cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
GEOKIMIA MANIFESTASI MATA AIR PANAS DESA MUARA MADRAS KABUPATEN MERANGIN, JAMBI Adhitya, B.; Martsania, D.; Megasukma, Y.; Arafat, R.; Amin, S. C.; Wiratama, J.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1449

Abstract

Desa Muara Madras berada di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Indonesia. Secara fisiografi lokasi penelitian ini berada pada zona perbukitan barisan yang merupakan punggungan dengan orientasi Barat Laut-Tenggara dan kemenerusan jalur cincin gunung api (ring of fire). Keberadaan manifestasi mata air panas membuktikan bahwa aktivitas geotermal terjadi di daerah tersebut. Secara geologi lokasi penelitian berada di selatan Komplek Gunung Api Masurai dengan batuan penyusun terdiri dari lava andesit hulusimpang, breksi andesit hulusimpang, dan breksi vulkanik kuarter. Terdapat struktur sesar berarah Barat Laut-Tenggara yang diperkirakan mengontrol aktivitas manifestasi. Hal ini menunjukkan keberadaan manifestasi air panas ini dikontrol oleh aktivitas vulkanik dan tektonik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia fluida mata air panas bumi. Hasil analisis fisik diperoleh temperatur permukaan sebesar 43º celcius, TDS 920 ppm, dan DHL 1696 µm/cm. Uji geokimia diperoleh parameter Ca2+: 34.18 mg/L, Mg2+: 0.7 mg/L, K+: 13.06 mg/L, Na+: 125.79 mg/L, Fe3+: 0.01 mg/L, Li+: 0.55 mg/L. Hasil uji ini menunjukkan bahwa mata air panas di Sungai Mantenang merupakan fluida air klorida sulfat dan dari ploting pada diagram segitiga anion Cl, HCO3, SO4 adalah mature water. Kesetimbangan reaksi dari analisis kation dari sampel fluida manifestasi panas bumi Sungai Mantenang diperoleh pada Partial Equilibrium. Dari hasil analisis geokimia ini dapat diprediksi temperatur fluida mata air panas di bawah permukaan dengan menggunakan analisis geotermometer, diperoleh perkiraan temperatur pada kondisi reservoir adalah 1720 celcius.
PEMODELAN PENGARUH KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL TERHADAP KONSUMSI BATUBARA DI INDONESIA Puspita, M.; Wibowo, A.P.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1457

Abstract

Perjanjian kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu upaya untuk mendorong terwujudnya liberalisasi perdagangan dan investasi pada negara-negara partisipannya. Bagi negara berkembang, perdagangan bebas dapat mengarah pada defisitnya neraca perdagangan melalui peningkatan impor barang-barang konsumsi. Di sisi lain, investasi asing akan memicu pertumbuhan sektor-sektor usaha serta mendorong peningkatan aktivitas produksi. Kegiatan produksi tersebut membutuhkan bahan baku berupa energi yang sebagian besar bersumber dari batubara yang jumlahnya terbatas dan bersifat non-renewable. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Variabel yang digunakan sebagai representatif kerjasama ekonomi internasional adalah dengan ekspor, impor, produk domestic bruto (PDB), dan penanaman modal asing (PMA). Selanjutnya dilakukan Uji Kausalitas Granger untuk memetakan hubungan kausalitas antar variabel dan pemodelan menggunakan ekonometrik untuk mengetahui pengaruh dari kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat hubungan kausalitas searah antara dari pertumbuhan ekonomi (Y) ke konsumsi batubara (CC) serta dari ekspor (X) ke konsumsi batubara (CC). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Y dan X memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Hasil pemodelan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan PDB (Y) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,7110977 sedangkan peningkatan satu satuan investasi asing (I) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,1941997. Peningkatan satu satuan ekspor (X) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,04469916 sedangkan peningkatan satu satuan impor (M) akan mengurangi konsumsi batubara sebesar 0,1007024.
BENEFISIASI BIJIH MANGAN PALUDDA KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN MENGGUNAKAN MAGNETIC SEPARATOR Juradi, M. I.; Asmiani, N.; Anwar, H.; Bakri, S.; Arifin, M.; Nurhawaisyah, S. R.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1482

Abstract

Sampai saat ini di Indonesia, bijih mangan berkadar rendah belum termanfaatkan secara optimal. Cara meningkatkan kadar bijih mangan yaitu dengan proses benefisiasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui distribusi kadar Mn pada fraksi ukuran yang berbeda dari hasil analisis ayak dan mengetahui pengaruh fraksi ukuran terhadap peningkatan kadar dan recovery MnO dari kegiatan magnetik separator. Pada penelitian ini dilakukan pendekatan kuantitatif berdasar dari hasil percobaan laboratorium. Dilakukan analisis ayak untuk mengetahui distribusi kadar Mn pada berbagai ukuran butir serta melakukan variasi ukuran (mesh) dalam percobaan pemisahan magnetik diantaranya:, +80, -80+100, -100+150, -150+200, -200, dengan kondisi percobaan umpan sebanyak 500 gram, intensitas magnet 1 Tesla, drum kondisi kering, kecepatan drum 400 rpm. Dari hasil pengujian X-Ray Diffraction menunjukan mineral dominan di antaranya goethite, jarosite, mordenite, hematit dan manganite sebagai mineral pembawa bijih mangan. Sedangkan hasil pengujian X-Ray Fluorescences pada berbagai fraksi ukuran menunjukan distribusi kadar MnO pada umpan tertinggi diperoleh pada ukuran -200 mesh sebesar 38,66%. Pada percobaan benefisiasi didapatkan hasil optimum pada fraksi ukuran -150+200 mesh dengan nilai kadar dan recovery MnO masing-masing sebesar 48,23% dan 57%.
PENILAIAN KUALITAS PASIR VULKANIK MELALUI PENGUJIAN KARAKTERISTIK MIKRO-FISIK DI ALIRAN LAHAR GUNUNG SEMERU Firdaus, M. I.; Budiprasetiyo, G.; Prasetiyo, Prasetiyo; Ikhsani, A. A.; Setyawan, B.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.1501

Abstract

Pasir vulkanik dengan material piroklastik hasil erupsi Gunung Semeru memiliki sifat unik yang terdapat pada struktur mikronya. Pasir vulkanik yang memiliki kualitas baik dan kandungan mineral yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang seperti bahan material abrasif untuk proses blasting, campuran beton, material kontruksi dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mikro-fisik dan mineralogi pasir vulkanik untuk mengetahui kualitas pasir vulkanik yang diambil di aliran lahar Gunung Semeru. Adapun pengambilan sampel material ini di daerah aliran lahar dingin Sungai Leprak Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Terdapat tiga lokasi pengambilan sampel, yaitu lokasi A, B dan C yang berada pada sepanjang aliran sungai lahar dingin tersebut. Pengujian kandungan unsur, senyawa dan mineralogi pasir vulkanik di aliran lahar dapat dilakukan dengan metode XRD (X-Ray Diffraction), SEM-EDX, dan X-RF. Untuk mendapatkan evaluasi yang akurat tentang sifat mikro-fisik dan bentuk butiran pasir vulkanik Gunung Semeru maka analisis dengan SEM (Scanning Electrone Microscopy) yang dapat mengidentifikasi adanya rongga udara yang tersebar di permukaan butiran yang dipenuhi partikel vulkanik yang berukuran sangat halus. Berdasarkan sifat mikro-fisik butiran pasir didapatkan hasil ±99% adalah berbentuk pasir dengan berbagai jenis ukuran diameternya sedangkan ±1% dalam bentuk butiran halus seperti lempung atau lanau. Untuk angka pori pasir vulkanik memiliki rentang nilai 0,404-0,505 dengan nilai absorpsi antara 1,256%-4,188%. Sedangkan untuk nilai berat jenis tanah pasir tersebut antara 2,535 – 2,561. Sedangkan untuk kandungan mineral memiliki kandungan Silika (Si) antara 26%-29%, Besi (Fe) antara 36%-41 % dan Kalsium (Ca) antara 18%-21%.
KINERJA PENETRALAN AIR ASAM TAMBANG PADA OPEN LIMESTONE CHANNEL DENGAN PENAMBAHAN ZEOLIT Hilwani, F.; Badhurahman, A.; Kusuma, G. J.; Gautama, R. S.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1513

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi di dunia pertambangan. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan AAT guna menjamin kualitas air keluaran hasil kegiatan pertambangan. Salah satu metode pengolahan AAT yang telah banyak digunakan adalah pengolahan secara pasif menggunakan Open Limestone Channel (OLC). Namun pada sistem tersebut terdapat kekhawatiran mengenai lapisan oksida besi pada permukaan limestone. Endapan oksida besi telah menyebabkan kegagalan pada banyak sistem pengolahan pasif OLC. Hal ini terjadi karena endapan oksida besi menyelubungi permukaan limestone dan menghambat pelarutan lebih lanjut sehingga mengganggu kinerja penetralan AAT. Oleh karena itu diperlukan suatu rekayasa pada sistem OLC untuk mengurangi pengendapan oksida besi dan mempertahankan efektivitas sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zeolit dalam mengurangi pengendapan oksida besi pada permukaan limestone dan meningkatkan kemampuan penetralan asam dalam sistem melalui pertukaran ion. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Pengumpulan data didasarkan atas simulasi OLC dan analisis laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan zeolit di pangkal saluran OLC terbukti mengurangi pembentukan oksida besi pada permukaan limestone dan meningkatkan kemampuan penetralan asam. Saluran terefektif dari model OLC yang dikaji adalah saluran LSZ yang mampu mencapai pH tertinggi sebesar 7,92 di awal pengujian dan 7,20 di akhir pengujian. Kemampuan penetralan ini berbanding lurus dengan luas permukaan limestone dan zeolit yang akan melepaskan bahan alkalin saat berkontak dengan AAT.
ANALISIS PENYISIHAN KEKERUHAN DAN FAKTOR GEOKIMIA DARI PENCAMPURAN AIR TAMBANG KEKERUHAN TINGGI DENGAN AIR ASAM TAMBANG Dyestiana, D. C.; Badhurahman, A.; Kusuma, G. J.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1528

Abstract

Kegiatan pertambangan yang mengubah bukaan lahan berdampak terhadap perubahan kualitas air permukaan. Isu lingkungan seperti air asam tambang (AAT) dan air tambang kekeruhan tinggi dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan. Di sisi lain, AAT memiliki potensi koagulan, tetapi kinerjanya berbeda-beda tergantung karakteristik air dari masing-masing site, sehingga karakterisasi awal kualitas air menjadi penting. Pencampuran air tambang kekeruhan tinggi dengan AAT dalam rasio pencampuran yang optimum dapat menurunkan kekeruhan dan meningkatkan pH air campuran. Tujuan penelitian ini adalah memahami rasio optimum pencampuran dan parameter geokimia yang mempengaruhi reaksi penyisihan kekeruhan dari fenomena pencampuran tersebut. Penentuan rasio optimum ditinjau dari tingkat penyisihan kekeruhan dan logam terlarut dalam rentang pH yang memenuhi baku mutu. Sampel air tambang kekeruhan tinggi diambil dari inlet WMP 41 dengan kode nama TK sedangkan air asam tambang diambil dari Pit C1E dengan kode nama AAT, di sebuah tambang batubara di Kalimantan Timur. Metode simulasi pencampuran adalah jar test untuk diukur kekeruhan, pH, dan logam terlarut. Karakteristik kimia air dan geokimia endapan hasil pencampuran akan dianalisis melalui simulasi pemodelan dengan software PHREEQC. Karakteristik AAT termasuk tipe air kalsium sulfat sedangkan air TK merupakan tipe air natrium bikarbonat. Rasio optimum pencampuran air TK:AAT berdasarkan kriteria penyisihan kekeruhan dan logam terlarut dalam rentang pH yang memenuhi baku mutu adalah 1:1. Kecenderungan pengendapan ditinjau dari nilai indeks saturasi menunjukan adanya pembentukan Alumunium hidroksida Al(OH)3; Gipsum (CaSO4.2H2O); dan Besi hidroksida (FeOH)3. Faktor geokimia yang berperan dalam reaksi pengendapan adalah keberadaan kation valensi tinggi serta konsentrasi alkalinitas dan sulfat.
PENGARUH NILAI TOLERANSI TERHADAP STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA 3D Azizi, M. A.; Marwanza, I.; Maulana, Y.; Dahani, W.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i4.1535

Abstract

Penggunaan analisis stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga 3 dimensi pada tambang terbuka dalam satu dekade ini telah berkembang dengan pesat. Namun kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut yaitu memerlukan waktu yang lama sehingga tidak mendukung para praktisi geoteknik. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai tolerasi optimal yang digunakan dalam menentukan nilai perpindahan total dan strength reduction factor (SRF). Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga 3 dimensi dengan tipe mesh 4 noda seragam. Hasil penelitian menunjukkan semakin kecil nilai toleransi, maka semakin kecil nilai perpindahan total hingga mendekati nilai toleransi 1x10-5. Perpindahan total cenderung stabil pada nilai 4.71 meter yang memberikan nilai SRF 1.2.
SIMULASI PENGISIAN LUBANG BEKAS TAMBANG PIT D2 SITE BINUNGAN 01 KALIMANTAN TIMUR Wulandari, D.; Gautama, R. S.; Kusuma, G. J.; Badhurahman, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.1536

Abstract

Kegiatan penambangan baik tambang batubara, bijih maupun batuan akan berakhir dan pada beberapa kasus meninggalkan lubang bekas tambang yang dijadikan sebagai danau pascatambang (pit lake). Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembentukan danau pascatambang yang dapat digunakan untuk mengestimasi laju dan durasi/waktu pengisian air danau yang terbentuk. Pit D2 Site Binungan 01 merupakan lokasi penelitian yang terletak di antara dua sungai utama yaitu Sungai Kelay dan Sungai Binungan. Sungai Kelay memiliki panjang ±259 km, lebar 128 meter dengan kedalaman ±25 meter. Debit Sungai Kelay 928,22 m³/s hingga 1539,32 m³/s dengan kecepatan aliran 0,540 m/s. Sungai Binungan memiliki panjang ±35 km, lebar sungai 15,9 meter dengan kedalaman ±2,8 meter. Debit Sungai Binungan 117,39 m³/s hingga 304,30 m³/s dengan kecepatan aliran 0,640 m/s. Pengisian danau pascatambang dengan menggunakan air sungai masih jarang dilakukan, sehingga penelitian ini diharapkan menjadi salah satu acuan atau pedoman untuk reklamasi pascatambang di Indonesia. Simulasi pengisian dengan mengandalkan Sungai Kelay secara terus-menerus akan berlangsung selama 18 bulan sejak pengisian pertama dengan mengalirkan debit sungai sebesar 2 m³/s. Simulasi pengisian dengan mengandalkan Sungai Kelay ketika banjir akan berlangsung selama 16 bulan sejak pengisian pertama dengan mengalirkan debit sungai 2,75 m³/s. Simulasi pengisian dengan mengandalkan Sungai Binungan secara terus-menerus akan berlangsung selama 25 bulan sejak pengisian pertama dengan mengalirkan debit sungai sebesar 1,5 m³/s. Simulasi pengisian dengan mengandalkan Sungai Binungan ketika banjir akan berlangsung selama 18 bulan sejak pengisian pertama dengan mengalirkan debit sungai 1,85 m³/s.
PERENCANAAN PIT JANGKA MENENGAH BERDASARKAN UPDATE SURVEI PADA PIT 3 SELATAN PT TUBINDO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Munir, A. S.; Thamsi, A. B.; Ismail, R. M.; Anwar, H.; Wakila, M. H.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1570

Abstract

Rancangan desain tambang memudahkan dalam mencapai target produksi yang diinginkan dan memberikan gambaran mengenai rencana kemajuan penambangan pada suatu periode waktu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merancang desain pit penambangan, desain sequence penambangan, dan menghitung nilai stripping ratio. Desain pit dirancang berdasarkan rancangan pit jangka menengah dengan target produksi 50.000 ton perbulan dan nilai stripping ratio yang ditetapkan perusahaan yaitu 4 : 1. Parameter yang digunakan sebagai pertimbangan pemilihan desain yang optimal adalah volume yang didapatkan dan nilai SR (stripping ratio). Volume yang diperoleh yaitu volume overburden dan volume batubara. Desain yang dibuat untuk rancangan sequence penambangan pit utara Bulan Juni dan Agustus mendapatkan overburden 683.548,31 BCM dan batubara 174.337,10 ton dengan stripping ratio 3,92 : 1. Untuk Bulan September dan Oktober jumlah overburden 601.121,13 BCM dan batubara 153.423,41 ton dengan stripping ratio 3,98 : 1 sedangkan Bulan November dan Desember jumlah overburden 346.021,89 BCM dan batubara 117.562,21 ton dengan stripping ratio 2,95 : 1 dengan luas yang akan ditambang mencapai 11,86 ha. Cadangan batubara yang diperoleh sesuai dengan design pit limit sebesar 445.322,72 ton, material penutup sebesar 1.693.691,33 BCM, dan luas 11,68 Ha. Sehingga diperoleh nilai stripping ratio yaitu 3,68 : 1. Berdasarkan hasil tersebut, cadangan batubara dan nilai stripping ratio yang diperoleh telah memenuhi target produksi jangka menengah dan desain pit layak untuk dilakukan penambangan.
PERBANDINGAN VOLUME PRODUKSI OVERBURDEN PADA SURVEY PROGRESS DENGAN METODE RITASE ALAT ANGKUT PADA PT ABC, KABUPATEN MUSI BANYUASIN Hardianti, S.; Rohimin, M.; ., Maryana
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1583

Abstract

PT ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor penambangan di Kabupaten Musi Banyasin. Perhitungan produksi yang diterapkan oleh PT ABC yaitu perhitungan menggunakan Software Surpac Vision 6.5.1 dan metode truck count. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah volume cut and fill hasil survey progress dan volume overburden dengan menggunakan metode ritase alat angkut (truck count) pada area penambangan PT ABC serta mencari faktor penyebab terjadinya selisih dari perhitungan volume overburden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Metode Terrestrial (Terestris) yaitu kegiatan pengukuran menggunakan alat ukur sudut, jarak, dan beda tinggi di atas permukaan bumi sehingga diperoleh hubungan posisi suatu tempat terhadap tempat lainnya. Peralatan survey yang digunakan untuk perekaman data yaitu Sokkia IM 103 Series. Hasil pengolahan data survey kemudian dibuat peta progress bulanan dan peta situasi, kemudian dilakukan perhitungan volume produksi overburden. Hasil perhitungan volume produksi menggunakan software Surpac Vision 6.5.1 untuk area penggalian overburden pada Bulan Maret 2022 sebesar 374.025,00 BCM, sedangkan dengan metode truck count sebesar 373.324,00 BCM didapatkan selisih 701 BCM atau sekitar 0,187%. Untuk Bulan April 2022, perhitungan menggunakan software surpac vision 6.5.1 sebesar 365.924 BCM, sedangkan dengan metode truck count sebesar 351. 952 BCM. Didapatkan selisih 13.972 BCM atau sekitar 3,818%. Penyebab terjadinya volume survey lebih besar daripada truck count antara lain yaitu adanya material yang sudah terkupas tetapi tidak diangkut ke disposal, pengisian material melebihi kapasitas vessel, bergesernya nivo pada backsight, dan data belum terkendali seluruhnya oleh dispatch.

Page 10 of 19 | Total Record : 184