cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021): Juli" : 10 Documents clear
FORMULASI SNACK BAR BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI MAKANAN SELINGAN BAGI ATLET Pontang, Galeh Septiar; Wening, Dyah Kartika
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.29278

Abstract

Latar Belakang: Pemberian karbohidrat yang tepat dapat menunjang performa dan kapasitas latihan atlet. Penelitian menunjukkan asupan gizi atlet Indonesia sebagian besar masih di bawah kebutuhan. Snack bar dapat dijadikan makanan selingan padat gizi dan energi bagi atlet. Modifikasi snack bar dengan tepung mocaf dan tepung kacang merah dapat menghasilkan produk olahan tinggi energi dan karbohidrat.Tujuan: menganalisis tingkat kesukaan dan proksimat snack bar berbahan dasar tepung mocaf dan tepung kacang merah.Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimental dalam bidang food production. Formulasi snack bar yaitu perbandingan tepung mocaf dan tepung kacang merah yaitu formula SB1(75%:25%), SB2 (50%:50%), dan SB3 (25%:75%). Uji tingkat kesukaan dilakukan kepada 33 orang panelis agak terlatih. Analisis data uji tingkat kesukaan menggunakan uji beda Kruskal Walliss dilanjutkan uji Mann Whitney menggunakan aplikasi di komputer dengan tingkat kepercayaan 95% atau α=5%. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kandungan serat.Hasil: Uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aroma (p=0,025) dan tekstur (p=0,025) diantara ketiga formulasi, namun tidak ada perbedaan dari kompoenen rasa (p=0,854) dan warna (p=0,470). Formula terbaik adalah snack bar formula SB2 karena memiliki nilai rerata tertinggi pada tiga komponen uji tingkat kesukaan. Kandungan zat gizi snack bar formula SB2 per 100 gram yaitu 434,68+22,30 kkal, 79,1+9,46 g karbohidrat, 7,86+1,04 g protein dan 10,59+1,51 g lemak.Simpulan: Formulasi snack bar dengan perbandingan tepung mocaf 50% dan tepung kacang merah 50%  merupakan formulasi terbaik dan memenuhi kriteria sports foods sebagai makanan selingan bagi atlet.
TINGKAT PENGETAHUAN GURU DAN PENGELOLA SEKOLAH TENTANG PRAKTIK PENYELENGGARAAN MAKANAN SEHAT UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN SISTEM FULL-DAY SCHOOL DI KOTA PEKANBARU Roziana, Roziana; Fitriani, Fitriani
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30453

Abstract

 Latar Belakang: Praktik gizi seimbang diharapkan dapat mengurangi masalah gizi serta meningkatkan efektivitas belajar anak. Salah satu upaya memantau praktik makan anak adalah school feeding program.Tujuan: Untuk memperoleh informasi mengenai tingkat pengetahuan guru dan pengelola sekolah tentang pemberian makanan pada siswa full-day school di kota PekanbaruMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sample dari 12 kecamatan, di setiap kecamatan diwakili dari 1 sekolah yang dipilih secara random dengan total sampel 85 yang terdiri dari guru dan pengelola sekolah. Variabel penelitian adalah pengetahuan guru dan pengelola sekolah tentang pemberian makan pada siswa full day school di kota Pekanbaru. Cara pengambilan data dengan pengisian kuesioner menggunakan google form.Hasil: Tingkat pengetahuan guru dan pengelola sekolah mengenai gizi seimbang sebanyak 45,9% memiliki pengetahuan baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 75,3. Sedangkan tingkat pengetahuan guru dan pengelola sekolah mengenai penyelenggaraan makanan di sekolah 49,4% memiliki pengetahuan sangat baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,5.Simpulan: Tingkat pengetahuan guru dan pengelola sekolah mengenai gizi seimbang sebanyak 45,9% memiliki pengetahuan baik dengan perolehan nilai rata-rata 75,3, sedangkan mengenai penyelenggaraan makanan di sekolah 49,4% memiliki pengetahuan sangat baik dengan nilai rata-rata 81,5.
EFFECT OF PROBIOTIC AND PREBIOTIC CONSUMPTION ON BLOOD CHOLESTEROL LEVEL IN THE ELDERLY IN POSYANDU MANISJANGAN YOGYAKARTA Setyaji, Diyan Yunanto; Setyani, Fransisca Anjar Rina
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30828

Abstract

Background: With advanced age, an increase in lipid profile is associated with the incidence of cardiovascular disease. Previous studies showed that the administration of probiotic and/or prebiotic are effective in improving lipid profiles. However, other studies have also shown that probiotic and prebiotic had insignificant effects on lipid profiles.Objectives: Determined the effects of probiotic and prebiotic on blood cholesterol level in the elderly.Methods: A total of 64 elderly who did not take cholesterol-lowering drugs enrolled in the quasi-experiment pretest-posttest design and were assigned to three interventions and control groups. The subjects in PRE-group consumed 100 grams of mung bean porridge per day; the subjects in PRO-group consumed 65 ml of fermented milk enriched with Lactobacillus casei Shirota strain per day; the subjects in PREPRO-group consumed 100 grams of mung bean porridge and 65 ml of fermented milk enriched with Lactobacillus casei Shirota strain per day. All intervention groups received treatment for 4 weeks. The control group did not receive any treatment during the study. Before and after treatment, cholesterol data was collected. Paired t-test, ANOVA, Post-hoc LSD were used for statistical analysis.Results There was an increase in cholesterol levels in PRE, PRO, PREPRO-groups (12.93 mg/dL; 48.37 mg/dL; and 7.62 mg/dL). Among the three intervention groups, only the consumption of probiotic was significant for changes in blood cholesterol levels (p 0.023). The administration of various interventions did not have a significant effect on changes in cholesterol levels (p 0.246) when compared to the control group.Conclusion: Prebiotic and probiotic do not lower blood cholesterol level in the elderly in Posyandu Manisjangan Yogyakarta.
KONSUMSI PROTEIN, VITAMIN A DAN STATUS GIZI SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Wadhani, Luh Putu Prema; Wijaya, Shiza Maunik
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30829

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan dan prestasi anak usia sekolah yang rendah saat ini menjadi penentu kualitas suatu bangsa dimasa yang akan datang. Pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan intelektual pada anak sangat membutuhkan asupan zat gizi seperti protein dan vitamin A dan status gizi yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat konsumsi protein, vitamin A dan status gizi dengan hasil belajar anak sekolah dasarMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan metode pendekatan survey. Pengambilan data pada penelitian ini bersifat cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2019 di dua sekolah dasar yang ada di Kabupaten Badung-Bali. Teknik pengambilan menggunakan teknik random dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang dilakukan di kelas V. Data mengenai konsumsi protein dan vitamin A diperoleh dengan menggunakan instrument food recall selama 3x24 jam. Data status gizi dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) menurut umur. Data hasil belajar menggunakan hasil ujian akhir semester ganjil. Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi sperman rank.Hasil: Terdapat 66% (33 orang) anak dengan kategori status gizi yang normal, 50% (25 orang) anak mengkonsumsi protein dengan kategori yang baik, dan 58% (29 orang) anak mengkonsumsi makanan sumber vitamin A dalam kategori yang sedang. Konsumsi protein (p<0,05) dan vitamin A memilki keterkaitan dengan hasil belajar (p<0,05) dan status gizi memilki keterkaitan dengan hasil belajar anak sekolah dasar (p<0,05).Simpulan: Konsumsi protein, vitamin A dan status gizi memilki keterkaitan dengan hasil belajar pada anak sekolah dasar.
FORMULASI IKAN LELE DAN BAYAM HIJAU TERHADAP NILAI GIZI, MUTU ORGANOLEPTIK, DAYA TERIMA RISOLES ROTI TAWAR SEBAGAI SNACK BALITA Riestamala, Eriske; Fajar, Ibnu; Setyobudi, Sugeng Iwan
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30749

Abstract

Latar belakang: Balita merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi kurang atau gizi buruk, seperti stunting. Salah satu penanganan masalah gizi dengan karakteristik masalah gizi kronis yaitu dengan Pemberian Makanan Tambahan tinggi energi dan tinggi protein pada balita yang sesuai kebutuhan gizi berdasarkan AKG 2019 serta memanfaatkan pangan lokal seperti ikan lele dan bayam hijau.Tujuan: Mengetahui karakteristik dan daya terima dari risoles roti tawar ragout ikan lele dan bayam hijau sebagai salah satu alternatif pangan fungsional dalam bentuk PMT Pemulihan balita yang padat gizi.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain 2 taraf perlakuan yaitu proposi ikan lele dan bayam hijau masing-masing sebesar 80%:20% dan 75%:25%. Parameter penelitian yang dilakukan terhadap produk yaitu uji organoleptik (hedonik) pada 15 panelis, perlakuan terbaik, menghitung komposisi gizi secara empiris, mutu protein, penentuan takaran saji, dan daya terima pada 12 balita RW 06 kelurahan Merjosari Kota Malang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft Excel 2010.Hasil: Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah P2 (ikan lele 75%:bayam hijau 25%) memiliki kandungan zat gizi per 120 gram yaitu energi 300 Kkal , protein 14 gram, lemak 10 gram, karbohidrat 33 gram, Fe 2 mg, Zinc 1 mg, mutu cerna 97%, NPU 72%, PST 120%, PER 149%. Rata-rata uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur) pada tiap perlakuan yaitu 3 (suka) terhadap risoles roti tawar ragout ikan lele dan bayam hijau. Rata-rata daya terima balita terhadap produk yaitu 60,4%.Simpulan: Pemberian formulasi pada P2 sudah memenuhi kebutuhan snack balita (10% dari total kebutuhan energi) dan sudah sesuai dengan Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 2018.
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA WANITA MENOPAUSE DI SEMARANG Keyasa, Magnalia Morena Ruth; Widyastuti, Nurmasari; Margawati, Ani; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.29168

Abstract

Latar Belakang: Wanita menopause biasanya bermasalah dengan peningkatan lingkar pinggang yang disebabkan oleh obesitas. Lingkar pinggang dan kadar glukosa darah puasa berhubungan secara signifikan pada wanita postmenopause.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional pada subjek 55 wanita menopause yang diambil dengan metode simple random sampling. Data lingkar pinggang didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis kadar glukosa darah puasa menggunakan Spektrofotometer Biolyzer 100. Analisis bivariate menggunakan uji rank spearman. Hasil: Sebagian besar subjek (81,8%) penelitian memiliki kadar glukosa darah puasa normal dengan rerata 108,8±4,2 mg/dl, sedangkan lingkar pinggang terdapat 60% termasuk kategori obesitas. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause (r=0,122, p=0,376).Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause.
PENGARUH PEMBERIAN AJUVAN ASAM FOLAT TERHADAP FUNGSI PERSONAL DAN SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA KRONIK Suprapti, Rini; Fitrikasari, Alifiati; Pudjo, Rihadini; Asikin, Hang Gunawan; Noerhidajati, Elly
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30725

Abstract

 Latar Belakang : Hasil pengobatan skizofenia menunjukkan sebanyak 85% mengalami penurunan fungsi. Remisi klinis tidak selalu mengarah pada pemulihan fungsi. Defisiensi folat diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko skizofrenia.Tujuan : Mengetahui manfaat ajuvan asam folat dalam memperbaiki fungsi personal dan sosial pasien skizofrenia kronis.Metode : Penelitian eksperimental dengan desain double blind – randomized controlled trial, pre post test design. Semua subjek yang memenuhi kriteria inklusi diambil menurut waktu (consecutive sampling), kemudian secara blok random dikelompokkan dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Perlakuan dengan ajuvan asam folat 2 mg / hari selama 4 minggu. Kelompok kontrol mendapatkan anti psikotik dengan plasebo. Anti psikotik yang digunakan tidak sama. PSP diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sosiodemografi dan kuesioner wawancara terstruktur Personal and Social Performance Scale versi Indonesia.Hasil :  Terdapat 66 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, 2 diantaranya Drop Out karena kejang dan SNM. Uji komparatif karakteristik demografik kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak ada perbedaan bermakna. Terdapat peningkatan skor PSP yang bermakna secara statistik p <0,01 di kedua kelompok dengan peningkatan skor PSP kelompok perlakuan lebih tinggi (p = 0,029).Simpulan : Ajuvan asam folat memperbaiki fungsi sosial dan personal pasien skizofrenia kronis.
INTERVENSI PERMAINAN MONOPOLI DAN DISKUSI GIZI SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Fitriyanti, Rita; Sriprahastuti, Brian; Cicih, Lilis Heri Mis
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30772

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018  masalah gizi Anak Usia Sekolah di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu cara yang paling efektif dalam menyosialisasikan pengetahuan gizi melalui lembaga pendidikan.Tujuan : Mengetahui efektivitas permainan monopoli gizi dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang sekolah dasar di Kabupaten Bogor.Metode : Penelitian kuantitatif eksperimen dan kualitatif dengan jenis Quasi Eksperiment dipadukan diskusi dan observasi pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Penelitian dirancang dengan pre and post with control desain. Jumlah sampel masing masing sebanyak 64 orang pada kelompok kontrol SDN 01 dan intervensi SDN 02. Kelompok intervensi adalah siswa yang diberikan permainan monopoli dan diskusi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan  uji Wilcoxon.Hasil : Ada perbedaan yang signifikan peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada skor pre test dan post test kelompok intervensi p-value <0,001 sedangkan skor pre test dan post test kelompok kontrol p value 0,001 (<0,05). Perbandingan skor pengetahuan pada kelompok intervensi dan kontrol didapatkan skor pre test p value 0,638 (>0,05), post test 1 p value 0,582 (>0,05), dan p value post test 2 0,106 (>0,05) tidak ada perbedaan yang signifikan Skor Pre test, Post test 1, dan Post test 2 pada peningkatan Pengetahuan gizi seimbang. Berdasarkan perhitungan N-Gain hasil efektivitas sebesar 1,40 dapat disimpulkan kelompok intervensi dinyatakan lebih efektif daripada kelompok kontrol.  Berdasarkan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor Sikap Gizi seimbang dan sikap terhadap media pada kelompok intervensi dan kontrol.Simpulan : Media monopoli dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dibidang pendidikan sebagai sarana edukasi pengetahuan gizi seimbang.
OBESITAS BERHUBUNGAN DENGAN PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI Daniartama, Bela; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30808

Abstract

Latar Belakang: Pre Menstrual Syndrome (PMS) dapat menyebabkan masalah berupa gangguan fisik, kesehatan mental, dan gangguan fungsional dalam konteks sosial dan pekerjaan perempuan. Faktor yang dapat mempengaruhi PMS yaitu status gizi.Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dengan risiko dan tingkat intensitas PMS pada mahasiswi dengan beberapa pengukuran antropometri.Metode: Penelitian cross sectional yang melibatkan 77 mahasiswi Universitas Diponegoro. Pengukuran status gizi dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar panggul, rasio lingkar pinggang panggul, dan persen lemak tubuh. Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF) untuk mengukur intensitas gejala PMS. International Physical Activity Questionaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik. Food recall 3×24 untuk mengukur rata-rata asupan. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan uji Regersi Logistik.Hasil: Obesitas dengan IMT ≥23 kg/m2 (OR 3,944; 95% CI 1,091-14,251; p<0,05), persen lemak tubuh ≥32% (OR 3,289; 95% CI 1,022-10,584; p<0,05), dan lingkar pinggang ≥80 cm (OR 4,696, 95% CI 1,201-18,360; p<0,05) dapat meningkatan risiko dan intensitas PMS.Simpulan: Peningkatan IMT, persen lemak tubuh, lingkar pinggang dapat meningkatkan risiko dan intensitas PMS.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN KERAGAMAN KONSUMSI SUMBER VITAMIN A DAN ZAT BESI USIA 6-23 BULAN DI PROVINSI BENGKULU (ANALISIS DATA SDKI 2017) Aryani, Depri; Krisnasary, Arie; Simanjuntak, Betty Yosephin
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30819

Abstract

Latar Balakang: Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa paling kritis untuk memperbaiki perkembangan fisik dan kognitif anak. Usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja. Aktivitas bayi setelah usia 6 bulan semakin banyak sehingga diperlukan makanan pendamping dari ASI guna memenuhi kebutuhan gizi untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Waktu pemberian MP-ASI anak yang tepat adalah usia 6-24 bulan, pada usia tersebut pencernaan bayi mulai kuat.Tujuan: Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan konsumsi sumber vitamin A dan Fe usia 6-23 bulan di Provinsi Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 93 balita berusia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data hasil pengumpulan SDKI 2017 dengan metode observasi kuesioner terhadap sampel anak usia 6-23 bulan. Analisis yang digunakan adalah chi-squar.eHasil: Anak usia 6-23 bulan yang diberikan MP-ASI sesuai dengan umur sebanyak 51,7%. Keragaman konsumsi sumber zat gizi mikro (vitamin A) tidak beragam 52,7%, dan sumber zat besi sebesar 79,8%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MPASI dengan konsumsi sumber zat gizi mikro (vitamin A) dan konsumsi sumber zat gizi mikro (Fe) usia 6-23 bulan di provinsi Bengkulu masing-masing p-value 1,000 dan 0.484.Simpulan: Pemberian MPASI masih belum sesuai umur dan berkontribusi terhadap keragaman konsumsi sumber zat gizi vitamin A dan Fe

Page 1 of 1 | Total Record : 10