cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PERAMALAN MATERIAL POLYESTER TEXTURED 75D PADA PERIODE NOVEMBER 2016 SAMPAI DENGAN MEI 2017 PT TIGA MANUGGAL SYNTHETIC DENGAN METODE TIME SERIES Wiya Eki Dwiguna; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.598 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah pada hampir seluruh sektor industri, termasuk industri tekstil. Hal tersebutlah yang membuat Indonesia kini memiliki banyak perusahaan tekstil yang telah mendunia, salah satunya adalah PT Tiga Manunggal Synthetic. Pada PT Tiga Manunggal Synthetic, terdapat penumpukkan sejumlah bahan baku  Polyester Textured 75D pada warehouse, sehingga dibutuhkan suatu peramalan terhadap jumlah Polyester Textured 75D yang akan dibutuhkan selama tujuh periode berikutnya. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan model deret berkala (time series). Metode tersebut merupakan metode peramalan yang didasarkan atas penggunaan analisis pola hubungan antara variabel yang akan diperkirakan dengan variabel waktu, yang merupakan deret waktu. Berdasarkan hasil perhitungan dari data historis konsumsi benang Polyester Textured 75D, maka hasil peramalan dengan menggunakan metode Center Moving Average (CMA) bersifat konstan sebesar 4,941,40 Kg untuk bulan November 2016 hingga bulan Mei 2017. Metode tersebut dipilih berdasarkan nilai error SDE, MAPE, dan U-Theil adalah yang terkecil diandingkan dengan metode lainnya. Nilai error SDE, MAPE, dan U-Theil masing-masing pada metode Center Moving Average (CMA) adalah 900,91 ; 14,06 ; 0,59.  Abstract Forecasting of Material Polyester Textured 75D on November 2016 until May 2017 Period PT Tiga Manunggal Synthetic Using Time series Method. Indonesia is one of the countries that have plenty resources in almost every industrial sectors, including textile industries. That makes Indonesia now has many international textile companies, including PT Tiga Manunggal Synthetic. On PT Tiga Manunggal Synthetic, there is a cumulation of raw material Polyester Textured 75D in warehouse, so a forecast of number of the Polyester Textured 75D for the next seven period is needed. The method that used in this research is a quantitative method by using time series method. This method is a forecast method which based on the pattern of relation analysis usage between the forcasted variables, which is a time series. Based on the calculation of consumtion data’s history of Polyester Textured 75D, the result of the forcasting using Center Moving Average method has a constant behaviour of 4,941,40 Kg for November 2016 until May 2017. That method was choosen based on the smallest error value of SDE, MAPE, and U-Theil compared to the other method. Each of the error value of SDE, MAPE, and U-Theil on Center Moving Average (CMA) are 900,01 ; 14,06 ; 0,59.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA PT EMERA ADYAN RAYA DENGAN PENDEKATAN METODE SCOR MODEL Annisa Prafitri Sari; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProfit yang dibawah target ditambah dengan besarnya pengeluaran tiap bulan mempengaruhi kinerja rantai pasok yang terjadi pada PT Emera Adyan Raya tidak optimal yang berakhir pada overcost. Untuk mengetahui kinerja PT Emera Adyan Raya maka harus melakukan pengukuran kinerja supply chain secara keseluruhan di PT Emera Adyan Raya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan evaluasi kerja dengan mengukur apakah kinerja dalam PT Emera Adyan Raya sudah tergolong katagori baik, cukup atau buruk.  Evaluasi kerja yang dilakukan bisa berupa penilaian terhadap unsur-unsur yang terdapat di perusahaan. Dengan adanya evaluasi kinerja ini diharapkan dapat membuat PT Emera Adyan Raya menjadi lebih baik dalam melakukan pekerjaannya dalam jangka panjang. Pengukuran yang akan dilakukan menggunakan pendekatan SCOR Model atau Supply Chain Operating Referenece Model. Perhitungan yang akan dilakukan adalah dengan metode AHP pada pembobotan, metode Objective matrix pada scoring system dan Traffic Light yang berfungsi untuk menilai apakah indikator yang digunakan dalam keadaan baik, sedang atau buruk. Secara keseluruhan Kinerja rantai pasok untuk PT Emera Adyan Raya mendapatkan total nilai adalah 5.68 dan berada pada posisi cukup. Perbaikan yang harus dilakukan adalah ketepatan dalam mengirim produk kepada konsumen dan lebih menekankan pemasukan yang harus didapat pada tiap bulannya. ABSTRACTProfit is below the target plus the amount of spending per month affect the performance of supply chain that occurs in PT Emera Adyan Raya are not optimal that end on over cost. To determine the performance of supply chain in PT Emera Adyan Raya, performance measurement should be done as a whole supply chain in PT Emera Adyan Raya. This can be done with the job evaluation to measure PT Emera Adyan Raya performance was classified as category good, adequate, or poor. The evaluation of the work can be an assessment of the element contained in the company. With the performance evaluation is expected to make a get better in doing the job in the long term. Measurement to be performed using the SCOR Model approach. Calculations to be performed is using AHP weighting method, Omax at scoring system, and Traffic Light indicators to assess whether the position is good or bad enough. Overall performance of the supply chain get a total value 5,68 and in a quite position. Improvement that should be done is accuracy in sending product to customers and more emphasis on income that should be on every month.
IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DAN E-COMMERCE PADA PACKING HOUSE Ricky Yunio Marshieleno; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.292 KB)

Abstract

Packing House merupakan satu unit usaha dari DISPERINDAG (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Provinsi Jawa Tengah yang khusus memproduksi kemasan kardus. Dalam melaksanakan proses bisnisnya, Packing House mempunyai kendala pada proses bisnisnya. Kendala proses bisnis yang dihadapi antara lain kalah bersaing dengan kompetitor mereka karena sudah menggunakan teknologi yang handal, pemesanan produk hanya bisa melalui resepsionis dan kesempatan memperoleh konsumen baru sangat kecil karena promosi hanya melalui brosur.  Salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan, mengintegrasikan proses bisnis dan membuat proses bisnis menjadi lebih otomatis adalah sistem informasi Enterprise Resource Planning (Wibisono, 2005). Implementasi ERP yang digunakan untuk mendukung proses bisnis Packing House adalah Odoo 8. Odoo 8 merupakan salah satu software open ERP yang berisi modul-modul untuk mendukung menjalankan proses bisnis pada perusahaan.Abstract[Enterprise Resource Planning and E-Commerce Implementation in Packing House] Packing House is a business unit of DISPERINDAG (Department of Industry and Trade) Central Java Province which specialized in producing cardboard packaging. In carrying out its business process, Packing House have problems on business process. The problems are Packing House can’t compete with their competitors because they uses reliable technology, product ordering can only be through receptionist and the opportunity to obtain new customer is very small because the promotion is only through brochures. One of technology that can optimize, integrate business process and make business process more automated is information system Enterprise Resource Planning (Wibisono, 2005). ERP implementations used to support business process Packing House is Odoo 8. Odoo 8 is one of the open ERP software which contains modules to support running of the business process in the company.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN KERETA API KELAS EKONOMI DENGAN PENDEKATAN MODIFIED SERVQUAL Aris Munandar; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.382 KB)

Abstract

masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi kereta api saat ini sangat tinggi, terutama pada kereta api kelas ekonomi. Hal ini memberikan tuntutan kepada PT. Kereta Api Indonesia untuk selalu memperhatikan kualitas pelayanannya. Dari hasil penyebaran kuesioner pendahuluan dan wawancara yang dilakukan peneliti, ditemukan bahwa masih terdapat keluhan penumpang terhadap pelayanan saat ini seperti kenyamanan tempat duduk penumpang, fasilitas toilet yang kurang baik, kondisi suhu didalam kereta api yang tidak nyaman, serta lama waktu perjalanan yang tidak sesuai dengan jadwal. Modified SERVQUAL merupakan hasil penggabungan atribut standar transportasi di eropa EN 13816 dengan konsep SERVQUAL dan level of service digunakan untuk mengelompokkan seluruh rute perjalanan kereta api kelas ekonomi. Sedangkan untuk melihat atribut yang berpengaruh terhadap level of service, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji ANOVA. Dari  31 atribut pertanyaan dengan 8 dimensi kualitas yang digunakan pada penelitian ini, terdapat 8 atribut yang memiliki pengaruh terhadap level of service, atribut tersebut adalah: tujuan atau rute perjalanan yang tesedia saat ini, informasi umum didalam stasiun, informasi didalam kereta, ketepatan waktu keberangkatan kereta api, fasilitas umum didalam  stasiun, kenyamanan tempat duduk penumpang didalam kereta, pencahayaan didalam kereta, kebisingan yang dihasilkan didalam kereta api, fasilitas pendukung didalam kereta saat terjadi keadaan darurat.   ABSTRACT                 Public interest to use rail transport service is currently very high, especially in economy-class train. This gives demands to the PT. Kereta Api Indonesia to always pay attention to the quality of service. From the preliminary results of questionnaires and interviews conducted by the researcher, found that there are passenger complaints against current services such as passenger seating comfort, poor toilet facilities, the condition of the temperature inside the train who are not comfortable, and the duration of the trip that is not in accordance with the schedule. Modified SERVQUAL is the result of merging the attributes in the European standard EN 13 816 transport with SERVQUAL concept and the level of service is used to classify the entire route of the train trip economic class.  As for seeing the attributes that affect the level of service, so in this research, the researcher used the ANOVA test. Of the 31 attributes of questions with 8 dimensions of quality that are used in this research, there were 8 attributes that have an influence on the level of service, such attributes are: destination or travel route that currently available, general information inside the station, the information inside the train, punctuality departure of the train, public facilities within the station, the comfort of the passenger seat inside the train, the lighting inside the train, the noise generated in the train, the train support facilities in the event of an emergency.
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA BAGIAN SHIPPING PERLENGKAPAN DI PT. TRIANGLE MOTORINDO Pradhana, Claudha Alba; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.192 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang menggunakan SDM pada setiap aktivitas perusahaan. Pada proses produksinya bagian shipping perlengkapan merupakan bagian yang paling vital karena bertugas dalam pengurusan kelengkapan dari unit motor. Segala aktivitas di bagian shipping memerlukan energi ekstra dalam pekerjaan yang mungkin dapat menimbulkan beban kerja yang tinggi.jika hal tersebut tidak segera ditangani akan berkemungkinan menimbulkan stress pada pekerjanya. Tujuan penelitian ini adalah mampu menjelaskan faktor penyebab tingginya beban kerja mental yang terjadi dan memberikan rekomendasi untuk meminimumkan beban kerja mental yang dialami karyawan di unit shipping perlengkapan pada PT. Triangle Motorindo. Hasil perhitungan dari metode NASA-TLX menunjukan kalau beban kerja di bagian shipping tergolong tinggi. Metode NASA- TLX dipilih karena metode ini mengukur ke dalam 6 dimensi pengukuran beban kerja mental yaitu Effort, Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Melalui analisa dari hasil tersebut diketahui jika setiap aspek mempunyai masalahnya masing-masing. Berdasarkan masalah tersebut peneliti memperoleh hasil jika Effort mempunyai nilai beban kerja mental yang paling tinggi dan Frustration level mempunyai nilai yang paling rendah. Pada penelitian ini masih belum dilakukan penerapan usulan perbaikannya yang mana menjadikan hal itu sebagai kekurangan dari komponen pembahasan laporan ini.  Analysis Of Mortal Load Work Using NASA-TLX Method On Shipping Equipment Section In PT. TRIANGLE MOTORINDO. PT. Triangle Motorindo is a company that uses human resources in every company activity. In the production process of shipping parts of equipment is the most vital part because it is in charge of handling the completeness of the motor unit. Any activity in the shipping section requires extra energy in work that may cause a high workload. If it is not addressed it will be likely to cause stress to the worker. The purpose of this study is to explain the factors causing the high mental work load that occurs and provide recommendations to minimize the mental workload experienced by employees in the unit shipping equipment at PT. Triangle Motorindo. The calculation results from the NASA-TLX method shows that the workload in the shipping section is high. The NASA-TLX method is chosen because it measures into 6 dimensions of mental workload measurement ie Effort, Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Through analysis of the results is known if every aspect has its own problem. Based on the problem, the researcher obtained the result if the Effort has the highest mental work load value and the Frustration level has the lowest value. In this research, there is still no implementation of the proposed improvements which make it as a lack of components of the discussion of this report.
ANALISIS VARIABEL - VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) STUDI KASUS DI PT. SUARA MERDEKA GROUP Ahmad Muzakki; Diana Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loyalitas pelanggan merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan suatu perusahaan. Pada PT Suara Merdeka Group mengalami penurunan jumlah pelanggan. Hal ini didasarkan pada angka market share penjualan koran di Jawa Tengah. Pada tahun 2008 market share Koran Suara Merdeka mencapai 80,08%, tetapi pada tahun 2010 angka market share menurun pada level 77,01%. Market share menunjukkan pangsa pasar koran di Jawa Tengah, sehingga ketika angka market share mulai turun, maka dapat diindikasikan loyalitas pelanggan Koran cetak Suara Merdeka menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel yang mempengaruhi loyalitas pelanggan, antara lain perceived sacrifice, perceived quality, perceived value, customer satisfaction, trust dan habit. Variabel tersebut didasarkan pada penelitian Hsin-Hui Lin pada tahun 2009 dengan studi kasus mobile commerce. Variabel-variabel tersebut akan digunakan untuk memberikan suatu pandangan tentang masalah yang dihadapi oleh PT Suara Merdeka Group. Sampel pada penelitian ini adalah pelanggan Koran Suara Merdeka di wilayah Semarang. Pelanggan Koran Suara Merdeka sebagian besar berada di Semarang yaitu mencapai 60% dari total pelanggan di Jawa Tengah. Sampel yang diambil sebanyak 200 orang. Metode yang digunakan dalam analisis faktor-faktor ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dan dijalankan dengan software AMOS 18.0. Hasil analisis penelitian faktor-faktor ini menunjukkan bahwa variabel perceived sacrifice, perceived quality, perceived value, customer satisfaction, dan  trust terbukti berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan (customer loyalty). Berdasarkan  temuan empiris ini, usaha untuk meningkatkan loyalitas pelanggan Koran Suara Merdeka dapat memperhatikan variabel trust (kepercayaan), perceived quality (kualitas), dan perceived sacrifice (pengorbanan).
PENYUSUNAN BARCODE DAN PENENTUAN REORDER POINT MATERIAL 07 PADA GUDANG BAHAN KIMIA STUDI KASUS PT. PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG Risna ‘Ainun Cahya Nugraheni; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.428 KB)

Abstract

Untuk memudahkan proses penyimpanan barang, maka diperlukan adanya suatu kode material yang akan memudahkan petugas saat akan melakukan pengecekan ketersediaan barang dan untuk membedakan barang satu dengan lainnya. Saat ini, kode material pada gudang bahan kimia PT.Pupuk Sriwidjaja yang digunakan untuk menyimpan material 07 hanya berupa tulisan yang ditempatkan pada sebuah papan didepan tumpukan material yang disimpan. Barang yang datang dari supplier dilakukan proses pengujian kualitas terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke dalam gudang. Untuk mengetahui jumlah barang yang ada di gudang bahan kimia, petugas gudang bahan kimia maupun departemen Pengendalian Material dan Produk harus memasukkan kode material dari barang yang ingin dicari. Namun, masih saja terdapat kesalahan mengenai informasi ketersediaan barang pada gudang bahan kimia. Data pada sistem inventory sering tidak terupdate, sehingga menimbulkan informasi yang berbeda dari yang seharusnya. Oleh karena itu, PT.Pupuk Sriwidjaja membutuhkan suatu penambahan sistem inventory (desain barcode) dan penentuan reorder point dengan tujuan mengetahui waktu yang tepat untuk memesan barang. Tujuan dari penelitian ini adalah Merancang desain berbasis barcode untuk memudahkan petugas gudang bahan kimia pada saat pencatatan barang masuk dan keluar serta menemukan angka re order point yang baik untuk mengatur persedian barang dalam gudang penyimpanan. Metode yang digunakan untuk penyusunan desain barcode adalah menggunakan software barcode generator dan perhitungan re order point dengan metode probabilistik sederhana. Abstract Barcode Arranging and Determination Reorder Point of 07 Material in the Chemical Warehouse Study Case PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. To facilitate the process of storage of goods, so it’s needed a material code that will make it easier when officers will check the availability of goods and to distinguish the goods of one another. Currently, material code in PT.Pupuk Sriwidjaja’s chemicals warehouse that are used to store the material 07 only in the form of writing that is placed on a board in front of a pile of material stored. Goods which come from suppliers are conducted to quality testing process before finally entering into the warehouse. To determine the amount of goods in the chemicals warehouse, chemicals as well as a warehouse clerk Material and Product Control department must enter the material of the items that want to search. But, there is an error regarding the availability of information on chemicals warehouse. Information on the inventory system is not updated frequently, so giving rise to different information than they should. Therefore, PT.Pupuk Sriwidjaja require an inventory replenishment system (barcode design) and determination of the reorder point with the aim of knowing the right time to order goods. The goal of this study was designing barcode-based design to facilitate a chemical warehouse clerk when recording of incoming and outgoing goods as well as found better re-order point numbers to regulate supply of goods in the warehouse. The method that use for preparation barcode design is generator barcode software and re-order point calculations with simple probabilistic methods.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PEMBELIAN ULANG PADA RITEL LOTTE MART SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL JALUR PARTIAL LEAST SQUARE Hanifah Fitri Izzati; Diana Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.457 KB)

Abstract

Repurchase intention is one of the important factors for the company to achieve profitability. Lotte Mart Semarang is a modern retail is currently experiencing instability have predicted the number of visitors and the number of switching out bigger than any other modern retail. It is based on data about the number of visitors from Customer Service Development Lotte Mart Semarang since 2012 to October 2014 and supported by Brand Switching Analysis sources Frontier Consulting Group Research Division Top Brand Survey 2012. This study aims to examine the factors that affect the interests of repurchase intentions in customer non-members, among others perception of service quality, perceived discounts, perception of price comparisons, perception of product quality, customer trust, perceived value and customer satisfaction. Approach path model Partial Least Square (PLS) is used to construct a model of retail interest in the repurchase intention with linking theoretical hypotheses with the main factors that are taken from 131 customers. The results of the research showed the costumer satisfaction  is the strongest factor affecting repurchase intention which is this factor is also affected by another factor.   ABSTRAK Minat pembelian ulang adalah salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk mencapai keuntungan.Lotte Mart Semarang merupakan ritel modern yang saat ini sedang mengalami ketidakstabilan jumlah pengunjung dan diprediksikan memiliki jumlah switching out terbesar dibandingkan dengan ritel modern lainnya. Hal ini didasarkan  pada data jumlah pengunjung  yang didapatkan Customer Service Lotte Mart Semarang sejak tahun 2012 hingga Oktober 2014 dan didukung oleh Brand Switching Analysis sumber Frontier Consulting Group Research Division survei Top Brand tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pembelian ulang pada pelanggan nom-member, antara lain persepsi kualitas layanan, persepsi diskon, persepsi perbandingan harga, persepsi kualitas produk, kepercayaan pelanggan, persepsi nilai, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan model jalur Partial Least Square(PLS) digunakan untuk membangun model minat pembelian ulang dengan menghubungkan hipotesis teoritis antara faktor-faktor utama yang diambil dari 131 pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepuasan pelanggan merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi minat pembelian ulang dimana faktor ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
PENERAPAN LEAN HEALTHCARE UNTUK MEREDUKSI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT JADI PADA DEPO FARMASI MERPATI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Fauzan Syahrani; Dyah Ika Rinawati; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.45 KB)

Abstract

Lean adalah suatu metode perbaikan secara berkelanjutan untuk mengeliminasi atau mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah pada perusahaan. Penerapan lean dalam dunia industri telah berkembang pesat pada berbagai sektor, termasuk sektor pelayanan kesehatan yang dikenal dengan lean healthcare. RSUP Dr. Kariadi sebagai salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Tengah dituntut untuk meningkatkan pelayanannya. Dalam penelitian ini ditemukan adanya aktivitas-aktivitas serta faktor-faktor yang menyebabkan lamanya waktu pelayanan pada Depo Farmasi Merpati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan resep obat jadi di Depo Farmasi Merpati beserta akar penyebabnya sehingga bisa dilakukan perancangan usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Identifikasi dilakukan dengan pembuatan Current VSM dari proses pelayanan kemudian didapatkan process cycle efficiency yang hanya sebesar 17,36% . Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan akar permasalahan dibantu dengan fishbone diagram, kemudian akar-akar masalah tersebut diurutkan prioritasnya dengan metode USG  untuk ditentukan solusinya. Penentuan solusi dilakukan dengan memperhatikan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan penerapan yang kemudian menghasilkan 4 solusi alternatif yang diharapkan mampu untuk mengurangi lama dari proses pelayanan yang ada saat ini. Alternatif solusi yang didapatkan adalah menambah loket penerimaan resep, membuat akses langsung ke petugas dispensing, mengoptimalkan sistem informasi, dan membuat sistem peresepan elektronik. AbctractLean is a method of continuous improvement to eliminate or reduce waste and increase added value to the company. Lean implementation in the industrial world has developed rapidly in various sectors, including the health service sector known as lean healthcare. RSUP Dr.Kariadi as one of the largest referral hospitals in Central Java is required to improve its services. In this study found the activities and factors that led to the length of service time at the Depo Farmasi Merpati. The purpose of this study was to identify waste that affects the length of waiting time for drug prescription services at the Depo Farmasi Merpati along with its root causes so that a proposed improvement proposal can be designed to overcome these problems. Identification is done by creating a Current VSM from the service process and then obtaining a process cycle efficiency which is only 17.36%.  After that proceed with determining the root of the problem assisted by fishbone diagram, then the root of the problem is prioritized by the USG method to determine the solution. Determination of the solution is done by taking into the effectiveness, efficiency, and ease of implementation which then produces 4 alternative solutions that are expected to be able to reduce the length of the current service process. An alternative solutions is to add a prescription reception counter, make direct access to dispensing officers, optimize information systems, and make electronic prescribing systems.
ANALISA SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN DI PERUM PERHUTANI KBM (KEGIATAN BISNIS MANDIRI) IKB (INDUSTRI KAYU BRUMBUNG) BERDASARKAN ISO 14001 Mulianto Pandiangan; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum (perusahaan umum) Perhutani KBM (Kesatuan Bisnis Mandiri)  IK (Industri kayu) Brumbung adalah badan usaha milik negara (BUMN) berbentuk perusahaan umum dari Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah yang berlokasi di Meranggen, Demak yang bergerak pada bidang usaha Furniture dengan bahan baku utama kayu Jati. Isu penurunan kualitas lingkungan (Lapisan Ozon, Perubahan iklim, Hutan tropis), penipisan sumber daya alam/lingkungan, tuntutan konsumen/pasar, persaingan antar kompetitor, mendorong Perum Perhutani KBM IKB untuk memasukkan persoalan tersebut kedalam agenda perusahaan. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut Perum Perhutani KBM IKB merencanakan untuk menerapkan standar-standar international guna mendukung keberlangsungan perusahaan, yang diantaranya adalah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang dikenal dengan istilah ISO 14001. Dari hasil analisa data mengenai kebutuhan Sistem Manajemen Lingkungan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di Perum Perhutani KBM IKB saat ini masih kurang memenuhi prinsip-prinsip ISO 14001. Keadaan tersebut bukan merupakan persiapan yang baik dalam hal mendapatkan sertifikasi ISO 14001. Salah satu Prinsip dalam ISO 14001 yang belum diterapkan Perusahaan yang menandakan kekurangan-siapan perusahaan dapat terlihat pada belum terdokumentasikannya dan terkomunikasikannya kebijakan dan komitmen manajemen puncak tentang Sistem Manajemen Lingkungan perusahaannya. Padahal, kebijakan dan komitmen lingkungan merupakan prinsip utama yang menjadi dasar untuk diterapkannya Sistem Manajemen Lingkungan. Oleh karena itu rancangan perbaikan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001.

Page 22 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue