cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
ANALISIS HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DENGAN BAHAN ORGANIK, LOGAM BERAT (Pb dan Cd) DAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI BETAHWALANG, DEMAK Kinasih, Amanah Raras Nawang; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.291 KB)

Abstract

Sungai Betahwalang merupakan perairan yang mendapat masukan material dan nutrient yang berasal dari kegiatan-kegiatan seperti industri rumah tangga, pertambakan, jalur pelayaran serta kegiatan pariwisata berlangsung tanpa adanya pengelolaan. Kegiatan tersebut diperkirakan berpengaruh terhadap sebaran sedimen, kandungan bahan organik, logam berat, dan kelangsungan hidup organisme di sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekstur sedimen, bahan organik, logam berat (Pb dan Cd), dan kelimpahan makrozoobentos yang terdapat pada Sungai Betahwalang. Selain itu juga untuk mengetahui hubungan antara tekstur sedimen, bahan organik, logam berat (Pb dan Cd), dan kelimpahan makrozoobentos. Metode sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling yang dilaksanakan pada lima stasiun yang diukur selama tiga kali waktu sampling. Stasiun 1 berada didaerah pelabuhan kapal, stasiun 2 berada dilokasi yang dilewati kapal, stasiun 3 berada di pertemuan antar sungai, stasiun 4 di persimpangan sungai, dan stasiun 5 terletak di muara sungai. Hasil rata-rata konsentrasi tekstur sedimen fraksi pasir 8,65-11,53, lumpur 74,67-78,62, liat 8,17-16,62. Tekstur sedimen yang mendominasi yaitu lumpur, bahan organik yang terkandung dalam kategori sedang, logam berat (Pb dan Cd) dengan kisaran di bawah batas maksimum, dan kelimpahan makrozoobentos sebesar 86,95 – 2565,21ind/grab. Dari hasil penelitian diperoleh hubungan tekstur sedimen dengan bahan organik diduga memiliki hubungan positive adalah fraksi lumpur dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,24. Hubungan antara tekstur sedimen dengan logam berat Pb diduga memiliki hubungan positive adalah fraksi lumpur dengan nilai korelasi sebesar r = 0.03. Hubungan antara tekstur sedimen dengan logam berat Cd diduga memiliki hubungan positive adalah fraksi lumpur nilai korelasi sebesar r = 0.21. Hubungan antara tekstur sedimen dengan  kelimpahan makrozoobentos diduga memilki hubungan positive adalah fraksi lumpur dengan nilai korelasi sebesar r = 0.41. Betahwalang river is a water area that receives material and nutrient from many activities of Betahwalang estuary. The activities are home industry, aquaculture, shipping line, and tourism that continuously without a proper management., The activities is expected to affect of sedimen distribution, organic matter content,  heavy metal, and the survival of organism in the sediment. The aim of this research is to explore sediment texture, organic material, heavy metal (Pb and Cd), and macrozoobenthic abundance. We use the purposive sampling method for data collecting  at five different stations with three times of sampling. Station 1 is located at ship harbour. Station 2 is located in the area of ship track. Station 3 is located in the confluence of rivers. Station 4 is located at the intersection of rivers. And Station 5 is located at river estuary. The average concentrated results of sand, mud, and clay are 8.65-11.53, 74.67-78.62, and 8.17-16.62, respectively. Sediment texture values dominated are silt.  Organics material are in the medium category. The value of heavy metal (Pb and Cd) is less than the maximum limit. And the value of the Macrozoobenthic is in the range of 86,95 – 2565,21 ind/grab. From the results, we conclude are obtained sediment texture relationship with organic matter are thought to have a positive relationship with the sludge fraction of the value of the correlation coefficient of r = 0.24. The relationship between the texture of the sediment with heavy metals Pb is thought to have a positive relationship with the sludge fraction of the value of a correlation of r = 0:03. The relationship between the texture of the sediment with heavy metals Cd is believed to have a positive relationship sludge fraction correlation value of r = 0:21. The relationship between sediment texture with macrozoobenthic abundance is thought to have the positive relationship with the sludge fraction of the value of a correlation of r = 0:41.
STRATIFIKASI VERTIKAL NO3-N DAN PO4-P PADA PERAIRAN DI SEKITAR ECENG GONDOK (Eichornia crassipes Solms) DENGAN LATAR BELAKANG PENGGUNAAN LAHAN BERBEDA DI RAWA PENING Rovita, Galin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 1, No 1 (2012): Journal of Management of Aquatic Resources
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.643 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2012 di Rawa Pening. Stasiun yang digunakan untuk penelitian yaitu Stasiun I pada lingkungan KJA (Karamba Jaring Apung) dan Stasiun II pada lingkungan pengambilan Eceng Gondok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gradien perubahan NO3-N dan PO4-P secara vertikal dan horizontal dari aktivitas KJA dan pengambilan Eceng Gondok dan untuk mengetahui status kesuburan perairan berdasarkan gradien NO3-N dan PO4-P di sekitar lingkungan tersebut. Metode sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi NO3-N dan PO4-P pada kedua lingkungan tidak dipengaruhi oleh jarak maupun kedalaman perairan. Kandungan rata-rata NO3-N di lingkungan KJA lebih tinggi dibandingkan pada lingkungan pengambilan Eceng Gondok, sedangkan kandungan rata-rata PO4-P di lingkungan pengambilan Eceng Gondok lebih tinggi dibandingkan di lingkungan KJA. Kondisi lingkungan KJA berdasarkan konsentrasi NO3-N cenderung mesotrofik, sedangkan di lingkungan pengambilan Eceng Gondok cenderung oligotrofik. Kondisi lingkungan dikedua lokasi berdasarkan konsentrasi PO4-P cenderung eutrofik.Kata kunci: NO3-N, PO4-P, Eceng Gondok, Rawa PeningAbstractThe research was done in Mei to Juli 2012 in Rawa Pening. Station used for research that is Station 1 at environment of floating net cages and Station 2 at environment cutting of Water Hyacinth. This research aim to know gradien change of NO3-N and PO4-P vertically and horizontal of activity in floating net cages and in cutting of Water Hyacinth as well as to know status fertility of territorial water pursuant to NO3-N gradien and PO4-P gradien around environment. Sampling method use method of purposive sampling. Result of research show NO3-N concentration and PO4-P concentration at both environment do not influence by distance and also deepness of territorial water. Mean NO3-N content in environment of floating net cages higher compared to at environment cutting of Water Hyacinth, while PO4-P mean content in environment of cutting of Water Hyacinth compared to in environment of floating net cages. Condition of environment of floating net cages pursuant to concentration of NO3-N tend to mesotrofik, while in environment cutting of Water Hyacinth tend to oligotrofik. Condition of environment both of location pursuant to concentration of PO4-P tend to eutrofik.Keyword: NO3-N, PO4-P, Water Hyacinth, Rawa Pening
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA PANTAI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI PULAU MENGKUDU KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Awita, Rida; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Mengkudu merupakan salah satu pulau di Desa Totoharjo Kabupaten Lampung Selatan. Pulau Mengkudu mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai daerah wisata.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pulau Mengkudu, Partisipasi masyarakat sekitar Pulau Mengkudu, daya tarik wisata di Pulau Mengkudu dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pulau Mengkudu. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016-Januari 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 9 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 25 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pulau Mengkudu terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah dengan adanya pasir timbul, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, dan pemandangan dari atas bukit. IKW Pulau Mengkudu pada pagi hari di stasiun I dan III adalah 77% masuk kedalam kategori S2 atau Sesuai, stasiun II 83% menunjukkan kategori S1 atau Sangat Sesuai, sedangkan sore hari di stasiun I, stasiun II dan III adalah 89%. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Mengkudu pada sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Secara umum daya tarik wisata di Pulau Mengkudu  mendapat respon positif oleh responden. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Partisipasi Masyarakat; Pulau Mengkudu ABSTRACT Mengkudu Island is one of the islands in Totoharjo Village, South Lampung Regency. Mengkudu Island has the potential that can be utilized as a tourist area. The purpose of this study was to know the potential of tourism that can be developed in Mengkudu Island, participation of people around Mengkudu Island, tourist attraction in Mengkudu Island and the value of Tourism Suitability Index (IKW) in Mengkudu Island. The research was conducted from December 2016 to January 2017. The method used in this research were quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaires to 9 respondents using purposive sampling technique and 25 respondents using accidental sampling. Tourism potential of Mengkudu Island were so attracted especially the physical condition of beautiful beach with the sand arise, tourism activities like swimming, and the view from the top of the hill. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Tourism Suitability Index (IKW) of Mengkudu Island in the morning at station I and III was 77% classified to S2 or suitable, station II 83% classified to S1 or very suitable, while afternoon at station I, station II and III is 89%. This showed that Mengkudu Island in the afternoon classified to S1 or very suitable for coastal tourism activities. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Keyword: Tourism Suitability, Participation of People, Mengkudu Island.
STRATEGI KELOMPOK PANTAI LESTARI DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN REHABILITASI MANGROVE DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Prayudha, Egar Dwi; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.239 KB)

Abstract

Strategi yang tepat sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Kurangnya informasi dan kajian ilmiah mengenai kegiatan perumusan strategi suatu kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove, akan membuat kelompok-kelompok masyarakat pelestari mangrove seperti Kelompok Pantai Lestari menjadi tidak mempunyai acuan yang cukup untuk membuat perencanaan atau strategi yang tepat dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan mangrove dan mendapatkan strategi yang tepat dalam pengembangan  kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap sumberdaya manusia dan kelembagaan Kelompok Pantai Lestari, keadaan kawasan rehabilitasi mangrove, dan kegiatan  pemanfaatan mangrove oleh masyarakat lokal. Selanjutnya dilakukan fokus grup diskusi (FGD) bersama dengan semua anggota Kelompok Pantai Lestari untuk merumuskan strategi pengembangan menggunakan Analisis SWOT. Hasil yang didapatkan, faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan  pengelolaan kawasan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong adalah faktor internal dan faktor eksternal. Strategi yang terpilih adalah strategi agresif yang memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. The right strategies are needed by mangroves conservational groups in developing the rehabilitation of mangroves areas they are managed. The lack of information and scientific studies on the strategy formulation by the mangroves conservational groups in developing mangroves areas, will cause the mangroves conservational groups, such as Pantai Lestari Group, do not have enough references to make the appropriate plans or strategies in developing mangroves areas they are managed. The aims of this study were to determine the factors associated with mangroves management activities and found the right strategy for the development of the mangroves area rehabilitation  in Desa Karangsong. This study applied the descriptive case study as a method. Data were collected through interviews and observations to observe the human resources and the institution of Pantai Lestari Group, the condition of mangroves rehabilitation area, and the utilization of mangroves by the local communities. Subsequently, a focus group discussion (FGD) was condusted with all members of Pantai Lestari Group in formulatting development strategies using SWOT analysis. As the results, the factors related to the management activities of mangroves rehabilitation areas in Desa Karangsong were internal and external factors. The appropriate strategy of mangroves rehabilitation areas development was aggressive strategy in maximizing the power of advantaging the opportunities.
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI SUNGAI TENGGANG, SEMARANG, JAWA TENGAH Heavy Metal Concentration of Pb in Nile tilapia (Oreochromis niloticus) in the Tenggang River, Semarang, Central Java Agustina, Dana Yuli; Suprapto, Djoko; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.459 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24262

Abstract

ABSTRAK Timbal merupakan logam berat yang bersifat toksik dan biasanya bersumber dari industri cat, baterai dan percetakan. Sungai Tenggang berdekatan dengan Lingkungan Industri Kecil (LIK) dan pemukiman sehingga meningkatkan limbah ke dalam perairan termasuk logam berat. Hal tersebut menjadi alasan mengapa penelitian mengenai kandungan logam berat timbal pada ikan nila (Oreochromis niloticus) di Sungai tenggang, Semarang, Jawa Tengah ini dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal pada air dan ikan nila, mengetahui nilai biokonsentrasi faktor ikan nila serta mengetahui batas konsumsi mingguan daging ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif serta sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil perhitungan konsentrasi logam berat Pb dalam air rata-rata sebesar 0,155 mg/l. Konsentrasi logam berat Pb dalam daging ikan nila rata-rata 2,35 mg/kg. Hasil perhitungan bioconcentration factor (BCF) berkisar antara 12,03 – 17,17.  Hasil perhitungan berat maksimal konsumsi ikan nila mingguan diperoleh rata-rata sebesar 0,63 kg/minggu. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa kadar konsentrasi logam berat timbal pada air dan ikan nila di Sungai Tenggang tergolong cukup tinggi serta sudah melebihi ambang batas baku mutu yang telah ditentukan. Angka BCF logam berat timbal pada ikan nila termasuk dalam kategori tingkat akumulatif rendah (BCF < 100). ABSTRACT Plumbum is heavy metal that is toxic and source from paint industry, battery and printing. Tenggang river near with small industrial environment (LIK) and settlement so that increasing the waste entering to river including heavy metal waste. This is the reason for this research do. This study aims to determine the heavy metal Pb of water and Nile tilapia meat, bioconcentration factor of nile and knowing the limit of weekly consumption of  nile tilapia meat (MTI). The study was conducted in April 2019. The method used was a descriptive method with the determination of sampling using purposive sampling. The result of heavy metal Pb concentration in water averaged by 0,155 mg/l. Concentration of heavy metal Pb in Nile tilapia (Oreochromis niloticus) meat averaged by 2,35 mg/kg. The calculation result of bioconcentration factor (BCF) is range between 12,03 – 17,17. The maximum limit result of weekly fish consumption is averaged by 0,63 kg/minggu. Based on the results obtained it can be concluded that concentration of heavy metal Pb in water and nile tilapia tenggang river quite high and has reached above the permisible limit. BCF number of heavy metal in nile tilapia fall into the category of low accumulative levels (BCF < 100).
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PESISIR DI KELURAHAN MUARAREJA KOTA TEGAL Muttaqin, Muhammad Fadil; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.389 KB)

Abstract

Kelurahan Muarareja merupakan salah satu kelurahan yang terletak di daerah pesisir Kota Tegal. Tren wisata  pesisir menjadikan Muarareja sebagai salah satu destinasi wisata baru. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi wisata di Kelurahan Muarareja serta mengkaji persepsi, partisipasi dan aspirasi masyarakat lokal dan pengunjung serta menyusun strategi dalam pengembangan wisata. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Mei 2015 dengan pendekatan secara deskriptif menggunakan alat bantu kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan.Total responden yang digunakan sebanyak 100 orang.  Potensi wisata di Kelurahan Muaraeja adalah  Pantai Muara Indah dan Wisata Mangrove Dukuh Kajongan dengan panjang garis pantai 2,33 km dan  nilai kesesuain pantai sebesar 512 yang termasuk dalam kategori cukup sesuai (S2), sedangkan potensi daya tarik budaya adalah sedekah laut dan kesenian balo-balo. 87% masyarakat dan 73% pengunjung masuk dalam kategori mengetahui  dalam pengembangkan wisata pesisir. Partisipasi masyarakat  sebesar 64,5% dan pengunjung 39,75% mempunyai kategori tinggi dalam mengembangkan wisata pesisir. Aspirasi responden 78% setuju dalam pengembangan wisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal, dan 80% mengingikan pembangunan fasilitas objek wisata berupa tempat bermain anak. Strategi berdasarkan rangking pertama hasil analisis SWOT adalah melakukan kaderisasi anggota Pokdarwis; memperbanyak kunjungan atau studi banding ke kawasan wisata pesisir di daerah lain; melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Muarareja village is one of the villages which located in the Tegal coastal areas. Coastal tourism tren make Muarareja is one of the new tourism destinations. This aims of this research were to determine the tourism potential in the Muarareja village, to understand perception, participation and aspirations  local community and also the visitors, to set  tourism development strategy. The study was conducted on  February to May 2015 with  descriptive approach using  questionnaires and direct observations in the field. Total respondents are 100 peoples. The tourism potential in the Muaraeja village are Muara Indah coastal and Mangrove tourism at Kajongan Sub village with 2.33 km coastline and the beach suitability value of 512 are include  in the moderate class category (S2), where as culture potential are “ sedekah laut” (sea charity) and ” balo – balo”(tambourine attraction). Perceptions result showed that 87% of community and 73% visitors are known about coastal tourism development.  The community participation to development of coastal tourism have high category in the percentage 64.5% and visitor are 39.75%. Respondent aspirations in development coastal tourism of 78%  agree to involve the local community in the development of coastal tourism, and 80% want to develop an attraction facility such children’s playground. The strategy based on the first rank of SWOT analysis are recruitment to Pokdarwis member; multiply visits or field study to the coastal tourist in other areas; coordination with community leaders and local authorities.
HUBUNGAN ANTARA TOTAL BAKTERI DENGAN BAHAN ORGANIK, NO3 DAN H2S PADA LOKASI SEKITAR ECENG GONDOK DAN PERAIRAN TERBUKA DI RAWA PENING Purwandari, Yusrianti; Purnomo, Pujiono Wahyu; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.258 KB)

Abstract

Fenomena eutrofikasi di perairan Rawa Pening dapat dikatakan telah mencapai tahap akut. Hal ini dapat dilihat dari melimpahnya populasi tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang menutupi sebagian kawasan Rawa Pening. Pertumbuhan Eceng Gondok yang tidak terkendali akan mempengaruhi ekosistem danau Rawa Pening.Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya defisit oksigen (O2) dan terganggunya proses nitrifikasi. Apabila hal ini terjadi secara terus-menerus dapat terjadi potensi bahaya pendangkalan. Proses nitrifikasi sendiri tidak terlepas dari bakteri, proses nitrifikasi merupakan proses yang mengubah ammonia menjadi nitrat dengan bantuan bakteri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan metode sampling menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 2 stasiun yaitu kawasan perairan terbuka dan kawasan tutupan Eceng Gondok. Data yang diukur meliputi total bakteri, bahan organik, NO3, H2S, kedalaman, kecerahan, arus, suhu, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tergolong tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan total bakteri di perairan Rawa Pening yang tinggi. Kandungan NO3 pada perairan iniberkisar antara  0,088 – 0,279  mg/l. Sedangkan kandungan H2S berkisar antara 0,009 – 0,015 mg/l.
ANALISIS MORFOMETRI, JENIS DAN SEBARAN TANGKAPAN IKAN MANYUNG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN (Morphometric Analysis, Species and Catch Distribution of Manyung Fish in Pekalongan Domestic Fishing Port Pekalongan) Marbun, April Yani; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.014 KB)

Abstract

Ikan Manyung merupakan salah satu jenis ikan pantai di Laut Jawa yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan jenis ikan lepas pantai. Pada tahun 2011, produksi Ikan Manyung di Indonesia mencapai 90.980 ton dan merupakan produksi terbesar untuk golongan ikan demersal. Sebagai tindak lanjut dan menjaga keseimbangan ekosistem, maka diperlukan monitoring. Penelitian bertujuan untuk mengetahui analisis morfometri, jenis, serta sebaran tangkapan Ikan Manyung. Penelitian dilaksanakan pada bulan 21 April-13 Mei 2017 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Dari hasil penelitian terdapat 2 jenis Ikan Manyung yang didaratkan yaitu Manyung Utik (Arius thalasinus) dan Manyung Pidada (Arius maculatus). Sebaran titik koordinat penangkapan berada pada kisaran lintang 05048’74.8” sampai 06056’10” dan bujur 109054’49.3” sampai 110045’39.6”. Daerah sebaran titik tangkap berada di daerah Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Semarang dan Jepara. Manyung fish is one of java island species includes as demersal and off shore fish. In 2011, total fish production in Indonesia reached 90,980 tons and is the largest production for demersal fish group. As a follow up of this and maintain the balance of the ecosystem, it is necessary monitoring. The study was aimed to determine the morphometric analysis, species and catch distribution of manyung fish.  The study was conducted in 21 April-13 May 2016 at the Pekalongan Domestic Fishing Port, Central Java This research used survey method and sampling was done by a purposive sampling. There were 2 species of manyung were landed, there are Manyung Utik (Arius thalasinus) and Manyung Pidada (Arius maculatus). Distribution of fishing coordinate point was in the range of latitude 05048'74.8 until 06056'10" and the longitude 109054'49.3" until 110045'39.6". The catch distribution is located in Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Semarang and Jepara.
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN HABITAT BIVALVIA DI SUNGAI WISO JEPARA Pancawati, Dika Nugraini; Suprapto, Djoko; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.046 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan interaksi fisika kimia perairan terhadap habitat bivalvia. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling (SRS). Penelitian dilakukan di Sungai Wiso, Jepara pada bulan April 2014 dengan mengambil titik sampling sejumlah 20 titik secara acak. Titik sampling yang digunakan untuk menganalisis faktor fisika kimia perairan adalah titik yang memiliki kepadatan tertinggi dan terendah. Uji statistik regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor fisika kimia perairan terhadap bivalvia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik yang memiliki kepadatan tertinggi adalah T6, T17, T20 dan titik yang memiliki kepadatan terendah adalah T1, T2, T3. Hasil analisis faktor fisika kimia perairan yang diperoleh, seperti kecerahan perairan berkisar 17-32 cm; kedalaman berkisar 17-53 cm; temperatur air berkisar 27-30 oC; kecepatan arus berkisar 0,14-0,4 m/dt dengan tipe arus lambat sampai sedang; pH senilai 7; oksigen terlarut (DO) berkisar 3-6,1 mg/l dan kandungan organik substrat berkisar 2,3-8,3%. Keberadaan jenis bivalvia di dasar perairan berbanding positif dengan kecerahan, oksigen terlarut, dan bahan organik, serta berbanding negatif dengan kecepatan arus. Dalam interaksi fisika kimia perairan terhadap habitatnya, bivalvia cenderung memilih kondisi lingkungan serta tipe habitat yang sesuai, agar tetap tumbuh dan berkembangbiak. Indikasi yang menunjukkan kesesuaian suatu habitat bagi bivalvia adalah seragamnya bivalvia yang ditemukan pada lokasi penelitian ini dan bivalvia yang dominan adalah Anadara sp. This research aimed to determine the physical chemical interactions formed a properties aquatic habitat of bivalves. The applied method was exploratory and sampling using Simple Random Sampling (SRS). The research was conducted in Wiso River, Jepara in April 2014, by taking sampling point a number of 20 point randomly. Sampling points to analyze the physical chemical waters factor is a point that has the highest and lowest of bivalves density. Regression and correlation statistical tests were used to identify the influence or those environmental factors to bivalves. The results shown that the point which has the highest density is T6, T17, T20 and the point that has the lowest density is T1, T2, T3. The results of chemical physical waters analysis obtained, such as the water transparency ranged from 17-32 cm, the water depth ranged from 17-53 cm, while water temperature 27-30 oC, stream velocity ranged from 0,14-0,4 m/dt within slow type to medium, acidity observed 7, dissloved oxygen (DO) was around 3-6,1 mg/l and the persentation organic substrates was 2,3-8,3. The existence of bivalves in waters linear positive to brightness, dissolved oxygen,  and organic substrates, as well as linear negative to the flow velocity. In the interaction of waters chemical physical to the habitats, bivalves tend to choose the environmental conditions and the type of suitable habitat, in order to growing well and multiply. This research shown that Anadara sp. was the dominant species found in the location. The characteristic habitat of Anadara sp. had been identified in this research.
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DAN INDEKS KUALITAS AIR SUNGAI SILANDAK DAN SUNGAI SIANGKER, SEMARANG Tyas Lufiana; Haeruddin Haeruddin; Churun Ain
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.742 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i3.14399

Abstract

ABSTRAKSungai Silandak dan Singker merupakan sungai penting dalam sistem drainase Semarang Barat.Sungai tersebut telah dialiri limbah industri dan limbah domestik yang berasal dari pemukiman warga sekitar. Adanya masukan limbah industri dan domestik akan berpengaruh terhadap kualitas air sungai seperti peningkatan unsur hara yang dapat menyebabkan eutrofikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beban pencemaran (TSS, Nitrat, Fosfat) yang akan bermuara ke Teluk Semarang serta mengkaji status pencemaran berdasarkan metode Indeks Kualitas Air pada Sungai Silandak dan Sungai Siangker. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh air yang diambil pada bagian hulu, tengah dan hilir.Metode penelitian menggunakan metode survei, teknik penentuan lokasi sampling bersifat purposive pada 6 titik lokasi sempling.Contoh air diambil menggunakan metode komposit sebanyak 500 ml pada pagi dan sore hari dengan interval waktu 1 minggu. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis beban pencemaran yang berasal dari Sungai Silandak yaitu TSS 838,31 mg/detik, nitrat 5,44 mg/detik dan fosfat 5,08 mg/detik dan Sungai Siangker TSS 417,76 mg/detik, nitrat 4,18 mg/detik dan fosfat 3,42 mg/detik. Kualitas air Sungai Silandak bagian hulu, tegah dan hilir secara berturut-turut termasuk dalam kelas tercemar berat, tercemar sedang dan tercemar sangat berat. Sedangkan kualitas air Sungai Siangker bagian hulu, tengah dan hilir secara berturut-turut termasuk dalam kelas tercemar berat, tercemar berat dan tercemar sangat berat. Kata kunci: Beban Pencemaran, Indeks Kualitas Air, Sungai Silandak, Sungai Siangker ABSTRACTSilandak and Siangker were the important rivers in drainage system on West Semarang. The rivers drained industrial and the domestic waste from around the residential. The industrial and domestic wastes influenced the quality of the waters as the improvement of nutriens that made eutrophication. The purpose of this study was to know the pollution load (TSS, nitrate, phosphate) that flew to bay of Semarang and to review status of pollution from Silandak and Siangker rivers based on the Water Quality Index. Samples of water from Silandak and Siangker rives were taken from the upstream, midstream and downstream. The method used in this study a purposive sampling method to determine on 6 sampling points. Water samples were taken 500 ml by composite in the morning and afternoon in a week. The ammount of pollution load from Silandak river was TSS 838.31 mg/second, nitrate 5.44 mg/second and phosphate 5.08 mg/second and the ammount from Siangker river was TSS 417.76 mg/second, nitrate 4.18 mg/second and phosphate 3.42 mg/second. The water quality of Silandak river from the upstream, midstream and downstream in a row classified as heavily polluted, moderately polluted and very heavily polluted class while Siangker river from the upstream, midstresm and downstream rin a row classified heavily polluted, heavily polluted and very heavily polluted class. Key word:Pollution Load, Water Quality Index, Silandak River, Siangker River