cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DAN SOSIAL EKONOMI DI SEKITAR APARTEMEN MUTIARA GARDEN Bagus Nuari Priambudi; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.619 KB)

Abstract

Perkembangan bisnis properti di Kota Semarang khususnya bangunan yang berorientasi komersial seperti condotel (kondominium hotel), perkantoran, mall dan apartemen, belakangan ini semakin meningkat. Pertumbuhan pasar properti di kota Semarang setiap tahunnya meningkat sebesar 10-12%. Peningkatan tersebut, terjadi di sekitar Kampung Petempen dan Kelelengan yang terletak di kawasan Gajahmada Semarang. Kawasan tersebut merupakan permukiman padat penduduk, sekarang beralih fungsi menjadi perdagangan jasa berupa apartemen. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pemanfaatan lahan dan kondisi sosial ekonomi di sekitar apartemen tersebut, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh. Instrumennya meliputi form observasi, wawancara, telaah dokumen, kuesioner serta menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan spasial. Hasil penelitian menunjukan faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan pemanfaatan lahan dan kondisi sosial ekonomi, yaitu lokasi strategis (aksesbilitas) dan factor ekonomi (tingkat pendapatan).
Analisis Lokasi dan Fasilitas Apartemen Kalibata City serta Implikasinya Terhadap Harga Jual dan Harga Sewa yang Ditawarkan Radinda Nurbonita; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.82 KB) | DOI: 10.14710/tpwk.2017.18035

Abstract

The high population growth in Jakarta is causing the land increasingly limited with higher price. Based on that, some efforts are needed to maximize the limited land with every possible way, one of which is a vertical housing concept. In 2006, this concept is supported by a Government which is known as 1000 Tower Vertical Housing Program in the term of subsidized apartment. One of apartment in Jakarta that participated in that program is Kalibata City. Kalibata City is located in a very strategic location and close to the city center and has a very complete fasilities. But Kalibata City come with a relatively low prices compared with other subsidized apartment in Jakarta. Under these conditions, this study discusses about how are the characteristics of location and facilities of Kalibata City and their implications on the sale and rent prices. This study used quantitative approaches and methods. Quantitative method used in the research data in the form of figures and statistical analysis to testing the hypothesis. Kalibata City is located quite close to urban centers or the Central Business District (CBD) Jakarta. From the analysis, the overall average revenue Kalibata City dwellers belong to medium-rate, based on that majority of respondents said that the selection priority to choose the residence based one location aspect. Location Apartment Kalibata City located and have high accessibility because they have the time and travel costs low so as to provide time efficiency and ease of mobility for residents. Additionally, Apartment Kalibata City has been able to provide social facilities in residential environment to meet the various needs of its inhabitants, it is evidenced by the high level of occupant desires to use the facilities available.
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN KUMUH DI DESA KURAU, KECAMATAN KOBA, KABUPATEN BANGKA TENGAH Bani Dipra Ramdani; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.5 KB)

Abstract

Penataan Kawasan Kumuh merupakan salah satu upaya  untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat, terutama golongan berpenghasilan rendah atau kurang mampu dan lingkungan tidak layak huni. Penanganan masalah lingkungan permukiman kumuh tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus merupakan upaya terpadu yang saling mendukung dan saling bersinergi dalam mencapai sasaran manfaat yang optimal. Begitu pula dengan Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yang sebagian masyarakatnya bermata pencarian sebagai nelayan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah sangat berpotensi untuk memunculkan kawasan permukiman kumuh, serta kondisi budaya/tradisi masyarakat yang dapat menimbulkan permukiman kumuh antara lain yaitu membuang sampah dan kotoran di sungai, membuang sampah di sembarang tempat serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Melihat kondisinya, Desa Kurau perlu untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakatnya sehingga perlu dilakukan penataan kawasan permukiman nelayan kumuh. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana preferensi masyarakat untuk tetap tinggal atau pindah terhadap penataan kawasan permukiman nelayan kumuh di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Dimana masyarakat ditawarkan dengan dua pilihan yaitu pindah dengan kata lain relokasi atau tetap tinggal sehingga dilaksanakan konsolidasi lahan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif, dan tabulasi silang atau crostab sedangkan populasinya yaitu semua pihak yang terkait dengan penataan kawasaan sehingga menggunakan metode sensus, kemudian data primer dan sekunder yang diperoleh dianalisa secara kuantitatif. Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan tabulasi silang atau crosstab diperoleh kesimpulan dengan terjawabnya pertanyaan penelitian yaitu masyarakat memilih untuk tetap tinggal atau dilaksanakan konsolidasi lahan dalam rangka penataan kawasan permukiman nelayan kumuh di Desa Kurau. Preferensi masyarakat ini dipertimbangkan dari beberapa hal diantaranya aksesibilitas, kenyamanan serta kondisi sarana dan prasarana.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENINGKATKAN RESILIENSI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA ROB DI KELURAHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Nur Ariviyanti; Wisnu Pradoto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.436 KB)

