cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PERLEMAKAN AYAM BROILER AKIBAT PENGGUNAAN TEPUNG ECENG GONDOK (Eichchornia crassipes) FERMENTASI DALAM RANSUM (Effect of fermented water hyacinth (Eichchornia crassipes) in diet on lipid content in broiler chicken) Putri, Luthfia; Kismiati, Sri; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.222 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui perlemakan ayam broiler yang diberi tepung enceng gondok fermentasi dalam ransum. Penelitian menggunakan ayam broiler strain lohmann umur 14 hari sebanyak 144 ekor ayam terdiri dari 72 jantan dan 72 betina dengan bobot rata-rata 355,91 ± 16,95 gram, ditempatkan pada 24 petak kandang, setiap petak berisi 6 ekor ayam. Ransum tersusun dari jagung, bungkil kacang kedelai, bekatul, wheat pollard, poultry meat meal, meat bone meal, tepung ikan dan Tepung Eceng Gondok Fermentasi (TEGF). Rancangan percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penggunaan tepung eceng gondok fermentasi (TEGF) dalam ransum sebagai berikut : T0 (0%), T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%). Parameter yang diamati adalah bobot hidup, persentase lemak abdominal, dan persentase lemak daging. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Varian (Anova) dengan uji F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penggunaan TEGF sampai taraf 15% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan akhir tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap presentase lemak abdominal dan kadar lemak daging. Simpulan penelitian adalah penambahan TEGF dalam ransum sampai taraf 15% menurunkan bobot hidup tanpa berdampak pada persentase lemak abdominal dan lemak daging. Kata kunci : eceng gondok fermentasi; perlemakan; ayam broiler ABSTRACT             The study aimed to know the utilization of fermented water hyacinth in the diet on broiler lipid content. Broiler chickens strain Lohmann at 14 days old amount 144 with 72 males and 72 females average weight 355,91 ± 16,95 g, 24 cages with each unit placed 6 broiler chickens. The diet formulated from corn, soybean meal, rice brand, pollard, poultry meat meal, meat bone meal, fish meal, fermented water hyacinth. The research used completely randomized design with 4 treatments and 6 replication. The treatment used water hyacinth fermented in diet is T0 (0%), T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%). Variables observed were body weight, persentage of abdominal fat and percentage of meat fat. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (Anova) with F test at P level 5% and if the result of the analysis showed that the real effect of treatment would be followed by Duncan test. The results showed that treatment with water hyacinth fermented in the diet give effect (P<0,05) to body weight but this did not effect (P>0,05) to percentage of abdominal and meat fat. The conclusion was treatment with water hyacinth fermented until 15% in diet had no effect on lipid content in broiler chickens. Key words: water hyacinth fermented; fattening up; broiler chicken
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETANI TERNAK SAPI PERAH TENTANG KUALITAS SUSU DI DESA INDROKILO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Hamtiah, Siti; Dwijatmiko, Srijanto; Satmoko, Sriroso
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.218 KB)

Abstract

The purpose of this study is to know the difference and determine changes in the level of knowledge about the quality of milk before and after the playback of audio-visual media, in the village of Indrokilo district. Ungaran Kab. Semarang. This research benefits farmers dairy cows are able to understand the type of good quality milk and to know some of the factors that affect the quality of milk. The method used in this study is experimental pre-test and post-test using a questionnaire with 20 questions. Determination of respondent conducted the census. Respondents were drawn as many as 40 people. The method of data collection the method of observation. data used are primary and secondary data. Primary data in the form of the value of the pre-test and post-test. Secondary data were obtained from the relevant government offices and the Central Bureau of Statistics. The results showed that 1) the average value of pre-test and post-test respectively 71 and 81.875 10.875 Increased knowledge of and percentage change of 15.3% increase in knowledge. 2) The value t count -8.600, smaller than t table value (2.064). The conclusion of this study is 1). Village West Ungaran Indrokilo District is an area suitable for the development of the dairy farm. 2). Media outreach Media audio visual (video) has a role and is effective in improving the knowledge of respondents; shown an increase and a change in the level of knowledge.Keywords: audio visual (video), knowledge, quality of cow's milkABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan mengetahui perubahan tingkat pengetahuan tentang kualitas susu sebelum dan sesudah pemutaran media audio visual, di Desa Indrokilo Kec. Ungaran Kab. Semarang. Manfaat penelitian ini petani ternak sapi perah mampu memahami jenis kualitas susu yang baik serta mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas susu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen pre-test dan post-test menggunakan kuesioner dengan 20 pertanyaan. Penentuan responden dilakukan secara sensus. Responden yang diambil sebanyak 40 orang. Metode pengambilan data yaitu metode observasi. data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer berupa nilai hasil pre-test dan post-test. Data sekunder diperoleh dari kantor pemerintah yang terkait dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai rata-rata pre-test dan post-test secara berurutan 71 dan 81,875 Peningkatan pengetahuan sebesar 10,875 dan persentase perubahan peningkatan pengetahuan sebesar 15,3%. 2) Nilai t hitung -8,600, lebih kecil dari nilai t tabel (2,064). Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1). Desa Indrokilo Kecamatan Ungaran Barat merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan peternakan sapi perah. 2).Media penyuluhan Media audio visual (video) memiliki peranan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden; terbukti terjadi peningkatan dan perubahan tingkat pengetahuan.Kata kunci : audio visual (video), pengetahuan, kualitas susu sapi
TAMPILAN LEMAK DAN BAHAN KERING TANPA LEMAK PADA SUSU SAPI PERAH AKIBAT PEMBERIAN RANSUM DENGAN IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA (The Display of Fat and Solid Non Fat of Milk Lactation Dairy Cattle Because of The Rationing Feed By The Differen Setiyaningtyas, Rahmadilla Widi; Sudjatmogo, Sudjatmogo; Suprayogi, Teguh Hari
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.65 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan mempelajari pengaruh imbangan hijauan : konsentrat pakan sapi perah terhadap produksi susu dan kualitasnya, khususnya lemak dan bahan kering tanpa lemak susu dilaksanakan selama 60 hari di Unit Pelaksanaan Teknis Mulyorejo Pembibitan Ternak Kabupaten Semarang. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi kepada peternak. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sapi perah FH sebanyak 9 ekor yang terdiri dari 6 ekor bulan laktasi VIII dan 3 ekor bulan laktasi VII dengan pendugaan bobot badan antara 400-486 kg dan produksi susu antara 5,5-8 liter. Pakan yang digunakan adalah rumput gajah dan konsentrat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 3 perlakuan, yaitu imbangan hijauan : konsentrat (T1 = 40 : 60, T2 = 45 : 55, T3 = 50 : 50%). Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F yang dilanjutkan dengan uji  Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati meliputi kandungan lemak dan bahan kering tanpa lemak susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan hijauan dan konsentrat  pada ransum sapi perah PFH tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kandungan lemak dan bahan kering tanpa lemak susu dengan kandungan lemak susu (gram/ekor/hari) masing-masing T1 = 242,04, T2 = 260,49 dan T3 = 276,47. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian bahwa ransum sapi perah dengan imbangan hijauan dengan konsentrat pada kisaran 40-60% tidak mengubah persentase lemak dan bahan kering tanpa lemak susu.Kata Kunci : Sapi FH; lemak susu; bahan kering tanpa lemak susu ABSTRACTThe experiment was aimed to learn the effect of balance  forage : concentrates on feed dairy cattle to milk production and quality, specially milk fat and solid non fat was implemented about 60 days in the Technical Implementation Unit Mulyorejo and Livestock Breeding Semarang District. The benefits of this study to give farmers information. The material was used in this experiment were 9 FH dairy cattle which consists of 6 in the VIII lactations and 3 in the VII lactations with body weight estimation were between 400-486 kg and milk production between 5.5-8 liters. Feed used forage and concentrates. The experimental design used Latin Square Design with 3 treatments. That was the balance forage : concentrate (T1 = 40 : 60, T2 = 45 : 55, T3 = 50 : 50%). The results were analyzed by the F test which continued by Least Significant Difference test ( LSD ). The parameters were observed include milk  fat and solid non fat content. The results showed that the balance forage and concentrates on feed dairy cattle FH did not influence ( P > 0.05) milk fat and solid non fat content (g/cattle/day), T1 = 242.04, T2 = 260.49 and T3 = 276.47. It was concluded that the feed dairy cattle by the balance forage and concentrates in the range of 40-60 % did not change the percentage of milk fat and solid non fat.Keywords : FH Cattle; milk fat; solid non fat
UKURAN-UKURAN TUBUH DOMBA BETINA BERANAK TUNGGAL DAN KEMBAR DI KECAMATAN BAWEN DAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Atmaja, Darmawan Setia; Kurnianto, Edi; Sutiyono, Barep
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.399 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran-ukuran tubuh antara induk domba beranak tunggal, kembar dua dan kembar lebih dari dua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2009 di Kecamatan Bawen dan Jambu Kabupaten Semarang-Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 132 ekor domba dari berbagai tipe kelahiran masing-masing 66 ekor domba beranak tunggal (A1), 49 ekor domba beranak kembar dua (A2) dan 17 ekor domba beranak kembar lebih dari dua (AL2). Parameter yang diamati adalah bobot badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, lebar dada dan lebar pinggul. Data diolah dengan program SAS (Statistical Analysis System) 1998 dengan prosedur GLM (General Linier Model). Pada kelompok data terkoreksi, tinggi badan A1, A2 dan AL2 menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Berdasarkan analisis regresi dan korelasi sederhana didapatkan bahwa pada domba A1 terdapat hubungan yang erat (P<0,01) antara lingkar dada dengan bobot badan. Pada domba A2 lingkar dada juga memiliki hubungan yang erat (P<0,01) dengan bobot badan. Pada domba AL2 panjang badan memiliki hubungan yang erat dengan bobot badan (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada kelompok induk berumur 3 tahun, rata-rata ukuran tinggi badan induk domba beranak kembar lebih dari dua lebih besar dibandingkan dengan induk domba beranak tunggal. Ukuran lingkar dada dapat digunakan untuk memprediksi bobot tubuh dari domba beranak tunggal dan kembar dua, sedangkan pada domba beranak kembar lebih dari dua bobot badan dapat diprediksi dengan menggunakan ukuran panjang badan.Kata Kunci: domba, bobot badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, lebar dada, lebar pinggul.
PENGARUH PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KELAPA SAWIT DENGAN TANIN TERHADAP FERMENTABILITASNYA SECARA IN VITRO Bakhtiar, Arnov Yusuf; Sutrisno, Sutrisno; Sunarso, Sunarso
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.732 KB)

Abstract

ABSTRACT The study purpose is to evaluate effect of palm oil meal protein protected by tannin level of mangrove leaf on their fermentability in vitro. Completely randomized design (CRD) is used in this study with 4 replication and 4 treatments such as follows: T0 (palm oil meal + without tannin), T1 (palm oil meal + tannin 0.25%), T2 (palm oil meal + tannin 0.50%), T3 (palm oil meal + tannin 0.75%). Data are statisticaly analyzed using analysis of variance, and to test differences among treatment is used Duncan Multiple Range Test. Result of this study show that level of tannin have significantly effect (p<0.05) on the NH3 concentration, undegraded dietary protein and total protein in vitro. NH3 concentration, UDP, and their protein total namely T0, T1, T2 and T3 (3.49; 2.54; 2.39; 2.32 mM), (52.46; 55.74; 56.41; 61.84 %), and (208.98; 213.88; 215.70; 240.51 mg/g). Variance analysis test show that tannin replenishment has real affect (p<0.05) to NH3, UDP, and total protein of palm oil meal. The study can be concluded that coconut palm oil meal protein protection with mangrove leaves tannin 0.75% proved decrease amonia concentration (NH3), increase total protein and protein percent are not degradation.Keyword: Palm oil meal, Tannin, Protein TotalABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penambahan tanin daun mangrove guna memproteksi protein bungkil kelapa sawit terhadap fermentabilitasnya secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Kombinasi perlakuan adalah T0 (bungkil kelapa sawit+tanpa tanin), T1 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,25%), T2 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,50%), T3 (bungkil kelapa sawit+tanin 0,75%). Hasil penelitian diolah secara statistik dengan analisis sidik ragam dan jika terdapat pengaruh nyata akibat perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pada T0,T1,T2,T3 konsentrasi amonia secara berturut-turut 3,49; 2,54; 2,39; 2,32 mM, persentase UDP berturut-turut 52,46; 55,74; 56,41; 61,84 %, dan produksi protein total berturut-turut 208,98; 213,88; 215,70; 240,51 mg/g. Uji variansi menunjukkan bahwa penambahan aras tanin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap NH3, UDP, dan protein total bungkil kelapa sawit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proteksi bungkil kelapa sawit menggunakan 0,75% tanin daun mangrove terbukti menurunkan nilai konsentrasi amonia (NH3) serta meningkatkan produksi protein total dan persentase protein tidak terdegradasinya.Kata kunci: Bungkil kelapa sawit, Tanin, Protein Total
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO AMPAS AREN YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHA NITROGEN,PHOSPOR DAN POTASSIUM (The Dry Matter Digestibility and The Organic Matter Digestibility In Vitro of Arenga Pinnata Merr. Fermentated with Pamungkas, Yulianto; Christiyanto, Marry; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.125 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui KcBK dan KcBO secara in vitro Ampas Aren (AA) yang difermentasi dengan bakteri selulolitik yang berupa MA-11 dengan penambahan unsur Nitrogen (N), Phospor (P) dan Potassium (K). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah penambahan NPK sebanyak 1,2% bobot/bobot.  Faktor kedua adalah level lama pemeraman (3, 7, 14, 21 hari). Parameter yang diamati adalah KcBK dan KcBO. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai KcBK dan KcBO berturut-turut adalah 27,77% - 46,70% dan 28,64% - 46,70%. Simpulan dari penelitian ini adalah pengolahan AA melalui fermentasi dengan penambahan NPK sebanyak 1,2% bobot/bobot yang dikombinasikan dengan lama pemeraman mampu meningkatkan KcBK dan KcBO serta mempercepat proses fermentasi.Kata kunci: ampas aren; fermentasi; kecernaanABSTRACTThis research was conducted to evaluate in vitro digestibility of Arenga pinnata merr.fermented with cellulolytic bacteria in the form of MA-11 and added of Nitrogen (N), Phosphorus (P) and Potassium (K) like as NPK fertilizer. The research was done with completely randomized design (CRD) factorial with two factor and 3 replications. The first factor is additions of NPK as much as 1,2% W/W. The second factor was level a long time of fermentation (3, 7, 14 and 14 days). The results showed that average of Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) respectively were 27,77% - 46,70% and 28,64% - 46,70%. It can be concluded that processing of Arenga pinnata merr  by fermentation with additions of NPK as much as 1,2% W/W combined a long time  of fermentation can improve DMD and OMD, and accelerate the with time of fermentation process.Keywords: Arenga pinnata merr; fermentation; digestibility
DEGRADASI NUTRIEN BAHAN PAKAN LIMBAH PERTANIAN DALAM RUMEN KAMBING SECARA IN SACCO Wati, Novi Eka; Achmadi, Joelal; Pangestu, Eko
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.055 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji besarnya nilai degradabilitas nutrien antar bahan pakan limbah pertanian. Materi yang digunakan adalah bahan pakan berupa pucuk tebu, jerami padi, janggel jagung, jerami jagung dan rumput gajah serta tiga ekor kambing berfistula. Bahan pakan dikeringkan dan digiling hingga lolos saring berukuran ± 2 mm. Masing-masing sampel bahan pakan dimasukkan kedalam kantong nilon diinkubasikan ke dalam rumen ternak yang berfistula dengan interval waktu 0, 3, 6, 12, 24, 48 dan 72 jam. Residu bahan pakan yang telah diinkubasi ditimbang dan dianalisis bahan kering, bahan organik dan NDFnya. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 bahan pakan sebagai perlakuan dan 3 ulangan berupa jumlah kambing. Adanya pengaruh perlakuan bahan pakan dilanjutkan dengan Duncan multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata (p<0,05) pada fraksi a, b, c dan DT pada degradasi BK, BO dan NDF diantara pucuk tebu, jerami padi, janggel jagung, jerami jagung, dan rumput gajah. Urutan nilai DT BK, BO, dan NDF dari yang tertinggi adalah rumput gajah, jerami jagung, pucuk tebu, jerami padi dan janggel jagung. ABSTRACT This aim of research is to review the value of nutrient degradability of agricultural by-products. The material used is of sugar cane tops, rice straw, corn corncob, corn straw and elephant grass, and three fistulated goats. Feed material is dried and milled to pass ± 2 mm filter size. Each of the samples of feed materials put into nylon bags incubated in the rumen of goats that fistulated with interval time 0, 3, 6, 12, 24, 48 and 72 hours. Residues that have been incubated were weighed and analyzed dry matter, organic matter and neutral detergent fiber. The research design used was completely randomized design with five feeds for the treatment and 3 replications of the number of goats. Treatment of the influence of feed ingredients followed by Duncan's multiple range test. The results indicate a significant difference (p <0.05) in fractions a, b, c and DT in the degradation of BK, BO and NDF among the shoots of sugarcane, rice straw, corn corncob, corn straw and elephant grass. The order of the value of dry matter, organic matter and neutral detergent fiber of the highest are elephant grass, straw, corn, sugar cane tops, rice straw and corn corncob.
TAMPILAN BOBOT BADAN DAN UKURAN TUBUH KAMBING DARA PERANAKAN ETTAWA AKIBAT PEMBERIAN RANSUM DENGAN SUPLEMENTASI UREA YANG BERBEDA Setiawati, Tika; Sambodho, Priyo; Sustiyah, Ani
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.634 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi urea yang berbeda terhadap bobot badan dan ukuran – ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan lebar pinggul) pada kambing perah dara Peranakan Ettawa. Dua belas ekor kambing perah dara Peranakan Ettawa dengan rata – rata bobot badan ±15,83 kg (cv = 6,5 %) dengan umur 4 – 5 bulan dibagi menjadi tiga unit kandang sehingga setiap kelompokunit kandang terdapat 4 ekor kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan : T1: ransum dengan suplementasi urea 0,447 gr dengan asumsi mengandung PK 11%; T2 : ransum dengan suplementasi urea 1,073 gr dengan asumsi mengandung PK 13% ; T3 : ransum dengan suplementasi 1,69 gr dengan asumsi mengandung PK 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan suplementasi urea 0,447 g, 1,073 gr dan 1,69 g mempengaruhi bobot badan, lingkar dada, panjang badan, namun tidak pada tinggi badan dan lebar pinggul.Kata kunci : kambing peranakan ettawa, urea, proteinABSTRACTThis study aimed to determine the effect of different urea supplementation on body weight and body size (chest girth, body length, body high, hip width) in Ettawa grade ewe. Twelve Ettawa grade ewes weighting 15,83 kg by the age of 4-5 months were divided into three groupsunit cages so that each unit cages contained four goats. This experiment used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications: T1: ration with urea supplementation contained 0,447 gr assuming a 11% crude protein; T2: ration with urea supplementation containing 1,037 g assuming crude protein 13 %, T3: ration with urea supplementation containing 1,69 g assuming 15% crude protein. The data obtained were analyzed using various analytical procedures F-test with level 5% and if the results of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by the Least Significant Different test. The results showed that treatment with urea supplementation of 0,447 g, 1,037 gr and 1,69 g had effect on body weight, chest girth and body length, and had no effect on body high and hip width.Key words: Ettawa grade ewe, urea, protein,
PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI ASAM LAKTAT DAN VITAMIN E DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN PROTEIN, RETENSI KALSIUM DAN FOSFOR PADA AYAM KEDU Makrifah, Leily Chusnul; Wahyuni, Hanny Indrat; Tristiarti, Tristiarti
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.193 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri asam laktat (BAL) dan vitamin E terhadap kecernaan protein, retensi kalsium dan fosfor pada ayam kedu. Materi menggunakan 20 ekor ayam kedu jantan dan 100 ekor ayam kedu betina masing-masing berumur 1 tahun. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri 5 ekor betina dan 1 ekor jantan. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum basal; T1 = ransum + vitamin E 20 IU/100 g; T2 = ransum basal + BAL 0,6 ml dan T3 = ransum basal + vitamin E 20 IU/100 g + BAL 0,6 ml. Parameter yang diukur adalah kecernaan protein, retensi kalsium dan posphor. Data dianalisis menggunakan uji Ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAL, vitamin E dan kombinasi keduanya dalam ransum tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kecernaan protein, retensi kalsium dan fosfor. Simpulan penelitian bahwa penambahan BAL sebanyak 0,6 ml dan vitamin E sebanyak 20 IU/100 g serta kombinasinya dalam ransum belum dapat meningkatkan kecernaan protein, retensi kalsium dan posphor.
KOMPARASI BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT ANGGOTA KOPERASI UNIT DESA (KUD) DAN NON ANGGOTA KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN BANYUMAS Saefullah, Rizky; Marzuki, Sudiyono; Handayani, Migie
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.24 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung biaya dan pendapatan peternak sapi perah rakyat antara anggota koperasi dan non anggota koperasi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009 - Februari 2010 di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode penentuan lokasi sampel penelitian yang digunakan purpossive sampling yaitu penentuan lokasi dengan pengambilan sampel menurut kriteria di 3 kecamatan yang mempunyai peternak sapi perah terbanyak. Kecamatan terpilih yaitu Baturaden, Pekuncen, dan Sumbang dengan Desa terpilih yaitu Kemutug Lor, Tumiyang, Limpakuwus sedangkan non anggota koperasi dipilih secara menyeluruh di Kabupaten Banyumas. Sampel yang diperoleh sebanyak 40 responden untuk anggota koperasi dan 14 non anggota koperasi. Data yang didapat diolah secara deskriptif dan statistik yaitu mendeskripsikan dan menginterpretasikan data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan uji beda. Uji beda yang digunakan adalah Independent sample t test. Independent sample t test untuk menguji perbedan rata-rata biaya dan pendapatan peternak di kabupaten banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan peternak anggota Koperasi dan non anggota masing-masing adalah Rp. 1.653.626,3 dan Rp.845.549,71. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan biaya secara nyata (P<0,05). Rata-rata pendapatan usaha peternak sapi perah rakyat anggota koperasi dan non anggota adalah Rp. 121.218,75 dan Rp. 10.271,71 (P>0,05). Hal ini berarti tidak terdapat perbedaan pendapatan. Dapat disimpulkan bahwa biaya yang dikeluarkan peternak antara anggota koperasi dan non anggota koperasi di Kabupaten Banyumas berbeda, sedangkan pendapatan tidak terdapat perbedaan

Page 2 of 34 | Total Record : 340