cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR, STUDI KASUS: DAERAH TANJUNG PALAS TENGAH, KALIMANTAN UTARA Wakila, M. H.; ., Anshariah; Heriansyah, A. F.; Idris, K.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1586

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam berlimpah, satu satunya adalah batubara. Untuk mengetahui jumlah sumberdaya batubara diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan karakteristik endapan batubara, sehingga dipilih Metode Circular. Pada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang estimasi sumberdaya menggunakan Metode Circular hanya difokuskan pada kondisi geologi sederhana dan daerah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Namun belum ditemukan penggunaan Metode Circular untuk mengestimasi sumberdaya batubara di daerah Kalimantan Utara dengan kondisi geologi moderat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah sebaran batubara dan mengestimasi sumberdaya batubara di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi sumberdaya batubara adalah Metode Circular. Metode Circular adalah metode dengan bentuk lingkaran dengan radius lingkaran merupakan jarak informasi terluar sebagai batas (area of influence) sesuai dengan ketetapan SNI 5015:2011. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi geologi daerah penelitian dikategorikan ke dalam kondisi geologi moderat. Hal ini bisa dilihat dari aspek sedimentasi yaitu ketebalan lapisan cukup bervariasi, dan kesinambungan lapisan batubara sampai ratusan meter. Aspek tektonik menunjukkan adanya sesar namun cukup jarang, lapisan terlipat sedang, dan kemiringan sedang. Kualitas batubara di daerah penelitian cenderung bervariasi. Dapat disimpulkan bahwa arah sebaran batubara berarah tenggara-barat laut N 325° NE dan nilai dip sebesar 25°. Jumlah sumberdaya batubara terukur adalah 1.293.358,982 ton, sumberdaya batubara tertunjuk adalah 2.931.825,371 ton, serta sumberdaya batubara tereka adalah 7.196.119,244 ton.
ANALISIS MINING RECOVERY PENAMBANGAN BATUBARA AKIBAT ADANYA PENGOTOR (IMPURITIES) PADA LAPISAN A2 DAN B DI PT BARA ALAM UTAMA Asof, M.; Triando, A.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1587

Abstract

Pengotor (impurities) merupakan salah satu penyebab gangguan di dalam kegiatan penambangan karena memiliki dampak terhadap kerusakan alat dan menurunkan kualitas produk hasil penambangan. Aktivitas penanganan pengotor juga dapat menyebabkan kehilangan batubara, sehingga perlu dilakukan analisa terhadap pengotor (impurities) utama dan mining recovery yang dihasilkan. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan dengan pengukuran ketebalan aktual, diketahui terdapat 2 pengotor (impurities) utama berupa claystone dan silicified coal yang memiliki pola penyebaran secara lateral berupa lapisan kunci (keybed) maupun fragmen-fragmen melensa (lenses/spotty). Berdasarkan analisa terhadap seam A2 dan B selama aktivitas kegiatan coal getting dengan menggunakan metode cross section, maka diketahui jumlah cadangan insitu adalah sebesar 130.031,38 ton dengan total pengotor (impurities) sebesar 7.082,96 ton. Terdapat coal recovery sebesar 94,55% dari cadangan insitu dan berdasarkan ketercapaian pada Bulan April, diketahui hanya sebesar 116.760,19 ton atau persentase aktual ditambang sebesar 89,79%. Maka ada selisih kehilangan batubara sebesar 4,76% dimana sebesar 1,51% adalah batubara yang tertinggal di front (geological losses) dan 3,25 % merupakan losses yang terjadi akibat proses coal getting dan hauling batubara hingga melewati timbangan (mining losses).
KAJIAN GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG DARI FRONT KE DISPOSAL PADA PT X A, Fitriani; Jannah, R.; Wiratama, J.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1599

Abstract

Geometri jalan angkut dari front penambangan Pit IV menuju disposal area pada PT X ditemukan kondisi jalan yang belum ideal untuk alat angkut terbesarnya yaitu Dump Truck Hino 500 FM260Ti. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memperbaiki kondisi jalan sesuai dengan kondisi idealnya. Hasil perhitungan berdasarkan pengukuran didapatkan lebar jalan aktual kondisi jalan lurus yaitu 7,3 m-11,3 m dan jalan tikungan yaitu 10,45 m-17,4 m. Grade jalan antara 0-5,1%, sedangkan cross slope antara -0,09 m sampai 0,22 m dan superelevasi antara 0,041 m/m-0,049 m/m. Adapun berdasarkan standar ideal KEPMEN ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 mengacu pada alat angkut terbesar dan kondisi lajur jalan didapatkan ideal lebar jalan lurus yaitu 8,75 m dan lebar jalan tikungan yaitu 15,706 m dengan ketentuan perusahaan 10 m jalan kondisi lurus dan 12 m jalan dengan kondisi tikungan. Grade jalan maksimum yaitu 12 % dengan ketentuan perusahaan yaitu 10 – 15% jalan kondisi bukan tanjakan dan 8 % jalan dengan kondisi tanjakan. Cross slope paling kurang adalah 2 % dengan standar ideal beda tinggi yaitu 19 m dengan superelevasi berkisar antara 71,3 cm – 51,2 cm. Perbandingan antara data geometri jalan aktual yang diperoleh dari hasil pengukuran secara langsung dengan geometri jalan ideal yang diperoleh dari perhitungan disimpulkan bahwa perlu untuk dilakukan perbaikan terhadap kondisi geometri jalan angkut dari front penambangan Pit IV hingga ke disposal area yang ada pada PT X.
PENGARUH ATRIBUT CLEAT TERHADAP PERMEABILITAS BATUBARA DAERAH KUNGKILAN, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Novita, A. F.; Rochmana, Y. Z.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.1600

Abstract

Cleat merupakan rekahan alami yang muncul sebagai dampak dari pembebanan maupun struktur. Rekahan pada batubara menjadi alur lintasan fluida pada batubara untuk mengalir masuk ataupun keluar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi gas metana batubara melalui analisis cleat pada area Kungkilan, Kabupaten Lahat yang termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Selatan. Pengambilan data atribut cleat menggunakan metode observasi lapangan yaitu dengan melakukan pengukuran kedudukan (strike-dip), atribut cleat berupa spacing dan aperture dengan menggunakan metode scanline pada sembilan lokasi penelitian, dan dilanjutkan perhitungan nilai permeabilitas batubara menggunakan rumus darcy. Dari pengukuran tersebut hasil arah umum face cleat adalah timur laut-barat daya dan butt cleat berarah barat laut-tenggara dengan menghasilkan atribut cleat dengan rata-rata aperture pada face cleat 0,02-0,1 cm dan butt cleat yaitu 0,03-0,2 cm, sedangkan spacing pada face cleat 2,9 hingga 5,7 cm dan pada butt cleat 3,8-7,9 cm. Berdasarkan perhitungan dari persamaan permeabilitas, hasil permeabilitas yang diperoleh kisaran yaitu 2,27 mD-42,95 mD yang setelah dirata-rata pada model match sticks sebesar 15,635 mD serta 3,02 mD-57,27 mD setelah rata-rata model cubes yaitu 21,598 mD. Hasil keterdapatan permeabilitas yang bernilai rendah diperoleh di seam d pada LP 1 sedangkan nilai tertinggi diperoleh di seam c pada LP 8. Maka dapat ditarik kesimpulan adanya korelasi antara atribut cleat dengan permeabilitas dan di beberapa coal seam terutama seam c memiliki kualitas permeabilitas untuk gas metana batubara cukup baik. Hal tersebut selaras dengan pandangan Peter (2008), dimana dalam pemanfaatan gas metana batubara, permeabilitas yang optimal yaitu 30 mD-50 mD.
ANALISIS PANJANG KOLOM AIR DECK TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN DI PIT 2 BANGKO BARAT PT BUKIT ASAM TBK. Asof, M.; Dino, K.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i1.1602

Abstract

PT Bukit Asam, Tbk merupakan perusahaan pertambangan batubara, berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Salah satu lokasi tambangnya Bangko barat, pengupasan tanah penutupnya menggunakan metode pengeboran dan peledakan, hal ini mengakibatkan keseragaman fragmentasi hasil peledakan berpotensi kurang seragam. Hal ini berpotensi menurunkan optimalnya volume pengisian bucket. Air decking merupakan penyelesaian yang bisa digunakan, dimana air decking menciptakan ruang kosong dalam kolom ledak yang nantinya berfungsi untuk memperpanjang energi hasil peledakan dengan menahan energi ledakan vertikal ke dalam ruang kosong dan didistribusikan kembali secara merata ke sekitar lubang. Pendistribusian energi tersebut menghasilkan hasil fragmentasi yang lebih merata. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji aplikasi Bottom Air Deck pada Peledakan Overburden di PT Bukit Asam, Tbk, Tanjung Enim Sumatera Selatan. Peledakan air deck menggunakan geometri burden 7 m, spasi 8 m, kedalaman lubang ledak 7 m, banyak lubang 47 lubang, stemming 4,1 m, air deck 0,5 m, dan PC 2,4 m. Hasil peledakan dengan konfigurasi ini menghasilkan rata – rata 62,05% fragmentasi yang lolos pada target ayakan 120 cm yang diinginkan perusahaan. Panjang kolom air deck divariasikan menjadi 0,6 m – 1,0 m untuk mendapat hasil lebih baik, sedangkan faktor lainnya dibiarkan tetap sama dengan geometri peledakan awal. Dimana dengan perubahan panjang kolom air deck menjadi 0,9 m menhasilkan persentase hasil paling optimum pada ayakan 120 cm sebesar 96,82%.
PENGARUH PERUBAHAN HARGA BATUBARA TERHADAP RANCANGAN PIT LIMIT Ishudi, P. C.; Hutajulu, Y. Y.; Noveriady, .
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1607

Abstract

Saat ini PT Rimau Energy Mining (PT REM) sedang melakukan aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu dan berencana membuka Pit Barat Bantai Napu setelah aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu selesai. Sebelumnya, PT REM sudah merancang desain untuk Pit Barat Bantai Napu. Namun karena adanya perubahan harga batubara dari Rp 920.765,00 per ton menjadi Rp 1.546.364,36 maka rancangan ini perlu diperhitungkan ulang untuk mencapai keuntungan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari batas penambangan optimal yang akan memberikan keuntungan terbaik di Pit Barat Bantai Napu PT REM. Metode perhitungan BESR dapat digunakan untuk merancang pit baru sehingga menghasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan perhitungan Break Even Stripping Ratio yang didapat dengan mencari harga jual batubara, total biaya produksi batubara serta total biaya overburden removal. Pit rancangan awal perusahaan memiliki SR 1 : 4,68 dengan cadangan batubara sebesar 1.037.015 ton. Sebelum adanya perubahan harga, keuntungan bersih untuk rancangan ini adalah sebesar Rp 349.322.765.754,75 dengan nilai BESR 4,16. Setelah adanya kenaikan harga batubara, keuntungan bersih rancangan ini menjadi Rp 978.616.012.791,58 dengan nilai BESR 9,84. Rancangan ultimate pit limit memiliki SR 1 : 7,90 dengan cadangan batubara sebesar 2.629.343 ton. Saat adanya kenaikan harga batubara, rancangan ini menjadi rancangan yang lebih optimal karena keuntungan bersihnya mencapai angka Rp 2.099.035.436.840,26. Hal ini menunjukkan bahwa dengan rancangan baru, profit PT REM naik 2,14 kali lipat dibanding pit rancangan awal perusahaan.
ANALISIS FINANSIAL TAMBANG BATUBARA PT GENTALA BUMI NUSANTARA JOB SITE PT XYZ, BATURAJA, SUMATERA SELATAN Pebrianto, R.; ., Mukiat; Zulfadhli, W. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1630

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan batubara bertempat di Kota Baturaja, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas wilayah izin usaha pertambangan sebesar 5.496 ha. PT XYZ dalam menjalankan bisnisnya menargetkan produksi sebesar ±280.000 ton batubara setiap tahunnya dengan target penjualan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang. Penelitian bertujuan mengetahui kelayakan finansial dari kegiatan penambangan yang akan dilakukan oleh PT XYZ dengan cara mencari nilai biaya investasi, biaya operasional dan perkiraan pendapatan yang akan diperoleh PT XYZ selama kegiatan produksinya berlangsung. Metode yang digunakan untuk menghitung hal tersebut adalah Discounted Cash Flow (DCF) dengan tingkat diskonto berdasarkan Weight Average Cost of Capital (WACC). Hasil yang didapat dari DCF kemudian digunakan untuk menghitung kriteria analisis kelayakan investasi. Berdasarkan perhitungan tersebut, proyek penambangan PT XYZ dikatakan layak secara ekonomi dengan biaya investasi sebesar Rp 89.223.048.908, biaya operasional produksi sebesar Rp82.471.285.160 dan perkiraan pendapatan rata-rata setiap tahunnya sebesar Rp131.311.300.000. Selanjutnya dilakukan perhitungan beberapa kriteria investasi, yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp118.452.986.519, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 81.79%, Break Even Point (BEP) sebesar 253,934 ton penjualan batu bara, dan Payback Period (PBP) sebesar 0.89 tahun atau selama 11 bulan sejak penambangan dimulai. Pada penelitian ini dilakukan pula analisis sensitivitas terhadap besarnya NPV dari perusahaan dengan mensimulasikan kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual batubara. Kegiatan penambangan akan tetap menguntungkan apabila kenaikan biaya produksi tidak lebih dari 50% atau penurunan harga jual tidak lebih dari 20%.
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA DI PT ANUGERAH COVINDO INDONESIA JOB SITE PT BANJARSARI PRIBUMI ., Samudra; Gobel, A. P.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.1631

Abstract

Metode tambang terbuka yang diterapkan pada PT Anugerah Covindo Indonesia menyebabkan terbentuknya cekungan yang berpotensi menampung air hujan maupun air tanah. Air yang masuk ke tambang membentuk genangan yang mengganggu proses produksi dikarenakan belum terdapat sump untuk mengendalikan air tersebut. Perencanaan sistem penyaliran tambang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada di PT Anugerah Covindo Indonesia. Pemecahan masalah pada penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan cara mendeskripsikan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi secara aktual kemudian dikaji dengan berlandaskan teori-teori yang sudah ada sehingga dihasilkan penyelesaian berupa angka-angka yang mempunyai makna. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu studi literatur, pengambilan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder, pengolahan data, dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total debit air yang masuk sebesar 6.119,04 m3/hari dengan luas catchment area 24,788 ha. Rancangan sump berbentuk limas terpancung dengan panjang sisi atas 65 m dan panjang sisi bawah 55 m dengan kedalaman 5 m yang mempunyai kemiringan dinding 45° sehingga mempunyai volume 18.041 m3. Kapasitas pemompaan adalah 6.1190,4 m3/hari yang akan dipompakan oleh dua unit pompa dengan kebutuhan daya sebesar 44,791 kW. Kompartemen kolam pengendapan lumpur (KPL) berjumlah 6 dengan panjang sisi atas 30 m, lebar atas 16 m, panjang sisi bawah 24 m, lebar sisi bawah 9 m dengan kedalaman 3 m, dan kemiringan dinding 45° sehingga tiap kompartemen mempunyai volume sebesar 1.059,41 m3 dengan volume keseluruhan 6.356,47 m3.
PENGARUH PENAMBANGAN BATUBARA RAKYAT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI PANASAN, MUARA ENIM Gunawan, M. F.; Harnani, Harnani
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.1645

Abstract

Penambangan batubara rakyat merupakan salah satu kegiatan pertambangan batubara oleh masyarakat sekitar dalam skala kecil dan gotong royong sebagai salah satu bentuk mata pencaharian. Penambangan rakyat ini terkadang tidak memenuhi standar dalam aspek lingkungan, sehingga bersifat merusak alam dan menyebabkan terganggunya keseimbangan antara lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Kegiatan eksploitasi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan masyarakat itu sendiri terutama terhadap kualitas aliran sungai apabila dibiarkan secara terus-menerus. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas baku mutu air Sungai Panasan yang terdampak oleh adanya penambangan batubara rakyat pada daerah penelitian. Penentuan kualitas air sungai merujuk pada parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017, kemudian menggunakan metode Storet dalam menentukan indeks pencemaran sungai menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi parameter kimia (Flourida, Kesadahan, Fe, Ph) dan fisika (kekeruhan, bau, DHL, dan rasa) di daerah penelitian tidak memenuhi syarat sesuai baku mutu dengan nilai Indeks Storet sebesar -25 atau tergolong tercemar sedang. Dengan demikian kondisi tersebut membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar aliran Sungai Panasan.
PENGARUH TINGKAT PELAPUKAN BASAL TERHADAP KEKUATAN BATUAN MENGGUNAKAN UCS DAN SCHMIDT HAMMER Sofyan, A.; ., Purwanto; Qaidahiyani, N. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.1651

Abstract

Batuan sebagai bagian yang inheren terhadap struktur bangunan memiliki peran yang fundamental dalam perancangan konstruksi, baik pada bidang sipil maupun pertambangan. Kabupaten Gowa khususnya Kecamatan Pattalassang menjadi salah satu pusat penambangan batuan yang banyak didistribusikan ke beberapa wilayah sekitarnya. Parameter kekuatan selain dipengaruhi jenis batuan, juga dipengaruhi oleh tingkat pelapukan batuan. Ketidakseragaman pada pelapukan batuan membuat terjadinya variabilitas kekuatan batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi derajat pelapukan pada batuan hasil penambangan di Kabupaten Gowa berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan laboratorium, menganalisis pengaruh derajat pelapukan terhadap kekuatan batuan menggunakan uji kuat tekan uniaksial, dan menganalisis kekuatan batuan menggunakan analisis regresi linear pada nilai kuat tekan uniaksial terhadap nilai pantul Schmidt Hammer berdasarkan derajat pelapukannya. Metode pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah menentukan derajat pelapukan menggunakan analisis XRD dan pengamatan mikroskopis, uji sifat fisik batuan, uji kuat tekan batuan menggunakan mesin UCS, pengujian nilai pantul Schmidt Hammer, dan analisis regresi linear korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis derajat pelapukan yaitu derajat pelapukan II, derajat pelapukan III, derajat pelapukan IV, dan derajat pelapukan V. Pengaruh derajat pelapukan terhadap nilai kuat tekan uniaksial menunjukkan pengaruh yang kuat negatif (berbanding terbalik) dimana nilai kuat tekan uniaksial akan menurun seiring meningkatnya derajat pelapukan batuan. Hasil analisis regresi linear sederhana nilai kuat tekan uniaksial terhadap nilai pantul Schmidt Hammer berdasarkan derajat pelapukan adalah UCS = 1,1478 SCH + 39,464, dengan nilai koefisien determinasi (R2)adalah 0,9271, dan koefisien korelasi (R) adalah 0,9628.

Page 11 of 19 | Total Record : 184