cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
KEGIATAN ISLAMI DI KAMPUNG KAUMAN KOTA SEMARANG Dian Sandri; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.051 KB)

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu cikal bakal pertumbuhan kota Semarang. Dahulunya Kampung Kauman dikenal sebagai pusat peradaban Islam. Kampung Kauman sangat berperan penting dalam penyebaran agama Islam di kota Semarang dan merupakan tempat tinggal atau hunian para pemuka Agama Islam. Kini, pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Islam dipengaruhi oleh akulturasi dengan kebudayaan setempat dan inkulturasi dengan budaya luar. Secara eksternal Kampung Kauman memiliki posisi yang sangat sulit, terjepit diantara pesatnya perkembangan fungsi komersial di kawasan Johar, sementara itu semangat untuk mempertahankan suatu sejarah kota di kawasan ini semakin memudar. Melihat kondisi seperti itu maka penelitian ini bertujuan pada mengkaji Kegiatan Islami dan keberlangsungannya di Kampung Kauman Kota Semarang. Penelitian ini pada dasarnya menggunakan pendekatan kualitatif yang mana untuk memahami fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Melalui penelitian ini maka hasil yang diharapkan adalah fakta yang ada dalam bentuk kegiatan Islami dan keberlangsungannya, menurut rukun Islam, kegiatan Islami tahunan dan kegiatan Islami lainnya, begitupula bentuk pengaruh kawasan sekitarnya terhadap  kegiatan islami di Kampung Kauman ini. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bentuk keunikan Kampung Kauman dari segi kegiatan Islami dan keberlangsungannya yang telah ada sejak turun temurun.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Lahan Pertanian Oleh Petani Pada Daerah Rawan Longsor Di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Agastyan Akbar Syahputra Nugraha; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.85 KB)

Abstract

Kejajar District is one of the districts included in the category of high landslide hazard at Wonosobo Regency. There are a few factors that may cause the hazard besides the topography condition, which is the high conversion of forestland to horticultural farming such as potato in particular. The decrease in forest vegetation, which has a strong root grip in highlands with steep slopes and its function as the water absorption region will accelerate the soil erosion. The aim of this study is to observe the factors affecting the horticultural land use by farmers in landslide prone areas with a quantitative method that consists of spatial analysis, descriptive statistic, and crosstab analysis. Based on the result of the study using the non-probability sampling, the result showed that the factors affecting horticultural land use were economic and socio-cultural factors. The length of time for horticultural farming business in the region with a time span of > 20 years, indicated that horticultural farming business was not only for consumption or potential exploitation of the natural characteristics. Yet, there was a beneficial factor from the economic side that brought the local communities to make use of their horticultural land for business. As time goes by, it eventually became a cultural order to the locals for making the horticultural land as business. The local government has made various conservative efforts, however reinforcement is needed from certain sides. Considering the planning and paradigm change are long term process, accordingly reinforcement is required not only from the technical side, but also from the non-technical side by collaboration and participative planning.
PENGARUH KARAKTERISTIK MASYARAKAT PERUMNAS TLOGOSARI TERHADAP KOMERSIALISASI KORIDOR JALAN TLOGOSARI RAYA SEMARANG Samhudi Dodi Oktanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 4 (2013): November 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.801 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memberikan pengaruh terhadap keruangan kawasan sekitar. Tren masyarakat sekarang lebih memilih tinggal di daerah yang memiliki fasilitas lengkap karena akan memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus pergi ke pusat kota. Dengan demikian kawasan komersial akan menjadi daya tarik bagi masyarakat. Perumnas Tlogosari terletak di Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan. Kawasan Perumnas Tlogosari merupakan Perumahan Nasional yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan kawasan disekitarnya, yang saat ini perkembangannya sangat pesat. Mengakibatkan tumbuhnya kegiatan komersial yang menunjang kebutuhan masyarakat. Kawasan komersial yang berada di Perumnas Tlogosari terletak di Koridor Jalan Tlogosari Raya, dengan perkembangannya sangat pesat. Koridor jalan ini menghubungkan kawasan permukiman sebagai pusat pertumbuhan dengan Jalan Arteri Soekarno-Hatta yang merupakan jalur utama menuju pusat Kota Semarang. Kegiatan komersial pada kawasan tersebut berskala menengah kebawah. Namun disisi lain dengan perkembangan aktivitas komersial yang tidak terkendali dapat mengakibatkan pertumbuhan kawasan komersial menjadi tidak teratur, seperti perubahan fungsi perumahan menjadi komersial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik masyarkat terhadap komersialisasi koridor jalan Tlogosari Raya. Penelitian ini menggunakan teknis analisis berupa analisis kuantitatif dan analisis deskriptif dengan mendeskriptifkan analisis yang dilakukan. Temuan dari penelitian ini terdapat pengaruh karakteristik masyarakat terhadap komersialisasi koridor jalan Tlogosari Raya. Aktivitas komersial yang ada di Jalan Tlogosari Raya memiliki letak yang strategis untuk kegiatan komersial.
KAJIAN HARGA TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KELURAHAN LAMPER KIDUL, KOTA SEMARANG Gemala Pritha Ryzki Rynjani; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.039 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk di perkotaan secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan kegiatan perkotaan seperti perdagangan, perkantoran, dan permukiman. Pertambahan penduduk dan aktivitasnya tersebut pada akhirnya akan membutuhkan tanah untuk keberlangsungannya. Tingginya permintaan tanah di perkotaan terutama pada kawasan-kawasan yang strategis, dapat menyebabkan tingginya harga tanah. Kawasan Lamper Kidul sebagai salah satu kawasan yang letaknya dekat dengan pusat Kota Semarang, mengalami dampak perkembangan pembangunan yang semakin pesat. Harga tanah pada kawasan perdagangan dan jasa di Kelurahan Lamper Kidul meningkat, diduga terjadi sejak semakin maraknya pembangunan aktivitas perdagangan dan jasa.. Tingginya harga tanah dan permintaan tanah untuk dikembangkan sebagai perdagangan dan jasa dibuktikan dengan semakin maraknya alih fungsi penggunaan lahan.Dengan demikian dibutuhkan sebuah identifikasi untuk mengetahui perkembang harga tanah di kawasan perdagangan dan jasa dan kaitanya pada perkembangan lahan yang terjadi. Maka penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji harga tanah dan perkembangan penggunaan lahan yang ada di kawasan perdagangan dan jasa Kelurahan Lamper Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif deskriptif serta analisis crosstab. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,perkembangan pembangunan aktivitas perdagangan dan jasa yang juga berimbas pada perubahan fungsi lahan di kawasan perdagangan dan jasa Kelurahan Lamper Kidul yang dimulai pada awal tahun 1997 dan terus berkembang hingga saat ini. Perkembangan harga tanahmengalami peningkatan sebesar 37% di seluruh kawasan dan dari hasil analisis tabulasi silang, perkembangan harga tanah berhubungan erat dengan variabel NJOP, luas tanah dan jarak lokasi ke pusat kota.
PERGESERAN FUNGSI RUMAH DI KAMPUNG KAUMAN SEMARANG Amierul Hapsari; Joesron Alie Syahbana
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.998 KB)

Abstract

Semarang sebagai ibukota provinsi, menjadikan Kota Semarang sebagai salah satu tujuan urbanisasi di Pulau Jawa. Semakin meningkatnya arus urbanisasi memaksa Kota Semarang untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan akan ruang, dimana hal tersebut akan mempengaruhi terjadinya pergeseran fungsi lahan. Semakin tingginya arus urbanisasi yang terjadi di kota Semarang juga mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan rumah menjadi tinggi. Rumah bukan merupakan suatu bentuk fisik yang sekali jadi melainkan suatu bentuk fisik yang terus menerus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan penghuninya itu sendiri. Pada dasarnya, rumah merupakan suatu tempat dimana manusia berlindung dari segala cuaca dan tempat manusia melakukan interaksi dengan keluarganya. Namun seiring dengan perkembangannya, banyak rumah yang tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal (place of living), tetapi difungsikan sebagai tempat usaha (place of provit making). Kampung Kauman adalah salah satu kawasan yang banyak dijadikan sebagai tempat tinggal oleh para pendatang tersebut dan di kawasan ini banyak masyarakat yang memfungsikan rumahnya sebagai tempat usaha (place of profit making). Saat ini, Kampung Kauman sudah memperlihatkan adanya aktivitas perdagangan di lingkungan permukiman yang dipengaruhi oleh keberadaan Pasar Johar. Terbukti dari masyarakat Kampung Kauman yang memanfaatkan rumahnya untuk aktivitas perdagangan dan jasa. Hal ini memicu terjadinya pergeseran fungsi rumah dari fungsi tempat tinggal menjadi fungsi ganda yaitu tempat tinggal dan perdagangan. Bahkan ada beberapa diantaranya yang merubah rumahnya menjadi fungsi perdagangan. Berdasarkan hal tersebut,  maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui alasan masyarakat dalam melakukan pergeseran fungsi rumah dan untuk mengetahui faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi pergeseran fungsi rumah yang terjadi di Kampung Kauman. untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, maka metode pendekatan studi yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah analisis crosstab (tabulasi silang). Masyarakat di Kampung Kauman yang melakukan pergeseran fungsi rumah dipengaruhi oleh letak Kampung Kauman yang strategis dimana perkembangan kawasan tersebut tidak terlepas dari perkembangan Pasar Johar yang berdekatan dengan Kampung Kauman. Seperti diketahui bahwa Pasar Johar adalah kawasan dengan beragam aktivitas dimana hal tersebut menyebabkan pesatnya perkembangan pasar dan kawasan sekitarnya termasuk Kauman. Faktor lain yang mempengaruhi masyakarat dalam melakukan pergeseran fungsi rumah adalah faktor lama tinggal dan status kepemilikan rumah. Lama tinggal menjadi faktor yang mempengaruhi karena mayoritas masyarakat yang tinggal di Kampung Kauman selama lebih dari 20 tahun dapat melihat perkembangan Kauman dan peluang yang baik dalam membuka usaha di kawasan tersebut. Sementara faktor status kepemilikan rumah juga menjadi faktor karena masyarakat yang memiliki rumah sendiri akan lebih leluasa melakukan perubahan fungsi pada rumahnya. Dari hasil analsisi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran fungsi rumah, diketahui mayoritas masyarakat mengukapkan alasan mereka melakukan pergeseran fungsi rumah yaitu untuk menambah tempat usaha.
Kajian Kuantitas dan Kualitas Taman Aktif di Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik Intan Budiarti; Retno Susanti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.826 KB)

Abstract

Tembalang District and Banyumanik District are districts that have several well-known universities with population growth more rapidly than other districts in Semarang City. This increase in population can also trigger an increase in development to meet housing needs. This increase in development often forgets that active parks must be provided to maintain a balance between built up and non-built lands. The purpose of this study was to examine the quantity and quality of active parks in Tembalang District and Banyumanik District. The method used in this research is quantitative as well as qualitative research methods or commonly known as mixed research methods. Quantitative research uses descriptive normative analysis methods, while qualitative research uses content analysis methods. Based on the objectives to be achieved in this study, the results are obtained that the quantity of active parks that still do not meet the needs of residents in Tembalang District and Banyumanik District. This is indicated by the area of the park that still needs to be provided in Tembalang District is 32,559 m2 and Banyumanik District is 21,005 m2. As for the assessment of the quality of existing active parks, it has been well proven by the opinion of respondents who said that the condition of the sports field, parking, park chairs, safety, and cleanliness of the park was good. As for the quality that is considered poor, only children's play facilities, lighting, and the availability of vegetation.
KAJIAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP BANJIR DI KELURAHAN ULUJAMI, JAKARTA Rizka Nurhaimi Ayuningtyas; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.312 KB)

Abstract

Kota Jakarta merupakan kota yang sering terjadi bencana banjir. Salah satu kelurahan yang mengalami banjir adalah Kelurahan Ulujami di Kecamatan Pesanggrahan. Kelurahan ini merupakan daerah yang dilewati oleh Sungai Pesanggrahan yang merupakan salah satu sungai penyebab banjir di Jakarta. Masyarakat di Kelurahan Ulujami memiliki persepi mereka terhadap banjir dengan pengalaman mereka selama mereka mengenal banjir di daerah mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pemahaman masyarakat terhadap banjir dan tindakan masyarakat dalam mengatasi banjir yang sering melanda tempat tinggal mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman masyarakat mengenai banjir dan tindakan masyarakat dalam menghadapi banjir. Pemahaman banjir berupa penyebab banjir, dampak banjir, dan keinginan untuk pindah tempat tinggal, dimana pemahaman tersebut memiliki keterkaitannya dengan tingkat pendidikan, pendapatan, jarak rumah dengan sungai, jumlah lantai rumah, dan status kepemilikan rumah. Tindakan responden dalam pra banjir adalah menyelamatkan jiwa mereka. Pada saat banjir, tindakan responden adalah mengungsi ke tempat pengungsian. Tindakan responden pada pasca banjir adalah meninggikan lantai rumah dan membuat tanggul di depan rumah mereka dalam menghadapi banjir selanjutnya.Rekomendasi untuk pemerintah adalah pembentukan kelompok tanggap bencana, sosialisasi mengenai pemahaman banjir, dan pemetaan daerah rawan bencana banjir dengan lingkup yang lebih kecil. Rekomendasi untuk masyarakat adalahmembuat sistem informasi dengan sistem jaringan komunikasi yang dikepalai oleh Ketua RT ke perwakilan masyarakat dan selanjutnya disampaikan ke masyarakat lainnya. Selain itu, ketua RT juga membuat sistem jaringan komunikasi ke pihak pemerintah yang berada diatas kepemimpinannya. 
BENTUK INOVASI PADA KLASTER JAMBU GETAS MERAH DI KABUPATEN KENDAL Mohamad Auzan Rasis; Samsul Ma'rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2016.10769

Abstract

Getas guava cluster in Kendal Regency is the central source of getas guava in Central Java Province. Kendal Regency’s getas guava cluster has 4 central production areas, which are Patean District, Pageruyung District, Sukorejo District, and Plantungan District. On every harvest, Kendal Regency’s getas guava always produces plenty of products. Unfortunately, the overproduction has not been utilized by the member of getas guava cluster in Kendal Regency, because many of the products can’t be marketed and thrown away because of rot. The purpose of this writing is to identify innovation form/type of getas guava cluster in Kendal Regency. On this research, the method used is qualitative research, while analysis method is using quantitative descriptive analysis. Based on the research results, getas guava cluster has many potentials to be utilized and the problem that has to be solved. On Kendal Regency’s getas guava cluster, found some innovations that has been done, namely product innovation, system innovation, process innovation, and marketing innovation. But the innovation on Kendal Regency’s getas guava cluster is categorized as incremental innovation. This causes a not very significant innovation towards the innovation results.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN AKTIVITAS KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN D.I PANDJAITAN KOTA SAMARINDA Roosmayri Lovina Hermaputi; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.536 KB)

Abstract

Kota Samarinda merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di tepian sungai Mahakam. Seiring dengan masuknya investor pembangunan ke kota Samarinda, pembangunan kota ini terus meningkat dan membuat kota ini terus berkembang. Kota Samarinda adalah kota yang ekonominya berbasis  komersial dan industri kecil-menengah. Pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan yang cenderung menunjang sektor basis perekonomian kota ini. Penduduknya yang memiliki karakteristik konsumtif tinggi, mendorong berkembanglah properti komersial di kota ini. Koridor jalan D.I Pandjaitan merupakan koridor yang diperuntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa . Pada kawasan ini terletak dua perumahan skala besar dan juga beragam fasilitas publik. Kawasan ini terletak pada Kecamatan Samarinda Utara dan juga merupakan akses utama yang terhubung dengan jalan poros Samarinda-Bontang sebagai jalan provinsi.  Perkembangan komersial pada koridor ini tergolong cepat hingga saat ini, banyak perkembangan aktivitas komersial yang terjadi. Menurut Kepala DCKTK Kota Samarinda perkembangan kawasan ini bermula sejak 10 tahun yang lalu dimana saat itu walikota Samarinda Achmad Amin membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada investor untuk mengambangan usahanya di kota Samarinda. Di kawasan studi sendiri aktivitas yang terus berkembang adalah komersial. Aktivitas komersial yang mendominasi adalah primer dan sekunder. Terdapat banyak faktor baik yang berasal internal yaitu keberadaan perumahan elit, permukiman sekitar, fasilitas umum, ketersediaan angkutan umum, aksesibilitas, kualitas prasarana, keramaian lalu lintas, keberadaan pesaing, kenyamanan dan keamanan kawasan , dan aglomerasi pasar, sedangkan dari eksternal kawasan  yaitu program pemerintah, kebijakan pemerintah, gaya hidup, pola konsumsi masyarakat yang kemungkinan berpengaruh terhadap perkembangan aktivitas komersial di kawasan ini. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan aktivitas komersial di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang sampel nya merupakan pemilik bangunan usaha perdagangan dan jasa di koridor Jalan D.I Pandjaitan. Hasil analisis mengungkapkan bahwa perkembangan kawasan ini cepat dengan pola ribbon area. Pada wilayah studi juga ditemukan bahwa skala pelayanan aktivitas komersial yang ada mayoritas masih berskala lingkungan dan perkembangan aktivitas komersial dipengaruhi oleh faktor yang terkelompokkan sebagi faktor penarik dan pendorong. Temuan yang menarik dari penelitian ini, kawasan ini berkembang diluar dari arahan pemerintah dan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota serta memiliki konstelasi dengan wilayah secara regional dengan Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kertanegara sebagai konsumennya. Sedangkan faktor baru yang ditemukan mempengaruhi perkembangan kawasan berupa citra kawasan tergolong eklusif dan konstelasi wilayahnya secara regional.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMUGARAN TAMAN MUSTIKA DI KOTA BLORA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Meinar Kartikasari; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.026 KB)

Abstract

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang begitu penting menjadikan Pemerintah berupaya untuk menyediakan taman dengan berbagai cara termasuk pemugaran. Pemugaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk merombak/membangun kembali suatu objek dengan tujuan yang lebih baik. Kawasan perkotaan Blora merupakan kawasan yang padat bangunan dan minim ruang terbuka publik. Pemugaran taman pasif yang berada di jantung kota menjadi sebuah taman aktif merupakan suatu hal yang baru yang ada di Blora dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik yang aksessibel bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap pemugaran Taman Mustika di Kota Blora sebagai ruang terbuka publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualtatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil temuan dari penelitian adalah kondisi Taman Mustika sebelum pemugaran berdasarkan persepsi masyarakat sangatlah tidak layak, masyarakat tidak dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai ruang terbuka publk. Berdasarkan persepsi masyaraat kondisi Taman Mustika sesudah pemugaran banyak memiliki manfaat seperti sebagai tempat bersantai, menunggu, dan belajar. Kondisi taman sesudah pemugaran juga jauh lebih baik karena masyarakat dapat mengakses Taman Mustika dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik. Dari persepsi masyarakat sebelum dan sesudah pemugaran Taman Mustika, peneliti menemukan adanya perubahan fungsi taman dari taman pasif menjadi taman aktif. Kondisi taman sebelum dan sesudah pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora mengalami perubahan yang signifikan dan mampu menampung aktivitas masyarakat.  Berdasarkan hasil temuan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora telah merubah Taman Mustika dari taman pasif menjadi taman aktif. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya yang berada pada kawasan perkotaan Blora. Masyarakat berpendapat bahwa Taman Mustika setelah pemugaran lebih bermanfaat bagi mereka sebagai tempat berinteraksi, bersantai, hiburan, berkreasi dan belajar. 

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue