cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
BOBOT RELATIF ORGAN PENCERNAAN AYAM KEDU PETELUR DIBERI RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL PROTEIN Naufa, Ahmad Maulin; Wahyuni, Hanny Indrat; mangisah, istna
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan level protein yang paling efisien dalam ransum untuk meningkatkan bobot relatif organ pencernaan ayam Kedu periode bertelur. Materi yang digunakan 75 ekor ayam Kedu hitam betina dengan rerata bobot badan 1.457,79 ± 239,07 g. Parameter yang diamati meliputi bobot relatif organ pencernaan yaitu esophagus, proventikulus, gizzard, usus halus, sekum, kolon dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan level protein dan 5 kelompok bobot badan. Perlakuan yang diterapkan adalah protein 12, 14 dan 16%. Data yang diperoleh diolah dengan analisis ragam, jika berpengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan uji Duncan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rerata bobot relatif organ pencernaan dipengaruhi oleh level protein yaitu pada esophagus, proventikulus, usus halus, sekum dan kolon, pada protein 16% berat relatif paling tinggi masing-masing yaitu 0,33, 0,31, 4,93, 0,17 dan 0,33%. Pada gizzard dan PBBH tidak dipengaruhi oleh level protein ransum. Simpulan penelitian yaitu peningkatan level protein ransum ayam Kedu dari 12 sampai 16% meningkatkan bobot relatif esophagus, proventikulus, usus halus, sekum dan kolon. Hal ini sejalan dengan peningkatan fungsi usus halus untuk menyerap nutrisi dan lebih digunakan untuk peningkatan produktivitas telur dari pada PBBH.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) DALAM RANSUM TERHADAP PERLEMAKAN AYAM BROILER UMUR 42 HARI Meliandasari, Destriana; Mahfuds, Luthfi Djauhari; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.468 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucossa) dalam ransum terhadap perlemakan pada ayam broiler yang dipelihara selama42 hari. Seratus dua puluh ekor ayam broiler unsex umur 17 hari dengan bobot badan 475 ± 0,98 g ditempatkan dalam kandang yang disekat menjadi 24 unit percobaan dengan ukuran 1 x 0.8 x 0.6 m dan jumlah 5 ekor ayam broiler per unit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan : T0 (kontrol) : ransum tanpa penggunaan tepung rumput laut; T1 : ransum dengan penggunaan tepung rumput laut 2,5% ; T2 : ransum dengan penggunaan tepung rumput laut 5% ; T3 : ransum dengan penggunaan tepung rumput laut 7,5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) derngan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji wilayah Ganda Duncan dengan program SAS versi 9.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penggunaan tepung rumput laut sampai level 7,5% secara nyata berpengaruh pada kadar lemak daging, namun tidak berpengaruh terhadap bobot hidup ,persentase lemak abdominal, kolesterol, LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein) dan trigliserida.Kata kunci : ayam broiler, ransum, Gracilaria verrucosa, lemakABSTRACT This study was aimed to determined the utilization of seaweed meal (Gracilaria verucosa) in the diet on lipid deposition of broiler chicken. One hundred and twenty broiler chickens at 17 days old unsex with average weight 475 ± 0,98 g was placed in a sealed enclosure to 24 units with a size of 1 x 0.8 x 0.6 m and each unit consist of five broiler chickens. This research used Completely Randomized Design with 4 treatments and 6 replications: T0 (control): rations without seaweed meal (Gracilaria verucosa), T1: ration with seaweed meal 2,5%, T2: ration with seaweed meal 5%, T3: ration with seaweed meal 7,5%. The data obtained were analyzed using various analytical procedures (Analysis of Variance / ANOVA) F-test with level 5% and if the result of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by Duncan's test with SAS program version 9.0. The results showed that treatment with seaweed meal 7,5% in the diet significantly decreased meat fat, but had not effected to body weight, abdominal fat weight, cholesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL) and triglycerides.Key words: broiler chickens, ration, seaweed meal, fat
PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KUALITAS NUTRISI TANAMAN OROK-OROK DAN JAGUNG MANIS SEBAGAI BAHAN PAKAN YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI Rudiarto, Ari; Pangestu, Eko; Sumarsono, Sumarsono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.678 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kepadatan dan pola tanam terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas nutrisi orok-orok dan jagung manis yang ditanam secara tumpangsari. Data yang diperoleh dianalisis statistic dengan menggunakan rangcangan factorial 3x2 dengan empat ulangan. Faktor pertama yaitu kepadatan K1, K2, K3 berturut-turut 6, 12, 16 tanaman/m2. Faktor kedua yaitu pola tanam P1 : 1 baris dan P2 : 2 baris. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan, bulan kedua dilakukan pengambilan data orok-orok dan bulan ketiga dilakukan pengambilan data jagung manis. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pola tanam dua baris dapat menurunkan pertumbuhan, produksi dan kualitas nutrisi tanaman jagung manis, tetapi dapat meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas nutrisi tanaman orok-orok kecuali terhadap jumlah daun orok-orok. Kepadatan dari 6 sampai 16 tanaman/m2 menurunkan pertumbuhan, produksi dan kualitas nutrisi tanaman orok-orok maupun jagung manis, tetapi meningkatkan produksi segar tanaman orok-orok.Kata Kunci : Pertumbuhan; Produksi; Nutrien; Orok-orok; Jagung Manis ABSTRACT This study was conducted to find the effect of planting pattern and plant density on the growth, production and quality nutrition Crotalaria juncea L and sweet corn planted in intercropping. The data obtained were statistically analyzed using factorial 3x2 with four replication CRD and tested further if there is a difference between treatments. The first factor of plant density are K1, K2, K3 respectively 6, 12, 16 plants/m2. The second factor is planting pattern P1: single row and P2 : double row. Implementation of the research carried out for 3 months, the second month done data collecting of Crotalaria juncea L and data collecting undertaken three months sweet corn. Based on research it can be concluded that the pattern of planting two rows can be lower growth, production and plant nutrition quality of sweet corn, but it can promote growth, production and quality of crop nutrients Crotalaria juncea L except with respect to the amount of leaves of the Crotalaria juncea L. The density of 6 to 16 plants/m2 lower growth, production and quality of plant nutrients.Key Words : Growth; Production; Nutrient; Crotalaria juncea L.; Sweet Corn
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA TERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD DI KABUPATEN SEMARANG Nisa, Hikmah Izzatin; Santoso, Siswanto Imam; Mukson, Mukson
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.234 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas berdasarkan skala usaha pada anggota KUD, untuk mengetahui hubungan yang mempengaruhi profitabilitas usaha sapi perah anggota KUD. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2011 di anggota KUD Sumber Karya, KUD Getasan, KUD, Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Semarang, dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentra pengembangan sapi perah di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan metode survai. Metode penentuan sampel KTT anggota KUD dilakukan dengan cara purposive sampling. Penentuan sampel peternak anggota KTT dilakukan dengan random sampling setiap anggota 10 peternak sehingga secara keseluruhan 90 peternak sampel. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif, dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu jumlah ternak (X1), Investasi (X2), Harga susu (X3), Pengalaman beternak (X4), Produksi susu (X5), biaya pakan konsentrat (X6) terhadap variabel dependen yaitu profitabilatas usaha sapi perah (Y). Hasil profitabilitas pada usaha ternak sapi perah di Kabupaten Semarang pada skala 1-2 ekor sebesar (67,88%) pada skala 3-4 ekor sebesar (62,43%) dan pada skala lebih dari 4 ekor sebesar (51,21%). Hasil one-sampel t test pada Signifikan t hitung = 0,000 (P ≤ 0,01) artinya profit usaha ternak sapi perah di Kabupaten Semarang lebih besar dari suku bunga bank. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas secara serempak jumlah ternak (X1), Investasi (X2), Harga susu (X3), Pengalaman beternak (X4), Produksi susu (X5), biaya pakan konsentrat (X6) terhadap profitabilitas berpengaruh sangat nyata Sig 0,000 (P ≤ 0,01) terhadap profitabilitas.Kata kunci : Profitabilitas, usaha sapi perah, produksi susu.
KOMBINASI PEMBERIAN VITAMIN A DAN E DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN LEMAK DAN INDIKATOR KETAHANAN TUBUH PADA AYAM KEDU PETELUR Sihaloho, Pebriani; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.906 KB)

Abstract

ABSTRACT The study aims to examine the effect of vitamin A and E combination in ration to increase productivity seen from body resistannce indicators ( heterophile / lymphocyte ratio (H/L ratio) and blood cholesterol) of kedu layer chickens. The research was conducted in November 2011 until February 2012. The research using 20 males and 100 females one year old Kedu chicken, Experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment applied were T0 = ration without supplementation, T1 = ration + vitamin E, T2 = ration + vitamin A and T3 = ration + vitamin A and E. Ration composed from yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, shellfish meal and CaCO3. Parameters observed are H/L ratio, fat digestibility, blood cholesterol and the hen day production (HDP). Data were analyzed with Analysis of Variance and continue analyzed by Duncan's multiple range test. The results showed a significant effect (P <0.05) on fat digestibility but had no significant effect (P <0.05) against H/L ratio, blood cholesterol and HDP. Based on the results of this study concluded that combination of vitamin A (2000 IU) and E (20 IU) in ration did not interfere body resistance stability and even improve the response of chicken to the environment based on the value of H/L ratio and blood cholesterol.Keywords: Kedu chicken, vitamins A, vitamins E, heterophile, limphocyte, cholesterol, fat digestibility.ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi vitamin A dan E dalam hubungannya dengan peningkatan produktivitas dilihat dari indikator ketahanan tubuh (rasio heterofil/ Limfosit dan kolesterol darah) pada ayam kedu petelur. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Februari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu hitam betina, dan 20 ekor ayam kedu hitam jantan umur 1 tahun. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum tanpa suplementasi, T1 = ransum + vitamin E, T2 = ransum + vitamin A dan T3 = ransum + vitamin A dan E. Ransum yang diberikan tersusun dari jagung kuning, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang dan CaCO3. Parameter penelitian adalah rasio heterofil limfosit, kecernaan lemak dan kolesterol darah dan produksi telur harian. Data dianalisis ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan lemak pada ayam kedu dan menunjukkan bahwa penambahan vitamin A dan E tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap heterofil limfosit, kolesterol darah dan produksi telur harian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan penambahan kombinasi vitamin A (2000 IU) dan E (20 IU) tidak mengganggu stabilitas ketahanan tubuh bahkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh berdasarkan nilai rasio heterofil/limfosit dan kolesterol darah.Kata kunci : Ayam kedu, vitamin A, vitamin E, kolesterol, heterofil, limfosit, kecernaan lemak.
KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella sp PADA LIMBAH PABRIK PAKAN UNGGAS (PAKAN CECERAN) YANG DIFERMENTASI DENGAN STARTER FUNGSIONAL (The Escherichia coli and Salmonella sp in Wastes Poultry Feeds (Scattered Feed) that was Fermented with Fun Hakim, Luqman; Utama, Cahya Setya; Sumarsih, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.221 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengkaji keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada limbah pabrik pakan unggas (pakan ceceran) yang difermentasi dengan starter fumgsional (yang terdiri dari ekstrak limbah sayur fermentasi, cairan rumen, pollard dan akuades disebut juga ‘starfungs’). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diamati adalah T0 : pakan ceceran + 0% ‘starfungs’, T1 : : pakan ceceran + 1% ‘starfungs’, T2 : : pakan ceceran + 2% ‘starfungs’, T3 : : pakan ceceran + 3% ‘starfungs’. Parameter yang diamati adalah keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada limbah pabrik pakan (pakan ceceran). Hasil penelitian menunjukkan penambahan ‘starfungs’ mulai level 1% (T1) mampu menekan keberadaan Escherichia coli. Penambahan ‘starfungs’ tidak berpengaruh terhadap keberadaan Salmonella sp. Simpulan penelitian adalah ‘starfungs’ mampu mempengaruhi keberadaan Escherichia coli, akan tetapi tidak dapat mempengaruhi keberadaan Salmonella sp.Kata kunci: limbah pabrik pakan unggas (pakan ceceran); ‘starfungs’; Escherichia coli; Salmonella sp  ABSTRACT The research was aimed to examine the Escherichia coli and Salmonella sp in wastes poultry feeds (scattered feed) that was fermented with fungsional starter (that contain extarct of fermented vegetable waste, rumen fluid, pollard and aquades also called starfungs’).  A completely randomined design was applied with 4 treatment and 4 replications. The treatments measured were T0 : scattered feed + 0% ‘starfungs’, T1 : scattered feed + 1% ‘starfungs’, T2 : scattered feed + 2% ‘starfungs’, T3 : scattered feed + 3% ‘starfungs’. The parameters measured were presence Escherichia coli and Salmonella sp in wastes poultry feeds (scattered feed) that was fermented with ‘starfungs’. Analysis of variance and Duncan multiple range test (DMRT) were used to analyze data. The results of research showed that the ‘starfungs’ began to level 1% (T1) to suppress the Escherichia coli. Additional ‘starfungs’ did not have a significant effect to suppress the Salmonella sp. This could be concluded that ‘starfungs’ could suppress the Escherichia coli started from level 1% (T1), however, it could not suppress the Salmonella sp.Keyword: wastes poultry feeds (scattered feed); ‘starfungs’; Escherichia coli; Salmonella sp
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG JAHE (Zingiber offinale) DALAM RANSUM TERHADAP PERLEMAKAN DAN TRIGLISERIDA AYAM KAMPUNG Pratama, Alvin Yunika; Atmomarsono, Umiyati; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.856 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung jahe dalam ransum terhadap perlemakan dan trigliserida ayam kampung. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 180 ekor ayam kampung jantan dan betina berumur 4 minggu. Ransum dibagi menjadi dua, yaitu ransun tanpa jahe dengan protein 17% EM 2.900 kkal dan ransum dengan menggunakan jahe dengan protein 17% EM 2.900 kkal. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot dengan 2 petak utama, 3 sebagai anak petak dan 5 ulangan, sehingga ada 30 unit percobaan. Tiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam kampung, sehingga ayam yang dibutuhkan adalah 180 ekor. Ransum diberikan ad libitum sampai umur 4 minggu. Setelah umur 5 minggu dan diketahui jantan betina dilakukan pemberian ransum perlakuan dengan penggunaan tepung jahe 1%, 2%, 3% dan ransum kontrol tanpa penggunaan tepung jahe. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lemak abdominal (jantan 0,51% dan betina 1,25%), lemak hati (jantan 2,21% dan betina 2,83%), trigliserida tidak berbeda nyata (P>0.05). Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung jahe dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap interaksi jenis kelamin dan perlakuan level jahe, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lemak abdominal dan lemak hati yang menunjukkan jantan lebih kecil dari pada betina.Kata Kunci : tepung jahe, ayam kampung, perlemakan, trigliseridaABSTRACT This study aimed to determine the effect of the use of ginger powder in the diet of native chicken on performans of fatty acid and triglyceride. The material used in the study were 180 native chickens males and females aged 4 weeks. Diet was divided into two, first was diet without ginger contains 17% protein and EM 2.900 kcal diet using ginger contains 17% protein kcal EM 2.900. The experiment was conducted using the completely randomized design (CRD) split plot pattern with two main plots, 3 as subplots and 5 replicates, so that there are 30 experimental units. Each experimental unit consisted of 6 chicken heads, so the chicken is needed is 180 birds. Diet given ad libitum until the age of 4 weeks. After the age of 5 weeks and sexing was performed, rationing treatment with the use of ginger powder 1%, 2%, 3% and diet without using ginger powder. The results showed an average abdominal fat (0.51% on male and 1.25% on female), fatty liver (2.21 % on male and 2.83 % on female), triglyceride were not significantly different (P>0.05). The Conclusion is the use of ginger powder in the ration had no significant effect (P>0.05) for the interaction of sex and treatment level of ginger, but significantly (P<0.05) on abdominal fat and liver fat which is show smaller size on males than the females.Keywords: ginger powder, chicken, fatty, triglyceride
EFISIENSI PRODUKSI PETERNAKAN AYAM PEDAGING RISKI JAYA ABADI KEBUMEN DITINJAU DARI EFISIENSI MANAJEMEN,TEKNIS DAN EKONOMIS (Production Efficiency of Riski Jaya Abadi Broiler Farm at Kebumen Regency Sighted from Management Efficiency, Technical Efficiency, Praditia, Denny; Sarengat, Warsono; Handayani, Migie
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.355 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi ekonomis dan efisiensi teknis dari Peternakan Riski Jaya Abadi, faktor yang menentukan dan memberikan solusi agar tercapai efisiensi yang maksimal.  Penelitian dilakukan pada bulan Juli – bulan Agustus di Peternakan Riski jaya Abadi dengan metode observasi dan studi kasus. Data yang didapatkan adalah data recording peternakan 30 periode pemeliharaan yang akan dianalisis dengan analisis frontier untuk menentukan nilai efisiensi. Hasil penelitian adalah Peternakan Ayam Pedaging Riski Jaya Abadi sudah cukup efisien dalam mengelola usahanya. Faktor yang menentukan tingkat efisiensi adalah biaya produksi, kualitas dan kuantitas dari setiap faktor produksi serta manajemen yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dari peternak dalam mengelola setiap faktor produksi agar tercapai hasil yang diharapkan. Kata kunci :  efisiensi teknis; efisiensi manajemen; kualitas dan kuantitas faktor produksi ABSTRACT Research aims to measure maximallyeconomic efficiency and technical efficiency of Riski Jaya Abadi Broiler Farm, prescriptive factor and gives that solution is attained efficiency which maximal.  Research is done in July – August 2014 at Riski's Riski Jaya Abadi Broiler Farm with observation method. Data that is gotten is recording's data ranch 30 preserve period and willbe analyzed with frontier to determine efficiency point. Result of this research is  Riski Jaya Abadi Broiler Farm was enough efficient in their managerial. Factor to determine efficiency level is production cost, quality and amount of each production and management factor to get expected result. Keyword : technical efficiency; management efficiency; quality and production factor amount     
TAMPILAN PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI YANG DIPRODUKSI DI DATARAN TINGGI DAN RENDAH DI KABUPATEN SEMARANG (Performans of Milk Production and Milk Quality Produced at The Highland and Lowland of Semarang District) Nurvita, Laily; Sambodho, Priyo; Harjanti, Dian Wahyu
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.652 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah konsumsi, tampilan produksi dan kualitas susu di peternakan sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) yang terletak di dataran tinggi dan rendah di Kabupaten Semarang. Data yang diambil meliputi suhu lingkungan dan kelembaban, konsumsi pakan, produksi susu, kualitas susu dari 30 ekor sapi perah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pada dataran rendah 25,70C, lebih tinggi dibandingkan dengan dataran tinggi 22,40C (P<0,05), sedangkan kelembaban tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi bahan kering, lemak kasar, serat kasar tidak berbeda nyata (P>0,05) antara dataran tinggi dan rendah, sedangkan konsumsi protein kasar berbeda nyata (P<0,05). Produksi dan kualitas susu di dataran tinggi dan rendah tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada konsumsi bahan kering, lemak kasar, serat kasar, produksi susu, dan kualitas susu pada peternakan sapi perah di dataran rendah dan dataran tinggi, meskipun suhu dan konsumsi protein kasar pada kedua dataran tersebut berbeda nyata.Kata kunci : Dataran rendah; dataran tinggi; konsumsi pakan; sapi perah; susu ABSTRACT The research was conducted to determine feed intake, milk production and milk quality of dairy cattle at lowland and highland located at Semarang district. A total of 30 dairy cattle used in this research. Datataken included region temperature and humidity, feed intake, milk production and quality. The data obtained from lowland and highland were then compared using t-test analysis. The results showed that temperature in the lowland were higher 25.70C (P<0.05) than in the highland 22.40C. Nonetheless, the feed intake (dry mater, crude fiber, and crude fat) did not differ (P>0.05) between the regions, except for crude protein intake, which was higher (P<0.05) in the lowland than in highland. However, total milk production and milk quality were similar between highland and lowland. Therefore it was concluded that the altitude of region did not affect feed intake, milk production and milk quality.Key words : Dairy cattle; feed intake; highland; lowland; milk
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR EKONOMI DAN FAKTOR TEKNIS TERHADAP PENDAPATAN JAGAL SAPI DAN JAGAL BABI DI RPH PENGGARON KOTA SEMARANG Hudayatulloh, Yuniar; Prasetyo, Edi; Budiraharjo, Kustopo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.726 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profitabilitas dan hubungan antara jumlah karkas, jumlah ternak yang dipotong, harga beli ternak hidup dan biaya tidak tetap selain biaya beli ternak hidup dengan pendapatan jagal sapi serta pendapatan jagal babi di RPH Penggaron Kota Semarang dan mengetahui perbedaan pendapatan pada jagal sapi dan jagal babi di RPH Penggaron Kota Semarang. Untuk mengetahui hubungan jumlah karkas, jumlah ternak yang dipotong, biaya beli ternak hidup, dan biaya tidak tetap selain biayabeli ternak hidup dengan pendapatan menggunakan korelasi Rank Spearman. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antara pendapatan jagal sapi dengan jagal babi menggunakan Independent Sample t Test Hasil penelitian menunjukan rata–rata pendapatan jagal sapi di RPH Penggaron sebesar Rp. 138.897.137 dengan rata-rata pemotongan sebanyak 87,5 ekor per bulan dan profitabilitas sebesar 15,38 % dan rata – rata pendapatan jagal babi sebesar Rp. 73.584.996 dengan rata-rata jumlah pemotongan sebanyak 29 ekor per bulan dan profitabilitas sebesar 91,27 Pada jagal sapi ada hubunga yang sangat kuat antara jumlah karkas, jumlah ternak yang di potong, harga beli ternak hidup dan biaya tidak tetap selain biaya beli ternak hidup dengan pendapatan. Pada jagal babi terdapat hubungan yang sangat kuat antara harga beli ternak hidup, hubungan yang kuat pada biaya tidak tetap selain biaya beli ternak hidup dengan pendapatan. Sedangkan jumlah karkas dan ternak yang dipotong tidak berhubungan dengan pendapatan. Pada uji Independent sample t-test untuk menguji perbedaan pendapatan jagal sapi dan jagal babi didapatka hasil bahwa pendapatan jagal sapi dan jagal babi itu berbeda nyataKata kunci : pendapatan; jagal sapi; jagal babiABSTRACTThis researching was conducted to determine the context of profitability between the number of carcasses, the number of cattle slaughtered, the price of cattle which is still alive and variable costs besides the price of cattle which is still alive with incoming of cattle slaughterer and slaughterer of pigs in the slaughterhouse income in Penggaron Semarang and to know the differences between income on cattle slaughterer and pig slaughterer in slaughterhouses Penggaron Semarang. To determine the context of the number of carcasses, the number of cattle slaughtered, the price of cattle which is still alive, and variable costs besides the cattle which is still alive using the Spearman Rank correlation. While to know the difference between revenue cattle slaughtering and pigs slaughtering are using independent sample t test The results showed the incoming average of cattle slaughterer in the cattle slaughtering Penggaron Rp. 138,897,137 with an average of partitition as many as 87.5 birds per month and profitability of 15.38% and average - the incoming average of pig slaughtering Rp. 73,584,996 with an average amount of cutting as many as 29 fish per month and profitability at 91.27 the cattle slaughterhouse there is a very strong correlation between the number of carcasses, the number of cattle slaughtered, the price of cattle which is still alive and variable costs besides the price of cattle which is still alive with incoming. In the pig slaughtering there was a strong correlation strong relationships on variable costs other than the cost of buying cattle live on. While the number of cattle slaughtered and carcass are not related with incoming. At trial of Independent at sample t-test to make a n incoming test between cattle slaughtering and pigs slaughtering turn out totallyKeywords: income; Cattle-Slaughtering; pigs-Sloughtering