cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES" : 9 Documents clear
Kelimpahan dan Distribusi Larva Ikan Di Perairan Mangkang Wetan Semarang Bachtiar, Rizal; Ghofar, Abdul; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29348

Abstract

Pantai Mangkang Wetan merupakan salah satu pantai dengan vegetasi mangrove di Kota Semarang. Kawasan mangrove merupakan daerah asuhan bagi larva ikan yang mampu menyediakan suplai makanan dan perlindungan bagi larva ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, pola distribusi, dan komposisi larva ikan di kawasan Pantai Mangkang Wetan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga Maret  di Pantai Mangkang Wetan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah survei, dan metode untuk pengambilan sampel adalah metode random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu pola distribusi (Indeks Morisita (Iδ)), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Keseragaman (e), dan Indeks Dominasi (D). Hasil penelitian larva ikan yang yang berhasil teridentifikasi sebanyak 83 individu yang terdiri dari 3 famili: Chanidae (63 individu), Mugilidae (16 individu), dan Ambassidae (4 individu). Kelimpahan larva ikan tertinggi terdapat pada stasiun 1 titik 2 dengan kelimpahan 15 ind/m3, sedangkan yang terendah stasiun 2 titik 3 dengan kelimpahan 2 ind/m3. Larva ikan famili Chanidae dan Ambassidae menyebar secara mengelompok, sedangkan larva ikan famili Mugilidae menyebar secara acak. Larva ikan yang medominasi adalah larva ikan famili Chanidae. 
Aspek Reproduksi Ikan Sembilang (Plotosus canius) Betina yang Didaratkan di Pengepul Wilayah Tambak Lorok Semarang Ziana, Silvia Mei; Solichin, Anhar; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28391

Abstract

Ikan Sembilang merupakan ikan ekonomis penting yang banyak ditangkap oleh nelayan di Tambak Lorok Semarang. Informasi mengenai ikan Sembilang masih sedikit sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek reproduksi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan Sembilang betina diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, ukuran pertama kali matang gonad (Lm), fekunditas, dan diameter telur. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan sampel acak. Penelitian ini dilaksanakan pada November – Desember 2019 dengan selang waktu pengambilan 1 minggu sekali di Pasar Ikan Hasil Laut Tambak Lorok Semarang, sehingga terhitung ada 8 kali pengambilan sampel dengan perolehan jumlah 32 ekor Sembilang. Pada penelitian ini hanya ikan betina yang diamati aspek reproduksinya. Panjang total ikan sampel yang diukur berkisar antara 47,5 – 82,3 cm. Nisbah kelamin menunjukkan perbandingan 1 : 7. Tingkat kematangan gonad menurut Cassie didominasi oleh tingkat III dan IV. Hasil IKG memberikan informasi matang gonad pada ikan Sembilang sebesar 89,28%. Nilai Lm sebesar 64,101 cm. Fekunditas diperoleh berkisar antara 1062 – 2863 butir/individu. Hasil pengukuran diameter telur menghasilkan ukuran sebesar 0,21 – 0,70 cm. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, menunjukkan ikan Sembilang betina mengalami recruitment overfishing dimana ukuran rata-rata ikan yang tertangkap lebih kecil daripada ukuran pertama kali matang gonad yaitu sebesar 64,101 cm.
Analisis Tingkat Kerusakan Mangrove Sebelum dan Sesudah Tsunami Di Pulau Sangiang Berdasarkan NDVI Nugroho, Tiyo Meizi; Hartoko, Agus; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.30111

Abstract

Pulau Sangiang merupakan salah satu pulau yang terletak strategis di Selat Sunda yang sering dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten karena memiliki potensi sebagai tempat wisata dan secara ekonomi dan nilai tanah yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati di sekitar Pulau Sangiang sangat melimpah. Tahun 2018 silam Selat Sunda di terjang tsunami setinggi 15 meter yang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau yang melululantahkan pesisir Banten dan Lampung, termasuk Pulau Sangiang yang merupakan daerah yang terdampak oleh gelombang tsunami. Tsunami tersebut membawa dampak pada ekosistem pesisir yang ada di Pulau Sangiang salah satunya ekosistem mangrove.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan mangrove di Pulau Sangiang sebelum dan sesudah gelombang tsunami tahun 2018 dan mengetahui faktor kerusakan mangrove di Pulau Sangiang menggunakan data citra satelit Sentinel 2A. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisa citra satelit dengan transformasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Metode pengambilan data lapangan dilakukan melalui pengamatan secara langsung dengan menentukan stasiun menyesuaikan dengan kondisi lokasi. Hasil penelitian dengan metode citra satelit Sentinel 2A menunjukan terjadi penambahan luasan mangrove setelah terjadi Tsunami sebesar 3,08 Ha, berdasarkan nilai indeks NDVI mangrove berkisar antara 0.07 sampai 0.75 pada tahun 2017 dan pada tahun 2020 memiliki nilai berkisar antara 0.08 sampai 0.71, sehingga diperoleh nilai tertinggi kerusakan setelah tsunami sebesar 0,610 yang termasuk kedalam kategori baik dan nilai terendah sebesar 0,466 yang termasuk kedalam kategori kerusakan sedang dan terjadi perubahan garis pantai sebesar 19 km setelah tsunami. 
Hubungan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp dengan Bahan Organik Pada Ekosistem Mangrove di Desa Tapak Tugurejo, Semarang Rakhim, Lutfi Nur; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28807

Abstract

Kawasan Tugu merupakan salah satu kawasan pesisir yang mempunyai potensi produktivitas primer yang tinggi. Proses dekomposisi yang terjadi menyebabkan tingginya bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh organisme di dalamnya. Salah satu organisme yang mampu merombak unsur hara menjadi bahan organik adalah bakteri, tetapi keberadaan bakteri tidak selalu menguntungkan karena terdapat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit bagi biota salah satunya Vibrio sp. Tingginya kandungan bahan organik dapat meningkatkan perkembangan bakteri termasuk bakteri patogen, selain itu masukan dari tambak di sekitar ekosistem mangrove dapat membawa bakteri yang berbahaya bagi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dari bakteri Vibrio sp. dan hubungannya dengan bahan organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di desa Tapak, Tugurejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga stasiun yang telah ditentukan di sepanjang sungai sampai muara. Hasil penelitian menunjukkan rata rata total bakteri Vibrio sp. pada stasiun 1 yaitu 0 Cfu/ml, stasiun 2 yaitu 2,9 × 103 Cfu/ml sedangkan stasiun 3 yaitu 1,0 × 102 Cfu/ml. serta kandungan bahan organik berturut turut pada ketiga stasiun yaitu 70,196 mg/l; 76,393 mg/l dan 73,312 mg/l. Berdasarakan analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara total bakteri Vibrio sp. dengan bahan organik dengan uji regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai R2 melebihi 60%. Hal ini dapat terjadi karena masukan air dari masing masing stasiun yang berbeda dan adanya faktor lingkungan lain.
Pengaruh Asidifikasi Terhadap Densitas Zooxanthellae dan Kelulushidupan Karang Acropora sp. dalam Skala Laboratorium Hidayah, Nur; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29292

Abstract

Asidifikasi atau pengasaman laut merupakan peristiwa menurunnya pH air laut disebabkan karena penyerapan karbondioksida ke atmosfer. Ketika karbondioksida di atmosfer meningkat, lautan akan menyerapnya dan mengubah menjadi asam karbon. pH air laut yang menurun akan mempengaruhi kelangsungan hidup karang dan dapat menyebabkan kematian hewan karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH terhadap densitas zooxanthellae serta hubungannya dengan fotosintesis dan respirasi. Penelitian dilaksanakan pada November-Desember 2019 di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai Universitas Diponegoro Jepara. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Spesimen karang yang digunakan adalah Acropora sp. yang diambil dari perairan Pulau Panjang Jepara. Perlakuan pH pada penelitian ini adalah dengan konsentrasi pH 5; pH 7 dan pH 9 pada media akuarium pemeliharaan. Pengamatan dilakukan pada interval waktu ke 0, 4, 8 dan 12 hari. Parameter utama dalam penelitian ini adalah densitas zooxanthellae, fotosintesis, respirasi dan kualitas air pendukung. Hasil penelitian menunjukkan densitas zooxanthellae mengalami penurunan pada pH 5 sebanyak 272.972 sel/cm, pada pH 7 sebanyak 252.426 sel/cm dan pada pH 9 sebanyak 258.347 sel/cm. Penurunan densitas zooxanthellae tertinggi pada pH 5 atau asam dan terendah pada pH 7 atau netral. Nilai fotosintesis dan respirasi densitas zooxanthellae terhadap pH 5, pH 7 dan pH 9 adalah 7,89 x 10-4 ????????????/L/jam dan 1,02 x 10-14 ????????????/L/jam.
Kelimpahan Fitoplankton Di Perairan Kawasan Pantai Timur Surabaya Kartika, Sucahyaning Wahyu Trihasti; Hendrasarie, Novirina; Wibisana, Hendrata
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28253

Abstract

Kawasan Pantai Timur Surabaya merupakan kawasan yang dilindungi karena terdapat hutan mangrove pada daerah estuari dan pesisirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks biotik fitoplankton pada perairan wilayah Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar.  Penelitian ini dilakukan pada estuari dan pesisir Pantai Timur Surabaya dan dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2020. Dalam penelitian ini ditentukan delapan titik sampling dengan metode purposive random sampling, dimana tiap titik sampling dilakukan pengukuran dan pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengulangan pada tiap minggu. Daerah yang diamati yaitu Pantai Timur Surabaya wilayah Wonorejo dan Gunung Anyar. Indikator biotik kelimpahan fitoplankton yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman 1,699-2,530, indeks kemerataan 0,588-0,912, dan indeks dominansi 0,104-0,197 di stasiun Wonorejo dan pada stasiun Gunung Anyar menunjukkan indeks keanekaragaman 1,571-2,197, indeks kemerataan 0,541-0,659, dan indeks dominansi 0,165-0,339. Kelas fitoplankton yang dominan hidup di wilayah Mangrove Wonorejo yaitu Bacillariophyceae dan wilayah Mangrove Gunung Anyar yaitu Coscinodiscophyceae. Kedua fitoplankton ini tergolong klasifikasi besar fitoplankton diatom.
Pendugaan Parameter Populasi Hiu Lanjaman (Carcharhinus falciformis) yang Didaratkan di PPS Cilacap, Jawa Tengah Qonitah, Afifah; Solichin, Anhar; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28049

Abstract

Hiu Lanjaman (C. falciformis) banyak ditemukan di perairan Selat Makassar dan Samudera Hindia. Peningkatan permintaan terhadap spesies ini menyebabkan upaya penangkapan yang semakin meningkat,. Hal ini dikhawatirkan nantinya akan berdampak pada penurunan jumlah populasi Hiu Lanjaman (C. falciformis) sehingga berakibat pula pada kepunahan spesies tersebut apabila tidak adanya upaya pengelolaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa parameter pertumbuhan serta mengetahui laju mortalitas dan tingkat ekploitasi Hiu Lanjaman yang didaratkan di PPS Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode acak sederhana,. Data yang dikumpulkan adalah ukuran panjang ikan (cm), berat ikan (kg), alat tangkap dan daerah penangkapan ikan. Pengambilan data dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian diperoleh ukuran panjang ikan berkisar 54–248 cm. Hasil analisis hubungan panjang berat dari 637 ekor sampel diperoleh persamaan W=0,0000745FL2,792 dengan pola pertumbuhan alometrik negatif. Nilai mortalitas total 6,23/tahun dan laju eksploitasi sebesar 0,63 dengan perkiraan puncak rekrutmen pada bulan Juli.
Analisis Tekstur Sedimen dan Bahan Organik di Muara Sungai Beringin, Semarang Widiyasari, Laurentina Kiki; Muskananfola, Max Rudolf; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29320

Abstract

Sungai Beringin merupakan salah satu sungai yang mengalir di Kota Semarang dan sering dijadikan sebagai jalur transportasi oleh warga sekitar untuk menangkap ikan dan  jalur ke arah laut serta ke daerah mangrove. Kondisi ini akan berdampak terhadap kualitas perairan yang dapat mengakibatkan suatu pencemaran dan mempengaruhi makrozoobenthos yang hidup di dasar perairan dan dapat dijadikan sebagai bioindikator karena habitat hidupnya relatif menetap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi bahan organik dan tekstur sedimen di muara Sungai Beringin, Kota Semarang. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal bulan September tahun 2019 menggunakan teknik purposive random sampling dengan total 4 stasiun. Sampel yang diambil adalah substrat dasar perairan dan makrozoobenthos. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai fraksi sand berkisar antara 21,4 – 94,24 %, fraksi silt berkisar antara 0,12 – 1,2 % dan fraksi clay berkisar antara 5,56 – 71,88 %. Konsentrasi bahan organik berkisar antara 4,5 – 12,73 % dengan konsentrasi bahan organik tertinggi terdapat pada stasiun 2 dan konsentrasi bahan organik terendah pada stasiun 1. Hubungan anatara bahan organik dan tekstur sedimen memiliki korelasi yang kuat. 
Upaya Pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Ilhamsyah, Ahmad; Purwanti, Frida; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28315

Abstract

Hutan mangrove telah banyak dijadikan destinasi wisata alam karena mengedepankan pendekatan berkelanjutan dan konservasi sumberdaya alam. Pengembangan destinasi wisata yang mengedepankan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah, salah satunya di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi wisata, persepsi responden, dan upaya pengelolaan di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya. Penelitian dilaksanakan bulan SeptemberOktober 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Potensi wisata magrove dilihat dari kerapatan dan jenis mangrove, persepsi responden dengan menyebar kuisioner dan wawancara 50 orang masyarakat, 10 orang pengunjung dan 5 orang pengelola, dan didapatkan dari analisis SWOT. Hasil penelitian terdapat 3 jenis mangrove yaitu Rhizopora sp, Bruguiera sp., dan Avicennia sp. Jenis mangrove yang mendominasi adalah Rhizopora sp. Potensi kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, antara lain: pemandangan yang menarik, sarana pemancingan, jalur tracking, dan menara pandang. Persepsi masyarakat yang tahu fungsi mangrove 88,9%, kondisi mangrove yang baik 68,9%, dan masyarakat yang memanfaatkan mangrove 11,1%. Persepsi pengelola untuk kelengkapan fasilitas 100% kurang lengkap. Untuk persepsi pengunjung 80% mengatakan keterlibatan masyarakat penting, sedangkan promosi ekowisata 70% kurang baik. Upaya pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Desa Kartika Jaya adalah hasil analisis SWOT yaitu dengan meningkatkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan mangrove melalui kerjasama dan LSM, menciptakan peluang pendapatan ekonomi masyarakat dari hasil produk pengolahan mangrove dan wisata perahu serta meningkatkan produksi dan pemasaran wisata melalui kerjasama pihak ke-3, meningkatkan jumlah wisatawan dengan memaksimalkan Pokdarwis dan kearifan lokal yang ada melalui keramah tamahan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9