cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Kajian Peran Pengembangan Masyarakat Dalam Mendukung Pariwisata Kampung Batik Rejomulyo Semarang Radisa Chita Dewati; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.311 KB)

Abstract

Semarang has a Kampung Batik which is a batik crafts center with Batik Semarangan as its main product. The Kampung Batik is located in Rejomulyo Village, East Semarang Sub District, Semarang. The development and management of the tourism sector in Kampung Batik is a form of tourism development based on community development. However, there are various problems in the development process, such as the lack of role of the Kampung Batik Association in encouraging the community and uniting batik artisans. Besides, limited funds, types of equipment, and places to hold pieces of training also add to the obstacles in tourism development. Most people in Kampung Batik who still think that the proceeds of batik activities do not add up to the cost of living, resulting in the people being reluctant to participate in developing Kampung Batik. The research method used is qualitative. The types of data collected are primary data, obtained through interviews and field observations, and secondary data acquired through literature review and documents analysis. The output of this study showed that tourism development in Kampong Batik was a tourism development based on community development carried out by various parties and then encourages participation from the local community and the realization of community empowerment efforts. Such community development plays a role in supporting tourism in Kampung Batik, namely improving the physical quality of the environment, creating togetherness and harmony between citizens, absorbing workforce in the tourism sector, providing tourist objects and attractions, and increasing the number of tourists.
EVALUASI PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH BERSKALA KELUARGA DI KELURAHAN TEMBALANG Nindy Hapsari
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.631 KB)

Abstract

Mahasiswa Undip Pleburan melakukan perpindahan aktivitas perkuliahan ke Tembalang tahun 2010. Perpindahan aktivitas tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah mahasiswa yang berada di Tembalang dan kepadatan penduduk di Kelurahan Tembalang pada khususnya. Hal tersebut membawa dampak pula meningkatnya volume sampah di TPS Tembalang. Permasalahan sampah itu menggerakan Kelompok Tani Cinta Bunga untuk memunculkan program pengolahan sampah berskala keluarga yang merupakan salah satu program dari Kelurahan Percontohan Ramah Lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi program pengolahan sampah berskala keluarga di Kelurahan Tembalang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil analisis evaluasi pengolahan sampah berskala keluarga di Kelurahan Tembalang menghasilkan terjadi ketidaksesuaian antara implementasi dengan program yang ada. Hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa belum seluruh rumah tangga melakukan kegiatan pengolahan sampah. Namun hal tersebut sudah menjadi awalan yang baik dalam memberikan contoh kepada RW atau masyarakat lain yang belum melaksanakan pengolahan sampah untuk dapat ikut berpartisipasi. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah peningkatan aspek kesadaran lingkungan dari masyarakat, kinerja KTCB, teknis pengolahan sampah serta penambahan jumlah sarana pengolahan sampah perlu dilakukan. Peningkatan aspek tersebut untuk mengembangkan program menjadi lebih baik kedepannya dan meningkatnya kualitas lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat Kelurahan Tembalang.
DAMPAK KEBERADAAN OBYEK WISATA PANTAI TIRTA SAMUDRA KABUPATEN JEPARA TERHADAP ASPEK PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN, DAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT Daniel Chrisman; Mohammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.319 KB)

Abstract

Salah satu obyek wisata yang kini semakin berkembang karena daya tarik pantainya adalah Obyek Wisata Pantai Tirta Samudra Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini saat ini sedang berkembang dikarenakan memiliki beberapa potensi yaitu pasir pantainya yang putih dengan topografi pantai yang terbilang landai, kondisi perairan dengan ombak yang tidak terlalu besar sehingga cocok dimanfaatkan untuk rekreasi laut seperti berenang dan aneka olahraga air (water sport). Kaitannya terhadap sisi penawaran obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini memang saat ini ketersediaan sarana-prasarana sudah memadahi, dengan tersedianya kebutuhan dasar bagi para wisatawan. Periwisata pada umumnya menawarkan daya tarik yang dapat dikemas dalam sebuah bentuk hiburan atau permainan. Karena dari sisi permintaan sendiri jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dimana harga tiket yang relatif terjangkau menjadi penyebabnya. Besarnya jumlah wisatawan yang datang memberikan pengaruh terhadap perubahan pemanfaatan lahan daerah sekitar obyek wista. Masih banyaknya lahan kosong disekitar obyek wisata dimanfaatkan beberapa pihak untuk mendirikan hotel/penginapan dan sektor perdagangan lainnya. Penambahan sarana yang ada beberapa diantaranya adalah pembangunan dermaga kapal perahu wisata, pembangunan hotel-hotel yang berada di sekitar, pembanguna area parkir kendaraan, dan penambahan warung-warung yang berada di sekitar pantai. Dalam kurun waktu 13 tahun telah dibangun total 6 hotel dan 2 homestay di area sekitar tempat wisata yang sebelum dibangun fungsi lahannya adalah berupa lahan kosong. Beberapa kesenian masyarakat Desa Bandengan yang masih bertahan sampat saat ini adalah pesta lomban, wayang klitik dan kesenian rebana. Dampak yang diberikan dari perkembangan obyek wisata ini terhadap kesenian ini cukup kecil. Kecilnya pengaruh yang diberikan memang karena masyarakat merasakan tidak terlalu banyak dampak yang dirasakan kepada kebudayaan. Dampak yang diberikan adalah positif yang dimana hanya sebagai media promosi apabila tradisi dan kesenian-kesenian yang ada dipentaskan pada acara-acara tertentu, dan adapun kegiatan pentas itu juga tidak rutin dilakukan. Tetapi sudah pernah dipentaskan di obyek wisata Pantai Tirta Samudra pada acara-acara khusus. Saat ini kesadaran masyarakat akan pariwisata sudah meningkat bila dibandingkan pada sebelum obyek wisata ini berkembang. Banyak masyarakat Desa Bandengan yang berinisiatif dalam terut serta menjaga atau ikut terlibat dalam memajukan obyek wisata ini. Inisiatif masayrakat yang terlihat antara lain seperti ikut terlibat dalam tradisi lomban, membentuk kelompok-kelompok usaha, menjaga ketertiban di lingkungan obyek wisata dan juga mulai menggerakan kembali peran Pokdarwis yang sebelumnya telah vakum.. Keberadaan suatu obyek wisata jelas akan membuka peluang usaha baru yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang dalam meningkatkan pemasukannya. Dari segi pendapatan tingkat pendapatan masyarakat yang bekerja di obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini relatif tidak terlalu tinggi. Namun dalam perbandingannya ketika sebelum mereka bekerja ditempat ini dengan sesudah mereka bekerja ditempat ini ada kenaikan dari segi pendapatan. Kenaikan yang terjadi secara rata-rata tidak terlalu signifikan, namun pada acara pesta lomban kenaikan yang dirasakan sangat signifikan, hal ini dikarenakan ramainya orang yang datang pada acara tersebut.
PENGARUH PERKEMBANGAN AKTIVITAS EKONOMI TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA DI SWP III KABUPATEN GRESIK Vibi Dhika Nilayanti; PM Brotosunaryo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 1, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.312 KB)

Abstract

Kepadatan lahan yang terjadi pada Kota Surabaya mengakibatkan fenomena “urban sprawl” yang berdampak pada Kabupaten Gresik. SWP III adalah salah satu wilayah di Kabupaten Gresik yang menampung perluasan aktivitas dari Kota Surabaya. Hal tersebut yang mengakibatkan munculnya aktivitas ekonomi baru di SWP III, terutama untuk aktivitas industri dan permukiman. Namun perkembangan aktivitas ekonomi di SWP III juga dipengaruhi oleh kejenuhan lahan yang mulai terjadi di pusat kota Gresik. Perkembangan aktivitas ekonomi yang terjadi di SWP III tentunya akan mempengaruhi pola penggunaan lahan dan jaringan jalan yang menjadi prasarana utama dalam aktivitas ekonomi. Perubahan yang terjadi pada pola penggunaan lahan dan jaringan jalan dapat berdampak negatif pada keteraturan struktur ruang kota dan juga dapat mengancam kelestarian lingkungan serta ketersediaan pangan daerah karena terjadi konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun dalam skala besar. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perkembangan aktivitas ekonomi terhadap struktur ruang kota di SWP III Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan teknik analisis deskriptif argumentatif, deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan deskriptif komparatif untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa aktivitas ekonomi yang berkembang di SWP III dari tahun 2004 – 2011 adalah aktivitas industri dan permukiman. Perkembangan kedua aktivitas ekonomi tersebut mengakibatkan terjadi konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun sehingga berdampak pada penurunan aktivitas pertanian di wilayah ini. Alih fungsi lahan yang terjadi ikut mengubah pola penggunaan lahan dan jaringan jalan di SWP III menjadi lebih padat, terutama pada Kecamatan Driyorejo dan Menganti yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perubahan pola penggunaan lahan dan jaringan jalan di SWP III dari tahun 2004 – 2011 menunjukkan terjadinya perkembangan kota di wilayah ini. Namun perkembangan kota itu ternyata tidak sampai mengubah model struktur ruang kota di SWP III. Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan aktivitas ekonomi di SWP III dari tahun 2004 – 2011 tidak berpengaruh terhadap struktur ruang kotanya. Perkembangan aktivitas ekonomi hanya mempengaruhi elemen pembentuk struktur ruang kota saja, yaitu pola penggunaan lahan dan jaringan jalan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Gresik dapat terus menjaga konsistensi rencana tata ruang yang telah dibuat sebelumnya agar tercipta keteraturan pola dan struktur ruang yang diharapkan, mengingat potensi perkembangan wilayah di SWP III yang cukup besar sehingga rawan untuk terjadi penyimpangan penggunaan lahan pada masa yang akan datang yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.
ANALISIS KESESUAIAN PERMINTAAN (DEMAND) WISATAWAN DAN PENAWARAN (SUPPLY) OBYEK WISATA PANTAI WALENGKABOLA Muhammad Adgyl Richardy
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.108 KB)

Abstract

Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Indonesia untuk peningkatan ekonomi daerah yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan penyedia lapangan pekerjaan yang banyak. Salah satu sektor pariwisata yang berkembang di Indonesia adalah wisata pantai, wisata ini dapat menarik perhatian banyak wisatawan karena keindahan alamnya. Pantai Walengkabola merupakan salah satu wisata pantai yang terdapat di Kecamatan Tongkuno memiliki luas area sekitar 251 ha. Obyek wisata ini cukup berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai wisata unggulan Kabupaten Muna yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah. Tujuan Penelitian adalah menganalisis kesesuaian permintaan (demand) wisatawan dan penawaran (supply) obyek wisata pantai Walengkabola. Hasil penelitian menunjukan bahwa obyek wisata pantai Walengkabola memiliki potensi dan keunikan atraksi untuk di kembangkan. Namun, terjadi ketidaksesuaian antara permintaan (demand) wisatawan dan penawaran (supply) obyek wisata pantai Walengkabola disebabkan oleh belum ada travel agent, belum didukung ketersediaan fasilitas penginapan, kurangnya angkutan wisata untuk menuju  ke Obyek wisata, buruknya kondisi jalan, buruknya kondisi fasilitas.
Kajian Karakteristik Lokasi Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pendidikan Gunungpati Di Kota Semarang Ivandi Pratama Hasibuan; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.026 KB)

Abstract

Street vendor can be found in downtown city, including education area. That also applies in education area of Semarang, such as Gunungpati Region. The emergence of street vendor in Gunungpati region makes a fairly high density environment which is less in order. To answer this problem, the purpose of this research can be formulated as to identify the characteristics of street vendor location in education area.The target to achieve the goal is to identify the activity and bussiness opportunity of street vendorr, consumer profile, consumer perception in the presence of street vendor, and to formulate the characteristics of the street vendor location around education area in Gunungpati by street vendor and consumer perception. The method of this research uses descriptive quantitative approach, comparative descriptive, frequency distribution and crosstab (cross-tabulations). The data collection method is by primary data in the form of questionnaire, field observation and secondary data in the form of documentation. Sampling method for street vendor population is by using stratified random sampling while the sample for the population of consumer is by using accidental sampling technique. The output produced from this research is to identify the characteristics of street vendor location in education area of Gunungpati influenced characteristics in education area of Gunungpati is affected predominantly by existing primary activities such as education and housing facility.
PENGARUH ANOMALI IKLIM TERHADAP RISIKO KEBENCANAAN LINGKUNGAN DI KAWASAN HULU DAS GARANG Syamsu Rizal Hendarto; Widjonarko Widjonarko
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.049 KB)

Abstract

Anomali iklim merupakan suatu fenomena di mana iklim berubah secara tidak teratur (Wu, 2008)Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, anomali iklim memberikan dampak secara langsung maupun tidak terhadap lingkungan sekitar, salah satunya daerah hulu DAS. Dampak yang disebabkan anomali iklim di hulu sungai dapat mengganggu kondisi lingkungan bahkan dapat menimbulkan bencana alam di wilayah hilirnya. Contoh bencana alam yang terjadi adalah banjir kiriman pada kawasan hilir sungai saat hujan turun di kawasan hulu. Sehingga penelitian ini akan membahas dampak anomali iklim terhadap risiko kebencanaan lingkungan di kawasan hulu DAS Garang. Seperti diketahui Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, sehingga DAS Garang memiliki peran strategis bagi Kota Semarang.Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis spasial dan skoring, menggunakanSIG dalam pengolahan, analisis, dan penyajian datanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan penelaahan dokumen. Variabel terkait risiko kebencanaan lingkungan di kawasan DAS Garang adalah risiko bencana banjir,  kekeringan, dan tanah longsor. Harapan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terpetakannya risiko kebencanaan lingkungan kawasan hulu DAS Garang. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terpetakannya risiko kebencanaan lingkungan kawasan hulu DAS Garang. Dari hasil peta tersebut didapatkan perubahan tingkat risiko bencana antara tahun 2000 dan 2010. Penurunan tingkat risiko pada bencana banjir dan longsor, sedangkan kekeringan mengalami peningkatan. Perubahan tingkat risiko tersebut disebabkan oleh perubahan jumlah curah hujan yang cenderung menurun antara tahun 2000 dan 2010.
PELAYANAN LINTAS BATAS DAERAH PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SALATIGA DI KOTA SALATIGA DAN KABUPATEN SEMARANG Yuniar Rizka; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.46 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia.Di Indonesia, pelayanan pendidikan menjadi program utama pemerintah yang merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah. Namun, pada kenyataannya pelayanan pendidikan tidak hanya berlaku bagi siswa yang berasal dari dalam wilayahnya saja, sehingga menimbulkan pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di SMA Negeri 1 Salatiga, yang melayani pendidikan bagi siswa dari dalam dan luar Kota Salatiga, terutama Kabupaten Semarang. Kondisi aksesibilitas yang baik, didukung dengan transpotasi yang memadai serta kualitas sekolah yang baik, menyebabkan pelayanan lintas batas tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pelayanan lintas batas daerah Pendidikan SMA Negeri 1 Salatiga di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, dengan pertanyaan penelitian “Bagaimana pelayanan lintas batas daerah SMA Negeri 1 Salatiga yang terjadi di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang dan mengapa demikian?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang didapat berasal dari wawancara kepada narasumber. Kajian yang dilakukan meliputi kajian kondisi pelayanan pendidikan lintas batas daerah, proses pelayanan pendidikan lintas batas daerah, dan penyebab pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pelayanan pendidikan di SMA Negeri 1 Salatiga tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa dalam wilayahnya, namun juga dimanfaatkan oleh siswa dari Kabupaten Semarang. Oleh karena itu, Kota Salatiga melakukan pengendalian untuk mengontrol jumlah siswa dari luar daerah. Terjadinya pelayanan pendidikan lintas batas daerah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta motivasi siswa, yang dapat dilihat dari aksesibilitas yang baik, transportasi yang mendukung, kondisi sarana prasarana sekolah yang baik, serta kualitas pendidikan. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun sudah dilakukan pengendalian dalam pelayanan pendidikan lintas batas daerah, kondisi tersebut akan tetap terjadi di Kota Salatiga seiring dengan kondisi lingkungan yang mendukung serta motivasi siswa yang besar.
Peran Institusi Lokal Dalam Pengembangan Kegiatan Pariwisata Desa Giritengah Kabupaten Magelang Eri Rajasa Pratama; Holi Bina Wijaya
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.452 KB)

Abstract

Community-based tourism is one of the substantial concept needed in terms of enhancing tourism activities. Situated in the countryside of Giritengah, Borobudur, Magelang, this is one prospective area for tourism development with the likes of Punthuk Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo, Bukit Gupakan, Local Honeybee Farm, and Local Art Community “Saking Ndene.” Creative traits of its people and independent movement towards tourism development have become another interesting point as the local citizens contributed in initiating local institutions’ establishments. These groups exist under the direct supervisory of higher authorities called Balkondes which responsible as promotor and supervisor of all tourism aspects.This study aims to determine how significant the role of local institutions in Giritengah’s tourism development activities. Mix methods approach will be used with the follow-up data obtained through questionnaires, observation, and direct interviews with community groups and village councils. Quantitative & qualitative descriptive techniques will be applied to expose all four-main analysis. From that aforementioned analysis, conclusions have been made as it discovered the existence of local institutions role in tourism development showed the mutual partnership between stakeholders. Partnership forms adhere to the tourism activities operational and supervisory that bring direct impact in escalating new business initiatives, various job opportunities, and alternative tourism options to attract more visitors.
ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI KERENTANAN AIR BERSIH AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI KELURAHAN TANDANG, KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG Sonia Vianitya Kusuma; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.454 KB)

Abstract

Perubahan iklim merupakan peristiwa kenaikan suhu bumi sehingga berdampak peningkatan suhu udara dan perubahan pola musim. Akibatnya musim kemarau panjang menyebabkan beberapa daerah mengalami kerentanan air bersih sehingga masyarakat perlu melakukan adaptasi. Pusat Layanan Teknologi dan Riset Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (2011) mengatakan nilai gap Kelurahan Tandang yaitu -45,3 menunjukkan bahwa kondisi ketersediaan dan kebutuhan air termasuk kategori kesenjangan tingkat tinggi. Tujuan penelitian adalah pengkajian mengenai kapasitas dan proses adaptasi masyarakat untuk dapat bertahan hidup dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan snowballing sampling dan triangulasi. Metode analisis deskriptif yang membahas mengenai kapasitas adaptasi masyarakat yang menjadi dasar terbentuknya proses adaptasi masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi. Penelitian menghasilkan temuan studi yaitu adaptasi masyarakat mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas adaptasi yang dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal. Melalui analisis proses adaptasi diperoleh 4 tipe keputusan dan respon adaptasi. Kondisi semakin membaik karena peran institusi dan komunitas. Adaptasi yang dilakukan masyarakat merupakan adaptasi proaktif sehingga penelitian memberikan rekomendasi perlunya rancangan dilakukannya adaptasi terencana dengan tahapan pengumpulan informasi, perencanaan, desain yang diimplementasi, monitoring, dan evaluasi.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue