cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
KOMBINASI VITAMIN E DAN BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) TERHADAP KONSENTRASI BAL DAN POTENSIAL HIDROGEN (pH) PADA AYAM KEDU DIPELIHARA SECARA IN SITU Cahyaningsih, Cahyaningsih; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.52 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan bakteri asam laktat dalam ransum terhadap potensial hidrogen (pH) dan konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) dalam saluran pencernaan pada ayam kedu umur 12 bulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Januari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu betina, dan 20 ekor ayam kedu jantan umur 12 bulan. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (5 betina dan 1 jantan). Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum tanpa suplement, T1 = ransum + vitamin E 20 IU, T2 = ransum + 0,6 ml bakteri asam laktat (Biostrater A) dan T3 = ransum + vitamin E 20 IU + 0,6 ml bakteri asam laktat (Biostrater A). Ransum tersusun dari bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang, dan CaCO3. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsentrasi BAL, kondisi pH usus halus, laju digesta, dan produksi telur harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) (P<0,05) nyata antar semua perlakuan tetapi dengan pemberian vitamin E dan BAL nyata menurunkan pH, demikian pula pemberian BAL maupun kombinasi nyata memperlambat laju digesta. Parameter lain seperti konsumsi dan produksi telur harian (HDP) tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Simpulan dari penelitian bahwa pemberian vitamin E sebanyak 20 IU/100 g ransum dan bakteri asam laktat sebanyak 0,6 ml/ekor/hari menghasilkan konsumsi ransum dan produksi telur harian yang sama, tetapi dapat meningkatkan konsentrasi bakteri asam laktat, menurunkan pH usus halus, dan memperlambat laju digesta.Kata kunci : Ayam kedu, vitamin E, bakteri asam laktat, laju digesta, produksi telurABSTRACT The study aims to determine the effect of the addition of lactic acid bacteria in the ration to potential hydrogen (pH) and the concentration of lactic acid bacteria (LAB) in digestive track 12 months old kedu chicken. The research was conducted on November 2011 to January 2012 on Livestock Farmers Groups Makukuhan Mandiri Kedu, Temanggung. The Research using 100 female kedu chickens, and 20 male kedu chickens age of 12 months. Experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications (5 females and 1 male). Treatment applied is T0 = ration without supplements, T1 = ration + 20 IU vitamin E, T2 = ration + 0.6 ml lactic acid bacteria (Biostarter A) and T3 = ration + vitamin E 20 IU + 0.6 ml acid bacteria lactate (Biostarter A). Ration composed from bran, yellow corn, soybean meal, fish meal, shellfish meal, and CaCO3. Parameters observed include consumption, LAB concentrations, intestinal pH conditions, rate of digesta, and hen day production. The results showed that the concentration of lactic acid bacteria (LAB) (P <0.05) is significant among all treatments but the combination of vitamin E and LAB lower the pH and slow the rate of digesta. Other parameters such as consumption and hen day production (HDP) is not affected by the treatment. Conclusion from the study is addition of vitamin E by 20 IU/100 g ration and lactic acid bacteria as much as 0.6 ml / head / day make the same result in consumption of rations and daily egg production, but may increase the concentration of lactic acid bacteria, lowering the pH of the small intestine, and slow the rate of digesta.Keywords: Kedu Chicken, vitamin E, lactic acid bacteria, rate of digesta, hen day production
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER (Effect of fermented seaweed (Gracilaria verrucosa) meal in the diet on broiler carcass production) Primasanti, Rizky Rahmadhani; Mahfudz, Luthfi D.; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.005 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung rumput laut (G. verrucosa) terfermentasi dalam ransum terhadap produksi karkas ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 150 ekor ayam broiler jantan betina (unsex) umur 1 minggu dengan bobot rata-rata 163,38 ± 24,67 g (CV 3, 04 %). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 30 unit, setiap unit percobaan diisi 5 ekor ayam broiler. Perlakuan tersebut meliputi : T0= Ransum tanpa menggunakan tepung rumput laut terfermentasi, T1= ransum menggunakan 5% tepung rumput laut, T2= ransum menggunakan 5% tepung rumput laut terfermentasi, T3= ransum menggunakan 7,5% tepung rumput laut terfermentasi, T4= ransum menggunakan 10% tepung rumput laut terfermentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) dengan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) terfermentasi dalam ransum dengan taraf 5%, 7,5% hingga 10% dan 5% tepung rumput laut tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot hidup, bobot karkas, persentase karkas, bobot non karkas, persentase non karkas dan potongan karkas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) terfermentasi dalam ransum ayam broiler dapat digunakan hingga taraf 10%.Kata kunci : Rumput laut fermentasi; ayam broiler; produksi karkas ABSTRACT The research was aims to determine the effect of fermented seaweed (Gracilaria verrucosa) meal in the diet on broiler carcass production. The experiment used is 150 broiler chickens (unsex) 1 week old with an average body weight of 163.38 ± 24.67 g (CV 3.04 %). Design used in this research was Completely Randomized Design (CRD), with 5 treatments and 6 replications, so there were 30 cages as experiment units, Each experiment unit consisted of 5 broilers. The treatment includes : T0= Ration without using fermented seaweed meal, T1= Ration using seaweed meal 5%, T2= Ration using fermented seaweed meal 5%, T3= Ration using fermented seaweed meal 7.5%, and T4= Ration using fermented seaweed meal 10%. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) F-test with level 5% and if the result of the analysis showed significant effect of treatment will be followed by Duncan's test. The results showed that treatment using seaweed meal fermented with 5%; 7.5% 10% and 5% using seaweed meal 5% no significant effect on live weight, carcass weight, carcass percentage, non carcass weight, percentage of non-carcass and carcass cut portion. The conclution of the research were fermented seaweed meal can be used in the broiler diet until 10%.Key word : fermented seaweed meal; broiler chicken; carcass production
KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK, PRODUKSI VFA DAN NH3 PAKAN KOMPLIT DENGAN LEVEL JERAMI PADI BERBEDA SECARA IN VITRO Widodo, Widodo; Wahyono, Fajar; Sutrisno, Sutrisno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.497 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan leveljerami padi berbeda dalam pakan komplit terhadap nilai kecernaan danfermentabilitasnya. Penelitian dilakukan melalui 2 tahap yaitu penyusunan pakanserta analisis kecernaan dan fermentabilitasnya secara in vitro. Rancanganpercobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) dan 4 ulangan (U1, U2, U3 dan U4) yaitu P1 =Pakan komplit (25% jerami padi), P2 = Pakan komplit (30% jerami padi), P3 =Pakan komplit (35% jerami padi), P4 = Pakan komplit (40% jerami padi). Pakanpembanding disusun menggunakan sumber serat rumput gajah 70%. Parameteryang diamati meliputi KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3. Data yangdiperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, dan apabila perlakuanberpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan taraf 5% untukmenguji perbedaan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan level jerami padi berbedadalam pakan komplit tidak berpengaruh nyata terhadap nilai KcBK, KcBO,produksi VFA dan NH3. Rata-rata KcBK pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4secara berturut-turut adalah 64,53; 63,36; 62,70 dan 60,93%, sedangkan rata-rataKcBO adalah 65,65; 65,14; 65,02 dan 62,92%. Rata-rata produksi VFA padaperlakuan P1, P2, P3 dan P4 secara berturut-turut adalah 122,50; 117,50; 112,50dan 110,00 mM, sedangkan rata-rata produksi NH3 adalah 3,57; 3,55; 3,30 dan3,27 mM. Rata-rata KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3 pakan pembandingsecara berturut-turut adalah 64,70%; 55,87%; 116,25 mM dan 6,02 mM.Berdasarkan hasil penelitian mengenai KcBK, KcBO, produksi VFA dan NH3pakan komplit dapat disimpulkan bahwa penggunaan jerami padi dengan level25% mampu menggantikan pakan pembanding yang menggunakan rumput gajahsebagai sumber seratnya.Kata Kunci : Pakan komplit, jerami padi, kecernaan in vitro.
KADAR LEMAK, KEKENYALAN DAN CITA RASA NUGGET AYAM YANG DISUBSTITUSI DENGAN HATI AYAM BROILER Yuliana, Nietha; Pramono, Yoyok Budi; Hintono, Antonius
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.289 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar lemak, kekenyalan dan cita rasa dari nugget ayam yang disubstitusi dengan hati ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan secara berurutan adalah T0 (0%), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), and T4 (40%). Kadar lemak diuji dengan metode ekstraksi soxhlet. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan Uji Wilayah Duncan. Tingkat kekenyalan dan cita rasa diuji oleh panelis agak terlatih. Data dianalisis dengan uji non parametrik Kruskal Wallis H-Test dengan uji lanjut Wilcoxon. Rata-rata kadar lemak adalah T0 (12,92%), T1 (12,12%), T2 (10,66%), T3 (10,02%), dan T4 (9,77%). Kekenyalan adalah T0 (3,32), T1 (3,4), T2 (3,12), T3 (2,8) dan T4 (2,7) dan cita rasa adalah T0 (4,12), T1 (3,96), T2 (3,52), T3 (3,52), dan T4 (3,32). Substitusi hati ayam broiler terdapat perbedaan nyata (P<0,05) pada kadar lemak dan cita rasa, sedangkan perlakuan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) terhadap kekenyalan. Hal ini menunjukkan bahwa susbstitusi sampai 40% masih diterima konsumen.Kata Kunci: nugget ayam, hati ayam broiler, kadar lemak, kekenyalan, cita rasaABSTRACT The research objective was to know of the fat content, elasticity and flavour of livers-substituted chicken nugget. The design of the research was Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. The treatments are T0 (0%), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), and T4 (40%) respectively. The fat content testing is using soxhlet extraction method. The data were analyzed by ANOVA, if the treatments significant was continued by Duncan Multiple Range Test. The elasticity and flavour were tested by panelist. The data were analyzed by non parametric Kruskal Wallis H-Test, if the treatments significant was continued by Wilcoxon. The average of the fat content are T0 (12,92%), T1 (12,12%), T2 (10,66%), T3 (10,02%), and T4 (9,77%). The elasticity are T0 (3,32), T1 (3,4), T2 (3,12), T3 (2,8), and T4 (2,7). The flavour are T0 (4,12), T1 (3,96), T2 (3,52), T3 (3,52), and T4 (3,32). The result showed that the substitution by broiler chicken livers was significant (P<0,05) the fat content and flavour while there aren’t significant (P>0,05) to the elasticity. It means that livers-substitution more 40% is acceptable to consumers.Key words: chicken nuggets, broiler chicken livers, the fat content, elasticity, flavour
PENGARUH PEMBERIAN PAKANBERBEDA KUALITAS TERHADAP PRODUKSI PROTEIN MIKROBA RUMEN PADA KAMBING KACANG JANTAN Sunarno, Sunarno; Arifin, Mukh; Rianto, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.045 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi protein mikroba di dalam rumen kambing kacang jantan pada pemberian pakan berbeda kualitas. Materi yang digunakan adalah 15 ekor kambing kacang jantan, umur 6-18 bulan dengan bobot badan  rata-rata 14,96 kg  ± 3,40 kg (CV = 23,55%). Pakan penelitian berupa mash yang tersusun dari rumput gajah, bungkil kedelai, onggok dan dedak padi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 3 perlakuan pakan dan 5 kelompok bobot badan awal ternak. Perlakuan pakan yang diterapkan adalah kandungan protein kasar (PK) dan total digestible nutrients (TDN), yaitu T1 (9,20% PK dan 54,67% TDN); T2 (11,67% PK dan 58,61% TDN), dan T3 (18,33% PK dan 65,23% TDN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi nitrogen mikroba tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan (rata-rata 5,01 g/hari), sementara efisiensi produksi nitrogen mikroba (EPNM) pada T1: 18,47 g N/kg konsumsi bahan organic tercerna (KBOT) lebih tinggi (P<0,05) dari T2: 14,10 g N/kg KBOT dan T3: 13,00 g N/kg KBOT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian pakan dengan kualitas pakan 9,20% PK sudah mampu untuk mendukung kinerja mikroba di dalam rumen kambing kacang jantan.Kata kunci: produksi mikroba; efisiensi produksi nitrogen mikroba; kambing kacang ABSTRACT             A research was carried out to investigateproduction of microbial nitrogen production in the rumen of kacangbuck given feed of different quality. Fifteen kacangbucks, 6-18 months old, with initial body weight of 14.28 +3.36  kg (CV = 23.55%), were used in this research. The feed stuffs used in this research were napier grass, soybean meal, cassava by product and rice bran that were formed into a mash. This research used a randomized block design with 3 different feed treatments and 5 groups of initial body weight.  The feed treatment applied was the content of dietary crude protein (CP) and total digestible nutrients (TDN), i.e. T1:  9.20% CP and 54.67% TDN, T2: 11.67% CP and 58.61% TDN, and T3: 18.33% CP and 65.23% TDN. The results showed that microbial nitrogen production was not significantly different (P>0.05) among the treatments,  averaged 5.01 g/day.On the other hand the efficiency of microbial nitrogen production (EMNP) was significantly different (P<0.05) among the treatments; EMNP of T1: 18.47 g N/kg digestible organic matter (DOM) was higher thanthose of T2: 14.10 g N/kg DOM and T3: 13.00g N/kg DOM. The conclusion from this study is that feeding the feed quality 9.20% CPis able to support the performance of microbes in the rumen of kacangbuck.Keywords:      microbial production; efficiency of microbial nitrogen production; kacang bucks
PENINGKATAN KUALITAS TONGKOL JAGUNG MELALUI TEKNOLOGI AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PROTEIN TOTAL SECARA IN VITRO Prastyawan, Runny Midyo; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda; Surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.737 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan aras starter mikrobia dan lama peram terhadap tongkol jagung utamanya kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik serta protein total. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (3 x 5) dengan masing-masing perlakuan memakai 3 ulangan. Faktor pertama (S) adalah aras starter komersial (0, 1 dan 2% terhadap BK) , sedangkan faktor ke dua (T) adalah lama pemeraman (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu). Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata, akan diuji lanjut menggunakan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan nilai tengah antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan perbedaan aras starter dan lama peram tidak berpengaruh meningkatkan kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan protein total tongkol jagung.Kata kunci: tongkol jagung, amofer, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, protein totalABSTRACTA research to study the determine and assess the effect of combination commercial starter at level and time period various for corn cob the main dry matter and organic matter digestibility and total protein. Research was arranged in completely randomized design in factorial pattern 3x5 and three replications. First factor was the level of commercial starter (0, 1 and 2%) and second factor was the period of fermentation 0, 1, 2, 3 and 4 week). The data were variance analized using ANOVA and Duncan multiple range test (DMRT). The results showed that combined treatment difference in level of starter and long time peroid not increased the dry matter digestibility, organic matter digestibility, and total protein of corn cobs.Keywords: corn cob, amofer, dry matter digestibility, organic matter digestibility, total protein
ANALISIS BREAK EVEN POINT USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Analysis Of Break Even Point at Broiler Farm In Limbangan Distric Kendal Regency Zentiko, Bakhtiar Dwi; Handayani, Migie; Santoso, Siswanto Imam
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.589 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penelitian bertujuan mengetahui nilai (Break Even Point) BEP unit, nilai BEP penjualan dan perbedaan nilai BEP unit dan BEP penjualan pada (strata I, II dan III)  pada usaha peternakan ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan sampel responden dengan metode sensus sebanyak 78 peternak. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai BEP unit pada strata I sebanyak 1.191 kg, strata II sebanyak 2.322 kg dan strata III sebanyak 6.072 kg. Nilai BEP penjualan pada strata I sebesar Rp 20.007.796.- , strata II  sebesar Rp 37.810.203-, dan strata III Rp 101.839.330,-. Hasil analisis independent sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara nilai BEP unit strata I dengan strata II dan nilai BEP unit strata I dengan strata III (p<0,05), sedangkan nilai BEP unit strata II dengan strata III tidak terdapat perbedaan (p>0,05). Nilai BEP penjualan strata I dengan strata II serta strata I dengan strata III terdapat perbedaan nyata (p<0,05), sedangkan nilai BEP penjualan pada strata II dan III tidak terdapat perbedaan (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai BEP unit pada strata I sebesar 1.191, jika dibandingkan dengan hasil panen strata I memperoleh nilai  sebesar 3.913. BEP unit pada strata II adalah 2.322 dan pada strata III 6.072, jika dibandingkan dengan hasil panen pada strata II dan III memperoleh nilai sebesar 7.017 dan 17.927. BEP penjualan pada strata I sebesar Rp 20.007.796,-, strata II Rp 37.810.203,- dan III Rp 101.839.330,-. Dapat disimpulkan bahwa nilai analisis BEP penjualandan BEPunit pada strata I dan II serta pada strata I dan III terdapat perbedaan nyata pada strata II dan III tidak terdapat perbedaan apabila dibandingkan dengan hasil penjualan dan hasil pemanenan dapat dikatakan tidak mengalami kerugian.Kata Kunci : ayam broiler; kemitraan; break even point ABSTRACT The study aims to determine the value ( Break Even Point ) BEP units, sales value and the difference value BEP units and sales in stratum I, II and III on broiler chicken farm in the district partnership Limbangan Kendal. This study was conducted in June-July, 2014. The method used is a survey method. Determination of the sample with as many as 78 farmers census method. Analysis of data using independent sample t-test. The results show the value of BEP units in strata I as much as 1.191 kg, strata II as many as 2.322 kg and as many as 6.072 kg strata III . BEP value of sales in the first Rp 20.007.796.- strata, stratum II Rp 37.810.203,-, and stratum III Rp 101.839.330,-. The results of the analysis of independent sample t-test showed that there is a real difference between the value of BEP unit with strata strata I and II BEP value strata unit I with strata III (p <0.05), while the value of BEP unit with strata stratum II III there is no difference (p> 0.05). BEP value sales strata I and II strata and strata strata I to III are significant differences (p <0.05), while the value of sales in the strata BEP II and III does not come with a difference (p> 0.05). Based on the results obtained by the value of BEP units in strata I of 1.191, when compared with yields strata I obtain a value of 3.913. BEP units in stratum II is 2.322 and the strata III 6.072, when compared with yields on strata II and III to obtain a value of 7.017 and 17.927. BEP sales in the first stratum of Rp 20.007.796,- , stratum II Rp 37.810.203,- and III Rp 101.839.330,-. It can be concluded that the value of sales and BEP analysis units in strata I and II and in strata I and III there is a real difference in stratum II and III there is no difference when compared with the results of the sales and results of harvesting can be said to not lose.Keywords: broiler chickens; partnership; break even point
PRODUKSI DAN LAJU PRODUKSI GAS METHAN PADA BIOGAS DARI FESES SAPI MADURA JANTAN YANG MENDAPATKAN PAKAN UNTUK PRODUKSI YANG BERBEDA (Production and Production Rate of Methan Gas in Biogas from Madura Cattle Dung Fed at Different Level Feeding) Dewi, Giovani Surya; Sutaryo, Sutaryo; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.146 KB)

Abstract

ABSTRAK      Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan untuk produksi berbeda terhadap produksi methan dari feses sapi Madura. Ternak yang digunakan adalah 12 ekor sapi Madura jantan dengan bobot badan awal (BB) 143,41 kg (CV = 7,11%). Penelitian ini dilakukan berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) untuk 3 perlakuan (T1 = pakan diberikan untuk memenuhi asupan bahan kering (BK) 1,8% BB, T2 = pakan diberikan pada 2,7% BB, T3 = pakan diberikan pada 3,6% BB) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah produksi feses, kualitas feses, produksi gas, dan laju produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi feses berbeda sangat nyata (p<0,01). Kualitas feses dan produksi gas menunjukkan tidak berbeda nyata (p>0,05). Simpulan hasil penelitian ini adalah pemberian pakan dengan produksi berbeda memberikan pengaruh terhadap produksi feses yang dihasilkan, namun tidak berpengaruh pada produksi gas.Kata kunci : Feses; pakan; metan; laju produksi. ABSTRACTThe aim of this study was to determine the effect of different feeding level on the methane production of Madura cattle dung. This study used 12 male Madura cattle with initial body weight (BW) of 143,41 kg (CV = 7,11%). The experimentel design wascompletely randomized design (CRD) 3 treatments (T1= feed level at 1,8% BW; T2 = feed level at 2,7% BW; T3 = feed level at 3,6% BW) and 4 replications. Parameters measured were feces production, feces quality, gas production, and production rate. The results showed that feces production was significantly different (p<0,01). Feces quality and gas production showed no significantly different (p>0,05). Different feeding level was gave influence on feces production but was no effect on gas production.Keywords: feces; feed; methane; production rate
KUALITAS KIMIA RANSUM SAPI POTONG BERBASIS LIMBAH PERTANIAN DAN HASIL SAMPING PERTANIAN YANG DIFERMENTASI DENGAN Aspergillus niger Kusumaningrum, Mariana; Sutrisno, Cornelius Imam; Prasetyono, Bambang Waluyo Hadi Eko
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.975 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh aras dan lama pemeraman ransum sapi potong berbasis limbah pertanian dan hasil samping pertanian yang difermentasi dengan A.niger terhadap kualitas kimianya. Pengelolaan ransum sapi potong dengan memanfaatkan limbah pertanian dan hasil samping pertanian yang berupa jerami padi, jerami jagung, ampas brem, dedak padi dan onggok sebagai bahan baku pakan dengan cara fermentasi, selain dapat meningkatkan nilai gizi daripada ransum itu sendiri, dapat juga menjadi ransum alternatif. Berbagai perlakuan dan pemeraman kualitas ransum dilakukan untuk mendapatkan ransum yang sesuai standar kebutuhan sapi potong. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorial 4x4 dengan 3 kali pengulangan untuk mengkaji pengaruh aras A.niger (0, 2, 4 dan 6% dari bahan kering ransum) dan lama pemeraman kualitas ransum sapi potong (0, 7, 14 dan 21 hari) terhadap komponen proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berbagai aras A.niger dengan lama pemeraman nyata (p<0,05) dapat meningkatkan kadar protein kasar (PK) dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) tetapi menurunkan kadar serat kasar (SK), kadar air dan kadar lemak (p<0,05); sedangkan terhadap kadar abu tidak terdapat interaksi namun masing-masing faktor parsial menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05). Pengaruh perlakuan berbagai aras A.niger dengan lama pemeraman mampu mempengaruhi kandungan nutrisi setelah difermentasi. Kata kunci :    limbah pertanian; hasil samping pertanian; fermentasi; A.niger; proksimat ABSTRACT The objectives of the research were to evaluate effect variation in level of treatment with curing time cattle feed and agricultural waste based agricultural by-product fermented with A.niger on chemical quality. The cattle feed management using agricultural waste and agricultural by products, such as rice straw, corn straw, pulp brem, tofu waste, rice bran and onggok for raw materials of cattle feed with fermentation can improve the nutritional value of feed itself and also can be an alternative feed. Various treatments and curing of feed quality made ​​to obtain the feed according to the standard requirements of beef cattle. The study was conducted with a Completely Randomized Design (CRD) with a 4x4 factorial pattern repeated 3 times to assess the influence of the levels of A.niger (0, 2, 4 and 6% of dry matter feed) and length of curing cattle feed quality (0, 7, 14 and 21 days) of the proximate components. The results showed that treatment with A.niger cedar variation of curing time significantly (p<0,05) can increase levels of crude protein and nitrogen free extract content but lower levels of crude fiber, water content and extract ether content (p<0,05); while ash content there is no interaction but each partial factor shows a significant effect (p<0,05). Effect A.niger variation in level of treatment with curing time can affect the nutrient content after fermented. Keywords : agricultural waste; agricultural by-product; fermentation; A.niger;    proximate components
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHA DAN PROFITABILITAS PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN PADA BERBAGAI PERUSAHAAN INTI DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Kusuma, Alvian Prabandy; Setiawan, Hery; Ekowati, Titik
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.587 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbedaan harga kontrak setiap perusahaan inti diduga mempengaruhi pendapatan dan profitabilitas para peternak plasma ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis 1) Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler; 2) Profitabilitas, feed conversion ratio (FCR), dan feed cost per gain (FC/G); serta 3) Perbandingan nilai pendapatan, profitabilitas, feed conversion ratio, dan feed cost per gain. Metode penelitian ini adalah metode studi kasus. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode sensus. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan uji F (serentak) dan One Way Anova menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pendapatan dinyatakan berbeda dikarenakan adanya perbedaan dari harga bibit, pakan, vitamin, obat, dan kimia (VOK), bonus prestasi, dan bonus harga pasar; 2). Profitabilitas dinyatakan menguntungkan kecuali PT. Mustika (4,50%) karena persentase profitabilitas di atas persentase suku bunga deposito Bank BRI sebesar 6,25%; 3). Para peternak plasma dari perusahaan inti PT. Mustika memiliki FCR tertinggi, yaitu 1,79, PT. Malindo memiliki FC/G tertinggi, yaitu 11.747,41, dan PT. Ganesa memiliki FCR dan FC/G yang terendah, 1,76 dan 11.431,94; dan 4). Hasil uji hipotesis menyatakan ada perbedaan antara pendapatan, profitabilitas, FCR, dan FC/G pada tingkat signifikansi α = 0,05 dan para peternak plasma dari PT. CIS mempunyai pendapatan yang paling baik serta PT. Ganesa mempunyai profitabilitas, FCR, dan FC/G yang paling baik.Kata kunci : ayam broiler; biaya produksi; penerimaan; pendapatan; profitabilitas ABSTRACTThe price difference of each company's core contract is expected to affect revenues and profitability of broiler breeders plasma. This study aims to identify and analyze 1) Production costs, revenues, and operating revenues broiler farm partnership; 2) Profitability, feed conversion ratio (FCR), and feed cost per gain (FC/G); and 3) Comparison of revenues, profitability, feed conversion ratio, and feed cost per gain. This research method was the case study method. Determination of the sample was performed using census method. The data collection consists of primary and secondary data. Data were analyzed with the test F (simultaneous) and One Way ANOVA using SPSS 16 for windows. The results showed that 1). Income expressed differently because of differences in the price of seed, feed, vitamins, drugs, and chemicals (VOK), performance bonuses, and bonus market price; 2) The profitability expressed profitable except PT. Mustika (4.50%) because percentage of profitability over the percentage of BRI deposit rate of 6.25 %; 3) Plasma farmers of the core companies of PT. Mustika has the highest FCR, PT. Malindo has FC/G high, and PT. Ganesha has the FCR and FC/G the lowest; and 4). The results of testing the hypothesis stating no difference between revenue, profitability, FCR, and FC/G at a significance level α = 0.05 and plasma farmers of PT. CIS has the most revenue as well as PT. Ganesha has profitability, FCR, and FC/G is best.Key words : broiler’s; production costs; revenue; income; profitability

Page 1 of 34 | Total Record : 340