cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
KARAKTERISTIK PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA ENDAPAN HIGH SULPHIDATION EPITHERMAL Prihartini, R.; Syaputra, R.; Kusuma, G. J.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1306

Abstract

Kegiatan penambangan meliputi aktivitas penggalian dan penimbunan batuan sisa pada tambang emas dengan tipe endapan high sulphidation epithermal (HSE), memungkinkan terdedahnya material sulfida kontak dengan udara dan air berpotensi untuk menimbulkan air asam tambang (AAT). Tujuan penelitian untuk mengetahui studi pembentukan AAT dengan meninjau karakteristik laju oksidasi mineral sulfida dengan pendekatan mol besi total, mol sulfat, dan mol pirit dari hasil pemodelan geokimia PHREEQC. Sebanyak empat sampel batuan yang digunakan dan dikelompokkan berdasarkan domain geologi tingkat oksidasi sempurna (COX) dan tidak teroksidasi (UOX). Metode penelitian menggunakan uji mineralogi dan unsur, serta uji geokimia (statik dan kinetik). Pemodelan geokimia menggunakan PHREEQC dilakukan untuk mensimulasikan perubahan pH dan konsentrasi zat terlarut yang dihasilkan selama uji kinetik. Hasil air lindian memiliki pH relatif rendah yang diiring oleh peningkatan konsentrasi sulfat, besi, aluminium, dan konstituen lainnya. Laju oksidasi pembentuk AAT berdasarkan mol sulfat (1,172 x 10-10 – 5,453 x 10-10 mol/m2s) lebih mendekati nilai transfer mol pyrite hasil pemodelan geokimia (4,260 x 10-11 – 5,561 x 10-10 mol/m2s), dibandingkan laju oksidasi mol besi total (3,102 x 10-18 – 9,090 x 10-09 mol/m2s). Kondisi ini disebabkan oleh kandungan besi dalam air lindian yang lebih banyak mengendap dibandingkan sulfat. Laju reaksi pyrite pada sampel COX jauh lebih rendah dari UOX, hal ini disebabkan oleh sampel COX yang lebih sedikit mengalami laju reaksi oksidasi dibandingkan UOX.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA KEGIATAN PENGUPASAN TANAH PENUTUP DENGAN METODE HIRARC Indrajaya, F.; Pakpahan, M. I.; Taruna, Y.; Sukmawatie, N.; Murati, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i4.1307

Abstract

Kegiatan pengupasan tanah penutup tidak terlepas dari potensi bahaya yang menimbulkan kecelakaan kerja sehingga berdampak terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Potensi bahaya yang sering terjadi diakibatkan oleh alat berat yang sedang bekerja, yaitu excavator dan dump truck. Riset ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan penilaian risiko pada kegiatan pengupasan tanah penutup menggunakan metode HIRARC, sehingga dapat meningkatkan kesadaran operator terhadap pentingnya K3. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan data yang bersumber dari observasi secara langsung di lapangan serta telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode domino dan dinilai menggunakan matriks risiko untuk menentukan upaya pengendalian. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan pengupasan tanah penutup yang terdiri dari pemuatan, pengangkutan, dan pengupasan tanah penutup menunjukkan bahwa terdapat 57 potensi bahaya. Hasil penilaian risiko, terdapat 14% untuk risiko rendah, 63% untuk risiko sedang, dan 23% untuk risiko tinggi dari total jumlah potensi bahaya. Adapun upaya pengendalian dilakukan dengan hirarki pengendalian seperti pengendalian teknis, pengendalian administratisi, dan pemakaian APD.
PRODUKTIVITAS KERJA ALAT BOR PADA KEGIATAN PENGEBORAN EKSPLORASI NIKEL LATERIT DI PT HOFFMEN INTERNATIONAL Chalik, C. A.; Thamsi, A. B.; Arizal, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1317

Abstract

Produktivitas kerja alat bor merupakan salah satu faktor yang mendukung berhasilnya kegiatan eksplorasi. Agar mendapatkan hasil produksi yang optimal maka kegiatan pengeboran harus mempertimbangkan kemampuan operator, biaya produksi yang minimal, dan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kerja pengeboran eksplorasi agar mampu menangani faktor-faktor kendala yang dapat menyebabkan kegiatan pengeboran menjadi tidak efisien di PT Hoffmen International. Tahapan dari metode penelitian meliputi kegiatan pengambilan data dimulai dari tahap persiapan dilanjutkan dengan pengumpulan data berupa aktivitas-aktivitas selama satu hari kerja pada pengeboran eksplorasi PT Hoffmen International. Dalam proses pengeboran eksplorasi terdapat siklus kerja yang dimulai dengan memasukkan core barrel, kemudian putaran kosong, selanjutnya pengeboran lalu mengeluarkan core barrel, menyiapkan core barrel, menambah pipa, dan kembali memasukkan core barrel. Di luar siklus kerja tersebut terdapat aktivitas lainnya yaitu, merapikan perlengkapan pengeboran, mengeluarkan pipa, memindahkan alat bor dan perlengkapannya, persiapan pengeboran, transportasi, aksesibilitas, persiapan kerja kru, pengecekan alat, persiapan pulang kru, menunggu pulang, serta masalah air. Dalam penelitian ini diperoleh efisiensi kerja pengeboran sebesar 80,33%. Efisiensi kerja pengeboran tersebut masih di bawah dari standar efisiensi kerja.
ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Malim, A. N. L.; Amsah, L. O. Y.; ., Surianti
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.1333

Abstract

Estimasi sumberdaya memiliki peranan penting dalam mengetahui nilai kuantitas suatu endapan. Perhitungan sumberdaya dilakukan sebelum proses penambangan dilaksanakan. Perhitungan sumberdaya ini salah satunya dilakukan untuk mengetahui apakah proses penambangan layak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumberdaya nikel laterit pada PT Anugrah Sakti Utama. Metode inverse distance wighting digunakan untuk penentuan estimasi sumberdaya nikel laterit pada Zona Limonit dan Saprolit karena sesuai dengan kondisi yang terdapat pada daerah penelitian. PT Anugrah Sakti Utama menetapkan kadar COG Ni ≥ 1.5 % dan densitasnya 1.5 ton/m3. Daerah pengaruh horizontal yang digunakan 25 meter sedangkan daerah vertikal satu (1) meter dalam melakukan estimasi sumberdaya. Hasil perhitungan estimasi sumberdaya dengan COG Ni ≥ 1.5 % diperoleh volume endapan bijih nikel laterit sebesar 18.703.124 m3 dan tonase sumberdaya yang terindikasi sebesar 28.054.688 ton.
PERENCANAAN JANGKA PANJANG AREA PIT COMPARTMENT 2 DI BLOK BAHODOPI PT VALE INDONESIA TBK, PROVINSI SULAWESI TENGAH Shafira, T.; Tui, R. N. S.; Anas, A. V.; Amalia, R.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1341

Abstract

PT Vale Indonesia Tbk, merupakan salah satu perusahaan pertambangan nikel terbesar di Indonesia dengan luas 70.566 hektar. Salah satu dari bagian Kontrak Karya PT Vale Indonesia adalah Blok Bahodopi yang masih dalam tahap eksplorasi lanjutan. Produksi direncanakan dimulai pada tahun 2023, sehingga dibuat perencanaan jangka panjang penambangan. Tujuan penelitian ini yaitu membuat desain pit, mine haul road, disposal, dyke dan quarry, mengestimasi total cadangan, melakukan analisis kelayakan investasi dan analisis sensitivitas. Data yang digunakan dalam pembuatan desain adalah data topografi daerah penelitian, model blok, mine recovery factor tahun 2021, operasi, geometri jenjang, geometri jalan angkut, dan geometri jenjang disposal. Desain pit compartment dan perhitungan cadangan diolah menggunakan software Micromine 2021 dan desain mine haul road, disposal, dyke dan quarry menggunakan software Maptek Vulcan 2020 serta analisis kelayakan investasi dan analisis sensitivitas diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Perencanaan jangka panjang area Pit Compartment 2 mempertimbangkan aspek teknis berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) dan geometri jenjang. Total tonase material (overburden dan waste) dan bijih nikel yang dihasilkan pada Pit Compartment 2 sebanyak 3.602.751 wmt dan 2.359.388 wmt. Hasil estimasi total cadangan nikel yang dihasilkan dari area Pit Compartment 2 sebanyak 19.942 ton nikel. Hasil analisis kelayakan investasi dengan discount rate 7,5% per tahun diperoleh nilai Net Present Value sebesar US$122.206.312. Hasil analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa nilai Net Present Value paling sensitif terhadap perubahan nilai variabel harga nikel.
PENERAPAN TEKNOLOGI DAN ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI LOGAM ZIRCON SEBAGAI MINERAL IKUTAN PADA BIJIH TIMAH DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Rozi, F.; Hasjim, M.; ., Azwadi
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1419

Abstract

Indonesia menjadi negara produsen timah terbesar kedua di dunia setelah China dengan jumlah produksi per tahun 84.000 ton. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai mineral utama, timah juga memiliki mineral sampingan atau biasa yang disebut sebagai mineral ikutan seperti zircon. Mineral ikutan timah harus diolah dan dikembangkan supaya dapat menjadi nilai tambah dan menjadi salah satu bahan baku industri di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi teknologi yang tepat sesuai dengan karakteristik zircon di Kepulauan Bangka Belitung serta melakukan analisis ekonomi kelayakan investasi zircon. Dalam penelitian ini analisis kriteria investasi yang digunakan meliputi NPV, IRR, PBP dan PI serta penerapan teknologi pemisahan mineral berdasarkan karakteristik fisik. Dalam proses penambangan dan pengolahan mineral timah dihasilkan konsentrat sebesar 70% dengan mineral ikutan yang dihasilkan selama proses pengolahan memiliki persentasi kadar yang tinggi yaitu untuk mineral monasit >80% atau 93,37%; mineral zircon memiliki kadar >75% atau 77,41% dan mineral ilmenit sebesar >80% atau 88,55%. Pengolahan dan penjualan mineral zircon dalam bentuk micronized zircon akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan hanya mengolah dan menjualnya dalam bentuk konsentrat zircon (berkadar ZrO2 ≥ 65,5%). Dengan keuntungan dari pengolahan mineral zircon dalam bentuk micronized zircon, ke depannya harus ada pembatasan ekspor pasir zircon berkadar ZrO2 ≥ 65,5% dalam rangka menjamin kebutuhan bahan baku dalam negeri. Pembatasan ekspor tersebut dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi industri pegolahan pasir zircon menjadi micronized zircon dalam rangka memenuhi permintaan micronized zircon oleh industri keramik, bata tahan api, dan pasir cetak di dalam negeri.
IDENTIFIKASI SEBARAN BATUBARA METODE TAHANAN JENIS PADA FORMASI MUARA ENIM: STUDI KASUS DAERAH “X” PROVINSI JAMBI ., Juventa; Prabawa, A. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i4.1439

Abstract

Batubara adalah batuan sedimen non-klastik yang terbentuk secara organik berasal dari akumulasi pengendapan sisa tumbuhan jutaan tahun lalu dan mengalami pengayaan kimia dan fisika pada kandungan atom karbonnya. Sifat batubara sebagai batuan sedimen berbeda dengan batuan sedimen klastik. Bila batuan sedimen klastik pada umumnya memiliki ukuran butir dan porositas yang bisa berfungsi sebagai penyimpan fluida, maka batubara tidak memiliki porositas. Keberadaan fluida air pada porositas batuan sedimen akan mengakibatkan nilai tahanan jenis pada batuan sedimen klastik relatif lebih rendah dibanding batubara karena air akan berperan sebagai pengantar perpindahan arus listrik. Nilai tahanan jenis pada batubara relatif lebih tinggi dibanding batuan sedimen sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran batubara yang bersifat spotting dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Nilai tahanan jenis pada batubara relatif lebih tinggi dibanding batuan sedimen sekitarnya. Penelitian ini diawali dengan melakukan pemetaan geologi untuk mencari singkapan batubara dan kemudian dirancang pengambilan data geolistrik dengan Konfigurasi Wenner sebanyak 4 lintasan, 2 lintasan sepanjang 240 meter dengan jarak antara elektroda sebesar 10 meter dan 2 lintasan lagi sepanjang 160 meter dengan jarak antar elektroda 7,5 meter. Nilai tahanan jenis yang didapat kemudian akan diinversikan menjadi penampang 2 dimensi. Penampang 2 dimensi ini kemudian akan diinterpolasikan nilainya sehingga mendapat model 3 dimensi. Hasil yang didapatkan, arah umum dari strike batubara adalah N 1400 E dengan nilai dip batuan sebesar 330 dan nilai tahanan jenis batubara pada daerah penelitian sebesar 100-300 Ωm. Model 3 dimensi memperlihatkan bahwa batubara pada lokasi penelitian bersifat spotting dan tidak mengikuti arah lamparan batuan secara umum, namun masih mengikuti arah dip batuannya.
OPTIMASI PRODUKSI DOZER D8R DI DISPOSAL HASAN PT VALE INDONESIA TBK MENGGUNAKAN METODE LINEAR PROGRAMMING Liutari, A.; Tui, R. N. S.; Amalia, R.; Anas, A. V.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1441

Abstract

PT Vale menerapkan sistem dumping tanpa mundur di Disposal Hasan sebagai upaya untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di area disposal yang menyebabkan jarak dorong dozer D8R unit 4084 dan 4072 semakin jauh sehingga data waktu edar dozer semakin lama. Waktu edar yang semakin lama mengakibatkan nilai produksi dozer di Disposal Hasan tidak optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung produksi aktual harian dari dozer dan mengoptimasi produksi pada masing-masing unit dari dozer D8R yang beroperasi di Disposal Hasan dengan menggunakan metode linear programming. Pengumpulan data dilakukan di Disposal Hasan PT Vale Indonesia. Jumlah produksi dozer D8R didapatkan menggunakan rumus produksi dozer dan pengoptimalan dilakukan dengan linear programming metode simpleks dan metode grafik menggunakan software POM for Windows. Data-data yang didapatkan berupa data waktu edar, spesifikasi alat, fill factor, grade factor, efisiensi kerja alat, jam kerja alat, target produksi dan kapasitas disposal. Fungsi tujuan dari penelitian ini yaitu jumlah produksi optimal masing-masing unit dozer. Fungsi kendala berupa waktu kerja, kapasitas Disposal Hasan, target produksi dan produksi aktual. Jumlah produksi harian aktual rata-rata dozer unit 4084 yaitu sebesar 11.596 ton/hari dan untuk unit 4072 yaitu sebesar 10.385 ton/hari. Produksi optimal untuk produksi dozer D8R unit 4084 yaitu sebesar 13.333 ton/hari dan untuk unit 4072 yaitu sebesar 11.429 ton/hari dengan jumlah total nilai produksi optimal dozer D8R yaitu sebesar 24.762 ton/hari.
ANALISIS VARIASI PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Yulanda, Y. A.; Hakim, M. E.; Arafat, R.; ., Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1442

Abstract

Penaksiran sumberdaya batubara merupakan tahapan penting dalam kegiatan industri pertambangan batubara. Terdapat dua jenis metode yang lazim digunakan dalam penaksiran sumber daya yaitu Metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Kedua metode tersebut menggunakan sistem grid blok dalam penaksiran. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung hanya memperlihatkan perbedaan selisih pada nilai total hasil penaksiran. Belum ditemukan penelitian yang memperlihatkan nilai variasi pada setiap grid blok estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai kedua metode tersebut pada setiap grid blok. Adapun data yang menjadi objek penaksiran adalah ketebalan batubara (coal thickness). Di dalam penelitian ini, kedua metode juga akan membandingkan tonase sumber daya batubara guna mengetahui perbedaan hasil perhitungan sumber daya. Data penelitian berupa 60 titik bor eksplorasi yang diolah menggunakan perangkat lunak perhitungan sumber daya batubara. Berdasarkan hasil penaksiran sumber daya batubara menggunakan Metode IDW diperoleh jumlah sumber daya batubara sebesar 49.101.422 Ton. Perolehan sumber daya batubara hasil kalkulasi Metode IDW menunjukkan selisih yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penggunaan Metode Ordinary Kriging yang menunjukkan nilai sebesar 47.521.660 Ton. Variasi nilai estimasi yang dihasilkan kedua metode tersebut rata-rata berkisar 3%.
POLA KEBIJAKAN PERTAMBANGAN DALAM PENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUMATERA SELATAN BERDASARKAN MULTIDIMENSIONAL SCALING Sari, O.; Yusuf, M.; Saptawan, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1448

Abstract

Industri pertambangan wajib memberikan kontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama komunitas lokal di sekitar wilayah operasi dan membantu terciptanya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, salah satunya dengan melaksanakan kewajiban Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Namun pada kenyataannya, program PPM tidak berjalan maksimal dikarenakan program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan program PPM yang sesuai dengan kondisi wilayah di tiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Data yang digunakan adalah data tiap kabupaten di Sumatera Selatan dari tahun 2019 sampai 2021 berupa data aspek pertambangan, ekonomi dan sosial yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas ESDM Provinsi Sumsel. Data aspek teknis pertambangan yaitu jumlah IUP, Realisasi Rencana Reklamasi (RR), jumlah pelaporan RR, Realisasi Rencana Pascatambang (RPT), jumlah pelaporan RPT, jumlah pelaporan PPM, dan total realisasi PPM. Data aspek ekonomi yaitu data Pendapatan Perkapita, PDRB, PDRB Sektor Pertambangan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan persentase penduduk miskin. Data aspek sosial yaitu pendidikan, kesehatan, kriminalitas, perumahan, dan agama. Data tersebut akan dianalisis menggunakan analisis multidimensional scaling. Dari hasil analisis, didapatkan 10 (sepuluh) kelompok wilayah berdasarkan karakteristik masing-masing, sehingga dihasilkan 10 (sepuluh) pola kebijakan dalam menunjang perencanaan program PPM agar tepat guna dan tepat sasaran di Sumatera Selatan.

Page 9 of 19 | Total Record : 184