cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT ADVENT BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE FUZZY AHP DAN RATING SCALE Humairah, Natia; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.926 KB)

Abstract

Kualitas SDM merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan baik dalam kinerja, profit, maupun kelangsungan hidup organisasi sehingga perusahaan perlu memiliki karyawan yang berpotensi dalam bidangnya. Rumah Sakit Advent adalah salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung, yang saat ini belum memiliki penilaian kinerja pada bagian manajer, untuk mengetahui hasil kerja dan potensi yang dimiliki seorang manajer dibutuhkan suatu penilaian kinerja, agar dapat dilakukannya peningkatan performansi organisasi. Penilaian prestasi kinerja karyawan harus dilakukan dengan metode yang baik dan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penilaian. Penelitian ini mencari nilai bobot dari setiap indikator untuk menilai manajer bidang keperawatan Rumah Sakit Advent.Pada penelitian ini, terdapat 5 kriteria, 19 sub-kriteria. Perhitungan bobot menggunakan Metode F-AHP. Selanjutnya dilakukan pembuatan formulir penilaian kinerja menggunakan Rating Scale dengan hasil penilaian yang didapatkan adalah 3,6024. AbstractAssesment design of performance Head of  Nursing Hospital Advent Bandar Lampung with fuzzy AHP and rating scale. The quality of human resources is one factor of the company’s success in achieving its objectives both in performance, profit, and the survival of the organization so that the company needs to have potential employees in the field.Advent Hospital is a private hospital in Bandar Lampung, which currently do not have a performance appraisal, in order to enable upgrading organizational performance. This research looks at the value of the weight of each indicator to asses nursing managers Advent Hospital. Perfomance appraisal should be performed by a method  properly so there is no error in judgement. In this study there are 5 criteria, 19  sub-criteria. Weight calculation using FAHP method. Furthermore, the manufacture of the performance appraisa form usng Rating Scale with the assessment results obtained is 3.6024.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENCEGAHAN DAN BIAYA KEGAGALAN INTERNAL YANG DIAKIBATKAN OLEH PRODUK REWORK (PADA PT TRIANGLE MOTORINDO DIVISI PAINTING) Adam Hertanto; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.714 KB)

Abstract

Persaingan pasar yang kian berkembang dengan pesat, membuat semua perusahaan dituntut untuk selalu memperbaiki sistemnya secara internal maupun eksternal. Studi kasus dalam laporan ini adalah munculnya produk defect rata-rata sebesar 15.65% total produksi selama bulan Januari – Maret di tahun 2014 pada PT Triangle Motorindo. Produk-produk tersebut membuat PT Triangle Motorindo harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk dapat melakukan proses rework. Pembahasan dilakukan untuk dapat mencapai target maksimal produk defect sebesar 3%. Langkah pertama adalah dengan penyortiran jenis defect yang sering terjadi. Selanjutnya pembahasan setiap defect untuk mengetahui akar masalah dilakukan dengan metode realitycharting dan kemudian dari dicari solusi untuk setiap akar masalah. Diketahui bahwa solusi efektif adalah dengan meningkatkan kualitas bahan baku cat dasar. Meskipun harga lebih mahal, namun dengan menggunakan bahan yang lebih baik proses produksi akan lebih mudah dan jumlah defect dapat diminimalisir sehingga perusahaan bisa mendapat penghematan biaya sebesar Rp. 10.760.450,97 terhitung mulai dari bulan Januari hingga Maret tahun 2014. Selain dari penghematan biaya, perusahaan juga tidak kehilangan waktu untuk melakukan perbaikan, mengurangi komplain dan meningkatkan citra perusahaan.  ABSTRACT Market competition is growing rapidly, making all companies are required to constantly improve the system internally and externally. The case studies in this report is the emergence of a product defect on average by 15,65% of total production during the months of January to March in the year 2014 at Triangle Motorindo Company. These products make PT Triangle Motorindo have to spend additional time and cost to do the rework process. The research is done in order to achieve maximum quantity of defect is 3%. The first step is sorting types of defects that often occur. Further discussion is determine the root of the problem is done with the method of realitycharting for each defect and then sought a solution for every root of the problem. It is known that an effective solution is to improve the quality of the raw material base paint. Although the price is more expensive, but using better materials could make production process easier and the number of defects can be minimized so that the company could gets the cost save as much as Rp. 10.760.450,97 count from January 2014 till March 2014. Not only saving, companies also reduce time for rework, less of complain, good image and could get more share of market.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan UKM Jasa Pelaksana Konstruksi Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Baskara Aji Winarno; Hery Suliantoro; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.805 KB)

Abstract

Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan untuk mengejar kertinggalan infrastruktur sebagai negara berkembang. Hal ini menjadi peluang bagi kontraktor besar maupun kecil khususnya jasa konstruksi untuk berlomba-lomba mendapatkan suatu proyek pembangunan. Dalam prosesnya, pemerintah mengadakan kegiatan lelang untuk mendapatkan UKM yang berpartisipasi dalam proyek pemerintah tersebut. Dalam proses pelelangan pemerintah banyak faktor hambatan yang diniliai dapat mempengaruhi UKM jasa konstruksi untuk mengikuti dan memenangkan proses pelelangan pemerintah tersebut. Salah satunya adalah lebih dari  50% pelelangan kelas Rp2,5M kebawah tidak dilakukan pelelangan melainkan dengan penunjukkan atau pemilihan langsung sehingga pihak UKM menjadi sulit untuk masuk kedalam proses pengadaan dan pelelangan barang dan jasa pemerintah atau public procurement ini.  Pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor dan hambatan yang mempengaruhi UKM jasa konstruksi untuk masuk kedalam public procurement. Faktor dan hambatan meliputi 2 faktor utama yaitu faktor internal dari sisi UKM dan faktor eksternal dari sisi pemerintah. Metode yang digunakan adalah metode analisis Partial Least Square yaitu melakukan analisis secara statistika deskriptif dan analisis secara kausal yang bertujuan untuk mengetahui apa saja dan seberapa besar pengaruh faktor dan hambatan bagi UMKM untuk masuk kedalam public procurement.  AbstractIndonesia being intensively to catch up with infrastructure development as a developing country. This is an opportunity for large and small contractors, especially construction services to vying for a development project. In the process, the government held the tendering for the SMEs participating in the government project. In the process of auction of government to many obstacles that may affect SMEs rated construction services to participate and win the government tender process. One of them is over 50% of the class auction auction 2,5 billion rupiahs down but not done by appointment or direct elections so that the SMEs be difficult to enter into the process of procurement and tender of goods and services or the government's public procurement. In this study will discuss the factors and constraints affecting construction SMEs to enter into public procurement. Factors and barriers covers two main factors, that is internal factors of the SMEs and external factors from the government side. The method used is Partial Least Square method of analysis that is doing statistical analysis of descriptive and causal analysis that aims to determine whether and how much influence factors and barriers for SMEs to enter into public procurement.
PERENCANAAN JADWAL PRODUKSI DAN KEBUTUHAN PERALATAN SERTA BIAYA PADA PROSES PRODUKSI TABLET TABLET SALUT DAN KAPSUL (TTSK) PADA PT PHAPROS TBK Ardian Wiedilaksono; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.852 KB)

Abstract

PT Phapros, Tbk merupakan perusahaan farmasi yang merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Dalam melaksanakan produksinya. Bidang tablet, tablet salut, dan kapsul (TTSK) mulai melaksanakan Tooling Management untuk mengurangi biaya investasi mengenai peralatan. Prinsip dari Tooling Management adalah Flexible Manufacturing System (FMS) dimana sistem produksi yang dijadwalkan akan mengikuti produk yang dibutuhkan pada saat itu. Pertama tama dilakukan analisis mesin untuk mengetahui apakah mesin sanggup untuk melakukan proses produksi berdasarkan anggaran penjualan yang telah ditetapkan. Setelah itu dilakukan perencanan kebutuhan alat agar rencana produksi dapat berjalan dengan lancar. Salah satu cara untuk menentukan perencanaan kebutuhan peralatan adalah dengan menggunakan metode Materials Requirement Planning (MRP). MRP merupakan suatu metode untuk melakukan perencanaan kebutuhan material agar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan pada waktu yang tepat. Perhitungan dengan menggunakan MRP digunakan untuk tools yang membutuhkan pergantian lebih dari satu kali selama satu tahun. Sehingga dapat diltentukan bagaimana pembelian yang optimal terhadap tools yang membutuhkan pergantian lebih dari satu kali dalam satu tahun. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa metode MRP dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan peralatan, serta dari hasil perhitungan terdapat beberapa alat yang membutuhkan pengadaan lebih dari satu kali dalam satu tahun. Abstract [Production Schedule, Tools, and Cost Planning in Tablet, Coated Tablet, and Capsule Departement in PT Phapros, Tbk] PT Phapros, Tbk is a pharmaceutical company which is a subsidiary of PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). In carrying out its production, Tablet, Coated Tablet, and Capsule Departement (TTSK)  begin to implement Tools Management to reduce the investment cost of equipment. The principle of Tools Management is the Flexible Manufacturing System (FMS) where the production system is scheduled to follow the required product at that time. The first step to implementing those system is analyze the machine to determine if the machine is able to perform the production process based on a predetermined sales budget or not. The second step is planning the tools that needed for productiony. One way to determine equipment requirements planning is to use the Materials Requirement Planning (MRP) method. MRP is a method for planning material needs to match the required amount and at the right time. Calculations using MRP are used for tools that require replacement more than once for one year. So it can diltentukan how optimal purchases of tools that require turnover more than once a year. The final result of this research is obtained that MRP method can be used to calculate equipment requirement, and from calculation result there are some tools that need procurement more than once in one year.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN “SINK AND TUTTLE MODEL” (Studi Kasus Pada Pabrik Gula Rendeng, Kudus) Ridha Setyanda Putra; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.611 KB)

Abstract

Pabrik Gula (PG) Rendeng merupakan sebuah pabrik agrobisnis yang memproduksi gula dan salah satu anak perusahaan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX yang berlokasi di Kudus Jawa Tengah. Pabrik Gula (PG) Rendeng memiliki kapasitas giling 24.500 kwintal per hari. Penilaian kinerja pada Pabrik Gula Rendeng hanya didasarkan pada bisa atau tidaknya target yang ditetapkan perusahaan dapat tercapai.. Pengukuran kinerja pada Pabrik Gula Rendeng akan dilakukan menggunakan Sink’s and Tuttle Model yaitu merupakan sebuah pendekatan yang menggambarkan hubungan antara ketujuh kriteria kinerja. Hasil perancangan pengukuran kinerja terdiri dari 7 kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut: kriteria Produktivitas (28,4%), kriteria Efektivitas (21%), kriteria Efisiensi (16,2%), kriteria Kualitas (11,4%), kriteria Profitabilitas/Budgetabilitas (8,6%), kriteria Kualitas Kehidupan Kerja (7,6%), dan kriteria Inovasi (3,1%). Dari keenam kriteria kinerja tersebut, diperoleh rancangan akhir 27 KPI yang berisi: 4 KPI Produktivitas, 6 KPI Efektivitas, 3 KPI Efisiensi, 5 KPI Kualitas, 2 KPI Inovasi, 4 KPI Kualitas Kehidupan Kerja, dan 3 KPI Profitabilitas/budgetabilitas. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan Objective Matrix dan Traffic Light System, menunjukkan bahwa kinerja Pabrik Gula Rendeng tahun 2013 adalah sebesar 3,604 yang berada dalam kategori warna kuning yang berarti pencapaian kinerjanya ini sudah cukup baik meskipun nilainya mendekati kategori buruk, sehingga masih perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil pengukuran, diperoleh indikator-indikator yang berada dalam zona penting tetapi ternyata kinerjanya masih rendah. Indikator tersebut adalah rasio produktivitas output, tingkat produktivitas mesin, rasio produktivitas jam kerja standar, rasio pencapaian output sesuai standar, rasio jumlah rendemen, rasio jam berhenti mesin (downtime), rasio runtime mesin, rasio raw material cacat, inovasi teknologi. Oleh karena itu rekomendasi diutamakan untuk indikator-indikator di atas.  Abstract PG Rendeng is a agribusiness factory that produces sugar and a subsidiary of PT Plantation Nusantara (PTPN) IX is located in Kudus, Central Java. PG Rendeng has a milling capacity of 24,500 quintals/day. Assessment of performance at PG Rendeng based solely on whether or not the target set by the company can be achieved. When the company can meet its target well, then the company can be said to have had a good performance, whereas when the company can not meet its target, the company has a poor performance. Performance measurement at PG Rendeng will be done using the Sink and Tuttle's model which is an approach that describes the relationship between the seven performance criteria The results of performance measurement design consisted of seven criteria with the following order of priority: Productivity criteria (28.4%), the criteria of effectiveness (21%), the criteria of efficiency (16.2%), quality criteria (11.4%), Profitability criteria / Budgetabilitas (8.6%), Work Life Quality criteria (7.6%), and the Innovation criterion (3.1%). The performance of the six criteria, the final draft was obtained containing 27 KPI: 4 KPI Productivity , 6 KPI Effectiveness, 3 KPI Efficiency , 5 KPI Quality, 2 KPI Innovation, 4 KPI Work Life Quality and 3 KPI Profitability/budgetabilitas. Based on the results of performance measurement with Objective Matrix and Traffic Light System, shows that the performance PG Rendeng in 2013 amounted to 3,604 are located in the yellow category, which means the achievement of this performance is quite good although the value is closer to the category of poor, so there is still room for improvement. From the measurement results, obtained indicators are in a critical zone but apparently the performance is still low. The indicator is the ratio of output productivity, machine productivity levels, productivity ratio of standard working hours, according to the standard output achievement ratio, the ratio of the amount of recovery, the ratio of  downtime machine, the ratio of the runtime machine, the ratio of defective raw materials, technological innovation.  
OPTIMALISASI PENEMPATAN PROSES PREPARATION PADA DIVISI PEMBUATAN KULKAS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN METODE ALGORITMA DIJKSTRA PADA PT HARTONO ISTANA TEKNOLOGI Andy Williams Maruhum T; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.438 KB)

Abstract

Meningkatnya suatu kapasitas suatu produksi berbanding lurus dengan perubahan layout lantai produksi dalam sebuah pabrik. Perubahan layout untuk menambah kapasitas produksi terjadi pada PT Hartono Istana Teknologi dengan menambah mesin Printing untuk divisi Kulkas. Dampak dari penambahan mesin printing baru menyebabkan stasiun kerja preparation yang awalnya di gedung preparation lantai 1 dekat dengan mesin printing harus dipindah menjadi di gedung Preparation lantai dua atau Gedung N3. Pemindahan lokasi stasiun kerja preparation harus optimal dari segi jarak, waktu dan frekuensi pengiriman. Jika sebuah stasiun kerja yang lokasi nya berjauhan dengan lokasi stasiun kerja lainnya, maka dapat menyebabkan waktu pengiriman akan semakin lama dan dapat menyebabkan terjadinya bottleneck di stasiun kerja lainnya. Pada penelitian ini, untuk mengoptimalkan pemilihan lokasi yang akan djiadikan sebagai tempat untuk stasiun kerja preparation yaitu algoritma djikstrak. Algoritma djikstrak akan memperhitungkan jarak perpindahan yang paling minimum. Berdasarkan perhitungan algoritma Djikstrik, lokasi paling optimum yaitu berada di gedung N3 dengan total penggunaan forklift selaama 29,80 menit. Tetapi berdasarkan  perancangan workplace di gedung N3 untuk stasiun preparation, maka frekuensi pemindahan jadi dua kali lebih banyak dari pada lokasi preparation di gedung preparation lantai dua dikarenakan tempat yang tidak terlalu luas. Sehingga lokasi optimal baik dari segi penggunaan forklift dan juga waktu pengiriman beserta lokasi yang dapat memenuhi raw material dan sub assembly yaitu di gedung preparation lantai 2. Optimization Selecting Of Preparation Process In Refrigerator Division Using Dijkstra Algorithm In PT Hartono Istana Teknologi. Increasing a capacity of a production is directly proportional to changes in the floor layout of production in a factory. Changed a layout of the shop floor to increase a production capacity occurred in PT Hartono Istana Teknologi with adding machine Fridge Printing division. The impact for addition of a new printing machine in building preparation at first floor is to move the preparation stations into the second floor in the preparation building or N3 Building. Relocated the preparation stations  have  to be optimal in a distance, time and frequency of delivery. If a work station is to far with another work stations, it can make the delivery time will longer and a bottleneck in the other work stations. In this study, to selected the optimum location for work stasion of preparation is Dijkstra Algorithm. Dijkstra algorithm will accounting the minimum distance for the transfer. Based on the calculation of Dijkstra Algorithm, N3 building is the optimum location with 29,80 minutes for forklift time. But based on the design of workplace in the building N3 for preparation station, the frequency of transfer is two times more than at the preparation location at preparation building because is not enough space.. Based on the forklift utility and delivery time for transfer the raw material and sub assembly, thus the optimum location at second floor of preparation building
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI DEPARTEMEN UPHOLSTERY PERUSAHAAN MEBEL MENGGUNAKAN ALGORITMA CRAFT DENGAN MINIMASI ONGKOS MATERIAL Rachel Yessica Winarti; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.215 KB)

Abstract

Tata letak departemen upholstery perusahaan mebel memiliki permasalahan aliran material yang menurunkan produktivitas. Permasalahannya, antara lain banyaknya tumpukkan bahan baku dan komponen yang menutupi jalur jalan operator, adanya kegiatan cross movement, dan tidak diperbaharuinya tata letak departemen. Permasalahan ini menyebabkan adanya peralatan kerja yang hilang dan menurunnya produktivitas kerja operator. Permasalahan dapat diatasi dengan mendesain ulang tata letak menjadi tata letak yang optimal. Tata letak yang optimal adalah yang meminimalkan jarak pemindahan material, dan ongkos material handling (OMH), serta mengeliminasi cross movement. Penelitian mendesain ulang tata letak depatemen yang terdiri 8 stasiun kerja dengan metode CRAFT menggunakan software WinQSB. Tata letak usulan untuk implementasi didapat dari tata letak iterasi ke-6 yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan sesuai informasi dan arahan staff dan penanggung jawab. Hasil penelitian menyatakan tata letak usulan lebih efisien dengan total jarak pemindahan material dan total OMH lebih kecil 15,9% dari tata letak existing. Total jarak pemindahan material menurun dari 6.957,94 meter/hari menjadi 5.851,45 meter/hari. Total OMH menurun menjadi Rp. 4.388.586 per tahun dari Rp. 5.218.452 per tahun. Perusahaan mereduksi total OMH departemen upholstery sebesar Rp. 829.866 per tahun dengan mengimplementasi layout usulan.   ABSTRACT The layout of the upholstery department of furniture manufacture has material flow problem which lowers productivity. The problems are the raw materials and components cover the operator lane road, the cross-movement activities, and the department layout is not renewed. The whole problems cause loss of work equipments and the declining productivity of the operators. Problems can be solved by redesigning the layout to be an optimal layout. An optimal layout minimizes the distance of material transfer, and material handling costs (OMH), as well as eliminating cross movement. Research of redesigning the layout comprising eight work stations with CRAFT method uses software WinQSB. The layout for implementation is obtained from the sixth layout iteration that has been adapted to the conditions of the company according to the information and responsible referral staff. The study states the proposed layout is more efficient with the total distance and total OMH 15.9% smaller than existing layout. Total distance of material transfer drops from 6957.94 meters/day to 5851.45 meters/day. Total OMH declines to Rp. 4,388,586 per year from Rp. 5,218,452 per year. The company will reduce the total OMH Rp. 829.866 per year by implementing the proposed layout. 
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PRODUK AMDK 240 ML PT. TIRTA INVESTAMA KLATEN Dewi, Anggita Maya; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.451 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri yang bergerak sangat pesat membuat persaingan antar perusahaan semakin meningkat, termasuk perusahaan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Untuk mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan, perusahaan perlu melakukan pengendalian kualitas agar sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan supaya dan mampu meningkatkan kepuasan konsumen. PT. Tirta Investama Klaten memproduksi produk AMDK kemasan 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, galon 19 liter, dan Mizone 500 ml. Dalam salah satu upaya peningkatan kualitas, PT. Tirta Investama Klaten berupaya untuk mencapai tingkat zero defect pada produksinya, termasuk pada kemasan 240 ml yang masih ditemukan banyak produk cacat. Analisis pengendalian kualitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Six Sigma. Berdasarkan teori Six Sigma, hanya terdapat 3,4 cacat per sejuta kesempatan pada proses produksi. Semakin tinggi target sigma yang dicapai maka kinerja sistem industri semakin membaik. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan kualitas produk dengan meminimalisir jumlah produk cacat.  Abstract [Quality Control Analysis Using Six Sigma Methods on Mineral Bottled Water 240 ml Products of PT. Tirta Investama Klaten] The rapid development of industrial word has made the competition among companies increased, including the bottled drinking water companies. To maintain the quality of the products produced, the company needs to conduct the quality control to achieve the conformance to specifications of products and be able to improve the customer satisfaction. PT. Tirta Investama Klaten produces bottled water in 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, 19 liters gallon and 500 ml of Mizone. In an effort to improve the quality, PT. Tirta Investama Klaten strives to achieve a zero defect production, including on 240 ml bottled water that still can be found many defective products. The quality control analysis in this research uses Six Sigma as the method. Based on the Six Sigma theory, there are only 3,4 deficiencies per million opportunities found in the production process. The higher the sigma target is achieved, the better the performance of the industrial system is. This research is hoped to be useful for the company to improve the customer satisfaction and the product quality by minimizing the number of defective products. 
Analisis Postur Kerja Dengan Menggunakan Metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) Dan Biomekanika (Studi Kasus Percetakan Sumber Barokah Semarang) Karina Karina; Haryo Santoso; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Barokah merupakan usaha yang memproduksi kitab dan Al-Qur’an. Proses pengepakan dengan keadaan tempat kerja yang kurang ergonomis, menyebabkan terjadinya postur kerja yang berbahaya, sehingga menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. Dari hasil kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionaire yang disebarkan pada 4 orang pekerja pada bagian pengepakan, selama 7 hari terakhir keluhan yang yaitu merasakan sakit pada leher 50%, kedua bahu 100%, punggung 100%, kedua siku 25%, pinggang 100%, serta kedua telapak dan pergelangan tangan 100%. Pada penelitian ini dilakukan penilaian postur kerja dengan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) serta pendekatan biomekanika. Dari hasil penilaian dengan metode OWAS didapat 50% aktivitas termasuk pada kategori 1, 13% aktivitas termasuk pada kategori 2, dan 25% aktivitas termasuk pada kategori 3 dan 13% aktivitas termasuk pada kategori 4. Maka pada kategori 3 dan 4 tersebut perlu untuk dilakukan perbaikan tempat kerja karena dapat menyebabkan resiko keluhan muskuloskeletal bagi pekerja. Dari hasil perbaikan didapat bahwa 100% aktivitas termasuk pada kategori 1. Sedangkan untuk pendekatan biomekanika, pengurangan beban yang terjadi pada area L4-L5 sebesar 45,93% pada aktivitas ke 4, 60,78% pada aktivitas ke 5, 40,53% pada aktivitas ke 6, dan 18,36% pada aktivitas ke 7
USULAN PENERAPAN E-COMMERCE DENGAN OPEN ERP PADA DEPARTEMEN PENJUALAN DAN WAREHOUSE PT. MUSTIKA RATU BUANA INTERNASIONAL SEMARANG Medisia Pertiwi; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.827 KB)

Abstract

Penggunaan sistem online dalam proses bisnis perusahaan telah menjadi trend baru di banyak perusahaan. Salah satunya adalah dengan penerapan E-Commerce untuk proses pemesanan barang hingga tracking ketersediaan barang di gudang. Sebagai perusahaan besar yang telah dikenal luas oleh masyarakat, PT. Mustika Ratu Buana Internasional Semarang belum memanfaatkan teknologi tersebut dalam menjalankan proses bisnisnya. Selama ini pendataan pemesanan hingga pengecekan ketersediaan barang masih dilakukan secara manual sehingga belum efisien. Data tersebut belum terintegrasi antar departemen yang terkait sehingga proses penginputan data pemesanan masih harus dilakukan berkali-kali pada departemen yang berbeda. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat suatu sistem yang terintegrasi dengan menggunakan software OpenERP khususnya modul E-Commerce. Diharapkan sistem ini dapat membantu perusahaan untuk mempermudah proses bisnisnya.   Abstract RECOMMENDATION FOR IMPLEMENTING E-COMMERCE WITH OPEN ERP AT WAREHOUSE AND SALES DEPARTMENT PT. MUSTIKA RATU BUANA INTERNATIONAL SEMARANG. Implementing The use of the online system in the process of a business firm has become a new trend in many companies. One example is the application on e-commerce to the process of reservations and tracking the availability of products in a warehouse. As a big company that is widely known, PT. Mustika Ratu Buana Internasional has not used this technology for running their business process. Data of reservations and the availability of products are still collected manually. It causes the process to become inefficient. These data are not integrated between related departments so that the input process of product’s reservations must be done gradually. The aim of this research is to make an integrated system using software OpenErp especially module e-commerce. Hopefully this system can help the company to make their business process easier

Page 20 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue