cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Karakteristik Sosial-Ekonomi dan Tingkat Kepuasan Penghuni terhadap Rumah Bersubsidi di Kecamatan Ungaran Timur Nonik Astomukti; Asnawi Asnawi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.159 KB)

Abstract

House is one of basic needs for human as a shelter for living and doing activities. However, many houses are overpriced so that not everyone can afford it.  As a solution to the overprized housing, the government provides subsidized housing program for the low-income society. The satisfaction level of residents is considered as the main factor for government and developer to assess the program. The aim of this research is to find out the socio-economic characteristics and the satisfaction level of subsidized housing residents in the sub-district of East Ungaran. This research is using descriptive statistic, GAP and IPA analysis with 71 residents as the sample. Variables for this research are (1) the physical condition of the house, (2) the condition of the infrastructure, facilities, and utility of the residential environment, (3) the location of the residential, (4) the status of ownership, (5) the conveniency and the security of the environment (liveability) and (6) the social environment. The results of this study are the level value shows that the highest level of residents’ satisfaction with subsidized housing is the social environmental aspect with a Gap value of 0.17, a good social environment with active social activities and good relationship with neighbours. The government and developer can make the results of the IPA diagram quadrant as a consideration for further development of subsidized housing.
ARAH PERKEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN PASCA BENCANA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH Arief Akbar; Samsul Ma'rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.169 KB)

Abstract

Secara geografis Banda Aceh memiliki kerentanan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami, terbukti dengan adanya gempa bumi dan disusul oleh gelombang tsunami 26 Desember tahun 2004. Bencana ini menghancurkan sarana dan prasana kota, khususnya pada wilayah utara kota Banda Aceh yang mengakibatkan kerugian dan banyaknya korban jiwa. Dengan kondisi seperti ini, rencana pengembangan kota yang diikuti dengan pergeseran pusat aktivitas perkotaan serta arahan pengembangan kawasan perumahan diarahkan pada wilayah selatan kota Banda Aceh. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian dari dampak bencana gempa bumi dan potensi tsunami yang terjadi dikemudian hari. Dari permasalahan diatas maka penting dilakukan sebuah penelitian tentang arah perkembangan kawasan perumahan pasca bencana tsunami  pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2011 dengan Research Question apakah arah perkembangan kawasan permukiman sudah sesuai dengan rencana pengembangannya. Berdasarkan hasil analisis, arah pengembangan kota Banda Aceh direncanakan kedepannya mengarah pada wilayah selatan kota tepatnya pada kecamatan Lueng Bata di Batoh dan Lamdom yang  didukung oleh sub pusat pengembangannya yaitu pada wilayah timur kota kecamatan Ulee Kareng. Namun pada perkembangan kawasan permukiman lebih cenderung mengalami perkembangan pada wilayah utara kota Banda Aceh. Oleh karena itu Pemerintah Kota Banda Aceh, seharusnya mampu mengontrol pertumbuhan lahan terbangun disetiap kecamatan kota, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan-kebijakan tata ruang yang ada.
KAJIAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN PARIAMAN UTARA Mohd Abi Rafdi; wiwandari Handayani
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.871 KB)

Abstract

Climate change has been emerging as a phenomenal issue scientific research has found that climate change leads to serious global threat. One of the affected area because of climate change is Coastal area of Pariaman Utara. Coastal area of Pariaman Utara is potentially at risk. People has been living there for a long time hereditarily. Various condition of the community such as the education level, profession, etc. certainly affect community’s comprehension about climate change especially in Pariaman Utara District coastal area. This is caused by the lack of information and awareness of the community itself. This research aims to example the  Pariaman Utara District’s community comprehension climate change in coastal area. This research used mix-methods. Data collection done by questionnaire, observation and interview. Analysis used is statistic descriptive and cross-tabs. Examining community’s opinion by finding relation between community responses and it’s understanding about climate change in coastal area. Based on the research, obtained four categories that represent community’s understanding about climate change in coastal area. The results show that the third category, the people who didn’t undersand the reasons of climate change but did the proper actions dominate about 45% . Proper action of community initiated by government. Based on analysis, community comprehension about climate change refers to natural cycles. 
KESERIUSAN DAN KONSEKUENSI SIKAP PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PELESTARIAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG Nursiyama Linda Widyawati; Joesron Alie Syahbana
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.654 KB)

Abstract

Kota Lama semarang disebut juga Little Netherland karena pada zaman Kolonial Belanda kawasan ini merupakan pusat pemerintahan. Sebagai bekas pusat pemerintahan,  kawasan ini memiliki bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Semarang. Bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah tersebut merupakan bangunan BCB sehingga kawasan ini dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji Keseriusan dan Konsekuensi Sikap Pemerintah Daerah terhadap pelestarian di Kawasan Kota Lama Semarang yang telah dilakukan selama ±25 tahun.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode delphi dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Cara pengumpulan data dengan survei primer dengan observasi lapangan dan survei sekunder yaitu dengan studi literatur. Hasil penelitian ini berupa tingkat keseriusan pemerintah daerah terhadap pelestarian di Kawasan kota Lama Semarang dan akibat yang harus ditanggung pemerintah dengan melakukan pelestarian Kawasan Kota Lama Semarang.
PEMENUHAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA STUDI KASUS: KETERKAITAN MASYARAKAT KAMPUNG PETEMPEN DENGAN MASYARAKAT APARTEMEN MUTIARA GARDEN SEMARANG Fiska Ambarwati; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.045 KB)

Abstract

Lingkungan permukiman merupakan suatu lingkungan yang dapat mendukung perikehidupan dan penghidupan, terdiri atas dua aspek tinjauan yaitu aspek fisik seperti sarana, dan prasarana serta aspek non fisik seperti sosial. Kampung Petempen, Semarang merupakan salah satu perkampungan yang berada di kawasan perkotaan di Semarang. Lingkungan permukiman tersebut memiliki dua karakter hunian yakni hunian vertikal yakni Apartemen Mutiara Garden dan hunian horizontal yakni Kampung Petempen.Masyarakat apartemendan masyarakat Kampung Petempen memiliki kebutuhan saranadan prasarana masing- masing.Tujuan penelitian yang dilakukan adalah melakukan identifikasi terhadap keberadaan afinitas yang terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat apartemen dengan masyarakat Kampung Petempen.Pada hubungan ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan akan menghasilkan identifikasi terkait dengan afinitas antar kedua kelompok masyarakat. Hubungan afinitas terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat kampung Petempen dan masyarakat apartemen. Keberadaan afinitas dirasa penting untuk menunjukkan hal- hal yang dapat dilakukan secara bersama antara masyarakat sekitar dengan penghuni apartemen, sehingga menghindari adanya kesenjangan sosial yang terjadi pada kawasan tersebut. Afinitas terhadap kebutuhan prasarana terjadi pada prasarana jalan, drainase, dan sistem pengelolaan persampahan. Pada kondisi ini tidak terjadi afinitas pada kebutuhan sarana lingkungan permukiman. Metode yang dipergunakan adalah metode kualitatif.
KAJIAN POLA INTERAKSI KERUANGAN SENTRA USAHA PENGASAPAN IKAN DI DESA WONOSARI, KABUPATEN DEMAK Fajar Hadhiyanto Wibowo; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.34 KB)

Abstract

The availability of human needs are not all available in one place, but scattered unevenly in different regions. So it will trigger a spatial interaction between one place to another. This happens in the business center of curing fish in Wonosari, Demak. These fish fogging activities triggered the spatial interactions between Wonosari the areas of raw material suppliers and territories marketing of products. This study was intended to determine the pattern of spatial interaction that occurs in the business center of curing fish in Wonosari. With the approach of quantitative research and quantitative research methods descriptive. The analysis used the analysis flow of business activities curing fish and spatial interaction pattern analysis. Analytical results from this research that there are two aspects that led to the occurrence of spatial interaction in business activities curing fish in Wonosari namely the aspect of input (supply of raw material, production equipment, transfer of knowledge) and the output aspect (marketing of products). From the results of analysis show that Juwana is an area of major raw material suppliers of the business center of curing fish in Wonosari, so the most powerful spatial interaction in the aspect of input occurs with the region. In the aspect of output (marketing), the largest market area is to Demak with large sales index to the region by (100%). This shows that the marketing of smoked fish products still dominated sales to the local region. So the conclusion is very strong spatial interaction with other areas occur on aspects of input and output interaction for the most powerful aspects of the local area itself.
KAJIAN KEPUASAN PENGHUNI BERDASARKAN KUALITAS LINGKUNGAN DI PERUMNAS BUKIT SENDANGMULYO SEMARANG Yudhi Widiastomo; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.081 KB)

Abstract

Perumnas Bukit Sendangmulyo merupakan salah satu perumnas yang dibangun oleh Perum Perumnas Regional V di pinggiran Kota Semarang pada tahun 1994. Perumnas ini dibangun dengan jumlah unit 2081 dan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap. Tidak adanya pengelolaan dari pihak Perum Perumnas mengakibatkan perumnas yang sudah berumur 19 tahun tersebut mengalami penurunan kualitas lingkungan. Pada perumnas ini ditemui berbagai permasalahan seperti rusaknya jalan utama, drainase yang tidak terawat, buruknya kualitas air bersih, dan sarana lingkungan yang kurang lengkap. Dengan adanya berbagai permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kinerja Perumnas Bukit Sendangmulyo menggunakan indikator kepuasan penghuni. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan penghuni berdasarkan kualitas lingkungan di Perumnas Bukit Sendangmulyo. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa tingkat kepuasan penghuni berdasarkan kualitas lingkungan termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai indeks kepuasan sebesar 58,1% (dengan nilai tengah adalah 60%). Tingkat kepuasan tersebut paling tinggi dipengaruhi oleh variabel kualitas hubungan masyarakat dengan nilai indeks 73,4%, variabel kualitas prasarana lingkungan 57,6%, variabel kualitas fisik rumah 51,6%, dan paling rendah adalah variabel kualitas sarana lingkungan dengan nilai indeks 49,8%. Oleh karena itu pemerintah perlu menangani kondisi air bersih yang buruk serta perlu memperbaiki prasarana yang sudah rusak seperti jalan dan drainase utama perumnas. Pemerintah juga perlu menyediakan sarana yang lengkap di Perumnas Bukit Sendangmulyo seperti sekolah, pasar, sarana kesehatan, dan lain-lain sesuai dengan rencana pada siteplan pembangunan Perumnas Bukit Sendangmulyo agar perumnas tersebut dapat semakin berkembang.
PENGARUH PENINGKATAN NILAI LAHAN TERHADAP PEMANFAATAN RUANG TERBANGUN DAN RUANG TERBUKA PERUMAHAN DI KELURAHAN MUGASARI Agus Ricky Hartanto; Mussadun .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan lahan sempit dan harga tanah meningkat karena nilai pembangunan lahan di pusat kota dapat dilihat dalam wilayah penelitian seperti di Kelurahan Mugasari. Kegiatan ini mendukung aktivitas perumahan dan perubahan pola dan struktur yang berfungsi utamanya untuk hunian, yang merupakan fungsi dari bangunan sebagai tempat tinggal untuk tumbuh sebagai fungsi perdagangan jasa dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga. Perubahan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di lingkungan perumahan dan perubahan fungsi tata guna lahan di pusat kota menjadi faktor utama meningkatnya nilai tanah di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari pembangunan pada nilai lahan terbangun dan ruang terbuka di perumahan Kelurahan Mugasari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan dan analisis kuantitatif metode kuantitatif dikombinasikan dengan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ruang terbangun dengan nilai lahan pada perumahan, berdasarkan analisis regresi berganda antara variabel bebas yang terdiri dari KDB, KDH, dan KLB dengan variabel terikat yaitu nilai lahan dihasilkan bahwa apabila KDB dan KDH  meningkat nilai lahan juga akan meningkat. Sedangkan apabila KDH meningkatnilai lahan akan turun. Hal itu disebabkan karena faktor lokasi yang sangat strategis di pusat kota yang memiliki nilai lahan yang tinggi sehingga masyarakat dipusat kota cenderung untuk memaksimalkan lahan mereka untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga yang lebih baik.
Kesiapan Prasarana Mitigasi Bencana Pada Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Berapi Kabupaten Magelang Ivan Yusuf; Widjonarko Widjonarko
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.958 KB)

Abstract

Magelang regency has high volcanic eruption risk level from high to low. The 2010 eruption disaster was the most explosive among the others in the past decade. The high level of hazard with unpreparedness from community and the government in dealing with disasters in 2010 made poor evacuation. Based on these problems the assessment preparedness level of disaster infrastructure is important. Because it can reduce the impact of damage and disadvantages obtained by the community. The research question is "Is disaster mitigation infrastructure in volcano disaster prone region of Mount Merapi Magelang ready for emergency and post-disaster conditions?" The purpose of this study is to assess the preparedness of mitigation infrastructure such as evacuation route, evacuation building, early warning system, sanitation and water in disaster-prone areas of volcanic eruption in Magelang Regency, especially Dukun District. The data are collected from field observation and interview. This research used quantitative method, and the scoring analysis assessment used few parameters based on the readiness of each infrastructure.The analysis shows that the disaster mitigation infrastructure of Magelang Regency, especially Dukun district is not ready for all residents in KRB III area. The result of analysis shows that 57% of disaster infrastructures have feasible condition and function. The result caused the level of disaster infrastructure in Dukun Sub-district to be "Almost Ready". Infrastructures that need to be improved are toilet facilities, water facilities, and evacuation site. Infrastructures that have been categorized as ready are early warning systems, garbage and evacuation routes. Some of the existing infrastructure is ready for use but still need improvement or additional infrastructure to serve all disaster prone area community.
KAJIAN PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN DAN FUNGSI BANGUNAN SEKITAR PUSAT PERBELANJAAN (MAL) DI KOTA BEKASI Yeda Nurul Cahyaningtyas; Sri Rahayu
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.975 KB)

Abstract

Pembangunan pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam segala bidang yang terkait dengan kehidupan manusia. Pembangunan pusat perbelanjaan modern merupakan fenomena yang dapat ditemui baik di kota kecil maupun kota besar di Indonesia, keberadaan dari pusat perbelanjaan berpengaruh terhadap perkembangan suatu kota (Hariyono, 2002). Kota Bekasi merupakan wilayah agraris yang kemudian berubah menjadi kota yang memiliki banyak pusat perbelanjaan dan membuat Kota Bekasi menjadi kota yang modern dan maju, serta memiliki 15 mal bahkan lebih. Mal dapat diartikan sebagai suatu ruang yang memiliki bentuk memanjang yang difungsikan sebagai tempat berbelanja bagi pejalan kaki dan mal ini biasanya terbentuk oleh deretan pertokoan. Fenomena perkembangan mal ini terjadi di Kecamatan Bekasi Selatan khususnya Kelurahan Pekayon Jaya, Kelurahan Marga Jaya, dan Kelurahan Kayuringin  Jaya yang memicu terjadinya perkembangan penggunaan lahan dan fungsi bangunan sekitar mal dan memicu kepada Kelurahan Sepanjang Jaya, karena letak yang berdekatan dengan Kelurahan Marga Jaya dan Kelurahan Pekayon Jaya. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa mal pertama dibangun pada tahun 1993 yaitu Mall Metropolitan. Sedangkan pada tahun 2005 sudah terjadi peningkatan jumlah mal sebanyak 4 mal, dengan pengggunaan lahan sekitar mal didominasi oleh permukiman (33,28%). Hingga tahun 2014 jumlah mal sebanyak 8 mal. Penggunaan lahan pada tahun 2014 lebih didominasi oleh permukiman (31,98 %) serta perdagangan dan jasa (2,44 %). Perkembangan mal tersebut menjadikan daerah disekitar mal tersebut banyak mengalami perubahan jenis penggunaan lahan. Kawasan perdagangan yang lebih mendominasi pada jalur utama. Perubahan jenis penggunaan lahan yang terjadi yaitu dengan berkurangnya lahan terbuka seperti kebun (23,44%), sawah (6.25%), dan tegalan (15,13%), selain itu adanya perubahan penggunaan lahan memicu terjadinya banjir karena dalam pembangunan kurang memperhatikan kondisi drainase. Sedangkan untuk perubahan fungsi bangunan dapat diketahui bahwa pemilik rumah yang menambah fungsi bangunan untuk usaha (laundry, tempat kos, toko sembako, fotokopi) sebesar 74%. Adanya tambahan fungsi bangunan untuk usaha, namun pemilik usaha tidak menyediakan lahan parkir, hal ini dapat memicu terjadinya kemacetan pada wilayah penelitian.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue