cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Konsentrasi Logam Kadmium (Cd) dalam Jaringan Lunak Kerang Simping (Amusium pleuronectes) dan Sedimen di Perairan Teluk Semarang dan Hubungannya dengan Tingkat Kerja Osmotik Concentration of Cadmium (Cd) in the Soft Tissue Scallop (Amusium pleuronectes) and Sediments in Semarang Bay Waters and its Relationship with Osmotic Work Levels Sugiarti, Eka; Haeruddin, Haeruddin; Anggoro, Sutrisno
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.103 KB)

Abstract

ABSTRAK Perairan Teluk Semarang merupakan pantai utara Jawa yang terbentang dari Kabupaten Kendal hingga Kabupaten Demak. Perairan ini dekat pelabuhan Tanjung Mas dan pemukiman, berbagai macam industri, sehingga berpotensi tercemar berbagai jenis limbah. Salah satu jenis limbahnya adalah logam berat. Kerang Simping merupakan biota filter feeder dan sessile, sehingga logam berat di perairan akan terakumulasi pada sedimen dan tubuh kerang melalui rantai makanan. Osmoregulasi merupakan upaya hewan air mengontrol keseimbangan ion di dalam tubuh dan lingkungannya. Hal ini menjadi alasan penelitian dilaksanakan untuk mengetahui konsentrasi logam Cd pada kerang Simping dan sedimen di perairan Teluk Semarang dan hubungannya dengan tingkat kerja osmotik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan korelasi dengan penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam Cd pada jaringan lunak kerang Simping di perairan Teluk Semarang adalah sebesar < 0,00001 mg/kg. Hal ini menandakan bahwa logam Cd yang terkandung dalam kerang Simping sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh alat. Logam Cd pada sedimen di perairan Teluk Semarang tiap stasiunnya memiliki nilai rata-rata sebesar: 82,2057; 58,4483; 68,0787 mg/kg. Hubungan logam Cd pada sedimen dengan osmolaritas hemolimfe kerang Simping menunjukkan hubungan hubungan linier bersifat positif dengan nilai R2 sebesar 0,259 yang artinya tingkat keeratan rendah. Hubungan logam Cd pada sedimen dan tingkat kerja osmotik memiliki hubungan linier yang bersifat negatif dengan nilai R2 sebesar 0,236 yang artinya tingkat keeratan rendah. ABSTRACT The waters of Semarang Bay are the northern coast of Java which stretches from Kendal Regency to Demak Regency. These waters are near the port of Tanjung Mas and settlements, various industries, so that it is potentially polluted by various types of waste. One type of waste is heavy metal. The scallop is a biota filter feeder and sessile, so that heavy metals in the water will accumulate in the sediment and body of the shell through the food chain. Osmoregulation is an attempt by aquatic animals to control the balance of ions in the body and its environment. This is the reason the research was carried out to determine the concentration of Cd metal in scallops and sediments in the waters of Semarang Bay and their effect on the level of osmotic work. The method used is descriptive and correlation methods by determining the sampling location using purposive sampling method. The study was conducted in May 2019. The results showed the concentration of Cd  in soft tissue of scallop shells in Semarang Bay waters was <0.00001 mg / kg. This indicates that the Cd metal contained in the scallop is so small that it is not detected by the tool. Cd metal in sediments in the waters of Semarang Bay each station has an average value : 82.2057; 58,4483; 68.0787 mg / kg. The relationship of Cd metal in sediments with hemolymph osmolarity of scallops showed a positive linear relationship with an R2 of 0.259, which means a low level of closeness. The relationship of Cd metal on sediment and osmotic work rate has a negative linear relationship with R2 value of 0.236, which means a low level of closeness.  
Analisis Sebaran Klorofil-a Lamun di Pantai Pokemon dan Bobby di Karimunjawa menggunakan Citra Satelit Sentinel-2A Analysis of chlorophyl-a distribution in Pokemon dan Bobby Beachs in Karimunjawa Using Sentinel-2A Sembiring, Yoan Teresia Br; Hartoko, Agus; Latifah, Nurul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 2 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.845 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27767

Abstract

ABSTRAK Lamun merupakan salah satu tumbuhan air yang memiliki peranan sangat penting baik secara fisik maupun biologis pada biota laut. Lamun mengandung klorofil-a yang berfungsi dalam proses fotosintesis dimana proses tersebut dapat membantu penyerapan karbon dan penyimpan karbon sehingga dapat menjadi cara untuk mengatasi terjadinya perubahan iklim. Kandungan klorofil-a lamun dapat dipengaruhi oleh adanya faktor fisika dan kimia perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas perairan dengan klorofil-a yang ada di pantai Pokemon dan Bobby Karimunjawa ditinjau dari konsentrasi kedalaman perairan, suhu, pH, intensitas cahaya dan salinitas yang ada di Pantai Pokemon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 di Pantai Pokemon dan Bobby Pulau Karimunjawa. Metode analisis yang diambil adalah klorofil-a menggunakan spektrofotometer, kerapatan  dan tutupan lamun dengan menggunakan seagrasswatch. Hasil penelitian ditemukan adalah  Halodule pinifolia, Enhalus acoroides dan Halophila ovalis. Nilai kerapatan jenis masing – masing spesies yaitu 160,44 ind/m2, 26,22 ind/m2 dan 4,44 ind/m2 . Kerapatan lamun di Pantai Bobby adalah Thalasssia hemprichii sebesar 126,66 ind/m2 dan Enhalus acoroides dengan nilai 3,55 ind/m2 . Tutupan  lamun yang didapatkan adalah jenis lamun Halodule pinifolia yaitu sebesar 70 % dan tutupan lamun terendah pada Halophila ovalis yaitu sebesar 1%. Tutupan lamun di pantai Bobby adalah  jenis Thalassia hemprichii sebesar 95 % dan Enhalus acoroides sebesar 5 %. Nilai klorofil-a pada Pantai Pokemon tertinggi pada , Enhalus acoroides dengan sebesar 20,819 mg/ml dan nilai klorofil-a terendah pada jenis lamun Halodule pinifolia sebesar 5,854 mg/ml. Nilai klorofil-a pada Pantai Bobby tertinggi pada Thalassia hemprichii dengan nilai 14,133 mg/ml dan nilai klorofil-a terendah pada jenis lamun Thalassia hemprichii sebesar 3,485 mg/ml.                                                                                     ABSTRACT         Seagrass is one of the aquatic plants that has a very important role both physically and biologically in marine biota. Seagrass contains chlorophyll-a which functions in the process of photosynthesis in which the process of can help carbon sequestration and carbon storage so that it can be a way to cope with climate change. The content of chlorophyll-a seagrasses can be influenced by the physical and chemical factors of the waters. The purpose of this study was to determine the relationship between water quality and chlorophyll-a on the Pokemon beach and Bobby Karimunjawa in terms of water depth, temperature, pH, light intensity and salinity concentration in Pokemon Beach. This research was conducted in October 2019 at Pokemon Beach and Bobby Karimunjawa Island. The analytical method taken was chlorophyll-a using a spectrophotometer, density and seagrass cover using a seagrasswatch. The results found were Halodule pinifolia, Enhalus acoroides and Halophila ovalis. Species density values for each species are 160.44 ind / m2, 26.22 ind / m2 and 4.44 ind / m2. The density of seagrass in Bobby Beach is thalasssia hemprichii of 126.66 ind / m2 and enhalus acoroides with a value of 3.55 ind / m2. Seagrass cover obtained was Halodule pinifolia seagrass which was 70% and the lowest seagrass cover in Halophila ovalis was 1%. Seagrass cover on Bobby beach is a Thalassia hemprichii species at 95% and enhalus acoroides at 5%. The highest chlorophyll-a value in Pokemon Beach was at Enhalus acoroides with 20.819 mg / ml and the lowest chlorophyll-a value in the species of seagrass Halodule pinifolia was 5.854 mg / ml. The highest chlorophyll-a value on Bobby Beach was in Thalassia hemprichii with a value of 14.133 mg / ml and the lowest chlorophyll-a value in the species of seagrass Thalassia hemprichii was 3,485 mg / ml. 
Hubungan antara Nitrat dan Fosfat dengan Kelimpahan Fitoplankton di Waduk Jatibarang Semarang Correlation between Nitrate and Phospate with Abundance of Phytoplankton in Jatibarang Reservoir, Semarang Ikhsan, Muhammad Khoirul; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.613 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang memiliki peran penting di Kota Semarang sehingga kualitas perairannya perlu diperhatikan. Keberadaan fitoplankton di perairan berkaitan erat dengan kesuburan dan kualitas suatu perairan dikarenakan fitoplankton berperan sebagai produsen primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan fitoplankton serta melihat sejauh mana korelasi nitrat dan fosfat akan mempengaruhi kelimpahan fitoplankton diperairan. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret 2019 di Waduk Jatibarang semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling di tujuh stasiun dengan tiga titik kedalaman (permukaan, tengah dan dasar perairan) dan tiga pengulangan (pagi, siang dan malam). Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisis regresi liner berganda. Konsentrasi nitrat yang didapatkan berkisar antara 0,45-9,64 mg/l, konsentrasi fosfat berkisar antara 1,26-4,81 mg/l, kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.667 – 275.833 ind/l. Hubungan antara konsentrasi nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton tergolong lemah dengan koefisien korelasi (r = 0,378). Nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan fitoplankton sebesar 15% dengan koefisien determinasi (r square = 0,150). Tingkat kesuburan di Waduk Jatibarang termasuk dalam kategori mesotrofik hingga eutrofik berdasarkan konsentrasi nitrat, fosfat dan kelimpahan fitoplankton. ABSTRACT Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs that has an important role in the city of Semarang so that the quality of its waters needs to be considered. The presence of phytoplankton in waters is closely related to the fertility and quality of a waters because phytoplankton act as primary producers. The purposes of this research are to determine the quality of water based on the consentration of nitrate and phosphate, to calculate the abundance of phytoplankton and also to know the correlation of nitrates and phosphate toward the abundance of phytoplankton. The research was conducted on 27 March 2019 in Jatibarang Reservoir Semarang. Sampling was carried out at seven stations with three depth points (surface, middle and bottom) and three repetitions (morning, day and night). Data processing using SPSS 25 programme with multiple liner regression analysis. The concentration of nitrate gained ranged from 0.45 - 9.64 mg/l, phosphate concentrations ranged from 1.26 - 4.81 mg/l, the abundance of phytoplankton ranges between 1,667 – 275,833 ind/l. The relationship between nitrate and phosphate concentrations with an abundance of phytoplankton is relatively weak with a correlation coefficient (r = 0.378). Nitrates and phosphates affect the abundance of phytoplankton by 15% with coefficient of determination (r square = 0.150). Water’s trophic state in the Jatibarang reservoir belongs to the mesotrophic up to Eutrophic category.
Pola Osmoregulasi, Kebiasaan Makanan dan Faktor Kondisi Ikan Bandeng (Chanos Chanos) di Tambak Desa Bakaran Wetan, Pati Osmoregulation Pattern, Food Habits and Milkfish Condition Factors (Chanos chanos) in Traditional Ponds Bakaran Wetan Village, Pati Lustianto, Anggi Febri; Anggoro, Sutrisno; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.594 KB)

Abstract

ABSTRAK Bandeng Juwana merupakan salah satu produk hasil budidaya yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Lokasi penelitian ini dilaksanakan disalah satu tambak budidaya semi intensif. Faktor pembatas seperti suhu, salinitas, pH dan DO masih belum diawasi secara intensif, tetapi pemberian pakan dikasihkan secara intens. Salinitas perairan memiliki peran penting terhadap keberlangsungan dan pertumbuhan hidup ikan bandeng, dimana salinitas sangat mempengaruhi tingkat kerja osmotik dari biota. Hal lain yang mempengaruhi keberlangsungan hidup dari ikan bandeng sendiri yaitu ketersediaan makanan. Ketersediaan pakan alami yang ada di perairan sangat menentukan pertumbuhan dan kelangsungan hidup dari ikan bandeng. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola osmoregulasi, kebiasaan makanan faktor kondisi ikan bandeng di tambak Desa Bakaran Wetan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai November 2019. Sampling dilaksanakan 14 Juli 2019. Pengamatan data di Laboraturium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan. Analisa osmolaritas pada 20 - 21 Agustus 2019 di Ruangan C206 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang. Hasil penelitian menunjukkan pola osmoregulasi ikan bandeng yang diamati yaitu hipoosmotik. Nilai TKO yang diperoleh berkisar antara 113,00 – 116,33 mOsm/I H2O. Nilai IP paling tinggi Synedra ulna 64,65% dan terendah Ceratium 0,13%. Nilai faktor kondisi yang diperoleh berkisar antara 0,152 - 0,171 yang menunjukkan bahwa nilai faktor kondisi ikan bandeng di lokasi penelitian kurang dari tiga, yang artinya ikan bandeng tergolong pipih.  ABSTRACT Milkfish Juwana is one of the products of cultivation that is well known by the public. The location of this research was carried out in one of the semi intensive aquaculture ponds. Limiting factors such as temperature, salinity, pH and DO have not yet been monitored intensively, but feeding has been intensified. Water salinity has an important role in the survival and growth of milkfish life, where salinity greatly influences the level of osmotic work of biota. Another thing that affects the survival of milkfish itself is the availability of food. The availability of natural food in the waters will determine the growth and survival of milkfish. This research was conducted to determine the pattern of osmoregulation, food habits and the condition of milkfish in the pond of Bakaran Wetan Village. The method used is a case study method with descriptive analysis. The study was conducted from July to November 2019. Sampling was carried out on July 14, 2019. Observations of the data were carried out in the Laboratory of Management of Fish and Environmental Resources. Osmolarity analysis on August 20-21, 2019 in Room C206 of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University, Semarang. The results showed that the milkfish osmoregulation pattern that was observed was hypoosmotic. TKO values obtained ranged from 113.00 - 116.33 mOsm / I H2O. The highest IP value was Synedra ulna 64.65% and the lowest Ceratium 0.13%. The value of the condition factor obtained ranged from 0.152 to 0.171, which indicates that the value of the condition of the milkfish at the study site is less than three, which means that the milkfish is relatively flat. 
Analisis Beban Pencemaran Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak, Semarang Analysis of Pollution Load in Banjir Kanal Barat and Silandak river, Semarang Purba, Raymond Doresmas; Haeruddin, Haeruddin; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.184 KB)

Abstract

ABSTRAKSungai Banjir Kanal Barat dan Silandak merupakan sungai besar yang berada di Kota Semarang yang padat penduduk. Berbagai aktivitas terdapat di sepanjang aliran sungai tersebut, diantaranya aktivitas domestik dan industri yang membuang limbah ke dalam badan sungai sehingga menyebabkan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban pencemaran Sungai Banjir Kanal Barat dan Silandak berdasarkan baku mutu PP Nomor 82 Tahun 2001 kelas II, serta mengetahui status pencemaran air Sungai Banjir Kanal Barat dan Silandak berdasarkan Indeks Kualitas Air (IKA). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018. Pengambilan sampel dilakukan 5 stasiun sampling 2 kali ulangan. Variabel kualitas air yang dianalisis yaitu TSS, nitrat, fosfat, Pb dan Cd, DO. Berdasarkan hasil penelitian 6 variabel tersebut rata-rata sudah melampaui baku mutu. Hasil perhitungan beban pencemaran ditinjau dari satu variabel yang memiliki sumber pencemar tertinggi yaitu TSS Sungai Banjir Kanal Barat yaitu 11425,540 kg/hari dan Sungai Silandak yaitu 8104,32 kg/hari. Hasil perhitungan (IKA) menunjukkan Sungai Banjir Kanal Barat termasuk tercemar ringan dan sedang, Sungai Silandak termasuk tercemar ringan. ABSTRACT Banjir Kanal Barat and Silandak are two large rivers wich located in Semarang with a dense population. There are several activities along the riverside, such as domestic and industrial activities that that the wastes were thrown to the stream and caused water quality decreased. Aims of this research are to know the population load in Banjir Kanal Barat and Silandak river based on the quality standard of PP No. 82/2001 Class II and to determine water pollution status of Banjir Kanal Barat and Silandak river using Water Quality Index (WQI). This research conducted in October to November 2018. Sampels are taken from five stations with twice repetition. Variabels taken for this research are TSS, nitrate, phosphate, Pb, Cd and DO. The averagere result of six variabels show that all variabels are Pollution load calculated based on TSS. In Banjir Kanal Barat it’s 11425.540 kg/day while in Silandak it’s 8104.32 kg/day. The result of that Banjir Kanal Barat river classified as low to medium polluted and Silandak river classified as low polluted
Class Conservation Morfologi Karang berdasarkan Kedalaman pada Struktur Terumbu Karang di Pulau Kemujan dan Pulau Sintok, Karimunjawa, Jawa Tengah Coral Morphology Class Conservation Based on Depth of Coral Reef Structure in Kemujan and Sintok Islands, Karimunjawa, Central Java Erviana, Renanda Nur; Purnomo, Pujiono Wahyu; Supriharyono, Supriharyono
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 2 (2020): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.491 KB) | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27768

Abstract

ABSTRAKKemujan dan Sintok merupakan pulau yang termasuk ke dalam zona pemanfaatan sebagai wisata bahari dan memiliki keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang yang tinggi. Bentuk pertumbuhan karang dibedakan menjadi karang acropora dan non-acopora dengan perbedaan morfologi seperti tipe branching, massive, encruisting, foliose, dan digitae. Analisis morfologi karang sebagai pendukung status penutupan karang dapat mengetahui kondisi terumbu karang sesuai class conservation. Tujuan penelitian ini mengetahui kualitas perairan, struktur terumbu karang, morfologi karang berdasarkan class conservation dan pengaruh kedalaman terhadap struktur serta morfologi karang di Pulau Kemujan dan Sintok. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2019.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode Underwater Photo Transect (UPT) dengan menggunakan transek sepanjang 30 meter. Data yang diambil adalah parameter kualitas perairan dan foto underwater karang. Data hasil penelitian diolah menggunakan aplikasi CPCe (Coral Point Count with Excel extensions) dan uji non parametrik dengan SPSS serta dianalisis menggunakan diagram r-K-S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan pada lokasi penelitian masih dalam keadaan normal. Persentase kelimpahan karang hidup termasuk dalam kategori sedang sampai dengan sangat baik yaitu  berkisar 25,56 -76,22%. Persentase morfologi karang berdasarkan Class conservation secara umum memiliki dominasi kelompok kompetitors (K) atau CC=2 yang berkisar 48,72 – 76,5%,  hal ini menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian didominasi karang bentuk branching maupun foliose serta tidak ada pengaruh signifikan kedalaman air terhadap morfologi karang. ABSTRACTKemujan and Sintok are islands in the utilization zone as marine tourism and have high diversity of coral growth forms. The coral’s life form can be grouped into acropora and non-acopora corals with morphological differences such as branching, massive, encruisting, foliose, and digitae types. Morphological analysis of corals as supporting the status of coral cover can determine the condition of coral reefs according to class conservation. The purpose of this study are to determine the quality of the waters, the structure of coral reefs, coral morphology based on class conservation and the influence of depth on the structure and morphology of corals in Kemujan and Sintok Islands. Data collection was carried out in November 2019. The research method used was the Underwater Photo Transect (UPT) method using a 30 meter transect. The data collected the parameters of water quality and underwater coral photos. The research data were processed using the CPCe (Coral Point Count with Excel extensions) application and non-parametric tests with SPSS and analyzed using the r-K-S diagram. The results showed that the water quality at the study area was still in a normal condition. However, there was no significant effect of water depth on coral morphology. The percentage of live coral abundance was included in the moderate to very good category, ranging from 25.56 to 76.22%. Percentage of coral morphology based on Class conservation generally has a predominance of competitor groups (K) or CC = 2 ranging from 48.72 - 76.5%. Moreover, the results show that based on the coral growth forms at the study sites were dominated by branching and foliose corals and there was no significant effect of water depth on coral morphology.  
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Kandungan Nitrat, Fosfat dan Klorofil-a di Muara Sungai Bong Desa Tambakbulusan Demak Satrio, Budi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v7i4.46871

Abstract

Sungai Bong merupakan sungai yang bermuara di Desa Tambakbulusan Demak. Di sepanjang alirannya terdapat kegiatan yang memberikan beban masukan ke dalam perairan seperti limbah perindustrian, limbah aktivitas rumah tangga serta adanya pembangunan areal bantaran sepanjang sungai sehingga berdampak pada kondisi wilayah perairan muara sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrien (nitrat, fosfat dan klorofil-a) perairan muara sungai Bong serta status kesuburan perairan. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan pada bulan Juli 2018 di muara Sungai Bong. Sampling dilakukan dengan menggunakan purposive sampling pada 4 stasiun dengan 2 kali pengulangan dengan jarak antar pengulangan adalah 1 minggu. Variabel yang diukur adalah kandungan nitrat, fosfat dan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat perairan berkisar antara 0 – 0,03 mg/l, kandungan fosfat berkisar antara 0,06 – 0,43 mg/l dan kandungan klorofil-a berkisar antara 0,44 – 0,79 µg/l. Nilai TSI (Trophic State Index ) berkisar antara 47,17 – 75,34. Berdasarkan nilai TSI dapat diketahui bahwa kondisi muara sungai Bong di desa Tambakbulusan Demak termasuk ke dalam perairan mesotrofik atau kandungan nutrien sedang hingga eutrofik ringan atau kandungan nutrien yang kaya.
Status Kualitas Air dan Trofik-Saprobik Perairan di muara Sungai Serayu, Cilacap Minawati, Iis; Anggoro, Sutrisno; A'in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28011

Abstract

Muara Sungai Serayu terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang salah satu fungsinya adalah sebagai jalur migrasi ikan sidat (Anguila spp.). Pembuangan limbah PLTU, penambangan pasir dan limbah domestik ke dalam Muara ini diduga memberikan dampak negatif, yaitu dapat menurunkan kualitas perairan yang berpotensi terganggunya kehidupan biota akuatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan muara akibat adanya masukan limbah dan hubungannya dengan kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober dan November 2019 di Muara Sungai Serayu dan Bendung Gerak Kebasan. Penelitian ini menggunakan metode Purpossive Random Sampling dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel air dilakukan di 4 stasiun dengan 7 titik sampling.  Metode analisis kesuburan perairan menggunakan analisis TROSAP (Trofik-Saprobik), dengan pendekatan TSI (Trofik-Saprobik Index). Pendekatan TSI ini menggunakan parameter jenis fitoplankton yang ditemukan di Muara Sungai Serayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas fitoplankton yang terdapat di muara Sungai Serayu terdapat 24 spesies pada pasang dan surut. Berdasarkan nilai kelimpahan dengan rata-rata 129.000 sel/L pada kondisi pasang dan 120.643 sel/L pada kondisi surut.  Rata-rata nilai Saprobik Indeks (SI) pada saat pasang 1,28 dan 1,2 pada saat surut dan Tropik Saprobik Indeks 1,79 ketika pasang dan 1,52 ketika surut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pencemaran di muara Sungai Serayu selamapenelitian dikategorikan sebagai pencemaran ringan(oligosaprobik-β – Mesosaprobik )
Karakteristik Hasil Tangkapan dan Pola Osmoregulasi Larva Ikan Sidat (Anguilla sp.) di Perairan Muara dan Bendung Kebasen Sungai Serayu Khasanah, Nurul; Anggoro, Sutrisno; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28249

Abstract

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 13 tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Jawa Tengah, Sungai Serayu ditetapkan sebagai kawasan alur ruaya ikan Sidat yang perlu dilindungi. Keberhasilan hidup dari ikan Sidat di muara sungai Serayu sangat bergantung pada kelayakan kualitas air, khususnya salinitas, yang mempengaruhi ruaya dan osmoregulasi ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik hasil tangkapan dan pola osmoregulasi larva ikan Sidat di perairan Muara sungai Serayu serta mengetahui hambatan bendungan untuk ruaya ikan Sidat. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Larva Sidat yang masuk sungai Serayu yaitu Anguilla bicolor, Anguilla nebulosa, dan Anguilla marmorata. Pola osmoregulasi ikan Sidat di muara sungai Serayu berpola osmokonformer, dan Bendung Kebasen berpola hypoosmotic regulatory dengan Tingkat Kerja Osmotik (TKO) mendekati iso-osmotik (isosalinity) pada media dengan salinitas 0 – 7ppt dengan TKO sebesar 0,17 – 0,58 mOsm/l H2O, dan berpola regulasi hipo-osmotik (hyposmotic regulatory) pada media dengan salinitas 10 – 27ppt dengan nilai TKO sebesar 10,28 – 327, 86 mOsm/l H2O. Salah satu penghalang yang sangat efektif untuk menghentikan ruaya larva ikan Sidat yaitu adanya Bendung Kebasen.
POTENSI PENCEMARAN TIMBAL (Pb) DAN KADIUM (Cd) BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR PENGKAYAAN DAN FAKTOR KONTAMINASI DI PERAIRAN TELUK JEPARA Mulia Delvi, Betlin Indriani; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28238

Abstract

Logam berat Pb dan Cd di sepanjang pesisir Teluk Jepara, Jawa Tengah bersumber dari limbah domestik dan industri yang ada di sekitarnya. Logam berat yang larut ke dalam badan perairan akan berasosiasi dengan bahan tersuspensi dan mengendap di dasar perairan. Masuknya pencemar ke badan perairan dapat menyebabkan kualitas perairan mengalami degradasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi cemaran logam berat berdasarkan faktor pengkayaan dan faktor kontaminasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 di perairan Teluk Jepara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi uji komparasi dengan One-way Anova dan uji regresi linear. Analisis kandungan logam berat pada sampel menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) sesuai SNI. Hasil penelitian menunjukkan nilai logam berat di air telah tercemar oleh timbal (Pb) berdasarkan baku mutu KepMen LH tahun 2014. Untuk logam berat Cd masih berada pada kategori normal. Pada sedimen nilai logam berat tinggi namun masih berada di bawah baku mutu menurut ketetapan Australian and New Zealand Environment and Conservation Council(ANZECC) tahun 2000. Tidak adanya input antropogenik, namun mengindikasikan adanya kontaminasi tingkat rendah yang dapat memicu resiko ekologis terhadap lingkungan.