cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Variasi dan Kelimpahan Larva Ikan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak The Variation and Abundance of Fish Larvae In Timbulsloko Village, Sayung Subdistrict, Demak Regency Ramadhan, Faishal; Afiati, Norma; Latifah, Nurul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.51 KB)

Abstract

ABSTRAK Perairan Timbulsloko merupakan kawasan pesisir yang padat aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan dan kegiatan pertambakan, sehingga menyebabkan sumberdaya biota dan larva ikan dapat terganggu. Larva ikan merupakan fase ikan setelah telur menetas, dimana pembentukan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna serta masih sangat lemah dan sangat tergantung dengan pergerakan arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan jenis serta kelimpahan larva ikan berdasarkan pasang surut yang terdapat di perairan Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan titik sampling secara purposive sampling yang dilakukan di 5 stasiun baik pada saat pasang dan surut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1.106 individu terdiri dari 8 famili yakni: Ambassidae (510 individu), Chanidae (60 individu), Engraulidae (49 individu), Gobiidae (59 individu), Leiognathidae (54 individu), Lutjanidae (36 individu), Mugilidae (279 individu), Scatophagidae (59 individu). Larva famili Ambassidae merupakan larva yang paling banyak tertangkap, sedangkan larva yang tertangkap dengan jumlah paling sedikit ialah famili Lutjanidae. Hasil analisis regresi linear berganda didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,841 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,708. Hasil uji Independent-Sample T test tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kelimpahan larva ikan saat pasang dan surut pada setiap stasiun maupun setiap pengulangan. Jumlah larva ikan pada saat pasang 600 individudan pada saat surut 506 individu. ABSTRACT Timbulsloko waters is coastal areas that are densely human activity, such as fishing and aquaculture. This activities can give impact to the biota resources and fish larvae. The fish larva is the phase of fish’s life cycle after the eggs hatch. In this phase, the formation of fish's organs is not yet fully formed, weak, and very dependent on the water movement. The objective of this study was to determine the composition, the type and the abundance of fish larvae based on tides that found in the waters of Timbulsloko Village, Sayung District, Demak Regency. This study was conducted from November to December 2018. This study used a survey by determining the sampling points using purposive sampling conducted at 5 stations in the high tide and low tide. The results showed that the number of fish larvae caught were 1.106 individuals consist of 8 families, such as: Ambassidae (510 individuals), Chanidae (60 individuals), Engraulidae (49 individuals), Gobiidae (59 individuals), Leiognathidae (54 individuals), Lutjanidae (36 individuals), Mugilidae (279 individuals), Scatophagidae (59 individuals). Ambassidae family larvae was the most caught larvae, while Lutjanidae family larvae was the least amount caught. The results of multiple linear regression analysis showed that the correlation coefficient (R) was 0,841 and the coefficient of determination (R2) was 0,708. The results of the Independent-Sample T-test showed that there was no significant difference between the abundance of fish larvae in the high tide and low tide from every station and repetition. The number of fish larvae is 600 individuals and 506 individuals in the high tide and low tide, respectively.
Hubungan Panjang - Berat, Faktor Kondisi dan Ukuran Pertama Kali Tertangkap Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus Albacares) di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap Length - Weight Relationship, Condition Factors and Legth of The First Time Caught of Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) in Cilacap Ocean Fishing Port Azizi, Nurul Amin; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 2 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.247 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27764

Abstract

ABSTRAK Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) yang ditangkap di Samudera Hindia merupakan komoditas penting karena memiliki nilai manfaat dan ekonomis yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai parameter yang mempengaruhi populasi tuna sirip kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, hubungan panjang dan berat, faktor kondisi serta ukuran pertama kali tertangkap. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019 di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Jumlah sampel tuna sirip kuning sebanyak 267 ekor dari 27 kapal yang melakukan bongkar di lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel adalah dengan mengukur panjang dan berat. Hasil pengukuran yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistik dengan melakukan perhitungan dan hipotesis. Sampel ikan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan tuna sirip kuning dengan ukuran >0,5 meter dan berat >15 kilogram. Sampel kapal merupakan kapal tuna longline dengan ukuran >10 GT (Gross Tonage). Hasil penelitian didapatkan ukuran panjang antara 88-174 cmFL (panjang cagak) dan berat antara 17-98 kilogram. Hubungan panjang dan berat bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi diperoleh sebesar 0,97-1,25. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc) sebesar 140 cmFL. Lc>Lm, menunjukan ikan tuna sirip kuning yang tertangkap sudah pernah memijah dan diperbolehkan ditangkap. ABSTRACT Yellowfin Tuna (Thunnus albacares) caught in the Indian Ocean is an important commodity because it has high economic and benefits. Based on this, research needs to be done on the parameters that affect yellow fin tuna population. This study aims to determine the size structure, length and weight relationship, condition factors and the leght of the first time caught. This research was conducted in July-August 2019 at the Cilacap Ocean Fishing Port. The number of yellowfin tuna samples was 267 from 27 ships unloading at the study site. The sampling method is by measuring length and weight. The measurement results obtained are then carried out statistical analysis by doing calculations and hypotheses. Yellow fin tuna samples>> 0.5 meters in size and> 15 kilograms in weight. The sample ship is a longline tuna ship with size> 10 GT (Gross Tonage). The results showed a length of between 88-174 cmFL (fork length) and a weight of 17-98 kilograms. The length and weight relationship is negative allometric. The condition factor is obtained from 0.97 to 1.25. Length of first catch (Lc) was 140 cmFL. Lc> Lm, indicating that yellowfin tuna caught have spawned and are allowed to be caught. 
Analisis Kelimpahan Bivalvia di Pantai Prawean Bandengan, Jepara berdasarkan Tekstur Sedimen dan Bahan Organik Abundance Analysis of Bivalve in Prawean Beach, Bandengan, Jepara Based on Sediment and Organic Materials Yuliana, Eka Yulfa; Afiati, Norma; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.384 KB)

Abstract

ABSTRAK Sedimen dan bahan organik berperan penting dalam kehidupan Bivalvia di lingkungan pantai. Sedimen merupakan tempat untuk menempel dan berjalan organisme, sedangkan bahan organik merupakan sumber nutrien. Karakteristik sedimen akan mempengaruhi morfologi, fungsional, tingkah laku serta nutrien. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di Pantai Prawean Bandengan, Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman Bivalvia, tekstur sedimen dan bahan organik serta hubungan kelimpahan Bivalvia terhadap tekstur sedimen dan bahan organik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik purposive  random sampling. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 16. Hasil penelitian diperoleh 3 spesies Bivalvia di Pantai Prawean Bandengan yaitu Anadara antiquata, Gafrarium divaricatum dan Gafrarium tumidum dengan kelimpahan individu sebesar 45 ind/100 m2; 29 ind/100 m2 dan 64 ind/100 m2. Keanekaragaman pada stasiun I (d’Season Premiere), II (Julie Hotel), III (tambak), IV (padang lamun) dan V (pemukiman) berkisar 0,76 – 1,01 dengan kategori rendah sampai sedang. Tekstur sedimen pada stasiun I, II, IV dan V yaitu pasir berlempung sedangkan stasiun III yaitu lempung liat berpasir. Kandungan bahan organik sedimen berkisar 3,696 – 7,846% tergolong rendah. Gangguan lingkungan akibat aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam secara terus menerus dapat mengancam kestabilan komunitas, sebagaimana diperkirakan oleh hasil penelitian ini khususnya dilihat dari komunitas malacofauna (Bivalvia) yaitu keanekaragaman rendah, keseragaman tinggi dan tidak ada spesies yang mendominasi di substrat pasir berlempung yang kandungan bahan organiknya rendah. Hubungan tekstur sedimen dengan Bivalvia fraksi pasir, lumpur dan liat berkorelasi rendah, sedangkan hubungan kandungan bahan organik dengan Bivalvia berkorelasi kuat. ABSTRACT Sediments and organic material have an essential role for grain size Bivalvia's life in the coastal environment. Sediment is a place for attaching and crawling or benthic organisms, while organic material is a source of nutrients. Sediment characteristics will be affected morphology, functional, behaviour and nutrients. This research was conducted in July 2019 at Prawean Bandengan Beach, Jepara. The purpose of this research was to determine the abundance and diversity of Bivalvia, texture of sediments and organic material and the relationship of Bivalvia abundance for texture of sediment and organic material. The method was used the descriptive with a purposive random sampling technique. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics 16. The results obtained were three species of Bivalves in Prawean Bandengan Beach namely Anadara antiquata, Gafrarium divaricatum and Gafrarium tumidum with an abundance of individuals of 45 ind/100 m2; 29 ind/100 m2 and 64 ind/100 m2. Diversity values at stations I, II, IV and V ranged from 0.76 to 1.01 in the low to moderate categories. Sediment texture at stations I (d’season premiere), II (Julie hotel), III (ponds), IV (seagrass fields) and V (residents) was clay sand while station IIIwas sandy clay loam. The content of organic sediment was around 3.696 – 7.846% with a low category. Environmental disturbances as impact of human activities in utilising natural resources can affect the stability of a community, as predicted by the results of this study, especially seen from the community of malacofauna (Bivalvia),diversity is low, high uniformity and no species that dominate in the sandy substrate that contains low organic matter. The relationship of sediment texture with Bivalvia sand silt and clay fractions were low correlated, while the relationship of organic material content with Bivalvia was strongly correlated. 
Analisis Konsentrasi Limbah Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terhadap Pertumbuhan dan Indeks Fisiologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Skala Laboratorium Concentration of Poultry Slaughterhouse Waste on Growth and Physiology Index of Tilapia (Oreochromis niloticus) in Laboratory Scale Dewi, Prasasti Anugrahini; Rudiyanti, Siti; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.757 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i1.27753

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ikan tergantung dari kondisi perairan tempat hidupnya. Limbah dari aktivitas pemotongan unggas yang dibuang berpotensi mencemari perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terhadap pertumbuhan dan indeks fisiologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 – Januari 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Air limbah RPU diambil di rumah pemotongan ayam Tembalang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Ikan Nila dengan bobot 2 – 3 gr, diuji selama 28 hari menggunakan konsentrasi limbah berturut-turut 0% v/v, 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, dan 40% v/v dari nilai LC50 – 96 Jam sebesar 129,865 ml/. Parameter yang dianalisis meliputi pertumbuhan biomassa mutlak, indeks fisiologi, dan kualitas air yang terdiri dari DO, pH, dan temperatur. Hasil pengujian limbah RPU terhadap pertumbuhan Ikan Nila menunjukkan rata-rata pertumbuhan berat ikan tertinggi ada pada konsentrasi D (12,986 ml/l), yaitu 4,71 gram, dan pertumbuhan terendah pada konsentrasi A (51,946 ml/l), yaitu 1,51 gram. Hasil pengujian limbah RPU terhadap CF (Condition Factor) yaitu 0 ml/l adalah 3,10; 51,946 ml/l adalah 3,88; 38,959 ml/l adalah 4,02; 25,973 ml/l adalah 2,84; dan 12,986 ml/l adalah 3,09. Hasil LSI berturut-turut yaitu 0 ml/l rata-adalah 1,20; 51,946 ml/l adalah 3,65; 38,959 ml/l adalah 3,06; 25,973 ml/l adalah 2,07; dan 12,986 ml/l adalah 1,41. Hasil GSI (Gonad Somatic Index) berturut-turut yaitu 0 ml/l adalah 0,50 ; 51,946 ml/l adalah 0,20 ; 38,959 ml/l adalah 0,35; 25,973 ml/l adalah 0,35; dan 12,986 ml/l adalah 0,42. ABSTRACTFish's growth depends on the water condition of their habitat. Waste in the form of slaughtered poultry slaughtering activities has the potential to pollute the waters. This study aims to determine the effect of Poultry Slaughterhouse Waste on the growth and physiological index of Tilapia (Oreochromis niloticus). The study was conducted in November 2018 - January 2019. The method used was an experimental method with a completely randomized design pattern. Slaughterhouse waste water is taken at Tembalang chicken slaughterhouses. The data collection method uses direct observation. The experimental design of this study was using Tilapia with a weight of 2-3 grams, tested for 28 days using concentrations of waste respectively 0% v/v, 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, and 40% v/v of the LC50 - 96 Hours value of 129,865 ml / L. Parameters analyzed included absolute biomass growth, physiological index, and water quality consisting of DO, pH, and temperature. The results of slaughterhouse waste testing on the growth of Tilapia showed that the highest average weight growth of fish was at concentration D (12,986 ml / l), which was 4,71 gram, and the lowest growth was at concentration A (51,946 ml / l), which was 1,51 gram. The results of slaughterhouse's waste testing on CF (Condition Factor) that is 0 ml / l are 3,10; 51,946 ml / l is 3,88; 38,959 ml / l is 4,02; 25,973 ml / l is 2,84; and 12,986 ml / l is 3,09. The consecutive LSI results, ie 0 ml / l, were 1.20; 51,946 ml / l is 3.65; 38,959 ml / l is 3.06; 25,973 ml / l is 2.07; and 12,986 ml / l is 1.41. The result of GSI (Gonad Somatic Index) in a row that is 0 ml / l is 0.50; 51,946 ml / l is 0.20; 38,959 ml / l is 0.35; 25,973 ml / l is 0.35; and 12,986 ml / l is 0.42.
Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm) sebagai Fitoremediator pada Limbah Cair Produksi Tahu Effectiveness of Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm) as Phytoremediator for Tofu Production Liquid Waste Ningrum, Yulita Dwi; Ghofar, Abdul; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 2 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.514 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27765

Abstract

ABSTRAK Industri tahu saat ini berkembang pesat dan tersebar luas dan rata-rata masih dilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga pengolahan limbah belum optimal. Akibatnya limbah hasil pengolahan tahu yang dibuang ke perairan belum sepenuhnya sesuai dengan baku mutu yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan eceng gondok dalam mereduksi bahan pencemar organik limbah cair tahu dengan perlakuan pemberian aerasi dan non aerasi . Penelitian ini dilaksanakan pada 9 Juli – 5 Agustus 2019 di Laboratorium Biologi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK Universitas Diponegoro, Semarang. Untuk mengetahui pengaruh enceng gondok dalam mereduksi bahan organik dilakukan dengan pemberian aerasi dan non aerasi terhadap limbah dan air kontrol dengan konsentrasi yang telah diperoleh dari hasil uji pendahuluan (6,25%) selama 5 hari dan diulang tiga kali. Variabel yang diamati adalah penurunan amonia, nitrit, COD dan BOD serta variabel pendukung yaitu temperatur, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enceng gondok dengan aerasi mampu mereduksi NH3 95,14%, NO2 29,90%, COD 70,83% dan BOD 29,18%. Sedangkan tanpa aerasi dapat mereduksi NH3 97,07%, NO2 72,47%, COD 63,32% dan BOD 52,12%. Pemberian aerasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap penurunan amonia, nitrit, dan COD namun berpengaruh terhadap penurunan BOD. Enceng gondok memiliki efektivitas yang baik untuk mereduksi bahan pencemar pada limbah cair industri tahu. 
Analisis Pendugaan Bakteri Escherichia Coli pada Kerang Hijau (Perna Viridis) di Morosari, Demak Analysis of Estimated Abundance of Escherichia coli Bacteria in Green Mussels (Perna viridis) in Morosari, Demak Katon, Muhammad Rajes; Solichin, Anhar; Jati, Oktavianto Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.233 KB)

Abstract

ABSTRAK Kerang hijau merupakan jenis hewan bertubuh lunak yang hidup menetap (sessile) dan mendapatkan makanan dengan menyaring (filter feeder). Hal ini mengakibatkan banyak mikroorganisme yang terakumulasi ke dalam tubuh kerang hijau, salah satunya yaitu kelompok bakteri Coliform. Bakteri Coliform dibagi menjadi dua yaitu fecal Coliform dan non fecal Coliform. Fecal Coliform berasal dari limbah kotoran hewan dan manusia contoh bakteri E. coli. Keberadaan bakteri E. coli di luar tubuh digunakan sebagai indikator sanitasi makanan dan minuman apakah tercemar atau tidak. Kondisi perairan Morosari mengalami penurunan kualitas air, hal tersebut disebabkan oleh limbah domestik penduduk yang langsung dibuang ke bantaran sungai. Hal ini memungkinkan adanya cemaran mikroba yang dapat membahayakan kesehatan seperti bakteri. Menurut SNI 01 7388 2009 nilai MPN bakteri E. coli untuk Mollusca, Crustacea, dan Echinodermata segar adalah <3/g. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kelimpahan  bakteri E. coli pada kerang hijau dan untuk membandingkan kelimpahan bakteri E. coli dengan baku mutu SNI. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengambilan sampel terdiri 9 sampel kerang hijau (kecil <60 mm, sedang 61-70 mm dan besar >70 mm) dengan 3 ekor kerang pada masing masing ukuran. Metode MPN merupakan  metode digunakan untuk analisis bakteri Coliform dan E. coli. Hasil Uji MPN yang didapat yaitu > 1100 MPN/g pada semua sampel. Kesimpulannya berdasarkan hasil uji MPN diperoleh nilai MPN yaitu >1100 MPN/g, hasil tersebut menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri E. coli pada kerang hijau melebihi baku mutu yang ditetapkan berdasarkan SNI 01-7388 2009. ABSTRACTGreen mussels are the type of mollusk that live permanently (sessile) and gets food by filtering (filter feeder). It causes many microorganisms accumulating into the body of green mussels, one of them is a group of Coliform bacteria. Coliform bacteria are divided into two, namely fecal and non-fecal Coliform.Coliform is derived from the waste of animal and human i.e. E. coli bacteria. The existence of E. coli bacteria outside the body is used as an indicator of sanitation for food and drink.The condition of Morosari waters has decreased, it’s caused by the domestic waste of resident which is discharge into the riverbank directly.This allows microbial contamination that can endanger health such as bacteria. According to SNI 01-7388-2009 MPN value from E. coli bacteria for Mollusks, Crustaceans, and Echinoderms is <3/g.. The purpose of this study was to determined the abundance of E. coli bacteria in green mussels and to compared the abundance of E. coli bacteria with the quality standards of SNI. The research was conducted in July 2019. The samples were consisted of 3 types size of green mussels,  small (<60 mm), medium (61-70 mm) and large (>70 mm) and 3 mussels selcted from the each size. MPN method was used for the analysis of Coliform and E. coli bacteria. MPN test result was > 1100 MPN/g on all samples.The result showed,that the abundance of E. coli bacteria in green mussels exceed the quality standard based on SNI 01-7388 2009.  
Konsentrasi Nitrat dan Fosfat pada Sedimen dan Hubungannya dengan Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Kreo Semarang Relationship of Nitrate and Phosphate Consetration in Sediments with Macrozoobhentos Abundance and Diversity in Kreo River Semarang Indrayani, Wiwin Try; Haeruddin, Haeruddin; Supriharyono, Supriharyono
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.733 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i1.27752

Abstract

ABSTRAKSungai Kreo merupakan suatu ekosistem yang di dalamnya terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi. Zat hara nitratdan fosfat biasanya terkandung di dalam air dan sedimen. Peranan nitrat dan fosfat yang terkandung dalam sedimen yang ada di sungai adalah sebagai unsur penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan mikroorganisme dasar perairan. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui konsentrasi nitrat dan fosfat pada sedimen, mengetahui jenis tekstur sedimen, mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos dan menganalisis hubungan konsentrasi nitrat dan fosfat pada sedimen dengan kelimpahan dan Keanekaragaman makrozoobentos di Sungai Kreo Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplanatif. Penentuan stasiun sampling menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda dengan software SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat berkisar 0,14 mg/l - 0,63 mg/l. Konsentrasi fosfat berkisar 0,01 mg/l - 0,11 mg/l. Jenis sedimen stasiun I: lempung liat berpasir, stasiun II: pasir berlempung dan stasiun III : pasir. Spesies Makrozoobentos yang ditemukan adalah kelas gastropoda (Sulcospira sp, Melanoides sp, Brotia sp Annetome sp, Tarebia sp). Keanekaragaman jenis termasuk dalam keanekaragaman yang rendah (0,23 - 0,25). Hubungan konsentrasi nitrat fosfat terhadap kelimpahan dan keanekaragaman termasuk hubungan kuat (r = 0,675). ABSTRACTKreo River is an ecosystem in which there are several interacting components. Nitrate and phosphate nutrients are usually contained in water and sediments. The role of nitrate phosphate contained in sediments in rivers is an important element for the growth and survival of aquatic microorganisms. The purpose of this study was to determine the concentration of nitrate, phosphate sediment and the type of sediment texture in Semarang Kreo River. As well, to investigate the abundance and diversity of macrozoobentos in the Semarang Kreo River, analyzing the relationship of nitrate and phosphate concentrations in sediments with abundance of macrozoobentos in Semarang Kreo River. The study method was used the explanatory method. Sampling was used purposive sampling technique. Data analysised were multiple linear regression test with SPSS 16 software. The results of study showed that the concentration of nitrate was around 0.14 mg/l - 0.63 mg/l. Phosphate concentrations ranged from 0.01 mg/l - 0.11 mg/l. Station I sediment types: sandy clay loam, station II: clay sand and station III: sand. Macrozoobentos genus found were the gastropod class (Sulcospira sp, Melanoides sp, Brotia sp, Annetome sp, Tarebia sp). The diversity of macrozoobentos is included in the low diversity (0,23-0,25). The strong relationship was found between nitrate phosphate concentration and the abundance and diversity (r = 675). 
Analisis Kandungan Bahan Organik, Nitrat dan Fosfat pada Sedimen Mangrove Jenis Avicennia dan Rhizophora di Desa Tapak Tugurejo, Semarang The Analysis of Organic Content, Nitrate, Phosphate in the Sediment of Mangrove Rhizophora dan Avicennia at Tapak Village, Tugurejo Semarang Citra, Lalik Salistia; Supriharyono, Supriharyono; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 2 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.289 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27766

Abstract

ABSTRAKKawasan Tugu merupakan kawasan pesisir yang ditanami mangrove yang bermanfaat untuk menanggulangi dampak abrasi dan memiliki produktivitas yang tinggi, sehingga  perlu untuk dikaji kandungan nutriennya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan kandungan nutrien pada sedimen antar stasiun dan antar  tegakan Avicennia dan Rhizophora. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2019 di Desa Tapak Tugurejo, Semarang dengan menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada empat stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan bahan organik pada tegakan Avicennia dan Rhizophora di keempat stasiun berturut-turut adalah 10,67% dan 13,21%.  Rata-rata kandungan nitrat pada tegakan Avicennia dan Rhizophora di keempat stasiun berturut-turut adalah 5,42 mg/100 g dan 5,6 mg/100 g. Rata-rata kandungan fosfat pada tegakan Avicennia dan Rhizophora di keempat stasiun berturut-turut adalah 1,16 mg/100 g dan 1,74 mg/100 g. Berdasarkan analisis kandungan bahan organik, nitrat dan fosfat antar tegakan mangrove tidak berbeda nyata (P>0,05), artinya kandungan nutrien tidak dipengaruhi oleh jenis mangrove Avicennia ataupun Rhizophora. ABSTRACTTugu area is a coastal area planted by mangroves that is useful to overcome the impacf of abration and has high primary productivity so it needs to be reviewed. This study aims to examine the differences of nutrient content in sediments between stations and between Avicennia and Rhizophora grounds. The study was conducted in November 2019 at Tapak Tugurejo Village, Semarang using a purposive random sampling method. Sediment sampling at four observation stations with the specified point, namely Avicennia and Rhizophora. The results showed the average organic matter content in Avicennia and Rhizophora stands at the four stations are 10,67% and 13,21% respectively. The average nitrate content in Avicennia and Rhizophora grounds in the four stations are 5,42 mg/100 g and 5,6 mg/100 g respectively. The average phosphate content in Avicennia and Rhizophora grounds in the four stations are 1,16 mg/100 g and 1,74 mg/100 g respectively. Based on result of the analysis organic matter content, nitrate and phosphate between mangrove stands was not significantly different (P>0,05). It means that the nutrient content was not influenced by the types of Avicennia or Rhizophora mangroves.   
Hubungan Zat Hara (HNO3- dan HPO4-) pada Sedimen terhadap Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Kaligarang, Semarang Relationship between Sediment Fertility And Macrozoobenthos Abundance and Diversity in the Kaligarang, Semarang Najah, Safirotun; Haeruddin, Haeruddin; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.733 KB)

Abstract

ABSTRAK Kaligarang merupakan sungai yang berada diantara pemukiman penduduk yang menghasilkan limbah rumah tangga. Limbah tersebut merupakan sumber nitrat dan fosfat yang mempengaruhi kesuburan sedimen sungai. Peran nitrat dan fosfat dalam sedimen yaitu sebagai unsur hara yang secara tidak langsung dibutuhkan makrozoobentos untuk kelangsungan hidupnya. Faktor yang mempengaruhi secara langsung yaitu bahan organik dan tekstur sedimen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan fosfat dalam sedimen perairan Kaligarang. Mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Kaligarang. Menganalisis konsentrasi nitrat dan fosfat pada sedimen dengan kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di Kaligarang. Penelitian ini dilakukan 2 kali pada bulan Juni 2019 dengan metode purposive sampling. Variabel yang diukur yaitu tekstur sedimen, nitrat dan fosfat, bahan organik total, pH sedimen, oksigen terlarut, dan alkalinitas. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan software SPSS 16. Hasil penelitian yang telah dilakukan konsentrasi nitrat berkisar 0,19 – 0,35 mg/l dan konsentrasi fosfat berkisar 0,05 – 0,17 mg/l . Makrozoobentos yang ditemukan Clea Helena, Melanoides sp., Mieniplotia sp., dan Tarebia sp. Kelimpahan yang tertinggi yaitu C. helena senilai 4044 dan kelimpahan terendah Mieniplotia sp. senilai 44 individu/m2. Indeks keanekaragaman makrozoobentos 0,26 – 0,89. Hubungan nitrat dengan kelimpahan makrozoobentos dengan r=0,99 tergolong tinggi, korelasi fosfat dengan kelimpahan makrozoobentos yaitu r=0,38 yang tergolong rendah. Korelasi nitrat dengan keanekaragaman makrozoobentos tergolong rendah dengan r =0,18 dan korelasi fosfat dengan keanekaragaman makrozoobentos tergolong tinggi dengan r =0,87. ABSTRACT Kaligarang is a river that is located in a residential area that produces an household waste. The waste is a source of nitrate and phosphate which give an affect the fertility of river sediments. The role of nitrate and phosphate in sediments is as a nutrient needed by microorganisms for survival. The purpose of this study is to determine the concentration of nitrate and phosphate in Kaligarang waters sediments, Know the abundance and diversity of macrozoobenthos in Kaligarang and analyze the relationship of sediment fertility with abundance and diversity of macrozoobenthos in Kaligarang. The research has be done two samplings in June 2019 with a purposive sampling method. The measured variables are sediment texture, nitrate and phosphate, total organic matter, pH sediment, dissolved oxygen, and alkalinity. Data analysis using multiple linear regression analysis with SPSS 16 software. The results of studies that have been carried out nitrate concentrations ranged from 0,19 – 0,35 mg /l and phosphate concentrations ranged from 0,05 – 0,17 mg /l. Macrozoobentos found by Clea helena, Melanoides sp., Mieniplotia sp., and Tarebia sp. The highest abundance was C. helena with a value of 4044 and the lowest abundance with Mieniplotia sp with 44 individuals / m2. Diversity index macrozoobentos of 0,26 – 0,89. The correlation of nitrate correlation with abundance macrozoobentos of 0,99 is classified as high, the correlation of phosphate with abundance macrozobentos of r=0,38 is classified as low. The correlation of nitrate with diversity mcrozoobentos is low r= 0.18 and phosphate correlation with diversity macrozoobentos is high with r=0,87. 
Dampak Kegiatan Pariwisata terhadap Status Tutupan Terumbu Karang dan Valuasi Ekonomi di Kepulauan Karimunjawa The Impact of Tourism Activities on The Status of Coral Reef Cover and Economic Valuation in Karimunjawa Island Pribadi, Ary Hendri; Suryanti, Suryanti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.402 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Karimunjawa adalah salah satu objek destinasi wisata keindahan ekosistem terumbu karang. Kunjungan wisatawan di Karimunjawa dapat berdampak pada terumbu karang dan nilai ekonomi pariwisata. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei 2019 di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap nilai status tutupan terumbu karang dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) di Pulau Tanjung Gelam, Pulau Menjangan Besar dan Pulau Cemara Kecil serta nilai valuasi ekonomi pariwisata dengan menggunakan metode biaya perjalanan atau Travel Cost Method (TCM). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Karimunjawa meningkat sejak tahun 2016 hingga tahun 2018. Kondisi status tutupan terumbu karang yang diperoleh dalam kondisi baik dengan nilai karang hidup yang didapatkan pada Pulau Tanjung Gelam 61,6%, Pulau Menjangan Besar 70,8% dan Pulau Cemara Kecil 57,3%. Luasan terumbu karang pada tahun 2016 hingga tahun 2018 di Pulau Mejangan Besar dan Cemara Kecil mengalami penurunan. Sedangkan nilai valuasi ekonomi tahun 2016 sejumlah Rp.125.426.860,- 2017 dan 2018 sejumlah Rp.135.437.480,- dan Rp.156.932.039,-. Dampak wisatawan yang berkunjung tahun 2016-2018 pada valuasi ekonominya tiap tahunnya mengalami peningkatan. Hasil nilai valuasi ekonomi yang didapatkan pada penelitian ini,nilai rata-rata TCM pada wilayah Kabupaten Jepara Rp.1.111.023,- dan nilai ekonomi pertahunnya Rp.3.369.031.988,-. Rata-rata biaya perjalanan luar wilayah Kabupaten Jepara Rp.1.146.314,- dan nilai biaya pertahunnya Rp.12.324.171.938,-. Nilai total valuasi ekonomi dari dalam wilayah Kabupaten Jepara dan luar wilayah Kabupaten Jepara yaitu Rp.156.693.203.925,-. ABSTRACT Karimunjawa Island is one of the tourist destinations of the beauty of the coral reef ecosystem. Tourist visits in Karimunjawa can have an impact on coral reefs and the economic value of tourism. This research was conducted in April-May 2019 in the Karimunjawa Islands, Jepara Regency. The purpose of this study was to determine the impact of tourism on the status of coral cover status using the Line Intercept Transect (LIT) method on Tanjung Gelam Island, Menjangan Besar Island and Cemara Kecil Island and the economic valuation value of tourism using the travel cost method or the Travel Cost Method ( TCM). The results obtained from this study are the number of tourist arrivals to Karimunjawa Island increased from 2016 to 2018. The status of coral cover status obtained in good condition with the value of live coral obtained on Pulau Tanjung Gelam 61.6%; Pulau Menjangan Besar 70.8% and Pulau Cemara Kecil 57.3%. The extent of coral reefs in 2016 to 2018 on Pulau Mejangan Besar and Pulau Cemara Kecil declined. While the value of economic valuations in 2016 amounted to Idr.125,426,860,- 2017 and 2018 amounted to Idr.135,437,480,- and Idr.156,932,039,-. The impact of tourists visiting 2016-2018 on their economic valuations has increased each year. The results of the economic valuation obtained in this study, the average value of TCM in the Jepara Regency region is Idr.1,111,023, and the annual economic value is Idr.3,369,031,988. The average cost of trips outside the area of Jepara Regency is Idr.1,146,314, and the annual cost is Idr.12,321,171,938. The total value of economic valuations from within the Jepara Regency and outside the Jepara Regency is Idr.156,693,203,925.Â