cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH MEMORY TRAINING DENGAN APLIKASI MEMORADO TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK DIUKUR DENGAN SCENERT PICTURE MEMORY TEST Bianca Magdalena; Yosef Purwoko
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.822 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20757

Abstract

Latar Belakang : Memori adalah kemampuan otak manusia dalam mengkode, menyimpan, mempertahankan, dan mengingat kembali informasi atau pengalaman di masa lalu. Memori terbagi menjadi memori jangka panjang, memori menengah, dan memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah inisiasi dari memori yang lebih kompleks dan merupakan awal dari proses belajar dan pembentukan kepribadian. Memory training adalah aktivitas untuk melatih memori otak manusia. Memory training dilakukan dengan aplikasi Memorado yang dikembangkan oleh developer dari Jerman sebagai stimulasi pada memori jangka pendek. Scenery Picture Memory Test  dilakukan untuk mengetahui skor memori jangka pendek.Tujuan : Mengetahui pengaruh memory training dengan aplikasi Memorado terhadap memori jangka pendek diukur dengan Scenery Picture Memory Test.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain one group pre and post-test. Dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Subyek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 6, berusia 18–23 tahun (n=23). Memori jangka pendek diukur dengan Scenery Picture Memory Test. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t berpasangan.Hasil : Rerata skor memori jangka pendek sebelum perlakuan memory training  adalah 12,79±4,27 dan sesudah perlakuan memory training dengan aplikasi Memorado meningkat menjadi 17,75±4,51. Peningkatan yang bermakna setelah uji t berpasangan dengan nilai p <0,001.Kesimpulan : Perlakuan memory training dengan aplikasi Memorado selama 30 hari dapat meningkatkan memori jangka pendek.
HUBUNGAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL DAN DERAJAT NYERI PADA PASIEN LOW BACK PAIN MEKANIK DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUP DR. KARIADI SEMARANG Esya Adetia Tanderi; Tanti Ajoe Kusuma; Meita Hendrianingtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.555 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16236

Abstract

Latar Belakang : Low Back Pain (LBP) adalah gejala ketidaknyamanan pada daerah punggung bagian bawah yang berupa rasa sakit dan gangguan pada sistem muskuloskeletal terkait. Penggunaan tulang belakang yang berlebih menyebabkan kemampuan fungsional penderitanya terganggu. Penderita LBP mekanik sering merasakan nyeri yang berkaitan dengan aktivitas kerja yang berat dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya hubungan tingkat kemampuan fungsional dan derajat nyeri pada pasien LBP mekanik di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP dr Kariadi SemarangMetode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data primer BPFS dan VAS yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh pasien. Subjek penelitian adalah pasien penderita LBP mekanik di Poliklinik Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Kariadi Semarang.Hasil Penelitian : Hasil uji hubungan BPFS dan VAS menggunakan Spearman correlation negatif sangat kuat bermakna (r = -0,920 , p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai BPFS akan semakin rendah nilai VAS.Kesimpulan : Rerata pasien LBP mekanik memiliki kemampuan fungsional yang buruk dan derajat nyeri yang sedang hingga buruk.Terdapat hubungan kuat antara kemampuan fungsional dan derajat nyeri pada pasien LBP mekanik di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP dr. Kariadi Semarang.
HUBUNGAN KEJADIAN TRAUMA PERINEAL BERULANG TERHADAP DERAJAT DISFUNGSI EREKSI PADA PESEPEDA Teuku Muhammad Agra S; Dimas Sindhu Wibisono; Hari Peni Julianti
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.263 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23398

Abstract

Latar Belakang : Insidensi disfungsi ereksi meningkat di Indonesia. Penyebab disfungsi ereksi merupakan multifaktorial; psikogenik, organik, neurogenik, hormonal dan vaskular. Faktor risiko lainnya yang masih diperdebatkan adalah bersepeda. Banyak sekali mitos bahwa bersepeda dapat mengganggu mekanisme veno-oklusi corporal yang merupakan mekanisme utama dalam terjadinya ereksi, sehingga terjadi disfungsi ereksi. Tujuan : Menganalisis hubungan trauma perineal berulang terhadap derajat disfungsi ereksi pada pesepeda di Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitiatif dan rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 89 responden yang diambil sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian dan responden bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Data yang diambil adalah hasil kuesioner IIEF-5 (International Index of Erectile Function -5). Data yang telah dikumpulkan dilakukan pengeditan dan pengodean dan kemudian dilakukan pengolahan data secara statistik Chi-square. Hasil : Didapatkan hasil yang bermakna antara derajat disfungsi ereksi dengan usia, lama bersepeda, frekuensi bersepeda, durasi bersepeda, dan jenis saddle dengan nilai p masing-masing yakni 0.023, 0.046, 0.049, 0.042, 0.049. Lalu didapatkan hasil yang tidak bermakna antara derajat disfungsi ereksi dengan penggunaan padded cycling short, ketinggian handle bar, dan IMT, dengan nilai p masing-masing yakni 0.418, 0.086, dan 0.373. Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara trauma perineal berulang pada aspek usia, lama bersepeda, frekuensi bersepeda, durasi bersepeda dan jenis saddle yang digunakan terhadap derajat disfungsi ereksi pada pesepeda. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan padded cycling short, ketinggian handle bar, dan IMT terhadap derajat disfungsi ereksi pada pesepeda.Kata Kunci : Disfungsi ereksi, trauma perineal berulang
KESESUAIAN TIPE TENSIMETER AIR RAKSA DAN TENSIMETER PEGAS TERHADAP PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA USIA DEWASA Rosinondang Deolita Simamora; Edwin Basyar; Ari Adrianto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.835 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18633

Abstract

Latar Belakang: Sistem sirkulasi dalam tubuh disusun oleh banyak faktor salah satunya tekanan darah. Tekanan darah dibedakan menjadi tekanan sistolik  dan diastolik. Tekanan darah dapat diukur dengan alat tensimeter. Tensimeter air raksa telah digunakan menjadi gold standart untuk pengukuran tekanan darah. Namun terdapat masalah utama dalam penggunaan tensimeter ini yaitu bahwa air raksa merupakan salah satu dari tiga unsur yang beracun di bumi, sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sebagai alternatif, beberapa institusi mulai beralih dari tensimeter air raksa ke tensimeter pegas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya kesesuaian tipe tensimeter air raksa dan tensimeter pegas terhadap pengukuran tekanan darah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian uji kesesuaian alat dengan rancangan penelitian cross-sectional menggunakan uji reliabilitas Cohen Kappa. Pengambilan data didapat dari 50 subjek dengan melakuan 3 kali pengukuran setiap subjek.Hasil: Rerata tekanan sistolik tensimeter air raksa 108,22 dan tensimeter pegas 108,4, sedangkan untuk tekanan diastolik tensimeter air raksa 73,92 dan tensimeter pegas 72,66. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa kesesuaian tekanan sistolik kedua alat tersebut yaitu sangat baik (κ = 0,872) dan kesesuaian tekanan diastolik yaitu baik (κ = 0,629).Kesimpulan: Terdapat kesesuaian antara tipe tensimeter air raksa dan tensimeter pegas sehingga kedua alat tersebut dapat digunakan untuk saling menggantikan satu sama lain dalam pengukuran tekanan darah.
POLA KEJADIAN PENYAKIT KOMORBID DAN EFEK SAMPING OAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUP DR. KARIADI Ivona Oliviera; Fathur Nur Kholis; Dwi Ngestiningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.543 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14483

Abstract

Latar belakang : Tuberkulosis adalah penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia. Pengobatan tuberkulosis ini membutuhkan strategi kombinasi obat antituberkulosis (OAT). Terjadinya efek samping OAT sering kali mengganggu hasil pengobatan. Efek samping ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk penyakit komorbid.Tujuan : Mengetahui pola kejadian penyakit komorbid dan kejadian efek samping OAT di RSUP dr. KariadiMetode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Sampel menggunakan data catatan medik pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT lini pertama di RSUP dr. Kariadi Semarang tahun 2015Hasil : Dari 167 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 30 sampel mengalami efek samping dan 137 sampel sisanya tidak. Efek samping terbanyak adalah mual dan muntah. Dari 30 sampel tersebut, 18 sampel memiliki penyakit komorbid. Penyakit terbanyak adalah diabetes, yaitu sebanyak 7 sampel. Karakteristik dari sampel yang mengalami efek samping berjenis kelamin perempuan (53,5%), usia 40-59 tahun (53,3%), lama pengobatan 3-4 bulan (43,4%), dan IMT <18,5 (70%). Ditemukan hubungan tidak bermakna antara penyakit komorbid dengan kejadian efek samping dengan p= 0,871.Kesimpulan : Frekuensi efek samping OAT adalah 18% dengan mual dan muntah yang terbanyak. Frekuensi penyakit komorbid pada sampel total adalah 58,7% dan HIV adalah yang terbanyak. Dari sampel efek samping, frekuensi penyakit komorbid adalah 60% dan yang terbanyak adalah diabetes. Karakteristik pasien dengan efek samping adalah perempuan, rentang usia 40-59 tahun, dan IMT<18,5. Ditemukan hubungan tidak bermakna antara penyakit komorbid dan efek samping obat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI NON IUD PADA AKSEPTOR KB WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG UTARA Saragih, Imelda Margaretha; Suharto, Suharto; Nugraheni, Arwinda
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.173 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21197

Abstract

Latar Belakang: Data Dinas Kesehatan Semarang Utara tahun 2012 menyatakan Kelurahan Bandarharjo memiliki peserta akseptor KB aktif terbanyak dan didominasi oleh akseptor non IUD sebesar 84,79 %. Diperlukan pengkajian lanjut mengenai faktor yang berhubungan dalam pemilihan kontrasepsi Non IUD pada wanita usia subur.Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan metode kontrasepsi Non IUD.Metode penelitian: Observasional analitik dengan desain cross sectional pada sampel akseptor KB wanita usia subur di Kelurahan Bandarharjo bulan Juni-September 2017 dengan teknik sampling simple random sampling dan besar sampel minimal 66 sampel. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitasnya. Pengambilan data dengan cara angket dan wawancara, kemudian analisis hubungan dengan uji statistik Chi Square.Hasil: Analisis statistik diperoleh umur istri (p=0,045; 95%CI=0,98-1,855; PR=1,35), pengetahuan (p=0,049; 95%CI=0,99-1,79; PR=1,33), dan sikap istri (p=0,001; 95%CI=0,98-1,855; PR=1,35) memiliki hubungan signifikan terhadap pemilihan jenis kontrasepsi Non IUD pada akseptor KB wanita usia subur di Bandarharjo. Sedangkan faktor tingkat pendidikan (p=0,877; 95%CI=0,73-1,30; PR=0,98), status ekonomi (p=0,525; 95%CI=0,67-1,24; PR=0,91), budaya tradisi dan keyakinan (p=0,336; 95%CI=0,61-1,21; PR=0,86), pengalaman (p=0,842; 95%CI=0,76-1,40; PR=1,03), jumlah anak (p=1,000; 95%CI=0,73-1,41; PR=1,01), penerimaan informasi KB (p=0,120; 95%CI=0,96-1,64;  PR=1,25),  jamkesmas  (p=0,322;  95%CI=0,87-1,54;  PR=1,16), dan dukungan suami (p=0,670; 95%CI=0,71-1,25; PR=0,94) tidak memiliki hubungan signifikan dengan pemilihan jenis kontrasepsi Non IUD pada akseptor KB wanita usia subur.Kesimpulan: Faktor umur istri, pengetahuan, dan sikap istri mempunyai hubungan signifikan terhadap pemilihan jenis kontrasepsi Non IUD pada akseptor KB wanita usia subur. Disarankankan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap istri terhadap pemilihan kontrasepsi.
PENGARUH EKSTRAK MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GASTER : STUDI PADA MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI METANIL YELLOW Alfonsus Liguori Vincent; RB Bambang Witjahyo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.997 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18537

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pewarna Metanil Yellow sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan. Metanil Yellow akan diabsorbsi oleh lambung sehingga menimbulkan lesi histopatologis pada gaster. Meniran (Phyllanthus niruri L.)  adalah tanaman liar yang sering dimanfaatkan sebagai herbal. Meniran memiliki sifat gastroprotektif  sehingga dapat mengurangi lesi histopatologis pada gaster.Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap gambaran histologis  gaster  mencit Balb/c yang diinduksi metanil yellowMetode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel mencit Balb/c jantan, umur 2-3 bulan, berat badan 20-25 gram sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok secara random. Kelompok kontrol hanya diberi pakan dan minum standart, kelompok P1 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow, kelompok P2 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 1,4 mg/hari, kelompok P3 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 2,8 mg/hari, dan kelompok P4 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 5,6 mg/hari. Pada hari ke 31 dilakukan terminasi pada mencit dan mengambil organ gaster dan dibuat preparat histologi menggunakan pengecatan HE. Setiap preparat dibaca pada 5 lapangan pandang dan dinilai skor integritas epitel mukosanya menggunakan mikroskop.Hasil: Rerata integritas epitel mukosa gaster paling besar adalah kelompok P1 yaitu 1,11 ± 0,29 sedangkan rerata integritas epitel mukosa gaster paling kecil adalah kelompok P2 yaitu 0,34 ± 0,20. Pada uji One Way Anova didapatkan perbedaan bermakna (p = 0,000). Pada uji Post Hoc didapatkan perbedaan bermakna antara P1- P2 (p=0) , P1-P3 (p=0,009), dan P2-P4 (p=0,02), lalu perbedaan tidak bermakna antara P1-P4 (p=1,000), P2-P3 (p=0,660), dan P3-P4 (p= 0,189).Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologis gaster mencit Balb/c pada pemberian metanil yellow dan ekstrak meniran peroral dosis bertingkat selama 30 hari.
PENGARUH SUPLEMENTASI KOENZIM Q10 TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEART FAILURE WITH PRESERVED EJECTION FRACTION Naibaho, Tuahman Aditya; Sobirin, Mochamad Ali
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.523 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23893

Abstract

Latar Belakang : Heart Failure With Preserved Ejection Fraction  (HFpEF) masih menjadi masalah utama penyebab morbiditas dan mortalitas cukup tinggi yang hingga saat ini belum adanya pengobatan yang optimal. Ciri khas dari HFpEF adalah terdapat penurunan bioenergetika miokardium yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung. Pemberian koenzim Q10 dapat memperbaiki bionergetika miokaridum. Namun belum ada penelitian yang menilai kualitas hidup pasien HFpEF yang telah diberikan koenzim Q10. Tujuan  : Membuktikan apakah koenzim Q10 dapat memperbaiki kualitas hidup HFpEF Metode : Randomisasi dilakukan pada 25 pasien HFpEF pada penelitian acak terkontrol, unblinded, pre-post test control group design. Pasien menerima koenzim Q10 100 mg tiga kali sehari (kelompok koenzim Q10) atau tanpa  koenzim Q10 (kontrol)  selama 30 hari. Kemudian menilai kualitas hidup pasien HFpEF sebelum dan sesudah perlakuan dengan Minnesota Living Heart Failure Question (MLHFQ) dengan mengukur dimensi psikis, fisik dan total skor. Hasil : Dua puluh lima pasien menyelesaikan penelitian ini tanpa menimbulkan efek samping. Pada akhir penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna pada selisih perbandingan dimensi fisik sebelum dan sesudah perlakuan tiap kelompok (p=0,015), sedangkan  pada dimensi fisik terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p=0,153) sama halnya dengan total skor MLHFQ terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p=0,235). Kesimpulan : Suplementasi koenzim Q10 memberikan perbaikan yang berpengaruh pada dimensi psikis, akan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap kesuluruhan skor total MLHFQKata kunci : HFpEF, koenzim Q10, MLHFQ
PENGARUH PEMBERIAN AIR ALKALI TERHADAP NILAI PEAK EXPIRATORY FLOW RATE ANAK ASMA Nadya Azzahra; Nahwa Arkhaesi; Mohammad Syarofil Anam
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.297 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15559

Abstract

Latar belakang : Air alkali yang memiliki pH basa diharapkan dapat meningkatkan nilai pH saluran nafas penderita asma yang asam akibat kesulitan mengeluarkan udara respirasi yang dapat diukur menggunakan alat Peak Flow Meter secara objektif. Pemantauan nilai Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) dapat membantu mengontrol gejala serangan asma.Tujuan : Mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian air alkali terhadap nilai Peak Expiratory Flow Rate anak asmaMetode : Penelitian eksperimental one groups pre and post test design diselanggarakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) wilayah Semarang pada periode April-Mei 2016 . Subjek penelitian adalah anak asma (n=15) yang diberikan air alkali untuk diminum setiap hari sebanyak satu botol (600ml) selama dua minggu. Pengambilan data menggunakan alat Peak Flow Meter pada sebelum (pre), dan pasca 2 minggu pemberian air alkali (post) untuk didapatkan nilai PEFR. Uji statistik menggunakan uji T berpasangan, Uji T-tidak berpasangan dan Uji Saphiro Wilk.Hasil : Nilai PEFR anak asma sebelum diberikan air alkali (pre) adalah 147 ±  40,43 sedangkan nilai post adalah 170,66 ±  46,20. Sebagian besar anak asma mengalami kenaikan nilai PEFR dimana delta perubahan adalah 23,66 ± 26,82 dan terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian air alkali dengan nilai PEFR anak asma (p=0,004). Aktivitas fisik dan Indeks Masa Tubuh anak tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap nilai PEFR (p>0,05)Kesimpulan : Terdapat pengaruh positif pemberian air alkali terhadap peningkatan nilai PEFR anak asma usia 6-14 tahun yang berobat di BKPM wilayah Semarang.
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) TERHADAP KADAR ENZIM SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) TIKUS YANG DIINDUKSI MINYAK JELANTAH Rara Andini Saraswati; Nani Maharani; Astika Widy Utomo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.743 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21470

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi minyak jelantah terus-menerus dapat menurunkan kadar antioksidan endogen didalam tubuh salah satunya enzim superoksida dismutase (SOD), sehingga menyebabkan stress oksidatif. Untuk mencegah terjadinya stress oksidatif diperlukan antioksidan yang dapat berasal dari alam, salah satunya adalah ekstrak kulit manggis (Garcinia Mangostana L.) yang diketahui memiliki efek antioksidan, melalui senyawa aktifnya yaitu xanthone.Tujuan : menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis terhadap kadar SOD tikus Wistar yang diinduksi minyak jelantah.Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post test only controlled group design. . Sampel adalah 24 ekor tikus wistar dibagi menjadi menjadi kelompok konrol satu (K1) diberi pakan standar, kelompok kontrol dua (K2) diberi minyak jelantah, kelompok P1 diberi ekstrak kulit manggis 400 mg/kgBB dan kelompok P2 diberi minyak jelantah dan ekstrak kulit manggis 400 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari dan dilanjutkan dengan pengukuran kadar enzim superoxide dismutase (SOD). Uji statistik menggunakan uji Anova .Hasil Uji One Way ANOVA kadar SOD menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antarkelompok dengan nilai p= 0,84 (p>0,05).Kesimpulan Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian ekstrak kulit manggis dalam meningkatkan kadar SOD plasma pada tikus yang diinduksi minyak jelantah.

Page 25 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue