cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH LATIHAN SKIPPING RUTIN TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK DEWASA MUDA Qonita Nur Qolby; Muflihatul Muniroh; Nani Maharani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.685 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19380

Abstract

Latar Belakang: Skipping merupakan olahraga aerob yang telah dikenal sebagai permainan dalam masyarakat. Olahraga aerob jangka pendek dapat meningkatkan fungsi kognitif, salah satunya memori jangka pendek. Namun demikian, efek rutin atau jangka panjang dari olahraga ini terhadap memori jangka pendek belum pernah diteliti.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan skipping rutin terhadap memori jangka pendek kelompok dewasa muda.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan metode pre-test dan post-test unequivalent group. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=40) berusia 18-22 tahun yang dipilih secara purposive sampling menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Penelitian ini menggunakan Scenery Picture Memory Test untuk pengambilan data memori jangka pendek pre-test dan post-test yang dilanjutkan analisis menggunakan uji t berpasangan, t tidak berpasangan, Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Terdapat peningkatan bermakna pada nilai memori jangka pendek (p=0,000) setelah perlakuan  latihan skipping rutin selama 8 minggu, dengan rerata 18,00 ± 3,08 menjadi 21,60 ± 1,67. Peningkatan yang bermakna ini tidak ditemukan pada kelompok kontrol (p=0,189). Rerata selisih pre-test dan post-test nilai memori kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,008).Kesimpulan: Latihan skipping rutin dapat meningkatkan fungsi memori jangka pendek pada dewasa muda.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP KADAR MDA SERUM TIKUS SPRAGUE DAWLEY SETELAH DIBERIKAN PAPARAN ASAP ROKOK Reynold Christian Sirait; Kusmiyati Tjahjono; Amallia Nugettsiana Setyawati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.173 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15824

Abstract

Latar Belakang : Malondialdehid (MDA) adalah salah satu marker radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas merupakan molekul yang terbentuk akibat kerusakan oksidatif. Paparan asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas. Antioksidan merupakan senyawa untuk mengatasi kerusakan oksidatif yang berasal dari dalam dan luar tubuh. Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan tanaman herbal yang mempunyai potensi sebagai antioksidan. Pemberian ekstrak jintan hitam diharapkan dapat menurunkan kadar MDA.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jintan hitam terhadap kadar MDA serum tikus Sprague Dawley setelah diberikan paparan asap rokok.Metode : Penelitian ini bersifat true experimental with posttest only control group design. Sampel adalah 18 ekor tikus Sprague Dawley jantan yang memenuhi kriteria, dan dibagi dalam tiga kelompok; K1 merupakan kelompok kontrol negatif; kelompok K2 diberi paparan asap rokok 4 batang/hari; kelompok P diberi paparan asap rokok 4 batang/hari dan ekstrak jintan hitam 500 mg/hari. Setelah 28 hari penelitian dilakukan pengambilan darah tikus pada hari ke-29 untuk diperiksa kadar MDA-nya. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis.Hasil : Rerata kadar MDA serum: kelompok K1 sebesar 0,99 ± 0,56 µmol/L; kelompok K2 sebesar 2,28 ± 1,88 µmol/L; kelompok P sebesar 1,14 ± 0,74 µmol/L. Pada uji Kruskal Wallis tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (P>0,05).Kesimpulan : Ekstrak jintan hitam dapat menurunkan kadar MDA serum tikus Sprague Dawley yang telah diberikan paparan asap rokok secara tidak signifikan.
PERBEDAAN NILAI FUNGSI PARU PADA ANAK ASMA SAAT TIDAK TERJADI SERANGAN DAN TIDAK ASMA Arifatuzzahro Arifatuzzahro; MS Anam MS Anam
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.111 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23295

Abstract

Latar belakang:Asma merupakan penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan gejala khas dan bisa muncul bila ada pencetus. Diagnosis asma dapat ditegakkan dengan pemeriksaan fungsi paru menggunakan Spirometri dan Peak Flow Meter. Pada anak asma tanpa serangan biasanya fungsi paru normal dan sulit dibedakan dengan anak tidak asma. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai fungsi paru pada anak asma saat tidak terjadi serangan dengan anak tidak asma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak Sekolah Menengah Pertama di Kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi (n=40), dan dibagi menurut status asma (asma=20, tidak asma=20), kemudian diukur fungsi parunya menggunakan Spirometri dan Peak Flow Meter. Hasil: Rerata nilai FVC anak asma 66,95 ± 13,7, tidak asma 70,35 ± 11,8. Rerata nilai FEV1 anak asma 75,15 ± 14,9, tidak asma 80,75 ± 13,5 . median nilai FEV1/FVC anak asma yaitu 111 (101-114), tidak asma 112 (108-116). Rerata nilai PEFR anak asma 295,5 ± 48,8, tidak asma 352 ± 63,4. Rerata nilai FEF 25 anak asma 64,35 ± 17,8, tidak asma 84 ± 16,6. Rerata FEF 50 anak asma 81,20 ± 17,2 , tidak asma 352 ± 63,4. Rerata nilai FEF 75 anak asma 64,35 ± 17,8 , tidak asma 102,85 ± 20,5. Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada nilai FEV1/FVC, PEFR, FEF 25, FEF 50, dan FEF 75 antara anak asma dan tidak asma. Kesimpulan: Adanya perbedaan nilai fungsi paru pada anak asma saat tidak terjadi serangan dengan anak tidak asma.Kata Kunci: Asma, Nilai Fungsi Paru, Spirometri, Peak Flow Meter.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI SEMARANG Kevin Anderson; Setyo Gundi Pramudo; Muchlis A.U Sofro
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.653 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18587

Abstract

Latar belakang:  Kualitas hidup pasien HIV dipertimbangkan sebagai salah satu indikator keberhasilan terapi, selain pemberian ARV. Disamping itu, status gizi pasien HIV ternyata ikut berperan dalam mempengaruhi progresivitas penyakit, yang berdampak besar pada kualitas hidup. Sehingga perlu diketahui lebih lanjut mengenai hubungan diantara keduanya.Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup ODHA.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan BKPM Semarang pada periode waktu Maret – Juni 2016. Subjek penelitian adalah pasien HIV/AIDS rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status gizi diukur dengan kuesioner PG-SGA, sementara kualitas hidup diukur dengan  kuesioner SF-36. Data berdistribusi normal diuji menggunakan uji korelasi Pearson dan data berdistribusi tidak normal diuji menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil:  Secara umum, ODHA pada penelitian ini memiliki status gizi dan kualitas hidup yang baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kualitas hidup ODHA (p=0,001). Jika dijabarkan per domain, maka terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan domain masalah fisik, masalah emosional, nyeri, vitalitas, kesejahteraan mental pada SF-36 (p = 0,001), sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan domain fungsi fisik, fungsi sosial, dan persepsi kesehatan umum (nilai p secara berurutan = 0,053 ; 0,328 ; 0,308).Kesimpulan:  Hubungan yang bermakna didapatkan antara status gizi, menurut skor PG-SGA dengan kualitas hidup menurut SF-36, serta secara khusus pada 5 domain kualitas hidup, seperti masalah fisik, masalah emosional, nyeri, domain vitalitas, kesejahteraan mental. Pada domain lain, tidak didapatkan hubungan yang bermakna.
THE LEVEL OF UNDERSTANDING OF GENERAL DOCTORS AND SPECIALIST DOCTORS IN THE MAKING OF VISUM ET REPERTUM IN SEMARANG CITY Wahyu Purnomo Adji; Intarniati Nur Rohmah; Julia Ike Haryanto; Edward Kurnia Setiawan
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.709 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26562

Abstract

Background: Visum et repertum is a form of report addressing the condition of human bodies, both living and dead. The reality is that in the field there are still mistakes in making VeR that can influence court decisions, this is also reinforced by the findings of research data that had been done before. Aim: To determine the level of understanding of general doctors and specialists (Obstetrics and Gynecology and Surgery) in making VeR in Semarang City. Methods: Descriptive study of 34 doctors consisting of 16 general doctors, 10 surgeons and 8 obstetricians and gynecologists. The procedure of the research involved collecting data using a questionnaire consisting of the VeR section. The data are sorted according to the group of respondents and description is done. Results: Descriptive analysis showed that the level of understanding of 16 general doctors was categorized as medium with a value of 71.43 % with: 8 doctors (50 %) good questionnaire value, 6 doctors (37.5 %) medium questionnaire value, and 2 doctors (12.5 % ) bad questionnaire value. The level of understanding of 10 surgeons is categorized as good with a value of 76.43 % with: 4 doctors (40 %) good questionnaire value, 6 doctors (60 %) medium questionnaire value, and no bad value. The level of understanding of 8 obstetrics and gynecology specialists was categorized as good with a value of 76.17 % with: 4 doctors (50 %) good questionnaire value, 4 doctors (50 %) medium questionnaire value, and no bad scores. Conclusion: The level of understanding of general doctors was medium with a value of 71.43%, the surgeon specialist was categorized good with a value of 76.43% and obstetricians and gynecology specialists were categorized good with a value of 76.17%.Keywords: level of understanding, visum et repertum
PENGARUH AROMATERAPI ROSEMARY TERHADAP ATENSI Ciwi Yoshiko; Yosef Purwoko
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.19 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14258

Abstract

Latar belakang : Aromaterapi merupakan suatu metode pengobatan alternatif berupa media bau-bauan yang berasal dari bahan tanaman mudah menguap. Selain berperan sebagai media relaksasi, aromaterapi juga memiliki pengaruh yang positif terhadap beberapa fungsi kognitif. Salah satu parameter untuk mengevaluasi kemampuan kognisi adalah atensi. Atensi merupakan suatu usaha pemusatan pikiran terhadap suatu objek untuk menghadapi objek tersebut dimana melibatkan berbagai macam aspek psikologis dan neurologis. Atensi terdiri dari tiga aspek, yaitu alerting, orienting, dan executive attention.Tujuan : Mengetahui pemberian aromaterapi rosemary terhadap peningkatan atensi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip (n=20) yang diukur atensinya menggunakan software Attention Network Test sebelum dan sesudah diberikan paparan aromaterapi Rosemary selama ± 30 menit. Atensi antara sebelum dan sesudah bermain video game dianalisis menggunakan uji T berpasangan, sedangkan perubahan atensi antar kelompok dianalisis dengan menggunakan uji T tidak berpasangan.Hasil : Ditemukan rerata peningkatan atensi pada fungsi alerting subjek penelitian yang diberikan paparan aromaterapi rosemary selama ± 30 menit dari 47,77 ± 21,77 ms menjadi 29,00 ± 6,14 ms dengan p = 0,001 (p < 0,05).Kesimpulan : Pemberian paparan aromaterapi rosemary dapat meningkatkan atensi pada fungsi alerting.
HUBUNGAN BERMAIN VIDEO GAME DEFENSE OF THE ANCIENTS-2 DENGAN TINGKAT KONSENTRASI Zahara Aulia Ulfa; Budi Laksono; Dea Amarilisa Adespin
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.089 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20718

Abstract

Latar Belakang : Video game Defense of the Ancients-2 (DotA-2) adalah salah satu game berjenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang sangat populer di kalangan mahasiswa. Game ini berguna untuk mengasah kecerdasan berpikir, karena permainan ini mengutamakan kerja tim dan penyusunan strategi yang baik untuk mencapai kemenangan. Salah satu parameter fungsi kognitif yang dapat dievaluasi adalah tingkat konsentrasi.Tujuan : Mengetahui hubungan antara bermain video game Defense of the Ancients-2 dengan tingkat konsentrasi.Metode :  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 103 mahasiswa laki-laki yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di program S1 Pendidikan Dokter FK Undip. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran konsentrasi menggunakan digit symbol substitution test (DSST). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil : Dari 103 mahasiswa didapatkan 34 mahasiswa (33%) yang bermain video game DotA-2, sedangkan yang tidak bermain DotA-2 sebanyak 69 mahasiswa (67%). Hasil pemeriksaan tingkat konsentrasi menunjukkan bahwa 57 mahasiswa (55,34%) memiliki tingkat konsentrasi baik dan 46 mahasiswa (44,66%) memiliki tingkat konsentrasi kurang. Dengan uji Chi Square didapatkan nilai p=0,036 (p<0,05) maka secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara bermain video game DotA-2 dengan tingkat konsentrasi. Hasil perhitungan Rasio Prevalensi (RP) diperoleh nilai 1,48 yang berarti bahwa mahasiswa yang bermain video game DotA-2 mempunyai kemungkinan 1,48 kali lipat untuk memiliki tingkat konsentrasi baik dibanding mahasiswa yang tidak bermain video game  DotA-2 dengan tingkat kepercayaan 95%.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara bermain video game DotA-2 dengan tingkat konsentrasi.
PERBEDAAN INDEX ERITROSIT PADA PASIEN ANEMIA GAGAL GINJAL KRONIK DAN THALASSEMIA MAYOR Yoanita Pratiwi Budiwiyono; Banundari Rachmawati; Meita Hendrianingtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.67 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15989

Abstract

Latar Belakang: Pasien GGK dan thalassemia keduanya mengalami anemia mikrositik hipokromik. Beberapa rumus index eritrosit dapat digunakan sebagai parameter penapisan thalassemia. Beberapa contohnya yaitu: Mentzer Index (MI), RBC distribution width index (RDWI), Hisham Index (HI) dan Hameed Index (HA).Tujuan: Membuktikan perbedaan index eritrosit pada pasien gagal ginjal kronik dan thalassemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Masing-masing populasi berjumlah 40 orang. Data Complete Blood Count (CBC) yang didapat dengan menggunakan alat analisa hematologi otomatis dimasukkan ke dalam rumus MI, RDWI, HI, dan HA. Uji statistik menggunakan uji T tidak berpasangan.Hasil: Rerata MI pada GGK yaitu 28,03 dan pada thalassemia yaitu 20,24 . Rerata RDWI pada GGK yaitu 399,64 dan pada thalassemia yaitu 402,01. Rerata HI pada GGK yaitu 132,39 dan pada thalassemia yaitu 138,49. Rerata HA pada GGK yaitu 14,37 dan pada thalassemia yaitu 23,8. Terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok pada MI (p=0,00) dan HA (p=0,01). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok pada RDWI (p=0,917) dan HI (p=0,448).Kesimpulan: Terdapat perbedaan MI dan HA, tetapi tidak terdapat perbedaan pada RDWI dan HI antara 2 kelompok.
PENGARUH ASAP CAIR BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP VIABILITAS STAPHYLOOCOCCUS EPIDERMIDIS Pramesti Darojah; Oedijani Santoso; V. Rizke Ciptaningtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.06 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23370

Abstract

Latar belakang: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit oleh kuman yang berasal dari rumah sakit yang dapat dialami oleh penderita, tenaga kesehatan dan setiap orang yang datang ke rumah sakit. Faktor-faktor yang memperkuat terjadinya infeksi nosokomal diantaranya adalah kurang budaya kebersihan tangan di fasilitas kesehatan. Bakteri yang terlibat pada infeksi nosokomial diantaranya adalah Staphylococcus epidermidis karena telah mengalami resistensi terhadap nafsilin, oxasillin, methisillin, dan penisillin. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan asap cair sebagai bahan percobaan, kandungan fenol pada asap cair diharapkan efektif dalam menghambat maupun membunuh pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) asap cair terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian asap cair berbagai konsentrasi terhadap, viabilitas Staphylococcus epidermidis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah koloni Staphylococcus epidermidis dengan perlakuan sebanyak 5 konsentrasi asap cair (100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25%) duplikasi dilakukan sebanyak 5 kali. Analisis data yang dilakukan adalah Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Writney. Hasil: Uji Kruskal-Wallis pada analisis data KHM menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0,000), begitu pula pada analisis data KBM (p=0,001). Selanjutnya dilakukan uji Mann-Whitney yang menyatakan bahwa terdapat signifikansi pada kelompok P2(50%) untuk uji KHM dan KBM. Kesimpulan: Nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) asap cair terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis adalah 50%, sementara nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) terdapat bakteri ini adalah 50%.Kata Kunci: Asap cair, Staphylococcus epidermidis, infeksi nosokomial, KHM, KBM
HUBUNGAN KADAR LEMAK TUBUH DENGAN PERUBAHAN WARNA MEMAR YANG DILIHAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK FOTOGRAFI FORENSIK Priskila Tania Damitrias; Sigit Kirana Lintang Bhima; Tuntas Dhanardhono
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.951 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18619

Abstract

Latar Belakang: Penyidik dapat mengajukan permintaan keterangan ahli kedokteran kehakiman dalam kepentingan peradilan menangani seorang luka. Umur luka menjadi hal yang penting dalam pengungkapan kebenaran, sehingga penyidik seringkali meminta bantuan dokter untuk menentukan umur luka. Umur luka memar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kadar lemak, usia, jenis kelamin dan penyakit.Tujuan: Membuktikan hubungan antara kadar lemak tubuh dengan perubahan warna memar yang dilihat dengan menggunakan teknik fotografi forensikMetode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain time series pada mahasiswa fakultas kedokteran yang berusia 20-25 tahun. (n=15). Sampel diberikan trauma yang menyebabkan memar, lalu difoto setiap hari dalam 7 hari. Perubahan warna memar dianalisis menggunakan uji korelasi Sommers Tabel BxKHasil: Hubungan kadar lemak dan perubahan warna memar yang dianalisis menggunakan uji korelasi Sommers, pada hari 1 dan hari 2 menunjukkan hasil yang tidak signifikan dengan nilai p = 0,171 (hari 1) dan p = 0,54 (hari 2), sedangkan pada hari 3 sampai hari 7 hasil yang signifikan dengan nilai yaitu dengan nilai p = 0,000 (hari 3), p = 0,014 (hari 4), p = 0,003 (hari 5), p = 0,000 (hari 6) dan p = 0,000 (hari 7).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar lemak dan perubahan warna memar pada hari ketiga sampai hari ketujuh dan hubungan yang tidak bermakna antara kadar lemak dan perubahan warna memar pada hari kesatu dan kedua.

Page 20 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue