cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN STRUKTUR RUANG KAWASAN BERSEJARAH KAMPUNG KAUMAN KOTA SEMARANG Ester Theresiana; Santy Paulla Dewi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.639 KB)

Abstract

Kampung Kauman Semarang merupakan sebuah pusat permukiman pertama di Semarang yang tumbuh di sekitar Masjid Kauman dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Perkampungan ini tertata rapi dan memiliki pola perkampungan yang unik sehingga menjadikan toponim bagi perkampungan-perkampungan yang tersebar di kawasan ini sesuai dengan keadaan, sifat, maupun aktivitas masyarakat. Berdasarkan kebijakan RTRW Kota Semarang tahun 2010-2030 kawasan Kampung Kauman termasuk dalam Bagian Wilayah Kota I, yang diarahkan sebagai kawasan perkantoran, perdagangan jasa dan campuran. Hal tersebut menyebakan kawasan ini berkembang dengan sangat pesat. Terjadi perubahan aktivitas disekitar kawasan Kampung Kauman Semarang dari permukiman menjadi perdagangan dan jasa yang berdampak juga pada penggunaan lahan di kawasan ini, lahan-lahan permukiman yang ada berubah fungsi menjadi tempat usaha karena keterbatasan lahan di kawasan ini. Selain itu terdapat pula permasalahan banjir rob yang sering menggenangi kawasan ini ketika air laut pasang atau saat musim penghujan, hal tesebut mendorong masyarakat menciptakan hunian yang nyaman dengan menambah jumlah lantai bangunan. Dengan adanya berbagai permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di kawasan Kampung Kauman Kota Semarang pada tahun 2003 dan tahun 2013. Hasil dari analisis yang telah dilakukan adalah adanya pengalihfungsian guna lahan oleh masyarakat dari permukiman menjadi perdagangan jasa dikarenakan perubahan aktivitas yang terjadi, perluasan tempat usaha, penambahan jumlah lantai bangunan pada tempat usaha yang digunakan sebagai tempat usaha sekaligus sebagai hunian, dan penambahan jumlah lantai bangunan pada hunian untuk mengamankan harta benda dan keluarga dari ancaman banjir rob. Penambahan jumlah lantai bangunan ini menyebabkan perkembangan bangunan dikawasan ini secara vertikal atau berkembang ke atas. Kampung Kauman sebagai kawasan yang akan terus berkembang memerlukan pengarahan perkembangan yang khusus agar siap menerima peningkatan aktivitas yang sangat pesat. Rekomendasi yang diberikan antara lain penegasan izin pengendalian pembangunan baik luasan lahan terbangun maupun jumlah lantai bangunan, pendataan jumlah bangunan yang diperuntukkan sebagai perdagangan dan jasa secara berkala, serta pengoptimalan potensi ekomoni dan budaya. 
KAJIAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG Ranella Deliana; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1828.356 KB)

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah sebagai akibat dari urbanisasi. Munculnya permukiman kumuh di bantaran sungai ini disebabkan karena kurangnya lahan untuk bermukim dan mahalnya harga lahan di perkotaan. Dampak dari adanya permukiman kumuh di kawasan bantaran sungai adalah merusak keindahan kota dan disfungsi sungai. Seperti pada kawasan bantaran sungai Banjir Kanal Timur Kota Semarang dan sungai-sungai lainnya yang melewati Kecamatan Gayamsari sudah terbentuk menjadi kawasan permukiman yang seharusnya tidak diperuntukkan sebagai kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik permukiman  kumuh di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif, spasial dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman kumuh di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang memperlihatkan kualitas bangunan yang rendah dilihat dari banyaknya jenis bangunan semi permanen dan non permanen. Dilihat dari prasarananya kondisi air bersih baik, kondisi drainase, sanitasi dan persampahan buruk, kondisi jalan buruk pada kawasan bantaran namun pada kawasan non bantaran kondisi jalan baik. Tingkat pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan rendah, sebagian besar mata pencaharian sebagai buruh dan pedagang. Pada kawasan bantaran sungai rumah belum bersertifikat dan  merupakan lahan irigasi. Dari hasil analisis tersebut, maka rekomendasi yang dapat diberikan yaitu memberikan peringatan dengan kebijakan yang ada bagi rumah yang terdapat di kawasan bantaran sungai yang menggunakan lahan irigasi dan belum bersertifikat, merevitalisasi dan mengoptimalkan prasarana yang kurang memadai.
Aktivitas Masyarakat Kampung Kali Code Terhadap Pencegahan Kriminalitas Wulandari Desias; Diah Intan Kusumo Dewi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.866 KB)

Abstract

Kampung Kali Code is one of the urban villages in the center of Yogyakarta City. Kampung Kali Code development began with the initiative of the community to improve the image of slums to be more organized. The development was carried out through the 3M program (Mundur, Munggah, and Madep), this led to the development of the physical design of the Kampung Kali Code neighborhood. The physical design of the environment is in the form of the existence of regional facilities that will support the activities of the surrounding community. These activities arise due to the need of the community to live comfortably and safely. The purpose of the community that exists for safe and comfortable living can be seen through the generation of activities affecting crime prevention. To help this research a quantitative approach was used by distributing questionnaires spread across 5 RW Kampung Kali Code of Gondokusuman District. From the results of the study, it can be seen that the activities in the Kampung Kali Code occur because of the physical design of the environment in the form of public facilities that create an activity according to the needs of the community. With the existence of these public facilities, crime prevention can be done because the community conducts daily activities in the area provided and will minimize the area prone to crime in Kampung Kali Code itself.
VARIABEL PENENTU HARGA LAHAN DI PERUMAHAN SEKITAR KAWASAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Titin Widowati; Holi Bina Wijaya
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.598 KB)

Abstract

Pembangunan perumahan formal di Kota Semarang yang berkembang cukup pesat yaitu di kawasan kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Tembalang terutama perumahan di Kelurahan Tembalang, Pedalangan dan Sumurboto. Harga Lahan perumahan sekitar UNDIP Tembalang yang semula rendah, semakin meningkat secara agresif setelah adanya pemekaran dan pembangunan kampus UNDIP Tembalang. Faktor yang mempengaruhi harga lahan menurut Wijaya (1999) dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan lahan. Penawaran lahan yang dimaksud adalah kemampuan kondisi lahan seperti ketersediaan aksesibilitas yang ditawarkan, tingkat pelayanan, kesesuaian fisik lahan, fasilitas dan infrastruktur serta kebijakan pembangunan rencana tata guna lahan, sedangkan permintaan lahan meliputi finansial dan kebutuhan lahan. Pernyataan tersebut hampir serupa dengan teori pembentukan harga lahan oleh D.Dowall (2004) yang menyatakan harga lahan dipengaruhi oleh aksesibilitas, luas lahan, kepadatan penduduk, kepadatan rumah, ketersediaan infrastruktur, serta pendapatan masyarakat. Faktor yang mempengaruhi harga lahan perumahan sekitar kawasan Undip Tembalang perlu diteliti lebih lanjut sehingga diketahui variabel penentu harga lahannya. Melalui metode analisis kuantatif dengan analisis regresi dan faktor diperoleh bahwa yang memiliki keterkaitan terhadap harga lahan adalah Prasarana dan Sarana (terutama jaringan air bersih, dan drainase), Aksesibilitas (terutama jarak ke pusat kegiatan Undip), dan Pendapatan. Sedangkan yang menjadi faktor penentu variabel harga lahan adalah prasarana dan sarana (jaringan air bersih, drainase dan persampahan), Aksesibilitas (jarak), luas lahan, dan pendapatan. 
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA GARAM RAKYAT (PUGAR) TAHUN 2014 TERHADAP TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI GARAM RAKYAT DI KECAMATAN KALIORI Rizki Putri Amanda; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.002 KB)

Abstract

Upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha garam rakyat yang ada di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang didukung dengan adanya program pemberdayaan masyarakat yaitu Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Prinsip program ini adalah masyarakat yang merencanakan kegiatan untuk mengoptimalkan hasil dengan menggunakan sumberdaya wilayah. Pelaksanaan Program PUGAR 2014 telah dievaluasi. Hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang lebih menekankan pada hasil produksi, dan kurang memperhatikan hasil dari proses pemberdayaan terhadap petani garam rakyat.Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program PUGAR 2014 terhadap  tingkat keberdayaan petani garam rakyat di Kecamatan Kaliori. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petani garam rakyat di Kecamatan Kaliori yang menerima program PUGAR 2014. Pengambilan sampel menggunakan probability samplingdengan teknikcluster random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, skoring, pembobotan, dan korelasi. Penentuan tingkat efektivitas program dan tingkat keberdayaan petani garam menggunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PUGAR tahun 2014 di Kecamatan Kaliori dinilai cukup berhasil oleh petani garam rakyat, sedangkan keberdayaan petani garam rakyat penerima program tersebut dinilai berdaya. Selanjutnya, hasil analisis korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara efektivitas dengan tingkat keberdayaanatau mempunyai hubungan searah, namun cenderung rendah. Melihat hasil tersebut, maka diusulkan agar sebelum melanjutkan program PUGAR dengan sistem yang baru,pemerintah dapat memperbaiki hal-hal teknis maupun non-teknis terkait pelaksanaan program, supaya tujuan programyaitu peningkatan keberdayaan petani garam rakyat dapat tercapai.
PEMODELAN INTERAKSI AKTIVITAS PASANGAN SUAMI ISTRI PEMILIK KENDARAAN PRIBADI (Studi Kasus: Kecamatan Pedurungan) Shofa Fauzia; Okto Risdianto Manullang
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1706.958 KB)

Abstract

Rumah tangga merupakan kumpulan individu yang mendiami dalam satu rumah dengan variasi aktivitas untuk tiap-tiap individunya. Dengan berumah tangga maka secara tidak langsung kegiatan tiap-tiap individu akan saling bergantungan dan dapat mempengaruhi keputusan perjalanan tiap individunya. Individu dalam rumah tangga yang memiliki aktivitas paling tinggi tingkatannya yaitu pasangan suami istri. Untuk menunjang pergerakan perjalanan mereka, mereka membutuhkan moda transportasi dengan aksesibilitas yang tinggi. Pada tingkat rumah tangga moda transportasi yang digunakan adalah angkutan umum penumpang (AUP). Dugaan sementara pelayanan angkutan umum penumpang (AUP) yang berada di Kecamatan Pedurungan masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pergerakan masyarakat. Sehingga, pada rumah tangga beralih menggunakan moda transportasi kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi berupa sepeda motor  dan mobil dipilih karena dianggap mampu untuk melayani pergerakan perjalanan berbasis aktivitas pasangan suami istri. Maka, peneliti perlu melakukan studi dengan pertanyaan penelitian (Research Question), yaitu “Bagaimana model interaksi aktivitas pasangan suami istri pemilik kendaraan pribadi di Kecamatan Pedurungan?”. Penelitian ini akan menguji beberapa hipotesis hubungan variabel yang dikembangkan dari studi teoritis dan empiris. Metode statistik AMOS 16.0 digunakan untuk menilai hubungan signifikansi antar variabel. Hasil penelitian ini adalah hubungan nilai signifikansi antara variabel endogen dan eksogen terhadap faktor hambatan ayah, aksesibilitas ayah, hambatan ibu, dan aksesibilitas ibu. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi sehingga diharapkan dapat dijadikan arahan bagi pemerintah untuk menyusun suatu kebijakan mengenai kepemilikan kendaraan pribadi
POSISI PENAWARAN DAN PERMINTAAN WISATA MENURUT PENDAPAT PENGUNJUNG KLENTENG SAM POO KONG DI KOTA SEMARANG Indri Astuti; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.63 KB)

Abstract

Klenteng Sam Poo Kong yang terletak di Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang, sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Semarang tentunya memerlukan adanya penelitian mengenai posisi penawaran dan permintaan wisata menurut pendapat pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kedua aspek tersebut yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan daerah tujuan wisata Klenteng Sam Poo Kong. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji posisi penawaran dan permintaan wisata Klenteng Sam Poo Kong yang dilihat dari elemen sistem pariwisata. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan yaitu skoring dan matriks BCG. Hasil penelitian ini akan menunjukkan posisi penawaran dan permintaan wisata Klenteng Sam Poo Kong dan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi pengembangan Klenteng Sam Poo Kong sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Semarang.
Kajian Tingkat Keterjangkauan Dan Pola Preferensi Bermukim Masyarakat Berpenghasilan Rendah Dalam Mengakses Rumah Di Kecamatan Ngaliyan Naufal Rabbani Priyandianto; Asnawi Manaf
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.591 KB)

Abstract

Housing development built by government and private developers are currently not able to provide affordable housing and according to the preferences of the low-income community. This condition causes a lot of low-income people prefer to inhabit the house who doesn’t belong to them (rent) and be resident commuters, so they were not able to afford their own house, due to limited purchasing power. This research aims to determine the level of affordability and preference patterns of low-income communities in the Kecamatan Ngaliyan. The research used Descriptive Quantitative Method. This research shows that the majority of low-income communities in the Kecamatan Ngaliyan who work as industrial and informal workers, are still not able to access the house according to 64% of the total respondents. While there are only 36% of respondents who work as private and civil employees have been able to reach the house. Respondents have the ability to make mortgage about Rp 300,000, - - Rp 400.000, -. While the lowest price of minimal house mortgage is Rp 650,000, - - Rp 750.000, -. This conditions indicate that there’s no suitable house  for the financial condition of the community. There are 4 factors that affect the preferences of low-income people living in the Kecamatan Ngaliyan, such as Physical and Building Location Factor, Infrastructures Factor, Social Environmental Factor, and Perception and Economic Conditions Factor. The pattern of community preference also strongly affected by the type of job, income level, and lifestyle.
PERUBAHAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN PESISIR PADA KAWASAN WISATA PANTAI ALAM RANDUSANGA INDAH KABUPATEN BREBES B Chandra Anggitya Putra; Bitta Pigawati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.427 KB)

Abstract

Kawasan Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN) merupakan salah satu wilayah pariwisata potensial (WPP) pantai utara yang memiliki penggunaan lahan yang terdiri dari perikanan (budidaya dan tangkap), hutan mangrove, pertanian (sawah terintrusi), permukiman minoritas dan pariwisata (wisata pantai). Kawasan wisata yang terletak di Kelurahan Randusanga Wetan dan Randusanga Kulon tersebut memiliki karakteristik guna lahan spesifik karena di kawasan wisata yang berfungsi untuk menjalankan aktivitas wisata terdapat fungsi lain berupa kawasan permukiman.Perkembangan aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN) telah mempengaruhi perubahan guna lahan di sekitar kawasan wisata dan  mempengaruhi perubahan kondisi fisik lingkungan permukiman dan penggunaan permukiman masyarakat pesisir di sekitarnya. Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengkaji bentuk perubahan karakteristik permukiman pesisir kawasan wisata Pantai Alam Randusanga Indah di Kelurahan Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan berdasarkan indikator perubahan lingkungan fisik permukiman dan perubahan penggunaan permukimannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi perubahan karakteristik permukiman pesisir pada kawasan wisata Pantai Alam Randusanga Indah yang meliputi Kelurahan Randusanga Wetan dan Randusanga Kulon Wetan. Perubahan karakteristik lingkungan fisik permukiman masyarakat pesisir ditunjukan dari peningkatan kualitas jaringan jalan, peningkatan kualitas hunian, peningkatan kualitas permukiman, dan peningkatan kualitas permanensi bangunan. Sementara kualitas jaringan persampahan di permukiman masyarakat pesisir mengalami penurunan. Sementara perubahan karakteristik penggunaan permukiman masyarakat Perubahan penggunaan permukiman sebagian besar dilakukan oleh masyarakat yang memiliki hunian di sekitar akses masuk wisata pantai. Penggunaan permukiman yang semula hanya hunian biasa beralih menjadi warung/toko/jasa karena peluang usaha yang disebabkan keberadaan kawasan wisata pantai.
STUDI KINERJA PELAYANAN PDAM TIRTA SIAK BERDASARKAN PENDAPAT PELANGGAN (Studi Kasus: PDAM TIRTA SIAK PEKANBARU Dalilul Islamy; Widjonarko .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.834 KB)

Abstract

Perkembangan suatu kota, dapat dipastikan peningkatan kebutuhan terhadap pelayanan prasarana perkotaan. Salah satunya air bersih yang penting untuk di kaji mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok yang selalu di konsumsi oleh masyarakat dan juga berpengaruh besar pada kesehatan masyarakat tersebut. Sehingga pelayanan dan tidak tercakupnya pendistribusian air bersih yang di berikan oleh pihak penyedia air bersih yang di sini di layani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat perkotaan mengakibatkan rumah tangga dan kegiatan perkotaan mengusahakan pelayanannya sendiri untuk mencukupi akan kebutuhan air bersih.Pengembangan Jaringan distribusi air bersih menjadi suatu tahap yang harus dilakukan untuk memenuhi permintaan air bersih yang setiap hari semakin meningkat. Dalam pelaksanaan pembangunan jaringan, prinsip dasar yang harus selalu diperhatikan adalah harus adanya kesesuaian antara rencana pengembangan jaringan dengan rencana tata ruang.  Akibat terbatasnya sumber-sumber air baku yang ada. Penelitian ini di ambil karena pada awal tahun 2012 di bulan Januari banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang tidak lancarnya pasokan air dari perusahaan yang mengolah air bersih di kota Pekanbaru. Hal tersebut di muat di media cetak lokal Riaupos. Permasalahan tersebut terjadi karena banyak pipa dan mesin pengolahan air yang digunakan oleh PDAM Tirta Siak sudah harus di ganti dengan yang baru dan lebih canggih mengingat usianya yang sudah lebih dari 35 tahun. Sehingga hal tersebut mengakibatkan tidak lancar dan keruhnya air yang di berikan PDAM Tirta Siak Pekanbaru kepada pelanggan. Karena itu hal ini menjadi menarik untk di dikaji lebih mendalam melalui suatu proses studi, sehingga diharapkan dapat di ambil suatu kesimpulan maupun rekomendasi yang lebih bersifat ilmiah dan dapat di sumbangkan pada pihak-pihak yang berkompeten, dalam hal ini PDAM Tirta Siak Pekanbaru di dalam meningkatkan kapasitas pelayanannya kepada pelanggan secara lebih baik.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue