cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
KERUSAKAN HEPAR DAN KADAR ENZIM KATALASE TIKUS WISTAR TERPAPAR FLUPHENAZINE DECANOATE Gloria Seraphine Ratna Utari; Astika Widy Utomo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.653 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14456

Abstract

Latar belakang : Fluphenazine decanoate merupakan obat anti psikotik golongan tipikal yang dikonsumsi dalam jangka lama. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan stress oksidatif. Enzim katalase merupakan salah satu marker stress okisdatif, kerusakan sel akibat stress oksidatif juga dapat dilihat dari histopatologi sel hepar berupa kerusakan ringan hingga kematian sel. Penelitian ini meneliti tentang kerusakan histopatologi hepar dan kadar enzim katalase setelah diberi fluphenazine decanoate.Tujuan : Mengetahui kerusakan histopatologi hepar dan kadar enzim katalase akibat pemberian fluphenazine decanoate dosis bertingkatMetode : Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post-test only control group design. 15 ekor tikus jantan wistar dibagi 3 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol (K) diberi diet standar dan injeksi sesame oil, kelompok perlakuan I (P1) diberi diet standar dan injeksi fluphenazine decanoate 1 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan PII (P2) diberi diet standar dan injeksi fluphenazine decanoate 2 mg/kgBB selama 28 hari. Hari ke-28 tikus diterminasi dan diambil organ hepar. Sebagian organ hepar dijadikan ekstrak untuk pengukuran kadar katalase dan sebagian dibuat preparat histopatologiHasil : Kadar katalase tertinggi dengan persentase 62,5% dan kerusakan histopatologi terparah dengan skor histopatologi 2,5 didapatkan pada kelompok dengan pemberian fluphenazine decanoate dosis 2 mg/kgBB. Terdapat perbedaan kadar katalase kelompok kontrol dengan kelompok PI walaupun tidak signifikan, sedangkan kelompok lain menunjukkan hubungan yang bermakna.Kesimpulan : Terdapat kerusakan histopatologi hepar dan peningkatan kadar enzim katalase tikus wistar terpapar fluphenazine decanoate dosis 2 mg.
PERBANDINGAN RAWAT INAP ULANG PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK BERDASARKAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI Mega Femina Qurrati; Charles Limantoro; Ariosta Arisota; Andreas Arie Setiawan; Yosef Purwoko
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.551 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20938

Abstract

Latar belakang: Gagal Jantung Kronik (GJK) terkait dengan dampak kerugian besar pada kualitas hidup dan harapan hidup. Pada gagal jantung kiri, ventrikel kiri jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Terdapat dua jenis gangguan fungsi jantung kiri yaitu disfungsi sistolik dan disfungsi diastolik. Gagal jantung kronik sering mengakibatkan rawat inap berulang pada pasiennya dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Penyebab GJK secara pasti belum diketahui, tetapi secara umum dikenal berbagai faktor yang berperan penting terhadap timbulnya gagal jantung.                                                                                                  Tujuan: Mengetahui frekuensi rawat inap ulang pasien gagal jantung kronik berdasarkan HFpEF, HFmrEF,HFrEF, dan perbandingan rawat inap ulang pasien gagal jantung kronik berdasarkan fraksi ejeksi.                                                 Metode: Penelitian ini menggunakan metode Case-control. Subjek penelitian adalah pasien gagal jantung kronik yang telah menjalani pemeriksaan ekokardiografi di RSUP dr Kariadi Semarang.                                          Hasil: didapatkan 70 subjek dengan jumlah laki- laki 46 dan perempuan 24 dengan nilai tengah pada frekuensi rawat inap ulang HFpEF 1 kali , pada HFmrEF 1 kali, dan pada HFrEF 2 kali. Perbandingan rawat inap ulang pasien gagal jantung kronik tidak memperoleh hasil yamg signifikan dengan fraksi ejeksi (p>0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara rawat inap ulang pasien gagal jantung kronik terhadap tipe fraksi ejeksi ventrikel kiri.
PEMANFAATAN EKSTRAK VIRGIN COCONUT OIL UNTUK TUMIT PECAH-PECAH Besti Wika Presilia; Buwono Puruhito; Holy Ametati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v6i3.18389

Abstract

Latar belakang: Tumit pecah-pecah merupakan suatu keadaan klinis yang di tandai dengan terdapatnya fisura pada tumit. Fisura yang terjadi pada tumit pecah akibat dari kulit kering. Ekstrak Virgin Coconut Oil dapat dijadikan sebagai bahan dasar pelembab untuk tumit pecah-pecah.Tujuan: Mengetahui manfaat ekstrak Virgin Coconut Oil untuk tumit pecah-pecah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan one-group pre-test post-test design menggunakan 29 responden yang diperoleh dengan cara purposive sampling. Responden mengisi kuesioner. Kemudian dilakukan pemotretan keadaan tumit pecah-pecah sebelum pemakaian Virgin Coconut Oil. Lalu responden diberi produk penelitian yang dioleskan pada tumit pecah-pecah dua kali sehari selama 28 hari. Terakhir, dilakukan pemotretan untuk melihat keadaan tumit pecah-pecah setelah pemakaian Virgin Coconut Oil. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Dari 29 responden yang memakai produk penelitian, 12 responden mengalami penurunan skor XSS dan 17 responden tidak mengalami peningkatan maupun penurunan skor XSS setelah pemberian produk penelitian selama 28 hari. Dari uji normalitas Shapiro-Wilk didapatkan hasil p=0,002 sehingga sesuai dengan uji hipotesis Wilcoxon terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemakaian VCO.Simpulan: Ekstrak Virgin Coconut Oil efektif untuk mengurangi tingkat keparahan tumit pecah-pecah.
EKSTRAK TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) MENURUNKAN KADAR GLUTATION DARAH TIKUS WISTAR HIPERURISEMIA Junnaeni Junnaeni; Endang Mahati; Nani Maharani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.903 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23797

Abstract

Latar Belakang : Hiperurisemia menyebabkan kerusakan membran sel seperti sel hepar dan ginjal akibat reaksi berantai peroksidase lipid. Kerusakan tersebut menimbulkan peningkatan kadar stress oksidatif. Tomat mengandung likopen dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja glutation (GSH) dalam tubuh. Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak tomat (Lycopersicon esculelntum Mill.) terhadap kadar GSH darah tikus wistar hiperurisemia. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian True Experimental dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 24 ekor tikus wistar jantan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diadaptasi selama 7 hari, diberi pakan dan minum standar. Kelompok K1 tidak diberi perlakuan, Kelompok K2 diberi pakan dan minum standar, hati ayam, dan potasium oksonat. Kelompok P1 diberi pakan dan minum standar, hati ayam, potasium oksonat, dan ekstrak tomat 1 mg/200grBB/hari. Kelompok P2 diberi pakan dan minum standar, hati ayam, potasium oksonat, dan ekstrak tomat 1,5 mg/200grBB/hari. Ekstrak tomat diberikan mulai hari ke-21 sampai ke-35. Pada hari ke-36, sampel darah  diambil di retroorbita kemudian diterminasi. Plasma darah kemudian dianalisis untuk mengetahui kadar GSH. Hasil : Kadar GSH pada kelompok K1 = 154 ± 21,9 µg/ml; K2 = 228 ± 30,3 µg/ml; P1= 193 ± 21,5 µg/ml; dan P2= 176 ± 23,9 µg/ml. Simpulan : Pemberian ekstrak tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) menurunkan kadar GSH darah tikus wistar hiperurisemia dan secara statistik didapatkan perbedaan yang tidak bermakna.Kata Kunci : ekstrak tomat (Lycopersicon esculentum Mill.), kadar GSH, hiperurisemia
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI Meiliza Ariesti C. Hutauruk; Gunawan Wibisono; V. Rizke Ciptaningtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.446 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11356

Abstract

Background: The main requirement for the forming of caries is the plaque on the mouth. Bacteriahave a vital role in causing caries and periodontal. Streptococcus mutans is considered to have a vital role in causing caries. This research used liquid smoke solution which has antibacterial effect.Aim: Knowing the effect of the application of liquid smoke solution at various concentrations on the growth of S. mutans and determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC).Methods: This research is experimental research with post test only control group design. The sample used the colony of S. mutans. In this research, there were six sample groups and one control group.The sample’s given was by applying the liquid smoke solutions with 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, and 0% concentration levels towards the research samples.The data was obtained by visually observing the growth of S. mutans colonies in each sample groups. Statistical test was using Kruskal-Wallis test and continued with Mann-Whitney test.Results: Result from the research shows the role of liquid smoke solutions in hindering the growth of S.mutans through its chemical components. Giving smoke liquid solution on 6,25 concentration can hold the growth of S.mutans bacteria and on 12,5 % concentration can kill the growth of S. mutans bacteria.Conclusion: Giving the smoke liquid solution on any concentration can give effect for the growth of S.mutans.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE) DENGAN KETOKONAZOL 2% SEBAGAI ANTIJAMUR MALASSEZIA FURFUR SECARA IN VITRO Yosia Iskandar; Budhi Surastri Soejoto; Purnomo Hadi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.845 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18651

Abstract

Latar belakang: Malassezia furfur adalah salah satu jamur yang menjadi penyebab penyakit-penyakit yang tersebar di seluruh dunia. Ketokonazol 2% merupakan salah satu obat imidazol antifungal sintetik yang ditetapkan untuk penyakit infeksi kulit termasuk penyakit dengan penyebab Malassezia furfur.  Air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) memiliki kandungan limonen yang sudah diteliti sebelumnya memiliki efek penghambatan pertumbuhan pada Malassezia furfur. Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas air perasan jeruk nipis dengan ketokonazol 2% sebagai antijamur Malassezia furfur secara in vitro.Metode: Penelitian ini adalah eksperimental dengan Post test  only  control group design. Sampel penelitian adalah biakan jamur Malassezia furfur pada media Sabouraud Dextrose Agar olive oil dengan jumlah sampel 5 untuk setiap perlakuan. Terdapat 8 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Pertumbuhan koloni Malassezia furfur dinilai selama 2-5 hari setelah  penanaman pada suhu 25°C dilanjutkan pemeriksaan mikroskopik. Hasil data penelitian dilakukan uji hipotesis penelitian dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji Mann-Whitney.Hasil: Uji Kruskal-Wallis seluruh perlakuan didapatkan p=0,00. Dari uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan tidak bermakna antara perlakuan ketokonazol dengan air perasan jeruk nipis 100% (p=1,00) dan perbedaan bermakna antara ketokonazol 2% dengan air perasan jeruk nipis konsentrasi yang lain (p=0,008)Kesimpulan: Air perasan jeruk nipis (konsentrasi 100%) dan ketokonazol memiliki efek sebagai antijamur Malassezia furfur yang setara.
DISTRIBUSI GEOGRAFIS DAN TINGKAT KEPARAHAN PASIEN KARSINOMA HEPATOSELELULER ETIOLOGI VIRUS HEPATITIS B DI RS.DR KARIADI Muhammad Nadhim RP; Ch. Suharti Ch. Suharti; Hardian Hardian
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.84 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15494

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma hepatoseluler (KHS) menduduki peringkat kelima dari seluruh keganasan di seluruh dunia. KHS merupakan 10-20% dari seluruh penyakit hepar di Indonesia. Belum terdapat data distribusi geografis pasien KHS etiologi virus Hepatitis B di Jawa Tengah.Tujuan : Mengetahui distribusi geografis dan hubungan lokasi asal pasien dengan tingkat keparahan KHS etiologi virus Hepatitis B di RSUP Dr Kariadi Semarang.Metode : Penelitian retrospektif melalui rekam medis pasien KHS yang dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2013-2015. Variabel yang dianalisis meliputi Distribusi tempat tinggal pasien (desa/kota), Karakteristik Klinik : usia, jenis kelamin, ,Tingkat keparahan: skor Child-Pugh,Staging BCLC, dan kadar AFP . Data diolah menggunakan program SPSS, tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil : Didapatkan 103 pasien KHS dengan distribusi geografis asal pasien terbanyak dari Demak (22,3%), Semarang (17,5%), Grobogan (14,6%). Rasio laki-laki : perempuan 4,4 : 1, rerata umur 47±12,8, Child-Pugh A, 14 (13,6%) , Child-Pugh B, 54 (52,4%), Child-Pugh C 35 (34,0%) , 7 (6,8%) BCLC A (early stage), BCLC B (intermediate stage)41 (39,8%) . BCLC C (advanced stage) 21 (20,4%) . 34(33%) BCLC D (terminal stage) atau stadium akhir. AFP 70% > 400. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara distribusi geografi pasien (desa/kota) dengan karakteristik klinik dan tingkat keparahan.Simpulan : Didapatkan gambaran distribusi geografis pasien dengan KHS yang berobat di RSUP Dr Kariadi dengan urutan 3 terbanyak adalah Demak , Semarang, Grobogan. Tidak didapatkan hubungan antara distribusi geografis pasien dengan karakteristik klinik dan tingkat keparahan KHS ( Usia, Jenis Kelamin, Staging BCLC , Kadar Child-Pugh dan Kadar AFP). 
PENGARUH SINKRONISASI MUSIK TERHADAP INDEKS KEBUGARAN JASMANI DAN SKOR RPE PADA LATIHAN TES BANGKU HARVARD Annisa Falihati Salsabila; Tanjung Ayu Sumekar; Yuswo Supatmo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.245 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18546

Abstract

Latar Belakang: Musik merupakan salah satu karya seni yang banyak digunakan masyarakat saat beraktivitas fisik. Peneliti menduga bahwa musik berpengaruh positif terhadap aspek saat latihan fisik, yaitu aspek psikologi, fisiologis, dan ergogenik. Namun hal ini masih banyak diperdebatkan efektifitasnya dan belum dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena bukti ilmiah yang mendukung masih sangat kurang.Tujuan: Mengetahui pengaruh sinkronisasi musik terhadap indeks kebugaran jasmani dan skor RPE.Metode: Penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan post test only control group design dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang. Sampel penelitian ini adalah kelompok usia dewasa muda yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang (n=28), yang kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol (n=14) dan kelompok perlakuan yang mendengarkan musik (n=14) saat melakukan latihan tes bangku Harvard. Indeks Kebugaran Jasmani dan skor RPE diukur pada kedua kelompok. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji independent t test dan uji Mann Whitney.Hasil: Rerata skor IKJ pada kelompok kontrol adalah sebesar 56,4 dan rerata skor IKJ pada kelompok perlakuan adalah 69,0. Rerata skor RPE pada kelompok kontrol adalah 13,1 dan skor RPE pada kelompok perlakuan adalah 12,4. Peningkatan skor IKJ dinilai bermakna, namun penurunan RPE dinilai tidak bermakna. Kedua analisis diatas menggunakan uji independent t test karena memiliki distribusi yang normal (p>0,05).Kesimpulan: Penggunaan sinkronisasi musik pada latihan tes bangku Harvard dapat meningkatkan skor IKJ secara bermakna tetapi tidak dapat menurunkan skor RPE secara bermakna.
THE EFFECT OF PLYOMETRICS TRAINING ON ATTENTION LEVEL AMONG MEDICAL STUDENTS Mahardika Budjana Sultan Ilham; Muhammad Mufaiddudin; Bagaskara Yogatama; Ainun Rahmasari Gumay; Darmawati Ayu Indraswari; Yuriz Bakhtiar
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.376 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24433

Abstract

Introduction: Plyometrics are a popular form of physical exercise that plays an important role on the improvement of athlete’s performance, such as agility and muscle power. However, the effect of plyometrics training on neurocognitive function has not been studied yet. The aim of this study was to analyze the effect of plyometrics training on attention level among medical students. Methods: A quasi experimental study with pre and post-test with control group design. The subjects were 36 male students in Faculty of Medicine, Diponegoro University with range of age 15 to 25 years old. Subjects were divided into 2 groups: C (control group) and EP (experimental group). The EP group undergone plyometrics training for 6 weeks. Each week consists of 2 sessions exercise with 5 movements every session. The indicator of examination was attention level using Attention Networks Test. It was measured before training and after 6 weeks of training. Results: A significant improvement of attention function was found in alerting, orienting, and executive function after plyometrics training for 6 weeks  with p<0,001. After 6 weeks of plyometrics training, there was an improvement of alerting function in EP group with median 77,7 (49,8 – 111,1) ms to 58,45 (4,9 – 90,4) ms, improvement of orienting function with median 24,45 (2 – 89,3) ms to 19,2 (-0,3 – 88,8) ms, and executive function with median 74,1 (39,8 – 220,8) ms to 49,2 (-21 – 102,1) ms. Conclusion: Plyometrics training for 6 weeks can improve attention level among medical students.Keywords: attention level; attention network test; plyometrics training
KUANTITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BEDAH ORTOPEDI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Anangga Haryanto; Agus Priambodo; Endang Sri Lestari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.308 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i3.13083

Abstract

Background : The development of technology nowadays gives a lot of benefits, however it creates some negative effects such as decreasing physical activity that can cause obesity in the population. Obesity creates some chronic diseasessuch as cancer and heart disease. The composition of body consists of fat mass and fat free mass. Zumba is one of the most popularphysical exercise that can decrease percentage of body fat.Aim : To observe the effect of Zumba exercise on body fat percentage in young females.Method: This is an analytic observasional study with cross sectional design. Research subjects were females aged 20-25 years who experienced Zumba exercise (n=24). The percentage of body fat was measured with Bioelectric Impedance Analysis (Glass Body Analyzer 835) weight scales. Correlation between the period of Zumba exercise and body fat percentage was analyzed using Spearman’s rho correlation test.Results: The body fat percentage in subjects who were conducted Zumba for ≥8 weeks was lower compared to subjects who were conducted Zumba for <8 weeks. The body fat percentage average in subjects who experienced Zumba for<8 weeks is 31,97 ± 5,27 with 25,7 was the lowest score and 42,9 was the highest score, and the average percentageof subjects who experienced Zumba for ≥8 weeks was 27,47±2,96 with 22,6 was the lowest score and 42,9 was the highest. There was a negative correlation with moderate degree of body fat percentage with Zumba exercise (r=-0,421; p=0,04) in Spearman’s rho test.Conclusion : The study found thedifferences between the average of body fat percentage in subjectswhoexperiencedZumbaexercisefor<8 weeks and≥8weeks. This study also showed a negative correlation with moderate degree between body fat percentage and Zumba exercise period.

Page 21 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue