cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Analisa Kebiasaan Makan Teripang (Holothuroidea) Di Pulau Panjang Kabupaten Jepara Isnanda, Angghardian; -, Suryanti; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.32823

Abstract

Teripang merupakan hewan laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia.  Teripang memiliki manfaat ekonomis dan peranan ekologis pada ekosistem laut. Kajian tentang kebiasaan makan teripang di Perairan Pulau Panjang, Kabupaten Jepara belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan teripang hitam di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret di perairan Pulau Panjang. Pengambilan data dilakukan pada 5 stasiun dengan pembagian stasiun berdasarkan ekosistem. Analisis Data yang digunakan pada penelitian ini, menggunakan perhitungan Index of Preponderance (IP). Hasil pengamatan hanya ditemukan sejumlah 27 ekor teripang hitam. Jenis makanan yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus plankton yaitu Chaetoceros, Coscinodiscus, Guinardia, Licmophora, Navicula, Peridinium, Pleurosigma, Synedra, dan Triceratium. Nilai IP (Index of Preponderance) terbesar pada stasiun I adalah Guinardia 37,53%, stasiun II Guinardia 37,92%, stasiun III Guinardia 25,32%, stasiun IV Peridinium 40,77%, dan stasiun V Peridinium 31,55%. Nilai kandungan bahan organik sedimen stasiun I sebesar 3,83%, pada stasiun II sebesar 5,33%, stasiun III sebesar 4,92%, stasiun IV sebesar 7,16%, dan stasiun V sebesar 5,97%. Hubungan kelimpahan teripang dengan nilai bahan organik sedimen menunjukkan hubungan positif dengan persamaan regresi y = 1,6448x – 3,5509, nilai koefisien determinasi (R2) 0,7802 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,8833 sehingga termasuk kategori berhubungan kuat. Hubungan kelimpahan teripang dengan ukuran butir sedimen menunjukkan hubungan negatif dengan persamaan regresi y = -26,236x + 14,389, nilai koefisien determinasi (R2) 0,4903 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,7002 sehingga termasuk kategori berhubungan kuat.
Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Asriningpuri, Degrita Herdianti; Saputra, Suradi Wijaya; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.30514

Abstract

Desa Kartika Jaya adalah salah satu wilayah di pesisir pantai utara Jawa Tengah yang memiliki hutan mangrove dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menunjang sektor perekonomian, diantaranya kegiatan pariwisata, perikanan dan pemanfaatan hasil hutan. Nilai valuasi ekonomi dari kegiatan pemanfaatan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar kontribusi ekonomi terhadap jasa ekosistem tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi total yang terdiri dari nilai manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat pilihan ekosistem mangrove di Desa Kartika Jaya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Travel Cost Method (TCM) untuk mengetahui nilai ekonomi wisata, Market Price (MP) untuk mengetahui nilai ekonomi hasil hutan mangrove dan perikanan, Replacement Cost untuk mengetahui nilai mangrove sebagai penahan abrasi, dan Benefit Transfer untuk mengetahui nilai biodiversity. Nilai Ekonomi Total (lower-upper) yang didapatkan di Desa Kartika Jaya yaitu Rp.7.107.540.764,00 sampai Rp.7.770.420.764,00 per tahun dengan rincian Nilai Manfaat Langsung (lower-upper) Rp 3.900.611.200,00 sampau Rp.4.563.491.200,00, Nilai Manfaat Tidak Langsung Rp.3.200.190.000,00 dan Nilai Manfaat Pilihan  Rp.6.739.564,00.
Kelimpahan Fitoplankton Di Perairan Kawasan Pantai Timur Surabaya Kartika, Sucahyaning Wahyu Trihasti; Hendrasarie, Novirina; Wibisana, Hendrata
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28253

Abstract

Kawasan Pantai Timur Surabaya merupakan kawasan yang dilindungi karena terdapat hutan mangrove pada daerah estuari dan pesisirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks biotik fitoplankton pada perairan wilayah Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar.  Penelitian ini dilakukan pada estuari dan pesisir Pantai Timur Surabaya dan dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2020. Dalam penelitian ini ditentukan delapan titik sampling dengan metode purposive random sampling, dimana tiap titik sampling dilakukan pengukuran dan pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengulangan pada tiap minggu. Daerah yang diamati yaitu Pantai Timur Surabaya wilayah Wonorejo dan Gunung Anyar. Indikator biotik kelimpahan fitoplankton yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman 1,699-2,530, indeks kemerataan 0,588-0,912, dan indeks dominansi 0,104-0,197 di stasiun Wonorejo dan pada stasiun Gunung Anyar menunjukkan indeks keanekaragaman 1,571-2,197, indeks kemerataan 0,541-0,659, dan indeks dominansi 0,165-0,339. Kelas fitoplankton yang dominan hidup di wilayah Mangrove Wonorejo yaitu Bacillariophyceae dan wilayah Mangrove Gunung Anyar yaitu Coscinodiscophyceae. Kedua fitoplankton ini tergolong klasifikasi besar fitoplankton diatom.
Pendugaan Parameter Populasi Hiu Lanjaman (Carcharhinus falciformis) yang Didaratkan di PPS Cilacap, Jawa Tengah Qonitah, Afifah; Solichin, Anhar; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28049

Abstract

Hiu Lanjaman (C. falciformis) banyak ditemukan di perairan Selat Makassar dan Samudera Hindia. Peningkatan permintaan terhadap spesies ini menyebabkan upaya penangkapan yang semakin meningkat,. Hal ini dikhawatirkan nantinya akan berdampak pada penurunan jumlah populasi Hiu Lanjaman (C. falciformis) sehingga berakibat pula pada kepunahan spesies tersebut apabila tidak adanya upaya pengelolaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa parameter pertumbuhan serta mengetahui laju mortalitas dan tingkat ekploitasi Hiu Lanjaman yang didaratkan di PPS Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode acak sederhana,. Data yang dikumpulkan adalah ukuran panjang ikan (cm), berat ikan (kg), alat tangkap dan daerah penangkapan ikan. Pengambilan data dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian diperoleh ukuran panjang ikan berkisar 54–248 cm. Hasil analisis hubungan panjang berat dari 637 ekor sampel diperoleh persamaan W=0,0000745FL2,792 dengan pola pertumbuhan alometrik negatif. Nilai mortalitas total 6,23/tahun dan laju eksploitasi sebesar 0,63 dengan perkiraan puncak rekrutmen pada bulan Juli.
Analisis Bioekonomi Perikanan Pancing Ulur Di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Gunungkidul Zuleca, Maulidina Ziva; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.32151

Abstract

Peningkatan eksploitasi sumber daya ikan pelagis besar sebagai akibat meningkatnya permintaan terhadap sumber daya tersebut akan berdampak pada semakin tingginya pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar. Pancing ulur merupakan alat tangkap tradisional yang digunakan para nelayan dengan target tangkapan ikan Madidihang dan Cakalang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan pancing ulur dan mengetahui ekonomi perikanan pancing ulur di PPP Sadeng Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan adalah data jumlah nelayan, jumlah alat tangkap dan hasil tangkapan, dan trip melaut. Data sekunder yang diambil pada saat penelitian adalah hasil tangkapan dan trip melaut tahun 2015 hingga 2019. Metode penentuan responden adalah metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan Gordon-Schaefer. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan pancing ulur yang didaratkan di PPP Sadeng adalah ikan pelagis besar, seperti Madidihang (Thunnus albacares), Tongkol Komo/Kawa-kawa (Euthynnus affinis), Cakalang (Katsuwonus pelamis) dan Lemadang (Coryphaena hippurus). Nilai produksi paling menguntungkan dan berkelanjutan (MEY) adalah 1.122 ton/tahun, dengan upaya tangkap optimum 453 trip/tahun.
Hubungan Bahan Organik, Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Makrozoobentos pada Sedimen Mangrove di Desa Tambakbulusan, Demak Damopolii, Sharfina Amalia; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31706

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai penyedia makanan, tempat berkembang biak maupun memijah, serta sebagai daerah asuhan bagi biota-biota yang hidup di dalamnya. Bahan organik dan nutrien merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan mangrove maupun biota yang berasosiasi di dalamnya.  Bahan organik dan nutrien pada ekosistem mangrove dapat berasal dari limbah-limbah domestik, limbah perikanan seperti tambak, maupun berasal dari mangrove itu sendiri. Tinggi rendahnya kandungan bahan organik dan nutrien pada sedimen dapat mempengaruhi kelimpahan hewan bentos yang hidup di bawah tegakan mangrove, karena kehidupan hewan bentos sangat berpengaruh terhadap faktor biotik maupun abiotik habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik yang di lokasi penelitian dan mengetahui hubungan antara bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari  di kawasan hutan mangrove Desa Tambakbulusan, Demak. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling di 3 stasiun dengan total 9 titik sampling. Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 2 jenis mangrove di ketiga stasiun penelitian diantaranya adalah Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kategori kerapatan jarang dan sedang. Nilai rata – rata kandungan bahan organik pada ketiga stasiun yaitu sebesar 6,7 mg, 6,9 mg dan 7,5 mg. Nilai rata – rata kandungan nitrat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 3,39, 1,95 serta 4,71 mg. Nilai rata – rata kandungan fosfat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 0,27 pada stasiun 1 dan 2, serta 0,61 mg pada stasiun 3. Nilai rata – rata kelimpahan makrozoobentos pada stasiun 1 yaitu sebesar 58 ind/m2, pada stasiun 2 sebesar 64 ind/m2 dan didominasi oleh spesies Cassidula nucleus, serta pada stasiun 3 sebesar 40 ind/m2 didominasi oleh spesies Cerithidea quoyii. Terdapat hubungan antara kandungan bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos, dengan nilai r2 sebesar 0,914 yang berarti 91,4% kelimpahan makrozoobentos dipengaruhi oleh bahan organik dan nutrien, serta korelasi antar variabel termasuk ke dalam korelasi yang sangat kuat dengan nilai r sebesar 0,956.
Analisis Tekstur Sedimen dan Bahan Organik di Muara Sungai Beringin, Semarang Widiyasari, Laurentina Kiki; Muskananfola, Max Rudolf; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.29320

Abstract

Sungai Beringin merupakan salah satu sungai yang mengalir di Kota Semarang dan sering dijadikan sebagai jalur transportasi oleh warga sekitar untuk menangkap ikan dan  jalur ke arah laut serta ke daerah mangrove. Kondisi ini akan berdampak terhadap kualitas perairan yang dapat mengakibatkan suatu pencemaran dan mempengaruhi makrozoobenthos yang hidup di dasar perairan dan dapat dijadikan sebagai bioindikator karena habitat hidupnya relatif menetap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi bahan organik dan tekstur sedimen di muara Sungai Beringin, Kota Semarang. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal bulan September tahun 2019 menggunakan teknik purposive random sampling dengan total 4 stasiun. Sampel yang diambil adalah substrat dasar perairan dan makrozoobenthos. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai fraksi sand berkisar antara 21,4 – 94,24 %, fraksi silt berkisar antara 0,12 – 1,2 % dan fraksi clay berkisar antara 5,56 – 71,88 %. Konsentrasi bahan organik berkisar antara 4,5 – 12,73 % dengan konsentrasi bahan organik tertinggi terdapat pada stasiun 2 dan konsentrasi bahan organik terendah pada stasiun 1. Hubungan anatara bahan organik dan tekstur sedimen memiliki korelasi yang kuat. 
Upaya Pengelolaan Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Ilhamsyah, Ahmad; Purwanti, Frida; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 1 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i1.28315

Abstract

Hutan mangrove telah banyak dijadikan destinasi wisata alam karena mengedepankan pendekatan berkelanjutan dan konservasi sumberdaya alam. Pengembangan destinasi wisata yang mengedepankan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah, salah satunya di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi wisata, persepsi responden, dan upaya pengelolaan di kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya. Penelitian dilaksanakan bulan SeptemberOktober 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Potensi wisata magrove dilihat dari kerapatan dan jenis mangrove, persepsi responden dengan menyebar kuisioner dan wawancara 50 orang masyarakat, 10 orang pengunjung dan 5 orang pengelola, dan didapatkan dari analisis SWOT. Hasil penelitian terdapat 3 jenis mangrove yaitu Rhizopora sp, Bruguiera sp., dan Avicennia sp. Jenis mangrove yang mendominasi adalah Rhizopora sp. Potensi kawasan ekowisata mangrove Desa Kartika Jaya, antara lain: pemandangan yang menarik, sarana pemancingan, jalur tracking, dan menara pandang. Persepsi masyarakat yang tahu fungsi mangrove 88,9%, kondisi mangrove yang baik 68,9%, dan masyarakat yang memanfaatkan mangrove 11,1%. Persepsi pengelola untuk kelengkapan fasilitas 100% kurang lengkap. Untuk persepsi pengunjung 80% mengatakan keterlibatan masyarakat penting, sedangkan promosi ekowisata 70% kurang baik. Upaya pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Desa Kartika Jaya adalah hasil analisis SWOT yaitu dengan meningkatkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan mangrove melalui kerjasama dan LSM, menciptakan peluang pendapatan ekonomi masyarakat dari hasil produk pengolahan mangrove dan wisata perahu serta meningkatkan produksi dan pemasaran wisata melalui kerjasama pihak ke-3, meningkatkan jumlah wisatawan dengan memaksimalkan Pokdarwis dan kearifan lokal yang ada melalui keramah tamahan masyarakat.