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi saat ini telah mengacam usaha penanggulangan kemiskinan di Indonesia dan pencapaian Target Millennium Development Goals – MDGs. Salah satu dampak perubahan iklim yang umum dijumpai di Indonesia sebagai negara maritim adalah adanya kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan rob pada beberapa wilayah pesisir. Kelurahan Tanjung Emas merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang yang identik dengan  masalah rob. Rob ini diterima oleh individu sebagai stimulus yang memberikan pengalaman dan mempengaruhi tingkat kesiapan seseorang dalam menghadapi bencana. Perilaku kesiapan ini juga didukung oleh kemampuan individu untuk bangkit kembali dari peristiwa trauma yang pernah terjadi. Kemampuan inilah yang kemudian disebut dengan resiliensi. Resiliensi sendiri dipengaruhi oleh faktor internal masyarakat maupun dari faktor eksternal. Oleh karena itu, masyarakat melakukan berbagai upaya dan dukungan dari luar untuk tetap dapat bertahan dan melangsungkan kehidupan mereka di Kelurahan Tanjung Emas. Penelitian ini disusun untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut: faktor-faktor apa yang meningkatkan resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana rob di Kelurahan Tanjung Emas Semarang? Berdasarkan pertanyaan penelitian tersebut maka penilitian ini disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana rob di Kelurahan Tanjung Emas Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, pembobotan dan analisis regresi linier berganda. Hasil akhir dari penelitian ini adalah dari 9 faktor yang diidentifikasi dapat meningkatkan resiliensi terdapat 3 faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan resiliensi, faktor-faktor tersebut adalah faktor peninggian rumah, peninggian jalan, serta adanya organisasi sosial yang peduli lingkungan dan tanggap bencana. 
LAND TENURE SECURITY PERMUKIMAN SEMPADAN SUNGAI MENTAYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH Nur Kumala Ratih; Landung Esariti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.836 KB)

Abstract

The Mentaya riverine settlement located in Sampit is a historic settlement that becomes the city's growth embryo. The current development shows significant threat over its exploitation on physical construction on river surrounding. Therefore, this study aims to identify the form of land ownership protection of the Mentaya riverine settlement. The research located in 3 corridors, namely Corridor I Baamang, Corridor II Ketapang and Corridor III Mentaya Seberang. By using the quantitative method of observation, in depth interview and super impose maps this research obtains several findings.The first finding identifies local wisdom in terms of social aspects reflected in the social ties of society and environmental aspects reflected in the elements and patterns of settlements. The most prominent elements of settlement and the local wisdom of the Mentaya riverine settlement are the elements of social capital and dwelling design. The second findings related to land tenure security are in the form of the policy of the Regional Government of Kotawaringin Timur Regency as outlined in the Mater Plan of Kotawaringin Timur Regency (Local Regulation No.5 Year 2015). It is discussed in more detail in the draft of Detail Master Plan of Sampit City (RDTR) Year 2016 with the assertion of zoning confirmation and detail arrangement of Mentaya River as a residential area that has a traditional and cultural value. This later is legalized by the issuance of Land Certificate (SKT) by the Kelurahan Office.
TIPOLOGI TINGKAT URBAN SPRAWL DI KOTA SEMARANG BAGIAN SELATAN Vina Indah Apriani; Asnawi Asnawi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.655 KB)

Abstract

Saat ini hampir sepertiga populasi penduduk Kedungsepur tinggal di Kota Semarang dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk Kota Semarang sebesar 1,4% pertahun. Semakin besar laju pertumbuhan penduduk, menyebabkan kebutuhan akan perumahan yang semakin besar pula. Pada tahun 2011, laju pertumbuhan penduduk Kota Semarang akibat migrasi sebesar 2,24% (BPS, 2012). Laju urbanisasi yang tidak terkontrol menyebabkan ledakan penduduk semakin memadati kawasan perkotaan dan menyebabkan terjadinya ekspansi. Berdasarkan laporan RPJM Bappeda 2010, pola struktur keruangan Kota Semarang mengalami perembetan meloncat dan tidak kompak yang terjadi seiring dengan kecenderungan perkembangan perumahan dikawasan pinggiran. Permasalahan ini jika terus dibiarkan akan berkembang menjadi permasalahan yang lebih kompleks dan sulit terkendali di masa yang akan datang. Kota Semarang bagian selatan merupakan sasaran dari pengembangan perkotaan terutama dalam bidang perumahan. Pengembangan yang terus menerus serta tidak terkendali pada wilayah yang merupakan ekspansi perkotaan diduga yang akan menimbulkan fenomena urban sprawl yang berdampak negatif dari sisi lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat urban sprawl di Kota Semarang bagian selatan kedalam tiga tipologi. Untuk menjawab penelitian ini maka tahapan yang dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu wilayah urban sprawl yang ditentukan oleh rasio rumah tangga dan rasio lahan terbangun. Selanjutnya dilakukan analisis karakteristik dan klasifikasi karakteristik pada wilayah yang teridentifikasi sprawl dengan menggunakan 5 variabel. Dari hasil analisis karakteristik dan klasifikasi karakteristik dilakukan analisis tingkat urban sprawl untuk mendapatkan tipologi sprawl. Variabel yang digunakan adalah kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, jarak ke pusat kota, Pembangunan dalam jangkauan jaringan jalan, dan pola pembangunan lompatan katak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data utamanya dari citra tahun 2000 dan 2011.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis spasial, dan analisis scoring. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir 50% kelurahan di Kota Semarang bagian selatan teridentifikasi sprawl. 7 kelurahan tergolong dalam tipologi 3 yang menunjukkan tingkat urban sprawl tinggi dengan nilai 11-13, 6 kelurahan tergolong dalam tipologi 2  yang menunjukkan tingkat urban sprawl  sedang dengan nilai 9-10, dan 6 kelurahan yang masuk dalam tipologi 1 yang menunjukkan tingka urban sprawl rendah dengan nilai 6-8. Untuk meminimalisir berkembangnya fenomena urban sprawl penelitian ini merekomendasikan saran untuk pemerintah kota agar bisa memfasilitasi arah pembangunan kota yang lebih baik dan mengontrol pembangunan perumahan skala kecil secara lebih terarah.
Perencanaan Perumahan Melalui Pengembangan Kawasan Permukiman di Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara Pratamaningtyas Anggraini; Intan Muning Harjanti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.275 KB)

Abstract

Mayong Subdistrict is one of the sub-districts in Jepara Regency, Central Java which is designated as an industrial, trade and service area. Housing planning and housing development areas in Mayong sub-district, especially Singorojo Village, which are suitable for land use, will provide sustainable life for the community. The purpose of this study was to conduct housing planning through housing development in Singorojo Village, Mayong District, Jepara Regency. The objectives of this study are collection of topography, lithology, hydrology, climatology, geological hazards, and land use. In addition, do topographic analysis; environmental analysis; accessibility analysis; climate analysis, solar pathway, and wind direction; vegetation analysis; noise analysis; view analysis; and drainage analysis. The method used in this study uses qualitative descriptive.
PELAYANAN KESEHATAN LINTAS BATAS DAERAH PUSKESMAS MRANGGEN III DI KAWASAN PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK Tangguh L Semendawai; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.159 KB)

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan wewenang dan hak untuk mengurus dan mengelola sendiri daerahnya dengan batasan wilayah sebagai batasan wewenangnya. Batasan-batasan tersebut bertujuan untuk memisahkan antara daerah satu dengan daerah lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih serta overlapping wewenang dan kewajiban pelaksanaan pemerintahan. Namun, meskipun demikian ternyata masih banyak ditemukan permasalahan di kawasan perbatasan, khususnya mengenai pelayanan publik, mengingat masing-masing daerah tentunya mempunyai skala prioritas pengembangan dan pembangunan yang tentu saja berbeda dengan lainnya (Suryokusumo, 2008). Oleh karena itu dalam kaitannya dengan penjelasan diatas, maka dilakukan kajian penelitian dengan studi kasus penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan milik Kabupaten Demak oleh masyarakat Kota Semarang, dengan objek penelitian Puskesmas Mranggen III yang berada dalam wilayah administratif Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan kesehatan lintas batas daerah Puskesmas Mranggen III di kawasan perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti, ditemukan bahwa pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Mranggen III bukanlah satu-satunya faktor penyebab adanya pelayanan lintas batas daerah di kawasan perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, melainkan adanya faktor lain yaitu faktor lokasi. Hal tersebut terlihat dari hasil observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan ditemukan bahwa beberapa masyarakat mengatakan alasan dasar mereka memilih Puskesmas Mranggen III sebagai sarana kesehatan yang sering dikunjungi selain disebabkan oleh pelayanan yang lebih lengkap (dari puskesmas lainnya disekitar tempat tinggalnya) juga disebabkan oleh jarak dan aksesibiltas yang mudah dijangkau dari tempat tinggal mereka.
KEBERLANJUTAN PENGHIDUPAN PETANI KOPI DESA TLAHAB, KECAMATAN KLEDUNG, KABUPATEN TEMANGGUNG Sri Febriharjati; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.667 KB)

Abstract

Desa Tlahab merupakan salah satu desa di Temanggung yang melakukanupayastrategi pengembangan wilayah. Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup atau penghidupan petani dengan dukungan modal manusia, modal alam, modal fisik, modal keuangan dan modal sosial pada masa sekarang dan masa selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberlanjutan penghidupan petani kopi Desa Tlahab dari adanya program-program tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Obyek penelitian adalah penghidupan rumah tangga petani kopi dengan unit analisis data yaitu rumah tangga petani kopi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei lapangan dan kuesioner. Penentuan sampel menggunakan teknik random dengan metode sampelacaksederhana. Variabel yang diteliti adalah bagian dari modal-modal penghidupan yaitu sumberdaya lahan, tanaman, hubungan rumah tangga secara vertikal dan horizontal, pendapatan dan pengeluaran, serta guncangan dan tekanan yang terjadi di penghidupan petani. Teknik analisis yang digunakan adalahanalisis penskoran dan statistik deskriptif. Kesimpulan penelitian yang didapatkan adalah penghidupan petani kopi di Desa Tlahab sudah berkelanjutan karena kondisi tingkat penghidupan yang cukup layak dan dapat mengatasi guncangan dan tekanan yang terjadi.
PELAYANAN LINTAS BATAS DAERAH PASAR BANDARJO DI KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN SEMARANG DAN KOTA SEMARANG Bayu Meidianto; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.538 KB)

Abstract

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan bahwa pemerintah daerah mempunyai kewenangan yang menjadi urusan wajib. Salah satu kewenangan yang menjadi urusan wajib pemerintahan daerah untuk kabupaten/kota yaitu penyediaan sarana umum. Pasar sebagai salah satu sarana perdagangan bagi masyarakat umum, wajib disediakan oleh masing-masing pemerintah daerah. Pelayanan umum yang diberikan pemerintah daerah harus mampu melayani seluruh wilayah baik yang berada di pusat kota maupun perbatasan. Adapun pertanyaan yang harus terjawab adalah bagaimana pelayanan Pasar Bandarjo yang terletak di kawasan perbatasan dan mengapa terjadi pelayanan lintas batas daerah dalam pemanfaatannya? Metode yang dilakukan dengan wawancara terhadap narasumber kunci, observasi lapangan dan telaah dokumen. Pendekatan yang dilakukan dengan merumuskan tema-tema tertentu yang merupakan hasil dari wawancara. Hasilnya Pasar Bandarjo merupakan pasar lintas batas daerah yang melayani masyarakat di Kabupaten Semarang dan di luar Kabupaten Semarang, didukung oleh barang dagangan yang lengkap, harganya terjangkau, pasarnya ramai, lokasi yang strategis dan aksesibilitas mudah.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue