cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES" : 7 Documents clear
Status Kualitas Air dan Trofik-Saprobik Perairan di muara Sungai Serayu, Cilacap Minawati, Iis; Anggoro, Sutrisno; A'in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28011

Abstract

Muara Sungai Serayu terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang salah satu fungsinya adalah sebagai jalur migrasi ikan sidat (Anguila spp.). Pembuangan limbah PLTU, penambangan pasir dan limbah domestik ke dalam Muara ini diduga memberikan dampak negatif, yaitu dapat menurunkan kualitas perairan yang berpotensi terganggunya kehidupan biota akuatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan muara akibat adanya masukan limbah dan hubungannya dengan kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober dan November 2019 di Muara Sungai Serayu dan Bendung Gerak Kebasan. Penelitian ini menggunakan metode Purpossive Random Sampling dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel air dilakukan di 4 stasiun dengan 7 titik sampling.  Metode analisis kesuburan perairan menggunakan analisis TROSAP (Trofik-Saprobik), dengan pendekatan TSI (Trofik-Saprobik Index). Pendekatan TSI ini menggunakan parameter jenis fitoplankton yang ditemukan di Muara Sungai Serayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas fitoplankton yang terdapat di muara Sungai Serayu terdapat 24 spesies pada pasang dan surut. Berdasarkan nilai kelimpahan dengan rata-rata 129.000 sel/L pada kondisi pasang dan 120.643 sel/L pada kondisi surut.  Rata-rata nilai Saprobik Indeks (SI) pada saat pasang 1,28 dan 1,2 pada saat surut dan Tropik Saprobik Indeks 1,79 ketika pasang dan 1,52 ketika surut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pencemaran di muara Sungai Serayu selamapenelitian dikategorikan sebagai pencemaran ringan(oligosaprobik-β – Mesosaprobik )
POTENSI PENCEMARAN TIMBAL (Pb) DAN KADIUM (Cd) BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR PENGKAYAAN DAN FAKTOR KONTAMINASI DI PERAIRAN TELUK JEPARA Mulia Delvi, Betlin Indriani; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28238

Abstract

Logam berat Pb dan Cd di sepanjang pesisir Teluk Jepara, Jawa Tengah bersumber dari limbah domestik dan industri yang ada di sekitarnya. Logam berat yang larut ke dalam badan perairan akan berasosiasi dengan bahan tersuspensi dan mengendap di dasar perairan. Masuknya pencemar ke badan perairan dapat menyebabkan kualitas perairan mengalami degradasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi cemaran logam berat berdasarkan faktor pengkayaan dan faktor kontaminasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 di perairan Teluk Jepara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi uji komparasi dengan One-way Anova dan uji regresi linear. Analisis kandungan logam berat pada sampel menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) sesuai SNI. Hasil penelitian menunjukkan nilai logam berat di air telah tercemar oleh timbal (Pb) berdasarkan baku mutu KepMen LH tahun 2014. Untuk logam berat Cd masih berada pada kategori normal. Pada sedimen nilai logam berat tinggi namun masih berada di bawah baku mutu menurut ketetapan Australian and New Zealand Environment and Conservation Council(ANZECC) tahun 2000. Tidak adanya input antropogenik, namun mengindikasikan adanya kontaminasi tingkat rendah yang dapat memicu resiko ekologis terhadap lingkungan.
Valuasi Ekonomi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Pariwisata Waduk Kedung Ombo Subwilayah Kabupaten Boyolali Andani, Yustutik; A'in, Churun; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28282

Abstract

Waduk Kedung Ombo (WKO) merupakan waduk yang berada di perbatasan tiga wilayah kabupaten yaitu Grobogan, Boyolali dan Sragen. WKO memberikan manfaat cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek perikanan dan pariwisata, oleh karena itu diperlukan penilaian ekonomi untuk menentukan seberapa besar potensi yang dihasilkan dari pemanfataan waduk tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2020 di WKO Subwilayah Kabupaten Boyolali dengan 139 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai ekonomi dari aspek pemanfaatan sumberdaya perikanan dan pariwisata WKO subwilayah Kabupaten Boyolali. Penentuan responden perikanan tangkap dan pariwisata menggunakan metode accidental sampling/ convenience sampling, pembudidaya KJA menggunakan metode snow ball, usaha wisata menggunakan dua metode yaitu metode sensus dan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu Market Price Method untuk perikanan tangkap dan budidaya KJA. Metode Travel Cost Method (TCM) untuk pariwisata dan metode Surplus Produsen untuk kegiatan usaha wisata. Nilai ekonomi sumberdaya perikanan sebesar Rp121.556.437.950,00/tahun (perikanan tangkap Rp14.505.391.950,00 dan budidaya KJA Rp107.051.046.000,00). Nilai tersebut menunjukan bahwa perairan WKO subur dan tersedia pakan alami yang cukup sehingga sumberdaya perikanannya besar dan nilai ekonomi pariwisata sebesar Rp13.098.225.248,00/tahun, usaha perahu Rp325.842.000,00/tahun dan usaha kuliner Rp396.738.000,00/tahun. Nilai tersebut menunjukan bahwa pengelolaan pariwisata di WKO tepat, pelayanan dan fasilitas memadai sehingga mampu menambah nilai ekonomi untuk masyarakat.
Biokonsentrasi Dan Kelayakan Konsumsi Mingguan Logam Berat Tembaga (Cu) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Morosari, Demak Rahmadhati, Kharisma Yulia; Rudiyanti, Siti; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30775

Abstract

Perairan Morosari menjadi lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak yang diduga berpotensi tercemar logam berat. Kerang hijau (Perna.viridis) merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi, apabila biota tersebut mengakumulasi logam berat secara berlebihan dapat membahayakan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Perairan Morosari, Demak bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cu pada air dan kerang hijau, mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, serta mengetahui nilai BCF (Bioconcentration Factor) dan MTI (Maximum Tolerable Intake). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu pada air berkisar <0,002 – 0,007 mg/L, sementara pada P. viridis berkisar 0,062 – 0,145 mg/kg. Konsentrasi tersebut masih di bawah baku mutu berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 dan Direktorat POM No. 03725/B/SK/VII/89. Terdapat perbedaan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, Sig. (0,000) < 0,05. Hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis menunjukkan hubungan yang kuat, R sebesar 0,696. Tingkat akumulasi Cu pada P.viridis berdasarkan hasil perhitungan BCF termasuk kategori akumulatif rendah. Kelayakan konsumsi mingguan untuk individu dengan berat badan 60 kg diperoleh nilai MTI rata-rata sebesar 2,348 kg/minggu.
Status Perikanan Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap Zahra, Sarah Az; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27419

Abstract

Ikan Tuna Mata Besar merupakan ikan pelagis besar yang memiliki nilai ekonomis penting di bidang ekspor. Tingginya kebutuhan terhadap Tuna Mata Besar mengakibatkan peningkatan intensitas penangkapan yang dilakukan hampir di seluruh perairan Indonesia, termasuk di perairan selatan Jawa yang didaratkan di PPS Cilacap. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian sumberdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan CPUE, nilai Maximum SuistainableYield (MSY), mengetahui potensi perikanan melalui struktur ukuran dan nilai Lc50% dan status tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – Januari 2020. Metode yang digunakan adalah metode acak sederhana, dimana sampel yang diambil berdasarkan kelompok ukuran. Data primer yang dikumpulkan yaitu data panjang ikan, daerah penangkapan, serta produksi dan trip dengan pengambilan data sebanyak dua dalam satu bulan. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan yaitu data produksi dan trip penangkapan tahun 2010-2019. Hasil penelitian diperoleh ukuran ikan berkisar 45-175 cmFL dengan nilai Lc50% sebesar 121,5 cmFL dimana tergolong sudah layak tangkap. Perkembangan CPUE standar sepuluh tahun terakhir cenderung meningkat dengan nilai MSY 1921,64 ton dan F optimum 946 trip. Tingkat pemanfaatan setiap tahunnya berbeda, tahun 2019 menjadi data teraktual untuk saat ini dengan kegiatan tingkat pemanfaatan 69%, namun dengan hasil tangkapan melebihi potensi lestari. Kondisi ini diduga adanya upaya penangkapan overproductive dimana dapat terjadi karena teknologi penangkapan yang semakin modern, besar kapal dan daerah penangkapan yang semakin luas. Status perikanan kegiatan tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar saat ini sudah termasuk dalam kondisi overfishing.
Effect of Dolomite Lime on pH and H2S of Mangrove Acid Soil Nugraha, Bagas Aditya; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30106

Abstract

Generally, the soil where mangroves grow is soil that has a low level of maturity. The soil around the mangrove forest is a source of pyrite (iron sulfide), so it has a low pH. Using lime will help increase the soil pH so that it is not too acidic. One of the materials used for liming is dolomite lime. The research objective was to determine changes in the concentration of pH, H2S, and nitrate on dolomite lime and to determine the effect of differences in concentrations between those with added dolomite and those not added. This research is experimental with dolomite treatment respectively 6 g, 12 g and 12 g. The variables measured were pH, H2S, and nitrate. The measurement time is for 9 days with an interval of every 3 days. The data analysis used was variance (ANOVA).The results of the ANOVA test showed that dolomite lime had an effect on pH and H2S (α <0.05) and had no effect on the nitrate variable (α> 0.05).
Analysis of Oceanographic Variabels (Temperature, Salinity, Dept) and Food Habits of Spatial Distribution Blue Swimmer Crab in Semarang Waters Isnawati, Nadiya; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.27554

Abstract

The sand characteristik of the Semarang waters becomes one of the suitable habitats for swimming crab. Become Crab live in 2-50 m. The commodity has an attraction for fisherman, because of the high selling price and keeping interest among seafood lovers. High demand for crab in both domestic and non domestic markets encourage crab fisherman to catch large crabs by infrige to allowable sustainable size of crab. The existence of this research encourages efforts to manage crab resources through the aspects of biology, temperature, salinity, depth and crab food habits. The study start on Agust 08, 2019 to September 26, 2019. The purpose of the study was to determine the spatial distribution of temperature, salinity of crab catches, food composition and the relationship of temperature, salinity variables to crab catches. The method used in this research is the survey method, where the crab data is purposive sampling method. The variables used are temperature, salinity and depth. The result of the study found that the spatial distribution of water temperatures ranged from 26-29ºC, salinity ranged from 32 to 36 ‰ and dept ranged from 10 to 30 m, while the result of identification of 14 small crabs obtained that the digestive contents of all crabs were phytoplankton, mollusca, fish, shrimp and non identifiable material. The results of simple linear regression between temperature, salinity, depth with the crab catch each of R2 = 0.108, R2= 0.6814, depth value of R2 = 0,656.

Page 1 of 1 | Total Record : 7