cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2022)" : 5 Documents clear
Evaluasi Lahan di Kawasan Agrowisata Petik Jeruk Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang Yunitasari, Norma; Mashudi, Imam; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Cahyani, Erika Putri Ika; Dethan, Albert Johanson; Meidina, Adella Anggi; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.01

Abstract

Di Desa Selorejo, salah satu sentra agrowisata jeruk, terdapat variasi produktivitas yang cukup besar di antara petani jeruk. Variasi produktivitas jeruk tersebut disebabkan oleh perbedaan karakteristik lahan dan tanah, serta sistem pengelolaan kebun. Program ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan jeruk dan mengidentifikasi kendala tanah untuk budidaya jeruk. Terdapat dua lokasi evaluasi yaitu kebun jeruk dengan produktivitas tinggi dan kebun jeruk dengan produktivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi hara tanah dan bahaya erosi akibat kemiringan lahan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas jeruk. Berdasarkan hasil evaluasi lahan, disarankan untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang melalui lubang resapan biopori (BIH) sedalam 50 cm untuk meningkatkan keberlanjutan produktivitas kebun jeruk.
Teknologi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik (LRBO) Memperbaiki Kualitas Tanah Kebun Jeruk , di BPSI Jestro, Tlekung, Batu Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Hanuf, Atiqah Aulia; Soemarno, Soemarno; Meidina, Adella Anggi; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.02

Abstract

Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain dari inceptisol meliputi pH asam, kadar liat tinggi, dan pencucian unsur hara di lapisan permukaan tanah. Aplikasi kompos organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos organik pada berbagai dosis terhadap KTK tanah, C organik, N total, rasio C/N dan pH tanah tanah Inceptisol di Kebun Jeruk Lemon BPSI Jestro, Batu. Perlakuan yang diuji adalah P0 (kontrol, tanpa BIH, tanpa kompos), P1 (BIH kosong), P2 (BIH dengan dosis kompos 5 Mg.ha-1), P3 (BIH dengan dosis kompos 10 Mg.ha-1), P4 (BIH dengan dosis kompos 15 Mg.ha-1), P5 (BIH dengan dosis kompos 20 Mg.ha-1). Keenam perlakuan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos pada BIH dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah lapisan atas dan bawah. Pemberian kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan KTK, C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah pada pengamatan 5 kedalaman TBS yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 dapat meningkatkan kandungan klorofil daun jeruk sebesar 789,23 μmol.m-2 atau meningkat sebesar 20,06% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kandungan klorofil daun jeruk dengan KTK tanah, kandungan N-total, C-organik, dan pH H2O. 
Teknologi Pengelolaan Tanaman Budidaya Di ATP (Agro Techno Park) Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kabupaten Malang Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.04

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari budidaya tanaman melon dan tomat di rumah kaca ATP Jatikerto dengan media tanam dalam polybag atau pot plastik. Dua jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan ATP Jatikerto adalah melon emas dan tomat cherry, kedua jenis tanaman tersebut ditanam pada media tanam dalam polybag atau pot hingga buah dipanen. Teknologi budidaya tanaman meliputi tahapan penyemaian, pembibitan, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman dalam polybag atau pot di rumah kaca yaitu tanaman melon dan tanaman tomat. Teknologi budidaya tanaman tomat-cherry meliputi penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemindahan bibit ke polybag, pemasangan ajir, penyiraman, pemupukan, pemotongan tunas air, dan penyiangan.
Kombinasi Kompos Dan Tanah Liat Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Dari Kebun Kopi Rakyat Di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Latifah, Hanif; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.03

Abstract

Desa Bambang, Kecamatan Wajak merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tanah di lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir seperti strukturnya yang lemah dan mudah mengalirkan air. Hal ini menyebabkan tanah menjadi porous dan air mudah keluar. Pergerakan air dalam tanah yang diukur pada kondisi jenuh air disebut dengan konduktivitas hidrolik jenuh (KHS). KHS dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAW) dan bahan organik tanah (BOT). Upaya perbaikan sifat tanah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya erosi dengan cara menambahkan kompos dan tanah liat ke dalam tanah berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan lempung dan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia (KAW) tanah. Perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan KHS hingga 24,27%v/v atau meningkat 49% dibandingkan kontrol. (2) Penambahan lempung dan kompos terbukti dapat menurunkan kecepatan konduktivitas hidrolik jenuh tanah. Hasil terbaik pada tanah kedalaman 0 – 30 cm terdapat pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% dengan nilai SHC 5,41 cm jam-1 dengan penurunan sekitar 61% dibanding kontrol. (3) Daya tampung air tersedia, prosentase lempung, porositas tanah dan C organik tanah secara bersama-sama mempengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (SHC) tanah. Kandungan C organik tanah memberikan pengaruh terbesar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, diikuti oleh daya tampung air tersedia, prosentase fraksi lempung, dan porositas tanah total. 
Aplikasi Kompos dan Pupuk Kandang terhadap Karakteristik Fisika Tanah, Inceptisol di Kebun Lemon BSIP Jestro, Desa Tlekung, Kota Batu Ariessandi, Aldhi Lucky; Soemarno, Soemarno; Lutfi, M Wasilul; Fanshuri, Buyung Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.05

Abstract

Tanah inceptisol pada umumnya memiliki sifat fisik sedang hingga tinggi. Namun, sifat fisik tersebut dapat menurun apabila terdapat faktor pembatas pada lahan, yaitu derajat kemiringan. Pada lereng yang curam, laju infiltrasi tanah menurun, hal ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan dan erosi tanah (Dewi et al., 2012). Limpasan permukaan menyebabkan pengangkutan bahan organik tanah ke bagian lahan yang lebih rendah. Pengolahan tanah dengan menambahkan kompos atau pupuk kandang ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan kandungan C-organik tanah, yaitu meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah, meningkatkan kapasitas lengas tanah tersedia, serta mengurangi limpasan permukaan dan erosi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAK) dengan 8 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 4 kali sehingga jumlah pot yang digunakan sebanyak 32 pot. Perlakuan yang diberikan meliputi P1 (Kontrol + Tanah Atas), P2 (Kontrol + Tanah Bawah), P3 (Kompos + Tanah Atas), P4 (Kompos + Tanah Bawah), P5 (Pupuk kandang sapi + Tanah Atas), P6 (Pupuk kandang sapi + Tanah Bawah), P7 (Pupuk kandang kambing + Tanah Atas), P8 (Pupuk kandang kambing + Tanah Bawah). Penambahan pupuk organik terbukti dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Penambahan pupuk kandang sapi (1000 g/pot) pada tanah atas (0 – 30 cm) (perlakuan P5) merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan ini dapat menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan nilai DMR agregat tanah, meningkatkan kapasitas lapang, meningkatkan titik layu permanen, menurunkan porositas makro, meningkatkan porositas meso, meningkatkan porositas mikro dan meningkatkan daya tampung air tersedia. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5