cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
ISSN : 02161699     EISSN : 25812300     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 376 Documents
Integrated learning in physical education: a science mapping exploration of emerging current trends and future directions Uray Gustian; Tite Juliantine; Agus Mahendra
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.87982

Abstract

Pembelajaran terintegrasi telah menjadi pendekatan pedagogis yang menonjol dalam Pendidikan Jasmani (penjas), dengan mendorong keterhubungan antara ranah pembelajaran fisik, kognitif, emosional, dan transdisipliner. Meskipun demikian, penelitian di bidang ini masih terfragmentasi secara konseptual, dengan upaya yang belum memadai untuk mensintesis tren global dan perkembangan intelektualnya. Studi ini bertujuan untuk menguraikan lanskap penelitian pembelajaran terintegrasi dalam pendidikan jasmani secara komprehensif dengan menggunakan metodologi pemetaan ilmiah. Penelitian ini menganalisis perkembangan disiplin tersebut selama satu dekade terakhir dan menyoroti pola-pola baru guna memberikan informasi bagi metodologi pendidikan dan arah penelitian ke depan. Analisis bibliometrik dilakukan terhadap 690 publikasi yang telah ditinjau sejawat dari Web of Science Core Collection (2015–2024). Bibliographic coupling digunakan untuk menelaah hubungan intelektual antar publikasi, sementara analisis co-word mengungkap pola tema dan gagasan yang sedang berkembang. VOSviewer digunakan untuk menghasilkan peta jaringan visual dan melakukan analisis klaster. Penelitian ini mengidentifikasi lima klaster konseptual utama yang berfokus pada pedagogi berpusat pada siswa, motivasi, pertumbuhan kognitif, integrasi interdisipliner, dan pendidikan guru. Analisis co-word juga menemukan empat domain tema, yaitu strategi pedagogis inklusif, promosi aktivitas fisik dan kesehatan, keterlibatan yang memotivasi, serta inovasi digital. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menggambarkan kemajuan pendidikan jasmani terintegrasi menuju disiplin yang holistik dan progresif. Artikel ini menyintesis pembelajaran terintegrasi dalam pendidikan jasmani secara komprehensif melalui pendekatan pemetaan ilmiah. Hasilnya memperkuat pemahaman terhadap kerangka konseptual bidang ini dan menekankan kebutuhan pendidikan untuk mengembangkan pendekatan yang inklusif, multidisipliner, dan berbasis bukti. Temuan ini menjadi sumber strategis bagi pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan yang ingin meningkatkan pendekatan terintegrasi dalam kurikulum penjas.   Abstract:Integrated learning has become a prominent pedagogical approach in Physical Education (PE), promoting connections across physical, cognitive, emotional, and transdisciplinary learning domains. Nonetheless, research in this field remains conceptually fragmented, with inadequate efforts to synthesize global trends and intellectual progress. This study aims to comprehensively outline the research landscape of integrated learning in physical education using scientific mapping methodologies. It analyses the progression of the discipline over the last decade and highlights new patterns to inform future educational methodologies and research. A bibliometric analysis was conducted on 690 peer-reviewed publications from the Web of Science Core Collection (2015–2024). Bibliographic coupling was used to examine intellectual relationships across publications, while co-word analysis uncovered theme patterns and emergent ideas. VOSviewer was used to generate visual network maps and perform cluster analyses. The research revealed five main conceptual clusters centered on student-centered pedagogy, motivation, cognitive growth, integration, and teacher education. Co-word analysis identified four theme domains: inclusive pedagogical strategies, health and physical activity promotion, motivating engagement, and digital innovation. These results together illustrate the progression of integrated PE into a holistic and progressive discipline. This paper comprehensively synthesizes integrated learning in physical education using scientific mapping. The results enhance understanding of the field's conceptual framework and emphasize educational needs for advancing inclusive, multidisciplinary, and evidence-based approaches. The results serve as a strategic resource for educators, researchers, and policymakers seeking to improve integrated approaches within the PE curriculum.
Pengembangan modul ajar Net Game untuk meningkatkan minat dan motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran penjasorkes (PJOK) Alfauzi Makruf; Guntur; Agung Wahyu Nugroho
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.90137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis net game materi permainan bola voli guna meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kelas VII SMP Diponegoro Depok, Sleman. Model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU), khususnya dalam bentuk net game, dipilih karena terbukti mampu meningkatkan keaktifan, keterlibatan emosional, serta keterampilan sosial peserta didik melalui pendekatan permainan yang menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang telah disederhanakan. Proses pengembangan meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan desain produk, validasi oleh ahli, uji coba lapangan awal, uji coba utama, serta uji coba operasional. Subjek uji coba terdiri dari peserta didik kelas VII. Instrumen yang digunakan mencakup angket minat, angket motivasi, dan lembar observasi, serta dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis net game berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat dan motivasi peserta didik. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest baik pada minat maupun motivasi di kelas eksperimen (Sig. = 0,000). Uji independent sample t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol setelah penerapan modul (Sig. = 0,000).Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan tidak hanya layak dan praktis, tetapi juga efektif dalam meningkatkan minat dan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran PJOK secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional.   Abstract:This research seeks to create a net game-based instructional module for volleyball, aimed at enhancing student engagement and motivation in Physical Education (PE) course for seventh-grade students at SMP Diponegoro (Diponegoro Junior High School), Depok, Sleman. The Teaching Games for Understanding (TGfU) learning model, particularly in the context of net games, was selected due to its demonstrated effectiveness in enhancing students’ engagement, emotional involvement, and social skills through an enjoyable and purposeful gaming framework. This research utilized research and development methods grounded in a streamlined Borg & Gall model. The development process encompassed preliminary studies, planning, product design development, expert validation, initial field trials, main trials, and operational trials. The participants in the trial were seventh-grade students. The study employed interest questionnaires, motivation questionnaires, and observation sheets, which were subjected to both quantitative and qualitative analysis. The research findings demonstrate that the net game-based learning module significantly enhanced students’ engagement and motivation. A paired sample t-test indicates a significant increase in both interest and motivation in the experimental class between the pretest and posttest (Sig. = 0.000). An independent sample t-test indicates a significant difference between the experimental and control classes following the implementation of the module (Sig. = 0.000). The findings demonstrate that the developed learning module is both feasible and practical, effectively enhancing students’ engagement and motivation in PE compared to traditional methods.
The effectiveness of using digital animated videos in teaching underhand passing in volleyball at SMK 1 Jenangan, Ponorogo Regency Bayu Purwo Adhi; Arief Abdul Malik; Indra Sholehudin; Agus Martins
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.90252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video animasi digital dalam meningkatkan keterampilan teknik passing bawah bola voli siswa SMK 1 Jenengan Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus yang terdiri dari tiga tahap, yaitu pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Setiap siklus melibatkan penggunaan video animasi digital sebagai media pembelajaran untuk memperagakan gerakan teknik passing bawah secara lebih jelas dan terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap keterampilan teknik passing bawah siswa yang diukur dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dari pra-siklus ke siklus II. Pada pra-siklus, hanya 40% siswa yang mencapai KKM, sedangkan pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas mencapai 85,71%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa video animasi digital efektif dalam membantu siswa memahami dan mempraktikkan teknik dasar bola voli, terutama dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik. Dengan demikian, penggunaan video animasi digital dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengajarkan keterampilan olahraga di tingkat SMK.   Abstract:This study aims to analyze the effectiveness of utilizing digital animation videos in improving the underhand passing skills of students at SMK 1 Jenengan, Ponorogo Regency. The research employs the Classroom Action Research (CAR) method, utilizing a cycle design consisting of three stages: pre-cycle, Cycle I, and Cycle II. Each cycle involves the use of digital animation videos as a learning medium to demonstrate the underhand passing technique in a more transparent and structured manner. Data were collected through observations of students' underhand passing skills, which were measured utilizing the Minimum Mastery Criteria (KKM). The results show a significant improvement in student learning outcomes from the pre-cycle to cycle II. In the pre-cycle, only 40% of students achieved the KKM, while in cycle II, the percentage of students who completed the KKM increased to 85.71%. This improvement indicates that digital animation videos are effective in helping students understand and practice basic volleyball techniques, particularly in enhancing psychomotor skills. Therefore, the use of digital animation videos can serve as an effective alternative learning medium for teaching sports skills at the vocational school level.
Examining the effects of determination, commitment, and arousal on goal-setting behavior and learning motivation in higher education students Muslim; Nukhrawi Nawir; Firmansyah Dahlan; Abriadi Muhara; Irwin
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.91129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh commitment, determination, dan arousal terhadap goal setting serta motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah praktik keolahragaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2023 di salah satu universitas negeri di Kota Makassar. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 166 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis skala Likert lima poin. Validitas konstruk diuji menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan nilai factor loading > 0,55, sedangkan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan koefisien Cronbach’s alpha dengan nilai > 0,70. Pengujian hipotesis dilakukan melalui Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan aplikasi AMOS. Hasil analisis menunjukkan bahwa determination dan arousal tidak berpengaruh signifikan terhadap goal setting, sedangkan commitment berpengaruh signifikan terhadap goal setting. Selanjutnya, determination dan commitment tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, sementara arousal memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Selain itu, goal setting terbukti berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa goal setting berperan sebagai variabel mediasi yang penting dalam menghubungkan komitmen mahasiswa dengan motivasi belajar. Secara konseptual, arousal mahasiswa diprediksi dipengaruhi oleh optimalisasi peran dosen dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang menantang dan kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa goal setting memiliki posisi strategis sebagai prediktor sekaligus intervensi (treatment) yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar dan performa mahasiswa dalam konteks pembelajaran keolahragaan.   Abstract:This study aims to examine the effects of commitment, determination, and arousal on goal setting and learning motivation among university students enrolled in practical sport-related courses. A quantitative approach with a causal associative research design was employed. Data were collected between February and March 2023 at a public university in Makassar, Indonesia. A total of 166 students were selected using purposive sampling. The research instrument consisted of a structured questionnaire using a five-point Likert scale. Construct validity was assessed through Exploratory Factor Analysis (EFA), with factor loadings exceeding 0.55, while internal consistency reliability was confirmed using Cronbach’s alpha coefficients above 0.70. Hypothesis testing was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software. The results revealed that determination and arousal did not have a significant effect on goal setting, whereas commitment demonstrated a significant positive effect on goal setting. Furthermore, determination and commitment showed no significant direct effect on learning motivation. In contrast, arousal significantly influenced students’ learning motivation. Goal setting was found to have a significant positive effect on learning motivation and functioned as a critical mediating variable linking commitment to motivational outcomes. These findings suggest that students’ arousal levels are likely shaped by instructors’ pedagogical strategies and their ability to create engaging and supportive learning environments. The study highlights the strategic role of goal setting as both a robust predictor and an effective pedagogical intervention for enhancing learning motivation and performance in sport-based practical courses. The findings contribute to the sport education and sport psychology literature by clarifying the differential roles of psychological attributes in motivating students within higher education sport contexts.
Analisis pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri Kota Yogyakarta Najib, Husnun; Saryono; Utami, Nur Sita; Broto, Danang Pujo; Rizkyanto, Willy Ihsan; Tanimoto, Hideaki
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.91745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penggunaan media pembelajaran oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri Kota Yogyakarta pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan secara daring melalui Google Forms kepada seluruh populasi guru PJOK yang berjumlah 32 orang dari 16 sekolah. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran secara keseluruhan berada pada kategori "cukup" dengan rata-rata skor 91,00. Secara rinci, sebanyak 46,88% guru berada pada kategori cukup, 28,13% pada kategori tinggi, 18,75% rendah, serta masing-masing 3,13% pada kategori sangat rendah dan sangat tinggi. Berdasarkan jenis media, media berbasis jaringan komputer dan teknologi informasi mendominasi kategori cukup, namun media berbasis teknologi informasi juga menunjukkan persentase tertinggi pada kategori sangat rendah (15,63%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun guru telah memanfaatkan berbagai media pembelajaran, integrasinya masih bersifat fungsional dan belum optimal, terutama pada media inovatif berbasis digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi digital guru dan penguatan kebijakan sekolah untuk mendukung transformasi pembelajaran PJOK yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.   Abstract:This study aims to analyze the level of instructional media use by Physical Education, Sports, and Health teachers at public junior high schools in Yogyakarta City in 2025. This research employed a quantitative descriptive approach using a survey method. The instrument was a questionnaire distributed online via Google Forms to the entire population of 32 teachers from 16 schools. Data analysis techniques utilized descriptive statistics with percentages. The results showed that the overall use of instructional media fell into the "sufficient" category, with an average score of 91.00. Specifically, 46.88% of teachers were in the sufficient category, 28.13% in the high category, 18.75% in the low category, and 3.13% each in the very low and very high categories. Regarding media types, computer network-based and information technology-based media dominated the sufficient category; however, information technology-based media also showed the highest percentage in the very low category (15.63%). These findings indicate that although teachers have utilized various instructional media, their integration remains functional and not yet optimal, particularly concerning innovative digital media. This study recommends enhancing teachers' digital competence and strengthening school policies to support a more adaptive and technology-based transformation of physical education learning.
Efisiensi fisiologis dan mekanis atlet sepakbola pelajar: Pengembangan metrik komposit untuk pemantauan performa Fitranto, Nur; Utama, Made Bang Redy; Ihsani, Sri Indah; Muslim, Ade Muhammad; Diyananda, Dzulfikar; S, Adi; Ardianto, Sigit Dwi; Rahman, Zarizi Ab
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v22i1.95498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi fisik dan performa atlet sepakbola pelajar pada pertandingan Asia Footbal Federation (AFF) U-17 tahun berdasarkan posisi dalam permainan Sepakbola. Pendekatan latihan yang masih mengutamakan fisik dalam bermain menjadi alasan untuk melihat efisiensi penggunaan kapasitas fisik dalam meningkatkan performa atlet pelajar di dalam pertandingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan subjek penelitian berjumlah 20 Atlet Sepakbola Pelajar yang tergabung dalam timnas Sepakbola Indonesia U-17 Tahun. Proses pengumpulan Data menggunakan GPS tracker dan heart rate monitor, kemudian dihitung rasio efisiensi antara lain Beban Atlet (Player Load/meter), Heart rate/Meters) dan nilai efisiensi performa atlet pelajar. Analisis dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pertama, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam penggunaan kapasitas fisik dengan performa atlet pelar di pertandingan, kedua yaitu terdapat korelasi yang sangat kuat antara jarak berlari dengan beban atlet/PlayerLoad (r = 0.8115), Ketiga jarak berlari atlet memiliki hubungan korelasi yang lemah dengan Denyut Nadi Pemain (Heart rate/Meter) dalam peningkatan performa permainan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah efisiensi penggunaan kemampuan fisik dalam bermain sepakbola khususnya timnas pelajar U-17 tahun ini di pengaruhi oleh karakter bermain individu bukan berdasarkan posisi bermain dalam pertandingan. Terlihat pada hasil penelitian efisiensi fisiologis dan mekanis dalam bermain tertinggi berasal dari 3 posisi yang berbeda. Penggunaan kemampuan fisik harus selaras dengan eksekusi teknik, pemahaman taktikal dan kemampua menghadapi tekanan disertai dengan pengambilan keputusan yang tepat dalam pertandingan.   Abstract:This study aims to analyze the physical efficiency and performance of student athletes in the U-17 Asia Football Federation (AFF) matches based on position in the football game. A training approach that still prioritizes physicality in playing is a reason to look at the efficient use of physical capacity in improving the performance of student athletes in competitions. The method used in this research is quantitative analysis with research subjects consisting of 20 football student athletes who are members of the U-17 Indonesian National Football Team. The data collection process uses a GPS tracker and heart rate monitor, then efficiency ratios are calculated including Athlete Load (Player Load/meters), Heart rate/Meters) and student athlete performance efficiency values. Analysis was carried out using the Kruskal-Wallis test and Pearson correlation. The results of this study show firstly, there is no significant difference in the use of physical capacity and the performance of athletes in competitions, secondly, there is a very strong correlation between running distance and athlete load/PlayerLoad (r = 0.8115). Thirdly, athlete running distance has a weak correlation with the Player's Heart Rate (Heart rate/Meter) in improving game performance. The conclusion in this research is that the efficiency of using physical abilities in playing football, especially for the U-17 student national team this year, is influenced by individual playing character, not based on playing position in the match. It can be seen from the research results that the highest physiological and mechanical efficiency in playing comes from 3 different positions. The use of physical abilities must be in harmony with technical execution, tactical understanding and the ability to deal with pressure accompanied by making the right decisions in the match.