cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
OPTIMALISASI INTERVAL INSPEKSI MESIN HN 50 C UNTUK MEMINIMASI QUALITY LOSS (Studi Kasus PT. Kubota Indonesia-Semarang) Atika Novilia Utami; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Kubota Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dengan memproduksi Horizontal Diesel Engine. Dalam proses machining terutama pada line Crank Case, banyak mengalami kerusakan pada mesin NH 50C diluar jadwal inspeksi yang ditetapkan. Selama ini jadwal inspeksi yang dilakukan adalah satu kali dalam sehari. Periode inspeksi yang dijadwalkan tidak optimal, sehingga dapat mengakibatkan breakdown diluar jadwal inspeksi atau pemborosan sistem perawatan karena inspeksi yang berlebihan. Dan pada akhirnya menyebabkan quality loss yang cukup membebani perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah interval inspeksi optimal yang dapat meminimasi quality loss dan untuk mengetahui penghematan yang diperoleh apabila diterapkan kebijakan jadwal inspeksi optimal pada perusahaan. Melalui data obyektif yang diperoleh dari penelitian dan perhitungan dengan menggunakan model Genichi Taguchi, diperoleh jadwal inspeksi yang optimal pada kelima mesin HN 50 C P7 sampai dengan P11 secara berurutan adalah 8,16 hari, 62,21 hari, 78,27 hari, 2,86 hari, dan 66,99 hari. Selain itu diperoleh penghematan biaya apabila dilakukan kebijakan pemakaian jadwal inspeksi optimal sesuai urutan nomer mesin, penghematannya sebesar Rp.73.496,67 per hari, Rp.43.141,62 per hari, Rp.100.661,80 per hari, Rp.317.855,80 per hari, dan Rp.79.219,24 per hari. Sehingga total penghematan yang diperoleh mesin HN 50 C sebesar Rp.614.375,19 per hari.AbstractPT. Kubota Indonesia is a company engaged in manufacture by producing Horizontal Diesel Engine. In machining processes, especially on the line Crank Case, there are lot of damages on NH 50C engines out of the specified inspection schedule. All this time, the inspection schedule is performed once a day. The schedule of inspection period is not optimal, so that it can cause breakdown out of the inspection schedule or waste of treatment system due to excessive inspection. At last, it will lead to quality loss which is burdensome for the company. This study aims to find out how many optimal inspection interval to minimize quality loss and to know the economization if the optimal inspection policy is applied on the company's schedule. Through the objective data obtained from research and calculations using Genichi Taguchi model, the optimal inspection schedule on the machines HN 50 C P7 to P11 that has been obtained alternately are 8.16 days, 62.21 days, 78.27 days, 2 , 86 days, and 66.99 days. Beside that, the cost savings can be obtained when the policy is carried out for the optimal inspection schedule in order of engine numbers, the savings amount are Rp.73.496, 67 per day, Rp.43.141, 62 per day, Rp.100.661, 80 per day, Rp.317.855, 80 per day , and Rp.79.219, 24 per day. So the total saving obtained by the machine is Rp.614.375 HN 50 C, 19 per day.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING STATUS PEMBAYARAN APARTEMEN BERBASIS WEB (STUDI KASUS : PALTROW CITY, SEMARANG) Priambudi Surya Saputra; Wiwik Budiawan; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.923 KB)

Abstract

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi merupakan hasil proses data beragam yang telah dibentuk sedemikan rupa sehingga sesuai dengan permintaan pengguna. Kesalahan informasi yang diperoleh mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Pada developer property Paltrow City, Sistem Informasi dibutuhkan oleh pihak manajemen untuk mempermudah dalam mengelola dan memonitoring pembayaran Bellini Tower Apartment, guna mendapatkan informasi secara cepat, akurat ,efektif, dan efisien. Sistem informasi tersebut harus mampu memberikan informasi secara ringkas dan memiliki daya guna yang tinggi bagi manajemen Paltrow City kapanpun dibutuhkan. Hasil perancangan sistem informasi monitoring pembayaran apartemen ini mampu mengatasi permasalahan yang ada pada sistem sebelumnya. Sistem informasi monitoring  ini menampilkan status pembayaran semua unit apartemen dalam satu tampilan dan rincian pembayaran yang telah dilakukan. Sistem informasi monitoring pembayaran apartemen ini dirancang berbasis web dengan bahasa pemograman Hypertext Preposessor (PHP). ABSTRACTInformation is very important for management in decision-making. The information is the result of a variety of data processing that has been formed in such a way so as to suit the user's request. Error information obtained lead to errors in decision making. Paltrow City on property developers, system information needed by management to facilitate in managing and monitoring the payment Bellini Tower Apartment, in order to obtain information quickly, accurately, effectively, and efficiently. The information system should be able to provide information in a concise and has a high efficiency for management Paltrow City whenever needed. Results of monitoring information system design apartment payment is able to overcome the problems that exist in the previous system. System monitoring information showing the status of the payment of all apartment units in one view and the details of payments made. Payment monitoring information system is designed web-based apartment with Hypertext Preposessor programming language (PHP)
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI UNIT UTILITIES PT PERTAMINA RU VI BALONGAN Afryan Eki Tanoga; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.601 KB)

