cover
Contact Name
HASAN HUSAINI
Contact Email
info@sahakreasindo.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
info@sahakreasindo.co.id
Editorial Address
Komplek Nur Aisya Lestari IV No. 43, Jl Handil Tiga RT 02 / RW 01 Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan 70654
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah
ISSN : 31096239     EISSN : 31096220     DOI : https://doi.org/10.64788/ar-rasyid
Core Subject :
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah adalah jurnal peer-review yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan ide-ide inovatif di antara para peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu. Kami menerima kontribusi ilmiah dalam bentuk artikel penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus, dan laporan teknis yang mencakup berbagai bidang keilmuan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: Sains dan Teknologi: Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, Teknik, dan Ilmu Lingkungan. Ilmu Sosial dan Humaniora: Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Ekonomi, Pendidikan, Hukum, Sejarah, dan Filsafat. Kesehatan dan Kedokteran: Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Ilmu Biomedis. Bisnis dan Manajemen: Manajemen, Akuntansi, Keuangan, Pemasaran, dan Kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
RELASI KUASA DAN KEHENINGAN INSTITUSIONAL: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN CNN INDONESIA DAN KOMPAS.COM TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN NDHOLO KUSUMO, PATI, DALAM PERSPEKTIF TEORI KRITIS ANTONIO GRAMSCI Muhammad Nur Faza; Farhan Refas Alfiansyah; Rifma Ghulam Dzaljad
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.430

Abstract

This article analyzes sexual violence at Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Central Java, through a framing analysis of two national news reports: CNN Indonesia (9 May 2026) and Kompas.com (29 June 2026), representing the moments of case disclosure and subsequent community backlash against the pesantren's closure. Using Entman's framing model and Critical Discourse Analysis (CDA), both reports are critiqued through Michel Foucault's power/knowledge theory and Antonio Gramsci's concept of hegemony. Findings show kiai authority operates productively in the Foucauldian sense through discipline and normalization, while CNN Indonesia's episodic-personal framing and Kompas.com's counter-narrative centered on parents both reproduce hegemony that protects the status quo. This article argues that institutional silence is neither natural nor resolved once disclosed, but a systemic power mechanism that continually mutates, dismantled only through structural and epistemic reform, including in how media frame such structural violence.
PENGARUH RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP HARGA SAHAM INDUSTRI PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2022 Basilius Agung; Agus Solikhin; Moh. Ihsan
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.431

Abstract

This study aims to analyze the influence of Return on Equity, Earnings per Share, inflation, and exchange rates on the stock prices of mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018–2022 period. The study employs a quantitative approach using secondary data, specifically company financial statements and macroeconomic data. The sample was selected using purposive sampling, and data analysis was conducted using multiple linear regression. The results indicate that Return on Equity has a positive and significant effect on stock prices. Conversely, Earnings per Share, inflation, and exchange rates do not have a significant effect on stock prices. These findings suggest that a company's ability to generate profit from its own equity is a factor to which investors pay more attention than earnings per share indicators or macroeconomic conditions during the study period. Thus, Return on Equity emerges as the most significant variable in explaining stock price fluctuations for mining companies.
EVOLUSI MONETER SYARIAH: MENELUSURI SEJARAH DAN TRANFORMASI EKONOMI MONETER ISLAM Nor Amini Annisa; Helma Nadirah; Erwan Setyanor
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.432

Abstract

Islamic monetary economics represents a long-standing tradition of policy and practice originating from the prophetic era, emphasizing social justice and maintaining money’s role as a medium of exchange and unit of account. This paper examines the evolution of Islamic monetary instruments—from the standardized use of dinars and dirhams, through the nationalization and minting of coins during the Umayyad period, to the emergence of non-cash instruments and negotiable instruments in the Abbasid era. It also reviews classical thinkers such as Ibn Taymiyyah, al Maqrizi, and Ibn Khaldun, who contributed insights on monetary distortions, inflationary causes, and the linkage between currency value and economic productivity. In the post Bretton Woods modern context, most scholars accept fiat money as a legitimate medium of payment based on thamaniah and social custom (‘urf), while insisting on Sharia compliant policy tools. Proposed alternatives include Islamic reserve requirements, profit sharing mechanisms, moral suasion, and sukuk issuance to manage market liquidity equitably. The paper concludes that Islamic monetary evolution aims to sustain the circulation of value in support of the real sector and to promote economic inclusivity.
STUDI SERVICESCAPE, FLASH SALE, DAN BRAND IMAGE TERHADAP EMOTIONAL VALUE DAN PURCHASE INTENTION KONSUMEN EVENT GLAMLOCAL Astri Monika; Usep Suhud; Nofriska Krissanya
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh servicescape, flash sale, dan brand image terhadap emotional value dan purchase intention pada pengunjung event Glamlocal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 260 responden yang berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Jakarta, dan pernah menghadiri Glamlocal sedikitnya satu kali. Responden dipilih dengan purposive sampling, sedangkan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis kovarians melalui Analysis of Moment Structures (AMOS). Model penelitian menguji tujuh hubungan langsung antarvariabel. Hasil pengujian menunjukkan lima hipotesis diterima dan dua hipotesis ditolak. Servicescape berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap emotional value. Flash sale berpengaruh positif dan signifikan terhadap emotional value maupun purchase intention. Brand image juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap emotional value serta purchase intention, sedangkan emotional value tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan fisik event, promosi berbatas waktu, dan persepsi terhadap merek merupakan pendorong utama niat pembelian pada Glamlocal. Penelitian memperluas penerapan kerangka Stimulus-Organism-Response pada event fashion lokal offline serta memberikan implikasi bagi penyelenggara dan tenant dalam memperbaiki alur pengunjung, urgensi promosi, dan konsistensi citra merek.
MODEL PENINGKATAN CUSTOMER LOYALTY DAN REVISIT INTENTION MELALUI CUSTOMER EXPERIENCE, PERCEIVED CONVENIENCE, DAN PERCEIVED VALUE PADA KONSUMEN WARUNG MADURA Fikar Azmi Shafarian; Usep Suhud; Nofriska Krissanya
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh customer experience, perceived convenience, dan perceived value terhadap customer loyalty dan revisit intention pada konsumen Warung Madura, sebuah format ritel tradisional berbasis komunitas di Indonesia, serta pengaruh customer loyalty terhadap revisit intention. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 212 responden yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan pernah berbelanja di Warung Madura minimal tiga kali dalam tiga bulan terakhir, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan AMOS. Model penelitian menguji tujuh hipotesis untuk menjelaskan hubungan langsung antara ketiga variabel independen dan kedua variabel dependen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari tujuh hipotesis yang diajukan, lima hipotesis diterima dan dua hipotesis ditolak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa customer experience dan perceived convenience berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty namun tidak berpengaruh langsung terhadap revisit intention, sedangkan perceived value menjadi satu-satunya variabel yang secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty maupun revisit intention. Customer loyalty juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap revisit intention, yang mengindikasikan bahwa customer loyalty berpotensi menjembatani pengaruh customer experience dan perceived convenience terhadap revisit intention. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur pemasaran ritel tradisional dan perilaku konsumen, serta implikasi praktis bagi pengelola Warung Madura dan pemangku kebijakan dalam memperkuat strategi retensi pelanggan.
DARI PASARAN KE KERANJANG DIGITAL:STUDI TRANSFORMASI PERILAKU KONSUMEN DESA CEN LECENKE E-COMMERCE Dodi Sutrisno; Moh. Ataul Harsani; Zainal Abidin; Fadali Rahman; Gazal Gazal
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.435

Abstract

Globalisasi digital mengubah pola konsumsi masyarakat perdesaan di Desa Cen Lecen, ditandai dengan migrasi belanja pakaian dari pasar tradisional ke e-commerce. Menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa faktor psikologis FOMO (Fear of Missing Out), kemudahan teknologi, dan efisiensi harga menjadi pendorong utama pergeseran tersebut. Fenomena unik menunjukkan masyarakat menggunakan pasar tradisional hanya sebagai tempat uji coba kualitas dan ukuran barang, sementara transaksi final dilakukan secara digital. Akibatnya, jumlah pembeli di pasar lokal merosot drastis. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan strategi adaptasi bagi pedagang lokal melalui transformasi digital, optimalisasi media sosial, serta penguatan etika bisnis dan layanan pelanggan demi menjaga daya saing ekonomi perdesaan.
MODEL ADVOKASI KEBIJAKAN BERBASIS HUKUM ADMINISTRASI NEGARA DALAM PENGUATAN PELAYANAN PUBLIK DAN PENCEGAHAN MALADMINISTRASI Jaka Maulana; Heru Wahyudi; Ulvia Fadilah; Angga Rosidin; Nida Silvia Lestari; Yulvia Chrisdiana
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.436

Abstract

Public service is a strategic arena where governmental authority intersects with citizens' rights. Consequently, the quality of public services is strongly influenced by legal certainty, bureaucratic accountability, transparency, public participation, and the effectiveness of oversight mechanisms. This study aims to analyze the relationship between public policy advocacy, public service delivery, and administrative law, as well as to formulate an administrative law-based policy advocacy model for strengthening public services and preventing maladministration. The research employs a qualitative approach using a literature review method based on national and international scientific journal articles published between 2016 and 2026, supported by relevant laws, regulations, and official documents. The data were analyzed using thematic content analysis through the stages of data reduction, categorization, interpretation, comparison, and conceptual synthesis. The findings indicate that maladministration in public service is not solely caused by individual errors of public officials but is also influenced by regulatory weaknesses, unclear distribution of authority, ineffective procedures, limited resources, poor communication, weak oversight, and restricted public access to complaint mechanisms. Administrative law serves as the legal foundation for legitimizing, limiting, supervising, and ensuring accountability in the exercise of governmental authority, while policy advocacy functions to transform public grievances into evidence, policy agendas, and demands for institutional reform. This study proposes a six-stage policy advocacy model consisting of: (1) identification of public service problems, (2) classification of maladministration, (3) administrative law analysis, (4) formation of advocacy coalitions, (5) implementation of integrated advocacy strategies, and (6) institutionalization and monitoring of policy changes. The proposed model emphasizes that improving public service quality requires the integration of administrative capacity, legal compliance, public participation, advocacy coalitions, Ombudsman oversight, and dispute resolution mechanisms. Therefore, preventing maladministration cannot rely solely on bureaucratic innovation and digital transformation but must also be supported by strengthening citizens' rights, enhancing government transparency, and institutionalizing advocacy outcomes into regulations, service standards, complaint systems, and public service performance evaluation.
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 60 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAHTERHADAP EFEKTIVITAS FUNGSI PENGAWASAN INSPEKTORAT KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Tedi Fanizar; Baharudin Baharudin; S Endang Prasetyawati
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.437

Abstract

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah merupakan instrumen krusial dalam mengawal akuntabilitas kinerja dan keuangan daerah demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris, menggunakan data sekunder dan primer, yang diperoleh dari studi kepustakaan dan studi lapangan dan analisis data dengan analisis yuridis kualitatif. Implementasi SPIP pada Inspektorat Kabupaten Lampung Timur mulai mengarah pada paradigma preventif, tetapi belum optimal akibat kendala operasional dan kultural. Pengawasan APIP terhambat oleh keterbatasan jumlah dan keahlian auditor, luasnya objek pemeriksaan hingga tingkat desa serta minimnya sarana e-audit. Rendahnya pemahaman manajemen risiko dari auditee. Penyelesaiannya menuntut afirmasi anggaran daerah untuk modernisasi sarana serta penguatan komitmen aparatur yang sadar risiko demi mewujudkan good governance. Faktor Penghambat implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Kabupaten Lampung Timur meliputi kendala struktural dan kultural. Hambatan struktural mencakup minimnya auditor ahli, luasnya jangkauan geografis dan keterbatasan fasilitas e-audit. Solusinya memerlukan dukungan anggaran untuk modernisasi sarana pengawasan dan restrukturisasi budaya kerja guna menegakkan akuntabilitas publik. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur perlu mengalokasikan anggaran daerah secara proporsional untuk memodernisasi sarana pengawasan, khususnya sertifikasi digital auditor dan fasilitas e-audit terintegrasi. Selain itu, Inspektorat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah harus membangun komitmen kolektif untuk menginternalisasikan budaya kerja sadar risiko guna mempercepat tindak lanjut rekomendasi hasil audit.
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PENADAHAN HASIL PENCURIAN MOBIL DI BANDAR LAMPUNG (Studi Putusan Nomor: 248/Pid.B/2023/PN Tjk) Muhamad Ertami Amanda; Baharudin Baharudin; S Endang Prasetyawati
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.438

Abstract

Tindak pidana penadahan merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap harta benda yang memiliki keterkaitan erat dengan tindak pidana asal, seperti pencurian. Keberadaan penadah menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana pencurian karena memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperoleh keuntungan dari hasil kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku penadahan hasil pencurian mobil serta menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 248/Pid.B/2023/PN Tjk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan didukung pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen terhadap putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, serta literatur yang berkaitan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penadahan telah diterapkan berdasarkan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya mengenai pengetahuan atau dugaan yang patut bahwa barang yang diterima berasal dari hasil kejahatan. Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan alat bukti yang sah, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, serta fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Selain itu, hakim juga memperhatikan keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa sebelum menjatuhkan pidana. Putusan tersebut mencerminkan penerapan asas pertanggungjawaban pidana dan bertujuan memberikan kepastian hukum, keadilan, serta efek jera bagi pelaku tindak pidana penadahan.
ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA KONSTIPASI DENGAN SINDROM AKUMULASI PANAS (RE JIE BIAN MI): STUDI KASUS DI GRIYA SEHAT "HS" BANDUNG Yuliani; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.441

Abstract

Pendahuluan: Konstipasi merupakan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan jarangnya frekuensi buang air besar, feses keras, serta kesulitan saat defekasi yang dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Akupunktur menjadi salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang digunakan untuk membantu memperbaiki fungsi usus berdasarkan prinsip Traditional Chinese Medicine (TCM). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan akupunktur pada penderita konstipasi di Griya Sehat "HS" Bandung. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus pada satu partisipan penderita konstipasi. Partisipan menjalani enam kali terapi akupunktur berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pengamatan, perabaan, dan pemeriksaan akupunktur menggunakan Lembar Data Klien, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi partisipan sebelum, selama, dan sesudah terapi. Hasil: Partisipan didiagnosis mengalami konstipasi dengan sindrom Akumulasi Panas (Re Jie Bian Mi). Setelah enam kali terapi akupunktur menggunakan titik Tianshu (ST25), Shangjuxu (ST37), Quchi (LI11), dan Neiting (ST44) menggunakan metode manipulasi sedasi, Zhongwan (CV12), Sanyinjiao (SP6), dan Zhaohai (KI6) dengan metode manipulasi tonifikasi, terjadi perbaikan klinis secara bertahap. Frekuensi buang air besar meningkat dari 2–3 hari sekali menjadi satu kali setiap hari, konsistensi feses menjadi lebih lunak dan normal, rasa penuh pada abdomen berkurang, kondisi lidah membaik, serta kondisi umum partisipan menjadi lebih nyaman. Kesimpulan: Asuhan akupunktur berdasarkan penegakan diagnosis sindrom TCM efektif membantu memperbaiki gejala konstipasi sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam penatalaksanaan konstipasi.