cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) DAN KLORIN TERHADAP MASSA KALSIUM DAN MASSA PROTEIN DAGING PADA AYAM BROILER (Feeding Beluntas Leaf Extract (Pluchea indica Less) and Chlorine on Muscle Calcium and Protein Massin Broiler Chickens) Syafitri, Yuniar Erlin; Yunianto, Vitus Dwi; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.852 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) dan klorin dalam ransum ayam broiler terhadap massa kalsium dan protein daging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan5 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing unit ulangan 7 ekor ayam.Perlakuan yang diterapkan T0 = ransum tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin, T1 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 2%, dan air minum dengan klorin 30 ppm, T2 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 4%, dan air minum dengan klorin 20 ppm, T3 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 6%, dan air minum dengan klorin 10 ppm, dan T4 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 8%, tanpa klorin.Parameter yang diamati adalah retensi kalsium, massa kalsium daging, massa protein daging, danpertambahan bobot badan harian (PBBH). Ternak yang digunakan adalahDay Old Chick (DOC) broiler sebanyak 140 ekor, dengan bobot badan awal 45,58 ±2,99 g.Ransum yang digunakan satu jenis formulasi sejak periode starter sampai finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) 8% setelah 5 minggu perlakuan menghasilkan protein daging sama, tetapi terjadi peningkatan pertambahan bobot badan pada ayam broiler.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ransum dengan menggunakan ekstrak daun beluntas 8% sebagai feed supplementtanpa klorin (T4)menghasilkan pertambahan bobot badan ayam broiler paling tinggi, dengan massa protein daging yang sama. Kata kunci: ayam broiler; Pluchea indica Less; retensi kalsium; massa kalsium daging; massa protein daging. ABSTRACT         The aims of the study was to determine the effect of beluntas leaf extract (Pluchea indica Less) and chlorine on muscle calcium and protein mass in broiler.The present study was assigned in a acompletely randomized design with 5 treatments and 4 replications ,(7 birds). Dietary treatments were as follows T0 = control diet, T1 = 2 % beluntas leaf extract and 30 ppm chlorine , T2 = 4 % beluntas leaf extract and 20 ppm chlorine , T3 = 6 % leaf extract beluntas and 10 ppm , T4 = 8 % beluntas leaf extract wihtout chlorine. Parameters measured were retention of calcium ,muscle calcium mass,muscle protein mass, and daily body weight gain (DBWG).Experimental animals were 140 birds of Day Old Chick (DOC) broilers,with initial body weight of 45.58  ± 2.99 g. One formulation ration was applied for the period from starter to finisher. The results showed that beluntas leaf extract(Pluchea indica Less) at 8 % after 5 weeks of treatment resulted in the same muscle protein mass, but it increased body weight gain in broiler chickens.Based on the results, it can be concluded that the ration by using beluntas leaf extracts 8% as a feed supplement without chlorine (T4) resulted in body weight gain of broilers highest, with the same mass of meat protein.Keywords : broilers; Pluchea indica Less; retention of calcium; muscle calcium mass; muscle protein mass.
PENGARUH PEMBERIAN KULIT PISANG TERHADAP TIMBUNAN LEMAK PADA ORGAN REPRODUKSI AYAM PEDAGING DAN AYAM KAMPUNG BETINA (The Effect of Musa acuminate balbisiana C. on Fat Deposits in The Reproductive Organs The Broilers and Native Chicken) Afdela, Alfi; Soepriondho, Yon; Sutiyono, Barep
Animal Agriculture Journal Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.988 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit pisang terhadap timbunan lemak pada organ reproduksi ayam. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging dan kampung betina masing-masing 12 ekor. Ayam pedaging dan ayam kampung  dipelihara selama 8 minggu, kemudian dipotong.  Metode penelitian menggunakan  Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan dengan ulangan  4 kali. Penelitian ini menggunakan campuran kulit pisang TO (0%), T1 (30%),  dan T2 (47%).  Parameter yang diamati adalah bobot lemak ovarium, bobot lemak saluran telur dan bobot lemak vagina. Data hasil pengamatan dilakukan analisis ragam jika terdapat perbedaan nilai dari perlakuan maka di uji dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis Duncan bobot lemak ovarium berbeda nyata sedangkan pada lemak saluran telur dan lemak vagina tidak berbeda nyata. Perbedaan perlemakan organ reproduksi terjadi di ovarium. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan campuran kulit pisang 47% pada ayam pedaging dan ayam kampung dapat menjadi salah satu alternatif untuk pemeliharaan ayam.Kata kunci: kulit pisang; ayam pedaging; ayam kampung; organ reproduksi. ABSTRACT The purpose of this research was to determine the effect of a Musa acuminate balbisiana C  to the fat deposits on the reproductive organs of chicken. The research material used were 12 hens of native chicken. Broilers and native chicken were  maintained during  8 weeks and then slaughter off. Research method used  was completely randomized design with 3 treatment and four replications . A treatments used  were  a mixture of a Musa acuminate balbisiana C T0 (0%), TI (30%), and T3 (47%). Parameters measured were ovarian fat weight, oviduct fat weight and vagina fat weight. Duncan analysis results significantly different in ovarian used fat weight while in the oviduct fat and vagina’s fat not significantly different. Difference of reproductive organs fat happens  in the ovary. It can be concluded that feeding with a mixture of banana peel 47% in broilers and native chicken can be alternative to raising chickens.Keywords: broiler; Musa acuminate C; native chicken; reproductive organs
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Zahra, Atika Asirratu; Sunarti, Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.059 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan kesukaaan puyuh, mengetahui pengaruh keberagaman pakan, serta mengetahui pengaruh pemberian pakan free choice feeding terhadap performans produksi telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 - Januari 2012 di Kandang Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah burung puyuh betina usia 2 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan 56,27 g. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, Poultry Meat Meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan yaitu T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Tiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh yang ditempatkan dalam kandang baterai. Data dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puyuh usia 9 minggu menyukai jagung sebagai sumber energi dan pada usia 10 - 12 minggu lebih menyukai tepung ikan sebagai sumber protein dari pakan yang lain. Perlakuan free choice feeding dengan keragaman sumber protein memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan bebas pilih dengan bahan pakan dua sumber energi dan protein sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan performa produksi puyuh.Kata Kunci : Burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), Produksi telur, pakan bebas pilih (Free choice feeding).
TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, NILAI pH DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DRINK YOGHURT DARI SUSU SAPI YANG DIPERKAYA DENGAN EKSTRAK BUAH MANGGA Hidayat, Irfan Rifai; Kusrahayu, Kusrahayu; Mulyani, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.5 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekstrak buah mangga mengandung gula yang diduga dapat menstimulasi pertumbuhan serta meningkatkan aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah mangga terhadap total BAL, nilai pH dan sifat organoleptik (citarasa asam dan tekstur kental) drink yoghurt. Rancangan percobaan untuk pengujian total BAL dan nilai pH adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Uji sifat organoleptik menggunakan metode uji organoleptik dengan 25 panelis agak terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan ekstrak buah mangga sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah mangga (0, 1, 3 dan 5%) memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan tekstur kental, sedangkan total BAL dan citarasa asam menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Total BAL menghasilkan angka 7,57462-7,97472 log (CFU/ml); nilai pH 4,548-4,798; nilai citarasa asam 3,24-3,36; dan nilai tekstur kental 2,2-2,96. Kesimpulan dari penelitian ini adalah drink yoghurt dengan penambahan ekstrak buah mangga sebesar 1% memiliki kualitas yang paling baik sebagai produk diversifikasi pangan.Kata kunci: drink yoghurt, ekstrak mangga, total bakteri, pH, organoleptikABSTRACT Mango extract contains sugars that are supposed to stimulate growth and increase the activity of lactic acid bacteria (LAB). This research was carried out to investigate the effect of the addition of mango extract on total LAB, pH value and organoleptic properties (sour taste and creamy texture) of drink yoghurt. Total LAB and pH value was arranged in completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, if there is a treatment effect followed by Duncan Multiple Test Area. Test the organoleptic properties using organoleptic test by 25 panelists. The treatments given is the addition of mango extract as much as 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) and 5% (T3). The results showed that the addition of mango extract (0, 1, 3 and 5%) gave a significant influence (P<0,05) the pH value and creamy texture, while the total LAB and sour taste gave a not significant influence (P>0,05). Total LAB generate a number 7,57462 to 7,97472 log (CFU/ml); pH value of 4,548 to 4,798; sour taste from 3,24 to 3,36 and creamy texture from 2,2 to 2,96. Conclusions of this research were drink yoghurt containing 1% mango extract has the best quality as the diversification product.Key words: drink yoghurt, mango extract, total bacteria, pH, organoleptic
PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS SERTA LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER YANG DIBERI ACIDIFIER ASAM SITRAT DALAM PAKAN DOUBLE STEP DOWN (Percentage of Carcass and Non-Carcass and Abdominal Fat of Broiler Chickens were Given Acidifier Citric Acid in Feed Doubl Sibarani, Jesica; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.799 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan acidifier asam sitrat dalam pakan double step down (fase stater, dan finisher) terhadap bobot hidup, bobot dan presentase karkas, non karkas dan lemak abdominal. Menggunakan ayam broiler unsex strain Lohman MB 202 sebanyak 168 ekor yang terdiri dari 84 ekor jantan dan 84 ekor betina umur 7 hari dengan bobot badan awal rata – rata 186,3 ± 0,68 gram (cv= 0,36) ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 1 x 1 x 0,6 m yang disekat menjadi 28 unit dan setiap unit percobaan di isi dengan 6 ekor ayam (3♀:3♂). Pakan yang digunakan terdiri dari jagung, bekatul, minyak nabati, bungkil kedelai, tepung ikan, CaCO3, dan tepung kulit kerang. Acidifier yang diberikan berupa asam sitrat sintetik dan jeruk nipis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu: Pakan kontrol (tanpa double step down dan asam sitrat), pakan double step down tanpa asam sitrat, pakan double step down + jeruk nipis 0,8%, pakan double step down + asam sitrat sintetik 0,4 %; 0,8 %; 1,2 %; dan 1,6 %. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatan persentase bobot karkas dan menurunkan lemak abdominal, tapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap bobot hidup dan persentase bobot non karkas. Kesimpulan yaitu pemberian pakan double step down dengan penambahan asam sitrat sebanyak 1,6 % dapat diterapkan pada penelitian ayam broiler.Kata kunci : ayam broiler; step down protein; acidifier; produksi karkas; lemak abdominal ABSTRACT This research aim to determine the effect of feed acidifier citric acid in a double step-down (phase starter and finisher) on body weight , carcass weight and percentage, non carcass and abdominal fat . Using Lohman broiler strains unsex as many as 168 MB 202 tail consisting of 84 males and 84 females aged 7 days with average initial body weight - average 186.3 ± 0.68 g ( cv = 0.36 ) were placed in cages with size of 1 x 1 x 0.6 m is partitioned into 28 units and each unit in the experiment with the contents of 6 chickens (3 ♀ : 3♂) . Feed used consisted of corn , rice bran, vegetable oil, soybean meal, fish meal , CaCO3 and flour shells. Acidifier citric acid are given in the form of synthetic and lime . The method used was completely randomized design (CRD), with 7 treatments and 4 replications, namely : Feed control (without double step-down and citric acid) , double step-down feed without citric acid , double step-down feed lime + 0.8 %, double step-down synthetic citric acid + 0.4; 0.8; 1.2; and 1.6 % . Data were analyzed using analysis of variance procedure with F test at level 5% and followed by Duncan 's multiple range test (p<0.05). The results showed that treatment significantly (p<0.05) increase in the percentage of carcass weight and abdominal fat loss, but had no effect (p> 0.05) on body weight and persentasse non carcass weight. Conclusion that the double step-down feeding by the addition of 1.6 % citric acid can be applied to studies broilers.Key words : broiler chickens, step-down protein, acidifier, production carcass; abdominal fat
FERTILITAS TELUR DAN MORTALITAS EMBRIO AYAM KEDU PEBIBIT YANG DIBERI RANSUM DENGAN PENINGKATAN NUTRIEN DAN TAMBAHAN Sacharomyces cerevisiae Suryani, Nining; Suthama, Nyoman; Wahyuni, Hanny Indrat
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.891 KB)

Abstract

ABSTRACT The study aimed to assess the effect increased with the addition of nutrient rations Saccharomyces cerevisiae as a source of pre-probiotics on fertility and embryonic mortality of breeder kedu hen. The materials in use are 90 black kedu chickens in a year production period with weight 1636,13 g 109, 51 for females and 1850,54 g  120,89 for males, and yeast breads (fermipan) as a source of S. cerevisiae. The ration consists of corn, concentrate, premix, rice bran, fish flour, soybean meal, lime, and shell flour. The design of experiment that is used is complete randomized design (CRD) 2x3 factorial with 3 replications. The first factor is the type of breeder ration (R1) and improved ration (R2), the second factor is the level of addition of yeast bread of 0% (S0), 2% (S1) and 4% (S2) of the ration given. The result of this research showed that there was no interaction (P>0,05) between the ration improvement and the level of yeast nread to the value of ration consumption of breeder’s kedu chicken for eggs fertility and embryo mortility. The addition of yeast bread factor significantly increase egg fertility and reduce embryo mortality, especially the addition of 2% (S1) than unleavened bread (S0) and the addition of 4% (S2). Based on the results, it can be concluded that administration of yeast as much as 2% can improve fertility by reduce embryo mortality in breeder kedu chickens.   Key words: Kedu hen, Saccharomyces cerevisiae, fertility and embryonic mortality.   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji akibat peningkatan nutrien ransum disertai penambahan S. cerevisiae sebagai sumber pre-probiotik terhadap fertlititas dan mortalitas embrio ayam kedu pebibit. Materi yang digunakan adalah 90 ekor ayam kedu hitam periode produksi  umur 1 tahun dengan bobot badan pada betina 1636,13 g ± 109,51 dan pada jantan 1850,54 g ± 120,89, ragi roti (fermipan) sebagai sumber S. cereviciae, ransum terdiri dari jagung, konsentrat, premix, dedak padi, tepung ikan, bungkil kedelai, kapur, dan tepung kulit kerang. Penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis ransum peternak (R1) dan ransum perbaikan (R2), faktor kedua adalah level penambahan ragi roti yaitu 0% (S0), 2% (S1) dan 4% (S2) dari ransum yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara perbaikan ransum dan level ragi roti terhadap nilai konsumsi ransum ayam Kedu pebibit baik terhadap fertilitas telur maupunn mortalitas embrio. Faktor penambahan ragi roti nyata meningkatkan fertlititas telur dan menurunkan mortalitas embrio terutama penambahan 2% (S1) dibandingkan tanpa ragi roti (S0) dan penambahan 4% (S2). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ragi roti sebanyak 2% dapat meningkatkan fertilitas dengan penurunan angka mortalitas embrio pada  ayam Kedu pebibit.   Kata kunci: ayam kedu, Saccharomyces cerevisiae, fertilitas dan mortalitas embrio
GROWTH AND PRODUCTION OF LESSER DUCKWEED (Lemna minor) IN DIFFERENT MANURE SOLUTIONS AND CONCENTRATIONS Gena, Freddy; Karno, Karno; Sumarsono, Sumarsono
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.892 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study was done at the glass house of University of Diponegoro, Semarang. The research was about investigating the performance of Lemna minor from Lemna spp. of Lemnaceae family when grown for 14 days under 3 different manure types and concentration levels. The beef cattle manure, chicken manure and dairy cattle manure were mixed with 30 liters tap water in a triplicate media concentration of 0g/l, 5g/l and 10 g/l. In addition to the manures 1 kg top soil was added in all experimental units and 20 g of Lemna minor was planted as the initial plant weight. The manure type and manure concentration level were arranged in a 3x3 factorial completely randomized design arrangement and mean comparisons was done with Duncan Multiple Range Test. The results in ANOVA showed that there was significant interaction (F=6.31, p=.0023) as well as significant main effects (F=21.51, p=.0001; F=52.78, p=.001) for FY. For the GR the manure type x concentration level interaction was significant (F=6.30, p=.0024) and type of manure and level of concentration main effects were also significant (F=21.45, p=.0001; F=52.63, p=.0001). Significant interaction was also noticed for CPC (F=28, p=.0001) and significant main effects of manure and concentration (F=72.64, p=.0001; F=29.12, p=.0001). The average pH of the manure solutions before planting and after harvesting was 6.07 and 6.48 respectively. Prior to preparing the mediums duplicate samples of various manure as well as top soil were tested for Kjeldahl Nitrogen on dry matter basis.Key words: Lemnaceae, Lemna minor, Lemna spp., manure
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERFERMENTASI DALAM RAMSUM TERHADAP PERLEMAKAN AYAM BROILER UMUR 7 – 35 HARI (The Utilization of Fermented Seaweed Meal (Gracilaria verrucosa) in the Diet on Lipid Deposition of Broiler Chicken Mukhlis, Alfanda Nurul; Isroli, Isroli; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.2 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) terfermentasi sebagai bahan penyusun ransum terhadap perlemakan ayam broiler.Materi yang digunakan adalahayam broiler jantan dan betina sebanyak 150 ekor umur 7 hari dengan bobot 163,38± 24,67 g(CV 3, 04). Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung Gracilaria verrucosaterfermentasi, bekatul, jagung kuning giling, tepung ikan, bungkil kedelai, PMM, minyak nabati, CaCO3, topmiks. Ransum disusun dengan kandungan protein 21 %, EM 3000 kal/g.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, setiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 6 kali ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam broiler dengan perlakuan  sbb : T0 = ransum tanpa tepung rumput laut; T1 = ransum menggunakan tepung rumput laut 5%; T2 = ransum menggunakan tepung rumput laut terfermentasi 5%; T3 = ransum menggunakan tepung rumput laut terfermentasi 7,5%; T4 = ransum menggunakan tepung rumput laut terfermentasi 10%. Parameter yang diamati adalah bobot badan akhir, persentase lemak abdominal, persentase lemak organ pencernaan, dan kadar lemak daging.Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase lemak abdominal ayam broiler T1, T2, T3 dan T4 lebih rendah (P<0,05) dibandingkan T0  dan kadar lemak daging ayam broiler T3 lebih rendah (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya, persentase lemak organ pencernaan ayam broiler T4 lebih rendah (P<0,05)  terhadap T1 dan T0 dan bobot badan akhir tidak dipengaruhi oleh penggunaan tepung rumput laut terfermentasi dalam ransum.Kesimpulan yang diperoleh yaitu penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) terfermentasi dalam ransum mampu menurunkan persentase lemak abdominal, persentase lemak organ pencernaan dan kadarlemak daging, tetapi tidakmempengaruhi bobot badan akhir ayam broiler.Kata kunci : ayam broiler; tepung rumput laut terfermentasi; perlemakan ABSTRACT This research was aimed to the use of fermented seaweed meal (Gracilaria verrucosa) as feedstuff of ration on Lipid Deposition of Broiler Chicken. One hundred and fifty chickens 7 days age with weights 163,38± 24,67 g (CV 3, 04) was used in this study. Feed ingredients used in this study is Gracilaria verrucosa fermented flour, rice brand, milled yellow corn, fish meal, soybean meal, PMM, vegetable oil, CaCO3, top miks. The experimental design used was RAL consisting of 5 treatments, each treatment was performed 6 times replications, each experimental unit consisted of 5 broiler chickens with the following treatments: T0=ration without the use of seaweed meal; T1=ration the use of seaweed meal 5%; T2=ration with the use of fermented seaweed meal 5%; T3=ration with the use of fermented seaweed meal 7.5%; T4=ration with the use fermented seaweed meal 10%. The parameters measured were the final body weight, abdominal fat percentage, fat percentage of the digestive organs, and fat content of meat. The results showed that the percentage of abdominal fat of broiler chickens T1, T2, T3 and T4 were significantly lower (P <0.05) than T0 and fat content of broiler meat T3 significantly lower (P<0.05) than other treatments, digestive organs fat percentage of broilers significantly different T4 to T1 and T0 and final body weights were not affected by the use of starchin the ration of fermented seaweed meal. The conclusion the use of fermented seaweed meal (Gracilaria verrucosa) in the diet can be lower abdominal fat percentage, digestive organs fat percentage and fat content of meat, but do not affect the final body weight of broiler chickens.Key words : broiler chicken; fermented seaweed meal; fatty
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR Winata, Nur Arif Setya Hendra; Karno, Karno; Sutarno, Sutarno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.387 KB)

Abstract

The study was conducted to determine the growth and production gamal using liquid organic fertilizer. The data obtained were analyzed statistically using a completely randomized design (CRD) and tested further if there is a difference between treatments. Treatment of different doses of liquid fertilizer, which is 0%, 1%, 3% and 5% with 5 replicates, 75cmx50cm spacing so that each plot consisted of 16 cuttings of the experiment, the number of 320 eksplant. Implementation of the research carried out for 4 months, with the first 2 months and 2 months uniformity next crop done taking data. Based on the results of this study concluded that liquid organic fertilizer doses on forage gamal low so that growth and high forage production was not achieved. A need to increase doses of more than 5% liquid organic fertilizer.   Key Words: Growth, Production, Gamal, Liquid Organic Fertilizer   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi gamal  dengan menggunakan pupuk organik cair. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut bila terdapat perbedaan diantara perlakuan. Perlakuan dosis pupuk cair yang berbeda, yaitu 0%, 1%, 3% dan 5% dengan 5 ulangan, Jarak tanam 75cmx50cm sehingga  setiap petak terdiri dari 16 stek percobaan, jumlah tanaman 320 stek batang. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 4 bulan, dengan 2 bulan pertama penyeragaman tanaman dan 2 bulan berikutnya dilakukan pengambilan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis pemberian POC pada hijauan gamal masih rendah sehingga pertumbuhan dan produksi hijauan yang tinggi tidak tercapai. Perlu adanya peningkatan dosis pemberian POC lebih dari 5%.   Kata Kunci: Pertumbuhan, Produksi, Gamal, Pupuk Organik Cair.
PERFORMAN PRODUKSI TELUR ITIK LOKAL YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG KIAMBANG (Salvinia molesta) FERMENTASI (Egg Production Performance of Local Duck Feed Diets with Fermented Kiambang (Salvinia molesta)) Lestari, Dela Ayu; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.243 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan Kiambang (Salvinia molesta) fermentasi dengan level yang berbeda dalam ransum terhadap performan produksi telur itik lokal. Penelitian menggunakan 80 ekor itik lokal (itik Pengging) umur 24 minggu dengan rerata bobot badan 1457 ± 124,8 g (CV = 8,56%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0%, 15% tepung Kiambang tanpa fermentasi, 15% tepung Kiambang fermentasi, 17,5% tepung Kiambang fermentasi, 20% tepung Kiambang fermentasi) dan 4 ulangan dengan 4 ekor itik untuk setiap unit percobaan. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung Kiambang (Salvinia molesta) yang difermentasi dengan Aspergillus niger dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, dan konversi ransum. Simpulannya adalah Kiambang dapat digunakan dalam ransum sampai taraf 20%. Kata Kunci : itik lokal; kiambang;fermentasi;performan produksi telur ABSTRACT            This research aims to determine the effect of fermented Kiambang with different level sin diets on egg production performance of local duck. The object of this research is eighty 24 weeks local ducks with average body weight 1457±124.8g (CV=8.56%). The design of the experiment is Completely Randomized Design with 5 treatments (0%, 15% non-fermented Kiambang, 15% fermented Kiambang, 17.5% fermented Kiambang, 20% fermented Kiambang) and 4 replicates with 4 ducks for each experimental unit. Parameters measured are feed consumption, egg production, and feed conversion. The results shows that fermented Kiambang with Aspergillus niger in the diets does not influence (P>0.05) on feed consumption, egg production and feed conversion. The conclusion is Kiambang can be use in diets to the extent of 20%.Keyword :local duck;Salvinia molesta;fermentation; egg production performance

Page 3 of 34 | Total Record : 340