cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
POTENSI KAMPUNG NELAYAN SEBAGAI MODAL PERMUKIMAN BERKELANJUTAN DI TAMBAKLOROK, KELURAHAN TANJUNG MAS Sonya Dimitra; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 1, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.276 KB)

Abstract

Kampong Tambaklorok, in Tanjungmas, North Semarang is located in coastal of the Java Sea. Thi Kampong is known because of the existence of TPI (Tempat Pelelangan Ikan). On one hand, this fringe area that develops into residential compound has several problems that is similar with fisherman villages in Indonesia coastal, such as poverty, and inadequate facilities and infrastructures. On the other hand, behind these problems there are some potentials that can be a capital for sustainable settlements. This study examines the potential of Kampong Nelayan Tambaklorok that can be a capital of sustainable settlements. Some analysis are realized to reach the aim of this study: analysis as of quality of the facilities and infrastructure avalabilities, analysis of quality of a residential dwelling, analysis of social and economic condition of the community, and potential Kampong Nelayan analysis as a capital for sustainable settlements. The result of this study shows that Kampong Tambaklorok has not been alleged as a sustainable settlements. But this kampong has social aspects that can be a capital for becoming a sustainable settlements. To conclude, beyond of the problems such as lack of inftrastructure which leads to poverty and slums settlements, this kampong has valuable capital to make it a sustainable settlements.
Penilaian Kesesuaian Aktivitas Pengunjung Kawasan Sport Center Kudus dengan Metode Skoring Ferdizza Yaurma Hanatya; Landung Esariti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1593.07 KB)

Abstract

There are various kinds of problems in the Kudus Sport Center area, such as ldan conflicts by street vendors dan criminal acts such as theft. Based on these problems there is a mismatch of visitor activity that takes place in the region. This study aims to assess the suitability of visitor activities in utilizing the Kudus Sport Center area. The analysis used was descriptive analysis dan scoring with 5 variables which were reduced to 18 assessment indicators. These variables are ease of accessibility to the area, availability of facilities, condition of facilities, security, dan activities that take place in the Kudus Sport Center area. Data used from the results of the questionnaire to 90 respondents, interviews, dan observations. The results of this study are the appraisal of the suitability of the activities of the Kudus Sport Center area of 67.56% which is included in the medium category, so that there are still assessment indicators that have not been applied in the area. The indicator according to the priority of its handling is that it can be reached by public transportation dan sports dan recreation facilities that are free from garbage dan standing water.
TIPOLOGI PERGERAKAN PENGUNJUNG PADA KLASTER PARIWISATA BATURRADEN Danar Amarta; Holi Bina Wijaya
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.253 KB)

Abstract

Aktivitas pariwisata merupakan kegiatan penyeimbang pada kegiatan sehari-hari manusia. Masyarakat perkotaan dengan tingkat stres yang tinggi akibat tingginya aktivitas dalam kehidupan sosial setiap orang membutuhkan hiburan yang dapat diperoleh dari sektor wisata di sekitarnya . Kawasan Baturaden memiliki beragam jenis usaha dalam mendukung kegiatan pariwisata Baturraden. Pada akhir temuan penelitian yang diperoleh oleh beberapa studi seperti interaksi antara rantai nilai sesuai dengan kedekatan geografis dan fungsional. Dari penelitian Tipologi pergerakan pengunjung yang terjadi tidak hanya terfokus pada daya tarik tetapi juga untuk rantai lain nilai yang ada di Kawasan Baturraden. Dari temuan penelitian dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi untuk memaksimalkan fungsi dari masing-masing rantai nilai sehingga satu sama lain dapat mendukung dan memberikan kontribusi ekonomi secara maksimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PERUMAHAN DAN TIPE RUMAH DI PERUMAHAN BUKIT EMERALD Bagus Zakarya Putra; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.524 KB)

Abstract

Keterbatasan lahan di pusat kota mengakibatkan pembangunan perumahan mengarah ke daerah pinggiran Kota Semarang, seperti Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Perumahan Bukit Emerald merupakan salah satu perumahan di Kelurahan Meteseh yang dikembangkan dengan 433 unit rumah hunian dan ruko. Perumahan ini salah satu lokasinya berbatasan langsung dengan tebing terjal yang berpotensi longsor tetapi seluruh unit huniannya habis terjual dalam waktu yang relatif cepat, seakan potensi bencana tersebut tidak mempengaruhi penghuni perumahan dalam menentukan pemilihan perumahan.Keadaan tersebut menarik untuk diteliti, dengan pertanyaan penelitian: Faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap keputusan penghuni perumahan untuk membeli dan tinggal di Perumahan Bukit Emerald? Faktor yang menjadi indikator pemilihan perumahan pada penelitian ini adalah faktor lokasi perumahan, kondisi lingkungan perumahan, kondisi rumah hunian dan harga rumahnya.Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan observasi lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penghuni dalam memilih membeli dan bertempat tinggal di Perumahan Bukit Emerald.  Hasil akhir penelitian ini menyatakan bahwa faktor harga rumah hunian merupakan faktor yang paling mempengaruhi dalam memilih perumahan, urutan faktor yang mempengaruhi berikutnya adalah faktor kondisi lingkungan perumahan, lokasi perumahan dan kondisi rumah hunian.
PROSES INOVASI PADA KLASTER KAMPOENG BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA Ridho Maruli S; Mohammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.409 KB)

Abstract

Pelaku usaha di Klaster Kampoeng Batik Laweyan menerapkan inovasi sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Inovasi-inovasi ini diterapkan pada rantai nilai produksi (pada input, proses, output dan pemasaran). Sumber inovasi berasal dari pelaku usaha dalam klaster, permintaan pasar atau konsumen, dan pihak akedemisi. Pelopor utama pada klaster ini adalah Alpha Fabela, Bambang Slamento dan Saud Efendi. Motivasi utama mereka melakukan inovasi untuk meneruskan industri batik yang sudah menjadi warisan budaya turun temurun sedangkan motivasi utama pengikut melakukan inovasi adalah keuntungan ekonomi. Proses adopsi inovasi-inovasi ini mengalami beberapa tahapan, yaitu: kesadaran, ketertarikan, percobaan, evaluasi dan pengangkatan. Sedangkan difusi inovasi terjadi melalui saluran komunikasi FPKBL dan interaksi sosial pelaku usaha. Inovasi-inovasi ini berhasil meningkatkan daya saing produk batik Laweyan, terlihat dari wilayah pemasarannya yang tidak hanya di dalam negeri tetapi sampai ke luar negeri.
HUBUNGAN KUALITAS LINGKUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PERUMNAS TLOGOSARI KOTA SEMARANG Desi Permatasari; Parfi Khadiyanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota merupakan ruang yang dinamis, pertambahan jumlah penduduk yang kian meningkat sudah tidak dapat dipungkiri. Kota Semarang terdapat perumahan besar yakni Perumnas Tlogosai di Kecamatan pedurungan yang kini daerah sekitarnya sudah berkembang pesat dan menjadi kawasan yang padat penduduk dan bangunan. Perkembangan kawasan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Siahaan (2004) menyatakan jika lingkungan yang baik maka manusia dapat mencapai hidupnya yang baik dan sebaliknya. Oleh karena itu selain mencari tahu kualitas lingkungan yang ada di Perumnas Tlogosari, penelitian juga mencari tahu mengenai kualitas hidup masyarakatnya. Penelitian ini juga mencari tahu hubungan antara kualitas lingkungan dengan kualitas hidup menggunakan skoring hasil kuisioner masyarakat dan analisis tabulasi silang. Kualitas lingkungan diketahui dengan kondisi bangunan, sarana dan prasarana, lokasi dan aksesibilitas serta kenyamanan. Sedangkan Kualitas hidup masyarakat tersebut diketahui dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kontak sosial.  Hasil dari penelitian ini menunjukan skor kualitas lingkungan dan kualitas hidup yang memiliki angka sama yakni 2,85 (mendekati baik) yang menunjukan adanya hubungan antara kualitas lingkungan dan kualitas hidup.Hal ini diuji pula dengan analisi tabulasi silang yang menunjukan chi square 0.005 yang berarti terdapat hubungan antar kedua variabel tersebut. Nilai kuaitas lingkungan tertinggi ada pada karakteristik wilayah dengan tipe rumah kecil dan lokasi akses yang mudah dan dekat dengan fasilitas. Sedangkan kualitas hidup yang baik terdapat pada kawasan rumah bedar yang berdekatan dengan perkampungan. Selain itu terdapat pula beberapa variabel yang saling mempengaruhi
Kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pelaku Usaha di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang Arimianto Prakosa; Muhammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.112 KB)

Abstract

The Semarang Old City’s tourism area is one of the resorts owned by the city of Semarang. This tourism area has great potential to be developed. As the times goes by, the tourism area of Semarang City’s evolved. It can be seen from the presence of tourists or visitors and business actors in the Semarang Old City’s area. With the participation of stakeholders, such as government, private, and businessmen in the tourism area of Semarang Old City can thrive in the economic sector, either the regional economy or local economy, or business actors. In this study, one thing to be observed is the influence of the Semarang Old City tourism area’s presence to the business actors’ economy.The Semarang Old City set as heritage tourist area, with all its uniqueness. In the past, the Semarang Old City’s tourist area was not as busy as now. Lately, the tourist area of Semarang Old City has developed; it can be seen from the number of visitors every day. In addition, it can be seen that many trade sectors and services come up in the Semarang Old City’s area. Therefore, this study aimed to determine the characteristics relationship of  business activity with business actors’ income in the Semarang Old City’s tourist area.The aims of this study were to examine and analyze the relationship between the business activity’s characteristic with business actors in the Semarang Old City’s tourism area. These objectives can be achieved by determining the goals, which were reviewing the characteristics of the area, visitors, business activities, entrepreneurs, and analyzing the influence of the Semarang Old City tourism area’s presence to the business actors’ economy. The analysis method used in this research is quantitative and descriptive methods with analysis technique that is supported by the data obtained through the observation and questionnaires.Based on this research, it is known the factors that influence the income of business actors in the Semarang Old City’s tourism area, which are buyers’ busy time, the amount of labor, business activity duration per day and the duration of business activities per week.
PENGARUH DAYA TARIK PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN (Studi Komparasi Pasar Karangayu dan Giant Superdome) Ratna Asribestari; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.997 KB)

Abstract

Perkembangan pasar moden di Kota Semarang, cukup pesat. Munculnya berbagai jenis pasar nontradisional dapat meningkatkan kompetisi antara pasar tradisional dengan pasar modern, seperti yang terjadi pada Pasar Karangayu dan Giant Superdome yang memiliki lokasi yang berdekatan. Hal ini didukung dengan adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin modern mengakibatkan kecenderungan perpindahan tempat belanja dari pasar tradisional menuju pasar modern. Dalam menarik pengunjung, setiap pasar harus memiliki daya tarik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh daya tarik pasar terhadap preferensi konsumen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi komparasi antara Pasar Karangayu dan Giant Superdome. Dalam penelitian ini yang menjadi objek adalah konsumen yang melakukan belanja di kedua pasar tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi daya tarik Pasar Karangayu, yaitu variasi barang, harga barang dan fasilitas umum sedangkan daya tarik Giant Superdome adalah kenyamanan, variasi barang, harga barang, kondisi fisik pasar, fasilitas pasar. Aksesibilitas menjadi daya tarik kedua pasar namun adanya limitasi berupa pulau jalan yang memisahkan antara lajur jalan mengurangi kemudahan aksesibilitas pasar terutama bagi konsumen yang berada di seberang pasar. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh antara daya tarik pasar terhadap preferensi konsumen, yaitu Giant Superdome lebih disukai daripada Pasar Karangayu. Rekomendasi yang dapat dirumuskan pada penelitian ini adalah penataan lokasi pasar modern dengan memperhatikan pasar tradisional yang telah ada.
KAJIAN KEBERADAAN WISATA BELANJA MALIOBORO TERHADAP PERTUMBUHAN JASA AKOMODASI DI JALAN SOSROWIJAYAN DAN JALAN DAGEN Ahsanul Fathiyyatun Nisa; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.318 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai tujuan wisata ke dua di Indonesia. Yogyakarta berada di jalur lintas selatan menguntungkan bagi perkembangan potensi pariwisata, adanya pusat aktivitas perkotaan berdampak pada perubahan gaya hidup penduduk menjadi lebih konsumtif dan mendorong berkembangnya aktivitas komersial. Malioboro merupakan wisata belanja yang banyak diminati wisatawan, Malioboro memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Malioboro menawarkan atraksi belanja bagi pengunjung, sepanjang 2 km Jalan Malioboro dihuni para pedagang yang menawarkan barang dagangan dengan berbagai macam produk yang ditawarkan. Perkembangan Malioboro menyebabkan terjadinya keterkaitan terhadap pertumbuhan jasa-jasa akomodasi disekitar kawasan. Jalan Sosrowijayan dan Dagen sebagai pusat pertumbuhan jasa akomodasi perluasan dari Jalan Malioboro, pusat keramaian banyak dikunjungi oleh wisatawan. Akomodasi merupakan simpul penyaluran wisatawan dari tempat tinggal menuju lokasi objek wisata dengan objek wisata lainnya yang menjadi destinasi tujuan wisata. Jasa akomodasi yang mendominasi di Sosrowijayan dan Dagen berupa hotel, losmen, homestay, dan wisma. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan wisata belanja Malioboro dengan pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Untuk teknik sampling menggunakan purposive sampling dan accidental sampling yang berguna untuk menentukan informan dalam penelitian yaitu pemilik jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan-Dagen, masyarakat, instansi pemerintah dan wisatawan Malioboro. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari identifikasi potensi Malioboro sebagai wisata belanja di Kota Yogyakarta, analisis karakteristik jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen, analisis persebaran dan pola pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen, dan analisis perkembangan Malioboro terhadap pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rumusan hasil analisis yaitu: Malioboro memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan jasa akomodasi yang ada di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Malioboro mendatangkan wisatawan, wisatawan membutuhkan penginapan sebagai prasarana kebutuhan wisatawan, Jalan Sosrowijayan dan Dagen berada di lokasi yang strategis, sehingga terjalin keterkaitan untuk dibangun jasa akomodasi di kedua jalan tersebut. Ada kecenderungan wisatawan untuk memilih lokasi penginapan di lokasi strategis dalam mempermudah mobilitas menuju lokasi wisata lainnya, sehingga hasil analisis yang dilakukan tepat pada sasaran. Jalan Sosrowijayan dan Dagen berpotensi untuk pertumbuhan jasa akomodasi penunjang kebutuhan wisatawan dalam melakukan kegiatan pariwisata.
Pengaruh Kegiatan Komersial Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Koridor Jalan Ngesrep Timur V - Semarang Yuanta Bima Andrianto; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.004 KB) | DOI: 10.14710/tpwk.2018.20505

Abstract

The corridor of Ngesrep Timur V Street is one of accesses to get to the education area of Diponegoro University. The corridor of Ngesrep Timur V Street became a corridor for commercial activities. Commercial activities located in the corridor of Ngesrep Timur V Street became the area center in Sumurboto Urban Village. Commercial activities in the corridor of Ngesrep Timur V Street consists of trading and service activities. The commercial activities are classified into 4 kinds: grocery store, department store, special store, and service shop. The existence of the commercial activities resulted in the rapid changes of the land use in the corridor of Ngesrep Timur V Street. The land-use change was observed from 2011 to 2017. In addition to the land-use change in the corridor of Ngesrep Timur V Street, there was the change of figure-ground from 2011 to 2017. This research aims to find out how big the influence of commercial activities towards land-use change in the corridor Ngesrep Timur V Street is. In order to achieve that objective, this research uses quantitative approach with 153 commercial activities in total. The number of the respondents in this research is 65 respondents.This research, which concerns on the effect of the commercial activities towards land-use change, is based on three main analyses namely: characteristic analysis on commercial activities, analysis on land-use change and the causes of land-use change, and analysis on the influence of commercial activities towards land-use change. This research uses index method of the closest neighbor distribution to find out the distribution pattern of the commercial activities and Chi-Square method to find out the influence of the commercial activities towards land use change. The influence of the commercial activities towards land-use change is calculated using Chi-Square value, and there are three factors which are influential such as the type of the commercial activities towards land-use change, the distribution pattern of land-use change and the cost of capital expenditure towards land-use change.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue