cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN WILLINGNESS TO PAY(WTP) PADA BUS AKAP KELAS EXECUTIVE (studi kasus : bus Rosalia Indah kelas executive jurusan Solo – Jabodetabek) Nugroho, Handy; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.202 KB)

Abstract

Jasa angkutan umum bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) merupakan salah satu bentuk pelayanan jasa transportasi yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan transportasi masyarakat diberbagai wilayah. Sehingga penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhi penentuan tarif, seperti kondisi ekonomi masyarakat, biaya pemeliharaan/ suku cadang, harga bahan bakar, sarana dan prasarana, dan sebagainya.Penelitian ini membahas besarnya tarif bus jarak jauh berdasarkan biaya operasional kendaraan dan willingness to pay dari para konsumen. Tarif bus jarak jauh jurusan Solo – Jabodetabek untuk kelas executive saat ini sebesar Rp 195.000/ penumpang. Hasil dari perhitungan BOK adalah sebesar Rp 164.503,04/pnp. Setelah di tambahkan keuntungan sebesar 10% maka tarif BOK menjadi Rp 180.953,34/pnp, sedangkan tarif berdasarkan WTP sebesar Rp 195.125/pnp dengan WTP maksimal bila perusahaan ingin melakukan perbaikan fasilitas sebesar Rp 198.429/pnp. Dengan perbandingan ini di harapkan dapat memberikan gambaran perusahaan dalam menentukan tarif tiket per penumpang.  AbstractInter-City Inter-Province Public transport buses (AKAP) is one form of transportation services that have an important role in improving public transport in many areas, so the determination of the amount of public transports rate need to be addressed and handled with good policy. Many factors affect the determination of rates, such as economic conditions, the cost of maintenance / spare parts, fuel prices, facilities and infrastructure, and so on. This research discusses how big the long-distance bus fares based on vehicle operating costs and willingness to pay of customers. Solo - Jabodetabek bus fares for executive class currently Rp 195,000 / passenger. The results of BOK calculation  is Rp 164,503.04 / passanger. After added a gain of 10%, the BOK rate become Rp 179.849,91 / passanger, while the rates based on WTP is Rp 195 125 / passanger with maximum  WTP if the company want s to do improvement on facilites is Rp 198 429 / passanger. This comparison is expected to provide an overview companies in determining the ticket fare per passenger.
PERENCANAAN RAW MATERIAL PADA KOMPONEN WINGLET PESAWAT CN235 DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Dyandra, Halida; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.213 KB)

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi adalah ketersediaan material. Di PT. DI sendiri memiliki departemen perancanaan material, pada departemen ini data yang dimiliki hanya pergerakan material tidak ada data rinci mengenai penggunaan material terhadap setiap komponen sehingga tidak jarang terjadi stock out yang menyebabkan terhambatnya proses produksi. Hal tersebut menunjukan perlunya ada perencanaan material. Pada jurnal ini peneliti meneliti sample kasus dengan membuat perencanaan material untuk komponen winglet pesawat CN235, yaitu Z-19.101, Z-19.904, Z-19.905, dan Z-14.510 untuk tahun 2017 untuk meningkatkan efisiensi dalam pemesanan material. Penelitian ini mengambil data berupa material yang digunakan, permintaan Winglet tahun 2017, jumlah penggunaan material untuk komponen winglet, dan biaya-biaya material. Dari data tersebut kemudian dibuat BOM dan setelah itu dilakukan perencanaan material menggunakan konsep MRP. Setiap material pun dihitung besar safety stocknya. Hasil pengolahan data di analisis dan didapat bahwa metode terbaik untuk  material Z-19.101 dan  Z-19.904 adalah metode FPR 3, material Z-19.905 adalah metode FPR 4, dan material Z-14.510 tidak perlu melakukan pemesanan.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Plasa Telkom Dengan Menggunakan Metode Kano Berdasarkan Dimensi Kualitas Marga Harjadiputra; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri jasa adalah sebuah industri yang menggunakan kesuksesan pelayanan dan kepuasan pelanggan sebagai salah satu parameter ukur keberhasilan. menurut Redi&Johnston (2006) faktor terpenting dalam pertumbuhan dan keberhasilan bisnis adalah kepuasan dan loyalitas pelanggan (customer satisfaction and loyalty). Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat dijadikan sebagai indikator kunci keberhasilan pengembangan institusi serta sebagai prediksi kesuksesan pada masa mendatang. Di samping itu, masukan dari pelanggan terkait dengan kepuasan dan loyalitas dapat digunakan sebagai panduan untuk pengembangan bisnis yang efektif. Service excellence merupakan suatu tuntutan yang sepenuhnya memberikan komitmen terbaik bagi customer, dengan memberikan layanan harapan customer tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan customer satisfaction yang optimal. Sudah jelas bahwa penilaian tinggi rendahnya hal ini  bergantung pada bagaimana pelanggan merasa excellence to service yang diterimanya berada dalam konteks service yang diharapkannya. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi customer antara lain apa yang didengar customer dari customer lain atau word of mouth communication (komunikasi dari mulut ke mulut), pengalaman masa lalu customer ketika menggunakan suatu jasa pelayanan, komunikasi eksternal dari penyedia service, karakteristik individu dengan lingkungannya, dan imbalan atau 'harga' dari suatu bentuk pelayanan tersebut. Penelitian ini diawali dengan menyebar kuisioner kepada 100 responden pelanggan Plasa Telkom Semarang menggunakan dimensi Evans and Lindsay Service Dimension. Yaitu Time, Timeliness, Completeness, Courtesy, Consistency Accuracy, Access and Convenience, dan Responsiveness Dari Evans and Lindsay Service Dimension tersebut, hasil kuisioner tersebut diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah lolos dari uji alat ukur, dimensi tersebut akan diolah dengan menggunakan metode yang sesuai, karena demi mencapai service excellence dibutuhkan suatu metode yang menjadi alat ukur untuk memetakan kebutuhan dan keinginan konsumen   . Jika dilihat dari definisinya, salah satu metode yang tepat dalam menentukan atribut-atribut yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut ialah KANO dengan kategori questionable, reserve, attractive, indefferent, one-dimensional, dan must-be. Dengan menggunakan metode KANO diharapkan memperoleh atribut-atribut yang menjadi alat untuk mengukur mengkategorikan atribut-atribut dari produk maupun jasa berdasarkan seberapa baik produk/jasa tersebut mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Dimana nantinya dapat dilihat atribut-atribut layanan dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.
SIMULASI COLD CHAIN SYSTEM PADA RANTAI DISTRIBUSI IKAN UNTUK MENGUKUR PENINGKATAN MUTU IKAN DI KOTA SEMARANG Aminatuzzuhra, Aminatuzzuhra; Purwaningsih, Ratna; Susanto, Novie
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.277 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur peningkatan mutu ikan dari yang sebelumnya tidak menerapkan system rantai dingin ke pendistribusian ikan dengan menerapkan system rantai dingin. Standar mutu ikan dalam penelitian ini menggunakan nilai organoleptik ikan. Tahapan perubahan nilai organoleptik ikan selama distribusi disimulasikan dengan software Extend.sim. Terdapat dua scenario simulasi yaitu dengan suhu ruangan dan dengan suhu dingin. Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan nilai organoleptik ikan yang diterima konsumen setelah menerapkan system rantai dingin pada distribusi ikan di Kota Semrang.  ABSTRACTThe purpose of simulation of cold chain system applied to fish distribution chain for measuring fish quality at Semarang City is to determine an incrase of fish quality value from non-cold chain distribution system to cold chain distribution system. This study using organoleptik value as standard of fish quality. Stages of organoleptik value changes during fish distribution is simulated by Extend.sim. There are two scenarios of simulation, they are fish distribution at ambient temperature and fish distribution at chilling temperature. Result of this study is an increase of fish organoleptik value received by consumen after fish cold chain distribution system is applied.
PENENTUAN LOKASI PENYIMPANAN PRODUK JADI PADA GUDANG JADI PT. INDOTIRTA JAYA ABADI Aldo Ghufron Hermawan; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indotirta Jaya Abadi merupakan salah satu produsen air minum dalam kemasan (AMDK) yang dikenal dengan merek Aguaria menerapkan kebijakan penyimpanan acak pada gudang penyimpanan produk jadinya, yang mengakibatkan lokasi penyimpanan untuk masing-masing produk senantiasa berubah. Perubahan lokasi ini tentu berdampak pada jarak tempuh peralatan material handling yang dipergunakan untuk memindahkan produk tersebut. Setelah dilakukan penelitian mengenai jarak tempuh untuk masing-masing jenis produk ternyata diketahui, bahwa saat ini jarak tempuh peralatan material handling untuk aktivitas perpindahan produk masih belum optimal, dimana produk dengan frekuensi perpindahan tertinggi justru memiliki jarak perpindahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk dengan frekuensi yang lebih rendah. Hal ini berakibat pada akumulasi jarak perpindahan total (aktivitas storage dan retrieval) keseluruhan produk yaitu sebesar 3.907.240,92 meter dalam satu tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan mengenai penentuan lokasi penyimpanan produk jadi, agar jarak perpindahan total untuk keseluruhan produk menjadi optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diusulkan penggunaan kebijakan penyimpanan terdedikasi berdasarkan popularitas jenis produk, dengan kriteria frekuensi proses S/R (Storage/Retrieval). Berdasarkan perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini, dihasilkan jarak tempuh perpindahan produk total sebesar 3.752.959,42 meter dalam satu tahun. Dimana terjadi penurunan jarak sebesar 152.566,93 meter atau 3,9% dari kondisi saat ini.  AbstractPT. Indotirta Jaya Abadi is one of the manufacturers of packaged drinking water (bottled water) which is known by the brand Aguaria, implement the random storage policy on the storage of finished products warehouse, which lead the storage location for each of the products is always changing. This location change would affect the mileage of material handling equipment used to move the product. After doing research on the mileage for each product type was known, that the current mileage material handling equipment to move product activity is still not optimal, where the product actually has the highest movement frequency distance moving higher as compared to products with lower frequency. This resulted in the accumulation of total movement distance (activities put away and order picking) the whole product is equal to 3,907,240.92 meters.The purpose of this study is to give suggestions for improvement regarding the determination of the location of the storage of finished products, so that the total movement distance for the entire product to be optimal. To achieve these objectives, the proposed use of dedicated storage policies based on the popularity of products, with the frequency criteria S / R (Storage / Retrieval).Based on the design in this study, the movement of products generated totaling mileage 3.752.959,42 meters. Where there is a decrease in the distance of 152.566,93 meters or 3,9% of the current conditions.
ANALISIS PENYEBAB TERJADI OVERSTOCK PADA PT. HITACHI CONSTRUCTION MACHINERY INDONESIA Mareta Indriyani; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.666 KB)

Abstract

Analisis penyebab terjadi overstock pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia adalah sebuah perusahaan swasta dengan saham yang dimiliki Jepang yang bergerak di bidang produksi alat berat Excavator. Penelitian ini dilaksanakan karena PT.HCMI mengalami overstock pada komponen pada komponen Cover Engine, Persediaan komponen yang berlebih ini menyebabkan meningkatnya biaya simpan akibat waktu penyimpanan yang lebih lama pada inventory serta dilakukan rekomendasi perbaikan penentuan jumlah persediaan dengan menggunakan Blanker Ordering. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya overstock pada komponen Cover Engine YA40003084 menggunakan Fishbone dan penentuan jumlah persediaan dengan menggunakan Blanker Ordering. Dengan menggunakan fishbone dapat diketahui penyebab overstock diantaranya adalah material import dengan leadtime 3 bulan sehingga membuat perusahaan harus melakukan forecasting lebih cepat dibandingkan dari Purchase Order (PO) yang datang. Sementara rekomendasi penentuan jumlah persediaan  yang diberikan adalah pemesanan komponen cover engine sebanyak 142 unit per 102 hari dengan diterapkan pada tahun 2017 karenan jumlah persediaan yang masih terlalu banyak pada tahun 2016. ABSTRAKCauses analysis of overstock at PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia is a private company with shares owned by Japan engaged in the production of heavy equipment Excavator. This research was conducted as PT.HCMI experienced overstock on components on Cover Engine components, excess inventory component is causing the rising cost savings due to a longer storage time on inventory and made recommendations for improvements determination of the amount of inventory using Ordering Blanker. The purpose of this research is to know the causes of overstock on Cover Engine components YA40003084 using Fishbone and the determination of the amount of inventory using Ordering Blanker. By using fishbone be known causes of overstock of which is imported material with 3-month leadtime thus making the company must make forecasting more quickly than on the Purchase Order (PO) came. While the recommendation given the determination of the amount of inventory that is ordering parts engine cover as many as 142 102 units per day by 2017 karenan applied to the amount of inventory that is still too much in 2016.
ANALISIS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DENGAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES MESIN CAVITEC PT. ESSENTRA SURABAYA (STUDI KASUS PT. ESSENTRA) Dewi, Nadia Cynthia; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.324 KB)

Abstract

Pemeliharaan dan penanganan mesin yang tidak tepat dapat menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas dan efisiensi mesin. PT. Essentra merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang pembuatan cigarette filters. Mesin yang beroperasi secara terus menerus dituntut dapat memenuhi target yang telah di tetapkan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Permasalahan yang terdapat pada PT. Essentra terdapat pada banyaknya breakdown yang terjadi pada mesin Cavitec VD-02 serta kurang maksimalnya jumlah produksi yang menyebabkan kurangnya nilai indeks efektivitas total mesin secara keseluruhan (OEE) pada mesin Cavitec VD-02. Untuk dapat meningkatkan produktivitas maka dilakukan pengukuran Total Productive  Maintenance (TPM) dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau peralatan. Secara umum, besar kecilnya nilai OEE dipengaruhi oleh faktor dominan yang menyebabkan rendahnya performansi suatu mesin atau peralatan yang biasa disebut dengan Six Big Losses. Setelah itu mendapatkan penyebab permasalahan yang terjadi dengan menggunakan fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE pada mesin Cavitec VD-02 sebesar 44,327957 %, nilai efektivitas ini tergolong sangat rendah karena standar nilai OEE untuk perusahaan kelas dunia idealnya adalah 85%. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah performance rate dengan faktor presentase six big losses pada Idling and Minor Stoppages Loss sebesar 41,0778139 % dari seluruh time loss. Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya nilai OEE pada mesin Cavitec VD-02 yaitu dengan diadakannya autonomous maintenance yang diberikan kepada setiap operator, melakukan Preventive Maintenance secara berkala untuk menjaga performansi mesin. Melakukan training bagi operator dan teknisi maintenance serta melakukan pengawasan terhadap operator tentang kebersihan tempat kerja.     AbstractMaintenance and handling machines that are inappropriately can lead to decreased levels of productivity and efficiency of the machine. PT. Essentra is a company engaged in the manufacture of cigarette filters. The machine operates continuously demanded can meet the targets that have been set with a high level of effectiveness. The problems found in the PT. Essentra found on many a breakdown occurred in the engine as well as Cavitec VD-02 maximum number of less production which led to the lack of effectiveness of the total index value of the overall machine (OEE) on machine Cavitec VD-02. To be able to increase productivity then made measurements of the Total Productive Maintenance (TPM) and calculation of the Overall Equipment Effectiveness (OEE). The OEE is a systematic method to perform measurements of the effectiveness of the process of a machine or equipment. In General, the small value of OEE is influenced by the dominant factor that causes low performance. 
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA PET PREFORM LINE 12 PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Nazaret Raisa Tarigan; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.175 KB)

Abstract

Pengendalian kualitas dibutuhkan setiap industri untuk dapat bersaing dengan industri lainnya. Pengendalian kualitas berguna untuk meningkatkan kualitas produk, sistem kerja, kepuasan pelanggan dan penjualan. Jumlah produksi Line 12 PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) selama tahun 2016 tidak mencapai target. Tidak tercapainya target produksi dikarenakan produksi pet preform untuk kemasan minuman mengalami reject (cacat). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengendalian kualitas pada Line 12 PT. CCBI untuk mengurangi kecacatan pada pet preform. Data yang diperoleh dari jumlah produksi pet preform selama bulan Januari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Six Sigma. Nilai Six Sigma yang diperoleh adalah 4,098 dengan jumlah DPMO adalah 4676,687. Target nilai six sigma untuk mengurangi jumlah kecacatan pet preform  menjadi 1349 unit adalah 4,5 dengan besar penurunan reject (cacat) adalah 71,15%. Berdasarkan pareto chart, masalah yang sering menyebabkan kecacatan pada pet preform adalah kegagalan mesin (machine malfunction).Abstract [Analysis of Quality Control for Pet Preform in PT. Coca Cola Bottling Indonesia Line 12 Using Six Sigma] Every industry need quality control to compete with another industry. Quality control is very usefull to improve quality of product, work system, customer satisfaction, and increase sales. In 2016, total output in Line 12 PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) didn’t pass the target. PT. CCBI  didn’t pass the target because of pet preform defect. Purpose of this research is evaluate quality control in Line 12 PT. CCBI to reduce pet preform defect. Data was collected from annual report of pet preform production in January 2017. Research method is Six Sigma. Six sigma value is 4,098 with DPMO is 4676,687. Six sigma target to reduce pet preform reject became 1349 unit is 4,5, with amount of reject reduction is 71,15%. Based on pareto chart, main problem that cause pet preform reject is machine malfunction.
ANALISIS MODA KEGAGALAN POTENSIAL PADA PROSES PERMESINAN SPINDLE CHAMP FOND SP-120 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY FMEA (Studi Kasus di Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Brumbung) Christian Hendriawan; Bambang Purwanggono; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK) Brumbung merupakan salah satu perusahaan industri manufaktur pengolahan kayu yang menghasilkan beberapa produk diantaranya kursi, meja, alamari, dan masih banyak lainnya. Pada bulan november, desember 2011 dan bulan januari serta februari 2012 KBM IK Brumbung mengerjakan pesanan dari PT. NAP  (eksportir mebel). Java Arm Chair merupakan produk yang dipesan oleh PT. NAP dimana pada proses pengerjaan produk ini mengalami beberapa komponen reject yang cukup besar. Dimana reject atau cacat tersebut banyak diakibatkan pada proses permesinan spidle shaper ( Spindle Champ Fond SP-120). Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA). Penggunaan logika fuzzy akan memperoleh hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode FMEA yang klasik. Hal ini ditunjang oleh penggunaan pendekatan matematis dan juga paling memperhatikan kriteria terpenting dalam menilai suatu permasalahan. Dari hasil penelitian dengan FMEA klasik, moda kegagalan yang dianggap kritis terdapat 2 jenis moda kegagalan potensial. Sedangkan hasil F-FMEA dengan menggunakan fuzzy logic dengan metode Mamdani didapatkan 6 jenis moda kegagalan yang dianggap kritis pada tingkatan kategori High-Very High. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut yaitu dengan melakukan penambahan beberapa alat bantu dan perusahaan agar  lebih meperhatikan perawatan mesin agar mesin tidak mengalami kegagalan fungsinya
USULAN PERAMALAN PRODUKSI PADA PRODUK BS-PRC DENGAN METODE TIME SERIES (Studi Kasus pada PT. PARDIC JAYA CHEMICAL) Oyi Aura Zakina; Susatyo Nugroho W.P
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.947 KB)

Abstract

PT. Pardic Jaya Chemical memiliki banyak permintaan dari banyak produk yang dibuatnya karena merupakan salah satu supplier bahan-bahan kimia untuk banyak perusahaan lain. Salah satu produk yang dibuat oleh PT. Pardic Jaya Chemical ialah BS-PRC. Berdasarkan  data error antara demand dan perencanaan produksi dapat diketahui bahwa tingkat error sangat fluktuatif. Perusahaan terkadang harus menyimpan inventory yang cukup banyak sehingga gudang akan sangat penuh dalam waktu yang cukup lama. Tetapi pada perusahaan ini sudah menerapkan bahwa tidak boleh adanya inventory. Dilain waktu perusahaan harus kehilangan peluang penjualan karena kekurangan stok produk. Kelebihan inventory ataupun kekurangan stok, keduanya akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Maka peramalan permintaan akan dilakukan dengan metode time series menggunakan software WIN QSB, agar dapat mengetahui pola demand serta dapat melakukan peramalan permintaan dengan baik. Berdasarkan hasil pengolahan data dari data historis produk BS-PRC, peramalan yang tepat ialah dengan metode SEST. Dimana Nilai u-theil dari metode SEST sebesar 0,87.    Abstract The titled of this research is Proposal of production forecasting uses time series method in BS-PRC product PT. Pardic Jaya Chemical. PT. Pardic Jaya Chemical has many demand from many products are made because it is one supplier of chemicals. One of the products made by PT. Pardic Jaya Chemical is BS-PRC. Based on the data error between demand and production planning can be seen that the error rate is very fluctuative. Companies sometimes have to store inventory that quite a lot so the barn will be full in a long time. But the company is already applying that should not be any inventory. Another time companies have lost sales opportunities due to lack of stock products. Excess inventory or out of stock, both of which will cause disavantages to the company. Then forecasting the demand made by the method of time series using the software WIN QSB, in order to determine the chart of demand and good for forecasting demand. Based on the methode of processing the forecasting from history data BS-PRC product, the best forecasting is SEST method with u-theil 0,87.

Page 66 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue