cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 2 (2021)" : 5 Documents clear
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) untuk Meningkatkan P-Tersedia Tanah di Kebun Kopi Robusta , Kabupaten Malang Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Bushron, Raushanfirk
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Lubang Resapan Biopori Kompos (RPB) terhadap ketersediaan P tanah pada perkebunan kopi Robusta. Percobaan lapang dilakukan di perkebunan kopi Desa Bangelan, Kecamatan Wonasari, Kabupaten Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan RPB dan empat kali ulangan. Kompos diberikan sebanyak 4.400 gram per RPB untuk pupuk kandang kambing dan 10.400 gram per RPB untuk kompos sekam kopi. Parameter yang diukur adalah pH tanah, P-total (P-HCl 25%), P-tersedia (P-Bray I) dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan RPB dapat meningkatkan kadar P total tanah secara nyata pada kedalaman 0-60 cm. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (RPB 60 cm dengan kompos sekam kopi). (2) Perlakuan RPB menghasilkan kadar P tersedia yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, meskipun perbedaan ini tidak nyata pada p = 0,05.
Model Pendugaan Kandungan Klorofil Daun Kopi dengan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Mukhlisin, Ajral; Hamdani, Rizky Dwi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Almira, Almira
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan klorofil daun kopi menunjukkan adanya pantulan sinar inframerah, daun yang sehat lebih banyak memantulkan sinar inframerah dibandingkan daun yang tidak sehat. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan indeks vegetasi yang melibatkan sinar merah (R) dan inframerah dekat (NIR). NDVI ini digunakan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi (SPAD : Soil Plant Analysis Development record) berdasarkan nilai NDVI pada perkebunan kopi produktif Robusta. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kandungan klorofil daun kopi dengan metode SPAD rata-rata 65 – 70 mg.g-1; (2) kisaran NDVI pada perkebunan kopi 0,50-0,70; (3) model regresi linier NDVI (X) dan kandungan klorofil daun (Y) adalah Y = 98,015 X + 6,784 ; R2 = 0,8054**). Disimpulkan bahwa nilai NDVI dapat digunakan untuk menduga kandungan klorofil daun pohon kopi Robusta produktif.
Aplikasi Zeolit Dan Bahan Organik Dalam Mengendalikan Laju Pelepasan Kalium pada Tanah Vertisol Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqh Aulia; Sunarto, Bintar Probo
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak setelah N dan P. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan zeolit dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl dan untuk mengetahui peranan bahan organik dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium biologi jurusan tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah Kontrol (P0), Zeolit (P1), Bahan Organik (P2), dan 50% Zeolit + 50% Bahan Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian perlakuan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pH, KTK dan pelepasan kalium. Peranan zeolit menunjukkan mampu memperlambat laju pelepasan kalium hingga 47% dibandingkan dengan perlakuan kontrol, bahan organik atau kombinasi 50% zeolit + 50% organik. Sedangkan perlakuan bahan organik meningkatkan laju pelepasan kalium sebesar 63% dan tidak terjadi interaksi kombinasi zeolit 50% + bahan organik 50% terhadap laju pelepasan kalium.
Pertanian Vertikal sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Sempit di Kota Mojokerto Yulianti, Novi Dwi; Fitria, Lailatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 67% penduduk Kota Mojokerto telah menerapkan teknologi vertical garden pada lahan sempit di wilayah kota, baik lahan milik pribadi (seperti pekarangan rumah) maupun lahan milik publik (lahan milik pemerintah dan instansi swasta).Beberapa vertical garden yang terdapat di Kota Mojokerto antara lain: (1). Vertical garden di pekarangan rumah atau pekarangan rumah (area permukiman); (2). Vertical garden di halaman kantor pemerintah dan swasta; (3). Vertical garden di lahan (ruang) sepanjang jalan raya kota; (4). Vertical garden di ruang terbuka hijau publik; (5). Vertical garden di lahan pertanian perkotaan.Jenis tanaman yang ditanam pada vertical garden antara lain tanaman hias, tanaman obat, tanaman pangan (sayur dan buah), dan lain-lain. Dari vertical garden ini masyarakat dan rumah tangga memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Secara umum masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai teknologi pengelolaan vertical garden dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Deskripsi Morfologi Tanah di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Kabupaten Malang Suarmaprasetya, Radifta Adika; Yunita, Norma; Ramadhan, Muhammad Haniif; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi morfologi tanah merupakan kegiatan pengumpulan data berupa tanah yang akan digunakan dalam pengelolaan stasiun percobaan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan survei pada lahan yang akan diolah secara cermat. Tujuan utama survei tanah adalah untuk memberikan informasi atau keterangan mengenai berbagai jenis tanah, sebarannya dan dapat menjadi bahan evaluasi lahan potensial untuk suatu penggunaan tertentu. Dengan karakteristik tanah yang berbeda-beda, hal ini menjadikan jenis tanah dan morfologi tanah sebagai acuan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan pengelolaan tanah yang baik. Di stasiun percobaan BALITTAS terdapat kesamaan iklim, kemiringan lereng, bentuk lahan dan bahan induk, namun yang membedakan adalah dari penggunaan lahan berupa sawah dan lahan kering. Penutupan lahan berupa tebu, padi, agave, rami dan jati. Dengan menggunakan metode free grid, hal ini ditentukan melalui key area dengan membuat profil dan minipit tanah. Deskripsi dan evaluasi dilakukan untuk mengklasifikasikan morfologi tanah yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1). Titik pengamatan dilakukan pada lima lokasi penutup lahan yaitu tebu, padi, agave, rami dan jati putih. (2). Ordo tanah pada lokasi pengamatan tergolong Inceptisols. Ditemukan dua jenis tanah pada lokasi tersebut dan tergolong Oxyaquic Humudept; dan Typic Humudepts. (3). Penutup lahan dengan berbagai pengelolaan lahan mempengaruhi karakteristik kestabilan agregat tanah dan kesuburan tanah lapisan atas. (4). Pada lokasi lahan kering yang digunakan untuk persawahan ditemukan kondisi akuik, dengan karakteristik berupa redoks deplesi pada kedalaman 22-45 cm yang mengakibatkan nilai kroma rendah yaitu 2,0.

Page 1 of 1 | Total Record : 5