cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
Pengaruh Distraksi dan Kelelahan Kerja Terhadap Tingkat Kewaspadaan Masinis dan Asisten Masinis Kereta Api Kaligung Mas (Studi Kasus di PT. KAI DAOP IV Semarang) Kusumaningsari, Aldisa; Suliantoro, Hery; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.037 KB)

Abstract

Faktor operator dan sarana merupakan salah satu faktor terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kereta api, yaitu sebesar 28%. Untuk meminimasi jumlah kecelakaan kereta api di Indonesia, maka dilakukan penelitian yang membahas mengenai adakah pengaruh variabel gangguan dan kelelahan kerja terhadap tingkat kewaspadaan masinis dan asisten masinis. Software Stroop Test dan kuisioner FAS merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kelelahan kerja, sedangkan kuisioner General Job Stress digunakan untuk mengukur distraksi. Software Psychomotor Vigilance Test (PVT) digunakan untuk mengukur tingkat kewaspadaan. Dengan menggunakan metode regresi linier majemuk maka diketahui pengaruh dari kedua faktor terhadap tingkat kewaspadaan sebelum dan sesudah jam dinas. Dari pengolahan data yang dilakukan,didapatkan hasil uji F yaitu pada saat sebelum bekerja variabel distraksi dan kelelahan kerja (FAS) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,371 dan  variabel distraksi dan kelelahan kerja (Stroop Test) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 1,726. Sedangkan  pada saat setelah bekerja variabel distraksi dan kelelahan kerja (FAS) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,953 dan  variabel distraksi dan kelelahan kerja (Stroop Test) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,289. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan  bahwa faktor distraksi dan kelelahan kerja berpengaruh simultan dan individual terhadap tingkat kewaspadaan. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar terhadap tingkat kewaspadaan baik sebelum maupun sesudah jam dinas yaitu faktor kelelahan kerja.    ABSTRACT Factors operators and facilities is one of the biggest factors that cause the train wreck, which is 28%. To minimize the number of railway accidents in Indonesia, then conducted research that discussed the influence is there any variable to distraction and fatigue vigilance level machinist and machinist's assistant. Software Stroop Test and FAS questionnaire is a tool used to measure job burnout, while General Job Stress questionnaire used to measure distraction. Software psychomotor Vigilance Test (PVT) is used to measure the level of vigilance. By using the linear regression method, the compound of the two factors known to influence the level vigilance before and after office hours. From the data processing, the F test showed that the time before work variable distraction and fatigue (FAS) of the level of vigilance has a value of 2.371, distraction and fatigue (Stroop Test) on the level of vigilance has a value of 1.726. While at the time after work variable distraction and fatigue (FAS) on the level of vigilance has a value of 2.953, distraction and fatigue (Stroop Test) on the level of viilance has a value of 2.289. From these results it can be concluded that distraction and fatigue factors working simultaneously and individually affect the level of alertness. The factor that has the greatest influence on the level of vigilance both before and after office hours is the fatigue factor 
PENETAPAN STANDAR PROSES DAN PENGUKURAN WAKTU STANDAR PADA PRODUKSI TAHU BAXO IBU PUDJI (STUDI KASUS: CV PUDJI LESTARI SENTOSA) Annindya Nur Amalia Annindya Nur Amalia Annindya Nur Amalia; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.207 KB)

Abstract

CV Pudji Lestari Sentosa adalah usaha ekonomi produktif skala mikro yang terletak di Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah yang bergerak di sektor usaha makanan tahu bakso dengan merek dagang Tahu Baxo Ibu Pudji. Proses produksi CV Pudji Lestari Sentosa tidak mempertimbangkan perhitungan waktu standar dalam menentukan jumlah target produksi tiap harinya untuk masing-masing operator. Hasil pengukuran waktu standar dapat menjadi acuan untuk penetapan standar proses sehingga target produksi dapat dicapai sesuai waktu standar produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis permasalahan waktu standar bagian produksi tahu bakso rebus dan menentukan waktu standar untuk masing-masing tahapan proses produksinya. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu standar untuk masing-masing proses produksi adalah proses penyayatan tahu (7,76 detik), proses pengisian tahu (16,47 detik), proses pengemasan tahu bakso (33,91 detik), dan proses sealing kemasan tahu bakso (18,55 detik).  Abstract [Determinating Standard Process and Measuring Standard Time of Tahu Baxo Ibu Pudji Production (Study Case: CV Pudji Lestari Sentosa)] CV Pudji Lestari Sentosa is a micro-scale productive economic enterprise that located in Ungaran, Central Java. This company is engaged in food business sector called meatball tofu that using Tahu Baxo Ibu Pudji as trademark. Production process in CV Pudji Lestari Sentosa doesn’t considered standard time measurement to determine the number of production target for each operator in one day. The result of standard time measurement could be used as a reference for determining the process standard so the production target could be obtained according to the production standard time. This research aims to analyze standard time of meatball tofu production and determine standard time for each stage of production process. Result shows that standard time for each production process are tofu slicing process (7,76 second), tofu filling process (16,47 second), meatball tofu packaging process (33,91 second), and meatball tofu sealing package process (18,55 second).
PENGARUH REWARD SYSTEM DAN MOTIVASI KARYAWAN TERHADAP INOVASI PERUSAHAAN DALAM PENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. TELKOM Indonesia Jateng & DIY) Yohanna Ayu Wulan; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inovasi merupakan salah satu jaminan perusahaan dalam meningkatkan daya saingnya..PT. Telkom  merupakan  salah satu perusahaan yang membudayakan inovasi pada perusahaan serta karyawannya untuk mempertahankan pelanggan dalam dengan melakukan sistem reward didalamnya. Sistem reward menurut jenisnya dibedakan menjadi 2 yaitu reward material dan reward non material dimana masing-masing jenis reward ini mamiliki pengaruh yang berebda dalam kondisi yang berbeda. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Yuan Li dkk menunjukkan adanya pengaruh sistem reward material dan reward non material terhadap inovasi perusahaan yang mempengaruhi pula kinerja perusahaan.penelitiannya dilakukan pada perusahaan teknologi di Cina dimana penelitian ini mendapaktan hasil bahwa reward non material memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding reward non material.Kedua jenis reward ini dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada kondisi dan budaya yang berbeda pula/ oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh system reward dengan dua jenis yang berbeda ( reward material dan non material ) yang dilakukan PT. Telkom terhadap motivasi karyawan dan inovasi perusahaan ,serta pengaruh inovasi tersebut  terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Sreuctural Equation Modelling (SEM) yang diolah dengan software AMOS 20 dengan criteria goodness of fit yang telah terpenuhi sebagai berikut CMIN/DF (1,529), RMSEA (0,065) , GFI ( 0,783) , AGFI (0,745, TLI  (0,826) ,CFI (0,842),  dan PNFI (0,597)  )  dan diperoleh hasil bahwa untuk meningkatkan motivasi karyawan pada PT. Telkom, pengaruh reward non material (kepercayaan, wewenang, dlll) lebih besar dibandingkan pengaruh dari reward materialdengan perbandingan 54,7 %  dan 13,3 %..sedangkan untuk memacu inovasi perusahaan pengaruh reward material sebesar 21,7% dan reward non material tidak berpengaruh secara langsung namun memiliki pengaruh secara tidak langsung.  
ANALISIS PENYEBAB CACAT PRODUK KERAMIK TABLEWARE YANG DIHASILKAN MESIN DUSTPRESS DI PT. SANGO CERAMICS INDONESIA MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) Kasih, Puji Handayani; Sari, Diana Puspita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.935 KB)

Abstract

PT. Sango Ceramics Indonesia memproduksi keramik jenis tableware (peralatan rumah tangga seperti gelas, mangkuk, mug, piring dan lain lain) dengan menggunakan empat jenis mesin cetakan yang berbeda yaitu mesin dustpress, roller, high presurre casting (HPC) dan mesin casting. PT. Sango Ceramics Indonesia mengalami penurunan kualitas yang ditunjukkan dengan penurunan nilai yield pada semua jenis mesin. Mesin dustpress mengalami penurunan yield sebesar 12,98%, mesin casting sebesar 0,7%, mesin HPC sebesar 12,39%, dan mesin roller sebesar 11,13%. Penurunan nilai yield menunjukkan peningkatan produk cacat mengakibatkan proses rework meningkat sehingga berakibat pada peningkatan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cacat terbanyak berdasarkan mesin dan jenis cacat untuk mendapatkan alternatif penyelesaian masalah untuk mengurangi jumlah cacat keramik. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dengan alat yang digunakan diagram pareto, peta kendali, diagram fishbone dan usulan perbaikan 5W + 1H. Jumlah cacat tertinggi terjadi pada produk yang dihasilkan mesin dust press. Jenis cacat terbanyak adalah jenis cacat tobi (lubang jarum pada permukaan glaze yang tembus ke body) dengan presentase 82,19%. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan analisis penyebab menggunakan cause and effect diagram dengan metode 5W+1H. Terdapat 6 usulan perbaikan untuk penyebab cacat oleh manusia, lingkungan, mesin, metode dan material.   Abstract PT. Sango Ceramics Indonesia produce ceramics type tableware (such a glass, bowl, mug, plate and others) using four different types of molding machines namely dustpress machine, roller, high casting presurre (HPC) and machine casting. PT. Sango Ceramics Indonesia suffered a decline in the quality of the product is shown by an decrease in yield number . on all a kind of machine . Dustpress machine decreased yield of 12,98 % , casting  machine of 0.7 % , HPC  machine of 12,39 % , and roller machine of 11,13 % .Reduction in the value of yield shown increase of a defective product resulted in the process of rework rise so that led to increase in the production cost . This research aims to identify the most amount of defective product based on engines and defective product types to get an alternative solution to reduce the number of defect ceramic. This research use method Statistical Process Control (SPC) with tools that use the pareto diagrams, fishbone diagrams, control chart and proposal of improvement 5W+1H. The highest number of defects occurred in the product is produced by machine dust press. Most defect prodct is a type of defect tobi (pinhole on the surface of the glaze penetrate into the body) with a percentage of 82,19%. The proposed improvements are given based on the analysis of the cause use cause and effect diagram by 5W+1H. There are six repair proposal for a cause deformed by humans , environment , machine , methods and material.
USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA YANG BERKELANJUTAN DI BUKIT CINTA RAWA PENING DENGAN MENGGUNAKAN SWOT ANALYSIS DAN PENDEKATAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) Artati Rut P. Girsang; Dyah Ika Rinawati; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.699 KB)

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan adalah sebuah upaya pembangunan yang meliputi aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan kebutuhan di masa mendatang. Bukit Cinta Rawa Pening merupakan salah satu wisata yang ada di Kabupaten Semarang yang memiliki visi “Terwujudnya Bukit Cinta Rawa Pening sebagai ruang terbuka hijau, ruang wisata tematis dan berkelanjutan” namun belum sepenuhnya menerapkan wisata yang berkelanjutan. Jika dilihat dari segi lingkungan, wisata ini memiliki potensi pemandangan alam yang indah dan dan juga Rawa Pening. Wisata memberikan dampak secara ekonomi terhadap masyarakat baik dari segi pembukaan lapangan kerja serta peluang melakukan usaha sehingga masyarakat memperoleh keuntungan akan keberadaan wisata. Jika dilihat dari sosial budaya, keberadaan wisata juga penting dalam mempertemukan wisatawan dan mempertemukan antar budaya yang berbeda sehingga dalam wisata tersebut perlu pemeliharaan budaya lokal. Oleh karena itu, dalam upaya pencapaian wisata yang berkelanjutan, dibutuhkan suatu strategi yang tepat. Ada 3 (tiga) tujuan dalam penelitian ini yakni ingin mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Bukit Cinta Rawa Pening, mengetahui alternatif perencanaan strategi dan menentukan prioritas strategi wisata yang berkelanjutan. Dalam menentukan strategi dilakukan identifikasi lingkungan internal eksternal yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman berdasarkan indikator – indikator Sustainable Development Tourism. Hasil dari identifikasi lingkungan internal eksternal ini nantinya dianalisis menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE dan matriks SWOT. Dalam menentukan strategi prioritas digunakan metode Analytical Network Process (ANP) sehingga dihasilkan strategi prioritas yakni pertama mengusulkan program pengembangan infrastruktur wisata yang meliputi fasilitas wisata (permainan), fasilitas Tugu Baru Klinting dan Museum Patung Naga Raksasa, sarana transportasi, fasilitas pelayanan di danau serta kedua membekali masyarakat sekitar/memberikan wawasan terhadap masyarakat tentang Bukit Cinta Rawa Pening. ABSTRACKSustainable development tourism is a development effort that covers economic, socio sultural and environmental aspects for the needs present but does not sacrifice future needs.  Bukit Cinta Rawa Pening is one of the tours in Semarang Regency that has a vision of “Realizing Bukit Cinta Rawa Pening as a green open space, theatic and sustainable tourist space” but has not fully implemented sustainable tourism.  If viewed in terms of the environment, this tour has the potential of beautiful natural scenery and also Rawa Pening. Tourism has an economic impact on the community both in terms of opening jobs and opportunities to do business so that people get benefit from tourism. When viewed from social culture, the existence of tourism is also important in bringing tourist together and bringing together different culture sothat tourism needs to preserve local culture. Therefore, in an effort to achieve sustainable tourism, an appropriate strategy is needed. There are 3 (three) objectives in this study, namely to find out the strengths, weakness, opportunities and threats of Bukit Cinta Rawa Pening, find out alternatif strategic planning and prioritize sustainable tourism strategies. In determining the strategy, identification of the external internal environment includes strengths, weakness, opportunities and threats based on indicators- indicators of Sustainable Development Tourism. The results of the identification of this external internal environment will be analyzed using the IFE matrix, EFE matrix, IE matrix and SWOT matrix. In determing priority strategies the Analytical Network Process (ANP) method was used so that priority strategy is generated namely first proposing a tourism infrastructure development program which includes tourism facilities, Tugu Baru Klinting, Naga Raksasa Sculpture, transportations and facilities on the lake and the second equip the surrounding community/provide insight to the community about Bukit Cinta Rawa Pening.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, BERAT BADAN DAN TINGKAT BEBAN KERJA TERHADAP DENYUT NADI (Studi Kasus Ground Handling Bandara Ahmad Yani Semarang) Aisyah Aisyah; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas ground handling bandara Ahmad Yani Semarang adalah aktivitas penting yang dilakukan dalam kegiatan penerbangan pesawat. Dan merupakan bagian yang berperan penting terhadap keselamatan penerbangan. Petugas ground handling, khusunya petugas apron bertanggung jawab melakukan persiapan sebelum take off ataupun pada saat landing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi temperatur, berat badan pekerja dan tingkat beban kerja pekerja, mengetahui pengaruh temperatur, berat badan dan tingkat beban kerja terhadap denyut nadi 51 pekerja apron baik secara simultan ataupun individual dan menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap denyut nadi. Pengujian pengaruh hubungan variabel-variabel independen (temperatur lingkungan kerja, berat badan, tingkat beban kerja) terhadap denyut nadi dilakukan  dengan menggunkan uji regresi berganda, uji t dan uji F. Persamaan regresi yang diperoleh adalah ŷ = 141,062 - 1,452 x1 - 0,697 x2 + 11,681 x3. Berdasarkan uji t dan uji f yang telah dilakukan semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen baik secara simultan ataupun secara individual. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa temperatur lingkungan mempunyai koefisien R 0,18, berat badan 0,17 dan faktor tingkat beban kerja 0,424.Hal ini berarti bahwa tingkat beban kerja paling berpengaruh terhadap denyut nadi pekerja apron Bandara Ahmad Yani Semarang.ABSTRACTGround handling activities Ahmad Yani airport in Semarang is an important activity carried out in the aircraft flight activity. And a part that is vital to the safety of flight. Ground handling officers, especially officers responsible apron preparation before the flight (take off) or at landing. This study aims to determine the conditions of temperature, body weight and level of workload workers, determine the effect of temperature, body weight and level of workload on the pulse of 51 workers apron either simultaneously or individually. Testing the influence of the independent variables relationship (work environment temperature, body weight, level of workload) of the pulse is done by using multiple regression test, t test and F test Obtained regression equation is Y = 141.062 - 1.452 x1 - 0.697 x2 +11.68 x3. Based on the t test and f test that has been done all the independent variables have a significant influence on the dependent variable either simultaneously or individually. Results of calculation of the coefficient of determination indicates that environmental temperature has a coefficient R 0.18, 0.17 weight factor and 0.424 level workload. This means that the level of workload the most influence on the pulse of the apron workers Ahmad Yani Airport in Semarang.
USULAN PENERAPAN METODOLOGI SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK KABEL NYY 4X 16 MM2 (STUDI KASUS PT SUCACO TBK, JAKARTA) Cahya Farradita Sulistya; Ratna Purwaningsih
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.079 KB)

Abstract

Kualitas merupakan hal yang mutlak dimilki oleh suatu produk, dimana kualitas yang baik akan menunjukkan semakin kompetitifnya perusahaan di pasar global maupun Internasional. Kualitas produk ditentukan oleh seberapa baik karakteristik kualitasnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen. PT Sucaco merupakan perusahaan yang bergerak di industri kabel. Sebagai perusahaan multinasional, PT Sucaco dituntut untuk menghasilkan kabel yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Namun pada kenyataannya dalam proses produksi seringkali terdapat masalah pada hasil bending kabel yang tipis. Untuk itu perlu dilakukan suatu pengendalian kualitas dengan menggunakan alat kendali kualitas statistik (Statistical Process Control), yang mana salah satu metode yang menerapkan SPC adalah metode Six Sigma.  Pada metode ini penelitian dilakukan melalui 5 tahapan DMAIC yaitu: define, measure, anayze, improve, dan control. Adapun variabel yang digunakan adalah thick inner sheat kabel NYY 4x16 mm2.. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa proses bending kabel di PT Sucaco  mencapai tingkat kapabilitas sigma 2,08 -Sigma, sedangkan kapabilitas proses bending tersebut masih kurang dari 1.  ABSTRACT [Tittle : Proposed Application Of Six Sigma Methodology To Improve Quality Products Cables NYY 4x 16 mm2 (Case Study at Pt . Sucaco Tbk Jakarta )] Quality is an absolute owned by a product, where a good quality will show increasingly competitive in the global market as well as globally. The quality of products is determined by how well the characteristics of quality in accordance with what consumers need. PT Sucaco is a company engaged in the cable industry. As a multinational company, PT Sucaco required to produce quality cables and in accordance with established specifications. But in fact in the production process there is often a problem on the results of bending a thin cable. It is necessary for a quality control by using statistical quality control (Statistical Process Control), which is where one of the methods that implement Six Sigma SPC is a method. In this method of research conducted through five stages, namely DMAIC: define, measure, anayze, improve, and control. The variables used were thick inner sheat NYY cable 4x16 mm2 .. The results of the data analysis concludes that the cable bending process in PT Sucaco reached a level of 2,08 sigma-Sigma capability, while the bending process capability is still less than 1.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, REWARD DAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA (Studi Kasus PT Indotama Omicron Kahar) Rahmawati, Annisa; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.109 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kepuasan kerja pada PT Indotama Omicron Kahar. Hal ini terlihat dari tingkat absensi dan turnover yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan jumlah produksi yang mengalami penurunan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh motivasi, reward dan hubungan kerja terhadap kepuasan kerja dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini menguji motivasi (X1), reward ekstrinsik (X2), reward intrinsik (X3),hubungan kerja dengan rekan kerja (X4) dan hubungan kerja dengan manajemen (X5) terhadap kepuasan kerja (Y).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Indotama Omicron Kahar. Sampel yang diambil sebanyak 96 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Dimana semua variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,745. Sehingga menunjukkan bahwa 74,5% variabel kepuasan kerja dijelaskan oleh motivasi, reward ekstrinsik, reward intrinsik, hubungan kerja dengan rekan kerja dan hubungan kerja dengan manajemen. Sisanya sebesar 25,5% kepuasan kerja dijelaskan oleh variabel lainnya.   ABSTRACTThe purpose of this study is to examine job satisfaction of PT INDOTAMA Omicron Kahar. This problem can be seen from the level of absenteeism and turnover has increased from year to year and the amount of production has decreased each year. This study aims to analyze how the influence of motivation, reward and working relationship to job satisfaction and to identify and analyze the dominant factors affecting job satisfaction. This study examine motivation (X1), extrinsic rewards (X2), intrinsic rewards (X3), working relationships with co-workers (X4) and a working relationship with management (X5) towards job satisfaction (Y). The population in this study were all employees of PT INDOTAMA Omicron Kahar. 96 respondents were taken as samples using Slovin formula. The analytical method used is multiple regression analysis. Where all independent variables have positive and significant effect on the dependent variable. Adjusted R Square value is equal to 0.745. 74.5% showed that job satisfaction variables described by motivation, extrinsic rewards, intrinsic rewards, working relationships with co-workers and management. The remaining 25.5% of job satisfaction is explained by other variables. 
Penjadwalan Lifting Produk Premium-88 dan Pertamax-92 Menggunakan Metode Distribution Requirement Planning (DRP) dalam Mengantisipasi Peramalan Demand per Periode Maret-April 2016 Gifari, Akbar Romadhona; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.513 KB)

Abstract

Tujuan – Jurnal ini menggunakan pendekatan kajian metode Distribution and Requirement Planning (DRP) dalam menentukan penjadwalan yang diakukan pada lifting produk Premium-88 dan Pertamax-92 di PT. Pertamina (Persero), dengan berdasarkan pada data peramalan demand per periode Maret – April 2016. Tujuan pada jurnal ini adalah membandingkan jadwal lifting produk dengan menggunakan DRP dan berdasarkan data realisasi perusahaan, sehingga diketahui gap yang sebelumnya tidak pernah diantisipasi.Metodologi – Jurnal ini mengambil data dari observasi dilakukan selama satu bulan dari tanggal 1 Februari 2016 sampai 29 Februari 2016 di PT. Pertamina (Persero). Dalam melakukan pengolahan data, langkah-langkahnya dibagi menjadi empat tahap, yaitu Forecasting, Nettiing, Lotting, Offsetting, dan Explosion. Kegiatan yang dilakukan adalah analisis data STS dan wawancara secara langsung mengenai pengelolaan dari lifting produk PT. Pertamina (Persero). Perhitungan DRP yang dilakukan tidak menggunakan reorder point karena system yang digunakan oeh PT. Pertamina (khususnya Refinery Unit Balongan) menggunakan push system.Hasil – Hasil DRP dengan realisasi Premium dan Pertamax pada Maret 2016 ada perbedaan dalam jumlah lifting. Perhitungan DRP, premium dilakukan lifting sebanyak 9 kali sedangkan realisasi sebanyak 8 kali. Perhitungan DRP Pertamax dan realisasi tidak ada perbedaan jumlah lifting, yaitu sebanyak 2 kali. Terdapat penghematan produk yang dikirim yaitu 12.017 KL pada produk Premium dan 552 KL pada produk Pertamax. AbstractScheduling on Lifting Premium-88 and Pertamax-92 Products using the Distribution Requirement Planning (DRP) Method in Anticipating Demand Forecasting on Period March-April 2016. This journal uses the approach of Distribution and Requirement Planning (DRP) method in determining the scheduling for the lifting of Premium-88 and Pertamax-92 products in PT. Pertamina (Persero), based on demand forecasting data on period March - April 2016. The purpose of this journal is to compare product lifting schedule by using DRP and based on company realization data, so the gap is known which previously was never anticipated. The data was taken from the observation at PT. Pertamina (Persero) on February 1, 2016 until February 29, 2016. In performing data, the steps are divided into four stages, Forecasting, Netting, Lotting, Offsetting, and Explosion. Activities which undertaken are STS data analysis and direct interviews regarding the management of lifting products of PT. Pertamina (Persero). Calculation of DRP is not using reorder point because the system used by PT. Pertamina (especially Balongan Refinery Unit) uses push system. DRP results with the realization of Premium and Pertamax in March 2016 there is a difference in the number of lifting. DRP calculation, premium is lifted by 9 times while the realization of 8 times. Calculation of DRP Pertamax and realization there is no difference in the number of lifting, which is 2 times. There are savings on shipped products which are 12,017 KL on Premium products and 552 KL on Pertamax products.  
ANALISIS POSTUR KERJA DAN REKOMENDASI FASILITAS PENDUKUNG PEKERJA BAGIAN PEMOTONGAN MATERIAL (Studi Kasus di CV.X, Semarang) Anik Dwi Harini; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV.X Semarang merupakan industri manufaktur yang memproduksi berbagai macam hospital equipment. Dalam proses produksinya dilakukan beberapa jenis proses permesinan. Fokus penelitian ditujukan terhadap proses pengerjaan pemotongan material untuk produk hospital bed dengan mesin gerinda. Kondisi stasiun kerja yang kurang ergonomis sehingga dijumpai beberapa kondisi kerja yang menyebabkan keluhan dan ketidaknyamanan kerja akibat postur pekerja yang statis dan beban kerja yang diterima. Hal ini diperkuat dengan hasil peninjauan awal dengan metode Nordic Body Map. Berdasarkan data kondisi awal kerja tersebut, akan dilakukan evaluasi ergonomi serta rekomendasi fasilitas pendukung terhadap stasiun kerja pemotongan material. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi dengan  metode Rapid Entire Body Assessment. Sedangkan yang digunakan untuk rekomendasi fasilitas pendukung kerja dengan evaluasi dan pertimbangan ergonomis dengan diaplikasikannya data antropometri. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kerja awal menunjukkan skor REBA antara 8-11 artinya menunjukkan level resiko yang sangat tinggi. Dengan penambahan fasilitas kerja berupa meja potong skor REBA turun menjadi 3 yang menunjukkan level resiko rendah. Hal ini dikarenakan oleh ukuran meja potong telah disesuaikan dengan antropometri pekerja di bagian pemotongan material menghasilkan postur yang lebih ergonomis. Abstract CV.X Semarang is a manufacturing industry that produces a wide range of hospital equipment. In the production process applied several types of machining processes. The focus of research directed toward the process of cutting materials for hospital bed product with grinding machinery. Conditions that are less ergonomic work stations, so found some working conditions that cause discomfort complaints and work postures due to the static workers and workloads are received. This is reinforced by the results of the initial review by the method of Nordic Body Map. Based on data from the initial conditions of work, will be evaluated for ergonomics as well as support facilities and advice on material cutting work stations. The method used to evaluate ergonomics with Rapid Entire Body Assessment method. While that is used for support facilities and advice on working with the evaluation and ergonomic considerations by the application of anthropometrics data. From the analysis results that have been performed, it is known that the initial working conditions show REBA score of 8-11 means indicates a very high level of risk. With the addition of a cutting table working facilities REBA score dropped to 3 which indicates a low risk level. This is due to the size of the cutting table has been adapted to the anthropometry of workers in the cutting material produces a more ergonomic posture. 

Page 67 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue