cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA DAN UMUR TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN DENGAN APLIKASI PSYCHOMOTOR VIGILANCE TEST (PVT) (Studi Kasus di PT Polidayaguna Perkasa) Riana Pratiwiningrum; Heru Prastawa; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Poli Dayaguna Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi plastik. Jenis pekerjaan pada bagian produksi PT Polidaya merupakan kombinasi antara pekerjaan fisik dan pekerjaan yang membutuhkan kontrol lebih. Untuk memaksimalkan kapasitas produksinya, PT Polidaya menerapkan  sistem kerja 3 shift yaitu shift pagi mulai pukul 06.00-14.00 WIB, shift kerja siang mulai pukul 14.00-22.00 WIB, dan shift malam mulai pukul 22.00-06.00 WIB. Dalam penerapannya, sering terjadi perbedaan kemampuan kognitif yaitu perbedaan tingkat kewaspadaan pekerja untuk perusahaan yang menerapkan sistem kerja shift. Penurunan tingkat kewaspadaan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja atau banyaknya jumlah produk cacat. Berdasarkan data produk cacat per shift pada bulan Maret 2012, jumlah produk yang cacat pada shift pagi sebanyak 7.423,24 kg, untuk shift siang jumlah produk cacatnya sebanyak 8.764,76 kg dan jumlah produk cacat pada shift malam sebanyak 13.746,99 kg. Faktor umur juga dapat mempengaruhi kelelahan kerja. Semakin tua umur seseorang semakin besar tingkat kelelahan. Oleh karena itu, dilakukan pengujian dengan faktorial model tetap untuk mengetahui pengaruh antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan antara shift dan umur terhadap tingkat kewaspadaan dengan nilai probabilitas (0,048<0,05). Variabel yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan adalah shift malam dan pekerja dengan umur lebih dari 43 tahun. Untuk mengurangi penurunan tingkat kewaspadaan diperlukan penerapan pola hidup kepada pekerja untuk melakukan tidur siang sebelum bertugas pada shift malam, melakukan pengawasan secara berkala khususnya pada shift malam, penerapan rotasi shift kerja pada pukul 07.00-15.00-23.00, dan menempatkan pekerja dengan umur di atas 43 tahun pada shift pagi dan pekerja dengan umur di bawah 43 tahun pada shift malam.
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING PADA INDUSTRI PROSES DENGAN FOKUS PADA PENGOLAHAN TEPUNG IKAN Andy Tri Hermawan; Diana Puspita sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.963 KB)

Abstract

Opportunities of local fishmeal raw material derived from fish waste is enormous. Besides will not reduce the quality of fish meal, fish waste utilization will reduce the impact of fish waste which is currently not managed properly. In CV Pendawa Kencana Multi Farm, low production of fish meal is caused there are a variety of waste in the production of fish meal. In an effort to increase productivity, activities that could increase the value-added  of products (goods and / services) and eliminating waste is need to know. The appropriate method to analyze the activities efficiency and waste and also optimize productivity of fishmeal processing is Lean Manufacturing.Lean Manufacturing approach is done by analyzing the waste with value stream mapping, determine the wastes and cause of wastes that have the greatest influence on the productivity of the fishbone diagram and suggest proposals to overcome such wastes.Results from this study show that the fishmeal processing efficiency of 11.63%. From these results was found waste in the form of waiting waste, excessive inventory waste, inappropriate process waste and defect waste. The proposed recommendations to reduce waste is by applying 5S, production level, and developing of standardized work. ABSTRAKPeluang penggunaan bahan baku tepung ikan lokal yang berasal dari limbah ikan sangat besar. Disamping tidak akan mengurangi kualitas dari tepung ikan, penggunaan limbah ikan akan mengurangi dampak dari limbah ikan yang saat ini belum dikelola dengan baik. Di CV Pendawa Kencana Multy Farm, rendahnya produksi tepung ikan sebagian disebabkan karena masih terdapat berbagai waste dalam produksi tepung ikan. Dalam usaha peningkatan produktivitas, perlu diketahui kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan /jasa) dan menghilangkan waste. Metode yang sesuai untuk menganalisis efisiensi aktivitas dan waste serta mengoptimalkan produktivitas pengolahan tepung ikan adalah Lean Manufacturing.Pendekatan Lean Manufacturing dilakukan dengan menganalisis waste dengan value stream mapping, menentukan waste dan penyebabnya yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap produktivitas dengan fishbone diagram dan merancang usulan untuk mengatasi waste tersebut.Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa efisiensi pengolahan tepung ikan sebesar 11,63%. Dari hasil tersebut ditemukan waste berupa waiting waste, excessive inventory waste, inappropriate process waste, dan defect waste. Rekomendasi yang diusulkan untuk mereduksi waste adalah dengan penerapan 5S, penerapan production level, dan pembuatan standardized work.
STRATEGI PENENTUAN PRIORITAS DALAM MEREDUKSI PEMBOROSAN PADA PRODUKSI BRAND CHAIR OC 14817 PADA PT EBAKO NUSANTARA Wahyu Oktavianto; Heru Prastawa; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.454 KB)

Abstract

Industri meubel adalah salah satu industri yang memproduksi dari hasil hutan dan industri meubel adalah salah satu penyumbang terbesar dalam ekspor di Indonesia. Namun, ekspor meubel di Indonesia sekarang ini masih rendah dibanding dengan negara-negara di Asia lainnya. PT Ebako Nusantara sebagai perusahaan meubel nasional, memiliki andil cukup besar dalam perdagangan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Produk Brand Chair OC 14817 adalah produk yang dimiliki perusahaan dengan proses produksi mixed batch secara terus-menerus. Terdapat permasalahan pada proses produksinya, yaitu pemborosan. Penelitian dirancang untuk mengetahui pemborosan, akar permasalahan dan bagaimana strategi penanganan permasalahan tersebut. Penggalian data di lapangan dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara,, dan kuesioner. Lalu, data tersebut dianalisis menggunakan metode VSM, RCA, dan AHP. Hasil pembahasan dari analisis data yang diperoleh menggunakan metode VSM meliputi high rework, high waiting time, high work in process, overprocessing dan temuan defect. Hasil dari RCA yaitu diantaranya keterbatasan waktu pengerjaan, keterbatasan form dan SOP, keterbatasan mesin, keterbatasan kemampuan karyawan dan pengiriman barang tidak tepat waktu. Usulan rekomendasi sesuai dengan metode AHP yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemborosan pada produksi Brand Chair OC 14817 berurutan adalah (1) mengatasi keterbatasan mesin, dengan cara penambahan jam lembur dan memodifikasi mesin sehingga memiliki kinerja yang lebih baik, (2) mengatasi keterbatasan kemampuan karyawan, dengan cara melakukan pelatihan teknis dan melakukan asesmen kemampuan karyawan, (3) mengatasi keterbatasan waktu pengerjaan dengan cara memberikan tambahan waktu untuk penyelesaian pekerjaan dan melakukan perencanaan penyelesaian pekerjaan yang baik, (4) mengatasi keterbatasan pada form dan SOPdengan cara perbaikan pada form work yang lebih detail, dan perbaikan SOP pencatatan, (5) mengatasi pengiriman barang yang tidak tepat waktu, dengan cara pemilihan vendor yang mengutamakan ketepatan waktu dan memilih jalur pengiriman yang lancar. AbstractStrategy Determination of Priority in Reducing Waste Production Band Chair OC 14817 at PT Ebako Nusantara. Furniture industry is one of the industries that produce forest products and furniture industry is one of the biggest contributors of exports in Indonesia. But, furniture exports in Indonesia are currently still low compared to other Asian countries. PT Ebako Nusantara as a national furniture company, has a considerable contribution in trade, both domestically and abroad. Brand Chair Products OC 14817 is a product owned by the company with a continuous mixed batch production process. There are problems in the production process, namely waste. The study was designed to find out waste, root causes and how the strategy for handling these problems. Data collection in the field is carried out using various methods, namely field observations, interview techniques, and questionnaires. The data collected was then analyzed using the VSM method, the RCA method, and the AHP method. The results of the discussion revealed that waste that occurs in the production process of brand chairs OC 14817 obtained using the VSM method includes high rework, high waiting time, high work in process, overprocessing and defect findings. By using the RCA method, the root causes of waste include limited work time, limited form and SOP, machine limitations, limited employee capacity and in-time delivery of goods. Proposed recommendations in accordance with the AHP method that can be done to reduce waste in the production of successive OC 14817 brand chairs are (1) overcoming machine limitations, by increasing overtime hours and modifying machines so that they have better performance, (2) overcoming employee limitations by conducting technical training and assessing the ability of employees, (3) overcoming the limitations of working time by providing additional time for completion of work and planning good work completion, (4) overcoming limitations on forms and SOPs by way of improvements to more form work details, and improvement of recording SOPs, (5) addressing the delivery of goods that are not on time, by selecting vendors who prioritize timeliness and choose a smooth shipping path.
Pengembangan Algoritma Sequential Insertion Untuk Penentuan Rute dan Jadwal Kendaraan Distribusi dengan Karakteristik Heterogeneous Fleet Setiawan, Aditya Hendra; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penentuan rute dalam proses pengiriman produk atau yang lebih dikenal istilah Vehicle Routing Problem (VRP) sekarang ini mulai sangat diperhatikan oleh perusahaan. Mereka beranggapan bahwa VRP merupakan salah satu masalah yang tidak bisa dihindarkan dalam proses bisnisnya, karena sangat menentukan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Batasan yang digunakan dalam proses pemodelan untuk pemecahan masalah VRP ini semakin kompleks dan mendekati kondisi nyata. Semakin lengkap batasan yang ada di model tersebut, maka model tersebut dianggap sudah mewakili sistem nyata. Model VRP klasik masih menganggap bahwa kapasitas kendaraan adalah sama. Padahal dalam kondisi nyata, suatu perusahaan pasti mempunyai komposisi kendaraan yang berbeda, baik itu jenis maupun kapasitasnya. Penelitian ini melengkapi model VRP yang telah ada sebelumnya, yaitu dengan menambahkan faktor jenis dan kapasitas kendaraan yang berbeda (heterogeneous fleet) dalam proses pemilihan rute dan jadwal kendaraan distribusi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pengembangan model dalam penelitian ini menggunakan metode Local Search dengan pembangkitan alternatif solusi menggunakan algoritma Sequential Insertion. Penelitian ini mempunyai dua tujuan fungsi minimasi, yaitu fungsi beban kerja dan fungsi biaya. Model yang telah dikembangkan, diujicobakan pada kasus pendistribusian bahan bakar minyak di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa untuk mendistribusikan produk BBM (premium, solar, dan minyak tanah) untuk delapan pelanggan, diperlukan kapal tanker dengan kapasitas 4.700 kiloliter sebanyak 2 buah dengan nilai fungsi beban kerja sebesar 4.904.625,83 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.972.930.000,00. ABSTRACTThe problem in route determining on delivery product, mostly known as Vehicle Routing Problem (VRP), is noticed by a company. They believe that VRP is one of the unavoidable problems in their business process because it is relevance by cost. Constrain which is used in modeling process for VRP’s solution more crucial and closed on real condition. The more complete the constrain in the model, the more tangible the model could be. Classic VRP model still concern that vehicles always have same capacity in every condition. On the other hand in the real condition, the company must have various vehicle’s capacity. This research complete VRP model before with add various capacity in vehicle (heterogeneous fleet) in routing selection and vehicle schedule distribution. The point is to minimize cost that company should pay. VRP model in this research using Local Search method with alternative solution development using Sequential Insertion algorithm. This research has two minimation objectives, they are workload and cost function. Model that has been made is tested on fuel distribution case in Kupang, East Nusa Tenggara. From the result was known that for distributing fuel (gasoline, diesel fuel and kerosene) to eight customers is needed two tankers with 4.700 kL capacity. The score of workload function is 4.904.625,83 and the cost function is Rp. 1.972.930.000,00.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS UNTUK MEMINIMUMKAN CACAT PADA CRANK BED DI LINI PAINTING PT. SARANDI KARYA NUGRAHA Satriyo, Bimo; Puspitasari, Diana
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.724 KB)

Abstract

PT. Sarandi Karya Nugraha adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang alat furniture rumah sakit. Objek penelitian adalah pada proses painting crankbed. Persentase produk defect pada divisi painting pada periode januari 2014 – agustus 2015 mencapai 11 %. Padahal ketetapan yang telah diatur perusahan jumlah defect produk tidak melebihi 3 % dari produk yang dihasilkan. Masalah ini berkaitan dengan kualitas produk perusahaan dimana dapat meyebabkan melunjaknya biaya produksi akibat produksi baru maupun rework. Hal ini juga dapat menyebabkan hilangnya pelanggan akibat kekecewaan atas produk yang buruk. Penelitian ini dilakukan untuk mencari masalah terbesar yang mengakibatkan defect pada produk crankbed dan mencari akar masalahnya untuk dapat dilakukan perbaikan. Diagram pareto digunakan untuk melihat apa permasalahan terbesar yang menyebabkan defect pada proses painting. Dari 36.352 produk yang diproduksi, ada 11 % produk cacat yang dihasilkan yaitu 4.081 produk dimana cacat terbesar adalah cat kasar, yaitu sebesar 6 %. Setelah didapatkan cat kasar sebagai penghasil jumlah defect terbesar, dicari akar permasalahan penyebab cat kasar menggunakan Fault Tree Analysis. Setelah membuat FTA, didapatkan empat minimal cut-set (akar masalah), yaitu tidak adan training berkala, lingkungan kerja tidak steril, operator tidak menggunakan APD, dan operator tidak menjalankan SOP yang ada. Dari akar-akar masalah tersebut, diberikan usulan perbaikan yang telah disusun adalah Pengadaan training berkala bagi operator pengecatan, Penyuluhan serta pengimplementasian 5S, Melakukan sidak lapangan dan evaluasi berkala pada operator, Menempel peraturan wajib menggunakan APD, Evaluasi kerja berkala untuk mengukur kinerja operator, Penempelan SOP painting di area proses kerja painting, Melakukan penjadwalan proses cat, proses tunggu (curing time), dan proses pengeringan (oven).Abstract[Quality Control Analysis Using Fault Tree Analysis to minimize Defects OnCrank  Bed In Painting Line at PT. Sarandi Karya Nugraha] PT. Sarandi Karya Nugraha is a company engaged in the field of hospital furniture appliance. The object of research is in the process of crankbed painting. The percentage of product defects in the painting division in the period January 2014 - August 2015 to reach 11%. Whereas provisions that the company have is the amount of the product defect does not exceed 3% of the products produced. This problem relates to the quality of the company's products can cause the increasing of production costs due to produce a new one and rework. It can also lead to loss of customers due to the disappointment of a bad product. This research was conducted to find the biggest problems that lead to defects of crankbed and find the root of the problem. Pareto diagrams are used to see what the biggest problems that cause defects in the painting process. From 36 352 products that are produced, there is 11% of defective products produced are 4,081 products where the biggest flaw is the paint rough by 6%. Having obtained a rough paint as a producer of the largest number of defects, sought the root causes of rough paint using Fault Tree Analysis. After creating an FTA, I obtained four minimal cut-set (the root of the problem), not having a periodic training, the working environment is a mess, the operator does not use the APD, and the operator does not apply the SOP wholefully. Due the roots of the problem, Proposed improvements that have been prepared are Acquisition training periodically for operator painting, Counseling and implementation of 5S, Doing the field inspection and periodic evaluation of the operator, Sticking to the rules shall use PPE, work evaluation periodically to measure the performance of operators, attachment of SOP painting in the area working process of painting, scheduling process of paint, wait process (curing time), and the drying process (oven).   
PENGARUH AKTIVITAS R&D INTERNAL TERHADAP AKUMULASI ORGANIZATIONAL TECHNICAL KNOWLEDGE DENGAN PERAN MEDIASI ABSORPTIVE CAPACITY UNTUK MEMBANGUN KAPABILITAS INOVASI INDUSTRI ELEKTRONIK Yohana Aeria Damyana; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.024 KB)

Abstract

Inovasi adalah sarana bagi industri elektronik untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, di tengah lingkungan yang cepat berubah dengan segala kompleksitasnya. Program 7AT sebagai usaha agar PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) menjadi knowledge enterprise, akan mempercepat proses inovasi, dengan pengelolaan organizational technical knowledge yang baik. Organizational technical knowledge akan berperan dalam kapabilitas inovasi dengan baik apabila terdapat aktivitas R&D internal yang mendukung dan absorptive capacity sebagai mediator. Penelitian ini meninjau pengaruh organizational technical knowledge terhadap kapabilitas inovasi, pengaruh aktivitas R&D terhadap organizational technical knowledge, serta peran absorptive capacity sebagai mediator. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap 130 karyawan PT. Hartono Istana Teknologi. Pengolahan data dilakukan dengan metode SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absorptive capacity memediasi hubungan antara aktivitas R&D dan organizational technical knowledge sebesar 51%, dan organizational technical knowledge mempengaruhi kapabilitas inovasi sebesar 64%.  AbstractInnovation is a way for the electronics industry to create a sustainable competitive advantage, in the midst of a rapidly changing environment with all its complexity. 7AT program as an effort for PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) into enterprise knowledge, will accelerate the innovation process, with good organizational technical knowledge management. Organizational technical knowledge will be instrumental in innovation capabilities properly if there is an internal R & D activities that support and absorptive capacity as a mediator. This study reviewed the organizational technical knowledge influence to innovation capability, the influence of R & D activities to organizational technical knowledge, as well as the role of absorptive capacity as a mediator. The study was conducted by distributing questionnaires to 130 employees of PT. Hartono Istana Teknologi. Data processing was conducted using SEM. The results showed that the absorptive capacity mediate the relationship between R & D activities and organizational technical knowledge by 51%, and organizational technical knowledge affect innovation capabilities by 64%.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS PADA DERMAGA PELABUHAN DALAM PT. PELABUHAN INDONESIA III CABANG TANJUNG EMAS Bella Prima Novitasari; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.211 KB)

Abstract

PT. Pelabuhan Indonesia III merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa layanan operator terminal pelabuhan. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Pelabuhan Indonesia III adalah pekerjaan bongkar muat kayu log di Dermaga Pelabuhan Dalam memiliki tingkat potensi terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA)untuk menganalisis potensi dan risiko bahaya dari suatu kecelakaan kerjayang mungkin terjadi di Dermaga Pelabuhan Dalam.Analisis potensi bahaya ini dilakukan untuk masing-masing unit pekerajan kemudian dilakukan penilaian untuk mengetahui tingkat risiko yang ada.Penilaian matriks tingkat potensi bahaya yang ada pada metode JSA terdapat 4 kategori yaitu mencakup rendah, sedang, tinggi dan ekstrim. Berdasarkan penilaian tingkat potensi bahaya yang dilakukan didapatkan hasil yaitu level ekstrim untuk potensi cidera anggota tubuh terkena gergaji mesin dan forklift menabrak pekerja lain saat bergerak. Potensi ini memiliki konsekuensi dampak kecelakaan yang sangat parah, sehingga potensi pada kategori ini yang menjadi prioritas utama agar dapat dihindari.ABSTRACTWork Accident Risk Analysis Using Job Safety Analysis (JSA) At The Inner Port Dock PT. Pelabuhan Indonesia III Tanjung Emas. PT. Pelabuhan Indonesia III is a State Owned Enterprise which operates in port terminal operator service. Problems faced by PT. Pelabuhan Indonesia III is a log loading and unloading work at the Inner Port Dock having a potential level of work accident. This study uses Job Safety Analysis (JSA) method to analyze the potential and risk of hazard of a work accident that may occur at the Inner Port Dock. This hazard potential analysis was conducted for each unit of work then conducted an assessment to determine the level of risk. Assessment of the potential hazard level matrix present in the JSA method there are 4 categories that include low, medium, high and extreme. Based on the assessment of the level of potential hazards that are done, the results are extreme levels for potential injuries of body parts exposed to chainsaws and forklifts crashing into other workers while on the move. This potential has the consequences of a very severe accident impact, so the potential of this category is a top priority to avoid.
USULAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN CALON KARYAWAN BARU MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS DEPARTEMEN PERSONALIA PADA PT KUBOTA INDONESIA) Wisnu Wardhana; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kubota Indonesia merupakan suatu perusahaan yang terjun dalam bidang usaha permesinan dagang merek dagang “Mesin Diesel Kubota”. Proses penerimaan calon karyawan baru pada PT Kubota Indonesia yang dilakukan oleh Departemen Personalia terdiri dari 3 tahapan yaitu Tahap Administrasi, Tahap Akademik Psikotes dan Tahap Wawancara. Ketiga tahapan tersebut memiliki kritera-kriteria penilaian penerimaan calon karyawan baru  pada masing-masing tahapan yang dapat menentukan diterima atau tidaknya seseorang yang melamar pekejaan pada perusahaan tersebut. Identifikasi kriteria pada proses penerimaan calon karyawan baru sangat diperlukan agar dapat menjaring karyawan yang lebih berkompeten dalam bidangnya sehingga dapat memberikan solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Untuk mengetahui kinerja karyawan khusunya bagi karyawan baru, dilakukan penilaian kinerja dengan standar penilaian kinerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Standar penilaian kinerja bagi karyawan baru dilakukan setelah 1 tahun karyawan bergabung dalam perusahaan. Standar tersebut menjadi patokan bagi perusahaan untuk mengukur apakah karyawan baru tersebut layak untuk menjadi karyawan tetap di PT Kubota Indonesia. Pada proses pengambilan keputusan penerimaan calon karyawan baru seringkali pengambilan keputusan dihadapkan pada permasalahan yang bersumber dari ketelitian dalam meminimalisir kesalahan dalam melakukan perekapan data penilaian calon karyawan baru yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan fasilitas Microsoft Excel. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatasi hal tersebut yaitu salah satunya yang dilakukan penulis dengan memberikan usulan perancangan Sistem Pendukung Kuputusan penerimaan calon karyawan baru dengan menggunakan metode AHP. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam perancangan Sistem Pendukung Keputusan. Fungsi dari AHP adalah memberikan bobot penilaian terhadap kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam proses penerimaan calon karyawan baru pada tahap akademik psikotes dan tahap wawancara. Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode AHP  merupakan cara yang efektif dalam pengambilan keputusan sehingga dapat membantu pihak personalia dalam pengambilan keputusan. Pengujian yang dilakukan terhadap Sistem Pendukung Keputusan menggunakan pengujian alpha dan pengujian beta. Dari pengujian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa secara fungsional sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan dan sistem pendukung keputusan dinilai sudah memenuhi kebutuhan pihak personalia yaitu mempermudah dalam pengambilan keputusan, mudah dipelajari, mudah digunakan, tampilan yang di bangun sudah sesuai, dan menghasilkan laporan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
ANALISIS PERFORMANSI DAN PERILAKU MENGEMUDI DENGAN MENGGUNAKAN GADGET SECARA HAND-HELD DAN HANDS-FREE Uli Arta Tindaon; Novie Susanto; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.414 KB)

Abstract

Penggunaan gadget ketika mengemudi sudah menjadi suatu gaya hidup di Indonesia, bahkan penggunaan gadget ini berperan dalam pekerjaan pengemudi taksi online. Cara penggunaan gadget yang sering dilakukan adalah secara hand-held dan hands-free. Menggunakan gadget ketika mengemudi merupakan salah satu sumber bahaya yang besar karena dapat menyebabkan distraksi pada kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penurunan performansi mengemudi dan bagaimana perilaku mengemudi terkait kecepatan dan perubahan posisi lateral yang dihasilkan ketika mengemudi sambil menggunakan gadget. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan driving simulator pada 2 jenis jalan yaitu urban road dan rurual road, masing-masing jalan diberikan 5 perlakuan yaitu mengemudi tanpa menggunakan gadget, mengemudi menggunakan gadget secara hand-held dengan distraksi telepon, mengemudi menggunakan gadget secara hand-held dengan distraksi SMS, mengemudi menggunakan gadget secara hands-free dengan distraksi telepon dan mengemudi secara hands-free dengan distraksi SMS. Penurunan performansi yang paling buruk dihasilkan pada penggunaan gadget secara hands-free degan distraksi SMS pada urban road dan rural road yaitu sebesar 48% dan 41%. Sedangkan penurunan performansi terendah pada urban road dihasilkan pada penggunaan gadget secara hand-held dengan distraksi telepon sebesar 6%. Penurunan performansi terendah pada rural road dihasilkan pada penggunaan gadget secara hands-free dengan distraksi telepon sebesar 1%. Perilaku yang dihasilkan ketika menggunakan gadget sambil mengemudi adalah pengemudi mengurangi kecepatannya dan sering mengubah posisi lateralnya. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar segera membuat regulasi tentang pengguaan gadget dalam mengemudi dan mengadopsi teknologi google voice untuk mode mengemudi. Abstract[Analysis of Driving Performance and Behaviour on Hand-Held and Hands-free Gadget Use] Using gadget while driving has become a lifestyle in Indonesia that it takes a significant part in the work field of online based car transportation; in this case, the drivers. The most common way of gadget usage is by hand-held and hands-free. Using gadget while driving may cause a great danger as it may emerge distraction against cognitive aspect. This research is aimed to identify the decrease value of driving performance and driving behavior regarding the velocity and the range of lateral position emerged during driving while using gadget. This research is conducted by applying driving simulator on two types of road: urban road and rural road, each of which is given five different treatments: driving without using gadget, driving while using gadget in hand-held method with phone call distraction, driving while using gadget in hand-held method with SMS distraction, driving while using gadget in hands free method with phone call distraction, and  driving while using gadget in hands free method with SMS distraction. The greatest performance decrease is presented by gadget usage in hands free method with SMS distraction of 48% on urban road and 41% on rural road.  Meanwhile, the lowest performance decrease on urban road of 6% is shown by gadget usage in hand held method with phone call distraction. The least performance decrease on rural road of 1% is presented by gadget usage in hands free method with phone call distraction. Behaviors resulted from using gadget while driving includes driver slowing down and continuously changing the lateral position. An immediate arrangement of new regulation on gadget usage while driving and maximum utilization of Google Voice technology are highly recommended.
ANALISIS DAN PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN PADA UKM BATIK JAWA ANGGUN PEKALONGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN AHP Hendry Janitra Hutama; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.004 KB)

Abstract

Batik adalah karya seni budaya bangsa Indonesia yang dikagumi dunia dan patut dilestarikan keberadaannya serta dibudidayakan secara maximal, dan batik merupakan industri kerajinan yang merupakan usaha turun-temurun dari generasi ke generasi, namun belum sepenuhnya ditangani secara profesional sehingga perkembangannya relatif sangat lamban. Sehubungan dengan hal tersebut, maka industri batik ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Batik Jawa Anggun memiliki 2 buah lokasi usaha yang keduanya terletak di sentra industri Kampoeng Batik Wiradesa Pekalongan. Batik Jawa Anggun mempunyai ciri khas yang membuatnya berbeda dengan batik tulis Pekalongan lainnya, yaitu motif batik “Hokokay” dan “Belanda Antik”. Karena mempunyai motif yang khas, banyak konsumen yang meminatinya. Pada tahun 2012 Batik Jawa Anggun mengalami penurunan penjualan, hal tersebut dapat disebabkan oleh kurang efektifnya strategi pemasaran yang diterpakan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran sesuai dengan kondisi faktor eksternal dan internal. Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran. Analisis lingkungan ekternal dan internal tersebut digabungkan dengan analisis SWOT, kemudian dilakukan penetapan prioritas strategi dari hasil analisis SWOT dengan AHP. Dari hasil penelitian bahwa Batik Jawa Anggun dapat melakukan strategi  pengembangan produk, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan motif baru.  ABSTRACTBatik is the work of art and culture of the people Indonesia admired in the world and its existence should be preserved and widely cultivated with maximum, and batik industry which was a hereditary from generation to generation, but not yet fully been handled with professionalism because that development of batik industry relatively growth so slow. In connection with the case, the batik industries is interesting to be further explored. Batik Jawa Anggun have 2 site plan, both of them located in the center of the industry kampoeng wiradesa batik, pekalongan. Batik Jawa Anggung has unique characteristics that make them different from other batik, Batik motive “Hokokay” and “Antique Netherlands”. Because they have a motive that typical , many consumers who interested with their motive .In 2012 Batik Jawa Anggun has experienced declining sales , this can be caused by the ineffective marketing strategies this time .This research aims to be formulating marketing strategies in accordance with the condition of external factors and internal of Batik Jawa Anggun. Analysis of the internal and external environment can become the main reference to renovate marketing strategies.Analysis of the external and internal is combined with SWOT Analysis  and the determination of priority strategy based on an SWOT Analysis with AHP . From the result of research Batik Jawa Anggun can make a strategy development product, this is can be done by increasing the quality of product and makes some new batik motives

Page 5 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue