cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,055 Documents
PENGARUH BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II DANGKAL PADA TIKUS WISTAR Zeta Aisyah Bestari; Indah Saraswati; Dea Amarilisa Adespin
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.616 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.16035

Abstract

Latar Belakang : Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang paling sering terjadi di masyarakat. Jenis luka bakar yang paling sering terjadi adalah luka bakar derajat II dangkal, dimana masyarakat lebih memilih untuk melakukan self medication karena biaya pengobatan relatif mahal. Kandungan alliin pada bawang putih (Allium sativum L) dipercaya dapat membantu proses penyembuhan luka bakar derajat II dangkal tersebut, dengan aktivitas biologinya sebagai anti-agregasi sel platelet, pemacu fibrinolisis, dan sebagai anti-bakteri.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak bawang putih (Allium sativum L) pada luka bakar derajat II dangkal.Metode : penelitian post test only control group design dengan 4 kelompok yang dibagi menjadi 2 kategori, terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol adalah tikus yang diberi luka bakar derajat II dangkal tanpa mendapatkan perlakuan kelompok perlakuan, yaitu kelompok tikus yang diberi luka bakar derajat II dangkal, yang dibagi menjadi 3 kelompok, diolesi krim ekstrak bawang putih 1.5%, 3.0%, dan 6.0%. Penilaian dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan Bates Jensen Wound Assessment Tool.Hasil : Subjek penelitian pada kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun mencapai kesembuhannya selama . Subjek penelitian dengan luka bakar derajat II dangkal yang mendapatkan krim esktrak bawang putih konsentrasi 1.5% sembuh dalam waktu , dengan kosentrasi 3.0% , dan dengan konsentrasi 6.0% .Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang dapat ditemukan dalam ekstrak  bawang putih dengan konsentrasi 1.5%, 3.0%, dan 6.0% yang dioleskan pada luka bakar derajat II dangkal.
HUBUNGAN ANTARA WAIST HIP RATIO DENGAN PLANTAR ARCH INDEX PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Rizka Aulia Tsani; Agung Aji Prasetyo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.789 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23375

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa Fakultas Kedokteran mempunyai faktor risiko overweight dan obesitas. Pengukuran lemak tubuh dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan Waist Hip Ratio (WHR). WHR dapat mencerminkan banyaknya timbunan lemak terutama yang ada di perut dan panggul. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan musculus, tendon, dan ligamen yang menyangga arcus pedis khususnya arcus longitudinalis medialis meregang dan melemah, tulang dan sendi kaki dapat bergeser, kolaps sehingga menimbulkan nyeri dan flat foot deformity. Arcus longitudinalis medialis dapat diukur menggunakan Staheli’s plantar arch index. Tujuan: Mengetahui hubungan antara waist hip ratio dengan plantar arch index pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 30 mahasiswi tahun ketiga Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Dilakukan pengukuran lingkar pinggang, lingkar panggul, dan plantar arch index dari foot print responden. Uji statistik menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil: Dari 30 subjek penelitian, terdapat 12 subjek penelitian (40%) yang tergolong obesitas sentral dan 18 subjek (60%) yang tergolong non obese. Pengukuran PAI menunjukkan terdapat 2 subjek (6,67%) yang mempunyai PAI tinggi dan 28 subjek (93,33%) dengan PAI normal. Korelasi WHR dengan PAI berdasarkan uji korelasi Spearman didapatkan nilai p=0,535 dan r=0,118. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi signifikan antara Waist Hip Ratio (WHR) dengan Plantar Arch Index (PAI) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Kata Kunci: Waist Hip Ratio, Plantar Arch Index
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT ASAM (CURCUMA DOMESTICA DAN TAMARINDUS INDICA) DALAM PERIODE GESTASI TERHADAP GAMBARAN MORFOMETRI FETUS MENCIT BALB/C Recci Labesa; Herman Kristanto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.598 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18624

Abstract

Latar Belakang : Kunyit asam merupakan minuman tradisional Indonesia yang banyak manfaatnya, baik sebagai obat maupun minuman kesehatan. Berdasarkan sebuah penelitian, kunyit asam diperkirakan memiliki efek teratogenik karena dapat menginduksi terjadinya kontraksi uterus premature, dan perdarahanTujuan : Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak kunyit asam (Curcuma domestica dan Tamarindus indica) dalam periode gestasi terhadap gambaran morfometri fetus mencit Balb/c.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan true eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design, 20 mencit Balb/c bunting dibagi menjadi 4 kelompok. Kontrol tidak diberi perlakuan, hanya diberikan pakan standar. P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak kunyit asam dengan dosis bertingkat, masing-masing 1.365, 4.095, 12.285 mg/kgBB/hari selama 10 hari. Dimulai dari hari ke-8 sampai hari ke-17 gestasi. Pada hari ke-18 gestasi, hewan coba dianastesi dengan ether kemudian diterminasi dengan cara dislokasi leher, lalu diamati gambaran morfometrinya berupa berat badan, panjang badan, dan menghitung jumlah fetus mencit yang hidup, mati serta resorbsi. Data dianalisa dengan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.Hasil: P1, P2, P3 menunjukkan berat badan yang signifikan terhadap kontrol. Berat badan P1 tidak signifikan terhadap P2, sedangkan P1 dengan P3 didapatkan hasil yang signifikan, dan P2 dengan P3 didapatkan hasil tidak signifikan.Kesimpulan : Ekstrak kunyit asam berpengaruh terhadap gambaran morfometri fetus mencit Balb/c berupa berat badan, panjang badan, jumlah hidup, dan jumlah mati fetus mencit.
PERBEDAAN EFEK SEDUHAN KULIT DAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS Sprague dawley DISLIPIDEMIA I Dewa Gede Angga Pramana; Martha Ardiaria; Ahmad Syauqy
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.333 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14461

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas profil lipid dalam serum, salah satunya adalah peningkatan kadar trigliserida serum. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terbukti memperbaiki profil lipid karena adanya kandungan fenolat dan flavonoid. Kulit buah naga merah mengandung kandungan gizi seperti karbohidrat, lemak, protein, serat dan senyawa betasianin.Tujuan : Mengetahui perbedaan efek pemberian seduhan kulit dan jus daging buah naga merah terhadap kadar trigliserida serum tikus Sprague dawley dislipidemia.Metode : Jenis penelitian adalah true experimental dengan pre and post test with control group design. Sampel adalah tikus jantan Sprague dawley usia 10 minggu, diinduksi dislipidemia dengan telur puyuh dan asam kolat. Pada kelompok K(-) diberi pakan standar, kelompok K(+) diberi pakan tinggi kolesterol, kelompok P1 diberi seduhan kulit buah naga merah dan kelompok P2 diberi jus buah naga merah. Kadar trigliserida serum diperiksa dengan metode CHOD-PAP dan GPO-PAP. Data kemudian dianalisis menggunakan uji paired t test dan one way ANOVA.Hasil : Terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah intervensi pada kelompok K(-), K(+), P1 dan P2. Pemberian seduhan kulit selama 14 hari dapat menurunkan kadar trigliserida sebesar 53,61 mg/dl (SD= 4,06) sedangkan jus buah naga merah dapat menurunkan kadar trigliserida sebesar 36,99 mg/dl (SD= 8,14). Setelah intervensi terdapat perbedaan rerata kadar trigliserida antar kelompok p=0,000 kecuali K(-) dengan seduhan kulit p=1,000.Simpulan : Pemberian seduhan kulit buah naga merah dan jus daging buah naga merah selama 14 hari dengan dosis 9,08 g/200 gbb tikus dan 1,53 g/200 gbb tikus dapat menurunkan kadar trigliserida serum masing-masing sebesar 53,61 mg/dl (SD= 4,06) dan 36,99 mg/dl (SD= 8,14) pada tikus Sprague dawley dislipidemia.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DOSIS BERTINGKAT PADA GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR TIKUS WISTAR YANG DINDUKSI FORMALIN Okta Hardianti Putri; Desy Armalina; Farmaditya Eka Putra Mundhofir; Akhmad Ismail; Ika Pawitra Miranti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.553 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21188

Abstract

Latar Belakang: Formaldehida adalah anggota aldehida yang paling sederhana, namun sangat reaktif. Senyawa formalin akan didetoksifikasi dan dimetabolisme oleh hepar sehingga dapat merusak sel-sel hepar. Daun kelor di Indonesia memiliki berbagai manfaat dengan nilai gizi yang tinggi dan kandungan antioksidan yang diketahui dapat mengobati penyakit hati. Maka, daun kelor (Moringa oleifera) yang berperan dalam hepatoproteksi dapat mengurangi efek formalin pada hepar.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dosis bertingkat pada gambaran mikroskopis hepar tikus wistar yang dinduksi formalin.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimental laboratorik dengan Post Test Only with Control Group Design. Sampel sebanyak 25 ekor tikus wistar jantan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diadaptasi selama 7 hari. Kelompok kontrol negatif diberi pakan dan minum standar, kontrol positif diberikan pakan standar dan  aquadest selama 5 hari dan dilanjutkan formalin peroral 100 mg/kgBB/hari selama 21 hari tanpa perlakuan. Kelompok P1, P2, dan P3 diberi pakan dan proteksi ekstrak daun kelor pada 5 hari pertama, dengan dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB/hari. Dilanjutkan pemberian formalin 100 mg/kgBB/hari dan ekstrak daun kelor sesuai dengan dosis proteksi selama 21 hari. Setelah 26 hari,tikus wistar dianestesi lalu dibedah kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologi hepar berupa degenerasi dan nekrosis.Hasil: Rerata degenerasi sel hepar tertinggi pada kelompok kontrol positif. Pada degenerasi dan nekrosis terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) pada Kontrol negatif dengan P1, P2, P3 dan Kontrol positif dengan P1, P2, P3.Simpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dosis bertingkat bertingkat menyebabkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopis hepar tikus wistar yang diinduksi formalin.
HUBUNGAN ANTARA HBA1C DENGAN KADAR HDL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Aditya Devi Ratnasari; Indranila Indranila; Dwi Retnoningrum
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.271 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18528

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, dimana secara global insidensinya meningkat setiap tahun. Tindakan pengendalian DM sangat diperlukan untuk mengusahakan tingkat gula darah sedekat mungkin dengan normal. HbA1c merupakan marker untuk status glikemik yang banyak digunakan  karena bermanfaat untuk memprediksi derajat intoleransi glukosa serta dapat mencegah komplikasi kronik.Tujuan : Membuktikan adanya hubungan antara HbA1c dengan kadar HDL pada pasien Diabetes melitus  tipe 2Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan observasional analitik. Pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Uji statistik menggunakan uji korelasi  Spearman. Hasil: Sampel penelitian melibatkan 39 responden. Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan  negatif sedang antara HbA1c dengan kadar HDL pada pasien diabetes melitus tipe 2 (p= 0,002, r = -0,488)Simpulan: Terdapat hubungan  negatif sedang  antara HbA1c dengan kadar HDL pada pasien diabetes melitus tipe 2
JUMLAH DAN POLA BAKTERI UDARA PRE DAN POST PEMBERSIHAN : STUDI OBSERVASIONAL DI RUANG OPERASI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO SEMARANG Rizki Akbar Sentosa; Rebriarina Hapsari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.186 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23805

Abstract

Latar Belakang: Infeksi daerah operasi merupakan infeksi nosokomial terbanyak di ruang operasi. Keberadaan bakteri udara di ruang operasi yang melebihi indeks angka kuman maksimal adalah faktor risiko terjadinya infeksi nosokomial di ruang operasi. Jumlah bakteri udara di ruang operasi berkaitan dengan kebersihan lingkungan ruang operasi, sehingga kebersihan ruang operasi harus dijaga dengan baik termasuk dengan pembersihan. Tujuan: Mendeskripsikan jumlah dan jenis bakteri udara pre dan post pembersihan di ruang operasi RSND, serta menganalisis hubungan antara jenis ruang operasi dan titik lokasi di ruang operasi terhadap jumlah bakteri udara. Metode: Penelitian ini  merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data secara belah lintang yang dilakukan pada udara ruang operasi RSND yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan metode settle plates. Perhitungan koloni bakteri dalam CFU/m3 serta dilakukan identifikasi jenis bakteri. Analisa data menggunakan uji normalitas Saphiro Wilks dilanjutkan dengan analisa uji non-parametrik Wilcoxon, Kruska Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Koloni bakteri tumbuh hampir di seluruh agar dengan jumlah dan jenis bakteri yang bervariasi. Uji Wilcoxon  menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah bakteri udara pre dan post pembersihan. Tidak ditemukan perbedaan bermakna jumlah bakteri udara antar ruang operasi dan antar titik di ruang operasi. Bakteri udara yang ditemukan adalah CoNS, Bacillus, Nocardia dan Klebsiella. Kesimpulan: Jumlah bakteri udara di ruang operasi RNSD pre pembersihan adalah 32 CFU/m3, dengan perbedaan bermakna jumlah bakteri udara pre dan post pembersihan. Tidak ditemukan perbedaan bermakna jumlah koloni bakteri antar ruang operasi dan antar titik di ruang operasi.Kata kunci: Kualitas udara, bakteri udara, jumlah koloni kuman, ruang operasi
DAFTAR ISI JKD Vo. 5, No. 1, Januari 2016 : 1-70 Daftar Isi JKD
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11361

Abstract

.
PENGLIHATAN STEREOSKOPIS PADA MIOPIA RINGAN Zara Yupita Azra; Riski Prihatningtias; Amallia Nugettsiana Setyawati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.495 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18656

Abstract

Latar Belakang  : Retinopati diabetika merupakan komplikasi diabetes yang mempengaruhi kemampuan penglihatan dan diskriminasi warna. Retinopati diabetika terbagi menjadi retinopati diabetika non-proliferatif (NPDR) dan retinopati diabetika proliferatif (PDR). Kempuan penglihatan dan diskriminasi warna memburuk seiring dengan meningkatnya derajat retinopati diabetika.Tujuan  : Menganalisis perbedaan skor buta warna pada pasien retinopati diabetika non-proliferatif dan retinopati diabetika proliferatif.Metode  : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan rancangan belah lintang. Subyek penelitian adalah 31 mata penderita NPDR dan 31 mata PDR yang dipilih secara consecutive sampling dan dilakukan pemeriksaan skor buta warna dengan Farnsworth Musell 28 hue test. Data diolah dengan menggunakan uji parametrik t tidak berpasangan.Hasil  : Rerata skor buta warna pada pasien retinopati diabetika non-proliferatif sebesar 563,7±154,3 dan rerata skor buta warna pada pasien retinopati diabetika proliferatif sebesar 841,6±212,9. Terdapat perbedaan skor buta warna yang bermakna antara pasien NPDR dan PDR (p=<0,00)Kesimpulan  : Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor buta warna pasien retinopati diabetika non-proliferatif dan retinopati diabetika proliferatif.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN ANAK PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DENGAN KELAINAN SIMPLEK DAN KELAINAN KOMPLEK PADA UMUR 0-2 TAHUN. Cornelius Anggi Novatriyanto; Anindita Soetandji; Rina Pratiwi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.599 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21287

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian penyakit jantung bawaan (PJB) diaporkan sekitar 8-10 bayi dari 1000 kelahiran. Usia 0 – 2 tahun merupakan periode growth spurt 1 pada anak termasuk pertumbuhan otak dimana masa ini tidak boleh mendapatkan intervensi apapun seperti PJB. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan anak penderita PJB pada usia 0-2 tahun.Tujuan: Mengetahui perbedaan pertumbuhan anak PJB dengan kelainan simplek dan kompleks pada usia 0-2 tahun.Metode: Penelitian menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak usia 0-2 tahun dengan PJB yang datang ke Poliklinik Anak RSUP dr. Kariadi dan tidak memiliki kelainan bawaan lainnya. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis rawat jalan RSUP dr. Kariadi dan dikelompokkan menjadi: PJB simpleks asianotik (n=43), kompleks asianotik (n=43), sianotik (n=43. Analisis data hipotesis major menggunakan chi-square dan hipotesis minor menggunakan uji repeated Anova jika persebaran data normal dan uji Kruskal Wallis jika persebaran data tidak normal.Hasil: Pasien PJB dengan tinggi badan sangat pendek terdapat perbedaan bermakna antara ketiga kelompok (p= 0,026). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada ΔWAZ, ΔHAZ, dan ΔWHZ antara bulan ke-0 dan bulan ke-2 serta rerata WAZ, HAZ, dan WHZ bulan ke-0,1,2 pada ketiga kelompok PJB. Sistem pembiayaan dan penyakit infeksi tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada ketiga kelompok.Simpulan: Terdapat perbedaan pertumbuhan HAZ pada bulan ke-0 antara ketiga kelompok PJB.

Page 27 of 106 | Total Record : 1055


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue