cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Hubungan Kelimpahan Epifit ( Microalgae ) dengan Nitrat dan Fosfat pada Lamun ( Cymodocea Serrulata ) di Pulau Panjang, Jepara Banuaji, Heru; Widyorini, Niniek; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28268

Abstract

Epifit merupakan organisme yang menempel pada lamun dan memiliki peran penting dalam daur hara, menyediakan perlindungan, penyedia pakan, dan sebagai bioindikator terhadap kerusakan ekosistem. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 di Pulau Panjang dan analisa data dilakukan di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan FPIK Undip. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel lamun untuk diambil epifitnya dan pengukuran kualitas perairan seperti kedalaman, kecerahan, pH, salinitas, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat. Pengukuran pada variabel fisika adalah sebagai berikut, yaitu kedalaman perairan 30-126 cm, kecepatan arus 0,027-0,588 m/s, dan suhu 28-310C. Nilai kelimpahan epifit adalah 1180,54-5486,02 Individu/cm2 . Nilai keanekaragaman adalah 1,3-2,22. Nilai keseragaman 0,76- 0,97, dan nilai dominansi adalah 0,15-0,35. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 9,1% sedangkan 90,9% di pengaruhi oleh faktor lain. Hubungan antara nitrat, fosfat dengan epifit lemah yaitu sebesar 30,2%. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa nitrat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 97,3%, dan fosfat mempengaruhi kelimpahan epifit sebesar 82,02%.
Status Mutu Air Musim Penghujan Sungai Bah Bolon Segmen Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara Simangunsong, Erica; Afiati, Norma; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31653

Abstract

Sungai Bah Bolon merupakan sungai terbesar di Kota Pematangsiantar. Sepanjang aliran sungai terdapat berbagai kegiatan seperti: aktivitas domestik dan industri, yang menyebabkan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi kualitas air sungai melalui pengujian konsentrasi parameter fisika dan kimia yang dibandingkan dengan baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta status pencemaran Sungai Bah Bolon berdasarkan Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021 di Sungai Bah Bolon, Pematangsiantar. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu titik A, titik B dan titik C dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diuji secara in-situ meliputi pH, debit dan temperatur air, secara ex-situ meliputi: TSS, DO, COD, BOD dan fosfat serta melakukan analisis di Laboratorium PT. Radar Akurasi Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran konsentrasi peubah mutu air suhu adalah 24,3 – 27,2 ºC; pH 7,45 – 7,9; DO 6,19 – 7,24 mg/L; TSS 72 – 91 mg/L; COD 37,88 – 51,13 mg/L; BOD 2,14 – 3,82 mg/L dan fosfat 0,13 – 0,17 mg/L. Variabel kualitas air TSS, COD, dan BOD telah melebihi baku mutu Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Kelas II. Rasio BOD/COD yang diperoleh yaitu 0,04 – 0,09 mengindikasikan bahwa bahan pencemar bersifat non-biodegradable. Hasil perhitungan Indeks Pencemaran  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 menunjukkan bahwa Sungai Bah Bolon Segmen Pematangsiantar termasuk dalam kategori sungai tercemar ringan dengan nilai indeks pencemaran antara 1,55 – 1,96.
Valuasi Ekonomi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Pariwisata Waduk Kedung Ombo Subwilayah Kabupaten Boyolali Andani, Yustutik; A'in, Churun; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28282

Abstract

Waduk Kedung Ombo (WKO) merupakan waduk yang berada di perbatasan tiga wilayah kabupaten yaitu Grobogan, Boyolali dan Sragen. WKO memberikan manfaat cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek perikanan dan pariwisata, oleh karena itu diperlukan penilaian ekonomi untuk menentukan seberapa besar potensi yang dihasilkan dari pemanfataan waduk tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2020 di WKO Subwilayah Kabupaten Boyolali dengan 139 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai ekonomi dari aspek pemanfaatan sumberdaya perikanan dan pariwisata WKO subwilayah Kabupaten Boyolali. Penentuan responden perikanan tangkap dan pariwisata menggunakan metode accidental sampling/ convenience sampling, pembudidaya KJA menggunakan metode snow ball, usaha wisata menggunakan dua metode yaitu metode sensus dan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu Market Price Method untuk perikanan tangkap dan budidaya KJA. Metode Travel Cost Method (TCM) untuk pariwisata dan metode Surplus Produsen untuk kegiatan usaha wisata. Nilai ekonomi sumberdaya perikanan sebesar Rp121.556.437.950,00/tahun (perikanan tangkap Rp14.505.391.950,00 dan budidaya KJA Rp107.051.046.000,00). Nilai tersebut menunjukan bahwa perairan WKO subur dan tersedia pakan alami yang cukup sehingga sumberdaya perikanannya besar dan nilai ekonomi pariwisata sebesar Rp13.098.225.248,00/tahun, usaha perahu Rp325.842.000,00/tahun dan usaha kuliner Rp396.738.000,00/tahun. Nilai tersebut menunjukan bahwa pengelolaan pariwisata di WKO tepat, pelayanan dan fasilitas memadai sehingga mampu menambah nilai ekonomi untuk masyarakat.
Kualitas Perairan Ditinjau dari Kelimpahan Bakteri Coliform di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Utari, Erni Dwi; Widyorini, Niniek; Ayuningrum, Diah
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.27910

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang yang ada di Semarang dan membelah kota Semarang. Banyaknya pemanfaatan yang dilakukan di sungai Banjir Kanal Barat dan semakin bertambahnya penduduk di sekitar sungai banjir Kanal Barat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan di sungai tersebut. Salah satu indikator penururnan kualitas perairan adalah adanya pencemaran di perairan yaitu bakteri Coliform. Bakteri Coliform adalah bakteri yang memiliki ciri-ciri berbentuk batang, termasuk dalam golongan bakteri gram negatif dan bakteri fakultatif aerobik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform dan mengetahui kualitas perairan sungai Banjir Kanal Barat, Semarang berdasarkan kelimpahan bakteri Coliform. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling, sedangkan untuk mengetahui kelimpahan bakteri Coliform menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan bakteri Coliform dari keseluruhan stasiun sebanyak >110.000 MPN/100ml. Kelimpahan bakteri Coliform di sungai Banjir Kanal Barat, Semarang telah melampaui batas baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan dapat dinyatakan bahwa sungai Banjir Kanal Barat, Semarang sudah tercemar bakteri Coliform. Melimpahnya bakteri Coliform di perairan akan menyebabkan gangguan pada biota air dan gangguan kesehatan pada manusia yang terkontaminasi bakteri ini.
Aspek Reproduksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Perairan Waduk Jatibarang Kabupaten Semarang Adi, Faiz Prasetya; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31648

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Semarang, Waduk Jatibarang terletak di kecamatan Gunung Pati yang meliputi Kelurahan Jatirejo dan Kandri, serta kecamatan Mijen yang meliputi Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane. Ikan Nila dan Ikan Tawes merupakan ikan ekonomis penting yang memiliki harga cukup tinggi. Informasi mengenai Ikan Nila dan Ikan Tawes di Waduk Jatibarang masih terbatas sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek biologi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Ikan Nila dan Ikan Tawes diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, dan Fekunditas. Penelitian dilakukan secara survei dengan pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Oktober 2020 dengan selang waktu pengambilan 2 kali di Waduk Jatibarang Semarang menggunakan alat tangkap surface gillnet dan pancing, jumlah yang didapatkan 60 ekor Ikan Nila dan 18 ekor Ikan Tawes. Pada penelitian ini yang diamati aspek biologinya. Panjang total Ikan Nila yang diperoleh antara 9,5 - 34,9 cm dan Ikan Tawes berkisar 11,2 - 18,9 cm. Nisbah kelamin Ikan Nila menunjukkan perbandingan 2 : 1, sedangkan Ikan Tawes menunjukkan perbandingan 17 : 1. Tingkat Kematangan Gonad Ikan Nila dikelompokkan menggunakan buku kunci Tingkat Kematangan Gonad (TKG), pada Ikan Tawes didapatkan Tingkat Kematangan Gonad hingga Perkembangan II. Hasil rata-rata IKG Ikan Nila Jantan sebesar 0,19%, sedangkan Ikan Nila Betina 1,09%. Pada Ikan Tawes Jantan didapatkan rata-rata IKG sebesar 0,96%, sedangkan Ikan Tawes Betina sebesar 4,79%. Fekunditas ikan Nila diperoleh berkisar antara 28 – 27.326 butir/individu.
Biokonsentrasi Dan Kelayakan Konsumsi Mingguan Logam Berat Tembaga (Cu) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Morosari, Demak Rahmadhati, Kharisma Yulia; Rudiyanti, Siti; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30775

Abstract

Perairan Morosari menjadi lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak yang diduga berpotensi tercemar logam berat. Kerang hijau (Perna.viridis) merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi, apabila biota tersebut mengakumulasi logam berat secara berlebihan dapat membahayakan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Perairan Morosari, Demak bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cu pada air dan kerang hijau, mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, serta mengetahui nilai BCF (Bioconcentration Factor) dan MTI (Maximum Tolerable Intake). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu pada air berkisar <0,002 – 0,007 mg/L, sementara pada P. viridis berkisar 0,062 – 0,145 mg/kg. Konsentrasi tersebut masih di bawah baku mutu berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 dan Direktorat POM No. 03725/B/SK/VII/89. Terdapat perbedaan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, Sig. (0,000) < 0,05. Hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis menunjukkan hubungan yang kuat, R sebesar 0,696. Tingkat akumulasi Cu pada P.viridis berdasarkan hasil perhitungan BCF termasuk kategori akumulatif rendah. Kelayakan konsumsi mingguan untuk individu dengan berat badan 60 kg diperoleh nilai MTI rata-rata sebesar 2,348 kg/minggu.
Status Perikanan Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap Zahra, Sarah Az; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27419

Abstract

Ikan Tuna Mata Besar merupakan ikan pelagis besar yang memiliki nilai ekonomis penting di bidang ekspor. Tingginya kebutuhan terhadap Tuna Mata Besar mengakibatkan peningkatan intensitas penangkapan yang dilakukan hampir di seluruh perairan Indonesia, termasuk di perairan selatan Jawa yang didaratkan di PPS Cilacap. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian sumberdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan CPUE, nilai Maximum SuistainableYield (MSY), mengetahui potensi perikanan melalui struktur ukuran dan nilai Lc50% dan status tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – Januari 2020. Metode yang digunakan adalah metode acak sederhana, dimana sampel yang diambil berdasarkan kelompok ukuran. Data primer yang dikumpulkan yaitu data panjang ikan, daerah penangkapan, serta produksi dan trip dengan pengambilan data sebanyak dua dalam satu bulan. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan yaitu data produksi dan trip penangkapan tahun 2010-2019. Hasil penelitian diperoleh ukuran ikan berkisar 45-175 cmFL dengan nilai Lc50% sebesar 121,5 cmFL dimana tergolong sudah layak tangkap. Perkembangan CPUE standar sepuluh tahun terakhir cenderung meningkat dengan nilai MSY 1921,64 ton dan F optimum 946 trip. Tingkat pemanfaatan setiap tahunnya berbeda, tahun 2019 menjadi data teraktual untuk saat ini dengan kegiatan tingkat pemanfaatan 69%, namun dengan hasil tangkapan melebihi potensi lestari. Kondisi ini diduga adanya upaya penangkapan overproductive dimana dapat terjadi karena teknologi penangkapan yang semakin modern, besar kapal dan daerah penangkapan yang semakin luas. Status perikanan kegiatan tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar saat ini sudah termasuk dalam kondisi overfishing.
Kajian Aspek Bio-Ekologi Sidat (Anguilla spp.) di Sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma Bengkulu Fitrisyah, Yandi; Hartono, Dede; Purnama, Dewi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.29461

Abstract

Sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar lokal maupun luar negeri. Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang potensial untuk dikembangkan budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil tangkapan sidat di sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma, mengkaji aspek bio-ekologinya melalui hubungan tipologi sungai dengan jenis sidat yang ditemukan di Sungai Air Kungkai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi langsung di Sungai Air Kungkai Kabupaten Seluma. Pengumpulan sampel ikan sidat dan parameter parameter perairan dilakukan selama 3 hari penangkapan oleh nelayan sidat. Parameter perairan yang diukur yaitu kecepatan arus, kecerahan, salinitas, pH, suhu, dan substrat dasar perairan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Dari hasil penelitian ditemukan 1 jenis sidat yaitu Anguilla bicolor bicolor yang termasuk ke dalam kategori sort finned el (bersirip pendek) dengan Anal Dorsal Length (ADL)/%Total Length(TL) 0,93-4,33. Perairan Sungai Air Kungai termasuk tipe perairan lentik. Kondisi parameter perairan di Sungai Air Kungkai masih optimum untuk habitat ikan sidat, yaitu suhu 26,1-28,8°C, salinitas, 0 ppt, pH 6,73-6,78, kecerahan 100%, kecepatan arus 4,1-7,4 cm/s, kedalaman 48-55 cm dan tipe substrat adalah lumpur berpasir Hasil perhitungan uji statistik chi square χ2 hitung > χ2 tabel maka tipe sungai  mempengaruhi jenis sidat yang ditemukan. Perairan Sungai Air Kungai termasuk tipe perairan lentik. 
Effect of Dolomite Lime on pH and H2S of Mangrove Acid Soil Nugraha, Bagas Aditya; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30106

Abstract

Generally, the soil where mangroves grow is soil that has a low level of maturity. The soil around the mangrove forest is a source of pyrite (iron sulfide), so it has a low pH. Using lime will help increase the soil pH so that it is not too acidic. One of the materials used for liming is dolomite lime. The research objective was to determine changes in the concentration of pH, H2S, and nitrate on dolomite lime and to determine the effect of differences in concentrations between those with added dolomite and those not added. This research is experimental with dolomite treatment respectively 6 g, 12 g and 12 g. The variables measured were pH, H2S, and nitrate. The measurement time is for 9 days with an interval of every 3 days. The data analysis used was variance (ANOVA).The results of the ANOVA test showed that dolomite lime had an effect on pH and H2S (α <0.05) and had no effect on the nitrate variable (α> 0.05).
Analysis of Oceanographic Variabels (Temperature, Salinity, Dept) and Food Habits of Spatial Distribution Blue Swimmer Crab in Semarang Waters Isnawati, Nadiya; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.27554

Abstract

The sand characteristik of the Semarang waters becomes one of the suitable habitats for swimming crab. Become Crab live in 2-50 m. The commodity has an attraction for fisherman, because of the high selling price and keeping interest among seafood lovers. High demand for crab in both domestic and non domestic markets encourage crab fisherman to catch large crabs by infrige to allowable sustainable size of crab. The existence of this research encourages efforts to manage crab resources through the aspects of biology, temperature, salinity, depth and crab food habits. The study start on Agust 08, 2019 to September 26, 2019. The purpose of the study was to determine the spatial distribution of temperature, salinity of crab catches, food composition and the relationship of temperature, salinity variables to crab catches. The method used in this research is the survey method, where the crab data is purposive sampling method. The variables used are temperature, salinity and depth. The result of the study found that the spatial distribution of water temperatures ranged from 26-29ºC, salinity ranged from 32 to 36 ‰ and dept ranged from 10 to 30 m, while the result of identification of 14 small crabs obtained that the digestive contents of all crabs were phytoplankton, mollusca, fish, shrimp and non identifiable material. The results of simple linear regression between temperature, salinity, depth with the crab catch each of R2 = 0.108, R2= 0.6814, depth value of R2 = 0,656.