleh kualitas sambungan yang optimal.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Antar Mooring Lines Terhadap Olah Gerak Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Dengan Sistem Tambat Spread Mooring Putra, Rico Ade; Chrismianto, Deddy; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur lepas pantai berada dalam posisi tetap selama bertahun-tahun dan harus mampu menahan lingkungan yang keras. Dalam kondisi lingkungan aktual, analisis olah gerak FPSO berbasis data lingkungan aktual diperlukan untuk secara akurat menentukan  atau memprediksi seakeeping FPSO sebelum operasi lepas pantai. Penelitian mengenai olah gerak FPSO sudah banyak dilakukan tetapi sebagian besar hanya berfokus pada struktur free surface saja. Pada kenyataannya, FPSO merupakan struktur yang perlu ditopang dengan sistem tambatan (mooring). Pada penelitian ini, penulis melakukan penelitian mengeani pengaruh variasi sudut antar mooring lines terhadap olah gerak FPSO dengan 3 variasi sudut antar mooring lines. Analisis lanjutan berupa rekapitulasi dan pemeringkatan skenario sudut antar mooring lines. Penulis melakukan perhitungan olah gerak dan memodelkan mooring lines menggunakan bantuan perangkat lunak perkapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rolling terbaik ditunjukkan pada skenario III dengan RAO 17,0553 0/m. Pitching terbaik ditunjukkan pada skenario II dengan RAO 0,6805 0/m. Yawing terbaik ditunjukkan pada skenario I dengan RAO 0,3901 0/m. Surge terbaik ditunjukkan pada skenario III dengan RAO 0,7506 m/m. Sway terbaik ditunjukkan pada skenario II dengan RAO 0,8252 m/m.  Heave terbaik ditunjukkan pada skenario II dengan RAO 1,6365 m/m. Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa sudut antar mooring lines sebesar 40 menduduki peringkat pertama dengan 13 poin.
Karakterisasi Sifat Fisis dan Mekanis Besi Cor FCD 45 untuk Kelayakan sebagai Bahan Baku Jangkar Kapal Hendriyanto, Heri; Sisworo, Sarjito Joko; Firdhaus, Ahmad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi Cor FCD 45 berpotensi untuk dijadikan bahan baku jangkar, oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi. Karakterisasi sifat fisis adalah sifat yang berhubungan dengan elemen penyusun logam sedangkan karakterisasi sifat mekanis adalah sifat dari struktur logam jika dikenai gaya atau tekanan secara mekanis. Penelitian ini bertujuan apakah besi cor FCD 45 layak untuk bahan baku pembuatan jangkar kapal sehingga perlu dilakukan beberapa pengujian. Pengujian besi cor FCD 45 terdiri dari uji tarik, uji impak, uji kekerasan dan mikrografi. Hasil rata-rata tegangan tarik adalah 481,3 MPa. regangan tarik 0,9%, dengan modulus elastisitas 72,48 GPa. Rata-rata nilai impak didapat setelah memperhatikan standar deviasi adalah 0,072 MPa. Pada uji mikrografi matrik yang terbentuk yaitu ferrit dan perlit, dimana matrik ferrit lebih banyak dibandingkan dengan matrik perlit sehingga sifat material cenderung ulet dan tidak memiliki kekerasan yang tinggi. Nilai rata-rata kekerasan setelah memperhatikan standar deviasi adalah 241,33 HV. Jika hasil tersebut dibandingkan dengan aturan BKI maka besi cor FCD 45 tidak memenuhi untuk pembuatan jangkar.
Analisa Reschedule Reparasi Tiga Unit Kapal menggunakan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Aeni, Kartika Nur; Mulyatno, Imam Pujo; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reparasi kapal berdasarkan repair list pada setiap kapal banyak mengalami keterlambatan karena sistem pekerjaan reparasi terpisah padahal sistem fasilitas saling memiliki ketergantungan, maka dari itu penelitian ini dilakukan penjadwalan ulang reparasi dengan menggabungkan repair list tiga unit kapal secara simultan sehingga diantisipasi keterlambatannya menggunakan metode critical chain project manajement (CCPM). CCPM merupakan suatu metode manajemen proyek yang berfokus pada pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi pada aktivitas kritis, menghitung biaya tenaga kerja, serta menentukan nilai buffer pada proyek reparasi tiga unit kapal. Hasil perhitungan pada penelitian ini didapatkan 22 aktivitas kritis dengan lama durasi reparasi 14 hari sudah termasuk penggunaan buffer, dan lebih cepat 6 hari dari durasi awal. Biaya tenaga kerja yang diperoleh dengan metode CCPM yaitu Rp. 141.131.250,- dan lebih hemat 25,8% dari biaya awal Rp. 190.200.000,- karena ada resources levelling dan buffer time yang menekan biaya pada sistem critical chain project management. Penelitian ini juga memperhitungkan nilai produktivitas, dimana produktivitas optimal terjadi pada pekerjaan replating, pengetesan plate deck, serta bangunan kapal sebesar 1000 kg/hari dan hasil analisis mengenai jumlah peralatan memenuhi dalam kegiatan proyek reparasi setelah dilakukan reschedule menggunakan critical chain project management.   
DESAIN KAPAL AMBULANS BERLAMBUNG KATAMARAN SEBAGAI PENUNJANG FASILITAS KESEHATAN Guguraty, Resti Apriana; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maluku Utara adalah daerah kepulauan dengan wilayah pesisir yang sangat luas sehingga membutuhkan kapal sebagai alat trasportasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat diwilayah tersebut. Terdapat data kebutuhan terkait dengan jumlah pasien diwilayah yang di maksud pada kisaran 1200-3000 orang/tahun. Tujuan penelitian ini adalah mendesain kapal ambulans untuk mendukung kebutuhan sebagaimana yang dimaksud dengan kapasitas metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan kapal pembanding berdasarkan hasil analisa diperoleh kapal ambulans dengan ukuran utama dengan nilai LOA 20 m, LPP 19,0709  m, H 2,77 m, T 0.9 m, Cb 0.6, kecepatan 14 Knot, menentukan nilai hambatan kapal yaitu 52,2 KN, untuk mesin penggerak kapal berdasarkan BHP didapatkan hasil 788,45 HP, dibuat pemodelan lambung, rencana garis dan rencana umum menggunakan software khusus. Setelah mendapatkan desain kapal, rencana garis, dan rencana umum kemudian dilakukan analisa stabilitas yang sudah sesuai dengan IMO dan IS Code, analisa hidrostatis dan hasil membuat estimasi biaya pembangunan kapal sebesar Rp.481.571.204.