cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
KAJIAN KANDUNGAN NATRIUM (Na) DAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa (L.)) DARI PERAIRAN TANJUNG EMAS SEMARANG DAN PERAIRAN WEDUNG DEMAK Barik, Fahmy; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.823 KB)

Abstract

Kerang darah (A. granosa) merupakan komoditas laut yang dihasilkan dari perairan Tanjung Emas Semarang dan Wedung Demak. Melihat dari keadaan fisik kedua lokasi tersebut, diperkirakan perairan Tanjung Emas relatif lebih banyak menerima berbagai cemaran industri maupun limbah kota daripada di perairan Wedung Demak. Oleh karena itu, pada penelitian ini ingin diketahui kandungan  natrium (Na)  dan  logam  berat  timbal (Pb)  jaringan lunak   kerang  darah  dari kedua perairan tersebut ditinjau dari kelayakan baku mutu standar aman konsumsi oleh WHO tahun 2004 dan BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 untuk penetapan batas-maksimal-aman-konsumsi-mingguan kerang A. granosa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2012. Lokasi sampling ditetapkan secara purposive, kandungan natrium dan timbal dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry), sedangkan penetapan batas-maksimal-aman-konsumsi-mingguan dihitung menggunakan rumus MTI (Maximum Tolerable Intake). Kandungan natrium pada daging kerang darah dari Tanjung Emas Semarang adalah 36,12-47,32 gr/kg berat basah. Bila kerang dari perairan Wedung Demak adalah berkisar 41,32-43,03 gr/kg berat basah. Kandungan timbal pada daging kerang darah dari Tanjung Emas Semarang adalah 0,268-0,401 gr/kg berat basah. Bila kerang dari perairan Wedung Demak adalah berkisar  0,067-0,183 gr/kg berat basah. Untuk orang dengan rerata berat badan 60 kg, batas aman konsumsi natrium dan timbal dari kerang darah yang dianjurkan bila dari Tanjung Emas Semarang adalah hanya 3,6 gram berat basah/minggu/orang. Namun, bila kerang berasal dari Wedung Demak angka maksimum tersebut dapat sedikit lebih tinggi yaitu 7,2 gram berat basah/minggu/orang.
PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PRIMER DAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA KARANG DOMINAN DI PULAU CEMARA KECIL, KARIMUNJAWA Lakastri, Lavia; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.221 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22667

Abstract

Pulau Cemara Kecil merupakan salah satu pulau yang dijadikan tujuan wisata di Kepulauan Karimunjawa. Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nitrat merupakan  nutrien sebagai salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan. Penelitian ini mempelajari perbedaan jumlah sel zooxanthellae yang berpengaruh terhadap nilai produktivitas primernya dan kandungan nitrat yang diserap terhadap perbedaan kedalaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan produktivitas primer bersih (NPP) ekosistem terumbu karang, kandungan nitrat dan densitas zooxanthellae pada kedalaman 1 meter dan 5 meter. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Cemara Kecil pada bulan Maret 2018 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh jenis karang yang dominan adalah Acropora sp. (26,58%) dan Porites sp (40,38%) dengan tutupan karang hidup pada kedalaman 1 meter (70,5%) kategori baik, kedalaman 5 meter (76,83%) kategori sangat baik. Terdapat perbedaan yang signifikan (sig.) pada densitas zooxanthellae (sig = 0,02) dan NPP (sig = 0,01) di kedalaman 1 meter dan 5 meter pada kedua jenis karang. Perbedaan yang kurang signifikan pada konsentrasi nitrat (sig = 0,395) pada kedua kedalaman. Nilai densitas Zooxanthellae dan NPP lebih tinggi pada kedalaman 1 meter dibandingkan kedalaman 5 meter. Kedalaman mempengaruhi jumlah sel zooxanthellae pada karang sehingga akan berpengaruh terhadap produktivitas primer yang dihasilkan. Penyerapan kandungan nitrat oleh zooxanthellae berbeda dipengaruhi oleh faktor fisika kimia lingkungan. Pulau Cemara Kecil is one of the island used as a tourist destination in Karimunjawa. Coral reef are coastal ecosystems that have high productivity. Nitrate is a nutrient as a determining factor for the preservation of marine productivity, nutrients becomes an important factor. This research will study the differences in zooxanthellae cells that effected on their primary productivity value and nitrate absorbed by the depth difference. The purpose of this research is to know the differences of coral reef Net Primary Productivity (NPP), nitrate concentration and density of zooxanthellae at depth of 1 meter and 5 meter. This study was conducted in Cemara Kecil Island on March 2018, with descriptive method. The research results obtained are the dominant species of coral Acropora sp. (26,58%) and Porites sp. (40,38%) with living coral cover at a depth of 1 meter (70,5%) categories are good, the depth of 5 meter (76,83%) categories are very good. There is a significant difference (sig) on the density of zooxanthellae (sig = 0,03) and NPP (sig = 0,01) at a depth of 1 meter and 5 meters on both types of coral. Less significant differences in the concentration of nitrates (sig = 0,395) on both the depth. Zooxanthellae densities values higher than NPP at a depth of 1 meter compared to a depth of 5 meters. Depth affect the density of zooxanthellae  on corals so influential is also against the resulting primary productivity. Absorption of different content of nitrate by zooxanthellae are influenced b factors of chemical – physics environment. 
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN BAHAN ORGANIK TOTAL, NITRAT, FOSFAT DAN KLOROFIL-a DI SUNGAI JAJAR KABUPATEN DEMAK Wijayanto, Adhitya; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.226 KB)

Abstract

Perkembangan pemanfaatan lahan pada kawasan dan lingkungan perairan sungai dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kualitas perairan yang dicirikan dengan penurunan kesuburan perairan. Kesuburan suatu perairan dipengaruhi oleh sediaan materi bahan organik, unsur hara (nitrat dan fosfat), dan klorofil-a, serta variabel fisika kimia perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014 – Januari 2015 di Sungai Jajar, yang bertujuan untuk mengetahui kandungan Bahan Organik, NO3, PO4, dan klorofil-a di beberapa wilayah Sungai Jajar dan mengetahui keterkaitan antara bahan organik total dengan nitrat dan fosfat serta nitrat dan fosfat dengan klorofil-a untuk melihat tingkat kesuburannya. Metode  yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuburan perairan berdasarkan kandungan nitrat tergolong dalam kesuburan rendah (oligotrofik) hingga sedang (mesotrofik). Berdasarkan kandungan fosfatnya tergolong dalam kategori subur (eutrofik). Berdasarkan kandungan klorofil-a kesuburan perairan Sungai Jajar tergolong kesuburan yang rendah (oligotrofik). Keterkaitan antara klorofil-a dengan nitrat dan fosfat di perairan Sungai Jajar secara parsial lebih kuat hubungan antara fosfat terhadap klorofil-a. Nitrat tidak menunjukkan hubungan yang kuat terhadap klorofil-a. Berdasarkan analisa statistik regresi linier berganda, secara keseluruhan nitrat dan fosfat mempunyai korelasi dan hubungan linier positif atau memberikan pengaruh terhadap kandungan klorofil-a. As the development of land use in the area and the river water environment can influence mainly the alleged decline of the quality of water that is characterized by a decrease in aquatic fertility. The fertility of a aquatic area is also affected by the total organic matter, hara unsure (nitrate and phosphate), and chlorophyll-a, as well as the variable of aquatic physics and chemist. This research was done on December 2014-January 2015 in River Jajar, which is aimed to identify the relationship between Total Organis Matter NO3, PO4, and Chlorophyll-a in some areas approaching flow Jajar River estuary and determine the link between nitrate and phosphate with a total organic matter and chlorophyll -a with nitrate and phosphate to see the level of fertility.. This research used the descriptive method  using purposive sampling. The results showed that the fertility waters by nitrate content belonging to the low fertility (oligotrophic) to moderate (mesotrophic). Based on the phosphate content of classified in the category fertile (eutrophic). Based on the content of chlorophyll-a fertility Jajar river waters classified as low fertility (oligotrophic).The linkage between chlorophyll-a by nitrate and phosphate in the waters of the Jajar River partially stronger relationship between phosphate to chlorophyll-a. Nitrates did not showed a strong relationship to the chlorophyll-a. Based on statistical analysis of multiple linear regression, together nitrates and phosphates have a positive correlation and linear relationship or have influence on the content of chlorophyll-a.
KELIMPAHAN HEWAN MAKROBENTOS YANG BERASOSIASI PADA HABITAT LAMUN DENGAN JARAK BERBEDA DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA KEPULAUAN SERIBU Ekaningrum, Nurul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.563 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2012 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sistematik sampling artinya sampling yang disusun dengan lokasi dan waktu sampling dibuat dengan pola teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu adalah Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis dan Syringodium. Kelimpahan hewan makrobentos pada habitat lamun dengan jarak berbeda, yaitu Stasiun A (6 meter) 10 spesies dengan 52 individu dan Stasiun B (50 meter) 12 spesies dengan 69 individu. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) hewan makrobentos pada Stasiun A dan Stasiun B sebesar 2,29 dan 2,39. Nilai Indeks Keseragaman (E) pada Stasiun A dan Stasiun B sebesar 0,95 dan 0,96. Dari hasil uji T- Test didapatkan nilai signifikan sebesar 0,159 (P<0,005), yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan kelimpahan hewan makrobentos pada habitat lamun dengan jarak berbeda atau relatif seragam.Kata kunci : Lamun, Kelimpahan Hewan Makrobentos, Pulau PramukaAbstractThis reseacrh has been conducted on April 2012 in the Pramuka Island, Kepulauan Seribu. Systematic sampling method was used to sampling of makrozoobenthos with the location and time of sampling was made in a regular pattern. The results showed that the type of the seagrass found in Pramuka Island Kepulauan Seribu are Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis and Syringodium. The abundance of makrozoobenthos on habitat of seagrass with different distances are Station A (6 meters) 10 species with 52 individuals and Station B (50 meters) 12 species with 69 individuals. Value Diversity Index (H ') makrozoobenthos at Station A and Station B are about 2,29 and 2,39. Value Evenness Index (E) in Stasiun A and Stasiun B are about 0,95 dan 0,96. The test T-Test results obtained significant value of 0.159 (P <0.005), which means there is no significant difference on abundance of makrozoobenthos in habitat of seagrass with different distance or relatively uniform.Keywords: Seagrass, Abudance Makrozoobenthos, Pramuka Island
Kadar Logam Berat Besi (Fe), Seng (Zn) Pada Sedimen Dan Jaringan Lunak Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Tambak Lorok Semarang Triantoro, Dian Dwi; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.856 KB)

Abstract

ABSTRAKLimbah yang berasal dari aktifitas manusia diindikasikan mengandung logam berat Besi dan Seng yang berasal dari industri, PLTU, pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan kegiatan rumah tangga di sekitar perairan Tambak Lorok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Besi dan Seng pada sedimen, dan jaringan lunak kerang hijau (P. viridis) di perairan Tambak Lorok, Semarang. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2016 dan 06 Maret 2017 sampel yang di ambil berupa air, sedimen dan biota kerang hijau dan pengukuran kualitas perairan. Penentuan titik sampling berdasarkan kebiasaan nelayan mengambil ataupun membudidayakan kerang hijau dengan membagi menjadi tiga stasiun dengan jarak antar stasiun satu dan stasiun dua yaitu kisaran ±500 meter kemudian jarak dari stasiun dua dengan stasiun tiga yaitu kisaran ±1 km. Untuk mengetahui kadar logam berat menggunakan metode SNI atau APHA yaitu AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukan kadar logam berat besi pada air yaitu <0,001 hingga 0,062 dan seng kisaran <0,001 - 0,009 mg/l, sedangkan untuk sedimen dengan rerataan (Fe) 50498,5 mg/kg hingga 55616,3 mg/kg kemudian kandungan logam berat sedimen rataan (Zn) 69,51 mg/kg hingga 403,45 mg/kg, selanjutnya untuk kadar logam berat yang terdapat pada jaringan lunak kerang hijau adalah (Fe) 102,52 mg/kg hingga 129,72 mg/kg dan (Zn) 13,75 mg/kg hingga 62,84 mg/kg. Hasil yang didapat menggambarkan bahwa sampel yang sudah di analisis bernilai fluktuatif. Kata kunci: Pesisir; Logam Berat; Fe; Zn; Sedimen; Kerang Hijau; AirABSTRACKThe waste that originated from human activities is indicated in having the content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) from the industry, coal fired steam power plant (PLTU), Tanjung Mas Semarang harbour and household activities near the coastal area of Tambak Lorok. This study aims to know the condition of Iron (Fe) and Zinc (Zn) in the sediment and soft tissue of mussels (Perna viridis) at Tambak Lorok waters, Semarang. The sampling has been done on 14th October 2016 and 6th March 2017. The sampling is taken from water, sediment, mussels biota and waters quality measurement. The points of sampling are determined based on fishermen customs in taking and cultivating mussels, also divided to three stations with the distance of the first to the second station is around 500 meters, the distance of the second to the third station is around 1 kilometers. The content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) is known by using SNI or APHA methods, that called as AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The result shows that the content of Iron (Fe) in water is <0,001 to 0,062, and Zinc (Zn) is <0,001 to 0,009 mg/l, while for the sediment with rerataan is (Fe) 50498,5 mg/kg to 55616,3 mg/kg and the content of sediment rerataan metal (Zn) is 69,51 mg/kg to 403,45 mg/kg, and next the content of metal in soft tissue of mussels is (Fe) 102,52 mg/kg to 129,72 mg/kg and (Zn) is 13,75 mg/kg to 62,84 mg/kg.  Key words: Costal Area; Meta;, Fe; Zn; Sediment; Mussels; Water
TOTAL BAKTERI DAN C/N RATIO DALAM SEDIMEN SUNGAI SEKEMBU JEPARA DALAM KAITANNYA DENGAN PENCEMARAN Oktaviana, Tri Kusuma; Hendrarto, Boedi; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.77 KB)

Abstract

Sungai mempunyai peranan yang sangat besar bagi perkembangan peradaban manusia. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air sungai, termasuk penurunan kualitas air dan terjadinya pencemaran yang terjadi pada sedimen perairan. Pencemaran limbah dalam suatu perairan mempunyai hubungan dengan jenis dan jumlah mikroorganisme dalam perairan tersebut. Perbandingan C/N berguna sebagai penanda kemudahan perombakan bahan organik dan kegiatan jasad renik tanah. Penggunaan sedimen sebagai acuan dianggap lebih tepat, oleh karena sedimen relatif diam tidak bergerak seperti air sungai, sehingga lebih refresentatif dan mewakili keadaan lokasi dimana sedimen tersebut diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan total bakteri, keadaan C/N ratio dalam sedimen dan hubungan antara keduanya terhadap pencemaran sungai Sekembu Jepara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, untuk pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas sedimen dilakukan di 2 stasiun yaitu pada bagian hulu sungai dan hilir sungai dimana setiap stasiun ditentukan 3 titik sampling. Sedimen dikoleksi dengan sediment sampler berdiameter 6 cm. Total bakteri dihitung dengan metode TPC menggunakan media Nutrient Agar.Jumlah total bakteri sedimen per 1 gram pada sungai Sekembu Jepara berkisar antara 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). Nilai C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara berkisar antara 3,98 – 36,45. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nyata jumlah bakteri antara tepian kiri (selatan) dan tepian kanan (utara) sungai Sekembu Jepara dengan nilai p =0,035. Terdapat perbedaan nyata C/N ratio pada sedimen di daerah terkena limbah langsung dan muara sungai Sekembu Jepara dengan nilai p = 0,0303. Tidak ada korelasi yang kuat antara total bakteri dengan C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara dengan nilai r 0,192. Sungai Sekembu Jepara diduga sudah tercemar oleh berbagai penumpukan limbah domestik maupun limbah industri. River has a potential role for human. Industrial activities, domestic, and other activities negative impact on the river resources, including loss of water quality and contamination that occured on sediments. Waste pollution in an aquatic have relationship with the type and number of microorganisms in it. C/N ratio is useful determinant overhaul of organic matter and activities of soil organism. The use of sediment as a referance more presicely, because sediment relatively still and not moving like a river water, so it is more representative and representing the state of location where the sediment obatined.The purpose of this research was to find out the total bacteria, C/N ratio and the relationship between the two againts pollution of Sekembu Jepara river.The method used in this research was descriptive method, using purposive a sampling technique. Sampling and measurement of soil and water quality parameters were done at two stations, at upstream and downstream, each station consisted of three sampling points. Sediment were collected using a sediment sampler diameter 6 cm. The total bacteria was determinated by TPC method using Nutrient Agar.Total bacteria in 1 gr sediment was between 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). C/N ratio in the sediment ranged beetwen 3,98 – 36,45. There was a significant difference of total bacteria in the sediment between the left side (south) and right side (north) of the river with value of p =0,035. There was a significant difference of C/N ratio in the sediment on upstream and downstream of the river with value of p = 0,0303. There is no high correlation between total bacteria with C/N ratio in the sediment with value of r = 0,192. Sekembu Jepara river was suspected to have been contaminated by both various domestic waste and industrial waste.
KONDISI WISATA MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Mangrove Tourism Conditions in Pasar Banggi Village, Rembang Regency Saputro, Danang Adi; Purwanti, Frida; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.711 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24259

Abstract

ABSTRAK Mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut sebagai ekosistem interface antara daratan dengan lautan. Ekosistem mangrove di desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang merupakan perpaduan antara mangrove alami dan hasil rehabilitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang dilihat dari  komposisi jenis, kerapatan dan ketebalan mangrove serta menganalisis tingkat kesesuaian wisata mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan yang bersifat eksploratif, dimana  teknis pengumpulan data menggunakan sistematik sampling. Data yang diambil meliputi 5 variabel yaitu: jenis, kerapatan mangrove dan asosiasi biota (hasil pengamatan lapangan dan perbandingan dari penelitian terdahulu), ketebalan (citra Google Earth Oktober 2016), pasang surut (data BMKG Oktober 2016). Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun, dimana setiap stasiun terdapat 3 titik sampling. Komposisi jenis mangrove di desa Pasar Banggi terdapat 3 jenis mangrove yaitu Rhizopora stylosa, R. mucronata, dan R. Apiculata, dengan kerapatan mangrove tertinggi yaitu 62 ind/100m2 dan ketebalan mangrove tertinggi sepanjang 139 m. Kondisi hutan mangrove desa Pasar Banggi termasuk dalam kategori sesuai (S2) untuk kegiatan wisata berkelanjutan di Kabupaten Rembang. ABSTRACT Mangroves are plants that grow in a tidal areas an interface ecosystems between terrestrial and marine. Mangrove ecosystem in the Pasar Banggi Village,  Rembang Regency is a combination results of natural mangrove and rehabilitation. The purpose of this study were to determine condition of mangroves in the Pasar Banggi Village, Rembang, seen from the species composition, density and thickness of mangroves and to analyze the suitability level of mangrove tourism in the Pasar Banggi Village, Rembang. The method used in this study was an exploratory survey method, data collected using systematic sampling techniques. Mangrove tourism data collection was carried out of 5 variables, i.e.: type of mangrove, density of mangroves and associations of biota (from observations and comparisons of previous studies), thickness (Google Earth image October 2016), tides (data BMKG October 2016). Sampling was conducted at 3 stations, each station has 3 sampling points. The composition of mangrove species in Pasar Banggi village consists of 3 types of mangroves, namely Rhizopora stylosa, R. mucronata, and R. Apiculata, with the highest density of mangrove 62 ind / 100m2 and the highest thickness of mangrove along 139 m. The condition of mangrove forest in the Pasar Banggi village was included in the appropriate category (S2) for sustainable tourism activities in the Rembang Regency.
KESESUAIAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK KEGIATAN WISATA BAHARI KATEGORI SELAM DI PULAU KAYU ANGIN GENTENG, KEPULAUAN SERIBU Wijaya, Daniel Nugroho; Suryanti, -; Supriharyono, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.147 KB)

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki hubungan sangat erat dengan kegiatan wisata bahari. Pulau Kayu Angin Genteng merupakan salah satu dari gugusan pulau-pulau kecil di kepulauan seribu, berada di wilayah zona inti kepulauan Seribu  dengan kondisi ekosistem terumbu karang yang sangat baik. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Juni – November 2014 ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekosistem terumbu karang serta kesesuaiannya terhadap kegiatan wisata bahari di perairan pulau Kayu Angin Genteng. Pengamatan penutupan terumbu karang dan habitat dasar menggunakan metode visual transek kuadrat, jenis dan kelimpahan ikan karang menggunakan metode sensus visual dengan menggunakan peralatan selam SCUBA. Data hasil pengamatan di lapangan dianalisis dengan matriks kesesuaian wisata bahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tutupan karang hidup yang terdapat di perairan pulau Kayu angin Genteng berada di kisaran 87,11% - 91,99% dengan kategori sangat baik, yang terdiri atas 10 marga (Genus) karang yakni Acropora, Montipora, Anacropora, Coeloseris, Heliopora, Herpolitha Astreopora, Oxypora, Porites, dan Pachiseris. Hasil pengamatan kelimpahan ikan karang secara menyeluruh diperoleh 22 jenis spesies ikan karang dengan spesies yang paling dominan ditemukan adalah Acanthurus-triostegus. Indeks Kesesuaian Wisata Bahari di Pulau Kayu Angin Genteng  diperoleh bahwa zona barat merupakan wilayah yang paling sesuai dengan nilai indeks kesesuaian 88,89 % dengan kategori sangat sesuai, sementara zona yang memiliki indeks kesesuaian terendah dengan 75,92% adalah zona utara dengan kategori sesuai untuk wisata kategori selam. Coral reef ecosystem has a very close relationship with the marine tourism activities. Kayu Angin Genteng island is one of a cluster of small islands in Seribu islands, located in the core zone of the Seribu Islands region with the condition  for coral reef ecosystems are very good. The Research was conducted in June - November 2014 aims to determine the potential of coral reef ecosystems as well as the suitability of the marine tourism activities in the waters of the Kayu Angin Genteng island. Observations closure coral reefs and habitats basis using quadratic visual transect, the type and abundance of reef fish using visual census using SCUBA diving equipment. Data from field observations were analyzed by matrix suitability marine tourism. The results showed that there is a live coral cover in the waters of the Kayu Angin Genteng island is in the range of 87.11% - 91.99% with a very well category, which consists of 10 genera (Genus) the coral Acropora, Montipora, Anacropora, Coeloseris, Heliopora, Herpolitha Astreopora, Oxypora, Porites, and Pachiseris. The observation of the overall abundance of reef fish obtained 22 species of reef fish with the most dominant species found are Acanthurus-triostegus. Suitability Index Marine Tourism of Kayu Angin Genteng island obtained that western zone is an area that best suits the suitability index value 88.89% with a very appropriate category, while the zones which have the lowest suitability index with 75.92% is the northern zone which still has a category corresponding for diving activity.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI UDANG MANTIS (Oratosquilla oratoria De Haan, 1844) DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH Widyaningtiwi, Winda Ari; Djuwito, -; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.488 KB)

Abstract

Perairan Cilacap memiliki potensi perikanan yang tinggi dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Salah satu sumberdaya perikanan yang ada yaitu sumberdaya udang Mantis (Oratosquilla oratoria). Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis udang Mantis yang tertangkap di perairan pantai Cilacap, beberapa aspek biologi udang Mantis (O. oratoria) di perairan pantai Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lengkong, TPI Kemiren,  TPI Tegal Katilayu dan TPI Menganti Kisik di Kabupaten Cilacap pada bulan Oktober – Desember 2012. Hasil penelitian didapatkan dua jenis udang Mantis yaitu O. oratoria dan Oratosquillina gravieri. Pola pertumbuhan udang Mantis (O. oratoria) jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Nilai faktor kondisi (Kn) pada udang Mantis jantan 1,05 dan betina 1,09. Ukuran rata-rata tertangkap (Lc50%) udang Mantis selama penelitian yaitu 17,8 mm dengan L∞ = 37,05 mm, yang berarti (Lc50%) lebih kecil dari ½  L∞, menunjukkan bahwa ukuran udang Mantis dalam keadaan belum layak tangkap. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) didominasi oleh TKG 0. Udang  Mantis pertama kali matang gonad (Lm50%) pada ukuran 19 mm. Nisbah kelamin udang Mantis O. oratoria adalah 1:1,28.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI SADRANAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA (Community Participation on Marine Tourism Development the Sadranan Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta) Denia, Mareta Fitri; Ghofar, Abdul; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.952 KB)

Abstract

Pantai Sadranan merupakan pantai yang terletak di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Sadranan adalah salah satu obyek wisata alam yang banyak digemari karena pantai ini memiliki berbagai macam wisata yang tersedia, mulai dari pasir nya yang putih, pemandangan alam yang indah dan berbagai permainan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang wisata bahari, persepsi dan partisipasi masyarakat, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang wisata bahari memiliki nilai tertinggi 96% tentang pemanfaatan wisata dan terendah 8% tentang lingkungan wisata. Persepsi pengunjung tentang pengembangan wisata bahari memiliki nilai sedang pada kondisi daya tarik wisata, sarana dan prasarana dan tingkat keberhasilan pengembangan. Sedangkan partisipasi masyarakat memiliki nilai tertinggi 98% pada pelayanan dan jasa, terendah memiliki nilai 52% pada culture dan atraksi wisata. Sebagian besar Pantai Sadranan dikelola masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan cukup baik.  Sadranan Beach is a beach located at the Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. The Sadranan Beach is one of nature's most popular attractions because this beach has a variety of tours available, ranging from white sand, beautiful natural scenery and various water games. This study aims to determine the understanding of the community about marine tourism, perceptions and community participation, knowing the factors that influence community participation on the development of marine tourism on the Sadranan Beach. The study was conducted from April to May 2017. This research used qualitative descriptive method. The data were collected using purposive sampling technique and accidental sampling technique. The results of this study indicate that the level of understanding about marine tourism has the highest value of 96% about tourism utilization and the lowest 8% about the tourist environment. Visitor perception about marine tourism development has medium value at condition of tourist attraction, facility and infrastructure and success rate of development. While community participation has the highest value of 98% on services, the lowest has a value of 52% on culture and tourist attractions. Most of Sadranan Beach is managed by the community, it can be said that community participation towards the development of marine tourism on the beach Sadranan quite good.