cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DAN INDEKS KUALITAS AIR SUNGAI KRENGSENG, TEMBALANG, SEMARANG Aruan, Daud; Purnomo, Pujiono Wahyu; A’in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.396 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Diponegoro merupakan bagian dari sistem pembangunan Universitas Diponegoro. Pembangunan Waduk Diponegoro bertujuan sebagai pengendali banjir, sediaan air tanah dan taman rekreasi di kawasan Tembalang. Sungai Krengseng merupakan salah satu sungai yang bermuara di Waduk Diponegoro. Kualitas air yang berada di Sungai Krengseng berpengaruh terhadap kualitas air di Waduk Diponegoro. Oleh karena itu, perlu diadakannya analisi tentang beban pencemar, kualitas air dan status pencemaran di Sungai Krengseng yang akan bermuara ke Waduk Diponegoro. Tujuan penelitian ini menghitung beban pencemaran (TSS, nitrat, fosfat dan BOD), serta mengkaji status pencemaran berdasarkan metode Indeks Kualitas Air. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah air sampel yang diambil dari hulu, tengah dan hilir Sungai Krengseng serta inlet Waduk Diponegoro. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis beban pencemaran dari sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah TSS 1.464,53 ton/tahun, nitrat 36,88 ton/tahun, fosfat 15,13 ton/tahun dan BOD 385 ton/tahun. Status pencemaran Sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah bagian hulu masuk ke dalam kelas tercemar ringan dan pada bagian tengah, hilir, serta waduk masuk ke dalam kelas tercemar sedang. Kata kunci:          Beban Pencemaran, Indeks Kualitas Air, Status Pencemaran, Sungai Krengseng, Waduk Diponegoro  ABSTRACT Diponegoro reservoir is a part of Development system of Diponegoro University.  Development of Diponegoro reservoir function are flood control, groundwater supplies, and amusement park on Tembalang area. Krengseng River is one of river that flow to Diponegoro reservoir. The quality of water on the Krengseng river has effect to the quality of water on Diponegoro reservoir. Therefore, there is an analysis about waters quality of pollution load, waters quality, and pollution status on Krengseng River that will flow on Diponegoro reservoir. The purpose of this study is to calculate pollution load ( TSS, nitral, fosfat, and BOD) and also study the pollution load based on method of waters quality index. The material used in the study of water sample are taken from upstream, middle, downstream of Krengseng river and Diponegoro reservoir lipped. This method used method survey. The result obtained by analysis of Pollution load from Krengseng river and Diponegoro reservoir are  TSS 1.464,53 tons/year, nitrat 36,88 tons/year, fosfat 15,13 tons/yearand BOD 385 tons/year. Pollution status of Krengseng River and Diponegoro reservoir are parts of upstream into low class pollution, middle downstream and reservoir into middle class pollution.  Keywords :            Pollution load, waters quality index, pollution status, Krengseng river, Diponegoro reservoir. 
ANALISIS SEBARAN KLOROFIL-α DAN KUALITAS AIR DI EKOSISTEM SEKITAR PT KAYU LAPIS INDONESIA (PANTAI, MUARA, TAMBAK) KALIWUNGU KENDAL Arfiatin, Siti Widya; Muskananfola, Max Rudolf; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.115 KB)

Abstract

PT. Kayu Lapis Indonesia yang terletak di kawasan pesisir muara Sungai Wakak telah banyak merubah fungsi ekosistem. Kegiatan yang dilakukan oleh PT KLI akan berdampak bagi kawasan pesisir, baik bagi lingkungan maupun masyarakat perikanan sekitarnya. Salah satu indikator kesuburan perairan adalah ketersediaan klorofil-α di perairan. Untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan, perlu dilakukan analisis sebaran    klorofil-α dan kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan yakni sebaran klorofil-α dan kualitas air serta hubungan klorofil-α dengan kualitas air di perairan sekitar PT. Kayu Lapis Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret, April dan Mei  2013. Pengambilan sampel dilakukan dua kali dalam sebulan yakni pada saat pasang  dan surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan di tiga ekosistem yaitu tambak, muara dan pantai. Variabel yang diukur secara in situ meliputi kecerahan, suhu, salinitas, arus. Pengukuran klorofil-α, nitrat dan fosfat dilakukan di laboratorium. Analisis data menggunakan ANOVA (analysis of varians) dengan Microsoft Excell. Selanjutnya, menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui hubungan antara klorofil-α dengan kualitas air dan analisis korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-α dan  kualitas air secara keseluruhan menunjukkan perairan sekitar PT. KLI  berada pada tingkat kesuburan yang rendah atau oligotrofik. Analisis ragam (ANOVA) dua arah  diperoleh Fhitung lebih kecil dari Ftabel yang berarti terima Ho menunjukkan sebaran klorofil-a dan kualitas air tidak terjadi perbedaan secara nyata secara spasial sedangkan secara temporal diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel yang berarti tolak Ho yang menunjukkan terjadi perbedaan secara nyata antar waktu. Analisis korelasi regresi menunjukkan adanya hubungan yang kuat antar klorofil-α dengan variabel nitrat, fosfat dan kecerahan yang terjadi pada ekosistem pantai dengan nilai koefisien korelasi (r) terbesar 0,95 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,92 yang berarti sebesar 92 % variabel X (nitrat, fosfat, kecerahan) mempengaruhi variabel Y (klorofil-α).
ANALISIS PERBANDINGAN FITOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON SERTA TSI (TROPHIC SAPROBIC INDEX) PADA PERAIRAN TAMBAK DI KAMPUNG TAMBAK LOROK SEMARANG Suwandana, Achmad Fuad; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.658 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22547

Abstract

Lokasi Tambak Lorok dekat dengan jalan raya, pemukiman penduduk serta pabrik-pabrik besar sehingga berpotensi menampung bahan pencemarnya. Bahan-bahan pencemar tersebut akan mengganggu keseimbangan organisme di dalam tambak salah satunya adalah plankton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan zooplankton, mengetahui perbandingan fitoplankton dan zooplankton, dan mengetahui status saprobitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilaksanakan pada bulan September 2017 di perairan tambak di Kampung Tambak Lorok Semarang. Sampling dilakukan dengan menggunakan purposive sampling pada 4 stasiun dengan masing-masing stasiun 3 titik. Variabel yang diukur adalah kelimpahan fitoplankton, kelimpahan zooplankton, dan nilai saprobitas. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 47-154 ind/l dan kelimpahan zooplankton berkisar antara 0-9 ind/l. Perbandingan fitoplankton dan zooplankton berkisar antara 7:1 sampai 47:0. Nilai SI (Saprobik Indeks) berkisar antara 1,28-1,33 dan nilai TSI (Tropik Saprobik Indeks) berkisar antara 1,89-2,50. Berdasarkan nilai SI dan TSI dapat diketahui bahwa kondisi tambak di Kampung Tambak Lorok Semarang termasuk ke dalam perairan Oligosaprobik atau perairan belum tercemar sampai tercemar ringan dan sebagian besar dalam status β-Mesosaprobik atau tercemar ringan sampai sedang.  Tambak Lorok Village is located in residential areas-densely populated, not far from highway and large factories which potentially accomodating pollution. They, the pollutants disrupt the balance of organismd in the pond, one of them plankton are going to study is plankton. Purpose of this research is to know the abundance of phytoplankton and zooplankton, the comparison of phytoplankton and zooplankton as well as the status of saprobity. This research was carried out on September 2017 in the pond waters at Tambak Lorok Semarang Village by using descriptive method. Sampling was applied by using purposive at 4 station, each station using 3 point. Measured variables were phytoplankton abundance, zooplankton abundance, and saprobity value. The results showed that phytoplankton abundance ranged between 47-154 ind/l, while zooplankton abundance betweem 0-9 ind/l. Comparison of phytoplankton and zooplankton ranged from 7:1 to 47:0. The SI (Sabrobik Index) value ranged from 1,28-1,33 and the TSI (Tropic Saprobik Index) value ranged from 1,89-2,50. Based on SI dan TSI values mentioned above the condition of ponds in Tambak Lorok Village is classified as Oligosaprobik or uncured waters to minor contaminated and mostly in β-Mesosaprobik status or mild to moderate contamination. 
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG POTENSI EKOSISTEM PESISIR UNTUK OBYEK WISATA DI DESA MOROREJO KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL Yanti, Fefi Tri; Suryanto, Agung; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.202 KB)

Abstract

Pengembangan potensi wisata bahari dapat dilaksanakan melalui pemanfaatan obyek dan daya tarik wisata secara optimal. Berbagai obyek dan daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan antara lain ekosistem pesisir pantai, keragaman flora dan fauna (biodiversity). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman responden tentang kondisi ekosistem pesisir, mengetahui tingkat pemahaman responden objek wisata pesisir, dan mengetahui kelayakan ekosistem pesisir sebagai objek wisata di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu Kendal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2014 di pesisir Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan wawancara kepada empat macam responden yaitu masyarakat desa, aparat, pengunjung, dan pengguna tentang empat ekosistem pesisir seperti mangrove, pantai, tambak, dan muara. Jumlah responden yang diambil sebanyak 100 orang dengan jumlah masing-masing 30 masyarakat desa, 20 aparat, 20 pengunjung, dan 30 pengguna. Analisis data menggunakan perhitungan hasil kuisioner tentang pemahaman masyarakat terhadap obyek wisata dan kelayakan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman responden terbilang rendah, hanya sekitar 19% yang tahu kondisi ekosistem mangrove, pantai, tambak dan muara pesisir Desa Mororejo, sedangkan tingkat pengetahuan responden tentang obyek wisata pesisir desa Mororejo juga tergolong rendah yaitu 14,12%. Kondisi ekosistem di sekitar pesisir desa Mororejo untuk ekosistem mangrove tergolong kurang baik, untuk ekosistem pantai, tambak dan muara tergolong cukup baik. Kelayakan ekosistem pesisir desa Mororejo untuk wisata cukup baik, tetapi ekosistem mangrove tergolong kurang baik, sedangkan pantai, tambak dan muara tergolong cukup baik sehingga secara keseluruhan kelayakan ekosistem pesisir di desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu Kendal dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata pendidikan yaitu ekosistem mangrove dan ekosistem tambak sedangkan wisata rekreasi yaitu ekosistem pantai dan ekosistem muara. Development of marine tourism potential can be done through utilization of tourism objects and attraction optimally. Various tourism objects and attraction that can be used include coastal ecosystem (beach), diversity of flora and fauna. The purpose of this study were to determine the level of understanding of the respondents about condition of coastal ecosystems, the level of knowledge of the coastal tourism attractions, and the feasibility of coastal ecosystems as a tourist attraction in the Mororejo village, Kaliwungu District Kendal. The experiment was conducted from February to March 2014 in the coastal village of Mororejo, Kaliwungu District, Kendal. The method used was descriptive approach with interviews to four kinds of respondents (villagers, officials, visitors, and other users) of the four coastal ecosystems such as mangroves, beaches, ponds, and estuaries. The number of respondents who were taken as many as 100 people with the amount of 30 villages, 20 officers, 20 visitors, and 30 other users. Analysis of the data using the calculation results from questionnaires about people’s understanding of tourism and tourist feasibility. The results showed that the level of understanding of the respondents relatively low, only 19% knew the condition of mangrove ecosystems, beaches, fish ponds and coastal estuaries of Mororejo village, while the level of knowledge on tourist attraction of mangrove ecosystems, beaches, ponds and coastal estuaries of Mororejo village is also quite low at 14,12%. Conditions of coastal ecosystems of the Mororejo village for mangrove ecosystems is less, for the fish pond and estuarine ecosystems are quite good. The feasibility of Mororejo village coastal ecosystem for tourism is well enough, but the mangrove ecosystem is not good, while beaches, fish ponds and estuaries is quite good so overall feasibility of coastal ecosystems in the Mororejo village, Kaliwungu Disctrict Kendal can be used as a tourist attraction, namely education mangrove ecosystems and ecosystem pond while recreational tourism that coastal ecosystems and estuarine ecosystems. 
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN WADUK JATIBARANG BERDASARKAN DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROFIK Hidayah, Siti Nur; Widyorini, Niniek; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.613 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatibarang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Waduk tersebut digunakan sebagai pengendali banjir, tempat pariwisata, kegiatan menangkap ikan, dan rencana akan dibuat sebagai sumber air bersih melalui PDAM. Pemanfaatan waduk untuk berbagai keperluan kemungkinan dapat menurunkan kualitas air dari waduk tersebut. Penelitian ini mengkaji kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkan distribusi dan kelimpahan bakteri heterotrofik. Bakteri heterotrofik berperan penting dalam sistem perairan sebagai perombak dan meremineralisasi bahan-bahan organik menjadi komponen anorganik sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelimpahan bakteri heterotrofik, kandungan bahan organik total, hubungan kelimpahan bakteri heterotrofik dengan bahan organik total, dan status kesuburan waduk Jatibarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus.  Sampling dilakukan pada tanggal 27 April dan 11 Mei 2016 di lima (5) stasiun dengan kedalaman 1 meter. Penghitungan kelimpahan bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Pengujian kandungan bahan organik total menggunakan metode Titrimetri Permanganat SNI 06-6989.22-2004. Hasil pengamatan menunjukkan distribusi spasial-temporal bakteri heterotrofik fluktuatif dan relatif tinggi, dengan kelimpahan berkisar (45 – 131) x 105 cfu/ml. Kandungan bahan organik total berkisar 11,771 - 21,883 mg/l. Hubungan antara bakteri heterotrofik dengan bahan organik total yaitu hubungan yang terbalik menunjukkan tidak adanya hubungan antara keduanya. Status kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkannilai kelimpahan bakteri heterotrofik (45 – 131) x 105cfu/ml > (22 – 120) x 105 cfu/ml dan kandungan bahan organik total 11,771 – 21,883 mg/l perairan bersifat eutrofik. Kata kunci: Waduk Jatibarang; bakteri heterotrofik; bahan organik total; eutrofik ABSTRACTJatibarang Reservoirs located in District Gunungpati, Semarang. The reservoir are used as flood control, the tourism, fishing activities, and the plan will be created as a source of clean water through the taps. Utilization of reservoirs for various purposes may reduce the quality of the water reservoir. This study examines the productivity waters Jatibarang Reservoir based on the distribution and abundance of heterotrophic bacteria. Heterotrophic bacteria play an important role in aquatic systems as to change and remineralize organic materials into simple inorganic components. The purpose of this study was to determine the distribution of the abundance of heterotrophic bacteria, total organic matter content, abundance of heterotrophic bacteria relationships with total organic matter and productivity status Jatibarang Reservoirs. The method used in this research is descriptive case study. The sampling was conducted on April 27 and May 11, 2016 in five (5) stations with a depth of 1 meter. Calculation of the abundance of bacteria using Total Plate Count (TPC). Tests using a total organic matter content titrimetric method SNI 06-6989.22-2004 permanganate. The results showed the spatial-temporal distribution of heterotrophic bacteria volatile and relatively high, with an abundance range (45-131) x 105cfu/ml. Total organic matter content ranges (11.771 - 21.883) mg/l. The relationship between of heterotrophic bacteria with total organic material that is an inverse relationship showed no relationship between both. The productivity status of the dam water Jatibarang based on the abundance of heterotrophic bacteria (45-131) x 105cfu/ml > (22-120) x 105cfu/ml and organic matter content of the total 11.771 - 21.883 mg/l  waters are eutrophic.Keywords: Jatibarang Reservoir; heterotrophic bacteria; total organic matter; eutrophic
ASPEK BIOLOGI UDANG CARIDEA (Leptocarpus potamiscus, Kemp 1917) DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH Prayudha, Angga Yan; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.272 KB)

Abstract

Leptocarpus potamiscus atau biasa disebut Bombay Prawn termasuk dalam family Palaemonidae. Perairan Cilacap memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, salah satunya yaitu udang Caridea (Leptocarpus potamiscus). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek biologi udang          L. potamiscus seperti struktur ukuran, ukuran pertama tertangkap, panjang infinity, sifat pertumbuhan, faktor kondisi, dan fekunditas. Selain itu, untuk mengetahui konsep pengelolaan udang L. potamiscus di perairan Cilacap. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu metode survei. Pengambilan sampel udang L. potamiscus dilakukan dari bulan Juni sampai September 2013. Setiap bulan dilakukan satu kali pengambilan sampel (jumlah sampel sekitar 10% dari total hasil tangkapan salah satu perahu pada setiap TPI) yang beragam ukurannya atau belum disortir. Jumlah sampel yang diambil diharapkan sudah mewakili populasi. Hasil penelitian menunjukkan modus panjang karapas yaitu 10,5 mm. Panjang infinity untuk udang L. potamiscus 20,421 mm. Ukuran L50% yaitu memiliki panjang karapas 12,5 mm. Udang ini memiliki sifat pertumbuhan allometrik negatif karena nilai b sebesar 2,394. Faktor kondisi udang L. potamiscus sebesar 1,138.  Hubungan panjang dengan fekunditas didapatkan korelasi sedang karena nilai r=0,665. Hubungan berat dengan fekunditas didapatkan korelasi lemah karena nilai  r=0,46. Leptocarpus potamiscus or so-called Bombay Prawn included in the family Palaemonidae. Cilacap waters have very high biodiversity, one of which is Caridea shrimp (Leptocarpus potamiscus). The purpose of this study is to examine aspects of the biology of L. potamiscus shrimp like structure size, the size of the first caught, length infinity, the nature of the growth, condition factor, and fecundity. In addition, to determine management concept of  L. potamiscus shrimp on Cilacap waters. The method used in the method of survey. Sampling of L. potamiscus shrimp conducted from June to September 2013. Each month one-time sampling (sample size approximately 10% of the total catch one of the boats on each TPI) which vary in size or unsorted. The number of samples is expected to be representative of the population. The results showed that the mode carapace length of 10.5 mm. Long infinity for shrimp L. potamiscus 20.421 mm. Size L50% which has a carapace length of 12.5 mm. This shrimp has a negative allometric growth properties as the value of b was 2.394. Condition factors of  L. potamiscus shrimp is 1.138. The relationship between long and fecundity have a moderate correlation obtained as the value of r = 0.665. The relationship between weight and fecundity have a weak correlation obtained as the value of r = 0.46.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA HUTAN MANGROVE BERBASIS KEGIATAN KONSERVASI DI DESA KARTIKA JAYA KABUPATEN KENDAL Mangrove Forest Development Strategy Based On Conservation Activities in Kartika Jaya Village, Kendal District Sulaiman, Muhammad; Sulardiono, Bambang; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.234 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24226

Abstract

ABSTRAK Kawasan konservasi mangrove di Desa Kartika Jaya merupakan kawasan yang pengelolaan dan pemanfaatan dilindungi. Kegiatan konservasi mangrove yang dilakukan Kelompok Mangrove Desa Kartika Jaya sebatas melakukan penanaman mangrove, dan menjaga ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mempengaruhi kegiatan konservasi mangrove dan memperoleh alternatif strategi yang tepat untuk mengembangkan wisata hutan mangrove yang berbasis kegiatan konservasi di Desa Kartika Jaya. Penelitian ini dilakukan bulan agustus 2018 di Desa Kartika Jaya, Kabupaten Kendal dengan menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenght Weakness Opportunity Threat). Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kegiatan konservasi mangrove di Desa Kartika Jaya adalah faktor internal meliputi status hutan mangrove, luas kawasan, pengalaman bekerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta, partisispasi masyarakat, kekompakan anggota, legalitas, fasilitas, mobilitas, status lahan, dan pengawasan. Faktor eksternal meliputi, potensi ekowisata, potensi pembuatan produk olahan mangrove, potensi sebagai objek penelitian, dan partisipasi perguruan tinggi. Prioritas alternatif strategi yang terpilih adalah meningkatkan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk menguatkan sumber pendanaan setiap kegiatan, memperluas lahan mangrove, meningkatkan fasilitas pendukung operasional setiap kegiatan, dan melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan.ABSTRACT The mangrove conservation area in Kartika Jaya Village is a protected and managed area. Mangrove conservation activities carried out by Mangrove Group in Kartika Jaya Village are limited to planting mangroves, and maintaining mangrove ecosystems. This study aims to determine the factors that influence mangrove conservation activities and obtain appropriate alternative strategies for developing mangrove forest tourism based on conservation activities in Kartika Jaya Village. This research was conducted in August 2018 in Kartika Jaya Village, Kendal Regency using descriptive methods with case studies. Data collection done through interviews, and observations. The data obtained were analyzed using SWOT analysis (Strenght Weakness Opportunity Threat). The results of the analysis the factors that influence the development of mangrove conservation activities in Kartika Jaya Village are internal factors including the status of mangrove forests, area size, experience of working with government and private institutions, community participation, member cohesiveness, legality, facilities, mobility, land status, and supervision. External factors include the potential of ecotourism, the potential for making mangrove processed products, the potential as an object of research, and college participation. The chosen alternative strategic priority is to increase collaboration with government and private institutions to strengthen funding sources for each activity, expand mangrove land, improve operational support facilities for each activity, and involve the community in every activity. 
HUBUNGAN KELIMPAHAN BULU BABI (SEA URCHIN) DENGAN BAHAN ORGANIK SUBSTRAT DASAR PERAIRAN DI PANTAI KRAKAL, YOGYAKARTA Arthaz, Ca Perdana; Suryanti, -; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.899 KB)

Abstract

Bulu babi (Sea urchin) dapat ditemui mulai dari daerah intertidal sampai ke kedalaman 10 m. Bulu babi umumnya menghuni ekosistem terumbu karang dan padang lamun, biasanya  hidup  mengelompok  tergantung dari  jenis habitatnya. Bulu babi memiliki peranan penting terhadap ekologi suatu perairan dan rantai makanan. Di dalam rantai makanan, bulu babi memiliki kedudukan sebagai herbivora, omnivora, ataupun sebagai pemakan detritus sehingga sampah-sampah organisme tak akan hilang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kandungan bahan organik terhadap kelimpahan Bulu Babi di Pantai Krakal, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2014 di Pantai Krakal, Yogyakarta dan analisa kandungan bahan organik di laksanakan di Laboratorium Teknik Lingkungan, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Metode pengambilan data kelimpahan Bulu Babi menggunakan metode kuadran transek berukuran 1 x 1 meter dan metode analisa kandungan bahan organik menggunakan metode gravimetri. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu kandungan bahan organik di perairan Pantai Krakal stasiun 1 berkisar antara 4,09 – 4,71%, pada stasiun 2 berkisar antara 3,65 – 3,98% dan pada stasiun 3 berkisar antara 5,04 – 5,60%. Pada Pantai Krakal di temukan 3 jenis bulu babi yaitu Stomopneustus sp, Echinometra sp, Echinometra mathaei. Kelimpahan individu bulu babi stasiun 1 pengulangan 1 sebanyak 148/150 m2 dan pengulangan 2 sebanyak 157/150 m2, stasiun 2 pengulangan 1 sebanyak 161/150 m2 dan pengulangan 2 sebanyak 172/150 m2 dan stasiun 3 pengulangan 1 sebanyak 174/150 m2 dan pengulangan 2 sebanyak 190/150 m2. Berdasarkan uji regresi dapat dikatakan hubungan yang cukup lemah antara substrat dasar perairan dengan kelimpahan bulu babi meskipun masing-masing berkecenderungan meningkat. Sea urchin can be easily found in intertidal area to the depth of 10 m. Groups of sea urchins usually inhibits coral reefs and seagrass bedsbased on their habitat. Sea urchin is essential in water ecology and food chain. In the food chain, sea urchin has the role as herbivore, omnivore, or detritus consumer to process the organism waste. The study was aimed to determine the correlation of organic materials of water-base substrate to the abundance of sea urchin in Krakal Beach, Yogyakarta.  The research was performed in October-November 2014 in Krakal Beach, Yogyakarta and the organic matter analysis was conducted in the Laboratory of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University. The sampling method on sea urchin abundance was transect quadrant of 1 x 1 meter with 50 m length and organic matter analysis was gravimetric analysis method. The result obtained from the study is that the organic substance of Krakal Beach ranges between 4,09 – 4,71%in station 1, 3,65 – 3,98%in station 2, and 5,04 – 5,60% in station 3. There are 3 species of sea urchin in Krakal Beach namedStomopneustus sp, Echinometra sp, Echinometra mathaei. The abundance of sea urchin is 148/150 m2 and 157/150 m2in station 1, 161/150 m2 and 172/150 m2in station 2 and 174/150 m2 and 90/150 m2in station 3. Based on the regression test, it can be said that the water-base substrate and the abundance of sea urchin although each tended to rise.
*) Penulis Penanggung Jawab STUDI TAKSONOMI BINTANG LAUT (Asteroidea, Echinodermata) DARI KEPULAUAN KARIMUNJAWA, JEPARA -, Puspitasari
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.343 KB)

Abstract

Bintang laut merupakan salah satu kelompok echinodermata yang berperan penting dalam jaring makanan, umumnya sebagai predator dan pemakan detritus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2011 – Maret 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, habitat dan ciri-ciri khusus bintang laut dari perairan Karimunjawa, Jepara. Pengambilan sampel dilakukan di kepulauan Karimunjawa, mencakup sisi barat dan timur pulau Karimunjawa, sisi barat pulau Menjangan Kecil, sisi utara pulau Cemara Kecil dan sisi utara pulau Cemara Besar, menggunakan metode purposive sampling. Sampel bintang laut dikumpulkan dari berbagai habitat di daerah intertidal sampai kedalaman 3 meter. Identifikasi setiap spesies dan pembuatan kunci identifikasi dilakukan di Pusat Penelitian Oseanografi (P2O-LIPI), Jakarta. Sebelas individu bintang laut dari 9 spesies yang mewakili 6 genera dari 4 famili dan 2 ordo berhasil di identifikasi. Sebagian besar bintang laut ditemukan di daerah terumbu karang. Berdasarkan karakter morfologi diketahui bahwa spesies yang tampaknya sama bahkan hidup di lokasi yang sama ternyata adalah spesies yang berbeda yaitu Archaster angulatus dan Archaster typicus, Nardoa frianti dan Nardoa pauciforis serta Linckia laevigata dan Linckia multifora. Semua jenis bintang laut yang dikumpulkan merupakan jenis-jenis yang umum ditemukan di perairan Indonesia.Kata Kunci : Taksonomi, Identifikasi, Bintang Laut, KarimunjawaAbstractSea stars play an important role in food webs, generally as predators and detritus feeder. This research has been conducted in December 2011 – March 2012. This research is subjected to achieved its biodiversity in the Karimunjawa Islands. Samples were collected from western and eastern side of Karimunjawa Island, western side of Menjangan Kecil, northern side of Cemara Kecil and northern side of Cemara Besar island, up to the depth of three meters. Species identification was done at Biology Laboratory of the Research Center for Oceanography (P2O-LIPI) Jakarta. A total of 11 asteroid individuals belonging to 9 species of 6 genera, which represented 4 families and 2 orders have been identified. Most of sea stars were found on the coral reef. Based on morphological characters of sea stars that apparently similar, even living in the same location, however after identified are different species, that is Archaster angulatus and Archaster typicus, Nardoa frianti and Nardoa pauciforis then Linckia laevigata and Linckia multifora. All species was considered common for tropical Indo Pasific region, including Indonesian watersKeywords: Taxonomical, Identification, Asteroidea, Karimunjawa
PERENCANAAN PROGRAM INTERPRETASI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN WISATA DI MAROON MANGROVE EDU PARK SEMARANG Sipayung, Louis Allen; Purwanti, Frida; Hutabarat, Sahala
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.094 KB)

Abstract

ABSTRAK Interpertasi lingkungan dapat berperan penting dalam ekowisata dengan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang potensi kawasan, informasi tentang konsekuensi pada setiap tindakan dan mengubah perilaku pengunjung untuk melestarikan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017, dengan tujuan mengkaji profil dan persepsi pengunjung, mengidentifikasi ketersedian media informasi dan menyusun program interpretasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terhadap 50 pengunjung serta Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholder MMEP Semarang. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi ketersediaan media informasi yang ada di MMEP Semarang. Profil pengunjung yang datang ke MMEP Semarang paling banyak dari kelompok anak muda yang berusia antara 15-24 tahun dan  berasal dari wilayah Semarang sekitarnya (Kedungsepur). Persepsi pengunjung tentang informasi potensi wisata MMEP Semarang melalui program interpretasi yang ada, menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung (70%) masih kurang mendapatkan edukasi mengenai potensi wisata. Ketersediaan media informasi yang ada di MMEP Semarang terdiri dari papan informasi potensi alam, papan petunjuk arah, papan sejarah penanaman mangrove, papan informasi karcis, papan sejarah awal lokasi wisata dan papan larangan wilayah Lanumad. Program interpretasi lingkungan sesuai road map pengembangan wisata tahun 2015-2020 meliputi peyediaaan jasa pemandu wisata yang kompeten dan perbaikan fasilitas interpretasi yang sudah ada.   Kata Kunci: Interpretasi Lingkungan; Wisata; Media Informasi; Maroon Mangrove Edu Park  ABSTRACT Environmental interpretation play an important role in ecotourism by educating visitors about the potency areas, providing information on the consequences of each action and stimulating visitor behavior to preserve the environment. The study was conducted in February 2017, with the aims to assess visitor profiles and perceptions, to identify the availability of information media and to develop environmental interpretation programs. The method used in this research is descriptive method. The data were collected by interviewing to 50 visitors using  questionnaires and Focus Gorup Discussion (FGD) with stakeholders at MMEP Semarang. Observations were conducted to identify the availability of information media in MMEP Semarang. Profile of visitors who come to MMEP Semarang are mostly a group of young people with aged between 15-24 years and came from Semarang. The visitor perception about information of tourism potential at MMEP Semarang from the existing interpretation program, has shown that most of the visitors (70%) get less education about tourism potential. Availability of information media available in MMEP Semarang consists of natural potential information board, direction board, mangrove planting history board, ticket board information, early history board of tourist sites and ban board of Lanumad area. The environmental interpretation program would be develop according to the road map of tourism development 2015-2020 are providing competent tour guides and upgrading the existing interpretation facilities.  Keywords: Enviromental Interpretation, Tourism, Information Media Maroon Mangrove EduparkÂ