Abstract

PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan yang bergerak dalam bidang industri migas dan merupakan perusahaan besar yang memiliki ratusan pekerja, baik pekerja tetap maupun pekerja kontraktor. Salah satu unit produksi di PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan adalah ARHDM (Athmospheric Residue Hydro Demmetallized Unit) yang mengolah Athmospheric Residue (AR) dari unit CDU yang mengandung Nikel dan Vanadium (Ni,V) serta  karbon (MCR= Metal Carbon Residue) dalam jumlah tinggi, menjadi DMAR (Demmetallized Athmospheric Residue). PT Pertamina RU VI Balongan telah menggunakan sistem operasional dengan teknologi terkini. Berbagai faktor bahaya kesehatan bisa di timbulkan salah satunya adalah faktor kebisingan. Tingkat kebisingan pada unit utilities  dapat digolongkan paling tinggi. Kebisingan ini disebabkan oleh aktivitas mesin yang terjadi karena adanya gesekan antara equipment dengan media yang bertekanan. Aktivitas bunyi pada mesin-mesin juga disebabkan oleh aktivitas mesin dalam memanaskan air dengan daya panas yang tinggi untuk menghasilkan uap, sehingga menimbulkan suara yang tinggi. Selain itu kebisingan juga di timbulkan dari suara aktivitas generator. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi intensitas kebisingan pada unit utilities, pengaruh kebisingan pada pekerja pada unit utilities, dan cara pengedalian kebisingan pada unit utilities sehingga dapat menciptakan proses kerja yang nyaman, efektif, dan efisien. Hasil penelitian ini yaitu pengendalian kebisingan di unit utilities adalah dengan cara Enggineering Control,  Administrative Control, Substitusi, Eliminasi dan penggunaan alat pelindung diri (APD). AbstractPT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan is engaged in the oil and gas industry and is a large company that has hundreds of workers, both permanent workers and contracting workers. One of the production units at PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan is an ARHDM (Athmospheric Residue Hydro Demagnetized Unit) that processes Athmospheric Residue (AR) from CDU units containing Nickel and Vanadium (Ni, V) and carbon (MCR = Metal Carbon Residue ) in high numbers, become the DMAR (Demmallized Athmospheric Residue). PT Pertamina RU VI Balongan has used an operational system with the latest technology. Various health hazard factors can be caused, one of which is the noise factor. Noise level on unit utilities can be classified as the highest. This noise is caused by engine activity that occurs due to friction between equipment and pressurized media. Sound activity in the machines is also caused by engine activity in heating up water with high heat power to produce steam so that it produces a high sound. In addition, noise is also generated from the sound of generator activity. In this study will be identified the noise intensity in the unit utilities, the effect of noise on workers on the unit utilities then the next method of noise control in the utilities unit so that it can create a work process that is comfortable, effective, efficient, and smooth. The final results of this study from the analysis will provide suggestions for noise control in unit utilities.
ANALISIS EFISIENSI PROVIDER KARTU GSM PRABAYAR BERDASARKAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS Erwin Pujiyatmoko; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, industri-industri dan perusahaan baru banyak bermunculan, di antaranya adalah industri di bidang telekomunikasi terutama telekomunikasi seluler. Indonesia menempati posisi ke-lima pengguna seluler terbanyak di dunia dengan 236,8 juta pengguna. Posisi ini menggambarkan bahwa Indonesia memiliki pasar potensial yang tinggi dalam bidang telekomunikasi, sehingga banyak perusahaan operator telepon seluler yang didirikan di Indonesia. Direktur Jaringan XL Axiata mengungkapkan bahwa operator GSM prabayar di Indonesia mendominasi 95% pasar seluler. Hasil survey TOP Brand Award selama tiga tahun dari tahun 2010 sampai tahun 2012 pada pelanggan kartu GSM prabayar pun menunjukkan bahwa provider GSM prabayar di Indonesia memiliki persaingan yang ketat, sehingga dapat diindikasikan bahwa konsumen memiliki pilihan yang banyak dalam memenuhi kebutuhan untuk berkomunikasi. Semakin banyak dan beragam provider kartu GSM prabayar yang di tawarkan, maka akan menuntut operator-operator telekomunikasi lainnya untuk terus-menerus memberikan produk dan layanan yang berkualitas untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.Sehingga pengukuran efisiensi kepuasan dan loyalitas pelanggan dinilai sangat penting bagi keberlangsungan sebuah provider GSM prabayar di tengah ketatnya persaingan. Berdasarkan perhitungan dengan Metode Data Envelopment Analysis, diketahui bahwa provider Kartu As merupakan provider yang memiliki nilai mean pure efficiency score dan overall efficiency score tertinggi. Sedangkan provider IM3 merupakan provider yang memiliki nilai mean pure efficiency score dan overall efficiency score terendah. Melalui penelitian ini telah diperoleh usulan perbaikan yang sekiranya dapat diterapkan oleh masing-masing provider dengan meninjau hasil penilaian pelanggan. Abstract                 Along with the development of Indonesia's economy, industries and many new companies have grown up, among which is the industry in the field of telecommunications, especially mobile telecommunications. Indonesia ranks fifth in the world of mobile users with 236.8 million users. This position illustrates that Indonesia has a high potential market in telecommunications, so many mobile phone companies incorporated in Indonesia. Network Director of XL Axiata reveals that prepaid GSM operator in Indonesia dominate 95% of the cellular market. The survey results of TOP Brand Award for three years from 2010 until 2012 on GSM prepaid card customers also showed that the prepaid GSM provider in Indonesia has stiff competition, so it can be indicated that consumers have many options to meet the needs to communicate. The more and varied GSM prepaid card providers in the offer, it will require other telecom operators to continually provide quality products and services to increase customer satisfaction and loyalty. So the measurement of satisfaction and customer loyalty efficiency is considered very important for the sustainability of a prepaid GSM provider in the middle of intense competition. Based on calculations by the method of Data Envelopment Analysis, note that the Kartu As provider has the highest score in pure efficiency and overall efficiency score. IM3 provider has the lowest score in pure efficiency and overall efficiency score. Through this study proposed improvements have been obtained that it can be applied by each provider to review the customer's assessment results.
ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS BATUBARA TE 67 HS di STOCKPILE dan di GERBONG KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN TOOLS STATISTIKA Midiawati, Midiawati; Saptadi, Singgih
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.016 KB)

Abstract

PT.Bukit Asam Tbk. Persero merupakan perusahan tambang batubara yang memiliki berbagai macam jenis batubara , salah satunya adalah batubara  jenis TE 67 HS. System penambangan batubara di PT.Bukit Asam adalah Open Pit (Sistem penambangan Terbuka) sehingga kualitas batubara dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Parameter kualitas batubara ditentukan oleh kadar Total Moisture, Kadar Inherent Moisture, kadar Ash, Kadar Volatile Meter, Kadar Fix Carbon, dan kadar Gross Calory Value yang terkandung. Batubara yang sudah dikeluarkan di tumpuk di stockpile dan kemudian dikirim ke gerbong kereta untuk diangkut kepelabuhan. Namun, terdapat perbedaan kualitas batubara saat di stockpile dan di gerbong kereta api. Oleh karena itu, dibutuhkan pengukuran secara statistika untuk mengukur signifikansi perbedaan kualitas batubara. Pengukuran menggunakan tools statistika yaitu statistika deskriptiv, analisa perbandingan rata-rata dua populasi, uji korelasi, regresi, uji partial, dan model regresi. Kandungan batubara yng mengalami perbedaan signifikan dan berpengaruh terhdap kandungan  GCV adalah kandungan Ash sebesar 46,65 % yang memberikan kontribusi terhadap GCV. Hubungan parameter-parameter kualitas batubara antara lain kadar Total Moisture, Inherent Moisture, kadar Ash, dan Kadar Volatile Meter berbanding terbalik dengan Total calory Value. Formulasi terbaik dalam pembentukan kualitas batubara adalah GCV = 7946,7- 13.671TM - 91.371IM – 77.135 Ash – 1,530 VM. Untuk menjaga konsistensi kualitas batubara adalah menerapkan metode management stockpile dengan pembuatan saluran air dan kolam penampungan air batubara.AbstrakPT.Bukit Asam Tbk. Limited is a coal mining company that has a wide range of coal types, one of which is coal TE 67 HS. System Bukit Asam coal mines are open pit (mining Open System) so that the coal quality is affected by the surrounding environment. Coal quality parameters are determined by the level of Total Moisture, Inherent Moisture, Ash content, Volatile Content Meter, Carbon fix levels, and the levels of Gross Value Calory contained. Coal already incurred in the stacks at the stockpile and then sent to the rail cars to be transported from port. However, there are differences in coal quality when in stockpile and in a railway carriage. Therefore, it takes a statistical measurement to measure the significance of differences in coal quality. Measurements using statistical tools that deskriptiv statistics, the average comparative analysis of two populations, correlation, regression, partial test and regression model. Yng coal levels experienced significant difference and affect the levels of GCV is Ash content of 46.65% provides to GCV. The relationship between coal quality parameters include level of Total Moisture, Inherent Moisture, Ash content, and the levels of Volatile Meter inversely proportional to the total calory Value. The best formulation in the formation of the quality of coal is GCV = 7946.7 - 13.671TM - 91.371IM - 77 135 Ash - 1,530 VM. To maintain consistency in the quality of coal is the stockpile management with the creation of water channels and pools of water coal.
IMPLEMENTASI MODEL PERSEDIAAN PROBABILISTIK MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FLUKTUASI PERMINTAAN DAN HARGA BARANG (Studi Kasus : P.T. Purinusa Eka Persada) Rifki Muhammad; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.806 KB)

Abstract

Material merupakan aspek penting dalam kegiatan produksi. Ketersediaannya akan sangat berpengaruh dalam kelancaran proses produksi. Pengadaan persediaan yang terlalu banyak akan menyebabkan perusahaan mengeluarkan biaya yang besar untuk menyimpan bahan baku/barang. Namun sebaliknya, pengadaan persediaan yang sedikit akan menyebabkan biaya pesan yang meningkat dan terjadi kemungkinan terhentinya proses produksi akibat kekurangan bahan baku. Kelebihan persediaan bahan baku dan kekurangan bahan baku dalam periode tahun 2013 hingga kuartal pertama tahun 2014 disebabkan karena pemesanan bahan baku kardus yang dilakukan P.T. Purinusa Eka Persada belum optimal karena hanya mempertimbangkan stok gudang, jumlah pesanan yang tertahan di pemasok, serta rata-rata pemakaian 3 bulan terakhir. Sedangkan dalam keadaan nyata, terjadi peristiwa fluktuasi permintaan, perubahan harga bahan baku dengan frekuensi yang sering, dan keberagaman jenis bahan baku. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang telah dilakukan dengan mempertimbangkan ketiga faktor tersebut, diperoleh sebuah keteraturan dalam pengelolaan persediaan yang ditunjukkan dengan kuantitas pembelian material yang sesuai dengan jumlah permintaan, periode pemesanan yang seragam untuk semua jenis material yakni tiap satu bulan sekali, dan turunnya biaya persediaan sebesar 11% dari sistem awal perusahaan.   ABSTRACT Material is an important aspect in production activities. The availability of the materials will have an effect to production flows. Too much procurement caused the company will have to pay more cost due to saving cost. On the otherside, too few procurement  caused the company will have the order cost increased and production activities stopped. Too much inventories and shortage during the 2013 period until first quartal in 2014 occurred because of the order policy is not optimal, because only considering the quantity of inventories in the warehouse, the order released but not received yet, and the average of usage in last three montsh in order policy. While in the real condition the fluctuative demand, multi item materials, and fluctuative price is not considered yet by the order policy of the company. Furthermore, it needs to be analyzed in order to find the optimal order policy for the procurement system in the company using an appropriate model. Based on the calculation and analysis has been done by considering these three factors, obtained an order in inventory management as indicated by the quantity of materials purchased in accordance with the number of requests, ordering period uniform for all types of materials that each once a month, and a drop in the cost of inventories by 11% of the initial system of the company. 
ANALISIS MODULARITAS MENGGUNAKAN METODE DFM PADA GENERATOR DESINFEKTAN PT. PG KREBET BARU Muhammad Ihsan Hidayat; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.8 KB)

Abstract

Penelitian ini berisi tentang analisis pada generator desinfektan. Proses ini dilakukan dengan pendekatan Design for Modularity yang bertujuan untuk memetakan modul-modul yang terdapat pada generator desinfektan. Modul-modul tersebut berkaitan akan diklasifikasikan menjadi modul fungsional dan fisik. Hal ini bertujuan untuk mengelompokkan modul sesuai dengan fungsi yang dimaksud maupun interaksi fisik antar komponennya. Proses dimulai dengan menganalisis kebutuhan sub-sistem tertentu, hal ini bertujuan untuk menetapkan fungsi kebutuhan umum dan fungsi objektif dari perancangan sub-sistem tersebut. Proses selanjutnya ialah membentuk diagram arus fungsi yang merupakan daftar item dari sub-sistem yang dipadankan dengan fungsi kebutuhan umum baik secara fungsional maupun hubungan fisik komponen. Pada tahap selanjutnya, pembentukan identifikasi spesifikasi tingkat sistem (SLS) dilakukan dengan pembentukan tabel rekap perpadanan antara komponen dengan fungsi kebutuhan umum maupun fisik antar komponen. Hasil dari identifikasi SLS akan membentuk indeks kesamaan fungsi yang akan menentukan pengelompokkan komponen sub-sistem menjadi modul-modul yang memiliki derajat kesamaan yang tinggi. Pada akhirnya, kombinasi pengelompokkan komponen sub-sistem dilakukan dengan melakukan variasi pengelompokkan. ABSTRACT This research is about analysis on disinfectant generator. This process is done by Design for Modularity approach that aims to map the modules contained in the disinfectant generator. The related modules will be classified into functional and physical modules. It aims to group the module in accordance with the intended function and physical interaction between its components. The process begins with analyzing the needs of a particular sub-system, which aims to establish the general functional requirements and objective functions of the design of the sub-system. The next process is to form a function flow diagram which is a list of items from sub-systems that are paired with general functional functions both functionally and physically related components. In the next stage, the establishment of System Level Specification identification (SLS) is done by forming a recap table of matching between the components with the function of general and physical needs among components. The results of SLS identification will form a commonality index function that will determine the grouping of sub-system components into modules that have a high degree of similarity. Finally, the combination of grouping of sub-system components is done by grouping variations.
Pengembangan Aplikasi untuk Menginvestigasi Human Error pada Kecelakaan Kereta Api Muhammad Hani; Singgih Saptadi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error merupakan faktor terbesar dibalik berbagai kejadian kecelakaan kereta api di Indonesia. Terjadinya human error sendiri bukan semata-mata karena kesalahan petugas di lapangan namun juga dipengaruhi oleh banyak faktor dari berbagai aspek. Untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya human error diperlukan suatu metode yang terstruktur dan lengkap. Salah satu metode analisa human error tersebut adalah HFACS-IR (Human Factors Analysis and Classification System-Indonesian Railroad). Pada metode HFACS-IR ini, suatu tindakan (error) yang dilakukan oleh operator dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari segi kondisi operator itu sendiri, aspek pengawasan, aspek organisasi, hingga faktor-faktor dari luar organisasi. Untuk mengerjakan proses analisa ini hingga diperoleh hubungan-hubungan faktor penyebab suatu human error akan memakan waktu yang cukup lama dan rumit jika dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu aplikasi sistem informasi terkomputerisasi untuk mempermudah pekerjaan ini. Pada penelitian ini, dikembangkan suatu aplikasi berbasis web untuk menganalisa human error yang terjadi pada suatu kecelakaan kereta api. Keluaran utama dari aplikasi ini berupa skenario rantai penyebab munculnya suatu human error. Skenario yang dihasilkan oleh aplikasi ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak yang terkait dalam memfokuskan upaya perbaikan yang dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi pada masa mendatang.
ANALISIS SENSITIVITAS RESPON KONSUMEN TERHADAP PERLUASAN MEREK PADA PRODUK CIMORY DI SEMARANG Helaria Ardelia Wigi Kusuma; Arfan Bakhtiar; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.559 KB)

Abstract

Bakpao dari cimory merupakan hasil perluasan merek yang dilakukan oleh PT. Cisarua Mountain Daily dari produk lama yaitu susu dan yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas respon konsumen terhadap perluasan merek dan untuk mengetahui arah respon konsumen terhadap perluasan merek yang dilakukan oleh cimory. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100. Metode yang digunakan adalah Hierarchy of Effect dimana ada enam tahapan dalam metode ini. Hasil penelitian menunjukkan nilai sensitivitas respon konsumen terhadap perluasan merek cimory dari produk yoghurt ke bakpao adalah 1,917. Ini menunjukkan hasil yang sensitif atau dapat dibilang signifikan. Perubahan respon konsumen menunjukkan arah positif dimana nilai ini menunjukkan sebesar 8 begitu juga dengan stimuli itu sendiri dimana hasil perubahan menunjukkan nilai sebesar 12. Nilai positif menunjukkan bahwa perluasan merek yang dilakukan oleh cimory terhadap produk bakpao mendapat respon yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yoghurt.   ABSTRACTSENSITIVITY ANALYSIS OF CONSUMER RESPONSE TOWARD BRAND EXTENSION OF CIMORY PRODUCTS IN SEMARANG. Bakpao of cimory is the result of brand extension by PT. Cisarua Mountain Daily of old products, namely milk and yoghurt. This study aims to determine the level of sensitivity of the consumer response to the brand extension and to know the direction of consumer response to the brand extension done by cimory. Respondents in this study as many as 100. The method used is the Hierarchy of Effect where there are six stages in this method. The results showed the sensitivity value consumer response to the brand extension cimory of yogurt products to bakpao is 1.917. It shows the results that can be considered sensitive or significant. Changes in consumer response indicates a positive direction where the value is demonstrated by 8 as well as the stimulus itself which change results showed a value of 12. A positive value indicates that the brand extension to the product done by cimory bakpao got higher responses compared to yoghurt products.
IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP ODOO 8 DI WAREHOUSE PT APPAREL ONE INDONESIA SEMARANG Andana Cantya Prayodya; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.819 KB)

Abstract

PT. Apparel One Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang garment. Dalam menjalankan proses bisnis nya terdapat permasalahan di bagian gudang bahan baku yaitu terkait efisiensi. Saat ini proses pencatatan dan pendataan barang yang masuk dan keluar di warehouse sebagian besar masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel yang mengakibatkan pekerjaan membutuhkan waktu dan tenaga kerja lebih banyak. Selain itu data dan informasi yang dimiliki suatu departemen tidak secara otomatis dapat diakses oleh departemen lain yang sebenarnya berhubungan dalam menjalankan pekerjaan nya dan membutuhkan data tersebut. Dengan menerapkan Software ERP seperti Odoo 8, dapat mengatasi permasalahan yang ada karena pencatatan dan pendataan dilakukan secara otomatis dan keputusan dapat diambil dengan cepat dan tepat. Dengan menerapkan SistemManajemen Pergudangan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kinerja dan mengurangi kesalahan dalam bekerja. AbstractIMPLEMENTATION ERP SOFTWARE ODOO 8 at WAREHOUSE DEPARTMENT PT APPAREL ONE INDONESIA SEMARANG, PT, Apparel One Indonesia is a manufacturing company engaged in the garment. In running its business processes there are problems in the warehouse that is associated with efficiency. Currently the process of recording and logging of incoming and outgoing goods in the warehouse is still largely done manually using Microsoft Excel resulting work takes time and more manpower. In addition, data and information owned by a department not automatically able to be accessed by other departments which are actually related in running their job and requires the data. Implementing ERP software such as Odoo 8 can solve the problems that exist because of record keeping and data collection is done automatically and decisions can be taken quickly and accurately. Implementing a Warehouse Management System expected to improve efficiency and performance and reduce errors in the work.

Page 65 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue