cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BANYUMANIK - SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GABUNGAN SERVQUAL, KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Indratua Sinurat; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini berkembang cara pandang baru, lingkungan usaha semakin cepat berubah, persaingan semakin tajam, dan hanya pelayanan yang berkualitas yang dihasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu bertahan. Pencapaian kualitas produk dan jasa jadi pusat perhatian pelanggan. Mutu pelayanan yang baik menjadi tolok ukur bagi pelanggan untuk kembali. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan itu dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yakni Rumah Sakit, dituntut untuk merespon perubahan lingkungan yang semakin cepat.  Mengingat perubahan yang cenderung semakin cepat dengan munculnya berbagai kebijakan Pemerintah, teknologi, perekonomian, perilaku konsumen, pertumbuhan pasar, strategi pesaing dan faktor-faktor lain yang mengakibatkan situasi persaingan semakin tajam, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengelola pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan SERVQUAL, Model Kano, dan QFD. Pengukuran kualitas layanan dengan SERVQUAL seharusnya diikuti dengan pengaplikasian QFD untuk memperjelas tindak lanjut yang harus dilakukan untuk menutup kesenjangan yang terjadi. Namun QFD mengasumsikan bahwa kepuasan konsumen berhubungan linier dengan kinerja atribut. Kenyatannya hubungan antara kepuasan konsumen dengan kinerja produk jasa tidak linier. Oleh karena itu dibutuhkan model Kano untuk menentukan hubungan antara tingkat kepuasan dengan kinerja suatu atribut jasa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 27 variabel yang diletilit ada sebanyaka 12 variabel yang dirrekomendasikan untuk diperbaiki. Pemilihan variabel-variabel tersebut berdasarkan nilai Gap 1 dan Gap 5 pada perhitungan SERVQUAL yang menunjukkan angka bernilai negatif dikedua gap dan variabel tersebut termasuk pada kategori Must-be pada preferensi konsumen berdasrkan model kano. Variabel tersebut adalah Kelengkapan fasilitas pendukung (oksigen, infus, pispot, kamar mandi, dll) yang tersedia di ruang rawat inap ; Kemudahan untuk memperoleh informasi tentang pelayanan terhadap pasien dari petugas medis ; Petugas medis memberikan informasi tentang keadaan pasien dengan jelas ; Analisa dan pemberian obat yang tepat terhadap kondisi kesehatan pasien ; Keamanan dalam melakukan tindakan medis. (dalam pemberian obat yang sesuai dosis) ; Petugas rumah sakit langsung sigap ketika ada pasien rawat inap yang membutuhkan ; Kemudahan dalam menghubungi petugas medis ; Keamanan ruang rawat inap dari setiap tindakan kriminal ; Jaminan bahwa petugas yang merawat pasien di ruang rawat inap ahli dibidangnya ; Segala fasilitas yang diberikan sesuai dengan biaya yang disarankan rumah sakit ; Kompensasi terhadap pelanggan atas kesalahan yang dilakukan petugas medis ; Petugas medis yang bersikap santun dan ramah terhadap pasien
ANALISA FASILITAS DAN MERANCANG TATA LETAK FASILITAS YANG BAIK PADA CV.SAMPURNA BOGA MAKMUR Agsanigita Nindy Sukmawara; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.354 KB)

Abstract

Suatu perusahaan yang baik tentunya tercermin dari kegiatan industri dalam perusahaan yang baik pula. Agar kegiatan perindustrian dalam perusahaan baik maka perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan yang paling utama dalam membangun perusahaan adalah perencanaan tempat kerja atau workplace.           CV.Sampurna Boga makmur merupakan perusahaan yang bergerak dengan sistem make to order, sehingga perusahaan selalu dituntut untuk melakukan peningkatan produktivitas secara total. Proses produksi yang berjalan pada kegiatan pembuatan minuman serbuk dan berbagai jenis jelly lainnya merupakan kegiatan utama yang dilakukan perusahaan ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan.          Kualitas dari suatu produk dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tata letak fasilitas. Tata letak fasilitas yang baik akan membawa dampak yang baik juga untuk kelancaran proses produksi. Produksi yang berjalan dengan baik akan menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan tetap baik.          Fasilitas produksi yang ada pada CV sampurna Boga Makmur sudah sangat baik dan lengkap namun tata letaknya masih kurang baik, sehingga lahan seluas lebih kurang 283,788 m2yang ada dapat dimanfaatkan dengan optimal. Dan dengan melihat faktor lingkungan yang ada, perusahaan akan dapat meningkatkan serta memperbaiki kinerja dan kenyamanan.  Abstract          Analisa Fasilitas dan Merancang Tata Letak Fasilitas Yang Baik pada Cv.Sampurna Boga Makmur. A good company is certainly reflected in the company's industrial activities are good also. So that industrial activities in good company it is necessary to plan in advance. Planning the most important in establishing the company is planning the workplace or workplace.          CV.Sampurna Boga Makmur prosperous is a company engaged with sistem make to order, so companies are always required to increase productivity in total. The production process running on the activity of making beverage powders and various other types of jelly is the main activity of the company is. Therefore, it is very important for companies to maintain the quality of products produced.The quality of a product is influenced by many factors, one of which is the layout of the facility. The layout of the             facilities are good and bring a good impact as well for a smooth production process. Production that goes well will maintain the quality of the products remains good.          The existing production facilities in CV  sampurna Boga  Makmur is very good and complete, but its layout is still not good, so that an area of approximately 283.788 m2 there can be utilized optimally. And to see that there are environmental factors, the company will be able to enhance and improve the performance and comfort.
ANALISIS PENYEBAB KELELAHAN OPERATOR Haul Dumptruck (HD) (Studi Kasus di PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan) BANGKIT RIZKY PRATOMO; NIA BUDI PUSPITASARI
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.802 KB)

Abstract

PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan adalah pelaksanaan penambangan batubara mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, transportasi hingga pelaksanaan reklamasi tambang. Kegiatan tambang tersebut memiliki potensi bahaya dan resiko terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan yang dapat menyebabkan berbagai kerugian asset, hilangnya nyawa dan kerugian lainnya. Untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan operator haul dumptruck (HD), faktor apa saja yang menjadi penyebab terhadap tingkat kelelahan operator HD, mengetahui pengaruh durasi mengemudi, kuantitas tidur, beban kerja mental, waktu, status perkawinan, usia dan masa kerja dengan tingkat kelelahan Operator HD PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan dan memberikan usulan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kelelahan kerja maka dilakukan penelitian ini. Dari hasil pengukuran tingkat kelelahan menggunakan skor kuesioner Fatigue Severity Scale (FSS) didapatkan skor sebesar 45 – 56, menunjukkan gambaran tingkat kelelahan yang dirasakan oleh operator HD cukup tinggi. Faktor penyebab yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah faktor kuantitas tidur, beban mental kerja dan waktu. Sedangkan variabel status perkawinan, usia dan masa kerja tidak berpengaruh terhadap tingkat kelelahan operator. Untuk faktor durasi mengemudi, variabel tersebut memiliki korelasi dengan variabel waktu sehingga tidak dimasukkan kedalam model. Dari hasil pengolahan uji regresi linier berganda variabel Kuantitas tidur memiliki koefisien negatif sedangkan variabel beban mental kerja dan waktu positif. Usulan rekomendasi yang dapat dilakukan PT X Rantau Nangka Kalimantan Selatan adalah dengan mengubah daya tampung kamar operator, memanajemen para operator HD untuk Pengendalian Stress di dalam lingkungan Kerja dan mengurangi lama waktu bekerja operator HD ABSTRACT PT X Rantau Nangka South of Kalimantan is the implementation of coal mining from exploration, exploitation, transportation to execution of mine reclamation. The mining activity has the potential dangers and risks of accidents are caused by fatigue that can lead to a variety of asset loss, loss of life and other damages. To determine the level of operator fatigue HD picture, what are the factors that cause the HD operator fatigue, determine the effect of duration of driving, the quantity of sleep, mental workload, time, marital status, age and years of service with operator fatigue level HD PT X Rantau Nangka South of Kalimantan and propose recommendations that can be done to improve the fatigue of this research. From the results of measuring the level of fatigue using the Fatigue Severity Scale questionnaire score (FSS) obtained a score of 45-56, shows a picture of the level of fatigue that is felt by the operator HD is quite high. Causal factors influencing factors in this study is the quantity of sleep, the mental burden of work and time. While the variable marital status, age and years of service do not affect the level of operator fatigue. For the duration of the driving factors, these variables have a correlation with variable time so not included in the model. From the processing of multiple linear regression, the negative coefficient is quantity of sleep meanwhile the positive coefficient is mental workload and time. Proposed recommendations to do PT X Rantau Nangka South of Kalimantan is the capacity to change room operators, managing the operator HD to Control Stress in the Workplace environment and reducing the length of time worked operator HD.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK TAHU BAXO IBU PUDJI MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus pada CV. Pudji Lestari Sentosa) Rahayuningtyas, Wening; Sriyanto, Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.768 KB)

Abstract

CV. Pudji Lestari Sentosa merupakan suatu CV yang memproduksi tahu baxo dengan nama pemasaran atau brand yang cukup dikenal oleh masyarakat, yaitu Tahu Baxo Ibu Pudji.  Demi menjaga kepercayaan konsumen tentunya CV. Pudji Lestari Sentosa mengutamakan kualitas dari produk-produknya. Salah satu hal yang dilakukan ialah melakukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar produk memiliki kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan di CV. Pudji Lestari Sentosa ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan khususnya untuk produk tahu baxo Ibu Pudji. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pengendalian kualitas ini ialah new seven tools, dimana metode ini meliputi beberapa tahapan yaitu affinity diagram, interrelationship diagram, matrix diagram, matrix data analysis, dan tree diagram. Jenis kecacatan yang biasanya ditemukan dalam produk tahu baxo antara lain ialah tahu yang rusak, tahu gagal, tahu kecil, dan tahu sortir. Dari hasil penelitian diketahui penyebab kecacatan dari produk tahu baxo Ibu Pudji berasal dari faktor operator, material, mesin, lingkungan, dan metode pengoperasian.  ABSTRACTCV. Pudji Lestari Sentosa is a company that produces food that called “Tahu Baxo” which is a tofu that has a meatball inside of it,. The quality of the product is very important to maintain customer satisfaction, and quality control is a must for CV. Pudji Lestari Sentosa. Quality control is a requirement to ensure that the product meets the conformity of the established standard. This research aims to examine the quality control process in CV. Pudji Lestari Sentosa, especially for the Tahu Baxo product. CV. Pudji Lestari Sentosa applies the new seven tools in controlling quality, consists of some steps which are affinity diagram, interrelationship diagram, matrix diagram, matrix data analysis,and tree diagrams. The failures found in “Tahu Baxo” among others are the quality of the tofu The result finds some factors that cause the defect of “Tahu Baxo” are the operators, material, machine, environment and operation method.
ANALISIS MODA KEGAGALAN POTENSIAL DAN AKAR PERMASALAHAN DENGAN MENGGUNAKAN FMEA DAN FTA (STUDI KASUS DI CV ALI GRIYA SEMARANG) Marsius Sihombing; Wiwik Budiawan; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.185 KB)

Abstract

CV Ali Griya Semarang is a company of truss manufacturing. Truss was various kind of canal, reng and spandex. Process production in the company has not been functioning optimally because the company still finding defect product. And even average of percentage failure product more than 2% bigger than percentage failure product that company determined, namely 0,1%. This research intended to analyze the cause of defect factors in process production. The methods of this study is combining on Failure Mode and Efect Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA). A two-phase research approach has been proposed and used in the study. In the first phase, FMEA used to identify the failure modes and determined the potensial failure modes. In the second phase, Fault Tree Analysis, a qualitatif and quantitatif analysis was used to analyze the root cause from the subsistem that had big RPN. The analysis of results indicates that roll machine subsistem is the most important risk in FMEA with RPN value 466,94. Then FTA indicates that failure of bolt and nuts of the roll setting is the most important risk in roll machine with Fussell-Importance Value 0,903. ABSTAK            CV Ali Griya Semarang adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi atap baja ringan. Atap baja ringan terdiri dari berbagai  jenis canal, reng dan spandek. Proses produksi di perusahaan belum berfungsi secara optimal karena perusahaan masih menemukan cacat produk. Dan bahkan rata-rata persentase produk cacat yang dihasilkan lebih dari 2% jauh melebihi persentase produk cacat yang ditentukan perusahaan sebesar 0,1%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan  dalam proses produksi. Metode penelitian ini adalah menggabungkan pada Failure Mode dan Analisis Efect (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Pendekatan penelitian dua tahap diusulkan dan digunakan dalam penelitian ini. Pada tahap pertama, FMEA digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan menentukan mode kegagalan potensial. Pada tahap kedua, fault tree analysis, sebuah analisa kualitatif dan kuantitatif yangdigunakan untuk menganalisa akar permasalahan dari subsistem yang memiliki RPN besar. Hasil analisis menunjukkan bahwa moda kegagalan posisi roll yang berubah adalah risiko yang paling berpengaruh dalam FMEA dengan memiliki nilai RPN sebesar 466,94. Kemudian FTA menunjukkan bahwa kegagalan baut dan mur dari pengaturan roll adalah  risiko yang paling berpengaruh dalam mesin roll dengan nilai Fussell-Importance Value sebesar0,903.
APLIKASI THEORY OF CONSTRAINT PADA PROSES PAINTING BATTERY COVER UNTUK MENGATASI BACKORDER DAN FORECAST KENAIKAN PERMINTAAN PASAR ATAS PRODUK SMARTPHONE (Studi Kasus pada PT Hartono Istana Teknologi Kudus) Dodo Ardiles; Anita Mustikasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.053 KB)

Abstract

PT Hartono Istana Teknologi (PT HIT) merupakan salah satu perusahaan asal Indonesia yang bergerak di bidang produksi peralatan elektronik. Pada tahun 2014, PT HIT mulai mencoba memasuki pasar telepon genggam, baik feature phone ataupun smartphone. Bagian painting PT HIT yang berlokasi di Sayung, Kudus merupakan bagian produksi baru sering terjadi backorder sehingga menghambat proses produksi pada bagian sebelum atau setelahnya. Tantangan yang dihadapi bagian painting semakin meningkat setelah hasil riset pasar perusahaan menunjukkan adanya potensi kenaikan permintaan hingga 3 kali lipat daripada keadaan sekarang. Dengan menggunakan pendekatan Theory of Constraints, dapat diketahui stasiun kerja yang menjadi penghambat dalam proses produksi di bagian ini sehingga upaya perbaikan dapat dilakukan. Untuk mengatasi backorder pada kondisi saat ini, keputusan terbaik PT HIT adalah dengan menambah 1 unit mesin pad printing dan operator untuk menjalankannya. Sedangkan untuk mempersiapkan peningkatan permintaan pada kondisi mendatang, PT HIT direkomendasikan untuk melakukan redesain jig pada mesin-mesin coating dan menambah 2 unit pad printing beserta operator untuk menjalankannya. Application of theory of constraint on the painting process of battery cover to overcome backorder and the increase of smartphone demand forecast. PT Hartono Istana Teknologi (PT HIT) is one of the Indonesian companies engaged in the production of electronic equipment. In 2014, PT HIT began trying to enter the mobile phone market, both feature phones and smartphones. The PT HIT painting section located in Sayung, Kudus is a new production part of the backorder that often hampers the production process in the previous or after part. The challenges faced by the painting section are increasing after the results of the company's market research show that there is a potential increase in demand up to 3 times more than the current situation. By using the Theory of Constraints approach, it can be known that the work station is an obstacle in the production process in this section so that improvements can be made. To overcome backorder under current conditions, PT HIT's best decision is to add 1 unit of pad printing machine and the operator to run it. Meanwhile, to prepare for increasing demand in future conditions, PT HIT is recommended to redesign jigs on coating machines and add 2 units of pad printing along with operators to run it.
PENGUKURAN TINGKAT SUSTAINABILITAS BATIK TULIS PEWARNA ALAM DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) (Studi Kasus di Industri Batik Mahkota Laweyan, Solo) Supartini Supartini; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, baik batik tulis maupun batik cap pewarnaannya lebih cenderung menggunakan pewarna sintesis yang limbahnya dapat merusak lingkungan. Industri batik di kota Solo Jawa Tengah kini telah merintis proses produksi ramah lingkungan. Para pembatik sudah banyak beralih ke pewarna alam dan menggunakan bioetanol sebagai bahan bakar. Namun penggunaan pewarna alam membutuhkan proses yang rumit, waktu yang lama, serta biaya yang besar.Penelitian ini bermaksud mengukur tingkat sustainabilitas dari beberapa alternatif bahan pewarna alam batik meliputi Jambal, Jelawe, Mahoni, Secang, Teger, dan Tingimenggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan software Simapro v 7.1 yang telah diupdate dengan database eco costs 2012. Dari hasil pengolahan LCA, diperoleh nilai eco costs per lembar batik tulis pewarna alam sebesar Rp 19.747,00. Setelah dikalkulasi dengan besarnya harga pokok produksi serta harga jual, maka didapatkan nilai eco efficiency index (EEI) yang digunakan sebagai indikator dari tingkat sustainabilitas suatu produk sebesar 1,14 yang artinya produk batik tulis pewarna alam ini bersifat affordable dan sustainable.Today,both “batik tulis” and “batik cap” is morelikely to usesyntheticdyes that the waste make environmental damage. Batikindustryin Solo, Central Javahas pioneeredenvironmentallyfriendlyproductionprocesses. Many industrialist have been switching tonatural dyesandusebioethanol as a fuel. But, using natural dyes need difficult process, much time, and large costs.The purpose of this study is measuring the rate ofsustainabilityofsomealternativenaturaldyes such Peltophorum pterocarpum, Terminalia belerica, Swietenia mahagony, Caesalpinia sappan, Maclura cochinchinensis, and Ceriops Tagal usingLifeCycleAssessment (LCA) method that helped by Simaprov 7.1softwarethat has beenupdated withecocosts 2012database. The result of LCA explain that the value of ecocostsbatik is Rp19747.00/sheet. Havingcalculatedthe cost of productionandselling price, thevalueofeco efficiencyindex(EEI) that usedas indicator of sustainabilityrate of a productis 1.14 which means that naturaldyes are affordableandsustainable.
Usulan Penjadwalan Kebijakan Maintenance Mesin CNC Waldrich Siegen pada Departemen Permesinan Divisi Mijas PT.X (Persero) Fuzie Priatamphatie; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.778 KB)

Abstract

PT. X (persero) merupakan badan usaha milik negara yang memproduksi berbagai macam alat berat untuk keperluan militer dan non militer. PT. X (persero) merupakan perusahaan yang menggunakan sistem job to order  dalam melakukan proses produksinnya. PT X memiliki pengerjaan proyek dengan budget yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat mencapai puluhan juta rupiah, oleh sebab itu perusahaan akan selalu berusaha meminimalkan terjadinya keterlambatan produksi, dimana salah satu penyebab keterlambatannya ialah adanya kerusakan mesin di lantai produksiMesin CNC horizontal milling merek waldrich siegen yang dimiliki oleh PT. X adalah mesin yang digunakan untuk membentuk raw material yang ada menjadi suatu produk sesuai dengan orderan yang ada dan merupakan mesin yang paling sering digunakan dibandingkan mesin lain. Mesin CNC horizontal milling merek waldrich siegen  mengalami minimal satu jenis kerusakan dalam 1 bulan selama periode Juli 2012 –Juni 2013. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai distribusi frekuensi breakdown dari mesin CNC horizontal milling merek waldrich siegen, menganalisa Maintenance Policy yang telah digunakan saat ini oleh perusahaan, dan memberikan biaya paling minimum untuk mengurangi breakdown mesin. Dan mengevaluasi ulang jadwal preventif maintenance policy yang telah digunakan saat ini oleh perusahaan, apakah telah memberikan biaya yang paling minimal. Dari hasil perhitungan didaptkan perhitungan biaya kebijakan preventif maintenance untuk pada periode 7 minggu dengan biaya perawatan sebesar Rp 237.347,- sedangkan repair only policy Rp 379.292,-   ABSTRACT Proposed Scheduling Maintenance Policy Waldrich Siegen CNC Machine Machinery Division at the Department of Mijas PT.X (Persero). PT. X (Persero) is a state-owned enterprise which manufactures various kinds of heavy equipment for military and non-military purposes. PT. X (Persero) is a company that uses a system job to order in the production process. PT X has a project with a budget that is issued by the company can reach tens of millions of rupiah, therefore the company will always endeavor to minimize the delays in production, where one of the causes of the delay is that the damage to the machine on the production floor CNC horizontal milling machine waldrich siege brand owned by PT. X is a machine used to form the raw material into a product that is in accordance with existing orders and is most frequently used machine than other machines. CNC horizontal milling machine brand waldrich siegen experienced at least one type of damage in one month during the period July 2012-June 2013. The purpose of the execution of this study is to provide an overview of the frequency distribution of breakdown of horizontal CNC milling machine brand waldrich siegen, analyze Maintenance Policy, which has been used today by the company, and provide the most cost minimum to reduce engine breakdown. And re-evaluate the preventive maintenance schedule for the policy that has been in use today by the company, would have given the most minimal cost. Be obtained from the calculation of policy costing preventive maintenance for the period of 7 weeks at a cost of IDR 237.347,- while the maintenance repair policy only IDR 379 292,-
PERBAIKAN PROSES BRAND CHANGEOVER MESIN MAKER-PACKER DENGAN PENDEKATAN SINGLE MINUTES EXCHANGE OF DIES (SMED) (Studi Kasus PT.XXX, Departemen Business Unit) Nyimas Titiek Indriani; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.775 KB)

Abstract

Waktu Changeover merupakan suatu waste yang perlu dihilangkan atau diminimalkan. Pada Departement Secondary Putih Mesin PT. XXX , waktu setup pada proses pergantian brand (Brand Changeover) yang tinggi berdampak pada nilai uptime yang kecil dan bergesernya jadwal produksi sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen tepat waktu. Sehingga perlu dilakukannya perbaikan proses changeover pada mesin maker dan packer. Salah satu penyebab waktu pergantian brand yang tinggi adalah PT. XXX belum memisahkan kegiatan eksternal dan internal serta prosedur yang tepat untuk setup proses brand change. Pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, lalu tahap selanjutnya memparalelkan kegiatan internal. Waktu yang dibutuhkan mesin maker untuk melakukan changeover adalah 80.91 menit dan mesin packer adalah 162.71 menit. Dengan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mereduksi 38,04% waktu changeover untuk mesin maker dan 45.13% waktu changeover untuk mesin packer. Dari implementasi selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu changeover dapat meningkatkan peforma uptime link up mesin sebesar 6.48%.  ABSTRACT Changeover time is a waste that we should be replaced or minimized. In Department of SPM PTXXX, setup time on high brand changing process (brand changeover) caused small uptime value and shifting production scheudle with the result that could not fullfill consumer's demand in the right time. So it needs to be improved on the machine maker and packer. One of the cause higher changeover timing on brand changing process is PTXXX haven't  separated external and internal activities, also the correct procedure for setup of brand changing process. The separation of external and internal activities with SMED method, then the next stage parallelize internal activities. The time needed to perform the changeover machine maker is 80.91 minutes and the packer machine is 162.71 minutes. By separated external and internal activities, could reduce 38,04% changeover timing for machine maker and 45,13% changeover timing for packer machine. During 7 weeks of  implementation it could be known that the decreasing of changeover timing able to increasing uptime performance of link-up machine in amount of 6,48%. 
Analisa Perhitungan Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Tiga Proses Pengolahan CPO dan Analisis Six Big Losses di Pabrik Kelapa Sawit PT. (Bukit Barisan Indah Prima) BBIP PALM GROUP Wardani, Eka Puspa; W. P, Susatyo Nugroho
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.639 KB)

Abstract

Perusahaan penghasil minyak  sawit mentah merupakan salah satu industri yang berkembang pesat pada saat ini. PT.BBIP Palm Group merupakan salah satu industri minyak sawit mentah yang terletak di provinsi Jambi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu breakdown dan overhaul yang terjadi pada 3 mesin selama tanggal 9 Februari hingga 5 Maret 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berisi tentang hasil wawancara dengan operator mesin dan bagian maintenance perusahaan tentang penyebab breakdown mesin tersebut, sedangkan data sekunder berisi tentang data delay mesin, data cycle time mesin, dan data reject mesin. Nilai OEE merupakan pendekatan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah baik dari segi kualitas produk yang dihasilkan, performansi dari mesin yang digunakan serta ketersediaan mesin dan peralatan dalam proses produksi. Sementara six big losses adalah nilai kerugian yang ditanggung perusahaan akibat ketidaksesuaian hasil yang diperoleh. Hasil perhitungan OEE bulan Januari – Februari 2015 menunjukkan bahwa efektivitas mesin masih rendah yaitu berkisar antara 43.77% - 58.88 %. Penyebab utama rendahnya nilai OEE pada 3 proses pengolahan CPO adalah performance rate akibat performa dari mesin yang sudah menurun karena faktor mesin yang tua dan perusahaan belum mampu untuk mengganti mesin karena harganya yang mahal , hal tersebut membuat kecepatan dalam memproduksi produk rendah dan terjadi keterlambatan antar proses serta banyak produk cacat. Dari nilai 6 big losses yang paling tinggi adalah breakdown mesin yang juga berkaitan dengan nilai availability rate pada OEE. ABSTRACTAnalysis of value calculation Overall Equipment Effectiveness (OEE) in 3 process of CPO processing and analysis 6 big losses in Palm Oil Factory PT. ( Bukit Barisan Indah Prima ) BBIP Palm Group.  Companies that produce crude palm oil is one of the rapidly growing industry at this time. PT.BBIP Palm Group is one of the crude palm oil industry in Jambi. Breakdown and overhaul that occurred on 3 machines during February 9 to March 5, 2016 are issues raised in this research. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data contains the results of interviews with the machine operators and maintenance division about the cause of the breakdown of the machine, while the secondary data contains delay machines, cycle time machine, and the machine reject. OEE values is an approach to determine whether the company has been good in terms of product quality, performance of the machines used and the availability of machinery and equipment in the production process. While the six big losses are effect by the company for losses due to a mismatch results. OEE calculation results in January - February 2015 shows that the effectiveness of machine ranged between 43.77%  - 58.88%. The cause of  low value OEE at 3 processing CPO is a performance rate due to the performance of the engine has decreased because of the machines were old and the company has not been able to replace the engine because the price is expensive, it makes the speed in producing low and there is a delay between processes as well as many defective products. The engine breakdown is the most high value from 6 big losses which also relates to the availability value rate on OEE.

Page 4 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue