cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
HUBUNGAN PARTISIPASI KELAS IBU HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL RISIKO TINGGI Rizki Nursofyanto Nugroho; Ratnasari Dwi Cahyanti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.845 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18628

Abstract

Latar Belakang   Kehamilan risiko tinggi dapat menimbulkan kecemasan bagi ibu dan keluarga karena ibu mengalami kekhawatiran dengan kondisi janin dalam kandungan yang disebabkan komplikasi yang menyertai kehamilan. Kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi salah satunya disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai kondisinya. Kelas ibu hamil merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.Tujuan  Untuk mengetahui hubungan partisipasi kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan mengahadapi persalinan pada ibu hamil risiko tinggi.Metode  Penelitian observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret – April 2016 kepada ibu hamil risiko tinggi dengan jumlah sampel didapatkan 48. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, meliputi kartu skor Poedji Rochjati, kuesioner data partisipasi kelas ibu hamil dan kuesioner tingkat kecemasan menghadapi persalinan. Analisa dengan menggunakan uji Spearman dengan kemaknaan p<0,05.Hasil  Karakteristik responden mayoritas berada pada rentang usia 20 -35 tahun (72,9%), pendidikan Sekolah Dasar (45,8%), multigravida (50%), partisipasi kelas ibu hamil sebanyak tiga kali (33,3%), dan kecemasan berat (56,3%). Hasil analisa bivariat menunjukan hubungan tidak signifikan antara usia (p=0,086), pendidikan (p=0,238), paritas (p=0,357), riwayat obstetri (p=0,287) dengan kecemasan menghadapi persalinan. Hasil analisa  bivariat  menunjukan hubungan signifikan antara tingkat partisipasi kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan (p < 0,01).Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil risiko tinggi.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL SEBELUM DAN SETELAH PENYULUHAN MENGENAI INISIASI MENYUSU DINI Inas Sausan; Putri Sekar Wiyati; Ari Budi Himawan
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.756 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14478

Abstract

Latar belakang : Angka cakupan ASI eksklusif di Kota Semarang masih kurang dari target nasional 80%. Hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai inisiasi menyusu dini (IMD) yang berdampak pada sikap ibu hamil dalam memberian ASI sedini mungkin kepada bayinya. Fakta menunjukan bahwa memberikan ASI dalam satu jam pertama atau IMD dapat meningkatkan angka cakupan ASI eksklusif. Salah satu upaya penanggulangan masalah ini adalah dengan dilakukan penyuluhan.Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil sebelum dan setelah penyuluhan mengenai inisiasi menyusu dini.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental one group pretest-posttest design. Sampel berdasarkan ibu hamil berusia 20-35 tahun yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Halmahera dan Puskesmas Ngesrep Semarang pada bulan April-Mei 2016 yang diambil secara consecutive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 ibu hamil. Subjek diberi kuesioner pretest dilanjutkan dengan penyuluhan dan kemudian diberi kuesioner posttest. Analisis data untuk tingkat pengetahuan dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan untuk sikap dilakukan dengan uji Paired T-test.Hasil : Adanya perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai IMD sebelum dan setelah penyuluhan dengan p<0,001.Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai IMD setelah dilakukan penyuluhan.
PENGARUH DURASI KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP PERUBAHAN TANDA VITAL BAYI Zahra, Sabrina Aulia; Radityo, Adhie Nur; Mulyono, Mulyono
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.284 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21192

Abstract

Latar belakang: Bayi berat lahir rendah dan bayi berat lahir sangat rendah cenderung terjadi ketidakstabilan tanda vital. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan salah satu perawatan yang efektif bagi bayi prematur. Metode KMC mampu mengoptimalisasikan tanda vital bayi.Tujuan: Menganalisis pengaruh durasi kangaroo mother care  terhadap perubahan tanda vital bayi pada bayi berat lahir rendah dan bayi berat lahir sangat rendah usia 0-28 hari.Metode: Penelitian kuasi eksperimental pretest and posttest one group design dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Subjek penelitian adalah bayi berat lahir rendah dan bayi berat lahir sangat rendah usia 0-28 hari, telah stabil, dan belum pernah dilakukan KMC sebelumnya. Subjek kemudian dilakukan KMC selama 2 jam dan diukur tanda vitalnya sebelum, setelah 1 jam KMC, dan setelah 2 jam KMC. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated ANOVA post- hoc Bonferroni dan uji Friedman.Hasil: Penelitian menggunakan 22 bayi dengan 3 bayi dropout. Analisis data menggunakan 19 bayi. Terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata suhu (p<0,001 vs p<0,001), denyut jantung (p=0,054 vs p<0,001), laju pernapasan (p=0,058 vs p<0,001), dan saturasi oksigen(p=0,004 vs p=0,001) antara KMC 1 jam dan KMC 2 jam. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada median tekanan sistolik (p=0,159) dan tekanan diastolik (p=0,727) antara KMC 1 jam dan KMC 2 jam.Kesimpulan: Durasi Kangaroo Mother Care 2 jam memberikan pengaruh lebih baik pada suhu, denyut jantung, laju pernapasan, dan saturasi oksigen bayi daripada durasi 1 jam, sedangkan pada tekanan darah tidak memberikan perubahan.
PERBEDAAN WAKTU REAKSI TANGAN ANTARA CABANG OLAHRAGA PERMAINAN DAN BELA DIRI Aisyah Winda Syafitri; Yuswo Supatmo; Darmawati Ayu Indraswari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.453 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18532

Abstract

Latar Belakang: Proses berpikir seseorang dalam mengkoordinasi sistem sensorik dan sistem motorik dapat dinilai dengan waktu reaksi. Pada waktu reaksi tangan, koordinasi visual dan motorik tangan yang baik akan memberikan respon gerak tangan yang cepat. Waktu reaksi tangan dapat menentukan keberhasilan dalam suatu pertandingan, sehingga waktu reaksi tangan merupakan komponen yang penting dalam olahraga.Tujuan: Mengetahui perbedaan waktu reaksi tangan antara cabang olahraga permainan dan bela diri.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain belah lintang. Subjek penelitian adalah 56 orang atlet laki-laki usia 14-18 tahun pada cabang olahraga bola voli, bola basket, taekwondo, dan karate. Subjek penelitian terdiri atas 4 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 14 orang. Data karakteristik subjek berupa usia, lama latihan, dan IMT. Pengukuran waktu reaksi tangan dengan menggunakan metode ruler drop test. Uji statistik menggunakan uji Saphiro Wilk dan uji t tidak berpasangan.Hasil: Rerata waktu reaksi tangan pada cabang olahraga bola voli adalah 0,16 detik, bola basket 0,16 detik, taekwondo 0,20 detik, dan karate 0,20 detik. Rerata waktu reaksi tangan pada cabang olahraga permainan adalah 0,16 detik dan bela diri 0,20 detik. Terdapat perbedaan yang bermakna waktu reaksi tangan antara cabang olahraga permainan dan bela diri dengan nilai p<0,01.Simpulan: Waktu reaksi tangan cabang olahraga permainan lebih cepat daripada bela diri.
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT RUMAH SAKIT X DI SEMARANG TERHADAP PELAKSANAAN CUCI TANGAN Caesario, Radya Irshadi; Wahjono, Hendro; Lestari, Endang Sri
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.16 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23834

Abstract

Latar Belakang : 1,4 juta pasien menderita infeksi nosokomial di negara berkembang maupun negara maju. Menjaga kebersihan tangan dengan baik dapat mencegah penularan mikroorganisme dan menurunkan frekuensi infeksi nosokomial. Perlu adanya penilaian terhadap angka kepatuhan mencuci tangan dalam meminimalisir infeksi tersebut. Tujuan : Mengetahui tingkat kepatuhan cuci tangan perawat Rumah Sakit X Metode : Penelitian ini merupakan penelitian obervasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Ada 2 bentuk sampel pada penlitian ini, pertama, indikasi cuci tangan 5 momen. Kedua, perawat di ruang Lavender, Gladiol, Chrysant, dan ICU. Penelitian dilakukan selama periode September-Oktober 2017. Alat yang digunakan adalah lembar observasi indikasi 5 momen WHO dan kuisioner menilai karakteristik sampel. Hasil : Dari 365 indikasi 5 momen cuci tangan didapatkan tindakan cuci tangan sebanyak 138 (37.8%). Ruang dengan kepatuhan tertinggi adalah Lavender (77.7%). Seluruh responden telah mengetahui tentang 5 momen cuci tangan (71 responden). Sebanyak 60% responden telah bekerja selama kurun waktu 1-4 tahun. 85% responden telah mendapatkan pelatihan cuci tangan (42 responden). Lebih dari 90% responden menilai fasilitas dan lingkungan kerja kondusif. Kesimpulan : Tingkat kepatuhan cuci tangan 5 momen perawat RS X sebesar 37.7%.Kata Kunci : Kepatuhan, 5 momen cuci tangan.
PERBEDAAN POLA KLINIK TUBERKULOSIS PULMONAL DAN EKSTRA PULMONAL PADA PASIEN USIA DEWASA DAN GERIATRI Medita Muzwar; Fatur Nur Kholis; Dwi Ngestiningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.005 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i2.11599

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a widespread health problem in the world, including Indonesia. TB infects a wide range of ages, including the elderly. The factors of mortality and morbidity due to TB in Indonesia are caused by inadequate drug using, comorbid disease, and Multi Drug Resistant (MDR) TB. History of symptoms and sign also proper diagnosis are expected to reduce the time delay of TB treatment resulting in lower morbidity.Objective: To determine the difference pattern of clinical pulmonary and extra-pulmonary TB in adult and geriatric patients.Methods: The study design was descriptive analytic. Sample was 225-patient medical records from Dr.Kariadi Hospital Semarang since January until December 2013. Data was described using drawings and tables. Tables used chi-square test to determine differences of variable.Results: 225 samples consisted of 155 patients with pulmonary TB patients (121 adults and 35 elderly), extra pulmonary TB patients 69 (62 adults and 7 elderly). Most symptom of pulmonary TB was shortness of breath (p=0.016) and extra pulmonary TB was weight loss. Results of blood tests found anemia (51.92% pulmonary TB, 42.03% extra pulmonary TB )and lymphopenia (25.00% pulmonary TB, 24.64% extra pulmonary TB). Results of sputum smear tests on pulmonary TB was acid-resistant bacteria (+), while on the extrapulmonary TB was acid-resistant bacteria (-). The thorax x-ray was found radiopaque spots (34.62% of pulmonary TB patients, 1.45% extra pulmonary TB patients). Most comorbid disease with pulmonary TB was another lung disease( 49% of elderly). Length of hospitalization of pulmonary tuberculosis patients was 6-10 days and extra pulmonary TB was more than 15 days. Most complications were hemoptysis and septic shock.Conclusion: The results of this study have almost the same results with the research that has been done before. 
KARAKTERISTIK KEHAMILAN DENGAN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Namira Khairani; Putri Sekar Wiyati; Astika Widy Utomo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.754 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21464

Abstract

Latar Belakang : Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun yang kompleks yang lebih banyak menyerang wanita pada usia reproduksi antara 15-40 tahun. Berdasarkan hal tersebut terdapat peningkatan kejadian kehamilan dengan LES.Tujuan : Mengetahui karakteristik kehamilan dengan penyakit lupus eritematosus sistemik di RSUP Dr. Kariadi SemarangMetode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari data rekam medik pasien ibu hamil di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode tahun 2013-2016. Subjek dipilih secara consecutive sampling. Data yang telah terkumpul akan dideskripsikan sebagai distribusi frekuensi dan presentase.Hasil : Kejadian LES dengan kehamilan di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 2013-2016 adalah sebanyak 4% dari total perempuan yang menderita LES. Karakteristik kehamilan dengan LES adalah 43.75% usia ibu 26-30 tahun, 31.25% tingkat pendidikan SMP dan SMA, 56.25% merupakan pasien rujukan, dan 68.75% tidak memakai alat kontrasepsi. Morbiditas maternal ditemukan gangguan pada fungsi ginjal sebesar 56.25% dan penyebab kematian maternal  adalah syok sepsis sebesar 12.50%. Morbiditas perinatal sebanyak 50% mengalami prematuritas. Sebesaar 31.25% ibu dengan LES mengalami abortus.Kesimpulan : Kejadian LES dengan kehamilan di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 2013-2016 adalah sebanyak 4% dari perempuan yang menderita LES. Karakteristik kehamilan dengan LES paling banyak usia ibu 26-30 tahun. Morbiditas maternal terbanyak ditemukan gangguan pada fungsi ginjal dan penyebab kematian maternal terbanyak adalah syok sepsis. Morbiditas perinatal terbanyak adalah prematuritas, dan penyebab kematian perinatal adalah abortus. 
HUBUNGAN ANTARA POLA KUMAN DENGAN INFEKSI KAKI DIABETIK BERDASARKAN DERAJAT PEDIS DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG Christiawan Rinaldo; Nur Farhanah
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.967 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18555

Abstract

Latar Belakang Infeksi kaki diabetik (IKD) merupakan salah satu komplikasi kronik dari diabetes melitus yang kini terus meningkat, diiringi dengan angka kejadian diabetes melitus sebagai faktor risiko utama. Hasil pemeriksaan pola kuman kurang tepat, terapi yang buruk, pemberian antibiotik tidak adekuat yang berujung pada amputasi, disertai biaya perawatan yang tinggi menyebabkan pasien terlambat dan tidak tertolong sehingga banyak juga yang mengalami kematian.Tujuan Mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara Derajat PEDIS dengan pola kuman dan sensitivitas antibiotik pada pasien infeksi kaki diabetik.Metode Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan studi belah lintang menggunakan data rekam medis pasien yang memiliki riwayat penyakit infeksi kaki di RSUP Dr. Kariadi periode tahun 2013-2015.Hasil Terdapat 85 pasien infeksi kaki diabetik. Hasil kultur spesimen pasien Infeksi Kaki Diabetik Escherichia coli 18 (21,2%), Pseudomonas aeruginosa 12 (14,1%), Klebsiella pneumonia 12 (14,1%), Acinetobacter baumanii 6 (7,1%), Staphilococcus aureus 6 (7,1 %), dan steril 6 (7,1%). Antibiotik empiris yang paling sensitif pada pola kuman pasien IKD Cefoperazone sulbactam 62 (72,9%), Meropenem 60 (70,6%), Amikacin 55 (64,7%), Piperacillin/Tazobactam 54 (63,5%), dan Fosfomycin 53 (62,4%), masing - masing memiliki sensitivitas pada pola kuman yang berbeda. Didapatkan Hasil pola kuman Escherichia coli memiliki hubungan bermakna dengan Derajat PEDIS (p = 0,026).Kesimpulan Dari hasil penelitian didapatkan pola kuman pada hasil kultur pasien infeksi kaki diabetik paling banyak di RSUP Dr. Kariadi Semarang yaitu sebesar 21,2% adalah Escherichia coli pada Derajat PEDIS III didapatkan 5 pasien (16,1%) dan Derajat PEDIS IV didapatkan 13 pasien (32,5%). Pada penelitian ini didapatkan juga bahwa cefoperazone sulbactam sensitif terhadap 62 pola kuman dan merupakan antibiotik yang paling sensitif untuk infeksi kaki diabetik di RSUP Dr. Kariadi Semarang.  Berdasarkan penelitian didapatkan hubungan antara pola kuman dan sensitivitas antibiotik dengan infeksi kaki diabetik menurut Derajat PEDIS.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN DERAJAT SUMBATAN HIDUNG Arga Purlina Wijayanti; Anna Mailasari Kusuma Dewi; Hermawan Istiadi; Kanti Yunika
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.774 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25321

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan faktor risiko yang signfikan untuk perkembangan banyak penyakit, salah satunya gangguan pernapasan. Pada orang yang mengalami obesitas, deposit jaringan adiposa dapat menyebabkan penurunan dimensi saluran napas bagian atas dan dapat meningkatkan resistensi aliran udara. Massa tubuh yang tinggi menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen dan dengan demikian pasien harus bernapas dengan frekuensi yang lebih tinggi atau volume yang lebih besar setiap inspirasi. Tujuan: Mengetahui hubungan obesitas dengan derajat sumbatan hidung. Metode: Penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional pada 54 penderita obesitas di lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. Subjek yang sudah memenuhi kriteria telah dilakukan pemeriksaan fisik hidung. Derajat sumbatan hidung dinilai menggunakan kuesioner NOSE Scale dan PNIF. Analisis data dilakukan dengan Uji Chi-Square. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara obesitas dengan derajat sumbatan hidung yang dinilai menggunakan PNIF. Setelah dilakukan uji statistik dengan chi square didapatkan perbedaan yang bermakna (p = 0,033) (OR 1,400 IK 95% 0,332 – 4,381). Pada pengukuran menggunakan kuesioner NOSE dan pada uji statistik dengan chi square didapatkan perbedaan yang tidak bermakna yaitu (p=0,628). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan derajat sumbatan hidung.Kata kunci: Obesitas, derajat sumbatan hidung.
HUBUNGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL Ahmad Zaim Muhtar Mahfuddin; Farid Agung Rahmadi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.365 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14201

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan menyeluruh dari kemampuan kognitif anak yang berhubungan dengan keberhasilan di sekolah nanti. Keterlambatan perkembangan awal kemampuan bahasa dapat mempengaruhi berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempengaruhi kehidupan personal sosial, juga akan menimbulkan kesulitan belajar, bahkan hambatan dalam bekerja kelak. Identifikasi dan intervensi secara dini dapat mencegah terjadinya gangguan dan hambatan tersebut.Tujuan : Membuktikan adanya hubungan perkembangan kemampuan bahasa dengan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal di SemarangMetode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 84 responden, yang mengikuti PAUD nonformal dan PAUD informal. Penelitian dilakukan di Kelompok Belajar dan rumah-rumah warga pada bulan Maret 2016. Sampel diambil secara consequtive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap orang tua responden. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Spearman pada program SPSS.Hasil : Hasil uji statistik dengan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan antara perkembangan kemampuan bahasa anak dengan PAUD di Semarang (p < 0,01; r = 0,492), sedangkan hubungan bahasa dengan jenis kelamin tidak menunjukan kemaknaan (p = 0,580 ; r = 0,061) dan hubungan kemampuan bahasa dengan status gizi juga tidak menunjukan kemaknaan (p = 0,632 ; r = 0,053).Simpulan : Terdapat hubungan skor perkembangan bahasa yang bermakna antara PAUD nonformal dan informal pada usia 2 -3 tahun (p < 0,01; r = 0,492).

Page 19 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue