cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KONSERVASI DI KAWASAN CAGAR ALAM PULAU SEMPU KABUPATEN MALANG Rahajeng, Marina Alin; Hendrarto, Boedi; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.181 KB)

Abstract

Pulau Sempu merupakan Cagar Alam yang terletak di Desa Tambak Rejo, Kabupaten Malang. Secara umum masyarakat mengenal Pulau Sempu sebagai tempat wisata. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang konservasi, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi di kawasan Cagar Alam Pulau Sempu serta mengetahui hubungan antara pengetahuan konservasi, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam konservasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan dan kuisioner dengan diberi skor menggunakan skala Likert. Uji Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data yang didapatkan. Total Responden yang digunakan adalah 120 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang konservasi 65% rendah,  tingkat persepsi masyarakat dalam konservasi 54 % rendah sedangkan tingkat partisipasi masyarakat dalam konservasi 56% tinggi. Hasil analisis tidak terdapat korelasi positif nyata antara pengetahuan konservasi dengan persepsi (F= 0,087), terdapat korelasi positif nyata antara konservasi dengan partisipasi (F= 0,000) dan terdapat korelasi positif  nyata antara persepsi dan partisipasi (F= 0,000).  Sempu Island is a Nature Reserve located in the village of Tambak Rejo, Malang. It is known as a tourism spot. This study were conducted to determine the public knowledge on conservation, public perception and public participation in supporting  conservation of the Sempu Island Nature Reserve area and to know the relationship between  knowledge of conservation, perception and public participation in the conservation. Research was conducted in May 2014. The study used a descriptive method. Data  collected by  field observations and scored questionnaires  using a Likert Scale's. The Spearman Rank test was used to analyse the data. Total number of respondent was 120 respondents. The results of this study show that 65% of public have low level of conservation knowledge, 54% of public had a low perception of the conservation program, while 56% of public had a high participation rate on  coservation . The result of the analysis showed that there was no significant positive correlation between knowledge for conservation and the public perception (F= 0,087). The analysis also show a significant positive correlation between conservation and the participation (F= 0,000) and the significant positive correlation was found on the correlation between perception and participation (F= 0,000).
KADAR LOGAM BERAT Pb, Cd DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA EKOSISTEM LAMUN DI TELUK JEPARA Febriana, Himatul Aliyah; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.425 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas primer yang tinggi, hal tersebut didukung oleh keberadaan perifiton yang melekat pada permukaan daun lamun. Pengaruh tersebut dapat berkurang akibat adanya kegiatan perikanan atau aktivitas antropogenik yang menyebabkan pencemaran kandungan logam berat seperti Pb dan Cd. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan perifiton dan kandungan logam berat pada daun lamun serta hubungan kelimpahan perifiton dengan kandungan logam berat di Teluk Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2016 di Teluk Jeparapada lingkungan lamun padat (368 ind/m2), sedang (240 ind/m2), dan jarang (178 ind/m2). Sampling menggunakan metode purposive random sampling dengan menentukan obyek yang diambil sebagai sampel berdasarkan kerapatan lamun. Jenis lamun yang ditemukan di Teluk Jepara adalah Thalassia sp. Rata-rata kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun padat, sedang dan jarang adalah 1742 ind/cm2, 1481 ind/cm2, dan 1249 ind/cm2. Perifiton yang ditemukan dari kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Rodhophyceae, Dinophyceae dan Chlorophyceae. Hasil logam berat  Pb dan Cd selama tiga kali sampling diperoleh nilai yang sama yaitu Pb <100 mg/gr dan Cd <10 mg/gr Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya kandungan logam berat Pb dan Cd tidak mempengaruhi keberadaan perifiton pada daun lamun di perairan Teluk Jepara. Kata kunci: Lamun; Perifiton; Logam Berat Pb dan Cd; Teluk Jepara ABSTRACT Seagrass ecosystem is one of the ecosystems that has high primary productivity, supported by the presence of periphyton which attached to the seagrass leaf surface. The influence can less result of fishing activity or anthropogenic activities can also cause contamination of heavy metals like a Pb and Cd. The purpose of this research were to determine the type of seagrass, the abundance of perifiton and heavy metal content in the seagrass leaves and relationship periphyton abundance to the heavy metal content in the Gulf of Jepara. This research uses descriptive method. Research activities carried out arround March-April 2016 in the Gulf of Jepara in dense seagrass environment (368 ind/m2), moderate (240 ind/m2), dan rare (178 ind/m2).    Determining location of sampling using purposive random sampling method to determine the object sampled by different densities of the seagrass. Seagrass species found in the Gulf of Jepara is Thalassia sp. The average abundance of periphyton in dense, medium and rare seagrass density are 1742 ind/cm2, 1481 ind/cm2, and 1249 ind/cm2. Periphyton types were found came from class of Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Rodhophyceae, Dinophyceae and Chlorophyceae. The result of heavy metals Pb and Cd for three times of the sampling obtained similar content of heavy metals which are Pb <100 mg/gr and Cd <10 mg/gr. Based on the research results concluded that content of Pb and Cd heavy metals is not affect the existence periphyton on leaves of seagrass in the Gulf waters Jepara.  Key Words: Seagrass; Periphyton; Heavy Metal of Pb and Cd; Gulf of Jepara 
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI TUNTANG, MORODEMAK BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA NILAI PRODUKTIVITAS PRIMER DENGAN NO3 dan PO4 Purba, Devi Kristi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.696 KB)

Abstract

Produktivitas primer merupakan deskripsi kuantitatif yang menyatakan kesuburan perairan, juga pemanfaatan konsentrasi unsur hara yang terdapat di dalam suatu badan air melalui laju pembentukan senyawa-senyawa organik. Nutrien sangat dibutuhkan oleh fitoplankton untuk perkembangannya dalam jumlah besar maupun dalam jumlah yang relatif kecil. Setiap unsur hara mempunyai fungsi khusus pada pertumbuhan dan kepadatan tanpa mengesampingkan pengaruh kondisi lingkungan. Unsur P dan N sangat penting untuk pembentukan protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan ortofosfat dan nitrat di sekitar muara sungai Tuntang; dan mengetahui hubungan antara ortofosfat, nitrat dan produktivitas perairan di muara sungai Tuntang, Morodemak.Penelitian ini dilakukan di 7 lokasi sampling perairan sekitar muara sungai Tuntang, Morodemak dan berlangsung antara 22 dan 29 Mei 2014. Pada penelitian ini diukur nilai kandungan nitrat dan ortofosfat serta nilai produktivitas primer. Analisis perbedaan kedalaman nitrat dan ortofosfat menggunakan uji chi-kuadrat.Nilai kandungan nitrat di lapisan permukaan berkisar antara 0.6– 1.6 mg/L dan lapisan dasar berkisar antara 0.6 – 2.5 mg/L. Nilai kandungan ortofosfat di lapisan permukaan berkisar antara 0.1 – 0.24 mg/L dan lapisan dasar berkisar antara 0.17 – 0.48 mg/L. Nilai produktivitas perairan berkisar antara 112.608 – 319.056 mg/C/m3/hari sehingga lingkungan muara dikategorikan mesotrofik.Terdapat hubungan kuadratik antara nitrat, fosfat dan produktivitas primer, diketahui NO3 optimum terjadi pada kadar 1.12 mg/l dan PO4 optimum terjadi pada kadar 0.168 mg/l. Primary produtivity is a quantitative description that stated tropic water status as well as the utilization of nutrients in waters through formation rate of organic matters from anorganic matters. Nutrients are needed by phytoplankton to grow  in large as well as relatively small number. Every nutrients has a special function in phytoplankton growth and density without exclusionthe influence of environmental conditions. N and P are very important element to the formation of proteins. The purpose of this study wereto determine the orthoposphate and nitrate content in the Tuntang river estuary; and to determine the relationship of nitrate, orthoposphate and water productivity in Tuntang river estuary, Morodemak. The study was conducted at 7 locations in the Tuntang river estuary, Morodemak on 22 and 29 May 2014. In this study, nitrate and orthoposphate values were measured and the value of primary productivity. Analysis of differences in the depth of nitrateand phosphate using the chi-square test.The value of  nitrate content in the surface layer ranged between 0.6 – 1.6 mg/L and the bottom layer ranged between 0.6 – 2.5 mg/L.  The value of theorthophospate contentin the surface layer ranged between 0.1 – 0.24 mg/L and the bottom range between 0.17 – 0.48 mg/L. The value of waters productivity ranging between 112.608 – 319.056 mg/C/m3/day therefore it was as categorized as mesotrophik. There are quadratic relationship between nitrate, orthoposphate and productivity primer , and optimum nitrate value on 1.12 mg/l and orthoposphate value on 0.168 mg/l.
ANALISIS KEBUTUHAN OKSIGEN UNTUK DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK SEDIMEN DI KAWASAN MANGROVE DESA BEDONO DEMAK Mia Arista Sari; Pujiono Wahyu Purnomo; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.534 KB) | DOI: 10.14710/marj.v5i4.14422

Abstract

ABSTRAK Salah satu peran penting mangrove bagi kehidupan biota akuatik adalah sebagai penyedia nutrien dari bahan organik yang dihasilkan. Proses dekomposisi bahan organik membutuhkan oksigen dan bantuan bakteri. Apabila kadar oksigen berkurang maka dapat mempengaruhi proses dekomposisi dan akhirnya dapat berpengaruh terhadap kehidupan bentos yang ada. Tujuan dari penelitian adalah  mengetahui kebutuhan oksigen yang digunakan dalam proses dekomposisi bahan organik pada kawasan mangrove. Penelitian bersifat eksperimental terhadap deposit bahan organik. Penelitian mengacu pada rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (deposit organik mangrove padat, sedang, dan jarang) yang masing – masing diulang 3 kali. Penelitian dilakukan di kawasan mangrove desa Bedono, Demak. Peubah utama yang diukur adalah Disolved Oxygen, bahan organik sedimen secara berkala pada jam ke- 0, 12, 24, 36, 48, 60 dan 66. Peubah tambahan yang diukur adalah kelimpahan bakteri. Diukur penurunan Disolved Oxigen pada waktu tertentu. Diukur pula nilai bahan organik sedimen dan kelimpahan koloni bakteri. Hasil yang didapat yaitu nilai kebutuhan oksigen sedimen tertinggi pada stasiun 1 dengan kisaran 1,3 – 3,5. Nilai kebutuhan oksigen sedimen pada stasiun 2 berkisar antara 1,2 – 2,2 dan nilai kebutuhan oksigen sedimen pada stasiun 3 berkisar antara 0,8 - 2,7. Hasil kelimpahan koloni bakteri pada stasiun 1 berkisar antara 1 x 1011 – 1,5 x 1011Cfu/ml. Stasiun 2 berkisar antara 2 x 1011 - 22 x 1011Cfu/ml dan stasiun 3 berkisar antara 1 x 1011 - 2 x 1011Cfu/ml. Kualitas perairan seperti temperatur berikisar antara 27 - 32 ºC. Nilai salinitas beriksar antara 25 - 29‰ dan nilai pH berkisar antara 7 - 8. Kata kunci: Oksigen; Bahan Organik; Sedimen; Dekomposisi ABSTRACT One important role of mangrove for aquatic biota is a provider of nutrients from organic matter produced. The process of decomposition of organic matter need oxygen and help the bacteria. When oxygen levelsdecreases, it can affect the decomposition process and can ultimately affect the existing benthic life. The purpose of the research was to determine the need of oxygen used in the decomposition of organic matter in the mangrove areas. It is a experimental research on the deposit of organic material. The research refers to a completely randomized design with 3 treatments (dense mangrove organic deposits, medium, and rare) that eachs repeated three times. Research conducted in the mangrove areas Bedono village, Demak. The main variables measured were Disolved Oxygen, sedimentary organic matter on a regular basis on the hour 0, 12, 24, 36, 48, 60 and 66. Additional variables that measured the abundance of bacteria.MeasuredDisolvedOxigen decline at a certain time. Measured the value of sedimentary organic matter and the abundance of bacterial colonies. The result is the highest value of the oxygen requirement of sediment at station 1 is in the range of 1,3 to 3,5. The value of the oxygen requirement of sediment at station 2 ranged from 1,2 to 2,2 and the value ofsediment oxygen demand of the three stations ranged from 0,8 to 2,7. The result of the abundance of bacteria colonies from the at station 1 range from 1 x 1011 to 1,5 x 1011Cfu/ml. Station 2 ranging from 2 x 1011 -22 x 1011Cfu/ml and three stations ranged between 1 x 1011 -2 x 1011Cfu/ml. Water quality  such as temperature ranged from 27 - 32 ºC. Salinity value ranged from 25 - 29 ‰ and pH values ranged from 7-8.                                                                                                                              Keywords: Oxygen; Organic Matter; Sediment; Decompotition
SEBARAN DAN JENIS LAMUN PANTAI PANCURAN BELAKANG PULAU KARIMUNJAWA, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JEPARA Cahyani, Nabila Fikri Dwi; Hartoko, Agus; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.901 KB)

Abstract

Pantai Pancuran Belakang adalah salah satu pantai di Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Pulau Karimunjawa memiliki potensi sumberdaya alam pesisir yang besar. Pantai ini juga sebagai habitat lamun. Salah satu peran penting dari lamun adalah sebagai pendaur ulang zat hara.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar perairan serta citra Satelit GeoEye tahun 2011. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel dilakukan di sekitar Pantai Pancuran Belakang pada 2 stasiun yang berbeda. Masing-masing stasiun terdiri dari 9 plot dengan ukuran 10x10 m. Pada tiap plot dibagi menjadi subplot dengan ukuran 1x1 m, sehingga didapatkan 100 subplot. Dari 100 subplot tersebut kemudian dilakukan pengambilan sampel pada 5 subplot secara acak. Sampel sedimen kemudian dianalisa di Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.Keragaman tekstur sedimen dasar perairan yang dimiliki mengakibatkan terjadinya pola sebaran lamun yang hidup di pantai tersebut. Setelah data didapatkan kemudian dilakukan pengolahan data yang terdiri dari kelimpahan/kerapatan, persentase tutupan, serta uji korelasi oleh software SPSS.Hasil yang di dapatkan 8 jenis lamun yaitu Thalassia hemperichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophilla minor, Enhalus acroides, Halophila ovalis, Cymodocea serrulata dan Halodule pinifolia. Kerapatan tertinggi ditemukan pada Cymodocea rotundata yaitu 52,16% atau total 505 individu. Sedangkan penutupan tertinggi terdapat pada jenis Cymodocea rotundata yaitu 6,565 m2. Terdapat 3 jenis substrat yaitu gravel, sand dan silt. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan software SPSS di dapatkan nilai p sebesar 0,06 pada stasiun 1 dan 0,09 pada stasiun 2. Hal tersebut menyatakan bahwa ada hubungan yang erat antara kerapatan lamun dengan persentase substrat pasir.
ANALISIS HUBUNGAN JARAK DAN KEDALAMAN DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PANTAI PANCURAN, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Ridho, Muhammad Gaffar; Supriharyono, Supriharyono; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.445 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22569

Abstract

Pantai Pancuran adalah salah satu lokasi konservasi padang lamun di Taman Nasional Karimunjawa dengan vegetasi padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 dengan tujuan untuk mengetahui hubungan jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun yang meliputi kerapatan dan indeks keanekaragamannya. Materi yang digunakan adalah lamun, dengan menggunakan metode deskripsi eksploratif yang bersifat observasi dengan objek yang diteliti di lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuadran transek ukuran 1x1 meter yang tersebar di 3 stasiun berdasarkan jarak dan kedalaman serta terdapat 6 plot pada setiap stasiunnya. Parameter lingkungan yang diamati meliputi jarak dan kedalaman, nitrat dan fosfat sedimen, salinitas, suhu, derajat keasaman (pH), kecerahan, kecepatan arus, pasang surut, dan karakteristik sedimen. Hubungan jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun diproses menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian ini didapatkan 6 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, dan Halodule pinifolia. Karakteristik sedimen didominasi oleh pasir halus sebanyak 34,960 %. Korelasi jarak dan kedalaman dengan struktur komunitas lamun diperoleh nilai                 (r = -0,717) pada kerapatan dan ( r = 0,894) pada indeks keanekaragaman.                  Pancuran Beach is one of the seagrass conservation areas in Karimunjawa National Park. This study was conducted in April 2018, in order to investigate the relation of distance and depth on the structure of seagrass community which included the density and index of diversity. The method used in this study is seagrass, using explorative description method that is observation to the object study in the field. The sampling technique uses a 1x1 meter transect quadrant spread over 3 stations based on distance and depth with includes 6 plots at each station. Environmental parameters observed include distance and depth, sediment of nitrate and phosphate, salinity, temperature, acidity (pH), brightness, current velocity, tides, and sediment characteristics. The relationship between distance and depth on the structure of seagrass community processed by regression and correlation analysis . The results of the study found 6 types of seagrass, there were Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, and Halodule pinifolia. Sediment characteristics were dominated is fine sand of 34.960%. The correlation of distance and depth on the structure of seagrass community resulted a value (r = -0,717) for density and  (r = 0,894) for index of diversity. 
STATUS PENCEMARAN SUNGAI WAKAK KENDAL DITINJAU DARI ASPEK TOTAL PADATAN TERSUSPENSI DAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Yasir, Muhammad; Haeruddin, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.318 KB)

Abstract

Sungai Wakak merupakan perairan penerima limbah dengan volume cukup besar. Hal ini disebabkan adanya berbagai aktivitas ‘penyumbang’ limbah yang terdapat di kawasan ini, seperti kegiatan industri, pertanian, pemukiman, dan pertambakan. Peristiwa ini menyebabkan erosi, abrasi dan sedimentasi yang  berdampak pada kehidupan biota perairan khususnya makrozoobentos dan kultivan pada tambak yang memanfaatkan pengairan  Sungai Wakak . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi total padatan tersuspensi terhadap struktur komunitas makrozoobentos, serta status pencemaran Sungai Wakak. Metode sampling yang digunakan adalah sistematic sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga stasiun yang berbeda selama tiga kali waktu sampling dimana stasiun 1 berada didaerah hulu sungai, stasiun 2 berada dilokasi yang terdekat dengan aktivitas masyarakat dan industri, dan stasiun 3 berada di hilir sungai yang dekat dengan muara . Hasil rata-rata konsentrasi total padatan tersuspensi antar waktu dan antar lokasi terendah yaitu sebesar 540 mg/l dan tertinggi sebesar 920 mg/l. Nilai kelimpahan individu dan kelimpahan relatif tertinggi yaitu makrozoobentos jenis Floridobia dengan KI 784 ind/m3. Indeks keanekaragaman (H’) tergolong rendah (tercemar sedang), indeks keseragaman (e) masuk dalam kategori tinggi. Indeks dominansi (D) mendekati nilai nol yang berarti tidak ada spesies yang mendominasi. Sedangkan berdasarkan analisis data dalam aspek Kurva ABC Makrozoobentos, diperoleh hasil bahwa perairan tersebut dalam kategori tercemar berat. Konsentrasi total padatan tersuspensi dapat berpengaruh terhadap struktur komunitas makrozoobentos meskipun dalam hal ini jumahnya sangat kecil. Berdasarkan konsentrasi total padatan tersuspensi dan kurva ABC makrozoobentos, Sungai Wakak termasuk sungai golongan tercemar berat. Wakak river is a large volume of water waste disposite. Various 'contributor' activities which are contained in this area are industrial activities, agricultural, domestic, and aquaculture. Real effects arising from such activities in the form of river pollution and erosion as well as the river bank abrasion. This causes the sedimentation process that impact on the aquatic biota, especially macrozoobenthos. The purpose of this study was to determine the effect of the concentration of total suspended solids makrozoobentos community structure and Wakak River pollution status. The sampling method is systematic sampling method. This study was conducted at three different stations during the three sampling times where first station located in the upstream of the river, second location is located in the closest area of the community and industrial activities, and third station is located in the downstream near the estuary. The average of total suspended solids concentration over time and between the lowest locations is in the amount of 540 mg/l and the highest was 920 mg/l. Abundance of individual values and the highest relative abundance of macrozoobenthos kind of Floridobia with KI 784 ind/m3. Diversity index (H') is low (modaretely polluted), uniformity index (e) included in the high category. The Dominance index (D) was nearly zero, which means there is no dominated species. Based on the concentration of total suspended solid and the macrozoobenthos ABC curve, the results showed that the water is highly polluted. The concentration of total suspended solids can affect the community structure of macrozoobenthos although in this case the amount is very small. Based on the concentration of total suspended solids and macrozoobenthos ABC curve, River Wakak is highly polluted.
ANALISIS KESESUAIAN KEGIATAN WISATA DI KAWASAN PANTAI TANJUNG LESUNG, KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN Rachmanita, Tasya; Hutabarat, Sahala; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.439 KB)

Abstract

ABSTRAK Pantai Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata pantai yang terletak di desa Tanjung Jaya, Pandeglang. Pantai ini merupakan kawasan dalam proses pengembangan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi wisata, menganalisa karakteristik dari kegiatan wisata, menganalisa daya dukung kawasan (DDK) dan mengidentifikasi Indeks Keseuaian Wisata (IKW). Penelitian dilakukan pada bulan Juli – September 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menghitung IKW dan DDK dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat dan pengunjung menggunakan teknik sampling purposive sampling untuk mengetahui potensi, persepsi dan daya tarik.  Potensi Pantai Tanjung Lesung yaitu memiliki keadaan pasir putih dengan panjang pantai 50 meter. Daya tarik yang diberikan kawasan pantai adalah keindahan pemandangan pantai yang bersih dan masih alami. Vegetasi tumbuhan yang berada di kawasan pantai adalah pohon Kelapa, Gebang dan Trembesi yang digunakan untuk penghijauan lahan dan pelindung dari angin pantai. Indeks Kesesuaian Wisata  Pantai Tanjung Lesung dengan di ketiga stasiun termasuk dalam kategori S1 atau sangat sesuai dengan nilai IKW 96%. Daya Dukung Kawasan pantai Tanjung Lesung untuk kegiatan berenang memiliki daya tampung sebanyak 199 orang, kegiatan snorkeling 90 orang, dan  bananaboat 75 orang. Kegiatan wisata pantai tidak melebihi kapasitas DDK. Kesesuaian kegiatan di pantai Tanjung Lesung untuk kegiatan wisata berenang tergolong sangat sesuai dengan nilai IKW 96% untuk kegiatan snorkeling 70% dan bananaboat 72% tergolong sesuai bersyarat karena  memiliki kedalaman dan kecerahan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kata Kunci: Potensi Wisata, Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan, Pantai Tanjung Lesung ABSTRACT                Tanjung Lesung beach is a coastal tourist area located in the village of Tanjung Jaya, Pandeglang, that still in development process. The aims were to identify the tourism potentials, to analyse the characteristics of the tourism activities, to analyse carrying capacity (CC) of the area  and to identify the Tourism Suitability Index (TSI). The study was conducted from  July to September 2016. The research used quantitative method to count TSI and CC and descriptive method by spreading questionnaires to 30 respondents of community and visitors using purposive sampling technique to know the potential, perception and tourism attractiveness. The potency of Tanjung Lesung is full of white sand along of 50 meters. Vegetation in the area of the beach a coconut tree,  “Gebang” and “Trembesi” used for reforestation and protection of the wind beach. The attraction of beach area is its beautiful view with clean and unspoiled water. The TSI of Tanjung Lesung Beach in three stations are in S1 category or very suitable with value of 96%. The CC of Tanjung Lesung Beach for swimming is 199 person, snorkeling is 90 person, and bananaboat is 75 person. Suitability activities in Tanjung Lesung beach for swimming activities is classified as very suitable with TSI value of 96% for snorkeling activities 70% and bananaboat 72% are classified in conditional because of depth and brightness that do not comply with the standard Keywords: Tourism Potential, Tourism Suitability Index, Carrying Capacity, Tanjung Lesung Beach 
DISTRIBUSI KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KLOROFIL-a DI TELUK SEKUMBU KABUPATEN JEPARA : HUBUNGANNYA DENGAN KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN Ayuningsih, Melina Setya; Hendrarto, Boedi; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.228 KB)

Abstract

Teluk Sekumbu merupakan suatu perairan terlindung yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pendaratan ikan, pemukiman penduduk, pertambakan, pariwisata, dan jalur pelayaran. Secara langsung maupun tidak langsung, berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Teluk Sekumbu yang berdampak pada keberadaan organisme di dalamnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan fitoplankton dan kandungan klorofil-a fitoplankton di perairan Teluk Sekumbu Kabupaten Jepara, mengetahui distribusi kandungan nitrat dan fosfat serta hubungannya dengan kandungan klorofil-a. Penelitian ini bersifat deskripstif dan menggunakan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Dalam penelitian ini ditentukan Sembilan titik sampling pengukuran, dimana pada tiap titik sampling dilakukan tiga kali pengulangan. Sampel fitoplankton, klorofil-a, nitrat dan fosfat serta beberapa parameter fisika dan kimia diambil di Teluk Sekumbu Jepara. Analisis data nitrat, fosfat dan klorofil-a menggunakan metode Regresi Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sebesar 2823 – 10615 ind/l dan kandungan klorofil-a fitoplankton sebesar 0,798 – 1,096 mg Chl-a/m3. Distribusi dari kandungan nitrat dan fosfat di lingkungan perairan Teluk Sekumbu Jepara mempunyai pola yang sama dengan konsentrasi tinggi di muara dan semakin rendah ke arah laut. Hubungan antara nitrat dengan klorofil-a secara linier menunjukkan keeratan yang tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,722, sedangkan hubungan antara fosfat dengan klorofil-a sebesar 0,802. Sekumbu Bay is a sheltered waters are much exploited by human activities such as fish landing site, the settlement population, fishpond, tourism and shipping lines. Directly or indirectly, many of these factors will affect the balance condition of the Sekumbu Bay waters that have an impact on the presence of organisms in it. This research was conducted on May-July 2013. The purpose of this research was to know the abundance of phytoplankton and chlorophyll-a content of phytoplankton in waters of the Sekumbu Bay at Jepara Regency, knowing spatial distribution of nitrates and phosphates content, and knowing the relationship with content of chlorophyll-a. This research was descriptive and used the sampling purposive method for collecting samples. This research determined nine sampling points, where at each sampling point had three times replication. Phytoplankton, chlorophyll-a, nitrate and phosphate as well as some physical and chemical parameters were measured. Data analysis of nitrate, phosphate and chlorophyll-a used regression - correlation method. The results showed that the abundance of phytoplankton was 2823 - 10615 ind/l and phytoplankton chlorophyll-a content was 0.798 to 1.096 mg Chl-a/m3. Distribution of nitrate and phosphate in the waters of Sekumbu Bay Jepara had the same pattern with high concentration in estuary and low in sea. The relationship between nitrate with chlorophyll-a showed a linear regression with the a high correlation coefficient of 0.722, the relationship between phosphate with chlorophyll-a showed a high correlation coefficient of 0.802.
VALUASI EKONOMI DAN ANALISIS KESESUAIAN WISATA DI PANTAI SIGANDU DESA KLIDANG LOR KABUPATEN BATANG Economic Valuation and Tourism Suitability Analysis in Sigandu Beach, Klidang Lor Village, Batang Regency Hanifah, Diah; Solichin, Anhar; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.074 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24249

Abstract

 ABSTRAK Pantai Sigandu merupakan objek wisata alam yang sangat potensial. Keberadaan Pantai Sigandu mampu membantu perekonomian daerah Kabupaten Batang. Mengingat pentingnya keberadaan objek wisata tersebut maka diperlukan suatu kajian yang mampu mengestimasi besarnya nilai ekonomi dari kegiatan wisata di Pantai Sigandu, serta menganalisa kesesuaian wisata pantai untuk rekreasi agar dapat digunakan dalam pengembangan dan pengelolaan objek wisata tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 - Januari 2019 dengan bertujuan untuk mengetahui profil dan tipologi wisatawan; menghitung nilai ekonomi pariwisata berdasarkan Travel Cost Method (TCM); dan menganalisa kesesuaian wisata berdasarkan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan metode pengambilan data primer menggunakan teknik wawancara terhadap 100 wisatawan, dengan bantuan kuisioner serta melakukan sampling lapangan untuk analisis kesesuaian wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik wisatawan memiliki kisaran usia 20-40 tahun dengan tingkat pendidikan SMA/SMK. Nilai ekonomi yang diperoleh berdasarkan metode biaya perjalanan atau TCM di Pantai Sigandu yaitu sebesar Rp. 31.038.289.140,00 per tahun dengan biaya rata-rata sebesar Rp. 120.140,00 per individu. Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Sigandu termasuk dalam kategori sangat sesuai (S1) yaitu tidak memiliki faktor pembatas dalam suatu penggunaan tertentu secara lestari, atau hanya memiliki pembatas yang kurang berarti dan tidak berpengaruh secara nyata. ABSTRACT Sigandu Beach is a potential natural tourism object. The existence of Sigandu Beach is able to increase the economy of the Batang Regency. The existence of a tourism object is important, so it is needed a study to estimate the tourism economic value of Pantai Sigandu, as well as to analyze the suitability of coastal tourism for recreation so that it can be used in development and management of this tourism object. This study was conducted in December 2018 - January 2019. It aims to find out the profile and typology of tourists; to calculate the economic value of tourism based on Travel Cost Method (TCM); and to analyze tourist suitability based on the Tourism Suitability Index. This study is a quantitative with a primary data method use a interview technique for 100 tourist with the help of questionnaires and do measures of the field for Tourism Suitability Analysis. Results of the study show that characteristics of tourist respondents have an age range of 20-40 years old with high school/ vocational education level. The economic value was obtained based on TCM in the Sigandu Beach, which is Rp. 31,038,289,140.00 per year with an average cost of Rp. 120,140.00 per individual. The Tourism Suitability Index value in the Sigandu Beach is included in the very appropriate category (S1), it does not have a limiting factor in a particular use sustainably, or it only has a less significant limitation and does not have a significant effect.

Page 7 of 55 | Total Record : 548