cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI MUARA SUNGAI SILANDAK, SEMARANG Meynita, Dewi; Muskananfola, Max Rudolf; Sedjati, Sri
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.648 KB)

Abstract

ABSTRAK Muara Sungai Silandak merupakan salah satu subsistem drainase wilayah Semarang Barat yang bermuara ke teluk Semarang.Muara merupakan tempat akumulasi buangan limbah domestik dan pabrik. Dilakukannya reklamasi pantai pada bagian hilir Muara Silandak dapat menyebabkan sedimentasi yang akan mempengaruhi keberadaan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tekstur sedimen, kandungan bahan organik dan kelimpahan makrozoobentos.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan sampel makrozoobentos pada setiap stasiun yang berlokasi di muara sampai pesisir Pantai Maron.Penelitian ini dilakukan dengan sampling acak atau Random Sampling dengan empat stasiun.Pada setiap stasiun terdapat tiga titik sampling, sampel sedimen dan makrozoobentos diambil pada setiap titik kemudian dikomposit perstasiun.Sampling dilakukan pada interval waktu dua minggu dengan tiga kali pengulangan.Hasil analisis tekstur sedimen pada stasiun I memiliki tekstur liat sedangkan stasiun II, III dan IV memiliki tekstur lempung liat berpasir. Hasil kandungan bahan organik pada stasiun I,II, III dan IV sebesar 19,33%, 15,20%, 13,40% dan 10,67%. Sedangkan kelimpahan makrozoobentos yang didapatkan stastiun I sebesar 652 ind/m3 , stasiun II 696 ind/m3 , stasiun III 783 ind/m3 (tertinggi) dan stasiun IV 261 ind/m3 dengan katagori indeks keanekaragaman belum tercemar dan tidak adanya jenis yang mendominasi.  Kata kunci: Tekstur Sedimen, Kandungan Bahan Organik, Kelimpahan Makrozoobentos, Muara Sungai Silandak Semarang.   ABSTRACT Silandak Estuary is one of the subsystem drainage areas in West Semarang that flow into the bay of Semarang. The estuary is a place of accumulation of domestic sewage and factories. Coastal reclamation at the downstream estuary Silandak causing sedimentation that will affect the existence of macrozoobenthos. The purpose of this research was to know the sediment texture, organic matter content and abundance of macrozoobenthos. The material used in this research is the sediment samples and samples of macrozoobenthos at any station located at the estuary to the coast of Maron. The research used random sampling with four stations. At each station there are three sampling points, samples of sediment and makrozoobentos taken at any point which then composite sample at each station. The sampling was done with time interval of two weeks with three repetitions. The results of the sediment texture at the station I has the texture of clay while the station II, III and IV have a texture of sandy clay loam. The results of the organic material content at stations I, II, III and IV is amounted 19,33%, 15,20%, 13,40% and 10,67% and while abundance of makrozoobentos at station I are 652 ind/m3, station II 696 ind/m3, station III 783 ind/m3(higher) and station IV 261 ind/m3 with a diversity index categories clean water zone and not found the dominant species. Keywords: Sediment Textures, Organic Matter Contents, Abundance of Makrozoobentos, Silandak Estuary Semarang. 
KAJIAN KANDUNGAN LOGAM BERAT BESI (Fe) DAN SENG (Zn) PADA JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa (L.)) DI PERAIRAN TANJUNG MAS, SEMARANG DAN PERAIRAN WEDUNG, DEMAK Taurusiana, Savitri; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.181 KB)

Abstract

Sebagian besar masyarakat Tanjung Mas, Semarang dan Wedung, Demak menjadikan kerang, terutama kerang darah (Anadara granosa (L.)) sebagai salah satu produk perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Peningkatan jumlah industri akan selalu diikuti oleh pertambahan jumlah limbah. Limbah yang dihasilkan diantaranya adalah limbah logam berat Fe dan Zn. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang kandungan logam berat Fe dan Zn pada kerang darah (A. granosa (L.)) di perairan Tanjung Mas, Semarang dan perairan Wedung, Demak guna memberikan informasi tentang kandungan logam Fe dan Zn di dalam  kerang darah (A. granosa (L.)) yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat setempat.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kadar logam berat Fe dan Zn pada Kerang Darah (A. granosa (L.)) di Perairan Tanjung Mas, Semarang dan Perairan Wedung, Demak. Selain itu, juga mengetahui Maximum Tolerable Intake (MTI) dari logam berat Fe dan Zn yang mengacu pada ketetapan JEFCA. Materi yang digunakan adalah jaringan lunak kerang darah (A. granosa (L.)) yang berasal dari perairan Tanjung Mas, Semarang dan perairan Wedung, Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah cara pengambilan sampel secara purposive sampling dan analisis laboratorium dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat  besi (Fe) dalam A. granosa (L.) di perairan Tanjung Mas dan perairan Wedung rata-rata antara 563,32 – 1.305,05 mg/kg berat basah. Sedangkan kandungan logam berat seng (Zn) dalam A. granosa (L.) di perairan Tanjung Mas dan perairan Wedung rata-rata berkisar antara 68,13 – 94,22 mg/kg berat basah. Maximum Tolerable Intake (MTI) ) dengan asumsi untuk orang dengan berat badan 60 kg menurut ketetapan JEFCA. Logam Fe sebesar 0,037 kg/hari untuk perairan Tanjung Mas dan perairan Wedung sebesar 0,043 kg/hari. Logam Zn sebesar 0,705 kg/hari untuk perairan Tanjung Mas dan 0,637 kg/hari untuk perairan Wedung.
KELIMPAHAN LARVA IKAN BERDASARKAN FASE BULAN DI PADANG LAMUN PANTAI PRAWEAN, JEPARA Hidayaturrohmah, Fitriana; Sulardiono, Bambang; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.306 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22666

Abstract

Perairan Prawean Jepara, merupakan salah satu wilayah pantai dengan garis pantai terluas di pesisir Jepara. Kondisi morfologi yang terdapat pada pantai ini memiliki komunitas padang lamun yang relatif subur yang mempengaruhi kelimpahan larva ikan. Larva ikan merupakan tahap awal dari pertumbuhan ikan. Larva juga dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan bagi kelulushidupannya. Fase bulan yang berhubungan dengan pasang surut akan mempengaruhi hasil dari kelimpahan larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva ikan pada kerapatan lamun di fase bulan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling di 3 stasiun baik pada saat pasang dan surut di fase bulan berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1382 ind/900m3 terdiri dari 8 famili yakni: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60), Mullidae (25) dan Nemipteridae (102). Larva famili yang tertangkap secara keseluruhan, Gobbidae (larva yang paling banyak tertangkap) dan Apogonidae (jumlah paling sedikit). Nilai korelasi antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan lamun yaitu sebesar r = 0,546; 0,628; 0,784 dan 0,791. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kelimpahan dan komposisi famili larva ikan dengan kerapatan lamun.  Prawean Jepara waters are one of the coastal areas with the widest coastline on the coast of Jepara. The morphological conditions found on this beach relatively has fertile seagrass communities that affect the abundance of fish larvae. Fish larvae is the initial stage of fish growth. Larvae is also influenced by many environmental factors for their life. The phases of the moon associated with tides will affect the results of the abundance of fish larvae. This study aims to determine the type and abundance of fish larvae in seagrass density in different moon phases. The study was conducted in March - April 2018. The method used was a survey method with the determination of sampling points using purposive sampling method at 3 stations both at high tide and low tide in different moon phases. The results obtained showed that the number of fish larvae caught was 1382 ind/900m3 consisting of 8 families: Apogonidae (7), Blennidae (415), Engraulidae (34), Gobiidae (521), Lutjanidae (218), Mugillidae (60) , Mullidae (25) and Nemipteridae (102). The family find overall larvae, Gobbidae (the most caught larvae) and Apogonidae (is the least caught larvae). The correlation value between the abundance of fish larvae with seagrass density is equal to r = 0.546; 0.628; 0.784 and 0.791. Based on this, it can be concluded that there is a close relationship between abundance and composition of fish larvae families with seagrass density.
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK, NITRAT, FOSFAT PADA SEDIMEN DI KAWASAN MANGROVE JENIS Rhizophora DAN Avicennia DI DESA TIMBULSLOKO, DEMAK Budiasih, Retnoayu; Supriharyono, -; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.843 KB)

Abstract

Mangrove di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah banyak mengalami kerusakan. Namun saat ini kawasan mangrove tersebut sudah mengalami rehabilitasi. Kawasan yang dulunya digunakan sebagai lahan pertambakan, sekarang beralih fungsi sebagai hutan mangrove. Daerah tersebut diperkirakan akan berpengaruh terhadap distribusi kandungan bahan organik, nitrat dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Bahan Organik Total, nitrat dan fosfat pada sedimen dan untuk mengetahui sebaran antar stasiun, antar kedalaman dan pasang surut dari setiap variabel di ekosistem mangrove di Desa Timbulsloko, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen di kedalaman 0, 15 dan 30 cm dan pengambilan sampel air dilakukan di tiga titik tiap stasiunnya. Stasiun I mangrove Rhizophora, stasiun II gabungan Rhizophora dan Avicennia dan stasiun III mangrove Avicennia. Pengambilan sampel dilakukan saat pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Bahan Organik Total, nitrat dan fosfat pada sedimen dan dalam air secara keseluruhan menunjukkan tingkat kesuburan yang sedang sampai tinggi. Pada satsiun I rata – rata bahan organik pada sedimen saat pasang dan surut berturut – turut (11,32 %) dan (16,073 %). Stasiun II (12,5 %) dan (15,81 %) dan stasiun III (10,087 %) dan (12,987 %). Kandungan nitrat stasiun I (5,791 ppm) dan (7,478 ppm). Stasiun II (8,115 ppm) dan (8,419 ppm) dan stasiun III (9,462 ppm) dan (11,037 ppm). Sedangkan kandungan fosfat pada stasiun I rata – rata saat pasang dan surut (4,023 ppm) dan (3,933 ppm). Stasiun II (3,737 ppm) dan (4,738 ppm) dan pada stasiun III (5,549 ppm) dan (5,808 ppm). Mangrove at Timbulsloko village, Sayung sub-district, Demak regency showed a level of damaging. In order to manage, the local government then rehabilitate those areas. The areas which were used as fish ponds have been changed their function as mangrove forest. With such condition, it is predicted that distribution of material organic, nitrate and phosphate contents will be changed. The aim of this study is to find out the  total organic contents, nitrate, and phosphate inside sediment, as well it is to find inter station, deep and tidal current condition distribution of the contents. The study usaged the descriptive method, while for the collection data samples using purposive random sampling. The sediment sampling in the depth of 0, 15 and 30 cm, while for the water sampling from three sites in station, i.e. station I mangrove Rhizophora, station II combination Rhizophora and Avicennia and station III  mangrove Avicennia. These sampling were conducted in both tidal current condition, i.e high and ebb tide. The result of this study showed that the total organic contents, nitrate and phosphate inside the sediment is in medium to high fertility ranged. In station I, the average organic contents during both high and ebb tide were (11,32%) and (16,073%). Station II (12,5%) and (15,81%). Station III  (10,087%) and (12,978%). The nitrate contents in station I (5,791 ppm) and (7,478 ppm). Station II (8,115) and (8,419 ppm). Station III (9,462 ppm) and (11,037 ppm). While the phosphate contents during both high and ebb tide in station I (4,023 ppm) and (3,933 ppm). Station II (3,737 ppm) and (4,738 ppm). Station III (5,549 ppm) and (5,808 ppm).
TINGKAT KERJA OSMOTIK DAN PERTUMBUHAN KERANG HIJAU PERNA VIRIDIS YANG DIKULTIVASI DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Temmy, Temmy; Anggoro, Sutrisno; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.764 KB)

Abstract

ABSTRAKTambak Lorok adalah salah satu perkampungan nelayan yang letaknya berada di pesisir teluk Semarang. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, salah satunya pembudidaya kerang hijau. Kerang hijau membutuhkan habitat yang ideal untuk tumbuh dengan optimal. Salinitas perairan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan kerang hijau, karena kadar salinitas yang tidak ideal mengharuskan kerang hijau melakukan proses osmoregulasi yang membutuhkan energi besar, sehingga pertumbuhan terhambat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola osmoregulasi, nilai tingkat kerja osmotik dan laju pertumbuhan relatif serta hubungan antar keduanya pada kerang hijau yang dikultivasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan November 2016 di perairan Tambak Lorok Semarang. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang hijau (Perna viridis) dengan bobot rata-rata 40 gram. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara salinitas dan tingkat kerja osmotik serta laju pertumbuhan relatif. Pola osmoregulasi kerang hijau adalah hiperosmotik terhadap lingkungannya. Nilai tingkat kerja osmotik kerang hijau sebesar 35,44 sampai dengan 68,03 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan relatif sebesar 133,33 % sampai dengan 220,69 %. Tingkat kerja osmotik dan laju pertumbuhan relatif kerang hijau menunjukkan hubungan yang berpola linier bersifat negatif dengan tingkat keeratan tinggi. Kata kunci : Kerang Hijau, Perna viridis, Tambak Lorok, Tingkat Kerja Osmotik, Laju Pertumbuhan.   ABSTRACTTambak Lorok is one of the fishing villages located near the coast of Semarang Bay. Most of the people work as fishermen, who work also cultivate green mussels. Green mussels need an ideal habitat to grow optimally. The water salinity affects the growth of the mussels, if the level of the water salinity is not ideal it will force the green mussels to osmoregulate that require big energy, therefore it will slow the growth of the mussels. The goal of the research was to examine the osmoregulation pattern, osmotic performance rate, and the relative growth rate of green mussels, as well as the relation between osmotic perfomance rate and growth of the green mussel. The research was conducted on September to November 2016 in Tambak Lorok Semarang. The animal that has been used in this research was green mussels (Perna viridis) with the average weight of 40 grams. The data were analyzed using regression analysis to study the relations between salinity, osmotic perfomance rate and relative growth rate. The green mussels’s osmoregulation pattern was hyperosmotic to its environment. The osmoregulation rate of green mussels were 35,44 up to 68,03 mOsm/l H2O. The relative growth rate were 133,33 % up to 220,69 %. The osmotic perfomance rate and relative growth rate of green mussels showed linier relations with high rate and suggested had negative characteristic. Keywords: Green Mussels, Perna viridis, Tambak Lorok, Osmotic Perfomance Rate, Growth Rate.  
JENIS DAN KELIMPAHAN IKAN PADA KARANG BRANCHING DI PERAIRAN PULAU LENGKUAS KABUPATEN BELITUNG Yuspriadipura, Aga; Suprapto, Djoko; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.769 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan yang terdapat di Karang Branching, Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. serta mengetahui Indeks Keanekaragaman dan Keseragaman ikan yang terdapat di Karang Branching, Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 17 jenis ikan karang yaitu Siganus gulatus (baronang), Epibulus msidlator (tikus-tikus), Scarus rivulatus (kakak tua), Hemigymnus melapterus (nori merah), Halichoeres hortulanus (piso-piso), Caesio cuning (platak), Cheilimus fasciatus (betok biru), Pomacentrus coelestis (ekor kuning), Heniochus varuis (kepe-kepe monyong), Scarus iwulatus (keling tanduk), Celiscus strigatus (betok sri gunting), Scolopsis margarefiter (kepe-kepe susu), Chelmon rostrastus (keling perak), Hovaculichthys taeniorys (tanda-tanda), Lutjanus fulvilamma (nori monyong), Chaetodon kleini (kakak tua merah), Paraglyphidodon nogoris (kepe-kepe tanduk). Nilai indeks keanekaragaman (H’) Ikan Karang di lokasi sebesar 2,553, dan nilai indeks keseragaman (e) 0,901, hal tersebut menunjukkan bahwa di perairan tersebut ada dominasi salah satu spesies yaitu Pomacentrus coelestis. This research aims to find out the type and abundance of fish in Branching Coral, Lengkuas Island in Belitung Regency. The method that was used in this research was a survey method. Was carried out in June until August 2013 at the Lengkuas Island of Belitung Regency. Based on the research results there were 17 types of coral fish namely Siganus gulatus (Rabbitfish), Epibulus msidlator (rats), Scarus rivulatus (parrot), Hemigymnus melapterus (red nori), Halichoeres hortulanus (piso-piso), Caesio cuning (platak), Cheilimus fasciatus (blue anabas), Pomacentrus coelestis (yellow tail), Heniochus varuis (monyong butterflyfish), Scarusi wulatus (rivet horns), Celiscus strigatus (sri gunting anabas), Scolopsis margarefiter (butterfly milk) Chelmon rostrastus (Silver-rivet), Hovaculichthys taeniorys (signs), Lutjanus fulvilamma (nori monyong), Chaetodon kleini (red parrot), Paraglyphidodon nogoris (Horn butterflyfish). Value of diversity index (H’) coral fish in the research location of 2,553, and uniformity index value (e) 0,901, it showed that in the water, there was a one predominance species of Pomacentrus coelestis.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN TOTAL BAKTERI COLIFORM DI SUNGAI PLUMBON, SEMARANG An Analysis of Waters Quality Based on Coliform Bacteria in Plumbon River, Semarang Pratiwi, Avenda Diza; Niniek Widyorini, Niniek; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.359 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24258

Abstract

ABSTRAK Sungai Plumbon merupakan sungai yang berada di daerah Mangkang Kulon, terletak di pemukiman padat penduduk. Terdapat sumber pencemar yang masuk ke dalam perairan diantaranya limbah industri rumahan maupun limbah rumah tangga Kegiatan ini dapat menurunkan kualitas perairan. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas perairan adalah berdasarkan total bakteri Coliform. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui total bakteri Coliform, hubungan total bakteri Coliform dengan nitrat serta bahan organik total dan mengetahui beban pencemaran beserta indeks pencemaran di sungai Plumbon, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 dilakukan setiap seminggu sekali dalam waktu dua minggu. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun dengan 3 titik di setiap stasiunnya. Analisis data yang digunakan meliputi analisis kepadatan bakteri Coliform, analisis kualitas air berdasarkan baku mutu dan indeks pencemaran, analisis beban pencemaran serta analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan rata-rata total bakteri Coliform berkisar antara 5.566 – 1.203.333 MPN/100 ml. Keberadaan total bakteri Coliform memiliki hubungan yang lemah dengan nitrat dan bahan organik total di Sungai Plumbon, Semarang. Kepadatan rata-rata total bakteri Coliform dan beban pencemaran bakteri Coliform yang diperoleh pada setiap stasiun tidak memenuhi baku mutu kelas II menurut Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001, sedangkan status pencemaran di sungai Plumbon dikategorikan sebagai tercemar ringan hingga sedang. ABSTRACT Plumbon River is a river in Mangkang Kulon, It is located in densely populated settlements. There are pollutant resource such as home industry waste and household waste in the water. It can decrease water quality. The waters quality can be predicted with the total number of coliform bacteria. This research was aimed to obtain total Coliform bacteria, find the correlation between total Coliform bacteria with nitrate and organic matter, and pollution load with pollution index in Plumbon River, Semarang. This research was conducted on March 2019 and it was held every week in two weeks. The method used in this research was observation method. The sample of this research was taken purposively in 3 stations with 3 points in every station. The data analysis included the analysis of Coliform bacteria density, the analysis of water quality based on quality standards and waters index, the analysis of pollution load, and the analysis of pearson correlation. The result of this research was showed that average density of total Coliform bacteria in the range between 5.566 - 1.203.333 MPN/100 ml. The existence of total Coliform bacteria has low relation with nitrate and total organic matter in Plumbon River, Semarang. The average density of total Coliform bacteria and bacterial pollution load in every station was not fulfill the quality standards class II. Based on Government Regulation No. 82 of 2001,  whereas pollution status of Plumbon River has been categorized as mild to moderate polluted.
KELIMPAHAN PERIFITON PADA KARANG MASIF DAN BERCABANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG JEPARA Yuniarno, Hendrawan Agung; Ruswahyuni, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.539 KB)

Abstract

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau-pulau kecil di Indonesia yang memiliki berbagai ekosistem salah satunya adalah ekosistem terumbu karang. Terumbu karang merupakan habitat dan tempat aktivitas berbagai organisme laut contohnya perifiton. Perifiton berperan sebagai produsen primer dalam suatu perairan untuk menghasilkan oksigen dan menjadi konsumsi bagi organisme lain (misalnya karang). Keberadaan perifiton pada substratnya tidaklah sama, perbedaan morfologi karang diduga menentukan kelimpahan perifiton pada karang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelimpahan perifiton pada karang masif dan karang bercabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2015 di Pulau Panjang Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan deskriptif analitis sebagai desain penelitiannya. Desain ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelimpahan perifiton pada jenis pertumbuhan karang yang berbeda. Analisis perbedaan kelimpahan perifiton menggunakan Uji T (Mann-Whitney). Dari  hasil penelitian didapatkan bahwa kelimpahan perifiton pada karang masif dan bercabang menunjukkan adanya perbedaan. Dimana kelimpahan perifiton pada setiap pengamatan tidak memiliki perbedaan yang signifikan baik pada karang masif dan karang bercabang. pada pengamatan pertama kelimpahan perifiton pada karang bercabang terdapat 20.970 ind/cm2, sedangkan pada karang masif terdapat 19.764 ind/cm2. Pada pengamatan kedua kelimpahan perifiton pada karang bercabang terdapat 28.427 ind/cm2, sedangkan pada karang masif terdapat 30.623 ind/cm2. Faktor yang menentukan keberadaan dan kelimpahan perifiton pada karang yang paling terlihat yaitu dikarenakan perbedaan morfologi dari karang tersebut dan perbedaan dan perubahan kecepatan arus. Panjang Island is one of the small islands in Indonesia, which has a variety of ecosystems one of which is the coral reef ecosystem. Coral reefs are the habitat and the activities of various marine organisms example periphyton. Periphyton role as primary producers in a body of water to produce oxygen and become food for other organisms (eg, corals). Periphyton existence on the substrates are not the same, the difference of coral morphology is suspected determine the abundance of perifiton on the reef. This study aims to determine differences in the abundance of periphyton on massive corals and branching. This research was conducted in March and April 2015 in Panjang Island Jepara. The method used in this research is purposive sampling with a descriptive analytical research design. This design aims to describe the abundance of periphyton on different types of coral growth. Analysis of differences in the abundance of periphyton using T test (Mann-Whitney). The results showed that the abundance of periphyton on massive and branching corals showed a difference. Where the abundance of periphyton on every observation has different amounts both on massive and branching corals. the first observations of the abundance of periphyton on branching corals there are 20.970 ind / cm2, while the massive corals there are 19.764  ind / cm2. In the second observation abundance of periphyton on branching corals there are 28.427 ind / cm2, while the massive corals there are 30.623 ind / cm2. The difference is due to differences in the morphology of the reef and the differences and changes in flow velocity.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN PANTAI CILACAP JAWA TENGAH Rutiyaningsih, Ayu; Saputra, Suradi Wijaya; Djuwito, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.149 KB)

Abstract

Eksploitasi udang P. merguiensis dengan alat tangkap jaring arad diduga terus meningkat ditandai dengan meningkatnya produksi  dalam tiga tahun terakhir. Penangkapan yang berlebihan dapat mengancam kelestariannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek biologi seperti komposisi hasil tangkapan, distribusi hasil tangkapan, struktur ukuran, ukuran pertama tertangkap (L50%), panjang infinity (L∞), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), sifat pertumbuhan, dan faktor kondisi. Selain itu, membuat konsep pengelolaan sumberdaya perikanan udang P. merguiensis. Metode yang digunakan dalam pengambilan  sampel yaitu metode survei dengan sistematik random sampling. Sampel udang diambil secara proposional yaitu sekitar 10% dari total hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pertama tertangkap (L50%) panjang karapas 43 mm. Panjang infinity (L∞) udang P. merguiensis betina  panjang karapas 63,58 mm dan udang P. merguiensis jantan 60,42 mm. Perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina 1 : 1,61. Udang P. merguiensis  didominasi oleh TKG I. Pertumbuhan udang P. merguiensis jantan bersifat allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan beratnya, dikarenakan nilai b sebesar 2,626. Udang P. merguiensis betina memiliki sifat pertumbuhan isometrik yaitu pertambahan panjang selaras dengan pertambahan berat, dikarenakan nilai b sebesar 3,105. Faktor kondisi udang P. merguiensis jantan sebesar 1,152 dan betina  2,051, sehingga udang Jerbung betina lebih montok dibandingkan udang P. merguiensis jantan. Udang P. merguiensis layak ditangkap pada ukuran yang melebihi L50% yaitu panjang karapas > 43 mm.
PERUBAHAN LUAS HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PANTAI INDAH KAPUK, JAKARTA UTARA TAHUN 2010-2015 (The Changing Mangrove Area at Pantai Indah Kapuk, North Jakarta in 2010 – 2015) Mulyaningsih, Dwi; Hendrarto, Boedi; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1508.891 KB)

Abstract

Pengamatan citra satelit untuk pemetaan mangrove di wilayah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pernah dilakukan pada tahun 2012. Sejak itu belum ada lagi informasi terbaru terkait hal tersebut. Oleh karena itu telah dilakukannya penelitian yang sama dengan menggunaka citra Landsat 7 dan citra Landsat 8 untuk mengetahui perubahan luas tutupan vegetasi mangrove di tahun 2010-2015. Metode klasifikasi citra untuk mengidentifikasi mangrove menggunakan klasifikasi terbimbing (supervised classification) Maximum Likelihood, selanjutnya dilakukan uji ketelitian citra dengan menggunakan matriks uji ketelitian yang mengacu pada Short (1982). Hasil penelitian menunjukkan selama kurun waktu tahun 2010-2015 terjadi pengurangan luas 38,79 ha (44%), penambahan 75,69 ha (87%) dan adanya daerah yang tetap 86,94 ha dengan akurasi ketelitian citra 85,71%. Observation using satellite image for mangrove mapping at Pantai Indah Kapuk, North Jakarta had already been conducted in 2012. Since then there had been no further information related toit. Therefore, the same research was done by using Landsat 7 and Landsat 8 to know the change of mangrove vegetation cover area in 2010-2015. Image classification methods for identifying mangrove used the supervised classification Maximum Likelihood, then tested the accuracy images by using a precision test matrix that refers to Short (1982). The results showed that during the period of 2010-2015 there was 38,79 ha (44%) of reduction area, 75,69 ha (87%) of additional area and 86,94 ha of fixed area with 85,71% accuracy.

Page 6 of 55 | Total Record : 548